Media Dinamika Global

Jumat, 05 Juni 2026

Kapolsek Bagan Sinembah Beri Edukasi Bahaya Narkoba di SMK Yapim Taruna, Ajak Siswa Kejar Cita-Cita dan Jauhi Pergaulan Negatif


Bagan Batu – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. bersama jajaran memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMK Yapim Taruna yang beralamat di Jalan Lancang Kuning, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Jum'at 5 Juni 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai berbagai jenis narkotika, dampak buruk penyalahgunaannya, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. menjelaskan sejumlah jenis narkotika yang sering beredar di masyarakat, seperti ganja, sabu, kokain, heroin, kecubung, inex dan ekstasi. Ia juga mengungkapkan bahwa aparat kepolisian pernah menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas kurang lebih dua hektare dengan tinggi tanaman mencapai sekitar dua meter.

"Tidak ada kata ampun bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan demi menjaga masa depan anak-anak muda sebagai penerus bangsa Indonesia," tegas Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus peredaran narkoba yang terus berkembang, termasuk penyamaran narkotika dalam bentuk makanan dan minuman yang kerap menyasar kalangan remaja.

"Narkoba dapat merusak fungsi otak, mengganggu kesehatan, mengubah perilaku seseorang, bahkan mendorong pelakunya melakukan tindak kejahatan seperti pencurian dan perampokan untuk memenuhi ketergantungan terhadap barang haram tersebut," jelas Kapolsek.

Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga dapat menghancurkan keharmonisan keluarga dan merusak masa depan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, di antaranya ingin terlihat keren atau bergaya, ikut-ikutan teman, solidaritas kelompok atau geng, rasa penasaran, hingga keinginan melupakan atau menyelesaikan masalah dengan cara yang salah.

Para pelajar turut diberikan pengetahuan mengenai ciri-ciri pengguna narkoba, baik dari segi perilaku maupun fisik. Di antaranya mudah tersinggung, bersikap brutal, menjauh dari keluarga, lebih suka menyendiri, tidak patuh terhadap nasihat, apatis, paranoid, serta sering mencari berbagai alasan untuk menutupi kebiasaan buruknya.

Sementara dari sisi fisik, pengguna narkoba umumnya mengalami mata merah, bicara tidak jelas atau patah-patah, sering sempoyongan, serta kurang memperhatikan kebersihan dan perawatan diri.

Kapolsek juga menyampaikan edukasi terkait pasal-pasal hukum yang mengatur penyalahgunaan narkotika dan menegaskan komitmen Polsek Bagan Sinembah dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

"Tidak ada kata ampun bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan demi menjaga masa depan anak-anak muda sebagai penerus bangsa Indonesia," tegasnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh siswa agar fokus mengejar cita-cita dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.

"Kejarlah cita-cita adik-adik semua, gapailah setinggi mungkin. Jangan bergaul dengan orang yang salah dan jangan sampai salah jalan. Masa depan kalian masih panjang dan harus dijaga sebaik-baiknya," pesannya.

Sementara itu, Kepala SMK Yapim Taruna, Hermiana Sihombing, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. beserta jajaran atas pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.

Menurutnya, sosialisasi bahaya narkoba sangat penting untuk menambah wawasan para siswa sekaligus menjadi benteng dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek dan jajaran yang telah memberikan edukasi kepada para siswa. Semoga ilmu dan pemahaman yang diberikan hari ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjauhi narkoba dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.(w) 

Selasa Menyapa di Ambalawi, Sejumlah Paket Bantuan Diserahkan


BIMA, Mediadinamikaglobal.id - Sejumlah paket bantuan diserahkan dalam rangkaian kegiatan Selasa menyapa yang diawali dengan Ngopi Bareng Rabu (03/06) di Gedung Serba Guna (GSG) Oi Ncinggi Desa Rite Ambalawi.

Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Ketua TP PKK kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti yang hadir bersama para Kepala Perangkat Daerah, didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah, Kabag Lingkup Setda, Camat Beserta Muspika Ambalawi dan Pejabat Eselon III OPD Lingkup Pemkab Bima disambut meriah oleh masyarakat Rite dan Kole. 

Setelah prosesi penyambutan, "Ngopi Bareng" di Gedung Serba Guna Desa Oi Ncinggi Desa Rite, Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima Murni Suciyanti terlebih dahulu mengunjungi Stand UMKM masyarakat di sekeliling GSG dan kemudian melakukan tatap muka dengan masyarakat.  

Bupati Bima dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran seluruh jajaran pemerintah kabupaten Bima dalam rangkaian kegiatan Selasa Menyapa merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada masyarakat. 

Untuk ini, Saya mengundang dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir memanfaatkan beragam pelayanan yang dilekatkan melalui kegiatan Selasa Menyapa ini." Ungkap Bupati Ady Mahyudi 

Acara Ngopi Bareng di GSG Oi Ncinggi Desa Rite ini diawali Tarian Mpaa Sama dari SDN Buru Keli dan dilanjutkan penyerahan beberapa item bantuan.

BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bima menyerahkan paket Sembako, santunan ahli waris sebesar Rp. 104 Juta kepada empat orang dari Desa Nipa dan Desa Mawu, serta penyematan tanda peserta calon BPJS Ketenagakerjaan kepada 5 orang warga Desa Rite dan 5 orang warga Desa Kole.

Sementara itu dari Dinas Ketahanan Pangan dan Kabupaten Bima menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Keluarga beresiko stunting dari DP3AP2KB untuk menekan angka stunting dan kerawanan gizi.

Demikian halnya TP PKK Kabupaten Bima juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Bunda PAUD Kecamatan dan Bunda PAUD Desa Rite dan Desa Kole.

Selain itu dilaksanakan launching Gerakan Aksi Kesadaran Masyarakat Akan Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik sekaligus penyerahan Bak Sampah kepada Kepala Desa Kole, Kepala Desa Rite, dan Kader PKK.(MDG05)


Kamis, 04 Juni 2026

Gubernur NTB Optimistis Lampaui Target BPK, Utang BLUD Tuntas 100 Persen


Mataram, Media Dinamika Global – Di tengah tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menorehkan dua capaian penting pada tahun pertama pemerintahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri. Selain berhasil menuntaskan seluruh kewajiban utang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemprov NTB juga optimistis mampu menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melampaui target nasional sebesar 85 persen.

Optimisme tersebut disampaikan Gubernur yang akrab di sapa Miq Iqbal ini, usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6/26).

Bagi Miq Iqbal, hasil pemeriksaan tahun ini memiliki arti strategis karena menjadi audit pertama yang sepenuhnya merekam kinerja pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri sepanjang tahun 2025.

"Ini adalah pemeriksaan pertama terhadap hasil kerja yang sepenuhnya kami laksanakan selama tahun 2025. Karena itu, hasil pemeriksaan ini menjadi cerminan dari kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang kami bangun selama satu tahun terakhir," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan BPK akan ditindaklanjuti secara serius dan terukur sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

"Insya Allah akan kami tindak lanjuti. Kami optimistis capaian penyelesaian tindak lanjut rekomendasi ini bisa berada di atas 85 persen," tegasnya.

Komitmen tersebut ditopang oleh berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk penyelesaian kewajiban keuangan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian.

Gubernur Miq Iqbal mengungkapkan bahwa seluruh utang pemerintah daerah, baik utang langsung Pemprov maupun utang pada BLUD, khususnya di RSUP Provinsi NTB, telah berhasil diselesaikan sesuai target yang ditetapkan.

"Kita sudah menyelesaikan utang, baik utang langsung Pemprov maupun utang di BLUD. Khususnya di RSUP, alhamdulillah sesuai target, akhir bulan lalu sudah selesai 100 persen," ungkapnya.

