Media Dinamika Global

Sabtu, 31 Agustus 2024

Petugas Puskesmas Woha Keluarkan Pasien Dari Ruang Inap ke Halaman Akhirnya Meninggal Dunia


Bima.NTB.Media Dinamika Global.Id Pengunjung Puskesmas Woha Kabupaten Bima digegerkan dengan adanya sosok laki-laki yang dikeluarkan oleh petugas PKM. Hal itu dilakukan karena kendala biaya dari pasien, akhirnya pasien meninggal dunia di halaman PKM setempat. Insiden tersebut dialami seorang laki-laki tanpa indentitas dan diduga berasal dari pulau lombok, kejadian disaksikan langsung oleh para keluarga pasien lain yang berkunjung menjenguk keluarganya di PKM Woha.Di Kutip dari Media metrontb.net-Kab.Bima

Seorang pengunjung yang dikonfirmasi awak media, kami juga kaget adanya orang meninggal di halaman padahal ini pasien juga dan bahkan kasurnya juga ini milik PKM.

"Kasian sekali ini, sampai meninggal di halaman. Walaupun ada alasan lain, tapi minimal jangan dibiarkan meninggal di luar seperti ini," sesalnya.

Korban tanpa identitas ini awalnya dilarikan oleh anak-anak dari sumba ke PKM, karena keseharian almarhum merupakan seorang pangamen. Diketahui, baru dua hari dilarikan ke PKM namun tidak mendapatkan pelayanan berupa pemberian obat dan juga pemeriksaan secara insentif dari pihak PKM, malah almarhum dikeluarkan dari ruang inap ke halaman sampai meninggal dunia sekitar pukul 22.20 WIB. 

Posisi tubuh korban terlentang begitu saja diatas kasur dan tikar milik PKM. "Aksi tidak manusiawi petugas PKM woha ini semestinya harus dilakukan proses secara mendalam, diduga kuat ini kelalaian bahkan sudah masuk pembunuhan secara rapi oleh para petugas karena menghilangkan nyawa orang lain," harapnya.

Sementara Kepala PKM Woha Dr. Dewi Puspaningsih yang dihubungi oleh seorang wartawan membantah bahwa itu sengaja dikeluarkan, tapi almarhum banyak tingkah dalam ruangan. Karena sering berulah akhirnya petugas jaga saat itu keluarkan korban ke halaman PKM.

Sementara pemuda seorang pemuda malam itu juga membantah pernyataan kepala PKM, Karena yang terjadi jauh dari ungkapan dr Dewi. Korban sampai meninggal dunia di halaman memang sengaja dikeluarkan dengan alasan tak ada keluarga dan juga biaya.

Petugas juga memberikan makanan berupa nasi yang sudah basi, jajan pakai plastik putih dan air kran yang dimasukkan dalam botol bekas. 

"Itu pernyataan tak benar, mereka sengaja keluarkan pasien ke halaman. Almarhum sampai meninggal di halaman PKM, tindakan tidak manusiawi cara mereka terhadap almarhum," tegas, Ardiansyah yang akrab disapa Adian tersebut.

(Arif Sp/MDG.04)

Wujudkan Keakraban,Sertu Syaifullah Babinsa Sangia Koramil 1608-03/Sape Lakukan Komsos Dengan Warga Binaannya


Sape Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Minggu 01 September 2024 sekitar mulai pukul 09.00 wita Sertu Syaifullah Babinsa Desa Sangia melaksanakan komsos dengan warga di wilayah binaan.

Komsos yang dilakukan merupakan silaturahmi antara warga dengan babinsa agar dapat memupuk kebersamaan dan menimbulkan rasa saling  hormat menghormati antar sesama.


Dengan adanya kegiatan ini juga Babinsa mengajak kepada warga agar selalu menjalin kerukunan antar warga,saling tolong-menolong dan selalu peduli lingkungan dan apabila ada hal-hal yang menonjol segera laporkan ke Babinsa atau pihak keamanan lainya.Dengan demikian akan terjalin sinergitas antara Babinsa dengan warga di wilayah binaan yang nantinya akan mendukung tugas pokok Babinsa dan warga.

