Media Dinamika Global: Politik
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2026

Hari Ini, Partai Gerakan Perubahan Didaftarkan Di Kesbangpol Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Hari Ini, Partai Gerakan Perubahan Didaftarkan Di Kesbangpol Kota Bima. Penyampaian Surat Pendaftaran Partai Politik Partai Gerakan Perubahan Administratur Politik Daerah (APD/DPD) Kota Bima Partai Gerakan Perubahan kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bima yang diterima Kepala Bidang Politik H. Khairil.

Penyampaian Surat oleh Ketua APD PGP Kota Bima didampingi Ketua-Ketua Administratur Politik Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, dan APC Raba. Senin, 16 Maret 2026

Ketua Umum APD PGP Kota Bima pada Media ini mengatakan rasa terimakasih nya kepada semua Pengurus yang ada Kota Bima yang terdiri dari Enam Kecamatan yakni, Asakota, Rasanae Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur yang telah membantu menyelesaikan tahapan dan proses yang amat panjang hingga mencapai titik yang pada hari ini kita saksikan bersama yaitu Pendaftaran Partai Politik baru ke Kesbangpol Kota Bima.

Ucapan terimakasih juga kami tak lupa kepada Kepala Kesbangpol Kota Bima yang telah menerima dan memverifikasi Dokumen-dokumen yang kami berikan, agar di telah mulai dari Struktur Kepengurusan hingga Kantor Domisili Tetap bahkan Dokumen lain yang diperlukan, tentunya.


Pada Media ini saya ingin menceritakan bagaimana awal mulanya Partai ini berdiri dan atau di dirikan bahwa Ketua Umumnya adalah yang dulu mendirikan PAN. Setelah PAN gabung dengan kekuasaan oligarki beliau mundur karena kalau sudah masuk lingkungan kekuasaan tidak mungkin bisa melakukan perubahan, makanya beliau keluar. 

Kemudian bersama H.Amin Rais membentuk Partai UMMAT. Karena Partai UMMAT ini adalah /dibawa menjadi Partai keluarga oleh H.Amin Rais, maka beliau pun mundur dari Partai Ummat dan oleh rekan perwakilan Relawan Anies dulu yang sdh gabung dengan Partai Perubahan dan Partai Perubahan pecah, maka teman ini menghubungi beliau dan minta bergabung membentuk Partai Gerakan Perubahan (PGP) dan beliau bersedia asalkan PGP Betul-betul melakukan perubahan di NKRI ini.

Setelah ada kesepakatan, beliau meminjamkan gedung Lantai 5 di Jakarta Barat untuk Kantor Sekretariat Pusat PGP. Di Kantor ini juga ada disediakan kamar tidur bagi rekan-rekan dari daerah yang kebetulan ke Jakarta bisa nginap disana. Nama Ketum PGP adalah AGUNG MOZIN. Beliau juga Pengurus ICMI Pusat.


Ya, bahwa Sesuai AD/ART PGP.. Untuk membedakan dengan Partai lain termasuk dlm pemahamannya, maka istilah-istilah tersebut adalah : DPP diganti dengan *ADMINISTRATUR POLITIK NASIONAL (APN)*.  DPW diganti dengan *ADMINISTRATUR POLITIK WILAYAH (APW)* DPD diganti dengan *ADMINISTRATUR POLITIK DAERAH (APD)* dan DPC diganti dengan *ADMINISTRATUR POLITIK CABANG (APC).* Penjelasan lengkap kenapa pergantian ini, ada dalam AD/ART PGP. Ceritanya.(Team).

Rabu, 04 Maret 2026

DPD PAN Kab. Bima Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga


Bima, Media Dinamika Global.Id.– Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima bersama anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima turun langsung ke jalan menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat, Rabu (4/3/2026) sore.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Sekretariat DPD PAN Desa Panda, Kabupaten Bima tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, M. Aditya Ardin, serta Sekretaris Jenderal DPW PAN NTB yang juga Bupati Bima, Ady Mahyudi.

Dalam kegiatan bertajuk “PAN Berbagi”, para pengurus dan kader partai berlambang matahari itu membagikan ratusan paket takjil serta minyak goreng kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.

Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, M. Aditya Ardin, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bagian dari program sosial PAN yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia selama bulan suci Ramadan.