Menurut Miq Iqbal, penyelesaian kewajiban tersebut bukan sekedar capaian administratif, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi keuangan daerah yang lebih sehat, disiplin, dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga terus memperkuat sistem pengawasan internal melalui peningkatan alokasi anggaran pengawasan bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) guna mendorong tata kelola yang semakin efektif dan akuntabel.

Bagi Gubernur Miq Iqbal, hasil pemeriksaan BPK bukan sekedar ukuran kepatuhan administrasi, melainkan kompas untuk memastikan reformasi tata kelola berjalan di jalur yang benar. Karena itu, setiap rekomendasi akan ditindaklanjuti, setiap kelemahan akan dibenahi, dan setiap rupiah anggaran harus kembali menjadi manfaat nyata bagi masyarakat NTB.

Redaksi |

BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB, Arah Perubahan Kian Jelas

BPK RI memberikan apresiasi terhadap transformasi tata kelola
keuangan yang dijalankan Pemprov NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan apresiasi terhadap transformasi tata kelola keuangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri. BPK menilai berbagai langkah pembenahan yang dilakukan tidak hanya menunjukkan arah perubahan yang jelas, tetapi juga mulai menghadirkan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BPK RI, Dr. Isma Yatun, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6/26).

“Kehadiran saya hari ini secara khusus merupakan bentuk apresiasi atas transformasi tata kelola di tahun pertama kepemimpinan Bapak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. Komitmen akuntabilitas yang ditunjukkan Pemprov NTB membuktikan bahwa daerah ini tidak hanya siap membangun, tetapi juga siap mendunia,” ujar Ketua BPK RI.

Menurut Isma Yatun, berbagai perbaikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB berhasil menjawab sejumlah persoalani mendasar yang sebelumnya menjadi perhatian dalam pemeriksaan BPK. Hal tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun tata kelola yang lebih sehat, transparan, disiplin, dan akuntabel.

BPK mencatat keberhasilan Pemprov NTB dalam menuntaskan sejumlah persoalan strategis yang sebelumnya menjadi catatan penting dalam pemeriksaan tahun 2024, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan. Permasalahan pengendalian terkait utang belanja rumah sakit daerah yang sebelumnya menjadi perhatian serius kini tidak lagi terulang, seiring dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan disiplin. Bahkan seluruh utang belanja dan utang bank pada RSUD Provinsi NTB telah berhasil dilunasi pada tahun 2025.

Di sektor pendidikan, BPK juga menilai langkah progresif yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB melalui penghapusan pungutan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) pada SMA dan SMK sejak Semester II Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan akses layanan pendidikan bagi masyarakat.

Atas hasil pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2025, BPK kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke- 15. BPK menilai bahwa meskipun masih terdapat sejumlah catatan terkait pengendalian dan kepatuhan, dampaknya tidak berpengaruh material dan signifikan terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Ketua BPK RI menegaskan bahwa capaian tersebut hendaknya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan momentum untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui percepatan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

BPK juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD NTB dalam mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Ketua BPK RI menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD NTB atas komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung pelaksanaan tugas konstitusional BPK. Keberhasilan mempertahankan opini WTP, menurutnya, harus menjadi pijakan untuk memperkuat integritas fiskal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya visi NTB Mendunia.

Redaksi |

Danramil-01 Rasanae Dampingi Dandim 1608/Bima Dalam Kegiatan Jum'at Berkah SLB Taman Firdaus


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Bertempat di Sekolah SLB Taman Firdaus Jln. Lintas Bima- Dodu-Sape Kel. Kodo Kec. Rasanae Timur Kota Bima, telah berlangsung kegiatan kunjungan Silaturahmi dalam rangka Jum'at berkah Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbogan S. Kom. M. Sc. sekaligus penyerahan bantuan sembako di SLB Taman Firdaus. Jum'at, (05/06/26).


Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut, 

Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbogan S. Kom. M. Sc, Danramil 1608-01/Rasana'e Kapten Inf Bambang Irawan, Danpos Rasanae Timur Kota Bima beserta anggota, Kepala SLB Taman Firdaus Kota Bima. Bustaman Spd, Para Guru SLB Taman Firdaus Kota Bima, beserta 50 orang yang ist hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam agenda tersebut pada Pukul 09.00 Wita, Dandim 1608/Bima beserta rombongan tiba di SLB Taman Firdaus Kota Bima langsung di sambut oleh Kepala SLB Taman Firdaus Kota Bima, juga 


Selain disambut Debatten antusias, kaedatangan Dandim 1608/Bima beserta rombongan juga disambut dengan pembacaan Puisi oleh Anak-anak SLB Taman Firdaus dengan judul "TUHAN TAK PERNAH SALAH"


Dihadapan Dandim 1608/Bima eserta rombongan Kepala SLB Taman Firdaus mental ucapan terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk datang berkunjung di SLB Taman Firdaus Kota Bima. dalam rangka Jum'at Berkah ini, ujarnya..


Lanjutnya, SLB Taman Firdaus Kota Bima yang memberikan pelayanan terbaik bagi Anak-anak yang berkebutuhan khusus agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri percaya diri serta memiliki kemampuan yang berguna untuk masa depannya. Kodo ini kita bisa melihat sebuah fakta nyata apabila Anak-anak kita mendapatkan perhatian yang sama keberadaan mereka akan terlihat dan diperhatikan oleh semua pihak tentu saja oleh seluruh Elemen masyarakat, hal ini terlihat jelas hari ini dimana kami mendapatkan suatu kehormatan atas kunjungan Bapak Dandim 1608/Bima. dukungan dari TNI-AD. dan yang paling utama dari Kodim 1608/Bima sangat kami harapkan dalam mewujudkan hal tersebut kami berharap melalui kunjungan ini dapat terjalin silaturahmi yang baik serta memberikan inspirasi dan semangat bagi anak-anak kami.


Kehadiran bapak juga menjadi bukti nyata kepedulian TNI-AD dan Kodim 1608/Bima. Terhadap SLB taman firdaus Kota Bima khususnya bagi anak-anak semua nya. dan ada beberapa hal penting yang  saya sampaikan yang intinya


Mungkin di antara kita bukanlah orang yang tidak tahu atau tidak mampu namun mungkin saja ada hal yang kurang kita pahami atau ada pandangan yang perlu kita luruskan mengenai Anak-anak penyandang disabilitas atau yang kita kenal sebagai anak berkebutuhan khusus.


Dulu istilah yang sering kita dengar adalah Anak-anak cacat atau Anak-anak yang memiliki kekurangan perlu kita pahami bahwa kekurangan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada fisik saja, tetapi bisa juga menyangkut kondisi mental maupun kemampuan intelektual secara fisik, kita bisa melihat keragaman kondisi mereka ada yang tidak memiliki tangan atau kaki ada yang hanya memiliki sebagian anggota tubuh ada yang bisa berjalan meski dengan keterbatasan ada yang tidak bisa melihat dan ada pula yang tidak mampu berbicara, 


Namun perlu kita sadari sepenuhnya walaupun di satu sisi mereka memiliki kekurangan baik secara fisik maupun mental pada hakikatnya mereka sama persis seperti kita mereka adalah manusia yang sama seperti kita yang lahir ke dunia ini memiliki hak yang sama serta derajat dan status sosial yang setara sebagai manusia, ungkapnya.


Juga pada kesempatan itu  Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbogan S. Kom. M. Sc. yang memberikan sambutan, dalam sambutannya beliau memotivasi para siwas SLB bahwa nereka adalah Anak-anak yang luar biasa dan mempunyai semangat belajar yang tinggi Kehadiran kalian di SLB Taman Firdaus Kota Bima. ini suatu kebanggan buat kita semua Manfaatkan waktu yang ada sebaik- baiknya jangan sia-siakan kesempatan ini untuk terus belajar serta mendalami ilmu yang di terapkan oleh guru.


