Media Dinamika Global: Agama
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Polsek Pajo Berbagi 250 Takjil untuk Pengguna Jalan


Dompu, Media Dinamika Global.Id.– Dalam rangka berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Pajo melaksanakan kegiatan sosial pembagian takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan Mako Polsek Pajo, Selasa (3/3/2026) pukul 16.30 Wita.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pajo IPDA M. Erwin Rosadi, S.Sos., bersama seluruh personel Polsek Pajo dan Ketua Bhayangkari Ranting Pajo Ny. Era Erwin, serta anggota Bhayangkari. Sebanyak 250 bungkus takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, dan masyarakat yang melintas di jalan lintas Pajo–Lakey, tepat di depan Mako Polsek Pajo.

Pembagian takjil dilakukan dengan cara memberhentikan pengendara secara humanis dan tertib, kemudian menyerahkan satu bungkus takjil kepada masing-masing pengguna jalan untuk membantu mereka berbuka puasa tepat waktu. Setelah kegiatan pembagian takjil, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama personel Polsek Pajo dan Bhayangkari Ranting Pajo.

Kapolsek Pajo IPDA M. Erwin Rosadi, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Pembagian takjil ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar IPDA Erwin.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta elemen lainnya guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadhan.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi inisiatif Polsek Pajo dalam melaksanakan kegiatan sosial pembagian takjil. Ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat serta upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan,” ungkap IPTU Nyoman mewakili Kapolres Dompu.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Kami mengingatkan kepada pengguna roda dua agar selalu menggunakan helm standar SNI, dan bagi pengendara roda empat agar memakai sabuk pengaman. Keselamatan adalah yang utama, terutama saat aktivitas menjelang berbuka puasa yang cenderung meningkat,” tambahnya.

Kegiatan pembagian takjil berakhir pada pukul 18.00 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta penuh keakraban. Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pajo selama bulan Ramadhan.

Redaksi ||

Gubernur NTB Minta Pendamping Desa Berdaya 'Orkestrasi' Penanganan Kemiskinan di Lombok Tengah


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting. Hal tersebut disampaikan saat mengawali Safari Ramadhan melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di aula kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).

​Dalam arahannya, Lalu Iqbal menyoroti status NTB yang masih bertahan dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, kegagalan selama ini disebabkan oleh ego sektoral atau kurangnya "orkestrasi" dalam bekerja.

​"Kenapa kemiskinan kita sulit turun? Karena kita sering jalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak. Tidak ada kolaborasi yang solid. Saya minta teman-teman pendamping jangan mulai dari nol, rangkul kader Posyandu, PKH, hingga Karang Taruna yang sudah ada di lapangan," tegasnya.

​Ia menginstruksikan para pendamping untuk melakukan pendekatan personal dengan memahami kondisi warga dari pintu ke pintu (KK per KK). Strategi ini bertujuan untuk memetakan akar masalah, apakah bersumber dari hunian yang tidak layak, rendahnya pendidikan, atau masalah gizi.

​Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa intervensi harus dibagi menjadi dua tahap: perlindungan sosial untuk memenuhi standar hidup layak, kemudian dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi. Targetnya, setiap keluarga miskin ekstrem harus mampu mencapai pendapatan minimal Rp1.250.000 per bulan.

​"Sekarang logikanya dibalik. Kita punya pasar besar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur kita saja masih impor 87% dari luar daerah. Ini peluang bagi warga desa untuk berdaya secara ekonomi," tambahnya.

​Kegiatan tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung dan pemberian bantuan kepada anak stunting dan warga yang tergolong kemiskinan ekstrem di Desa Barebali sebagai langkah nyata intervensi pemerintah provinsi NTB, termasuk melakukan rehab perbaikan rumah melalui BAZNAS NTB.

Sementara itu, Plt. Kepala Desa Barabali, Salbi, memaparkan tantangan besar yang dihadapi desanya dengan jumlah penduduk yang mencapai 15.519 jiwa. Ia melaporkan adanya 84 kasus stunting dan 250 KK tergolong kemiskinan ekstrim di wilayahnya dan mengusulkan pemekaran wilayah sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik.

