Media Dinamika Global

Sabtu, 30 Mei 2026

Ungkap 184 Kasus 3C, Kapolda NTB Tegaskan Tidak Ada Tempat untuk Pelaku Kejahatan

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H saat
konferensi pers usai apel Patroli Rinjani Presisi, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Polda NTB bersama jajaran berhasil mengungkap 184 kasus kejahatan jalanan kategori 3C, selama periode Januari hingga Mei 2026. Ratusan pelaku diamankan dalam operasi penindakan, yang digelar di berbagai wilayah hukum NTB.

Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. saat konferensi pers usai apel Patroli Rinjani Presisi, Sabtu (30/5/2026) malam, di lapangan Islamic Center, Mataram. Tampak hadir mendampingi Wakapolda NTB, Plt. Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, serta Kapolresta Mataram.

Kapolda NTB menjelaskan, 184 perkara yang berhasil diungkap terdiri dari 92 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 14 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan 78 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Kejahatan jalanan menjadi perhatian serius, karena berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat. Yang dirampas bukan hanya harta benda, tetapi juga ketenangan warga dalam beraktivitas," ujar Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Disebutkan, dari hasil pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 232 tersangka. Rinciannya, 127 tersangka kasus curat, 20 tersangka kasus curas, serta 85 tersangka kasus curanmor.

"Sebagian pelaku masih berstatus anak, yang penanganannya mengikuti ketentuan sistem peradilan pidana anak," ucapnya.

Dikwtahui, untuk kasus curat, capaian pengungkapan tertinggi tercatat di Polres Bima dengan 16 kasus. Posisi berikutnya ditempati Polres Dompu sebanyak 13 kasus, dan Polres Lombok Timur sebanyak 12 kasus.

Sementara pada kasus curas, Polres Lombok Tengah mencatat pengungkapan terbanyak dengan enam kasus. Disusul Ditreskrimum Polda NTB sebanyak empat kasus, dan Polresta Mataram sebanyak tiga kasus.

Pada kategori curanmor, Polres Lombok Timur menempati posisi teratas dengan 20 kasus. Selanjutnya Polresta Mataram mengungkap 19 kasus, dan Polres Lombok Barat sebanyak 12 kasus.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti. Pada perkara curat, petugas menyita uang tunai, handphone, 13 unit sepeda motor, dua unit mobil, tabung gas, alat elektronik, mesin, ternak, hingga bahan bangunan.

Untuk perkara curas, barang bukti yang diamankan antara lain tiga bilah senjata tajam, delapan unit sepeda motor, handphone, perhiasan, helm, tas, serta sejumlah barang lain hasil kejahatan.

Sedangkan pada perkara curanmor, polisi menyita 78 unit sepeda motor, satu unit mobil, STNK, BPKB, anak kunci, kunci letter T, senjata tajam, handphone, serta uang tunai.

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor, dapat melakukan pengecekan melalui Polres masing-masing, dengan membawa bukti kepemilikan yang sah," kata Kapolda.

Irjen Pol. Kalingga menegaskan, seluruh tersangka saat ini menjalani proses hukum sesuai ketentuan.

"Para pelaku curat dijerat Pasal 477 KUHP, pelaku curas dikenakan Pasal 479 KUHP, sedangkan pelaku curanmor dijerat Pasal 476 KUHP, dengan ancaman pidana sesuai jenis tindak pidananya," sebutnya.

Kapolda NTB memastikan jajarannya terus meningkatkan patroli, pencegahan, serta penindakan guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di NTB.

"Polda NTB tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan. Kami akan terus memperkuat patroli, pencegahan, penindakan, dan pengungkapan," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, dengan menggunakan kunci ganda pada kendaraan, tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka, serta segera melapor saat mengetahui tindak pidana.

"No Where to Run, No Place to Hide. Tidak ada tempat untuk lari, tidak ada tempat untuk bersembunyi," pungkas Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Redaksi |

Oleh Zahratul Hayati Ketua LPPM Akbid Surya Mandiri Bima : Hari Anti Tembakau Sedunia