Dandim Bima juga menyampaikan Pesan dan harapan kepada anak-anak SLB dengan menegaskan agar nereka menghormati guru sebagaimana kalian menghormati orang tua sendiri tetap semangat dan belajar jangan merasa minder sebab kita semua sama Jaga nama baik SLB Taman Firdaus Kota Bima. ini dan nama baik kedua orang tua kalian semua railah prestasi setinggi- tinggi mungkin.


Jadilah anak yang sholeh dan sholehah dan berprestasi yang bisa membanggakan sekolah keluarga, masyarakat dan Bangsa semoga Allah SWT selalu melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya sehingga kita semua dapat menuntut ilmu dengan lancar dan berkah.


Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersama'an antara TNI-AD. Khususnya Kodim 1608/Bima, dengan masyarakat termasuk keluarga besar SLB Taman Firdaus Kota Bima.Kami hadir di sini tidak hanya untuk berbagi tetapi untuk mempererat silaturahmi serta memberikan semangat kepada Anak-anak kita yang hebat dan penuh potensi kami sangat mengapresiasi kepada para guru dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing anak-anak kita,peran bapak dan ibu guru sangat luar biasa dalam mengajar dan membimbing Anak-anak muridnya.


Terakhir dikatakannya, Melalui kegiatan Jum'at Berkah ini, kami berharap apa yang kami berikan dapat bermanfaat meskipun tidak seberapa yang terpenting adalah kebersamaan, kepedulian dan rasa kasih sayang yang tinggi TNI-AD. dan terutama Kodim 1608/Bima selalu berada di tengah-tengah masyarakat untuk membantu kesulitan masyarakat dan bukti nyata kepedulian TNI-AD dan Kodim 1608/Bima terhadap masyarakat yaitu membangun beda Rumah untuk masyarakat yang kurang mampu, tandasnya.



Usai sambutan Dandim Bima, kegiatan dilanjutkan denga Penyerahan Sembako secara simbolis oleh Dandim 1608/Bima kepada anak-anak SLB Taman Firdaus Kota Bima. Dan dilanjutkan dengan kegiatan Sesi foto bersama di depan Mobil Maung.


Tepata pada Pukul 10.15 Wita, Seluruh rangkaian kegiatan selesai dan berjalan aman dan lancar.


II.  Catatan 


Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosial yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus wujud kepedulian TNI-AD  dan Kodim 1608/Bima terhadap masyarakat khususnya Anak-anak  SLB Taman Firdaus Kota Bima.


Kegiatan Jum'at Berkah Kodim 1608/Bima merupakan rutinitas dilaksanakan setiap hari Jum'at sebagai bentuk dukungan dan perhatian TNI-AD  dan Kodim 1608/Bima. terhadap masyarakat dan anak-anak SLB Taman Firdaus Kota Bima. (Koramil-01/Tim MDG)

Jabatan Bukan Jalan Pintas Menuju Kekayaan


SETIAP kali seorang pejabat negara terseret kasus korupsi, masyarakat kembali dipaksa mengajukan pertanyaan yang sama yakni, Untuk apa sebenarnya seseorang mengejar jabatan publik. 5 Juni.2026.MediadinamikaGlobal.id 

Apakah untuk mengabdi kepada negara dan rakyat, ataukah untuk memperkaya diri sendiri?

Pertanyaan itu kembali mengemuka setelah mencuatnya kasus yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. 

Berdasarkan informasi yang berkembang, Silmy Karim menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah namanya dikaitkan dengan operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing. 

KPK kemudian menetapkannya sebagai tersangka dan melakukan penahanan. 

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengambil langkah cepat dengan mencopot yang bersangkutan dari jabatannya.

