Media Dinamika Global

Senin, 30 Juni 2025

Kapolres Sumbawa Barat Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polres Sumbawa Barat dan Kompi 2 Yon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB berlangsung Khidmat


Media Dinamika Global.Id ||
Sumbawa Barat – Dalam suasana penuh kebanggaan dan rasa syukur, Polres Sumbawa Barat menggelar upacara kenaikan pangkat bagi personel Polres dan Kompi 2 Yon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB periode 1 Juli 2025. Upacara berlangsung khidmat pada Senin, 30 Juni 2025 pukul 16.30 wita bertempat di Lapangan Sarja Arya Racana Polres Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K bertindak selaku inspektur upacara dan memimpin langsung jalannya kegiatan. Hadir pula Wakapolres Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, S.H, para Pejabat Utama Polres, Wadanki 2 Yon B Sat Brimob, para Kapolsek jajaran, para Perwira Polres, serta Ketua Bhayangkari Cabang Sumbawa Barat Ny. Dian Zulkarnain didampingi Wakil Ketua Cabang beserta pengurus. Seluruh personel Polres Sumbawa Barat dan Kompi 2 Yon B Sat Brimob turut sebagai pasukan upacara prosesi tersebut.

Sebanyak 28 personel menerima kenaikan pangkat dalam periode ini. Rinciannya adalah:

Aipda ke Aiptu sebanyak 3 personel

Bripka ke Aipda sebanyak 8 personel

Brigadir ke Bripka sebanyak 1 personel

Briptu ke Brigadir sebanyak 9 personel

Bripda ke Briptu sebanyak 8 personel

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, integritas, serta prestasi kerja selama menjalankan tugas.

“Saya, atas nama keluarga besar Polres Sumbawa Barat, mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang hari ini naik pangkat. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk lebih semangat dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Pangkat baru bukanlah hak, namun merupakan bentuk penghargaan dari pimpinan atas prestasi dan pengabdian rekan-rekan,” tegas Kapolres.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar terus menjaga profesionalisme dan menjadi bagian dari Polri yang presisi—yakni polisi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—serta senantiasa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan ikhlas, humanis, dan berpedoman pada Tribrata dan Catur Prasetya.

Setelah upacara resmi selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari pimpinan dan rekan sejawat kepada personel yang naik pangkat. Para personel didampingi oleh keluarga masing-masing, menambah suasana haru dan kebanggaan dalam momen tersebut. Sebagai bentuk tradisi, dilakukan pula penyiraman air bunga oleh Kapolres Sumbawa Barat dan para Pejabat Utama sebagai simbol rasa syukur dan awal tanggung jawab baru.

Seluruh rangkaian kegiatan upacara berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat.

Redaksi _ Surya Ghempar.

Camat Wawo dan Kades Ramaikan Syukuran Hari Bhayangkara ke-79 di Kantor Walikota Bima

BIMA-Mediadinamikaglobal.id || Suasana syukuran Hari Bhayangkara ke-79 di Kantor Walikota Bima berlangsung meriah. Kehadiran Camat Wawo beserta seluruh Kepala Desa (Kades) di wilayahnya menambah semarak perayaan tersebut. Selasa (01/07/2025), sekira pukul 08.00 Wita. 

Foto : Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos bersama kades mengikuti upacara dan syukuran bhayangkara Ke-79 di Kantor Walikota Bima. 

Acara yang digelar oleh Polres Bima Kota ini dihadiri oleh pejabat penting yang hadir, Walikota Bima, Kapolres Bima Kota, dan para undangan lainnya

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar,S.Sos, dalam kesempatan tersebut serta mewakili seluruh kades menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada jajaran Kepolisian atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerjasama antara pemerintah desa, kecamatan, dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Wawo.