Kegiatan berlangsung dengan lancar tertib dan sukses.(Arif Sp/MDG.04)

Serda Junaidin Babinsa Desa Lambu Koramil 1608-03/Sape Lakukan Komsos Dengan Warga Binaanya


Lambu Bima.NTB Media Dinamika Global.id Minggu 01 September 2024 sekitar mulai pukul 08.30 wita,Serda Junaidin Babinsa Desa Lambu Kec.Lambu melaksanakan komsos dengan warga Desa binaannya dengan memberikan himbauan agar sama-sama menjaga kamtibmas, apabila ada permasalahan segera laporkan kepada pihak yang berwajib supaya dapat diselesaikan dan tidak berkelanjutan, jangan langsung bertindak main hakim sendiri dan hindari perbuatan yang melanggar hukum karena akan merugikan diri sendiri maupun keluarga, jaga hubungan dan komunikasi yang baik agar mencapai hidup yang harmonis.

Komsos adalah salah satu media Babinsa untuk mengenal warganya lebih dekat lagi dan sebagai sarana silaturahmi kepada warga binaannya agar warga menjadi lebih dekat dan akrab dengan Babinsanya. Selain itu kegiatan Komsos ini bertujuan untuk mencari informasi dan mengetahui perkembangan situasi di wilayah Desa binaan


Kegiatan Komsos ini dilakukan karena sudah menjadi tugas pokok sebagai seorang Babinsa yang senantiasa melaksanakan Komsos atau anjangsana untuk mencari informasi dan sebagai sarana bersilaturahmi kepada warga binaannya supaya lebih dekat dan akrab serta bisa menjalin kebersamaan.

"Kegiatan Komsos ini juga mencerminkan rasa kemanunggalan TNI khususnya Babinsa dengan masyarakat wilayah binaannya, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam setiap pelaksanaan tugas Babinsa di lapangan," ucapnya.

Kegiatan tersebut dilakukan agar menambah kedekatan dan mempererat silaturahmi kepada masyarakat supaya aktif dalam kegiatan sehari hari dengan membaur dengan masyarakat.

Kegiatan Komsos Dengan Masyarakat hari ini berlangsung dengan lancar tertib dan sukses.(Arif Sape/MDG.04)

Koramil 1608-01/ Rasanae Panen Raya Padi Dukung Program Ketahanan Pangan


Danramil 1608-01/ Rasanae Kapten Inf Seninot. S beserta anggota, Camat Raba, Lurah Rabangodu Utara dan PPL Rabangodu Utara melaksanakan kegiatan Panen Raya Padi dalam rangka mendukung program unggulan ketahanan pangan Kodim 1608/Bima Tahun 2024, bertempat di Lokasi So La Sangga Kel. Rabangodu Utara Kec. Raba Kota Bima. Minggu, (01/09/24).

Kegiatan ketahanan pangan Kodim 1608 /Bima Koramil 01/Rasanae, selain membantu pemerintah juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan secara maksimal untuk membantu kesejahteraan para petani di wilayah.

Hadir dalam kegiatan Panen Raya, Danramil 01/Rasanae Kapten Inf. Seninot. S, Camat Raba Faruk Irfan,.S.IP, Lurah Rabangodu Utara, PPL Rabangodu, Danposramil Mpunda Peltu Imran, Danposramil Raba Serma Arif B., Danpos Asakota Pelda Arif R, Pok Tani So Lasangga dan anggota Koramil 01/Rasanae.

Pada kesempatan itu, Danramil 01/Kapten Inf. Seninot S menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan TNI khususnya prajurit kewilayahan yaitu Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan 

“Dengan semangat ikut serta terjun langsung ke sawah membantu para petani desa binaannya saat memanen padi, Inilah wujud nyata yang dilakukan oleh Babinsa kepada para petani warga desa binaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa luas panen padi warga binaan seluas 2,7 Ha kemudian menjadi harapan untuk menjaga ketersediaan pangan secara Nasional dan harus memperhatikan kesejahteraan petani dengan menjaga kestabilan harga jual produk pertanian baik padi,” tutupnya.

Kegiatan ketahanan pangan merupakan program TNI AD selain membantu pemerintah juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang ada di wilayah guna membantu kesejahteraan para petani di wilayah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Kodim 1608/Bima dengan pemerintah guna mewujudkan Swasembada Pangan Nasional,


Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Andi Lulianto,.S.Kom.M.M menekankan bahwa pendampingan oleh Babinsa tidak hanya berhenti pada proses penanaman, tetapi berlangsung terus menerus, mulai dari masa tanam hingga panen. Dandim menyatakan kesiapannya untuk mendukung program swasembada pangan nasional dan lokal guna meningkatkan perekonomian dan ketersediaan logistik sesuai dengan kearifan lokal.