Tentu saja, dalam negara hukum, setiap orang tetap harus dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

Asas praduga tak bersalah bukan hanya formalitas hukum, melainkan fondasi peradaban hukum modern.

Namun di luar proses hukum yang sedang berjalan, terdapat persoalan yang jauh lebih besar dan lebih mengkhawatirkan, yakni krisis cara berpikir sebagian elite yang memandang jabatan sebagai instrumen akumulasi kekayaan.

Di sinilah letak masalah sebenarnya. Korupsi tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia lahir dari cara pandang yang keliru terhadap kekuasaan.

Ketika seseorang menganggap kekayaan sebagai ukuran utama keberhasilan hidup, maka jabatan publik berpotensi berubah menjadi alat investasi pribadi. 

Jabatan tidak lagi dipahami sebagai amanah, melainkan peluang bisnis. 

Kekuasaan tidak lagi dipakai untuk melayani, melainkan dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Lebih berbahaya lagi ketika muncul stigma sosial bahwa seseorang dianggap "belum berhasil" apabila belum memiliki rumah mewah, kendaraan mahal, rekening gemuk, atau gaya hidup yang serba glamor.

Stigma semacam ini secara perlahan meracuni mentalitas birokrasi.

Orang tidak lagi berlomba menunjukkan prestasi, melainkan berlomba menunjukkan kemewahan.

Tidak sedikit pejabat yang akhirnya terjebak dalam perlombaan yang sebenarnya tidak perlu. 

Mereka ingin terlihat sukses di mata lingkungan sosialnya. Mereka ingin dihormati karena kekayaan, bukan karena integritas. Akibatnya, sebagian orang mulai mencari jalan pintas.

Padahal dalam teori administrasi publik, jabatan negara sesungguhnya merupakan bentuk kepercayaan rakyat yang diberikan secara sementara. 

Jabatan bukan hak milik. Jabatan bukan warisan. Jabatan bukan pula alat memperkaya keluarga dan kelompok.

Dalam konsep negara demokrasi modern, pejabat publik hanyalah pelayan rakyat yang diberi kewenangan tertentu untuk menjalankan fungsi pemerintahan.

Karena itu, setiap penyalahgunaan kewenangan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Yang sering terlupakan adalah bahwa kerugian akibat korupsi tidak selalu dapat dihitung dengan angka. Uang negara yang hilang memang bisa dihitung. Aset yang disita bisa dinilai.

Tetapi hilangnya kepercayaan masyarakat jauh lebih mahal daripada semua itu.

Setiap kali pejabat tertangkap karena korupsi, kepercayaan rakyat terhadap institusi negara ikut terkikis. Masyarakat menjadi skeptis. Generasi muda mulai kehilangan teladan.

Muncul anggapan bahwa jabatan hanyalah sarana memperkaya diri.

Jika persepsi ini terus berkembang, maka yang rusak bukan hanya satu institusi, melainkan fondasi moral kehidupan berbangsa.

Karena itu, langkah tegas terhadap pejabat yang diduga terlibat tindak pidana korupsi harus diapresiasi. 

Negara memang tidak boleh memberi ruang bagi penyalahgunaan jabatan. Tidak boleh ada kekebalan hukum. Tidak boleh ada perlindungan politik. Tidak boleh ada standar ganda.

Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Namun pemberantasan korupsi juga tidak boleh berhenti pada penangkapan dan pencopotan jabatan semata.

Kita harus berani bertanya mengapa praktik semacam ini terus berulang. Mengapa setelah puluhan tahun reformasi, korupsi masih menjadi penyakit kronis birokrasi?

Jawabannya kemungkinan bukan hanya soal lemahnya pengawasan, tetapi juga karena kita belum sepenuhnya berhasil membangun budaya integritas.

Selama ukuran keberhasilan masih identik dengan kekayaan materi, selama penghormatan sosial masih diberikan berdasarkan jumlah aset yang dimiliki, dan selama jabatan masih dianggap sebagai tangga menuju kemewahan, maka potensi korupsi akan selalu ada.

