Minggu, 06 Juli 2025
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Secara Resmi Melepas Peserta Krakatau Run Rangkaian Festival (K-Fest) Ke-34 Tahun 2025.
Polsek Banjar Agung Optimalkan KRYD di Malam Akhir Pekan, Berikut Lokasi dan Tujuannya.
KIP Kuliah 2025 PTN dan PTS Jalur Mandiri: Jadwal, Cara, dan Besarannya
Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 sedang dibuka untuk peserta jalur mandiri PTN dan PTS. Ada bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup.
Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Masa pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah masih dibuka bagi yang ingin ikut jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Pendaftar jalur mandiri PTN bisa mendaftar KIP Kuliah paling lambat 30 September, sementara pendaftar jalur mandiri PTS hingga 31 Oktober 2025.
KIP Kuliah adalah bantuan sosial bidang pendidikan bagi mahasiswa berupa biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup. Tujuannya untuk memperluas akses dan kesempatan perguruan tinggi bagi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Besar KIP Kuliah 2025
Berikut komponen KIP Kuliah dan besarannya berdasarkan materi sosialisasi KIP Kuliah 2025 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) I-XVII, Kebijakan KIP Kuliah Tahun 2025:
Biaya kuliah atau biaya pendidikan, baik bernama uang kuliah tunggal (UKT) atau sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), dibayarkan langsung ke rekening perguruan tinggi, dengan besar pada kelompok UKT 1-3, yakni antara Rp2 juta-Rp5 juta sesuai akreditasi dan bidang ilmu.
Bantuan biaya hidup, ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berdasarkan perhitungan besaran indeks harga lokal tiap wilayah perguruan tinggi dalam 5klaster besaran sebagai berikut:
Rp800.000 per bulan
Rp950.000 per bulan
Rp1.100.000 per bulan
Rp1.250.000 per bulan
Rp1.400.000 per bulan.
Bantuan biaya hidup diberikan satu kali per enam bulan/1 semester, diberikan langsung ke rekening penerima KIP Kuliah.
Cara Daftar KIP Kuliah 2025
Buat akun di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/siswa/pendaftaran/baru
Lengkapi berkas pendaftaran
Pilih menu Seleksi, pilih Seleksi Mandiri PTN/PTS
Registrasi atau mendaftar di jalur mandiri PTN/PTS yang ingin diikuti pada laman penerimaan mahasiswa baru masing-masing.
Informasi KIP Kuliah 2025 jalur mandiri PTN dan PTS dapat diakses di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/ dan situs resmi penerimaan mahasiswa baru kampus tujuan masing-masing. Semoga bermanfaat.(Sekjend MDG)
Polairud Bima Melakukan Pengamanan di Wisatawan Pantai Kalaki Perairan Kecamatan Palibelo kabupaten Bima
Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Satpolairud Polres Bima Polda NTB melaksanakan Pengamanan Obyek Wisata/rekreasi di Wilayah Perairan Polres Bima.
Salah satu tempat wisata yang menjadi fokus pengamanan yakni pantai Kalaki yang berlokasi di Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.
Tidak saja melakukan pengamanan tim patroli juga menghimbau kepada pengunjung agar berhati-hati dan selalu mendampingi anak anak agar tidak mandi laut sendiri.
“Jaga Anak-anak serta barang bawaan dan laporkan kepada kami bila mengetahui adanya tindakan kriminal dalam bentuk apapun”. petugas menghimbau.
Kegiatan yang dikendalikan oleh Kasatnya Iptu Haripurnomo itu tim patroli juga menghimbau kepada para nelayan yang beraktivitas di laut agar berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran polri ditengah masyarakat sehingga masyarakat merasa nyaman dan terayomi.
