Media Dinamika Global: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2026

Kades Senggigi Apresiasi Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya pemeriksaan kanker payudara gratis bagi warga.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker payudara sekaligus bentuk kepedulian industri pariwisata terhadap lingkungan sekitar.

“Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani menjadi satu-satunya hotel yang sudah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini. Kami dari Pemerintah Desa sangat mendukung penuh kegiatan sosial kemasyarakatan ini,” ujar Kepala Desa Senggigi di ruangan kerjanya. Selasa, (5/5/26).

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pilot project atau contoh bagi pelaku industri pariwisata lainnya dalam menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

“Saya harapkan ini menjadi contoh kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian industri pariwisata kepada lingkungan, dan semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Kades juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Senggigi selama ini terus berkomitmen mendukung sektor kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ada tiga hal yang harus kita utamakan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Salah satunya adalah kesehatan. Untuk itu, kami sudah menganggarkan Rp272 juta untuk program kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari layanan ambulance gratis hingga program BPJS gratis bagi warga yang belum tercover oleh program JKN, UHC, maupun bantuan pemerintah pusat dan kabupaten.

Dari total penduduk, terdapat sekitar 831 jiwa yang belum memiliki perlindungan BPJS kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 650 orang yang benar-benar tidak mampu membayar BPJS mandiri kini ditanggung melalui program desa bernama BPJS Mandiri Kolektif yang dibiayai melalui APBDes setiap tahunnya.

“Ini merupakan satu-satunya desa yang mencanangkan pembayaran BPJS Mandiri Kolektif secara nasional. Baru Desa Senggigi yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/05/tingkatkan-kesadaran-deteksi-dini.html

Ia menjelaskan, apabila ada warga yang terindikasi kanker atau penyakit serius lainnya, maka BPJS tersebut secara otomatis dapat digunakan untuk pengobatan, kontrol, hingga rawat inap.

“Semua ini membutuhkan biaya, dan semuanya sudah tercover melalui BPJS Mandiri Kolektif ini,” tegasnya.

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Selain itu, Kepala Desa Senggigi juga menyoroti keberhasilan pemerintah desa dalam menekan angka stunting yang sebelumnya mencapai 32 persen.

“Saat saya mulai menjabat, angka stunting mencapai 32 persen. Alhamdulillah, sekarang sudah turun drastis menjadi 6,27 persen. Ini hasil kerja bersama yang terus kita genjot,” katanya.

Ia pun berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani dapat turut berperan dalam membantu penanganan stunting melalui dukungan makanan bergizi bagi anak-anak.

“Saya berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani juga bisa membantu memberikan makanan bergizi untuk anak-anak stunting di sini,” pungkasnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, sektor pariwisata, dan lembaga sosial dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Redaksi |

Senin, 04 Mei 2026

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini, Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis untuk Masyarakat

Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani saat gelar
Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global – Komitmen terhadap kesehatan perempuan kembali ditunjukkan oleh Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui penyelenggaraan Bali Pink Ribbon Roadshow di Kantor Desa Senggigi, Kecamatan Senggigi, Kecamatan Lombok Barat. Selasa, (5/05/26. Program sosial ini menghadirkan edukasi sekaligus pemeriksaan kanker payudara gratis bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Bekerja sama dengan Bali Pink Ribbon, rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi di dua lokasi berbeda, yakni pada 5 Mei 2026 di Kantor Desa Senggigi dan 6 Mei 2026 di Kantor Desa Medana, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.

Program ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan preventif yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya perempuan, mengingat kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Deteksi dini dinilai menjadi langkah krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan.

Direktur SDM dan Keberlanjutan Korporat Sudamala Resorts sekaligus Ketua Yayasan Sudamala Bumi Insani, Sri Nuka, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari nilai utama perusahaan.

“Di Sudamala Resorts, kami percaya bahwa keramahan tidak hanya berhenti di lingkungan properti kami, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesadaran kesehatan perempuan dan mendorong tindakan dini melalui pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nancy selaku Manajer Operasional Bali Pink Ribbon. Ia menilai edukasi dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara.

“Kami bersyukur dapat bermitra dengan Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani untuk membawa kesadaran kanker payudara langsung ke masyarakat Lombok. Pendidikan dan deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa. Kami ingin mendorong perempuan agar memprioritaskan pemeriksaan rutin dan mengambil langkah proaktif untuk kesehatan mereka,” katanya.