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Momentum global yang dicanangkan oleh Zahratul Hayati S.KM,,, M.PH ketua LPPM Akbid Surya Mandiri bima dan ANGGi FARADIBA PUTRI S.KM Sebagai volunteer Epidemiolog.id ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya produk tembakau bagi kesehatan dan lingkungan dan menyatukan pemerintah, organisasi kesehatan, masyarakat sipil, dan kaum muda dari seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman penggunaan tembakau dan taktik yang digunakan oleh industri tembakau, serta untuk mempromosikan langkah-langkah efektif untuk mengakhiri kecanduan nikotin dan tembakau serta menegaskan kembali komitmen ketua LPPM Akbid Surya Mandiri bima Zahratul Hayati untuk mengungkap strategi industri tembakau dan nikotin yang terus berkembang serta untuk memajukan kebijakan yang melindungi kaum muda dan masyarakat dari kecanduan, minggu 31 mei 2026.

 ketua LPPM Akbid Surya Mandiri bima, Penggunaan produk nikotin seperti rokok elektrik dan kantong nikotin meningkat pesat di kalangan remaja. Kawasan Eropa memiliki prevalensi rata-rata penggunaan rokok elektrik tertinggi di dunia di antara remaja berusia 13–15 tahun – yaitu 14,3%, dengan angka yang serupa di antara anak laki-laki (13,6%) dan perempuan (15%). Perbandingan antara hasil survei orang dewasa dan remaja mengungkapkan pola yang mencolok di sepertiga negara di Kawasan ini, prevalensi penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja setidaknya 5 kali lebih tinggi daripada di kalangan orang dewasa.(Sekjend MDG)

Inovasi NTB Bersama Kemenag Kabupaten Bima Gelar Warskshop Literasi dan Numerasi


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Inovasi NTB bersama Kemenag Kabupaten Bima menggelar Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi sebagai langkah memperkuat kompetensi fasilitator daerah serta membangun sinergi dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bima. 

Melalui kolaborasi dan perencanaan yang matang, diharapkan penguatan literasi dan numerasi dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik di daerah.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) bersama Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten bima menggelar Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Aula Kemenag Kabupaten bima.

Kegiatan yang difasilitasi oleh program INOVASI NTB ini dihadiri oleh pimpinan daerah, fasilitator, Kepala Sekolah Dasar Prioritas, serta Kepala Madrasah Prioritas, dengan fokus utama merumuskan langkah nyata peningkatan mutu pendidikan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Workshop ini dirancang untuk memastikan bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi gerakan sosial yang melibatkan keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar. Melalui model implementasi berbasis gugus sekolah dan KKM, program ini diharapkan dapat membantu memahami pola pendampingan belajar yang sehat, serta menggeser kebiasaan memberi gawai kepada anak usia dini yang kerap menghambat perkembangan kognitif.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten bima, H. Mujiburahman, dalam arahannya menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban mutlak yang tidak mengenal batas sumber, model, maupun bahasa. “Membaca adalah kunci utama. Melalui program ini, kita diajak membangun budaya baca yang tidak berhenti di dinding sekolah, tetapi meresap hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat. Pola pemberian gadget kepada anak sejak dini harus segera kita ubah. Pendidikan dan membaca harus ditanamkan sebagai sebuah kewajiban, bukan sekadar pilihan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada INOVASI NTB yang konsisten memperjuangkan masa depan anak bangsa di kabupaten bima. “Program ini sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Hari ini, kehadiran rekan-rekan dari madrasah membuktikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kemenag tidak memiliki batasan ketika menyangkut tujuan mulia, yaitu nasib dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bappeda Kabupaten bima menyoroti keterkaitan erat antara pendidikan dengan indikator pembangunan daerah. “Dalam mengukur kualitas suatu wilayah, pendidikan menjadi salah satu dari tiga indikator utama. Alhamdulillah, angka literasi di bima kini telah meningkat menjadi 64 persen. Apapun hasil kesepakatan yang lahir dari workshop hari ini, Bappeda berkomitmen mendukung penuh implementasinya demi kemajuan masyarakat bima,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan workshop mencakup paparan strategi implementasi, diskusi kelompok terfokus, pleno perumusan rencana aksi, hingga pelatihan baseline numerasi. Seluruh peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan madrasah akan membawa hasil perumusan strategi langsung ke tingkat gugus dan komunitas, memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan menyentuh akar rumput dan dapat diukur dampaknya oleh publik.

Melalui workshop ini, seluruh sektor terkait berharap strategi yang dirumuskan tidak hanya berhenti dalam dokumen perencanaan, melainkan benar-benar diimplementasikan secara konsisten di tingkat gugus sekolah dan madrasah prioritas.