"Kami mengusulkan pemekaran menjadi tiga desa persiapan: Barabali Timur, Barabali Barat, dan Wira Surya. Berkas saat ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi, dan kami memohon dukungan Bapak Gubernur agar prosesnya dimudahkan," ujarnya.

Redaksi ||

Safari Ramadan di Kabupaten Bima, Wagub Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menyerahkan bantuan sebesar Rp40 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Bahrur Khairat di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Selasa (3/3). Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa pembangunan masjid tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pendanaan, tetapi juga oleh kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, masjid yang nyaman dan representatif mencerminkan komitmen umat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta memperkuat kohesi sosial.

“Kami percaya apa yang diberikan hari ini mungkin belum mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan, tetapi keikhlasan dan kebersamaan akan membuka jalan bagi dukungan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan Rp40 juta tersebut merupakan kontribusi pribadi atas nama keluarga besar almarhum Ferry Zulkarnaen. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari sebesar Rp10 juta, serta bantuan dari Baznas Provinsi NTB sebesar Rp15 juta sebagai bagian dari kolaborasi pendanaan pembangunan sarana ibadah.

Wagub turut mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan keluarga, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

Sementara itu, Camat Sape Muhammad Akbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur dan jajaran. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah pesisir Sape yang kerap terdampak pasang air laut sehingga mempercepat kerusakan. Selain itu, ruas jalan nasional di kawasan tersebut dinilai rawan longsor dan berpotensi mengganggu mobilitas warga serta aktivitas ekonomi.

Redaksi ||

Safari Ramadhan NTB: Rihlah Ukhuwah Menyatukan Ibadah dan Pembangunan


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Bagi Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, kepemimpinan bukan sekedar kewenangan yang dijalankan dari ruang kantor dan meja birokrasi. Kepemimpinan, bagi keduanya, adalah kehadiran di tengah masyarakat, mendengar langsung denyut kehidupan rakyat, dan bekerja memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan mereka. Dalam pandangan mereka, pemimpin harus berjalan bersama rakyat, melihat langsung persoalan yang dihadapi, dan menghadirkan solusi yang nyata.

Semangat itulah yang mewarnai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Safari ini tidak sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah rihlah ukhuwah, yaitu perjalanan kebersamaan yang menyatukan ibadah, kepedulian sosial, dan kerja nyata pembangunan.

Ramadhan selalu menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, kemanusiaan, dan kepemimpinan. Di bulan yang sarat berkah ini, ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi menjelma menjadi energi sosial yang menggerakkan kepedulian dan kebersamaan. 

Pemerintah Provinsi NTB menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus memastikan pembangunan hadir sebagai kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Perjalanan Safari Ramadan dimulai pada Ahad, 1 Maret 2026 di Kabupaten Dompu. Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, rombongan pemerintah provinsi mengawali kegiatan dengan meninjau pelaksanaan program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja.

Di desa ini, Wakil Gubernur melihat langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Ia berbincang dengan masyarakat, mendengar cerita kehidupan mereka, sekaligus memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Menurutnya, Desa Berdaya bukan sekedar program bantuan sosial, tetapi sebuah upaya untuk membangun kemandirian masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Program Desa Berdaya bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita mendorong kemandirian ekonomi warga, memperbaiki kualitas hidup, dan memperkuat daya tahan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Safari Ramadan di Dompu juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial melalui Baznas NTB, termasuk bantuan untuk lansia, penyandang disabilitas, serta dukungan renovasi mushola warga. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Malam harinya, kegiatan Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua. Ratusan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat antara pemerintah dan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Melalui Safari Ramadhan ini kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dari Dompu, perjalanan Wakil Gubernur berlanjut menuju Kota Bima pada Senin, 2 Maret 2026. Di kota yang menjadi gerbang timur Nusa Tenggara Barat itu, rangkaian Safari Ramadhan dimulai sejak pagi hari dengan menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Agenda pertama diarahkan ke Pasar Amahami, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bima. Di tengah aktivitas para pedagang dan pembeli, Wakil Gubernur melakukan inspeksi langsung untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pangan tersedia hingga akhir Ramadhan,” ujarnya.