Hingga berakhirnya kegiatan berjalan dengan lancar, aman dan tidak ditemukan adanya sasaran yang dimaksud. (Sekjend MDG)
Bupati Dompu Bambang Firdaus ketika memberikan sambutan pada TPN XII/2025 yang digelar Ikatan Guru Indonesia di Paruga Samakai
DOMPU, Media Dinamika Global.id.– Terungkap fakta mencengangkan sekaligus memilukan dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII 2025 yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Dompu, di Paruga Samakai, Minggu (6/7/2025).
Saat ini, ternyata masih ada siswa di atas Kelas 3 SD hingga duduk di bangku SMP bahkan SMA yang belum bisa membaca.
Kondisi tersebut membuat gerah Bupati Dompu Bambang Firdaus. “Kenapa ini bisa terjadi? Kemana para kepala sekolah, bapak dan ibu guru selama ini?” tanya Bupati ketika memberikan sambutan.
Bupati menekankan, kalau masih ada siswa di atas Kelas 3 SD, apalagi sudah duduk di bangku SMP tidak bisa membaca, kepala sekolah bersangkutan akan copot.
“Saya tidak main-main. Begitu saya tahu, saat itu juga kepala sekolahnya saya copot,” tegas pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Dompu itu.
Bupati mengimbau guru-guru di Kabupaten Dompu, termasuk yang berhimpun di organisasi IGI agar senantiasa memperhatikan, mengajar dan mendidik siswa-siswi dengan baik.
“Sayangi dan didiklah mereka seperti bapak/ibu sekalian menyayangi anak-anak sendiri,” harap Bupati.
Bupati Bambang mengakui, memajukan dunia pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Atau, hanya Dinas Dikpora. Namun, butuh kerja sama dan kolaborasi semua pihak, seperti organisasi guru, orang tua dan masyarakat.
Karena itu, Bupati mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya TPN XII yang diinisiasi IGI Dompu itu. Dia berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antarpeserta (guru).
“Manfaatkan momen ini untuk mendiskusikan secara konstruktif dan bertukar pikiran untuk pendidikan Dompu yang lebih baik dan lebih maju kedepan,” pintanya.
Sebelumnya, Ketua Daerah IGI Kabupaten Dompu yang juga Koordinator TPN XII/2025 Ida Faridah, mengungkapkan, fakta saat ini masih ada siswa SD kelas atas, bahkan yang sudah duduk di bangku SMA belum bisa membaca.
Hal ini menurutnya harus segera digali akar masalahnya, serta temukan solusi dan kebijakan untuk mengatasinya.
Bukan itu saja, tidak sedikit peserta didik (muslim) yang juga sampai duduk di bangku SMA, belum bisa membaca Alquran.
Untuk dua masalah itu, IGI mempunyai program untuk dijalankan kedepan. “Program Gemar Membaca bagi siswa belum bisa membaca, dan Gemar Membaca Alquran bagi siswa yang belum bisa membaca Alquran,” jelasnya.
“Harapan kami, dengan program ini, kedepan terminimalisir siswa yang tidak bisa membaca dan tidak bisa membaca Alquran,” tambah Ida.
Talkshow Pendidikan dimoderatori Ketua IGI Dompu Ida Faridah dengan narasumber Ketua DPRD Muttakun, Founder RUBER Kmas Ardani Amalsyah, dan Zulkarnaen Rasyid Adhinugroho.
Sederet Kegiatan Menarik
TPN XII/2025 yang digelar IGI Dompu bekerja sama dengan Guru Belajar Foundation berjalan lancar dan sukses.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru berbagai tingkatan, dari TK, SD, SMP/MTs hingga SMK/SMA/MA/SLB se-Kabupaten Dompu.
Hadir Ketua DPRD Dompu Muttakun dan Kadis Dikpora H. Rifaid, Dewan Pembina IGI Dompu H. Bambang Hermanto, sejumlah kepala sekolah SD dan SMP, serta undangan lainnya.
Ada beberapa jenis kegiatan sebagai rangkaian TPN XII tersebut. Antara lain, Talkshow Pendidikan, Berbagi Praktik Baik Kelas Pemimpin dan Kelas Pendidik, Cerdas Cermat Guru, dan Pameran Karya.