Diharapkan, kolaborasi sinergis antara guru, orang tua, dan tokoh masyarakat mampu membangun ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga budaya literasi dan numerasi tidak lagi menjadi beban akademik semata, melainkan menjadi keterampilan hidup yang meresap dalam keseharian masyarakat bima.


Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan dari INOVASI, Dikpora, dan Kemenag, diharapkan Kabupaten bima dapat menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pendidikan yang partisipatif mampu bertransformasi menjadi kesejahteraan dan kemajuan nyata bagi anak bangsa. (Sekjend MDG)

Jelang Aksi 2 Juni, Ditintelkam Polda NTB dan Aliansi PPS Sumbawa Perkuat Komitmen Jaga Kamtibmas


Sumbawa, Media Dinamika Global – Subdirektorat I Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda NTB menggelar silaturahmi bersama Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) Kabupaten Sumbawa di salah satu kawasan pantai di Kabupaten Sumbawa, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sumbawa, khususnya menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 2 Juni 2026 mendatang.

Kasubdit I Ditintelkam Polda NTB, Kompol Hatta, S.IP, menegaskan bahwa keamanan merupakan kebutuhan bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan serta menciptakan suasana yang damai di tengah dinamika sosial yang berkembang.

Sementara itu, Ketua Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa, Abdul Hatab, menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Ia menilai Kabupaten Sumbawa selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan nyaman, sehingga kondisi tersebut perlu terus dipertahankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa tetap mendukung upaya Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sumbawa dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif, dan itu harus terus kita jaga bersama,” katanya.

Abdul Hatab juga berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Aliansi PPS dan Kepolisian dapat terus dipelihara, terutama menjelang pelaksanaan aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung pada 2 Juni 2026 di kawasan Pelabuhan Poto Tano.

Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara seluruh elemen masyarakat dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumbawa agar pelaksanaan aksi dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sinergitas dan komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan harus terus dijaga demi mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif, baik saat pelaksanaan aksi maupun setelah kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan terbangun kesamaan komitmen antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, sehingga setiap penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan damai, tertib, dan tetap menghormati kepentingan umum.

Redaksi |

Universitas Nggusuwaru Bima Kolaborasi Untuk Masa Depan Anak Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Taman Literasi Kota Bima bersama Program Studi PGSD FKIP Universitas Nggusuwaru (UNSWA) menjalin kerja sama dalam mendukung pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) bagi anak-anak di Kelurahan Rabangodu Utara, Kota Bima.

Melalui berbagai kegiatan belajar yang kreatif, menyenangkan, dan berbasis pengalaman langsung, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan ruang belajar yang inovatif dan bermakna bagi generasi muda Bima.

Belajar dari alam

Berkarya dengan kreativitas

Berpikir kritis dan inovatif

Menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan

Bersama Taman Literasi Kota Bima dan PGSD UNSWA, mari wujudkan generasi cerdas, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing melalui pembelajaran STEAM.

Yang mau kuliah sambil pengabdian di Masyarakat. Yuk daftar di PGSD UNSWA aja. 


Uji Publik Hafalan 2-4 Juz Tajwid dan Bahasa Arab Baina Yadaik Jilid 2 SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Hafalan Al-Quran merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Menghafal kitab suci ini bukan hanya sekadar mengingat ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi bukti keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Mereka yang berdedikasi dalam menghafal Al-Quran layak mendapatkan penghargaan atas prestasi dan perjuangannya.


Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pentingnya menghafal Al-Quran, permasalahan yang sering dihadapi, solusi yang dapat diterapkan, serta manfaat dan peluang yang dapat diraih oleh siswa siswi SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi Kota Bima para penghafal Al-Quran. Kita juga akan memberikan tips dan ide untuk membantu proses hafalan, serta menyampaikan harapan dan doa bagi mereka yang telah berdedikasi dalam menghafal kitab suci ini.


Mari kita renungkan bersama betapa mulianya amalan menghafal Al-Quran. Setiap ayat yang dihafal akan menjadi cahaya yang menerangi hati dan pikiran kita. Setiap waktu yang dihabiskan untuk menghafal akan menjadi investasi berharga di dunia dan akhirat. Menjadi seorang penghafal Al-Quran adalah cita-cita mulia yang patut diperjuangkan.


Namun, perjalanan menghafal Al-Quran bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan dedikasi yang tinggi untuk dapat menyelesaikan hafalan 2-4 juz. Meskipun demikian, dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, kita yakin bahwa semua rintangan itu dapat dilalui dengan baik.