Bali Pink Ribbon saat memberikan edukasi ke masyarakat, (Ist/Surya)

Pelaksanaan Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok juga mendapat dukungan dari Desa Senggigi, Desa Medana, Rumah Sakit Siloam, serta Komunitas Pink yang bersama-sama memperkuat dampak program ini.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sudamala Resorts dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui Yayasan Sudamala Bumi Insani, yang fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sebagai grup perhotelan Indonesia yang berdiri sejak 2011, Sudamala Resorts dikenal memadukan kekayaan budaya lokal, arsitektur tradisional, serta pelayanan khas Indonesia. Berawal dari Sanur, Bali, kini Sudamala Resorts telah berkembang ke berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Senggigi di Lombok, Pulau Seraya Kecil, dan Labuan Bajo.

Melalui program ini, Sudamala Resorts menegaskan bahwa industri perhotelan tidak hanya tentang pelayanan wisata, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan perempuan Indonesia.

Sementara, Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pemeriksaan kanker payudara gratis yang digelar Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui Bali Pink Ribbon Roadshow. Menurutnya, program ini sangat membantu warga, khususnya perempuan, dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama kaum ibu, agar lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Redaksi |

Senin, 20 April 2026

Dari Desa untuk Sehat, Warga Poto Tano Sambut Hangat Program NTBCare

NTBCare bersama Pemdes Poto Tano, RSUD Asy-Syifa
Sumbawa Barat, dan Warga, (Ist/Surya)

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan cek kesehatan gratis dan donor darah yang digelar di Desa Poto Tano, Senin (20/4/2026).

Program yang diinisiasi oleh NTBCare bersama RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat ini menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Direktur NTBCare, Yuni Bourhany, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan dengan mudah. Tidak semua warga punya kesempatan datang ke fasilitas kesehatan, kami yang mendekat ke mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga. Sejak pagi, masyarakat terutama kalangan lansia terlihat antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis.

Dokter Dila dari RSUD Asy-Syifa menjelaskan, pendekatan layanan kesehatan seperti ini sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang kerap tidak disadari masyarakat.

“Mayoritas keluhan warga didominasi penyakit yang sering dialami lansia seperti hipertensi, diabetes, sakit kepala, hingga asam urat. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa langsung lakukan skrining awal,” jelasnya.

Selain itu, tim medis juga menemukan beberapa kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, seperti anak kekurangan gizi, penyakit komplikasi yang kemudian langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Kepala Desa Poto Tano, Adi Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan langsung di desa sangat membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan ini benar-benar membantu warga kami, terutama yang selama ini kesulitan atau bahkan tidak sempat memeriksakan kesehatannya,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Muhammad, salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ia mengaku merasa terbantu karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus pergi jauh.

“Alhamdulillah saya merasa lega setelah cek kesehatan. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami masyarakat kecil yang tidak tahu harus periksa ke mana,” ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya peserta yang datang, bahkan Kepala Desa Poto Tano turut menjadi peserta pertama dalam pemeriksaan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Dengan partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan yang mendekat langsung ke warga sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses kesehatan yang layak dan merata.

Redaksi |

Minggu, 12 April 2026

Warga Dompu Wafat di Surabaya, Keluarga Kebingungan, Pemda dan Pemprov Dinilai Tutup Mata

Ilustrasi, (Google)

Dompu, Media Dinamika Global – Duka mendalam menyelimuti sebuahkeluarga asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah salah satu anggota keluarganya meninggal dunia di rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026).

Namun di tengah kesedihan itu, keluarga justru dihadapkan pada persoalan besar, tingginya biaya pemulangan jenazah ke kampung halaman.

Jarak yang jauh antara Surabaya dan Dompu membuat proses pemulangan jenazah membutuhkan biaya tidak sedikit. Dalam kondisi terbatas, keluarga mengaku kebingungan dan berupaya mencari bantuan dari berbagai pihak, termasuk sejumlah pejabat di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Upaya tersebut dilakukan dengan menghubungi Wakil Bupati Dompu, Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua Baznas Dompu, pihak Baznas Provinsi NTB, hingga Kepala Dinas Sosial NTB.