Talkshow Pendidikan yang dimoderatori Ketua IGI Ida Faridah, menghadirkan tiga narasumber. Yakni Ketua DPRD Dompu Muttakun, Founder Ruang Berkolaborasi (RUBER), Kmas Ardani Amalsyah, dan Manager Telkomsel Area Bima-Dompu Zulkarnaen Rasyid Adhinugroho.
Sejumlah karya guru-guru hebat IGI Dompu pun dipamerkan di sana. Bupati Bambang didampingi Kadis Dikpora H. Rifaid dan beberapa pejabat terkait, sempat meninjau Pameran Karya tersebut.
Di antara yang dipamerkan adalah hasil goresan atau lukisan tangan guru dan pihak SMPN 5 Dompu di bawah pimpinan (Kasek) Kisman.
Tampak pada lukisan itu, ada Bupati Bambang, Ketua Dewan Muttakun dan Wakil Ketua Kurnia Ramadhan. Ada juga gambar Wagub NTB Hj Indah Dhamayanti Putri, bahkan juga ada mantan Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin.
Tentu lukisan masing-masing wajah ketua dan pengurus IGI Dompu, serta panitia TPN XII (Rinti Caseria, Lili Asmawati, Usman, Atikah, Winda, Teti Fajriati dan lainnya), lukisan perahu, melengkapi keragaman pameran karya itu.
Sebelum acara dibuka terlebih dulu panitia menampilkan Tari Sampela Dompu Marimpu dari peserta didik SMPN 1 Woja binaan Fauzi Trisnawati.
Dilanjutkan pembacaan Puisi berjudul “Kunyanyikan Lagu Ini” Karya Putu Wijaya oleh Nur Al-Bayyinah Prajawati, binaan Teti Fajriati. Ayyi (sapaan akrabnya) adalah siswi SMP IT Imam Bukhari Dompu.
Namun sebelum itu, ketika Bupati dan rombongan tiba di Paruga Samakai, disambut dengan Tari Penyambutan. Menariknya, tarian ini dibawakan Siswa Tunanetra dari SLBN Dompu.
Penampilan siswa tunanetra di acara tersebut, bukan hanya tari. Pembacaan Kalam Illahi (ayat-ayat suci Alquran) dilantunkan peserta didik SLBN Dompu bernama Maulana.
Pada Kelas Pemimpin, panitia menghadirkan Bambang Setiawan (Ketua IGI Kota Bima), Imamul Arif (Kepala SDIT Sahabat Qur’an Dompu) sebagai narasumber. Tampil sebagai moderator adalah Lili Asmawati, guru SMKN 1 Hu’u.
Sementara pada Kelas Pendidik, dihadirkan pemateri Widuri Yuliyanti dari MKN 3 Kota Bima, dan Fauzi Trisnawati dari MPN 1 Woja. Item kegiatan ini dimoderatori Teti Fajriati, guru SMPN 1 Dompu. (Sekjend MDG)
Panitia Mantapkan Konferprov PWI NTB Digelar 2 Agustus 2025
Mataram–Mediadinamikaglobal.id || Panitia pelaksana Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB terus mematangkan persiapan menuju pelaksanaan konferensi pada 2 Agustus 2025 mendatang. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi panitia yang digelar di Kantor BPPD NTB, Sabtu (05/07/2025).
Ketua Panitia Konferprov PWI NTB, H. Abdus Syukur memimpin langsung rapat tersebut yang dihadiri sejumlah anggota panitia dan pengurus PWI NTB. Dalam rapat disepakati bahwa tanggal pelaksanaan tetap sesuai jadwal semula, yakni 2 Agustus 2025.
Terkait lokasi konferensi, panitia masih melakukan penjajakan dan koordinasi dengan sejumlah pihak. Dalam waktu dekat, panitia akan melakukan audiensi dengan Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, dan Bupati Lombok Barat, guna membangun sinergi dan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan konferensi.