Dari pasar rakyat, agenda berlanjut ke Kantor Wali Kota Bima dalam Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan. Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi dapat dilakukan dengan pola lama.

“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kumpul, angkut, buang. Kita harus mulai dari sumbernya. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen tersebut, dilakukan penanaman pohon pule di halaman kantor pemerintah kota.

Rangkaian kegiatan Wakil Gubernur kemudian berlanjut ke SMK Negeri 3 Kota Bima. Di sekolah tersebut, ia berdialog dengan guru dan siswa, menyaksikan berbagai karya kreativitas pelajar, sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan generasi muda.

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa, tempat mereka tumbuh, belajar, dan membangun masa depan dengan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal tiba di Kota Bima untuk melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan.

Sebelum menghadiri kegiatan Lentera Ramadan, Gubernur meninjau langsung program penanganan stunting melalui intervensi keluarga berisiko stunting dalam program KDKPM (Keluarga Dampak Kemiskinan Prioritas Masyarakat). Dalam kegiatan ini, Gubernur melihat langsung kondisi keluarga sasaran dan memastikan bahwa intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Aghatia yang memberikan perhatian khusus pada program kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Stunting tidak hanya soal gizi. Ia berkaitan dengan sanitasi, kondisi rumah, pola asuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” jelas Gubernur.

Rangkaian kegiatan di Kota Bima kemudian dilanjutkan dengan program Lentera Ramadan di Masjid Agung Al-Muwahidin.

Program ini menjadi inovasi baru pemerintah provinsi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

“Selama ini kegiatan Ramadhan banyak terpusat di satu tempat. Sekarang kita ingin menyebarkannya ke seluruh daerah. Pembangunan tidak boleh hanya berputar di satu kota, tetapi harus dirasakan dari Ampenan sampai Sape,” ujar Gubernur.

Perjalanan Safari Ramadan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bima pada Selasa, 3 Maret 2026. Di Desa Nggembe, Gubernur meninjau langsung kondisi anak-anak yang menjadi sasaran program penanganan stunting.

Gubernur juga meninjau lokasi banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut. Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, pemerintah provinsi menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita harus memastikan ada solusi permanen agar masyarakat tidak terus hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan,” tegasnya.

Safari Ramadan juga membawa rombongan ke Desa Donggo, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur menerima laporan mengenai tampungan air yang belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedianya jaringan pipa.

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada jaringan pipa. Ini akan segera kita carikan solusi,” ujarnya.

Perjalanan Safari Ramadan itu seakan berjalan tanpa jeda. Dari Dompu, Kota Bima, hingga Kabupaten Bima, rombongan terus bergerak menyusuri Pulau Sumbawa. Tidak ada penat yang diperlihatkan, tidak ada jarak yang terasa terlalu jauh. Sebab bagi kepemimpinan Iqbal–Dinda, perjalanan itu bukan sekedar agenda kerja. Ia adalah ikhtiar untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat, karena masyarakat adalah alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Tanpa jeda dan tanpa lelah, perjalanan kemudian berlanjut menuju Lombok Tengah pada Rabu, 4 Maret 2026.

Agenda pertama dimulai di Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang. Di tempat itu, Gubernur bertemu dengan para Pendamping Desa Berdaya untuk membahas strategi penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Selama ini kita sering berjalan sendiri-sendiri. Padahal persoalan kemiskinan harus diorkestrasi bersama. Semua pihak harus bergerak dalam satu irama agar intervensi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” tegas Gubernur Iqbal.

Usai pertemuan tersebut, Gubernur meninjau langsung kondisi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem serta keluarga dengan anak stunting.

Dari Batukliang, perjalanan berlanjut menuju kawasan wisata alam Benang Kelambu. Di kawasan yang dikelilingi rimbunnya hutan itu, Gubernur melakukan penanaman bibit pohon bersama jajaran Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB.

“Lingkungan adalah fondasi kehidupan. Kalau alam rusak, maka pembangunan akan kehilangan pijakan. Karena itu menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Rangkaian Safari Ramadan kemudian ditutup di Lapangan Jelojok Kopang dengan pembukaan kegiatan Lentera Ramadan bersama masyarakat. Dalam kegiatan ini, Gubernur hadir bersama Ketua TP-PKK NTB Hj. Sinta M. Iqbal, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri, serta jajaran pemerintah daerah.