“Program PAN berbagi ini dilaksanakan secara nasional. Khusus di Kabupaten Bima hari ini kami menyiapkan ratusan paket takjil dan minyak goreng untuk masyarakat,” ujar Aditya Ardin di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PAN kepada masyarakat sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi dengan warga di bulan suci Ramadan.

Selain Aditya Ardin dan Ady Mahyudi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciyanti, Anggota Fraksi PAN H. Adlan, Sekjen DPD PAN Kabupaten Bima Sukrin HT, serta Bendahara DPD PAN Saifullah, SH.

Para pengurus dan kader PAN tampak turun langsung ke jalan membagikan paket takjil dan minyak goreng kepada warga, pengguna jalan, pengendara sepeda motor, hingga penumpang mobil yang melintas di depan Sekretariat DPD PAN Kabupaten Bima.

Aksi sosial tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang melintas, terutama para pengendara yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026

HUT Ke-19 Partai Hanura Digelar Sederhana, Hanura Beri Bantuan Penggali Kubur dan Bilal Mayat


Medan. Media Dinamika Global.id. DPD Hanura Sumut menggelar ulang tahun ke-19 Partai Hanura sekaligus peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Dalam acara yang diselenggarakan cukup sederhana di kediaman, Anggota DPRD Deliserdang Partai Hanura, Junaidi, SH di Komplek Mutiara Palace Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Percut Seituan ini sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada para penggali kubur, Bilal mayat dan kain duafa. 

Sekretaris DPD Hanura Sumut, Ir H, Dasril, MM pada wartawan, Jumat (16/1) mengatakan, sesuai instruksi DPP mengingat situasi negara kita sedang berduka karena bencana Sumatera yang terjadi beberapa waktu lalu, acara HUT Ke-19 Partai Hanura kita selenggarakan secara sederhana. "Ini merupakan bentuk empati kita terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana. Jadi kita tidak mau menyelenggarakan HUT Partai dengan bermewah-mewahan dan berhura-hura,"jelasnya. 

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Bidang Internal, DPD Hanura Sumut, Dr Safrizal, Anggota DPRD Deliserdang dari Partai PDIP, Agustiawan Saragih, Anggota DPRD Deliserdang dari Partai Golkar, Hamdani, Plt Ketua DPX Hanura Deliserdang, Susi Sander jajaran Pengurus DPD Hanura Sumut, Pengurus PAC PP, para kepala desa dan tamu undangan lainnya.

H Dasril juga berharap di usia Partai Hanura yang menginjak usia 19 tahun ini, Partai Hanura bisa berjaya. Karena selama ini Partai Hanura di Deliserdang hanya 2 kursi saja yang duduk di DPRD Deliserdang. Harapannya ke depan semoga di DPRD Deliserdang bisa mencapai 6 kursi. 

Kita dari DPD ke depan akan terus turun ke bawah melakukan konsolidasi. Seperti acara yang kita gelar pada hari ini, ada menyalurkan bantuan untuk masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian kita pada masyarakat. 

Sementara, Anggota DPRD Deliserdang dari Partai Hanura, Junaidi, SH, menambahkan, target pada Pemilu 2029 Hanura di DPRD Deliserdang harus bisa mencapai 1 Fraksi. 

"Kita terus membina kader-kader sampai ke tingkat basis, membentuk perkumpulan dan simpul-simpul untuk mendulang suara nantinya di 2029,"tukasnya. 

Sementara, Ustaz Muhammad Ali Hasibuan, MPd dalam tausiyahnya menjelaskan, Israj Mi'raj intinya salat. Jadi sebagai umat muslim kita wajib mengerjakan salat. Ustaz Ali juga menyampaikan salah satu rahasia rumah tangga nabi bahagia karena nabi selalu bersikap romantis pada istrinya. "Bersyukur dan berterimakasih ketika kita bisa memberi orang lain,"jelasnya. (Tim)

Jumat, 09 Januari 2026

Kisruh Penolakan APBD oleh Unsur Pimpinan DPRD, Pemkab Bima Berikan Penjelasan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Terkait adanya pemberitaan tentang cacat prosedural karena APBD ditolak oleh unsur DPRD dengan ini disampaikan bahwa: 

Semua tahapan pembahasan dokumen APBD mengikuti mekanisme yang diatur oleh alat kelengkapan Dewan itu sendiri. Jadi tidak ada pembahasan dokumen penganggaran yang dilakukan di luar mekaniknisme yang telah ditetapkan bersama antara eksekutif dengan legislatif.