Foto : Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos

Para Kades yang hadir turut menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap kinerja Polri. Mereka berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah masing-masing.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-79 ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain : Syukursn, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah. Acara berlangsung dengan hikmat dan penuh keakraban, menunjukkan soliditas dan kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. (MDG05

Sinergitas TNI-POLRI di wilayah Sape Lambu pada HUT BHAYANGKARA ke 79


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Pada hari Senin tanggal 30 Juni 2025 Pukul 22.00 wita Anggota Koramil 1608-03/Sape, DPP Danramil 1608-03/Sape, Lettu Inf RUSLIN, melakasanakan Kegiatan pemberian Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 Kepada Anggota Polsek Sape, dan di Lanjutkan memberikan Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke 79 ke Anggota Kompi 3 Bataliyon C Pelopor Sape, serta Anggota Polsek Lambu.



Kegiatan Pemberian Ucapan Selamat berjalan Lancar dan Tertib.(Team.MDG.03)

Awal Terbongkarnya Kasus Korupsi Proyek Jalan Rp 231,8 Miliar Melibatkan Pejabat PUPR Sumut


MEDAN
, Media Dinamika Global.id. --  Terbongkarnya kasus korupsi proyek jalan senilai Rp 231,8 miliar di Sumatera Utara bermula dari pengaduan masyarakat.

Awalnya warga mengadukan soal proyek infrastruktur jalan yang kurang bagus di Sumut. 

Pengaduan itu disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kronologinya di mana sejak beberapa bulan lalu itu ada informasi dari masyarakat kepada kami terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi, kemudian juga adanya infrastruktur di wilayah tertentu di Sumut kualitasnya yang memang kurang bagus sehingga diduga ada tindak pidana korupsi pada saat pembangunannya," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Brigjen Pol Asep Guntur, dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025).

Berangkat dari aduan masyarakat tersebut, KPK lalu menerjunkan tim untuk pengecekan ke lokasi. Ditemukan ada beberapa proyek jalan yang diduga dikorupsi.

"Nah, sekitar awal minggu ini, diperoleh informasi ada kemungkinan pertemuan dan juga terjadi penyerahan sejumlah uang," imbuhnya.

Saat menerima informasi tersebut, Asep mengatakan pihaknya dihadapkan pada dua pilihan.

Pertama, kata dia, pihaknya punya pilihan untuk menunggu hingga proses lelang pengerjaan proyek jalan ini selesai. Meskipun pada prosesnya, lelang proyek ini sudah ditentukan pemenangnya oleh Kadis PUPR Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Topan Ginting, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pembangunan jalan ini berjalan, dilakukan oleh pihak-pihak yang memang sudah di-setting menang. Kita akan menunggu nanti sejumlah uang, pada umumnya 10 sampai 20 persen," kata Asep.

Asep menyebut pada pilihan ini, KPK berpotensi mengamankan uang dari hasil praktik korupsi yang dilakukan ditaksir mencapai Rp 41 miliar atau sekitar 20 persen dari nilai proyek bernilai Rp 231,8 miliar.

Kemudian Asep menjelaskan pilihan kedua bisa diambil KPK yakni langsung melakukan OTT agar pihak perusahaan yang dipastikan menang proses lelang tidak bisa menjalankan proyek tersebut karena kecurangannya.

Asep mengatakan dari dua pilihan yang bisa diambil, KPK memilih untuk langsung melakukan OTT meski dengan penyitaan uang dari barang bukti yang diperoleh jumlahnya tidak besar. Namun, kata dia, dalam pilihan kedua ini KPK dapat mencegah agar proyek jalan tidak dikerjakan dengan proses curang.

"Karena kalau dibiarkan pihak-pihak ini mendapatkan proyek ini, tentu nantinya proyek yang atau hasil pekerjaannya, tidak akan maksimal. Karena sebagian dari uangnya tersebut paling tidak tadi, sekitar 46 miliar itu akan digunakan untuk menyuap memperoleh pekerjaan tersebut, tidak digunakan untuk pembangunan jalan," beber Asep.