Bahkan, keluarga juga sempat mencoba menghubungi Wakil Gubernur NTB. Namun, dari berbagai komunikasi yang dilakukan, tidak ada solusi konkret yang diberikan.

“Semua sudah dihubungi, tapi tidak ada kepastian bantuan. Kami benar-benar bingung harus bagaimana, sementara jenazah harus segera dipulangkan,” ungkap salah satu pihak keluarga dengan nada sedih.

Situasi ini pun menuai kritik keras dari Direktur NTB Care, Yuni Bourhany. Ia menilai sikap para pejabat tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Ini bukan soal uang pribadi pejabat. Ini soal pelayanan kepada masyarakat. Warga membayar pajak, ada hak yang harus dipenuhi oleh negara, termasuk dalam kondisi darurat seperti ini,” tegas Yuni.

Menurutnya, kasus ini menunjukkan lemahnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kemanusiaan.

Yuni juga menyoroti pengalaman langsung timnya saat mencoba menghubungi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB. Alih-alih mendapatkan solusi, pihaknya justru menerima jawaban singkat yang dinilai mencerminkan ketidakmampuan sekaligus ketidakseriusan pemerintah.

“Jawabannya sangat sederhana, ‘We don’t have money.’ Ini jujur, tapi sekaligus menyakitkan. Di mana peran negara ketika warganya membutuhkan?” katanya.

Ia mempertanyakan penggunaan anggaran daerah yang selama ini bersumber dari pajak rakyat. Menurutnya, dalam narasi besar pemerintah, anggaran selalu disebut sebagai “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”. 

Namun dalam praktiknya, masyarakat justru seringkali tidak merasakan manfaat tersebut, terutama saat menghadapi kondisi darurat.

“Ketika warga meninggal di perantauan dan butuh dipulangkan, negara seolah tidak hadir. Ini menjadi ironi besar dalam sistem pelayanan publik kita,” tambahnya.

Kondisi ini juga memunculkan kritik lebih luas terhadap sistem birokrasi yang dinilai tidak memiliki skema jelas dalam penanganan pemulangan jenazah warga dari luar daerah.

Tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) yang konkret membuat keluarga korban harus berjuang sendiri di tengah duka.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih berupaya mencari jalan agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Dompu. Harapan mereka sederhana: adanya perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah untuk meringankan beban yang mereka tanggung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya soal program dan seremonial, tetapi juga kehadiran nyata negara di saat-saat paling sulit yang dialami warganya.

Redaksi |

Minggu, 05 April 2026

Keluarga Fikri Asal Tambora Buka Donasi untuk Operasi Penyelamatan


Mataram. Media Dinamika Global.Id.– Seorang pasien bernama Fikri, warga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, tengah berjuang melawan kondisi medis serius akibat komplikasi usus buntu yang berujung pada perleketan usus (adhesi). Saat ini, Fikri masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan sambil menunggu tindakan operasi lanjutan. Seperti dikutip dari Media Tambora Info.com

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Fikri sebelumnya telah menjalani operasi usus buntu. Namun, kondisi kesehatannya justru mengalami penurunan akibat terjadinya perleketan usus, yaitu kondisi di mana bagian usus saling menempel sehingga berpotensi menyebabkan sumbatan berbahaya.

“Setelah operasi pertama, kondisinya belum membaik. Dokter menyarankan operasi ulang secepatnya untuk mencegah komplikasi yang lebih parah,” ungkap Awan Tambora. 

Perleketan usus merupakan kondisi serius yang dapat menghambat sistem pencernaan dan berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, tindakan operasi lanjutan menjadi harapan utama bagi kesembuhan Fikri.

Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala besar bagi keluarga dalam melanjutkan pengobatan. Untuk itu, keluarga membuka donasi dan mengajak masyarakat luas untuk turut membantu meringankan beban biaya medis yang harus ditanggung.

“Kami sangat berharap bantuan dari para dermawan. Sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kesembuhan Fikri,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui: Bank BRI: 464401033546535 a.n. M. Rusdin

atau menghubungi nomor 0813-5365-3395.