Terkait dengan hal tersebut perlu disampaikan bahwa APBD Kabupaten Bima TA. 2026 telah dilakukan penetapan oleh Bupati Bima melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 dan kemudian diundangkan dalam Lembaran Daerah Nomor 4 Tahun 2025.

Perda tersebut, ditetapkan setelah melalui tahapan pembahasan bersama Eksekutif dengan DPRD, mulai dari Badan Musyawarah (Banmus) hingga Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kabupaten Bima Masa Sidang III dengan agenda Penyampaian Laporan Banggar terhadap Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten Bima TA. 2026, Penandatangan Keputusan DPRD Kabupaten Bima dan Penyampaian Pendapat Akhir Kepala Daerah yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 28 November 2025.

Sesuai amanat Pasal 112 PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Eksekutif menyampaikan dokumen Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten Bima TA. 2026 kepada Gubernur untuk dilakukan evaluasi, dimana dokumen beserta kelengkapan kertas kerjanya resmi diterima oleh tim evaluator provinsi pada BEKK BPKAD Provinsi NTB pada hari Rabu tanggal 3 Desember 2026. Untuk kemudian pada Jum’at tanggal 19 Desember 2026 Pemkab Bima menerima Salinan Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.31-677 Tahun 2025 tentang Evaluasi Rancangan Perda dimaksud secara daring melalui pelaksanaan Zoom Meeting.

Menindaklanjuti Keputusan Gubernur NTB tentang Evaluasi dimaksud, Pemkab Bima melalui TAPD selanjutnya melakukan penyempurnaan agar selaras dengan perintah amanat evaluasi provinsi secara online, intens dan mendetail bersama Tim Evaluasi Provinsi. Kemudian, Pemkab Bima bersurat kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Bima Nomor 903.122.07.3/2025 tanggal 22 Desember 2026 perihal Penyampaian Hasil Evaluasi Raperda APBD TA. 2026.

Tahapan pelaksanaan penyempurnaan hasil evaluasi provinsi telah dipenuhi dengan bukti terbitnya surat rekomendasi Tim Evaluator Provinsi yang ditujukan kepada Kepala Biro Hukum Setda Prov. NTB, kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Bima bersurat kepada Provinsi dengan Nomor 188/131/03.3/2025 tanggal 30 Desember 2025 perihal Mohon Nomor Register Peraturan Daerah dengan melampirkan Rekomendasi Tim Evaluator Provinsi berserta Keputusan Pimpinan DPRD Kabupaten Bima Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penyempurnaan Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bima tentang APBD Kabupaten Bima Tahun 2026 yang ditandatangani oleh 2 (dua) orang unsur Pimpinan DPRD. Kepala Biro Hukum Pemprov NTB menindaklanjutinya dengan memberikan nomor register melalui surat Nomor 100.3.2/865/KUM/2025 tanggal 30 Desember 2026 Perihal Pemberian Nomor Register Raperda Kabupaten Bima. 

Setelah mendapatkan Nomor Registrasi Raperda Kabupaten Bima dimaksud, Pemda Kabupaten Bima menetapkan Rancanngan Perda tentang APBD Kabupaten Bima TA. 2026 nya menjadi Perda tentang APBD Kabupaten Bima TA. 2026. Artinya, penetapan ini dilakukan atas dasar taat azas mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun demikian pemerintah daerah menghargai perbedaan pandangan dan dinamika yang muncul berkaitan dengan pembahasan produk hukum tersebut.

Demikian penjelasan ini disampaikan 

Terima Kasih, Suryadin/Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab. Bima.(Sekjend MDG)

Kamis, 08 Januari 2026

Saat Loyalis Kehabisan Panggung: Narasi Riza Fakhrumi Tahir Dinilai Merusuh Jelang Musda Golkar Sumut


Medan. Media Dinamika Global.id. Opini yang dilontarkan Riza Fakhrumi Tahir mengenai “nasib Hendri Sitorus makin tak jelas” kembali menuai kritik tajam dari kalangan internal Partai Golkar Sumatera Utara. Tulisan tersebut dinilai bukan analisis objektif, melainkan upaya membangun kegaduhan politik di tengah proses konsolidasi menjelang Musda. Kamis, (08/01/26)

Kritik kali ini datang dari Ir. Alpan Alpis, Pengurus Partai Golkar Deli Serdang sekaligus Sekretaris DPC Ormas MKGR Deli Serdang. Ia menilai narasi “nasib” yang dibangun Riza terlalu kental dengan diksi emosional dan amat miskin dasar keputusan organisasi.