“Kami sedang mempersiapkan surat audiensi dan undangan resmi, termasuk kepada PWI Pusat,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas soal proses pencalonan Ketua PWI NTB. Panitia mengimbau agar para kandidat segera mendaftarkan diri. Hingga Sabtu malam, tercatat sudah dua orang yang mengambil formulir pendaftaran, yakni Nasruddin dan H. Abdus Syukur sendiri.
“Ini sebagai motivasi agar rekan-rekan yang berminat untuk maju segera mendaftarkan diri. Kita harapkan proses pencalonan berlangsung terbuka dan sehat,” ujar Abdus Syukur.
Panitia juga menegaskan bahwa persyaratan pencalonan tidak mengalami perubahan, tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam PD/PRT PWI dan aturan organisasi.
Dengan makin dekatnya waktu pelaksanaan, panitia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak agar konferensi berjalan lancar, demokratis, dan bermartabat, sekaligus menjadi momentum konsolidasi wartawan se-NTB menuju organisasi yang lebih kuat dan profesional. (*)
Ayolah daftarkan Segera dan Berkuliah Di kampus Kami Politeknik AMA Di Kelurahan Na'e Kota Bima
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Ayolah daftarkan diri anda untuk kuliah di kampus Politeknik AMA, kampus Merdeka. disitulah salah satu kampus yang ternama di kelurahan na'e kota Bima.
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Web Site ini hadir dengan tujuan sebagai sarana komunikasi antara Politeknik AMA kota Bima dengan Mahasiswa baru khususnya, Mahasiswa lama, dan masyarakat pada umumnya.
Perlu ditekankan bahwa satu diantara bagian yang perlu dipahami dengan baik, sistem pendidikan di Politeknik AMA kota Bima, berbeda dalam berbagai aspek dengan sistem di perguruan tinggi lain. Hal ini perlu diketahui mahasiswa sebagai peserta didik agar dengan bekal pemahaman ini proses ini harus didasari pada dengan adanya interaksi yang positif antara pihak lain yang terkait.
Kasus-kasus masa lalu menunjukkan bahwa mahasiswa bermasalah serius akibat kelalaian memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sejalan dengan rencana pemerintah (Depkes), Politeknik AMA kota Bima berkendak meningkatkan Sumber Daya Manusia khususnya di bidang politeknik melalui pendidikan profesi, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Semoga dengan diterbitkannya Web Site ini tujuan Politeknik AMA kota Bima, dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan dan semoga Allah SWT meridhoi segala usaha dan upaya kita, Amin.
Kualifikasi yang dibutuhkan
Program studi
- Program kesehatan
- Administrasi kesehatan
- Pertanian presesi
- Pengelolaan hutan
- Desain gratis
- Agribisnis kelautan & perikanan
Perhotelan
- Keselamatan dan kesehatan kerja (KKK)
Teknik informatika
- Manajemen informasi kesehatan
Administrasi negara
- Penyuluhan dan komunikasi pertanian
- Teknik dan manajemen lingkungan
Paramedik veteriner
-Sanitasi lingkungan
-Seni
Bidang ilmu Yang di butuhkan
S1&S2 kesehatan masyarakat (linear)
S1&S2 kesehatan masyarakat (linear)
S1&2 pertanian (linear)
S1&S2 seni 3 orang dan S1&S2 komputer/informasi (linear)
S1&S2 kelautan dan perikanan (linear)
S1&S2 pariwisata dan perhotelan (linear)
S1&S2 keselamatan dan kesehatan kerja (KKK) (linear)
S1&S2 komputer/informatika (linear)
S1&S2 komputer/informatika & kesehatan masyarakat (linear)
S1&S2 administrasi publik, administrasi negara &ilmu pemerintahan (linear)
Pertanian (linear)
S1&S2 Manajemen lingkungan (linear)
S1&S2 Peternakan dan kesehatan hewan (linear)
S1&S2 Kesehatan masyarakat dan kesehatan(linear)
S1&S2 Seni (linear)
Berkas yang di kirimkan
1.surat lamaran
2. CV
3. Kartu tanda penduduk (KTP) Asli
4. Ijazah dan transkip nilai S1 Asli
5. Ijazah dan transkip nilai S2 Asli
6. Penyetaraan ijazah bagi(lulusan Luar negeri)
Berkas lamaran di kirim ke kontak person: 082340925296 (Faisal)
082339663672 (Syafwan)
082124565983( Nisa/Sekjend MDG)
Sabtu, 05 Juli 2025
Hak Tunjangan dan Pensiun PPPK Resmi Disamakan dengan PNS
Bekasi, Media Dinamika Global.d.--Kabar gembira bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Indonesia
Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi mengumumkan penyetaraan hak-hak PPPK dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk dalam hal tunjangan, pensiun, dan jenjang karier.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, dalam pelantikan hampir 8.000 PPPK di Kota Bekasi pada 2 Juni 2025.
