Kamis, 28 Mei 2026
PP STN Dukung Penuh Inisiatif TNI: Menuju Swasembada Pangan, Tekankan Kolaborasi dengan Petani dan Nelayan
Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) untuk menanam padi dan jagung, serta TNI Angkatan Laut (AL) untuk memproduksi kedelai guna mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.
Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan langkah strategis menuju swasembada pangan nasional. Namun, ia menyarankan agar TNI AL lebih difokuskan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta nelayan dalam meningkatkan produksi garam nasional yang hingga saat ini masih lemah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Kami dari PP STN memberikan dukungan penuh terhadap tugas baru yang diberikan Menhan kepada prajurit TNI. Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun, keberhasilan menuju swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan prajurit TNI semata,” tegasnya.
“Petani dan nelayan adalah pelaku utama produksi pangan. Mereka harus dilibatkan secara aktif dan menjadi subjek utama dalam program ini. Khususnya nelayan dan petani garam dalam mendukung produksi garam nasional. Saat ini produksi garam kita baru mencapai sekitar 2 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 5 juta ton. Dengan kolaborasi yang kuat bersama TNI AL, kita optimis di tahun 2027 Indonesia sudah dapat menghentikan impor garam dan mencapai swasembada garam,” lanjutnya.
“Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI harus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah untuk mengerahkan seluruh petugas lapangan dalam mengawal program pertanian dan kelautan. Pembenahan kelompok tani di bawah Kementan serta rukun nelayan di bawah KKP mutlak diperlukan agar program bantuan modal, bibit, dan teknologi tidak sia-sia,” ujar Ketua Umum PP STN.
PP STN juga mengapresiasi langkah pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana konsolidasi petani dan nelayan.
“Yang paling mendasar adalah menghidupkan kembali kelompok tani dan rukun nelayan. Di sinilah peran strategis organisasi massa tani-nelayan seperti STN untuk meningkatkan keterampilan, membuka cara pikir, dan memastikan petani serta nelayan semakin produktif. Ini merupakan bagian dari hilirisasi pertanian dan kelautan sebagai basis industri nasional,” jelasnya.
“Kami mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian RI atas peningkatan produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Dengan melibatkan 28,78% penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan (BPS), PP STN meyakini program ini dapat menjadi basis kekuatan revolusi pangan yang sedang dimulai dari Istana.
“Program ini harus didukung seluruh kekuatan rakyat yang menghendaki Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian nasional. STN siap berkolaborasi dengan TNI, Kementan, KKP, serta pemerintah daerah untuk memastikan kedaulatan pangan benar-benar terwujud dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan,” pungkasnya.(Sekjend MDG)
PP STN Dukung TNI Wujudkan Swasembada Pangan, Dorong Kolaborasi dengan Petani dan Nelayan
![]() |
| Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, (Ist/Surya) |
Jakarta, Media Dinamika Global - Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) untuk menanam padi dan jagung, serta TNI Angkatan Laut (AL) untuk memproduksi kedelai guna mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.
Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan langkah strategis menuju swasembada pangan nasional. Namun, ia menyarankan agar TNI AL lebih difokuskan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta nelayan dalam meningkatkan produksi garam nasional yang hingga saat ini masih lemah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Kami dari PP STN memberikan dukungan penuh terhadap tugas baru yang diberikan Menhan kepada prajurit TNI. Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun, keberhasilan menuju swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan prajurit TNI semata,” tegasnya.
“Petani dan nelayan adalah pelaku utama produksi pangan. Mereka harus dilibatkan secara aktif dan menjadi subjek utama dalam program ini. Khususnya nelayan dan petani garam dalam mendukung produksi garam nasional. Saat ini produksi garam kita baru mencapai sekitar 2 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 5 juta ton. Dengan kolaborasi yang kuat bersama TNI AL, kita optimis di tahun 2027 Indonesia sudah dapat menghentikan impor garam dan mencapai swasembada garam,” lanjutnya.
“Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI harus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah untuk mengerahkan seluruh petugas lapangan dalam mengawal program pertanian dan kelautan. Pembenahan kelompok tani di bawah Kementan serta rukun nelayan di bawah KKP mutlak diperlukan agar program bantuan modal, bibit, dan teknologi tidak sia-sia,” ujar Ketua Umum PP STN.
PP STN juga mengapresiasi langkah pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana konsolidasi petani dan nelayan.
“Yang paling mendasar adalah menghidupkan kembali kelompok tani dan rukun nelayan. Di sinilah peran strategis organisasi massa tani-nelayan seperti STN untuk meningkatkan keterampilan, membuka cara pikir, dan memastikan petani serta nelayan semakin produktif. Ini merupakan bagian dari hilirisasi pertanian dan kelautan sebagai basis industri nasional,” jelasnya.