“Ketika peluang politik di Musda tidak ada, sebagian orang memilih jalur opini untuk merusuh suasana. Ini bukan hal baru,” ujar Alpan, Kamis.

Ia menegaskan, publik pun memahami bahwa Riza selama ini dikenal sebagai figur yang berada dalam orbit politik Musa Rajekshah alias Ijeck. Karena itu, opini bernada pesimistis tersebut dinilai sarat kepentingan untuk mempertahankan pengaruh lama yang kian menyempit seiring menguatnya arus regenerasi Golkar Sumut.

“Musda itu forum resmi. Yang menentukan bukan loyalitas lama atau suara opini, tapi mekanisme dan keputusan kolektif. Kalau tidak punya tiket maju, jangan mengubah politik jadi cerita horor,” katanya menyindir.

Alpan juga menegaskan, hingga kini tidak ada satu pun keputusan resmi partai yang menyatakan masa depan politik Hendri Yanto Sitorus berakhir atau ‘tak jelas’. 

Karena itu, penggunaan istilah “nasib makin tak jelas” disebut sebagai bentuk cacat berpikir politik.

“Golkar bukan panggung mistis. Tidak ada ‘nasib’, yang ada aturan. Kalau aturan tidak berpihak, jangan diganti dengan ramalan,” tegasnya.

Kritik juga diarahkan pada penggunaan istilah seperti “boneka” dan “oligarki” dalam tulisan Riza. Menurut Alpan, diksi semacam itu lebih menyerupai provokasi daripada analisis yang berlandaskan fakta.

“Semakin keras istilah yang dipakai, semakin terlihat ketiadaan pijakan argumennya. Ini agitasi, bukan analisis,” tambahnya.

Lebih jauh, Alpan mengingatkan posisi moral seorang senior dalam politik.

“Sudahlah Om Riza, di hari tua ini kita jangan kerap memberi hal-hal mistis dan menanamkan ketakutan pada generasi berikutnya,” katanya lugas.

Ia melanjutkan, “Baiknya di usia sepuh ini, hati Pak Riza seharusnya dipenuhi prasangka-prasangka baik, bukan malah sebaliknya. Senior itu mestinya meneduhkan, bukan menghantui.”

Menurut Alpan, regenerasi Golkar tidak pernah ditentukan oleh opini pesimistis atau loyalitas masa lalu, melainkan oleh kerja nyata dan kepatuhan terhadap mekanisme partai.

“Musda bukan audisi opini. Yang lolos bukan yang paling ribut, tapi yang siap secara mekanisme. Saat peluang maju tak ada, merusuh dengan narasi bukanlah jalan terhormat,” pungkasnya. (Tim)

Rabu, 07 Januari 2026

Tim Kecamatan Woha Kecewa, Rotasi Pejabat Dinilai Abaikan SDM Tuan Rumah.


Tim Ady-Irfan Kecamatan Woha, Yusuf Hi.

Bima. Media Dinamika Global.Id_Sejumlah tim pendukung di Kecamatan Woha menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan Bupati Bima, Ady Mahyudi, pasca dilakukannya rotasi pejabat eselon II dan III. Kebijakan tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat perubahan yang selama ini digaungkan, khususnya dalam hal keberpihakan terhadap sumber daya manusia (SDM) lokal Woha sebagai tuan rumah ibu kota kabupaten.

Woha yang secara administratif dan historis menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bima justru merasa “terasing di rumah sendiri”. Dalam rotasi terbaru, hampir tidak terlihat figur-figur dari Woha yang mendapatkan kepercayaan strategis, padahal tidak sedikit SDM Woha yang dinilai mumpuni, berpengalaman, dan memiliki rekam jejak birokrasi yang jelas.