Menghafal Al-Quran tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak permasalahan yang sering dihadapi oleh para penghafal, baik dari segi internal maupun eksternal. Salah satu masalah utama adalah kurangnya motivasi dan semangat dalam menghafal. Terkadang, rasa malas dan bosan dapat menghampiri, sehingga hafalan menjadi terbengkalai.

Selain itu, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima kesibukan dengan aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi dalam menghafal Al-Quran. Banyak di antara kita yang merasa sulit membagi waktu antara belajar, bekerja, atau mengurus keluarga dengan menghafal Al-Quran. Akibatnya, hafalan menjadi tidak konsisten dan target yang diinginkan pun sulit tercapai.

Masalah lainnya adalah kurangnya lingkungan yang mendukung kegiatan menghafal Al-Quran. Tidak semua orang memiliki teman atau keluarga yang sama-sama menghafal Al-Quran, sehingga kurang ada tempat untuk saling menyemangati dan memotivasi. Padahal, dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting dalam proses menghafal.

Metode menghafal yang kurang tepat juga dapat menjadi masalah. Banyak yang menghafal dengan cara yang kurang efektif, seperti hanya membaca berulang-ulang tanpa memahami maknanya atau tidak menggunakan teknik yang sesuai dengan gaya belajarnya. Hal ini dapat memperlambat proses hafalan dan membuat hasil yang didapatkan kurang optimal.

Permasalahan-permasalahan tersebut memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja. Justru dengan mengetahui permasalahan yang ada, kita bisa mulai mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jangan biarkan masalah-masalah ini menghalangi niat kita untuk menjadi penghafal Al-Quran.

Alhamdulillah, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima setiap permasalahan pasti ada solusinya. Begitu pula dengan permasalahan dalam menghafal Al-Quran. Ada beberapa solusi yang dapat kita terapkan untuk mengatasi kendala-kendala yang ada.

Pertama, kita harus senantiasa menjaga niat dan motivasi dalam menghafal Al-Quran. Ingatlah selalu bahwa menghafal Al-Quran adalah amalan yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan diri sendiri tentang keutamaan menghafal Al-Quran. Kita juga bisa membaca kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Quran untuk membakar semangat kita.

Kedua, buatlah jadwal hafalan yang teratur dan konsisten. Sisihkan waktu khusus setiap harinya untuk menghafal, meskipun hanya sebentar. Yang penting adalah konsistensi, bukan lamanya waktu. Carilah waktu yang paling efektif untuk menghafal, misalnya setelah shalat Subuh atau sebelum tidur malam. Dengan memiliki jadwal yang teratur, insya Allah hafalan kita akan lebih mudah dan lancar.

Ketiga, carilah lingkungan yang mendukung kegiatan menghafal Al-Quran. Bergabunglah dengan komunitas atau halaqah tahfidz, baik secara offline maupun online. Di sana, kita bisa saling menyemangati, mengingatkan, dan memotivasi satu sama lain. Kita juga bisa berbagi tips dan trik dalam menghafal, serta mendengarkan pengalaman-pengalaman inspiratif dari para penghafal lainnya.

Keempat, gunakanlah metode menghafal yang sesuai dengan gaya belajar kita. Ada berbagai macam metode menghafal Al-Quran, seperti metode takrir, talaqqi, atau tasmi’. Pilihlah metode yang paling cocok dan efektif untuk diri kita sendiri. Jangan terpaku pada satu metode saja, tetapi cobalah metode-metode lainnya untuk menemukan yang paling sesuai.

Kelima, jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT. Berdoalah dengan khusyuk agar Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghafal Al-Quran. Yakinlah bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam menghafal kitab-Nya.

Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima insya Allah permasalahan dalam menghafal Al-Quran dapat teratasi dengan baik. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghafal Al-Quran, serta menjadi hamba-hamba Allah yang dicintai-Nya.

Mengapa kita harus menghafal Al-Quran? Apa alasan dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari amalan mulia ini? Ada banyak sekali alasan yang mendorong kita untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran.

Pertama, menghafal Al-Quran adalah salah satu cara untuk menjaga kemurnian kitab suci ini. Allah SWT telah menjamin bahwa Dia yang akan menjaga Al-Quran, dan salah satu caranya adalah melalui para penghafal Al-Quran. Dengan menghafal Al-Quran, kita ikut berperan dalam menjaga keaslian dan keotentikan firman Allah ini.