"Nah tentunya pilihan kedua ini lah yang diambil. Walaupun ini uang yang ter-deliver kepada para pihak itu tidak sebesar kalau KPK mengambil opsi yang pertama, tetapi tentunya kebermanfaatan dari masyarakat akan lebih besar kalau mengambil opsi yang kedua ini," pungkasnya.

Dalam kasus ini, ada dua klaster. Klaster pertama terkait dugaan korupsi pembangunan jalan proyek PUPR Sumut. Klaster kedua menyangkut proyek-proyek di Satker PJN (Pelaksanaan Jalan Nasional) Wilayah I Sumut.

Topan Ginting Belum Sempat Terima Jatah Uang Rp 8 Miliar 

Dalam kasus ini, Kadis PUPR Sumut Topan Ginting (TOP) disebut telah mengatur perusahaan swasta pemenang lelang untuk memperoleh keuntungan ekonomi.

Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa Topan menginstruksikan kepada RES selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek ini untuk menunjuk Dirut PT DNG, KIR, menjalankan proyek pembangunan Jalan Sipiongot Batas Labusel dan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot dengan nilai total kedua proyek Rp 157,8 miliar.

"Seharusnya pihak swasta itu tidak hanya sendirian yang diikutkan. Di sini sudah diikutkan Saudara KIR sebagai Direktur Utama PT DNG ini sudah dibawa sama Saudara TOP ini, Kepala Dinas PUPR. Kemudian juga TOP ini memerintahkan Saudara RES untuk menunjuk Saudara KIR. Di sini sudah terlihat perbuatannya," kata Asep.

Dalam kasus ini, Topan Ginting diduga akan menerima uang sebesar Rp 8 miliar dari upayanya meloloskan pihak perusahaan pemenang lelang tersebut.

"Kepala Dinas akan diberikan sekitar 4-5 persen dari nilai proyek. Kalau dikira-kira ya dari Rp 231,8 miliar itu, 4 persennya sekitar Rp 8 miliaran ya itu," ungkap Asep.

Asep menuturkan uang sekitar Rp 8 miliar itu akan diberikan kepada Topan secara bertahap hingga proyek selesai dikerjakan oleh pihak M Akhirun Pilang selaku Dirut PT DNG, yang ditunjuk untuk menjalankan proyek jalan tersebut.

"Tapi nanti bertahap, setelah proyeknya selesai, karena pembayarannya pun termin gitu ya, ada termin pembayarannya,"beber Asep.

Kronologi kejadian

Asep menerangkan RES menelepon KIR tentang penayangan proyek yang akan dilakukan pada Juni 2025 ini. RES sekaligus meminta KIR menyiapkan dana dan memasukkan penawaran sebagai pihak yang akan mengelola proyek jalan tersebut.

Informasi dari RES kemudian ditindaklanjuti oleh KIR yang meminta stafnya, termasuk anaknya, RAY, untuk berkoordinasi mengenai penyiapan hal teknis mengenai proses e-katalog.

Pada akhirnya, RES dan KIR pun berhasil mengatur proses e-katalog hingga PT DNG berhasil memperoleh proyek tersebut.

"Atas pengaturan proses e-katalog di Dinas PUPR Provinsi Sumut tersebut, terdapat pemberian uang dari KIR dan RAY untuk RES yang dilakukan melalui transfer rekening. Jadi ada yang diberikan secara langsung tunai, ada yang diberikan juga melalui transfer, seperti itu," ujar Asep.

Dia juga menyebut uang yang diduga diberikan KIR dan RAY ini kepada beberapa pihak untuk memuluskan pemenangan pengerjaan proyek sejumlah jalan di Sumut diketahui setelah adanya kegiatan penarikan tunai senilai Rp 2 miliar yang dilakukan keduanya.

"Kami sudah mendapatkan informasi, ada penarikan uang sekitar Rp 2 miliar dari pihak swasta yang kemungkinan besar uang Rp 2 miliar ini akan dibagi-bagikan kepada pihak-pihak tertentu, di mana pihak swasta ini berharap untuk memperoleh proyek ya terkait dengan pembangunan jalan," jelasnya.

