Media Dinamika Global: Sosok
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2026

Sekolah Vokasi Pakuan Jadi Pusat Pengabdian: Workshop Pemrograman Robot Obstacle Avoidance dari D4 Kecerdasan Buatan dan Robotika

 

Foto bersama Dosen dan Peserta Workshop


Bogor, MDG — Sebanyak 20 siswa dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mitra mengikuti Workshop Perakitan dan Pemrograman Mobile Robotik yang diselenggarakan oleh Program Studi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotika (KBR), Sabtu (13/6/2026). Bertempat di Laboratorium Hardware dan Software Sekolah Vokasi, kegiatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan teknologi otomasi di institusi pendidikan menengah sekaligus menjadi bukti optimalisasi sarana prasarana kampus untuk kepentingan publik.

Ketua Program Studi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotik, Fikri Adzikri, ST., MT., yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa workshop ini merupakan wujud nyata hilirisasi kepakaran dosen di era disrupsi industri.

"Kami melihat banyak sekolah menengah memiliki antusiasme tinggi tetapi terbatas akses terhadap perangkat robotika mutakhir. Melalui skema shared facilities, kami membuka laboratorium dan perangkat mikrokontroler, sensor, dan komponen elektronika lainnya untuk digunakan langsung oleh para siswa. Ini adalah kontribusi nyata Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus pemenuhan standar mutu akreditasi prodi," ujar Fikri saat membuka acara.

Penyampaian Materi Workshop oleh Instruktur

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB ini menghadirkan instruktur ahli, Mu'amar Fadlil, ST., MT., CEH. Para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi langsung merakit robot beroda tiga (obstacle avoidance) dari awal. Mereka mempelajari prinsip kerja sensor ultrasonik yang meniru sistem ekolokasi kelelawar, yaitu mendeteksi rintangan berdasarkan waktu tempuh pantulan gelombang suara (time-of-flight).

"Robot yang kalian buat hari ini adalah miniatur dari Autonomous Mobile Robot (AMR) yang digunakan di industri manufaktur dan logistik. Prinsipnya sama: sense (mendeteksi), think (memproses di ESP32), lalu act (bergerak menghindar). Ini fondasi teknologi otonom yang kelak akan kalian temui di dunia kerja," jelas Mu'amar di hadapan peserta.

Praktik Merakit Mobile Robot "Obstacle Avoidance"

Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya karena untuk pertama kalinya dapat memprogram logika navigasi robot secara langsung. Dalam sesi inti, peserta diajarkan mengunggah kode program ke mikrokontroler ESP32, mengatur sinyal PWM untuk kecepatan motor, serta menulis logika if-else untuk mengambil keputusan belok saat jarak dengan rintangan kurang dari 30 sentimeter.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi internal program studi. Selain melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat, workshop ini menghasilkan bukti empiris pemanfaatan fasilitas laboratorium robotika terapan. Hal tersebut merupakan indikator kinerja krusial dalam instrumen akreditasi program studi vokasi, khususnya terkait keterlibatan Dosen Tetap Perguruan Tinggi (DTPR) dan optimalisasi sarana prasarana PkM.

Penyerahan Sertifikat oleh Ketua Prodi D4 KBR kepada Instruktur

Pelaksanaan workshop yang didukung penuh oleh tim dosen dan mahasiswa, termasuk Ariel Alfaro, S.Kom., MSI. sebagai koordinator acara dan Adi Susila Putera, S.Kom., M.Kom. selaku koordinator perlengkapan, berjalan interaktif. Setelah sesi perakitan dan pemrograman, robot-robot buatan para siswa diuji coba di lintasan sederhana untuk menguji ketepatan logika penghindaran rintangan.

Simbolis Penyerahan Sertifikat oleh PIC Laboratorium Prodi D4 KBR kepada Peserta

Melalui kegiatan ini, Prodi D4 Kecerdasan Buatan dan Robotik berharap dapat terus mencetak generasi muda yang siap bersaing di era otomasi, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi vokasi hadir sebagai solusi bagi tantangan teknologi di masyarakat. (Red)

Sabtu, 01 Februari 2025

Irjenpol Imam Sugianto Dirotasi Menjadi AstamaOps Kapolri, Irjenpol Abdul Karim Kadiv Propam Layak Ditunjuk Menjadi Kapolda Jatim





JAKARTA Media Dinamika Global.id
 Kapolri lakukan rotasi sejumlah jabatan perwira tinggi diantaranya Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto dimutasi menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (AstamaOps) Kapolri dan untuk mutasi Kapolda Jatim tertuang dalam surat telegram bernomor ST/200/I/KEP/2025. surat telegram mutasi ini diterbitkan, Jumat (31/1/2025).

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Imam Sugianto diangkat dalam jabatan baru sebagai AstamaOps Kapolri," bunyi surat tersebut. Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto menggantikan Komjen Verdianto Iskandar Bitticaca yang dimutasi sebagai Pati StamaOps Polri dalam rangka pensiun.

Pasalnya mencuat terdapat 3 nama perwira tinggi Polri yang akan mengisi jabatan sebagai Kapolda Jatim, di antaranya :

1. Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si
2. Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Akhmad Wiyagus
3. Deputi Penindakan KPK, Irjen. Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H."

Menanggapi Rotasi Kapolda Jatim Irjenpol Imam Sugianto sebagai AstamaOps Kapolri, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Kapolda Jatim baru yang berjiwa Patriot dan paham Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 sehingga masyarakat Jawa Timur merasa memiliki pimpinan polisi yang sesungguhnya alias bukan boneka pusat," kata Hosen KAKI, Sabtu (01/02/2025).

KAKI sarankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencari Kapolda Jatim baru Pengganti Irjenpol Imam Sugianto merupakan polisi yang pengalaman dalam dunia Reserse serta menguasai lapangan, menimal jajaran kepolisian MABES POLRI yang pernah bertugas di Kepolisian Polda Jawa Timur atau kelahiran Surabaya dengan kategori memiliki kemampuan SDM bukan karena Tinggi Jabatan," urainya.

         KAKI menilai layak ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai pengganti Kapolda Jatim Irjenpol Imam Sugianto adalah Irjen. Pol. Abdul Karim (lahir 28 Februari 1974) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 26 Juni 2024 menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri. Abdul Karim, lulusan Akpol 1995 (Patriatama) ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Banten.

Kepolisian Polda Jatim butuh sosok pemimpin yang berjiwa Patriot dalam menegakkan Kebenaran dan Keadilan menindak tegas Kriminal dan memberantas Korupsi sebagai bentuk menjalankan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan siap menuntaskan berbagai macam kasus yang merupakan Pemerintah maupun masyarakat di Jawa Timur.

"Kendati demikian, masyarakat Jawa Timur menginginkan Pucuk pimpinan Kepolisian Polda Jatim yang tegas dan profesional dalam melaksanakan tugas sebagai alat negara serta Welcome humanis dan tidak membisu tatkala ada klarifikasi. Karena biasanya sekelas Kapolda jual mahal dan tidak mau menanggapi koordinasi dari teman teman pergerakan," sebut Hosen KAKI.

"Sebagai penyambung Aspirasi masyarakat Jatim, KAKI harap Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo dikala menunjuk siapapun menjadi Kapolda Jatim baru bukan menjadi boneka pusat, dalam artian, tidak punya kebijakan khusus sebagai kepala kepolisian Daerah sehingga kemandirian goyah dan gagal  mengemban tugas negara karena harus menunggu petunjuk atasan dalam menentukan sikap," ungkap Hosen KAKI. 
Netti