Harapannya kegiatan seperti ini mencerminkan semangat gotong-royong dan kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program-program ketahanan pangan. “Babinsa tetap berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini demi kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat,” pungkasnya. (MDG 023)

HUT Polwan ke-76, Polresta Bandar Lampung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Way Laga.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Sebagai Bentuk Dedikasi dan Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau, Polresta Bandar Lampung merayakan HUT Polwan ke-76 dengan aksi nyata. 

Warga Kelurahan Way Laga RT 05, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, yang menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau, menjadi sasaran bantuan ini.

Bantuan air bersih tersebut sangat dinantikan oleh warga yang harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan pasokan air. 

Wiwit (50), seorang warga, menggambarkan betapa sulitnya kondisi saat ini. "Kalau musim kemarau seperti ini, air sangat sulit didapat. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami terpaksa membeli air galon isi ulang, kadang itu pun hanya cukup untuk mandi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Kami harus irit, menyiapkan 5 galon untuk keperluan yang bisa bertahan 2-3 hari," ungkapnya, Sabtu (31/8/2024).

Wiwit juga menjelaskan bahwa meskipun ada sumur di wilayah tersebut, sumur itu tidak berfungsi baik saat musim kemarau. 

"Bantuan dari BPBD Bandar Lampung dan beberapa pabrik memang ada, tapi ya kebutuhan air kami kadang cukup, kadang tidak," tambahnya.

Merespons situasi ini, Polresta Bandar Lampung bergerak cepat dengan mendistribusikan 7 ton air bersih menggunakan water canon kepada warga Kelurahan Way Laga. 

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari perayaan HUT Polwan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

"Kami membagikan 7 ton air bersih menggunakan water canon di Kelurahan Way Laga. Kami merasa senang melihat antusiasme warga yang sangat membutuhkan bantuan ini," ujar Kapolresta.

Lebih lanjut, Kapolresta Abdul Waras menjelaskan bahwa tindakan ini didasarkan pada arahan Kapolda Lampung, yang mendorong jajarannya untuk berempati kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama menjelang musim kemarau. 

"Kami akan terus memantau wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Masyarakat dapat menghubungi kami di 110 atau melalui WA di 081272001999," jelasnya.

Warga Way Laga berharap agar bantuan ini bisa menjadi langkah awal untuk solusi jangka panjang, seperti pembuatan sumur bor, yang dapat mengatasi masalah kekeringan yang terus berulang setiap tahun. 

"Kalau kita dibantu dibuatkan sumur bor, Alhamdulillah. Semoga saja," kata Wiwit dengan penuh harapan.

Tindakan cepat dan penuh empati dari Polresta Bandar Lampung ini memberikan harapan baru bagi warga Way Laga yang selama ini berjuang menghadapi kekeringan. 

Dengan semangat HUT Polwan ke-76, Polri terus menunjukkan kepedulian dan dedikasinya kepada masyarakat. ( Fs/Red )

Hanya Butuh Waktu 1X24 Jam, Terduga Pelaku Penganiayaan di Desa Ngembe di Borgol Tim Puma Polres Bima


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global-id. Hanya butuh waktu 1X24 Jam Tim Puma Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Bima Polda NTB berhasil meringkus terduga pelaku penganiayan di desa Ngembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Kasus Penganiayaan yang menyebabkan Korban berinisial KM (L/30) meninggal dunia itu diduga kuat dilakukan oleh terduga pelaku berinisial MW (L/30) yang juga merupakan warga Desa setempat.

Terduga Pelaku ini usai menganiaya korban langsung melarikan diri/ kabur dan kasus tersebut terjadi pada Jum,at (30/08/24) sekira pukul 15.00. WITA.

Kasat Reskrim polres Bima Iptu Abdul Malik SH menindak lanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan Karim Puma Aiptu Gatot Wahyudi SH untuk melakukan serangkaian penyelidikan dan segera meringkus terduga pelaku.

Rangkaian penyelidikan guna membuat terang peristiwa dilakukan oleh Tim puma Polres Bima.