Proyek jalan yang ditangani TOP dan empat tersangka lainnya di wilayah Kota Pinang, Gunung Tua hingga pembangunan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot, Sumatera Utara (Sumut) dengan total nilai Rp 231,8 M.

"TOP memerintahkan RES untuk menunjuk KIR sebagai rekanan penyedia tanpa mekanisme dan proses pengadaan barang dan jasa. KIR sudah dibawa TOP saat survei. ada kecurangan, tidak melalui proses lelang," katanya.

Dia menjelaskan Topan menginstruksikan kepada Rasuli Efendi Siregar (RES) selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut, yang juga penjabat pembuat komitmen (PKK) dalam proyek ini, untuk menunjuk Dirut PT DNG, Akhirun Pilang, menjalankan proyek pembangunan Jalan Sipiongot Batas Labusel dan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot.

"Seharusnya pihak swasta itu tidak hanya sendirian yang diikutkan. Di sini sudah diikutkan saudara KIR sebagai Direktur Utama PT DNG ini sudah dibawa sama Saudara TOP ini, Kepala Dinas PUPR. Kemudian juga TOP ini memerintahkan Saudara RES untuk menunjuk Saudara KIR. Di sini sudah terlihat perbuatannya," kata Asep.

Saat ini, Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Ginting bersama empat orang lainnya telah ditahan di rumah tahanan (rutan) KPK.  

"Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers, Sabtu (28/6/2025).

Asep menyebut penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan sejak tanggal 28 Juni-17 Juli 2025.

"KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap tersangka tersebut untuk 20 hari pertama terhitung mulai 28 Juni hari ini sampai 17 Juli," jelasnya.

Rincian Nilai Proyek yang Diduga Dikorupsi

1. Proyek Dinas PUPR Sumut

Preservasi Jalan Sp. Kota Pinang – Gunung Tua – Sp. Pal XI Tahun 2023 (Rp 56,5 miliar)
Preservasi jalan yang sama tahun 2024 (Rp 17,5 miliar) Rehabilitasi dan penanganan longsoran jalan pada 2025.

2. Proyek Satker PJN Wilayah 1 Sumut

Pembangunan Jalan Sipiongot–Batas Labusel (Rp 96 miliar) Jalan Hutaimbaru–Sipiongot (Rp 61,8 miliar.

Total nilai proyek yang disorot KPK mencapai Rp 231,8 miliar.

Adapun kelima tersangka adalah: 

1. Topan Obaja Putra Ginting (TOP) selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut.

2. Rasuli Efendi Siregar (RES) selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut, merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

3. Heliyanto (HEL) selaku PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut.

4. M Akhirun Efendi Siregar (KIR) selaku Direktur Utama PT Dalihan Natolu Group (DNG).

5. M Rayhan Dulasmi Pilang (RAY) selaku Direktur PT RN. Rayhan juga merupakan anak dari Akhirun.

Topan Obaja Putra Ginting (TOP) dn Rasuli Efendi Siregar (RES)  terkait perkara di Dinas PUPR.

Sedangkan Heliyanto terkait perkara di PJN.

Akhirudin dan anaknya, Rayhan, merupakan pihak swasta yang memberikan suap kepada tiga tersangka dari dua dinas yang berbeda.

Akhirudin dan Rayhan disangkakan telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara tiga tersangka lainnya, yakni Topan Ginting, Rasuli Siregar, dan Heliyanto disangkakan telah melanggar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, atau 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Sekjend MDG)

PWI Halsel Desak Bupati Tanggung Jawab Soal Kekerasan Wartawan saat Konpress Gubernur Malut

Mediadinamikaglobal.id|LABUHA,- Insiden tidak mengenakan dialami sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Halmahera selatan, saat diundang Konfrensi pers kunjungan Gubernur Malut Serly Laos dan Tenaga ahli BNPB RI Mayjen TNI Denny Herman yang digelar di posko utama bencana Halsel. Senin (306/2025). Oleh pemkab setempat. 