Dalam pidatonya, Zudan menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi diskriminasi antara PNS dan PPPK.
Baik dari segi istilah, seragam, hingga hak kesejahteraan, semua akan disamaratakan sebagai satu kesatuan, yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penyetaraan PPPK dan PNS Jadi Terobosan Penting di Dunia ASN
Langkah ini disebut sebagai terobosan besar dalam reformasi birokrasi dan keadilan ASN.
Selama ini, banyak PPPK mengeluhkan perbedaan signifikan dengan PNS, terutama dalam jaminan pensiun dan tunjangan. Namun, dengan komitmen BKN, perbedaan itu akan segera dihapuskan.
Zudan juga menekankan pentingnya menghapus penyebutan terpisah antara PNS dan PPPK. “Mereka semua adalah ASN, dan sudah seharusnya diperlakukan setara,” tegasnya melalui akun resmi Instagram BKN.
Seragam KORPRI Jadi Simbol Kesetaraan ASN
Sebagai bentuk konkret penyatuan, seragam resmi PPPK kini disamakan dengan PNS, yaitu seragam KORPRI.
Hal ini diharapkan menjadi simbol kuat penyatuan status kepegawaian serta penghargaan atas kontribusi PPPK terhadap pelayanan publik.
Jaminan Pensiun PPPK Jadi Fokus Perbaikan
Masalah jaminan pensiun PPPK menjadi salah satu sorotan utama pemerintah.
Zudan memastikan bahwa BKN tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk menyetarakan sistem pensiun antara PPPK dan PNS secara bertahap.
menjamin kesetaraan kesejahteraan, termasuk pensiun dan tunjangan. Ini adalah prioritas kami,” ujarnya.
Peluang Karier PPPK Akan Ditingkatkan
Tak hanya menyamakan hak, BKN juga akan membuka jalur pengembangan karier bagi PPPK agar memiliki peluang promosi yang setara dengan PNS.
Ini termasuk rencana pelatihan dan pembinaan karier di lingkungan birokrasi.
Perhatian Khusus untuk Guru PPPK
Guru honorer yang telah diangkat menjadi PPPK juga menjadi perhatian utama.
Zudan menyebut bahwa BKN bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, KemenPAN-RB, dan DPR RI untuk membahas peningkatan kesejahteraan guru PPPK.
Kebijakan ini diharapkan memberikan kejelasan dan kepastian masa depan bagi para pendidik.
Kesimpulan
Dengan kebijakan ini, tidak ada lagi perbedaan status antara PNS dan PPPK.
Mulai dari tunjangan, jaminan pensiun, jenjang karier, hingga seragam, semua ASN akan mendapatkan perlakuan yang adil dan setara.
Kebijakan ini juga memberikan harapan baru bagi ribuan tenaga honorer yang sedang menunggu pengangkatan menjadi PPPK.
Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan profesional di sektor ASN.(Sekjend MDG)