Tepatnya pada Sabtu (31/08/24) sekira pukul 16. 30. WITA tim berhasil mengendus keberadaan terduga pelaku di tempat persembunyiannya desa oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima/ wilayah hukum Polres Kota Bima.

Tanpa membuang waktu tim puma yang tidak mau buruannya itu langsung bergerak menuju TKP.

Sesampainya di TKP tim kembali melakukan penyelidikan dan beberapa saat kemudian tim berhasil mengamankan terduga pelaku di tempat persembunyiannya di salah satu gubuk diarea Persawahan warga sekitar.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Malik SH.

"Benar yang bersangkutan telah kami amankan di tempat persembunyiannya di area persawahan Desa oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima". Ujar Kapolres.

Terduga Pelaku ini diamankan setelah diburu selama 1X24 Jam.

Untuk itu Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., kembali menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak keluarga agar menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak Kepolisian dan tidak boleh main hakim sendiri.

"Serahkan dan percayakan ke Pihak Kepolisian dan kasus ini akan usut tuntas". Tegas Kapolres.

Saat ini terduga pelaku diamankan di Mapolres Bima untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diproses hukum lebih lanjut Tutupnya. (MDG 023)

Pemdes Na,e Bersama Komunitas Sampela Kampo Na,e Gelar Lomba Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT RI KE-79


Sape Bima.NTB.Media Dinamika Global.id.Dalam Rangka Semarak dan Memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT) RI KE-79 Tahun 2024 Pemerintah Desa Na,e Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB Bersama Pemuda/Pemudi Dalam Komunitas Sampela Kampo Na,e Menggelar Kegiatan Gerak Jalan Indah Mulai dari tingkat anak-anak,Remaja, Pemuda dan tentunya juga Ibu-ibu.(Sabtu.31/08/2024)


Nampak terlihat Kepala Desa Na,e (H.Syahbudin) Melepas dengan penuh Semangat Peserta Lomba Gerak Jalan indah/Bebas yang di ikuti oleh 12 Regu yang terdiri dari 6 Regu anak-anak dan 6 Regu Ibu-ibu.


Saat Lomba Berlangsung Pemerintah Desa Na,e Menghadirkan Grub Dram Band dari MAN 2 BIMA yang sudah sangat Mahir dan Profesional dalam Memainkan setiap irama dan nada-nada indahnya sekaligus mengawali,dengan adanya suara Dram Band tentunya akan semakin menambah kemeriahan acara sehingga masyarakat yang menonton juga ikut merasa terhibur baik penonton atau masyarakat dari Desa Setempat maupun Masyarakat Desa tetangga.

Sedangkan dalam penilaian lomba Gerak jalan indah ini, Pemerintah Desa Setempat bersama Komunitas Sampela Kampo Na,e Menghadirkan Juri dari Babinsa dan anggota Koramil 1608-03/Sape bersama Bhabinkamtibmas dan Anggota Polsek Sape.



Pantauan awak media rute yang dilewati oleh seluruh peserta Lomba Gerak Jalan Star di Depan Balai Desa Na,e melewati Jalan Raya mengelilingi Desa Na,e hingga melewati jalan raya ke arah desa Sangia dan memutar balik sampai ke Garis Finish Depan Balai Desa Na,e.

Setelah Lomba Berlangsung dan Berdasarkan Penilaian Para Tim Juri Peserta Lomba langsung menerima hadia bersamaan penerimaan hadiah bagi lomba - lomba lain yang sudah di gelar pada beberapa hari sebelumnya antara lain Lomba Lari Karung,Lomba makan Kerupuk,Lomba makan biskuit, Lomba Tarik Tambang,dll

Berdasarkan informasi yang kami himpun seluruh mata lomba yang di gelar dalam semarak dan memeriahkan HUT RI KE-79 Tahun ini di dana oleh Dana Desa 2024.

Kepala Desa Na,e (H.Syahbudin) Dalam Sambutan nya menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat desa Na,e terutama kepada Pihak Panitia Dan Sampela Kampo Na,e yang sudah bersama sama Mengsukseska seluruh kegiatan semarak HUT RI KE-79 mulai dari awal sampai pada hari ini.insya Allah tahun depan akan lebih meriah lagi.Tutur kades.