Saat dipersilahkan staf ahli pemerintahan Halsel, Saiful Turuy untuk awak media melakukan sesi wawancara, tiba - tiba salah satu oknum TNI mendorong para wartawan, sehingga memicu perlawanan dari pihak wartawan. 


Plt ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halsel. Nandar Djabid mendesak Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba bertanggung jawab. Menurut wartawan media Fajar Malut ini, insiden tersebut mencerminkan bentuk intimidasi sistematis terhadap profesi jurnalis, tak saja berdampak pada individu korban, tetapi juga terhadap seluruh ekosistem kerja jurnalistik di Indonesia. 


"Ini ancaman serius bagi kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, kami pertegas saudara Bupati Halsel bertanggungjawab, sebelum ada gelombang perlawanan terhadap pemkab Halsel, "tegasnya didampingi sejumlah wartawan. 


Sadisnya kata Nandar, aksi yang menghalagi sesi wawancara diduga kuat berkaitan dengan proyek Kegiatan penanganan darurat bencana pekerjaan normalisasi sungai dan pembuatan jeti dengan nomor kontrak 360/SPMK-08/BPBD/V/2025 yang berlokasi di desa amasing kota barat kecamatan bacan yang sengaja aliran mulut sungai diperkecil untuk akses jalan kendaraan proyek akibatnya sungai meluap dan banjir.



Lik/////

Wabup Tulang Bawang Hankam Hasan Bertemu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Bahas Inovasi dan Pemasaran Sektor Peternakan.


Jakarta - Mediadinamikaglobal.id || Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Wabup disambut langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si.Sebin 30 Juni 2025.

Wabup Hankam Hasan hadir bersama Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novrian Jaya, sebagai bentuk sinergi antardaerah dalam memperkuat sektor peternakan di Provinsi Lampung.

Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya terkait Penerapan teknologi peternakan modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi;
Penguatan sistem pemasaran hasil peternakan, agar produk peternak lokal memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Wabup Hankam Hasan menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu potensi unggulan yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, dan memerlukan dukungan teknologi serta jejaring pemasaran yang kuat.

Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novrian Jaya, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas wilayah serta peran pemerintah pusat dalam membangun sistem peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.

Dirjen Agung Suganda menyambut baik inisiatif dan komitmen kedua kepala daerah. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian siap berkolaborasi, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk peternakan dan peningkatan kualitas SDM peternak di daerah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari sinergi konkret antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam memajukan sektor peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.( Fs/Red) 

Kebudayaan Bangkit, Tulang Bawang Melesat! Bupati Lantik Dewan Kesenian di Tengah Pesona Cakat Raya.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.id || Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Kesenian Tulang Bawang Provinsi Lampung yang digelar di kawasan Taman Wisata Cakat Raya, Menggala Timur, Senin 30 Juni 2025.

Acara pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran seni dan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Bupati Qudrotul Ikhwan menyampaikan apresiasi serta harapan besar kepada para pengurus Dewan Kesenian yang baru saja dilantik.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pengurus Dewan Kesenian Tulang Bawang yang hari ini resmi dilantik. Kesenian dan kebudayaan bukan hanya soal warisan, tetapi juga identitas dan kekuatan besar dalam membangun karakter masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung segala bentuk pelestarian dan pengembangan seni budaya yang tumbuh dari akar lokal,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya membangun infrastruktur fisik. Jiwa masyarakat juga harus dibangun—dan itu lahir dari budaya, dari seni, dari kearifan lokal. Saya berharap Dewan Kesenian bisa menjadi wadah ekspresi, inovasi, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur yang dimiliki Kabupaten Tulang Bawang.”