Bangsa ini membutuhkan perubahan paradigma. Pejabat yang berhasil seharusnya bukan mereka yang paling kaya.

Pejabat yang berhasil adalah mereka yang mampu meninggalkan warisan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat.

Yang dikenang bukanlah mobil mewahnya. Bukan rumah megahnya. Bukan saldo rekeningnya. Melainkan karya dan pengabdiannya.

Sejarah bangsa ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh besar justru dikenang karena integritasnya.

Mereka dihormati karena keberanian moralnya. Mereka dikenang karena dedikasinya kepada rakyat. Bukan karena kekayaan yang ditinggalkan.

Kasus yang menjerat pejabat negara, apa pun hasil akhirnya nanti, seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. 

Bahwa jabatan publik bukanlah hadiah.

Bukan pula kesempatan memperkaya diri.

Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan hukum dan rakyat, tetapi juga di hadapan sejarah.

Sebab, kekuasaan selalu memiliki masa akhir. Jabatan selalu ada batas waktunya.

Tetapi nama baik dan integritas akan tetap hidup jauh setelah seseorang meninggalkan kursi kekuasaan.

Dan dalam kehidupan berbangsa, kehormatan adalah kekayaan yang nilainya jauh lebih tinggi daripada seluruh harta yang dapat dikumpulkan melalui jabatan. (Umar.MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Kamtibmas

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta pentingnya menyelesaikan permasalahan sesuai aturan hukum yang berlaku.


Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, pada pukul 08.30 Wita melaksanakan Komsos bersama warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan pekarangan rumah masing-masing. Selain itu, warga juga diajak untuk terus menggalakkan budaya gotong royong agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan tertata rapi.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 Wita, Babinsa Desa Jia, Serma Nasruddin, melaksanakan Komsos dengan warga desa binaan di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, termasuk aksi main hakim sendiri. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan baru, tetapi juga bertentangan dengan hukum yang berlaku. Karena itu, masyarakat diajak untuk selalu bersikap bijak dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Pada pukul 09.16 Wita, Babinsa Desa Lambu, Serka Bambang, menggelar Komsos bersama pemerintah desa binaan di Kecamatan Lambu. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur yang benar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Ia menjelaskan bahwa perbuatan main hakim sendiri dapat merugikan berbagai pihak serta berpotensi menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.


Sementara itu, pada pukul 09.45 Wita, Babinsa Desa Buncu, Serka Khaeruddin, melaksanakan Komsos bersama warga desa binaan. Ia mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Selain itu, masyarakat diimbau agar segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat yang berwenang dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat merugikan keluarga maupun masyarakat luas.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin baik dengan masyarakat serta meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, dan ketertiban di wilayah masing-masing.(Team.MDG.03)

Babinsa Kelurahan Kodo Serka Muslim Pimpin Patroli di Wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Kodo Serka Muslim pimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Kamis, (04/06/26).


Adapun personil yang terlibat patroli sebanyak 5 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan Sasaran patroli.


1.  Kelurahan Kumbe

2.  Kelurahan Rabangodu utara

3.  Kelurahan Penaraga

4.  Kelurahan Pena toi

5.  Kelurahan Manggemaci 

6.  Kelurahan Dara


Kegitan dimulai pada Pukul 21.10 Wita, personil patroli melaksanakan apel pengecekan. Kemudian Pukul 21.20 Wita selururuh personil patroli  melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua.


Pada Pukul 21.30 Wita' Anggota patroli tiba di lokasi dan menghimbau kepada masyarakat terutama anak anakmuda atau para remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan, salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


Tak hanya sekesar menghimbau, Pukul 21.40 Wita, Anggota patroli juga melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, dan tidsk digunakan kembali,  juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.