Kegiatan Berlangsung dengan lancar, tertib dan sukses.(Arif Sape/MDG.04)

Tak Butuh Waktu Lama Jadi Kepsek, Yunus Mampu Ciptakan Lingkungan Sekolah Bersih, Nyaman dan Aman


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global-id.. Tak butuh waktu lama menjabat sebagai Kepala SDN Inpres Monta, Yunus, S.Pd langsung mengambil langkah dan menciptakan berbagai perubahan, yang diantaranya dalam menata lingkungan Sekolah sehingga terlihat bersih dan indah. 

Apa yang dilakukan Pak Yunus, S.Pd selaku Kepala SDN Inpres Monta ini semata-mata agar para siswa merasa nyaman serta semangat.

Dan benar saja, melalui  awak media ini Yunus, S.Pd menjelaskan bahwa, Kepala Sekolah sebagai edukator, maka Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolah, serta bisa menciptakan iklim yang kondusif di sekolah baik di dalam maupun di luarnya, pungkasnya, Kamis, 29/08/24).

Selain menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan bersih. Kepsek baru tersebut, juga merubah fisik halaman sekolah menjadi terlihat tapi dan indah, yang awalnya penuh dengan kerikil dan debu, kini ia pasang paving blok, sehingga para siswa merasa nyaman ketika bermain dihalaman sekolah tersebut.

Dikatakannya, meski anggaran yang kami gunakan ini bukan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos), tapi ini adalah hasil perjuangan kami di yang ada di SDN Inpres Monta, melalui Aspirasi dari salah satu Anggota DPRD Kabupaten Bima.

Kenapa ini dilakukan menurutnya, karena kita tidak selalu mengandalkan Dana Bos untuk membuat sekolah jadi Indah, tentunya ada langkah serta strategi yang harus dilakukan, jelasnya.

Bahkan lanjutnya, selain paving blok dari Aspirasi Dewan, kami juga ada upaya melalui Dana Bos yang disiapkan selama dalam pencarian, sedikit demi sedikit kami juga melakukan penataan taman, pagar, dan kedepannya kami akan membangun tugu di pintu masuk, serta melakukan penataan lapangan Voli dengan Cat berwarna warni di atas paving yang terpasang. Dan ini sudah kami sepakati bersama saat rapat, terangnya.


Terakhir, selain upaya saya menyisipkan Dana Bos untuk melakukan perawatan ringan sekolah, saya berharap kedepannya dengan orang yang sama, bisa melakukan rehabilitasi tiga ruang kelas SDN Inpres Monta ini, karena menurut saya ketiganya dianggap sudah tidak layak.

Tapi Alhamdulillah, kemarin sempat dikatakannya, kalau tidak ada halangan Insya Allah akan dikerjakannya, kita doakan saja semoga terlaksana, kami akan terus berjuang demi kemajuan dunia pendidikan di SDN Inpres Monta tentunya, tutup Yunus (MDG 023))

MIO NTB Kunjungi Rumah Adat Ende Lombok Tengah


L
ombok Tengah, Media Dinamika Global.Id._ DPW MIO NTB dan DPD MIO se-NTB mengunjungi Kampung sasak Ende di Sengkol kecamatan Ende kabupaten Lombok Tengah. Sabtu (31/08).

Puluhan peserta dari pengurus MIO Kabupaten Kota se-NTB menggunakan kendaraan bus pariwisata yang disupport oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. 

Ketua MIO NTB, Feryal MP, mengatakan, on day trip tersebut adalah bagian dari Rakerwil untuk memberikan waktu kepada para peserta khususnya yang dari luar Lombok melihat dan menikmati pariwisata dan Sirkuit MotoGP. 

"Selain refresing, teman-teman ini bisa melihat dan menikmati pariwisata di Lombok sehingga mereka nantinya bisa menceritakan segala hal yang mereka lihat pada saat trip tersebut," ujar Feryal.

Sementara, Pemandu lokal setempat, Loleh mengucapkan, terimakasih kepada MIO NTB serta rombongan sudah berkunjung di kampung adat Ende.

"Kami apresiasi atas kehadiran teman-teman semua," ucapnya.

Loleh alias Ama Iji, menceritakan historis kampung sasak Ende, Sasak merupakan nama suku asli nama bahasa lokal yang kami gunakan di Lombok dan nama Ende  ini adalah pelindung, jadi Ende Ini MELINDUNGI atau melestarikan rumah adat yang ada di Lombok.

"Seperti dilihat oleh teman-teman adalah Rumah Adat," tuturnya.