Pelantikan Dewan Kesenian ini dihadiri oleh berbagai unsur: tokoh budaya, seniman lokal, komunitas seni, perwakilan instansi pemerintah, serta pelajar. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni seperti tari tradisional, musik etnik Lampung, dan pembacaan puisi budaya.

Pemilihan lokasi di Taman Wisata Cakat Raya bukan tanpa alasan. Kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Tulang Bawang dan sekitarnya. Terletak di perbukitan Menggala Timur, taman ini menyuguhkan pemandangan indah yang berpadu dengan fasilitas rekreasi dan edukasi, seperti rumah adat Sai Bumi Nengah Nyappur, miniatur candi, dan area permainan anak.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Cakat Raya juga sering dijadikan lokasi kegiatan budaya, pentas seni, hingga ajang kreativitas generasi muda. Suasana alami dan nilai historisnya menjadikan taman ini sebagai simbol ruang publik yang hidup, terbuka, dan berakar pada kearifan lokal.

“Saya berharap Cakat Raya tidak hanya menjadi tempat bersantai, tapi juga ruang tumbuhnya kreativitas. Ini aset kita bersama—ruang publik yang bisa mempersatukan warga, memperkuat identitas, dan membangkitkan ekonomi kreatif,” tutur Bupati menutup sambutannya.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menempatkan budaya sebagai elemen penting dalam membangun Tulang Bawang yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan.( Fs/Red) 

Bupati Bima Resmi Lantik Pengurus GOW

Bupati Bima saat lantik Pengurus GOW, (Ist/MDG).

Media Dinamika Global.Id ||
Kabupaten Bima - Bupati Bima Ady Mahyudi resmi Kukuhkan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima Masa Bhakti 2025- 203 di Aula Kantor Bupati Bima. Senin, (30/06/25).

Prosesi pengukuhan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.IK.,M.IK,  Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE,. Staf Ahli, Asisten Setda, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti Ady Mahyudi, Ketua GOW Kabupaten Bima Hj. Anita H. Irfan, Ketua DWP Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi dan para Ketua Ketua organisasi wanita yang bernaung dalam wadah GOW.

Usai Pembacaan naskah pengukuhan, dilanjutkan dengan pemasangan Pin GOW  oleh Ketua Umum di GOW Kabupaten Bima Hj.Anita H. Irfan kepada Hj Ferra Amalia, SE., MM (unsur Ketua).

Wakil Bupati dr. H. Irfan yang menyampaikan sambutan dan arahan di hadapan 35 pimpinan organisasi mitra  dan para pengurus GOW Kabupaten Bima menyampaikan,  "Bima adalah sebuah keluarga besar yang berisi banyak sekali komponen,  ada pemerintahan, ada aparat hukum, ada TP-PKK, ada GOW, serta ada masyarakat  sehingga satu kunci agar kita maju". Ungkapnya. 

H. Irfan mengajak semua elemen untuk menyatukan visi.  "Mari kita menjadi keluarga yang punya visi dan visi  bagaimana menjadikan Bima sebagai warga  yang sejahtera dan maju.  Bima yang adil, di mana semua masyarakatnya bisa makan dengan baik,  anak-anaknya bisa bersekolah sehingga mempunyai masa depan". Terang Wabup. 

Sebelumnya,  Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H Irfan Zubaidy menyampaikan bahwa Pengurus GOW yang dilantik adalah pengurus yang berdedikasi dan siap membawa organisasi GOW untuk menjadi lebih maju lebih solid dan lebih berdaya". 

Dikatakannya,  melalui GOW, kita ingin memperkuat solidaritas perempuan  meningkatkan kualitas bersama,  memberikan kontribusi nyata bagi keluarga masyarakat dan bangsa.

Menutup sambutannya,  Ketua Umum GOW Kabupaten Bima ini mengajak jajaran pengurus agar, "mari kita bekerja dengan hati, dengan semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan profesionalisme serta kepedulian sosial". Tuturnya. 