Pukul 21.48 Wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil-01  Rasanae dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)


SPPG Bima Sape Sangia 03,Dapur Aji Irwan Sajikan Menu Sehat Lengkap dengan Tambahan Porsi Rapelan Sekolah


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Program SPPG BIMA SAPE SANGIA 03 melalui Dapur Aji Irwan kembali menyampaikan informasi menu konsumsi harian yang disiapkan untuk peserta kegiatan pada Jumat (5/6/2026).

Menu yang disajikan pada hari ini terdiri dari nasi putih sebagai makanan pokok, telur katsu dengan saus asam manis sebagai lauk utama, serta orek tempe. Sebagai pelengkap gizi, turut disediakan sayur capcay dan buah pisang sebagai penutup.



Selain menu utama tersebut, juga disiapkan tambahan konsumsi berupa rapelan sekolah 1 hari porsi besar dan rapelan sekolah 1 hari porsi kecil yang diperuntukkan sesuai kebutuhan peserta.

Penyusunan menu ini merupakan bagian dari upaya penyediaan konsumsi yang seimbang dan bergizi bagi peserta kegiatan harian di lingkungan program.

Pihak SPPG BIMA SAPE SANGIA 03 menyampaikan bahwa seluruh menu tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan gizi serta kelancaran aktivitas peserta selama kegiatan berlangsung.(Team.MDG.03)

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung Jihan Nurlela Lantik Elfianah Sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji Periode 2025–2030.


Mesuji, Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung Jihan Nurlela melantik Bupati Mesuji Elfianah sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji masa bakti 2025–2030, di Kantor Bupati Mesuji, Kamis 04 Juni 2026.

Jihan yang juga wakil Gubernur Lampung berharap pelantikan ini menjadi semangat baru untuk terus menggerakkan dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mesuji.

"Atas nama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Mabicab, Kwarcab, LPK, dan DKC Kabupaten Mesuji Masa Bakti 2025–2030. Semoga momentum ini menjadi semangat baru untuk terus menggerakkan dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mesuji," ujar Jihan.

Jihan Nurlela mengajak jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat karakter generasi muda sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Menurut Jihan, Kabupaten Mesuji menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan mampu menjadi salah satu inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung.

"Meski berada di wilayah perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan, Mesuji tidak pernah tertinggal dalam hal inovasi, kreativitas, maupun semangat pembangunan," katanya.

Jihan menilai, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang tidak selalu membawa dampak positif.

Oleh Karena itu, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam memperkuat karakter generasi muda serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

"Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat karakter, menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjaga semangat persatuan, dan memperkokoh komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Ia juga mendorong anggota DKC dan seluruh kader Pramuka untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Jadilah teladan yang mampu memberikan pengaruh positif kepada teman-teman sebaya agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Selain berperan dalam pendidikan karakter, Jihan menilai Gerakan Pramuka juga dapat berkontribusi nyata mendukung program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan.

Jihan mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, di antaranya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Menurutnya, Gerakan Pramuka dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pengembangan budidaya tanaman produktif seperti cabai atau komoditas lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

"Saya melihat peluang besar bagi Gerakan Pramuka untuk terlibat dalam program ketahanan pangan. Jika setiap gugus depan melakukan gerakan penanaman secara serentak, mulai dari pembibitan hingga panen, manfaatnya tidak hanya untuk pendidikan anggota Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat dan pengendalian inflasi daerah," katanya.

Menurut Jihan, program tersebut perlu didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemasaran hasil produksi dan pendampingan usaha.

Ia juga mendorong Kwarcab Mesuji untuk mulai membangun kemandirian organisasi melalui pengelolaan badan usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Terakhir, Jihan mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar memanfaatkan amanah tersebut untuk terus berkarya dan berinovasi.

"Semoga semangat yang hadir pada pelantikan hari ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi terus diwujudkan dalam program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Budiman Jaya dilantik sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji Masa Bakti 2025-2030.(Fs/Red)