Kedua, menghafal Al-Quran akan mendatangkan ketenangan dan kedamaian hati. Setiap kali kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al-Quran, hati kita akan merasa tenteram dan damai. Apalagi jika kita menghafalnya, maka ketenangan itu akan selalu menyertai kita ke mana pun kita pergi.

Ketiga, menghafal Al-Quran akan meningkatkan kecerdasan dan daya ingat kita. Penelitian menunjukkan bahwa menghafal dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan daya ingat, seperti alzheimer dan demensia. Dengan menghafal Al-Quran, otak kita akan terus terasah dan kemampuan menghafal kita pun akan semakin meningkat.

Keempat, menghafal Al-Quran akan mendatangkan keberkahan dan kemudahan dalam hidup. Allah SWT telah berjanji bahwa orang yang berinteraksi dengan Al-Quran akan mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam hidupnya. Dengan menghafal Al-Quran, kita akan senantiasa dekat dengan sumber keberkahan dan kemudahan tersebut.

Kelima, menghafal Al-Quran akan mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda bahwa penghafal Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga. Menghafal Al-Quran juga akan membuat kita dihormati dan disegani oleh orang-orang di sekitar kita.


Itulah beberapa alasan mengapa kita harus menghafal Al-Quran. Masih banyak lagi alasan dan manfaat lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Yang jelas, menghafal Al-Quran adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Setelah mengetahui alasan dan manfaat menghafal Al-Quran, tentu kita semakin termotivasi untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran. Namun, apa sebenarnya tujuan kita dalam menghafal Al-Quran? Apa yang ingin kita capai dengan amalan mulia ini?

Tujuan utama kita dalam menghafal Al-Quran tentunya adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Kita ingin menjadi hamba yang dicintai Allah, yang senantiasa dekat dengan-Nya melalui kitab suci-Nya. Dengan menghafal Al-Quran, kita berharap dapat memperoleh pahala yang besar dan menjadi ahli surga yang paling tinggi derajatnya.


Selain itu, kita juga ingin menjadi penjaga Al-Quran yang akan terus melestarikan kemurnian kitab suci ini. Kita ingin menjadi bagian dari barisan para penghafal Al-Quran yang telah ada sejak zaman Rasulullah SAW hingga hari kiamat nanti. Dengan menghafal Al-Quran, kita berharap dapat menyampaikan dan mengajarkan Al-Quran kepada generasi-generasi selanjutnya.


Kita juga ingin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan kita. Dengan menghafal Al-Quran, kita akan lebih mudah untuk mengingat dan mengamalkan ayat-ayat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik.(Sekjend MDG)

Uji Publik Hafalan 2-4 Juz Tajwid dan Bahasa Arab Baina Yadaik Jilid 2 SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Hafalan Al-Quran merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Menghafal kitab suci ini bukan hanya sekadar mengingat ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi bukti keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT. Mereka yang berdedikasi dalam menghafal Al-Quran layak mendapatkan penghargaan atas prestasi dan perjuangannya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pentingnya menghafal Al-Quran, permasalahan yang sering dihadapi, solusi yang dapat diterapkan, serta manfaat dan peluang yang dapat diraih oleh siswa siswi SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi Kota Bima para penghafal Al-Quran. Kita juga akan memberikan tips dan ide untuk membantu proses hafalan, serta menyampaikan harapan dan doa bagi mereka yang telah berdedikasi dalam menghafal kitab suci ini.

Mari kita renungkan bersama betapa mulianya amalan menghafal Al-Quran. Setiap ayat yang dihafal akan menjadi cahaya yang menerangi hati dan pikiran kita. Setiap waktu yang dihabiskan untuk menghafal akan menjadi investasi berharga di dunia dan akhirat. Menjadi seorang penghafal Al-Quran adalah cita-cita mulia yang patut diperjuangkan.

Namun, perjalanan menghafal Al-Quran bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan dedikasi yang tinggi untuk dapat menyelesaikan hafalan 2-4 juz. Meskipun demikian, dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, kita yakin bahwa semua rintangan itu dapat dilalui dengan baik.

Menghafal Al-Quran tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak permasalahan yang sering dihadapi oleh para penghafal, baik dari segi internal maupun eksternal. Salah satu masalah utama adalah kurangnya motivasi dan semangat dalam menghafal. Terkadang, rasa malas dan bosan dapat menghampiri, sehingga hafalan menjadi terbengkalai.

