Kuliah Umum : Inovasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi Agar Mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima Mampu Beradaptasi Secara Tangguh di Era Digital
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Inovasi pembelajaran literasi dan numerasi di pendidikan dasar dirancang untuk membangun nalar kritis, fleksibilitas berpikir, dan pemecahan masalah. Hal ini diwujudkan melalui pendekatan kontekstual, gamifikasi, serta integrasi nilai karakter agar mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima mampu beradaptasi secara tangguh di era digital.
STIT Sunan Giri Bima
Berikut adalah berbagai inovasi strategis yang diterapkan untuk mewujudkan generasi adaptif dan berkarakter:
1. Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah
Literasi: Membiasakan membaca kritis lewat kegiatan membaca interaktif (read aloud) dan menceritakan kembali menggunakan gambar kreatif. Konten bacaan disesuaikan dengan isu lingkungan atau sosial di sekitar mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima.
Numerasi: Menggunakan objek nyata, seperti menghitung perbandingan bahan resep makanan atau menganalisis data reboisasi di sekolah.
Sekolah tinggi ilmu tarbiyah STIT Sunan Giri Bima
2. Gamifikasi dan Digitalisasi Edukasi
Gamifikasi Matematika: Mengubah rumus abstrak menjadi permainan seru, seperti kuis numerasi melalui Ludo atau Team Games Tournament.
Media Edukasi: Pemanfaatan platform digital melalui Platform Merdeka Mengajar untuk menciptakan media ajar yang menarik dan interaktif.
3. Penguatan Karakter Holistik
Pojok Baca Interaktif: Mengembangkan perpustakaan mini atau sudut baca di tiap kelas dengan buku-buku yang mendorong nilai-nilai budi pekerti.
Program Kebiasaan: Melatih kemandirian dan kolaborasi mahasiswa STIT Sunan Giri Bima melalui kegiatan gotong royong dan diskusi kelompok dalam menyelesaikan proyek literasi.
4. Evaluasi dan Pendekatan Psikologis
Asesmen Formatif Adaptif: Menggunakan asesmen yang tidak berfokus pada hafalan, melainkan pada penalaran dan logika berbasis AKM (Asesmen Kompetensi Minimum).
Dukungan Psikologis: Guru memberikan motivasi untuk membangun rasa percaya diri mahasiswa STIT Sunan Giri Bima agar tidak takut salah saat membaca maupun berhitung. (Sekjend MDG)


