Redaksi : MDG

Sumber: Kabag. Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Bima.

Pemerintah Pusat Dorong Pemda Percepat Program Tiga Juta Rumah, Kesehatan Gratis, dan Tekan Inflasi.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id ||  Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 Sekaligus Rapat Evaluasi Program Prioritas Nasional Pembangunan 3 juta unit rumah /Tahun dan Program Pelayanan Kesehatan Gratis secara virtual, bertempat di Command Center Lt. 2, Senin 30 Juni 2025m

Rapat Koordinasi dibagi menjadi 3 sesi yang terdiri dari : sesi pertama, paparan evaluasi program pembangunan 3 juta unit rumah/tahun oleh Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd. 

Sesi kedua paparan terkait Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Gratis oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dua sesi rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, sedangkan pada sesi ketiga terkait Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir. 

Dalam laporannya Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A.Cd. menyampaikan bahwa target pembangunan 3 juta unit rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu 1 juta di pedesaan, 1 juta di perkotaan, dan 1 juta di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, Imran juga menyampaikan arahan strategis untuk seluruh pemerintah daerah :

1. Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota agar segera mengambil Peran bergotong royong mensukseskan Program 3 juta rumah dan tidak perlu ragu untuk mengalokasikan anggaran Pembangunan dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni. 

2. Kepada Daerah yang belum menyusun Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang Pembebasan BPHTB dan Pembebasan Retribusi PBG, agar segera menyusun dan menyesuaikan dengan SKB 3 Menteri, serta mempercepat proses penerbitan Ijin PBG: 
3. Kepada seluruh Pemerintah daerah, diharapkan dapat melaporkan penerbitan perkada BPHTB dan Retribusi PBG serta pelayanan perizinan PBG, kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PKP dan Kementerian PU, sesuai amanat SKB 3 Menteri, 

4. Pemerintah Daerah agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurus PBG dan melaporkan data PBG tersebut kepada KemenPKP secara berkala: 
5. Pemerintah Daerah agar mendorong CSR dalam bergotong royong membangun rumah untuk rakyat, 

6. Pemerintah Daerah agar memonitor kualitas rumah subsidi di lingkungannya. Dalam Penerbitan Izin Penyelenggaraan Perumahan agar tidak melanggar aturan Tata Ruang, 
7. Pemerintah Daerah agar Ikut andil dan berperan dalam meniadakan segala bentuk pungli yang berkaitan langsung dengan perizinan perumahan.

"Saya berharap seluruh Pemda yang ada di Indonesia bisa menyampaikan terkait ketersediaan lahan yang dimiliki Pemda di masing-masing wilayah sehingga kita dapat mendorong percepatan pembangunan 3 juta rumah," tutupnya. 

Selanjutnya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melaporkan evaluasi program Pelaksanaan Kesehatan Gratis (PKG) yang mencakup : Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Ulang tahun, Sekolah dan Khusus) yang telah dimulai sejak Februari 2025 yang ditargetkan 280 juta orang, Pembangunan 66 Rumah Sakit Tipe D ke tipe C untuk Daerah 3T dan Penanganan penyakit menular TBC. 

"Mohon dukungan dari seluruh kepala daerah agar program PKG bapak presiden ini dapat diselesaikan dengan baik, agar target 50 juta masyarakat tahun ini dapat tercapai, " ucap Budi Gunadi Sadikin. 

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan Perkembangan harga komoditas berdasarkan wilayah untuk periode Minggu ke-4 Juni 2025. Amalia melaporkan terdapat 16 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, 21 provinsi mengalami penurunan dan 1 provinsi yaitu Papua pegunungan stabil dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Untuk wilayah di Provinsi Lampung terpantau mengalami penurunan IPH yang dipicu oleh komoditas bawang putih, cabai merah, dan beras. Sementara berdasarkan wilayah kabupaten/Kota, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung kenaikan IPH tertinggi dengan komoditas yang memberikan andil terbesar yaitu cabai rawit dan daging ayam ras.