“Perubahan yang kami tunggu itu seperti apa? Kami ikut berjuang, ikut mendukung, bahkan ikut mempertaruhkan waktu dan energi hingga beliau menang, karena kami percaya akan ada perubahan menyeluruh. Namun kenyataannya, SDM Woha seolah tidak dilirik,” ujar salah satu perwakilan tim dengan nada kecewa.

Salah satu Tim Woha, Yusuf Hi, Menegaskan bahwa mereka memahami sepenuhnya hak prerogatif Bupati dalam melakukan rotasi dan mutasi pejabat. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa dalam konteks etika politik dan penghargaan terhadap perjuangan bersama, seharusnya ada ruang kompromi dan komunikasi yang dibangun, agar tidak melahirkan kekecewaan kolektif yang berpotensi memicu kegaduhan di akar rumput.

“Kami tidak pernah berniat, apalagi berani, mengintervensi kewenangan Bupati. Insya Allah itu tidak mungkin. Tapi jangan juga mengabaikan perasaan dan kontribusi tim yang sejak awal berada di barisan perjuangan,” tegas Ompu Naru biasa disapa pada media ini kamis tanggal (8/1/26).

Kekecewaan ini semakin menguat ketika slogan dan program unggulan seperti ‘Selasa Menyapa’ justru dirasakan tidak menyentuh persoalan-persoalan strategis seperti ini. Para tim menilai, menyapa tidak cukup hanya secara simbolik atau seremonial, tetapi juga harus hadir dalam pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada rasa keadilan dan penghargaan politik.

“Percuma ada Selasa Menyapa, kalau dalam hal sepenting ini kami tidak pernah disapa, tidak pernah diajak bicara, apalagi diajak mempertimbangkan,” lanjut Ompu Naru.

Para tim Kecamatan Woha berharap Bupati Bima segera melakukan evaluasi secara objektif dan membuka ruang dialog yang jujur dengan para pendukung dan elemen masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kritik ini lahir bukan dari kebencian, melainkan dari rasa cinta dan harapan besar terhadap kepemimpinan yang benar-benar menghadirkan perubahan, bukan sekadar slogan.

“Perubahan sejati itu terasa adil, inklusif, dan tidak melupakan mereka yang sejak awal percaya,” tutupnya.(Mdg/04))

Selasa, 30 Desember 2025

DPD PAN Peduli Sosial, Lakukan Santunan Anak Yatim di Panda


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima menggelar kegiatan penutupan akhir tahun yang dirangkaikan dengan penyambutan Tahun Baru secara sederhana namun penuh makna. Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen PAN untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Bupati Bima beserta jajaran pengurus PAN Kabupaten Bima, tokoh masyarakat, dan kader partai, Selasa (30/12-25).

Dalam sambutannya, Bupati Bima menegaskan bahwa kegiatan akhir tahun tersebut tidak diwarnai dengan euforia berlebihan atau hura-hura, melainkan difokuskan pada nilai kebersamaan, kepedulian, dan refleksi.

"Penutupan akhir tahun ini kita laksanakan dengan sederhana, tanpa hura-hura. Yang terpenting adalah bagaimana kita berbagi dengan sesama, khususnya anak-anak yatim, serta memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan," ujar Bupati Bima.

Bupati juga menyampaikan harapan besar kepada Partai Amanat Nasional agar terus konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan Kabupaten Bima.

Sementara itu, jajaran pengurus PAN Kabupaten Bima menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen partai untuk membangun citra politik yang santun, religius, dan dekat dengan rakyat. 

PAN tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ke depan, PAN Kabupaten Bima menargetkan langkah besar dalam perjalanan politiknya. Target utama yang dicanangkan adalah menjadikan PAN sebagai partai pemenang pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang, sekaligus membangun posisi PAN sebagai partai yang disegani dan diperhitungkan oleh partai-partai lain di Kabupaten Bima.

"PAN harus tumbuh besar bersama rakyat, solid secara internal, dan kuat secara elektoral. Kami optimistis, dengan kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat, PAN Kabupaten Bima mampu meraih kemenangan pada 2029," tegas salah satu pengurus PAN.

Melalui kegiatan penutupan akhir tahun ini, PAN Kabupaten Bima menegaskan arah perjuangannya: politik yang beretika, peduli sosial, dan berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemajuan daerah.(Team).