Selain itu, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima kesibukan dengan aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi dalam menghafal Al-Quran. Banyak di antara kita yang merasa sulit membagi waktu antara belajar, bekerja, atau mengurus keluarga dengan menghafal Al-Quran. Akibatnya, hafalan menjadi tidak konsisten dan target yang diinginkan pun sulit tercapai.

Masalah lainnya adalah kurangnya lingkungan yang mendukung kegiatan menghafal Al-Quran. Tidak semua orang memiliki teman atau keluarga yang sama-sama menghafal Al-Quran, sehingga kurang ada tempat untuk saling menyemangati dan memotivasi. Padahal, dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting dalam proses menghafal.

Metode menghafal yang kurang tepat juga dapat menjadi masalah. Banyak yang menghafal dengan cara yang kurang efektif, seperti hanya membaca berulang-ulang tanpa memahami maknanya atau tidak menggunakan teknik yang sesuai dengan gaya belajarnya. Hal ini dapat memperlambat proses hafalan dan membuat hasil yang didapatkan kurang optimal.

Permasalahan-permasalahan tersebut memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja. Justru dengan mengetahui permasalahan yang ada, kita bisa mulai mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jangan biarkan masalah-masalah ini menghalangi niat kita untuk menjadi penghafal Al-Quran.

Alhamdulillah, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima setiap permasalahan pasti ada solusinya. Begitu pula dengan permasalahan dalam menghafal Al-Quran. Ada beberapa solusi yang dapat kita terapkan untuk mengatasi kendala-kendala yang ada.

Pertama, kita harus senantiasa menjaga niat dan motivasi dalam menghafal Al-Quran. Ingatlah selalu bahwa menghafal Al-Quran adalah amalan yang sangat mulia dan memiliki pahala yang besar. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan diri sendiri tentang keutamaan menghafal Al-Quran. Kita juga bisa membaca kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Quran untuk membakar semangat kita.

Kedua, buatlah jadwal hafalan yang teratur dan konsisten. Sisihkan waktu khusus setiap harinya untuk menghafal, meskipun hanya sebentar. Yang penting adalah konsistensi, bukan lamanya waktu. Carilah waktu yang paling efektif untuk menghafal, misalnya setelah shalat Subuh atau sebelum tidur malam. Dengan memiliki jadwal yang teratur, insya Allah hafalan kita akan lebih mudah dan lancar.

Ketiga, carilah lingkungan yang mendukung kegiatan menghafal Al-Quran. Bergabunglah dengan komunitas atau halaqah tahfidz, baik secara offline maupun online. Di sana, kita bisa saling menyemangati, mengingatkan, dan memotivasi satu sama lain. Kita juga bisa berbagi tips dan trik dalam menghafal, serta mendengarkan pengalaman-pengalaman inspiratif dari para penghafal lainnya.

Keempat, gunakanlah metode menghafal yang sesuai dengan gaya belajar kita. Ada berbagai macam metode menghafal Al-Quran, seperti metode takrir, talaqqi, atau tasmi’. Pilihlah metode yang paling cocok dan efektif untuk diri kita sendiri. Jangan terpaku pada satu metode saja, tetapi cobalah metode-metode lainnya untuk menemukan yang paling sesuai.

Kelima, jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT. Berdoalah dengan khusyuk agar Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghafal Al-Quran. Yakinlah bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam menghafal kitab-Nya.

Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut, SMP IT Abubakar Ash-Shiddiq Penatoi kota bima insya Allah permasalahan dalam menghafal Al-Quran dapat teratasi dengan baik. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghafal Al-Quran, serta menjadi hamba-hamba Allah yang dicintai-Nya.

Mengapa kita harus menghafal Al-Quran? Apa alasan dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari amalan mulia ini? Ada banyak sekali alasan yang mendorong kita untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran.

Pertama, menghafal Al-Quran adalah salah satu cara untuk menjaga kemurnian kitab suci ini. Allah SWT telah menjamin bahwa Dia yang akan menjaga Al-Quran, dan salah satu caranya adalah melalui para penghafal Al-Quran. Dengan menghafal Al-Quran, kita ikut berperan dalam menjaga keaslian dan keotentikan firman Allah ini.

Kedua, menghafal Al-Quran akan mendatangkan ketenangan dan kedamaian hati. Setiap kali kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al-Quran, hati kita akan merasa tenteram dan damai. Apalagi jika kita menghafalnya, maka ketenangan itu akan selalu menyertai kita ke mana pun kita pergi.