Lanjutnya, mengenai bangunan yang ada di depan kita, jadi ini semua merupakan rumah adatnya dan ini masih dihuni sampai sekarang, bukan hanya untuk tulis tetapi untuk dua-duanya untuk tulis sekaligus sebagai tempat tinggal yang sesungguhnya, dalam bahasa Sasak ini adalah mata pencaharian semua penduduk yang ada disini.

"Mayoritas masyarakat disini adalah petani, maka rumahnya dinamakan balitani," tuturnya.

Sambungnya, mengapa kampung ini yang dinamakan Ende karena pada zaman dahulu kala ketika banyak kriminal-kriminal jadi disini ada yang hidup seorang pepadu dalam bahasa Sasak pelindung, jadi sesuai dengan presial disini.

"Presial dalam bahasa sasak menjadi pelindung," pungkasnya.

Kemudian semua rombongan MIO NTB keliling semua rumah adat Eden. Lantai rumah adat ini dibuat dari tanah liat dan kotoran sapi atau kerbau serta air.

"Perawatan satu kali seminggu karena lantai akan retak, perawatan retak ini, pakai koran sapi dan air saja".

Lalu masyarakat setempat menyambut rombongan dengan adat sasak, tarian dan prasian.

Terus rombongan pulang dan menuju ke sirkuit Mandalika.

Pewarta: Surya Ghempar.

MIO NTB Kunjungi Rumah Adat Ende Loteng


L
ombok Tengah, Media Dinamika Global.Id._ DPW MIO NTB dan DPD MIO se-NTB mengunjungi Kampung sasak Ende di Sengkol kecamatan Ende kabupaten Lombok Tengah. Sabtu (31/08).

Puluhan peserta dari pengurus MIO Kabupaten Kota se-NTB menggunakan kendaraan bus pariwisata yang disupport oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. 

Ketua MIO NTB, Feryal MP, mengatakan, on day trip tersebut adalah bagian dari Rakerwil untuk memberikan waktu kepada para peserta khususnya yang dari luar Lombok melihat dan menikmati pariwisata dan Sirkuit MotoGP. 

"Selain refresing, teman-teman ini bisa melihat dan menikmati pariwisata di Lombok sehingga mereka nantinya bisa menceritakan segala hal yang mereka lihat pada saat trip tersebut," ujar Feryal.

Sementara, Gayt lokal, Loleh mengucapkan, terimakasih kepada MIO NTB serta rombongan sudah berkunjung di kampung adat Ende.

"Kami apresiasi atas kehadiran teman-teman semua," ucapnya.

Loleh alias Ama Iji, menceritakan historis kampung sasak Ende, Sasak merupakan nama suku asli nama bahasa lokal yang kami gunakan di Lombok dan nama Ende  ini adalah pelindung, jadi Ende Ini MELINDUNGI atau melestarikan rumah adat yang ada di Lombok.

"Seperti dilihat oleh teman-teman adalah Rumah Adat," tuturnya.

Lanjutnya, mengenai bangunan yang ada di depan kita, jadi ini semua merupakan rumah adatnya dan ini masih dihuni sampai sekarang, bukan hanya untuk tulis tetapi untuk dua-duanya untuk tulis sekaligus sebagai tempat tinggal yang sesungguhnya, dalam bahasa Sasak ini adalah mata pencaharian semua penduduk yang ada disini.

"Mayoritas masyarakat disini adalah petani, maka rumahnya dinamakan balitani," tuturnya.

Sambungnya, mengapa Kampung ini yang dinamakan Ende karena pada zaman dahulu kala ketika banyak kriminal-kriminal jadi disini ada yang hidup seorang pepadu dalam bahasa Sasak pelindung, jadi sesuai dengan presial disini.

"Presial dalam bahasa sasak menjadi pelindung," pungkasnya.

Kemudian semua rombongan MIO NTB keliling semua rumah adat Eden. Lantai rumah adat ini dibuat dari tanah liat dan kotoran sapi atau kerbau serta air.

"Perawatan satu kali seminggu karena lantai akan retak, perawatan retak ini, pakai koran sapi dan air saja".

Lalu masyarakat setempat menyambut rombongan dengan adat sasak, tarian dan prasian.

Terus rombongan pulang dan menuju ke sirkuit Mandalika.

Pewarta: Surya Ghempar.