“Kami mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian RI atas peningkatan produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Dengan melibatkan 28,78% penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan (BPS), PP STN meyakini program ini dapat menjadi basis kekuatan revolusi pangan yang sedang dimulai dari Istana.
“Program ini harus didukung seluruh kekuatan rakyat yang menghendaki Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian nasional. STN siap berkolaborasi dengan TNI, Kementan, KKP, serta pemerintah daerah untuk memastikan kedaulatan pangan benar-benar terwujud dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan,” pungkasnya.
Redaksi |
Jajaran Pemkab Bima Gelar Shalat Idul Adha di Rato - Lambu
Bima, Media Dinamika Global.id.-- Shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Rabu 27 Mei 2026 Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima berlangsung di Lapangan Temba Romba Desa Rato kecamatan Lambu mengangkat tema, "Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS Dalam Semangat Maja Labo Dahu Menuju Bima Bermartabat" dan yang bertindak sebagai imam shalat Id Sudirman Ibnu, S.Pd dan Khatib Dr. Abdul Munir, M.Pdi.
Para Shalat Idul Adha tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir dengan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy bersama para kepala perangkat daerah, Kepala Bagian sekretariat daerah, Pejabat Struktural dan Fungsional OPD menyampaikan beberapa arahan.
"Bupati Ady Mahyudi dalam sambutannya dihadapan jajaran mengungkapkan,
"hari ini, Kabupaten Bima sedang berada dalam perjalanan besar sejarahnya. Kita sedang membangun daerah ini menuju Bima yang bermartabat. Jelas Bupati di hadapan Camat Lambu Muaidin, S.Pd., MM, Muspika, Koordinator Wilayah Pendidikan, tenaga pendidik, kependidikan, alim ulama serta para jamaah shalat Id.
Kita harus menyadari bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri atau angka pertumbuhan ekonomi semata.
"Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia, pembangunan hati, pembangunan akhlak, pembangunan budaya malu dan budaya tanggung jawab.
Karena itu, tema Idul Adha hari ini sesungguhnya menjadi nafas moral bagi seluruh masyarakat dan pemerintah daerah dalam menata masa depan kabupaten Bima". Ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khatib Dr. Abdul Munir, M.Pdi dalam khutbahnya mengungkapkan, "kita mengalami krisis di berbagai bidang, pembunuhan, konten media sosial yang merusak, berdampak pada penurunan moral dan hilangnya rasa malu.
Kehancuran moral berakar dari krisis iman, hilangnya nilai keteladanan, kehidupan materialis dan hedonis.
Oleh karenanya dibutuhkan komitmen bersama dalam mencari solusinya. Tampilkan kembali sosok nabi Ibrahim ke arah perubahan yang lebih baik". Jelas khatib.
Menutup khutbahmya, Dr. Abdul Munir mengajak para jamaah untuk mengambil hikmah dari Kurban. Hikmahnya antara lain perlu berprasangka baik disertai keyakinan kuat terhadap janji Allah SWT. Disamping itu, tidak mau kompromi terhadap kebatilan serta kelangsungan penanaman dan penyebaran nilai-nilai Islam. (Sekjend MDG).
Kolaborasi Antara Pemerintah Bersama PMK Desa Keli Sukses Menyalurkan Daging Kurban Ke Masyarakat
Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Desa bersama BPD, dan Perhimpunan Mahasiswa Keli (PMK), beserta masyarakat Desa Keli yang tergabung dalam panitia pelaksana kurban melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha dengan penuh semangat kebersamaan. Kamis, (28/05/26)
Kegiatan kurban tahun ini, panitia berhasil menghimpun sejumlah hewan kurban yang terdiri dari 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing dari para pekurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diawali dengan proses penyembelihan hewan kurban yang dilakukan sesuai syariat Islam. Seluruh panitia tampak kompak bekerja sama, mulai dari proses penyembelihan, pengemasan, hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua panitia kurban Ustadz Jasman menyampaikan bahwa seluruh proses pelaksanaan dilakukan sesuai syariat Islam dan mengutamakan kebersihan serta ketertiban. Selain itu, panitia juga melibatkan masyarakat sekitar untuk mempererat rasa kebersamaan dan semangat gotong royong.
Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa, BPD, Mahasiswa, hingga masyarakat setempat menjadi wujud nyata kepedulian sosial dalam mempererat hubungan antarwarga. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan kurban ini juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan dan rasa saling berbagi di tengah masyarakat.
Daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada warga Desa Keli, khususnya masyarakat kurang mampu, agar manfaat dan keberkahan Iduladha dapat dirasakan bersama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga serta menjadi budaya positif di lingkungan masyarakat. (Jovan MDG)
Rabu, 27 Mei 2026
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Pembinaan Generasi Muda
Bima.NTB.Media Dinamika, 28 Mei 2026 — Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan lingkungan, pembinaan generasi muda, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
Pada pukul 09.00 Wita, Sertu Sahfundi selaku Babinsa Desa Kowo melaksanakan Komsos bersama warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga dan mendidik anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas. Menurutnya, berbagai permasalahan seperti perkelahian antar pelajar maupun antar kampung kerap dipicu kurangnya pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
Selain itu, Sertu Sahfundi juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memasuki musim panas yang rawan kebakaran. Ia berharap masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
Sementara itu, pada pukul 09.20 Wita, Serda Sanusi selaku Babinsa Desa Kale’o, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, melaksanakan Komsos bersama warga desa binaan. Dalam arahannya, ia mengajak masyarakat untuk selalu menjalin silaturahmi dan segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwajib.
Serda Sanusi juga mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri serta menjauhi minuman keras dan narkoba yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan serupa juga dilakukan Serka Jamaluddin, Babinsa Desa Sangga, Kecamatan Lambu, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, pada pukul 09.40 Wita. Ia memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, baik saat berada di luar rumah pada siang maupun malam hari.
Menurutnya, pengawasan orang tua sangat penting agar anak-anak terhindar dari pergaulan negatif dan berbagai tindakan yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan para remaja agar tidak begadang hingga larut malam yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Selanjutnya, pada pukul 10.00 Wita, Serka Sahlan selaku Babinsa Desa Rai Oi bersama pemerintah desa melaksanakan Komsos dengan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut difokuskan pada pengawasan dan komunikasi sosial terkait kebersihan lingkungan desa.
Serka Sahlan mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal demi menciptakan situasi yang aman dan nyaman. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan aktivitas penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan Komsos tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis antara TNI dan masyarakat serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Warga Diimbau Waspada Gangguan Kamtibmas
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Rasabou Koramil 1608-03/Sape, Serda Abdul Hafid bersama satu orang anggota melaksanakan kegiatan patroli siskamling di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Rabu malam (27/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.50 Wita tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Patroli siskamling turut melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat. Sasaran patroli meliputi kawasan pemukiman warga serta lokasi tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan ketertiban.
Pada pukul 20.00 Wita, personel Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Rasabou, Kecamatan Sape. Setibanya di lokasi sekitar pukul 20.20 Wita, anggota Koramil langsung melakukan pemantauan situasi wilayah dan berdialog dengan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa memberikan berbagai imbauan kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran karena saat ini telah memasuki musim kemarau.
Selain itu, masyarakat, khususnya para pemuda, diingatkan agar menghindari konsumsi minuman keras yang kerap memicu pertengkaran dan perkelahian akibat emosi yang tidak terkendali. Babinsa juga mengimbau warga untuk menjauhi narkoba, obat-obatan terlarang, serta pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Tak hanya itu, pengguna kendaraan bermotor juga diingatkan agar selalu melengkapi identitas diri serta mematuhi aturan lalu lintas dengan tidak berkendara secara ugal-ugalan demi menghindari kecelakaan di jalan raya.
Usai memberikan himbauan, anggota Koramil melanjutkan pemantauan situasi di desa binaan hingga seluruh rangkaian patroli siskamling selesai pada pukul 21.15 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.
Melalui kegiatan patroli siskamling tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat sehingga tercipta situasi wilayah yang aman, nyaman, dan harmonis.
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan “Kongkow-Kongkow” Bersama Warga, Perkuat Kamtibmas di Desa Binaan
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan “kongkow-kongkow” bersama warga di desa binaan masing-masing, Rabu malam (27/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu tersebut dilakukan sebagai sarana komunikasi sosial sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan patroli kongkow-kongkow pada pukul 19.30 Wita. Dalam kesempatan itu, ia mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dengan rutin melaksanakan patroli malam guna mencegah berbagai aktivitas negatif seperti konsumsi minuman keras dan gangguan keamanan lainnya.
“Jika ada permasalahan di lingkungan masyarakat, segera laporkan kepada pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat,” imbau Serka Sahlan kepada warga binaannya.
Sementara itu, Koptu Mahru, Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, melaksanakan kegiatan serupa pada pukul 19.45 Wita. Ia mengingatkan warga pentingnya menjaga silaturahmi dan hubungan harmonis antar sesama demi terciptanya suasana aman dan damai di lingkungan masyarakat.
“Apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat, segera laporkan kepada aparat terkait agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.