Ketiga, menghafal Al-Quran akan meningkatkan kecerdasan dan daya ingat kita. Penelitian menunjukkan bahwa menghafal dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan daya ingat, seperti alzheimer dan demensia. Dengan menghafal Al-Quran, otak kita akan terus terasah dan kemampuan menghafal kita pun akan semakin meningkat.

Keempat, menghafal Al-Quran akan mendatangkan keberkahan dan kemudahan dalam hidup. Allah SWT telah berjanji bahwa orang yang berinteraksi dengan Al-Quran akan mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam hidupnya. Dengan menghafal Al-Quran, kita akan senantiasa dekat dengan sumber keberkahan dan kemudahan tersebut.

Kelima, menghafal Al-Quran akan mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda bahwa penghafal Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga. Menghafal Al-Quran juga akan membuat kita dihormati dan disegani oleh orang-orang di sekitar kita.

Itulah beberapa alasan mengapa kita harus menghafal Al-Quran. Masih banyak lagi alasan dan manfaat lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Yang jelas, menghafal Al-Quran adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Setelah mengetahui alasan dan manfaat menghafal Al-Quran, tentu kita semakin termotivasi untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran. Namun, apa sebenarnya tujuan kita dalam menghafal Al-Quran? Apa yang ingin kita capai dengan amalan mulia ini?

Tujuan utama kita dalam menghafal Al-Quran tentunya adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Kita ingin menjadi hamba yang dicintai Allah, yang senantiasa dekat dengan-Nya melalui kitab suci-Nya. Dengan menghafal Al-Quran, kita berharap dapat memperoleh pahala yang besar dan menjadi ahli surga yang paling tinggi derajatnya.

Selain itu, kita juga ingin menjadi penjaga Al-Quran yang akan terus melestarikan kemurnian kitab suci ini. Kita ingin menjadi bagian dari barisan para penghafal Al-Quran yang telah ada sejak zaman Rasulullah SAW hingga hari kiamat nanti. Dengan menghafal Al-Quran, kita berharap dapat menyampaikan dan mengajarkan Al-Quran kepada generasi-generasi selanjutnya.


Kita juga ingin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan kita. Dengan menghafal Al-Quran, kita akan lebih mudah untuk mengingat dan mengamalkan ayat-ayat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik.(Sekjend MDG)

*Brigjen Pol. (P) Dr. Bambang Pristiwanto Instruksikan Penguatan Peran LPK-RI Hingga Tingkat Desa


Jakarta, 30-Mei 2026-Pembina Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), Brigjen Pol. (P) Dr. Bambang Pristiwanto, S.H., M.H., menginstruksikan seluruh jajaran LPK-RI di Indonesia untuk memperkuat peran organisasi hingga tingkat desa guna memaksimalkan perlindungan konsumen di seluruh daerah.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital serta meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat menuntut kehadiran LPK-RI yang lebih aktif, responsif, dan dekat dengan masyarakat, tidak hanya di tingkat pusat dan daerah, tetapi juga hingga ke wilayah paling bawah.

Ia menegaskan bahwa struktur organisasi LPK-RI yang terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga posko pengaduan konsumen di tingkat desa harus berfungsi secara optimal sebagai garda terdepan pelayanan perlindungan konsumen.

“Seluruh jajaran LPK-RI, mulai dari DPD, DPC, hingga posko pengaduan di tingkat desa harus benar-benar aktif dan maksimal dalam menjalankan fungsi perlindungan konsumen. Kehadiran LPK-RI harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Bambang Pristiwanto menekankan bahwa perlindungan konsumen tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan, terutama melalui edukasi, pendampingan, serta penanganan pengaduan masyarakat yang mengalami kerugian sebagai konsumen.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi konsumen agar masyarakat memahami hak dan kewajiban dalam setiap transaksi, khususnya di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital yang sarat risiko dan tantangan baru.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara LPK-RI, pemerintah, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar sistem perlindungan konsumen dapat berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.

“Sinergi menjadi kunci agar perlindungan konsumen dapat berjalan optimal dan mampu menjawab dinamika perkembangan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan pengaduan apabila mengalami permasalahan sebagai konsumen. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme pengaduan sehingga berbagai persoalan tidak terselesaikan secara optimal.