Dukungan doa dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi Fikri untuk melewati masa kritis ini dan kembali pulih seperti sedia kala. (Red)

Rabu, 01 April 2026

Dikes NTB Siapkan Indeks Kesehatan Desa Mendukung Desa Berdaya


Mataram, Media Dinamika Global - Stunting, kemiskinan ekstrim dan pariwisata berkualitas menyasar masyarakat desa melalui program Desa Berdaya. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam intervensi sektor kesehatan berupaya menuntaskan tiga program strategis tersebut sebagai bagian dari orkestrasi dan kolaborasi pemangku kebijakan. 

Dinas Kesehatan NTB dalam mendukung Desa Berdaya telah menyiapkan indeks kesehatan desa yang akan menjadi panduan dalam pengentasan stunting melalui kecukupan gizi dan mengendalikan perilaku masyarakat dalam konsumsi rokok yang menjadi salah satu penyebab kemiskinan. 

"Konsumsi rokok itu nomor dua setelah beras. Ini juga faktor kemiskinan dan turunnya kualitas kesehatan masyarakat yang membuat produktifitas berkurang", ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS. 

Dikatakannya, indeks kesehatan desa adalah instrumen intervensi kesehatan transformatif di 40 desa pertama untuk mendukung pengentasan triple agenda dan sedang dibahas bersama dalam forum lintas organisasi perangkat daerah. 

" Dinas kesehatan sendiri melalui jejaringnya mulai Puskesmas sampai Posyandu memastikan peningkatan nilai gizi masyarakat dan melibatkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG", sebutnya. 

Program MBG seperti dijelaskan Kadikes akan   menaikkan layanan seratus persen untuk makanan bergizi bagi ibu hamil, menyusui dan balita yang sangat berkorelasi dengan peningkatan status gizi masyarakat dalam penyelesaian stunting.

Dinas Kesehatan telah banyak memberikan masukan kepada Satgas MBG NTB agar koordinator wilayah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  yang terlibat benar benar memperhatikan kualitas gizi dan distribusi pada tiga kategori warga tersebut. 

Dalam hal pelayanan kesehatan transformatif, Dikes NTB dalam mendukung  triple agenda Pemprov terkait dengan masalah kesehatan umum seperti penyakit menular dan tidak menular serta emerging diseases. 

Bagi desa terpencil dan terisolasi karena fasilitas alat kesehatan, Pemprov NTB mengupayakan pasien jantung, stroke atau cuci darah mendapat pelayanan di pulau Sumbawa dengan menaikkan status RS Manambai menjadi tipe B dengan seluruh fasilitas kesehatan pendukungnya. Begitupula dengan RSUP kota Bima yang pada Juni nanti sudah dapat melayani pasien dengan penyakit diatas. 

Dan untuk kasus ekstrim yang harus dirujuk ke rumahsakit provinsi di pulau Lombok, Pemprov telah menyediakan fasilitas rumah singgah dan menggratiskan biaya penyeberangan bagi ambulans yang membawa pasien. 

Adapun Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pedoman Kemenkes dan Perda Nomor 3 Tahun 2014 adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar (sekolah), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. 

"Ini salah satu dari upaya pengendalian kesehatan masyarakat dalam perilaku merokok. Inisiatif baru, kita integrasikan dengan Desa Berdaya menciptakan percontohan rumah atau kampung bebas asap rokok", ujarnya. 

Rekomendasi lain sebagai kegiatan teknis dalam upaya pengendalian tersebut adalah unit bantuan berhenti merokok di Puskesmas dengan screening riwayat kesehatan pasien dan edukasi bahaya rokok yang lebih masif dengan penegakan aturan yang serius serta memperluas KTR di kawasan kawasan wisata. 

Secara ekonomi, konsumsi rokok yang tinggi ini juga belum banyak memberikan kontribusi bagi pemeliharaan dan pelayanan kesehatan masyarakat dari cukai rokok sebagai penghasil tembakau terbesar nasional. 

Oleh karena itu, Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan terus mengupayakan intervensi kesehatan dalam menunjang keberhasilan penuntasan stunting, mengentaskan kemiskinan dan menjadikan daerah wisata ini berstandar dunia dengan fasilitas dan ekosistem pelayanan kesehatan yang baik. 

Redaksi |

Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dorong Masyarakat Patuhi Kawasan Tanpa Rokok


Mataram, Media Dinamika Global - Kawasan Tanpa Rokok sesuai Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2014 belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat baik oleh pengelola maupun perokok. 

Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pedoman Kemenkes dan Perda di berbagai daerah  adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar (sekolah), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. 

"Ini salah satu dari upaya pengendalian kesehatan masyarakat dalam perilaku merokok. Inisiatif baru, kita integrasikan dengan Desa Berdaya menciptakan percontohan rumah atau kampung bebas asap rokok", ujar Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS dalam forum Rapat Koordinasi Strategis Tindak Lanjut Aksi Penguatan Program  Pengendalian Rokok untuk Kesehatan di Provinsi NTB (Lombok Plaza Hotel, 31/03/2026). 

Rekomendasi lain sebagai kegiatan teknis dalam upaya pengendalian tersebut adalah unit bantuan berhenti merokok di Puskesmas dengan screening riwayat kesehatan pasien, pengaturan iklan rokok luar ruang, pemasangan tanda KTR lengkap dengan aturannya dan sidak reguler oleh Satgas KTR dengan melibatkan   pengelola. 

Sementara itu, Putu Ayu Swandewi Astuti dari Udayana Central, Universitas Udayana, Bali mengatakan, dari sepuluh kabupaten/ kota di NTB masih ada tiga yang belum memiliki peraturan daerah turunan dari peraturan Kemenkes. 

"Dan kalau diperlukan juga perubahan perubahan dalam perda menyesuaikan dengan keadaan sekarang atau membuat aturan aturan nonformal di masyarakat untuk mengubah perilaku", sebutnya. 

Dirinya juga menghimbau agar penegakan Perda dilaksanakan dengan sungguh sungguh dan edukasi bahaya rokok yang lebih masif. 

Dalam paparannya, Lina Nurbaiti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, menjelaskan, NTB menghadapi tantangan serius dengan angka perokok remaja usia 10-18 tahun mencapai 12,4% dari populasi remaja, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia. Data BPS 2023 menunjukkan prevalensi perokok usia 15-24 tahun di NTB mencapai 24,24%, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Bima. 

Namun demikian, sebagai daerah penghasil tembakau virginia terbesar nasional, meski dilematis, biaya kesehatan masyarakat tak sebanduming dengan pendapatan dari cukai tembakau. Begitupula dengan faktor ekonomi yang menempatkan rokok di urutan kedua setelah beras dalam pengeluaran keluarga. 

"Kita harus cemas karena perokok muda terus bertambah apalagi dengan varian merokok seperti vape yang menjadi gaya hidup anak muda", jelasnya. 

Hadir dalam Rapat Koordinasi ini, para Kepala/ Pejabat Dinas Kesehatan kabupaten/ kota, OPD terkait dan akademisi berbagai universitas di NTB. 

Redaksi |

Selasa, 17 Maret 2026

Respon Cepat Dinkes Kota Bima Tangani Penyebaran Campak Rubella


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima kini mulai gencar melakukan pencegahan penyebaran Campak Rubella melalui penguatan imunisasi MR (Measles Rubella) terutama bagi anak-anak. 

Dalam hal ini Kadis Kesehatan Kota Bima Ahmad. S. Sos..M.Kes menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus tahun 2025 sekitar 361 orang terpapar Suspek Campak, yaitu Virus yang gejalanya menyerupai Campak, sampai pada akhir Januari dan Februari tahun 2026. 

Dan setelah dilakukan pemeriksaan pengambilan sampel di laboratorium yang kemudian kita kirim ke Surabaya, Alhamdulillah hasilnya masih Negatif, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Lebih lanjut dijelaskannya, Pasca terjadi dugaan penyebaran virus tersebut, kami langsung menggelar pertemuan bersama tim Propinsi dan Kota Bima, juga dihadiri oleh tim WHO dari Indonesia, kemudian kami mengambil langkah-langkah tindakan.

Pertama, setelah dilakukan kajian Epidemiologi, bahwa dengan penyebar luasan Campak yang begitu banyak, itu akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian Vaksinasi anak yang berusia 9-59 bulan tanpa memperhatikan status Imunisasi sebelumnya.

ORI merupakan jenis Vaksin Campak yang diberi nama Measles Rubella (MR), pungkasnya 

Dikatakannya lagi, Pemberian Vaksinasi tersebut dengan sasaran di Kota Bima dengan usia 9-59 bulan sebanyak, 14.343 anak, maka pemberian ORI tersebut sudah berjalan sejak 5 Maret 2026.