Lapangan yang dipenuhi masyarakat dan pelaku UMKM itu menghadirkan suasana Ramadan yang hangat. Bazar ekonomi rakyat, pengajian, dan berbagai kegiatan sosial memperlihatkan bagaimana masjid dan masyarakat dapat menjadi pusat kehidupan bersama.

Di titik inilah makna Safari Ramadan sebagai rihlah ukhuwah menemukan bentuknya.

Perjalanan panjang dari Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Lombok Tengah memperlihatkan satu hal yang sederhana namun mendasar, bahwa bagi kepemimpinan NTB hari ini, masyarakat bukan sekedar objek pembangunan, melainkan alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Di penghujung rangkaian Safari Ramadan tersebut, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pesan yang menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil jika dijalankan bersama.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saling menguatkan dan saling menjaga. Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian, keikhlasan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi ruh dalam membangun NTB,” ujarnya.

Safari Ramadan Pemprov NTB pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi perjalanan ukhuwah, perjalanan kepemimpinan yang berjalan dari desa ke desa, dari masjid ke masjid, dari hati rakyat menuju kebijakan pembangunan.

Dan di bulan yang penuh berkah ini, dari desa-desa hingga kota, dari masjid hingga pasar, perjalanan itu terus berlangsung, menguatkan ukhuwah, menyatukan ibadah dan pembangunan, serta menyalakan harapan menuju Nusa Tenggara Barat yang Makmur Mendunia.

Redaksi ||

Selasa, 03 Maret 2026

Camat Soromandi (Muspika) Gelar Safari Ramadhan di Dusun Riando Desa Sai Kecamatan Soromandi Kab, Bima


Soromandi , Media Dinamika Global.id.-- Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Soromandi menggelar Safari Ramadhan di Masjid Dusun Riando, Desa Sai, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dalam suasana bulan suci Ramadhan

Safari Ramadhan tersebut dihadiri oleh unsur MUSPIKA Kecamatan Soromandi, diantaranya Personil Polsek Soromandi, Koramil 1608-05/Donggo, para Kepala UPTD, pejabat Kantor Camat, dan para Kepala Desa Se-Kecamatan Soromandi. 

Dalam sambutannya Camat Soromandi, Julkifli, SH., M.Hum menyampaikan, Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan dan masyarakat di bulan suci Ramadhan. 

Selain itu, Camat juga menyampaikan sejumlah capaian dan keberhasilan pembangunan yang telah diraih oleh Bupati Bima dalam berbagai sektor. 

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah dan dukungan masyarakat,"katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. 

"Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting agar setiap program pemerintah daerah dapat berjalan optimal dan memberikan manfa'at yang merata,"pungkas camat. (Sekjend MDG)

Tebar Berkah Ramadhan, Polresta Mataram Bagikan Ratusan Takjil di Jalan Majapahit


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan Polresta Mataram dengan menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada masyarakat, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus bentuk penghargaan kepada warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Ratusan bungkus makanan pembuka puasa dibagikan kepada masyarakat sekitar dan para pengendara yang melintas di Jalan Majapahit, Kota Mataram. Kegiatan ini diprakarsai oleh Bagops Polresta Mataram bersama Sat Intelkam, Sat Binmas, Seksi TIK, serta ibu-ibu Bhayangkari.

Kabagops Polresta Mataram, Kompol Yozana Fajri Sidik, AF,,SIK., MH.,C.PHr., mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

“Hari ini Polresta Mataram bersama ibu Bhayangkari membagikan ratusan bungkus takjil kepada masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan Majapahit sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah hukum Polresta Mataram.

Ia menambahkan, selama bulan puasa ini, Polresta Mataram berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga takjil yang dibagikan hari ini dapat membantu saudara-saudara kita untuk memperoleh makanan pembuka puasa,” tutupnya.

Kegiatan berbagi tersebut disambut antusias warga. Selain menjadi ajang berbagi berkah, momen ini juga memperlihatkan sisi humanis Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat di bulan penuh rahmat.

Redaksi ||