“Masyarakat harus berani mengadu ketika hak-haknya dirugikan. Jangan takut memperjuangkan hak sebagai konsumen,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa pengaduan dapat disampaikan melalui kantor-kantor LPK-RI di seluruh daerah, baik di tingkat DPD, DPC, maupun posko pengaduan di desa-desa, serta melalui kanal resmi LPK-RI untuk mendapatkan edukasi dan pendampingan.

Bambang menegaskan bahwa tugas LPK-RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen meliputi pemberian informasi dan edukasi kepada konsumen, pemberian nasihat, kerja sama dengan instansi terkait, bantuan advokasi konsumen, penerimaan dan tindak lanjut pengaduan, serta pengawasan bersama pemerintah dan masyarakat.

Dengan penguatan struktur hingga tingkat desa, peningkatan literasi masyarakat, serta partisipasi aktif konsumen, ia berharap sistem perlindungan konsumen di Indonesia dapat semakin kuat, efektif, dan berkeadilan. Team LPK-RI ( E H )

Jumat, 29 Mei 2026

Babinsa Ntobo Serka Abdul Manan Pimpin Apel Pengecekan Personil Guna Patroli Cipkon


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Babinsa Ntobo Serka Abdul Manan Pimpin Apel pengecekan dalan rangka melaksanakan patroli rutin Cipta Kondisi aman di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Jum'at,(29/05/26)

Adapun Anggota yang hadir dan terlibat Patroli sebanyak 5 orang Anggota dari Koramil 1608-01/Rasanae.

Sasaran Patroli sebagai berikut.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Usai melaksanakan Apel pengecekan, pada Pukul 21.10 Wita, Anggota Melaksanakan patroli keliling Star dari Posramil Rasanae Timur Kel. Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta Kota Bima dan finis akhir di Kantor Koramil 1608-01/Rasanae dengan menggunakan kendaraan Roda dua.

Lanjut pada Pukul 21.15 Wita, Anggota patroli menghimbau kepada masyarakat terutama anak-anak muda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat dengan tidak mengendarai motor yang berkenalpot resing sehingg bisa menganggu warga masyarakat yang sedang istirahat atau tidur di malam hari.

Juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, jangan begadang terlalu malam hindari minum-minuman keras berakohol dan Narkoba yang bisa merugikan diri sendiri dan keluarga.

Pukul 21.35 Wita, Anggota Patroli melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus memberikan himbauan agar knalpot resing di copot dan juga di harapkan kepada warga masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Sekitar Pukul 21.45 Wita, Anggota patroli tiba di kantor Koramil 1608- 01/Rasanae, dan melaksanakan Apel pengecekan akhir di depan Kantor Koramil 1608- 01/Rasanae.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terhindar dari berbagai tindakan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu juga diharapkan setiap warga masyarakat dapat bersinergi dengan baik, dan bisa saling memberikan informasi terkait hal-hal yang berpotensi menyebabkan gangguan Kamtibmas.

Usia Apel pengecekan akhir, Kegiatan Patroli rutin Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos untuk Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id,Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan diawali oleh Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, yang melaksanakan Komsos bersama tokoh pemuda di wilayah Kecamatan Sape pada pukul 09.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya menjaga kerukunan hidup bermasyarakat serta menjalin hubungan yang harmonis antarwarga guna memelihara dan meningkatkan stabilitas Kamtibmas di lingkungan desa.


Selanjutnya, pada pukul 09.30 Wita, Babinsa Desa Rato yang juga anggota Posramil Lambu, Sertu Wahyudin, melaksanakan Komsos dengan warga binaannya. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemahaman dan imbauan agar warga saling mengingatkan untuk menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pada pukul 09.50 Wita, Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, menggelar Komsos bersama warga setempat. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antar sesama. Selain itu, warga juga diimbau untuk menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan atau pertengkaran yang berpotensi merusak keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Jika terjadi permasalahan, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat atau pemerintah setempat agar dapat diselesaikan dengan baik.


Sementara itu, pada pukul 10.10 Wita, Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, melaksanakan Komsos bersama warga binaan di Kecamatan Lambu. Dalam arahannya, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan desa serta menghindari terjadinya kerenggangan hubungan antarwarga. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, membangun kesamaan pandangan, serta menciptakan gagasan dan inovasi yang membawa perubahan positif bagi kemajuan desa.

Melalui kegiatan Komsos yang dilaksanakan secara rutin tersebut, Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin baik antara aparat teritorial dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di wilayah binaan masing-masing.(Team.MDG.03)