Mudah-mudahan dengan upaya kita memutuskan rantai penyebaran Virus tersebut melalui pemberian Vaksin ORI, kami mampu memenuhi semua target 14.343 anak, dan Alhamdulillah capaian kita hari ini sudah mencapai 20 persen, dari jumlah tersebut.

Semoga tidak terjadi kematian akibat penyebaran Virus Campak yang terjadi di Wilayah Kota Bima, mari kita doakan bersama. 

Dan perlu kita ketahui bersama bahwa, sifat penyakit tersebut, dari satu anak yang terpapar, akan bisa menular hingga 10 atau lebih ke anak yang lain, yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang.

Campak ini sendiri berasal dari Kabupaten Bima, kemudian tertular dan menyebar dengan cepat, hal ini terjadi akibat adanya akibat mobilisasi masyarakat yang begitu cepat dari Kabupaten ke Kota Bima, sehingga dari banyaknya masyarakat terdapat satu orang terkena Campak, maka yang lainnya juga yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar oleh Virus tersebut., bahkan hingga belasan orang yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar.

Cara penularan Virus campak dapat menyebar melalui udara, ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, maka tetesan kecil yang mengandung virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu dan terhirup oleh orang lain di sekitarnya, sehingga tetesan itu akan menyebabkan orang lain tertular.

Terakhir disampaikannya, yang kedua, mudahnya penyebaran Virus Campak tersebut akibat proses Vaksinasi yang dilakukan tidak maksimal, ini sangat berpotensi meningkatnya penyebaran Campak pada anak-anak.

Dan jika para orang tua menemukan gejala berat, seperti, sesak napas, demam tinggi, kejang-kejang, atau anak terlihat sangat lemah, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan, maka segera bawa ke Rumah Sakit, agar anak mendapatkan perawatan secara medis, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. tutupnya. (Tim)

Senin, 16 Maret 2026

BKKBN Kota Bima Siap Bermitra Dengan LSM Dinamika Global Dalam Menyukseskan Program KB




Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Dengan menjalankan program Keluarga Berencana (KB) tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan mencegah lonjakan populasi yang tidak seimbang dengan sumber daya alam, yang berpotensi menimbulkan kekacauan dan keresahan secara sosial maupun ekonomi di masa depan.

Dalam hal ini, Kepala Dinas BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin, SP.MM, menjelaskan saat ini kami melaksanakan program pengendalian penduduk Keluarga Berencana (KB), dan fokus pada pelayanan KB dengan memanfaatkan Tim pendamping Kelurahan yang dari kesehatan, kami juga memiliki tim penyuluh untuk mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat itu paham apa itu Keluarga Berencana (KB). 

Karena dengan program KB, keluarga mereka sehat, sejahtera dan berkualitas, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Disisi lain, Ia juga mengajak seluruh masyarakat, maupun penggiat publik, seperti Wartawan, LSM untuk ikut terlibat dalam menciptakan perubahan positif, serta memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, 

Bahkan dengan tegas Ichwanul Muslimin SP.MM, selaku Kepala BKKBN Kota Bima, meminta ketertiban pihak NGO (Non-Govemmental Organization) untuk ikut membantu peran BKKBN dalam mensukseskan program KB, sehingga masyarakat memiliki keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Bahkan dirinya siap memfasilitasi keterlibatan pihak NGO untuk bermitra dengan pemerintah dalam hal ini BKKBN Kota Bima, karena menurutnya organisasi ini memiliki peran krusial dalam mengkampanyekan program KB (Keluarga Berencana), "Ia, jika ingin bermitra atau bekerja sama dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mendukung program KB melalui edukasi dan sosialisasi maupun penyediaan layanan, saya siap untuk memfasilitasinya, ujarnya.

Hebatnya lagi, ketika salah seorang Ketua Umum LSM Dinamika Global, Syahril menawarkan kemitraan, Kepala BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin SP.MM, menyambut baik keinginan tersebut, bahkan dirinya akan mempertemukan Ketua LSM Dinamika Global tersebut bersama seluruh relasi-relasinya agar bisa berkolaborasi dalam membantu menciptakan Keluarga yang sejahtera dan berkualitas melalui program Keluarga Berencana (KB). (Tim)