Di tempat berbeda, Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga pada pukul 20.10 Wita. Dalam arahannya, ia mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan main hakim sendiri dan mengedepankan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.
Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan melibatkan Babinsa, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya agar dapat dimediasi dengan baik tanpa memunculkan persoalan baru.
Sedangkan Sertu Syaifullah, Babinsa Desa Sangia, melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow pada pukul 20.30 Wita. Ia mengingatkan warga agar tetap waspada memasuki musim kemarau serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa juga memberikan perhatian khusus kepada para pemuda agar tidak melakukan aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam menjaga dan mengendalikan wilayah binaan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkap Sertu Syaifullah.
Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap sinergi antara aparat TNI dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis di wilayah Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)
Koramil 1608-03/Sape Datangi Titik Keramaian, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas
Bima,NTB.Media Dinamika Global.id 27 Mei 2026 – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli mandiri cipta kondisi di wilayah Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Rabu sore (27/5/2026).
Kegiatan patroli dipimpin oleh Bati Komsos Koramil 1608-03/Sape, Peltu Indrawan, SH, bersama sejumlah personel Koramil. Patroli berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.45 Wita dengan menyasar sejumlah titik keramaian yang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat dan para remaja.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran patroli di antaranya Kuburan Umum Desa Parangina, Kuburan Umum Desa Naru Barat, Kuburan Umum Desa Kowo, dan Kuburan Umum Desa Buncu.
Sebelum patroli dimulai, seluruh personel melaksanakan apel pengecekan di depan Kantor Koramil 1608-03/Sape. Selanjutnya, personel bergerak menuju lokasi sasaran untuk memantau situasi keamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih nongkrong di area pemakaman maupun sepanjang jalan desa.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil mengajak para pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas negatif yang dapat mengganggu ketertiban umum. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar menjauhi minuman keras, narkoba, serta obat-obatan terlarang lainnya.
Peltu Indrawan mengatakan, patroli mandiri ini merupakan langkah preventif Koramil dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif menjelang perayaan Idul Adha.
“Patroli ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan Kamtibmas serta mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan patroli berakhir pada pukul 18.45 Wita dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh personel kembali ke Koramil untuk melaksanakan apel pengecekan akhir sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Koramil 1608-03/Sape menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli wilayah sebagai bentuk upaya menjaga stabilitas keamanan masyarakat di Kecamatan Sape.(Team.MDG.03)
Qurban Ustad HM Ahyar, Bukti Cinta Ulama Jakarta untuk Tanah Kelahiran
Lombok Utara, Media Dinamika Global – Idul Adha selalu menjadi momen penuh makna bagi banyak umat Muslim. Namun bagi Ustad HM Ahyar, ulama yang kini aktif berdakwah di Jakarta, hari raya qurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan juga wujud cinta dan kepedulian kepada kampung halaman tercinta.
Rabu, 27 Mei 2026, masyarakat Desa Teluk Kombal, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, kembali menerima amanah qurban berupa seekor sapi dari para murid dan donatur Ustad HM Ahyar di Jakarta. Hewan qurban tersebut disalurkan untuk masyarakat setempat sebagai bentuk kebersamaan dan perhatian kepada warga di tanah kelahirannya.
“MasyaAllah tabarakallah. Ini qurban dari para murid dan donatur di Jakarta untuk saudara-saudara kita di Teluk Kombal,” ujar Ustad HM Ahyar dengan penuh syukur.
Meski kini menetap dan berdakwah di ibu kota, Ustad Ahyar mengaku hatinya tidak pernah jauh dari Lombok Utara. Menurutnya, qurban menjadi salah satu cara menjaga hubungan batin dan silaturahmi dengan masyarakat kampung halaman.
Ia juga menyampaikan doa tulus kepada seluruh donatur dan pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyaluran qurban tersebut.
“Semoga Allah menerima amal qurban mereka, melipatgandakan rezekinya, dan mengalirkan keberkahan dalam kehidupan mereka,” tuturnya.
Kehadiran qurban dari Jakarta itu disambut hangat oleh warga Teluk Kombal. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut juga menjadi simbol bahwa ikatan antara perantau dan kampung halaman tetap terjaga meski dipisahkan jarak.
Bagi Ustad HM Ahyar, dakwah bukan hanya tentang ceramah di atas mimbar, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Dari Jakarta ia mengajar dan berdakwah, namun cintanya kepada Lombok Utara tetap hidup dan terus diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian.
“Jazakumullah khairan jaza untuk semua kebaikan. Semoga menjadi amal sholeh yang diterima Allah SWT,” tutupnya penuh haru.
Redaksi |

