Amalia menekankan terdapat dua komoditas yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu : minyak goreng dan beras dengan level harga tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan kepada seluruh kepala Daerah untuk bersama-sama mengatasi komoditas yang mengalami kenaikan dan berpotensi merugikan masyarakat. 

Dalam kesempatan rapat tersebut,Tomsi Tohir juga menyampaikan hasil evaluasi Kemendagri terhadap seluruh daerah yang telah dengan sungguh-sungguh menjalankan 6 upaya konkrit (Operasi pasar murah, sidak pasar, kerjasama dengan daerah penghasil komoditas, gerakan menanam, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD) dalam pengendalian inflasi di daerahnya masing-masing. 

Tomsi Tohir memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala daerah yang telah berhasil menjaga kestabilan inflasi di daerahnya masing-masing dan telah melakukan 6 upaya konkrit dalam pengendalian inflasi. 

"Kami ucapkan terima kasih dan Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya," ucapnya. 

Dua Kabupaten di Provinsi Lampung bersama 88 Pemda lainnya mendapatkan apresiasi dari sekjen Kemendagri Tomsi Tohir atas terlaksananya 4 hingga 5 upaya konkrit dalam pengendalian inflasi di daerahnya yaitu : Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung tengah. ( Fs/Red)

Pengurus GOW Kabupaten Bima Resmi Dikukuhkan


Pemkab Bima, Media Dinamika Global.id.-- Jajaran Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima Masa Bhakti 2025- 2030, resmi dilantik oleh Bupati Bima Ady Mahyudi,  di Aula Kantor Bupati Bima. Senin, (30/06/25).


Prosesi pengukuhan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.IK.,M.IK,  Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE,. Staf Ahli, Asisten Setda, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti Ady Mahyudi, Ketua GOW Kabupaten Bima Hj. Anita H. Irfan, Ketua DWP Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi dan para Ketua Ketua organisasi wanita yang bernaung dalam wadah GOW.

Usai Pembacaan naskah pengukuhan, dilanjutkan dengan pemasangan Pin GOW  oleh Ketua Umum di GOW Kabupaten Bima Hj.Anita H. Irfan kepada Hj Ferra Amalia, SE., MM (unsur Ketua).

Wakil Bupati dr. H. Irfan yang menyampaikan sambutan dan arahan di hadapan 35 pimpinan organisasi mitra  dan para pengurus GOW Kabupaten Bima menyampaikan,  "Bima adalah sebuah keluarga besar yang berisi banyak sekali komponen,  ada pemerintahan, ada aparat hukum, ada TP-PKK, ada GOW, serta ada masyarakat  sehingga satu kunci agar kita maju". Ungkapnya. 

 H. Irfan mengajak semua elemen untuk menyatukan visi.  "Mari kita menjadi keluarga yang punya visi dan visi  bagaimana menjadikan Bima sebagai warga  yang sejahtera dan maju.  Bima yang adil, di mana semua masyarakatnya bisa makan dengan baik,  anak-anaknya bisa bersekolah sehingga mempunyai masa depan". Terang Wabup. 

Sebelumnya,  Ketua Umum GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H Irfan Zubaidy menyampaikan bahwa Pengurus GOW yang dilantik adalah pengurus yang berdedikasi dan siap membawa organisasi GOW untuk menjadi lebih maju lebih solid dan lebih berdaya". 

Dikatakannya,  melalui GOW, kita ingin memperkuat solidaritas perempuan  meningkatkan kualitas bersama,  memberikan kontribusi nyata bagi keluarga masyarakat dan bangsa.



Menutup sambutannya,  Ketua Umum GOW Kabupaten Bima ini mengajak jajaran pengurus agar, "mari kita bekerja dengan hati, dengan semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan profesionalisme serta kepedulian sosial". Tuturnya.(Kabag. Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Bima/Sekjend MDG)