BIMA, Mediadinamikaglobal.id – Gelaran Turnamen Catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kecamatan Wawo yang baru saja dibuka resmi, bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari keinginan kuat para pecinta catur lokal untuk bersatu sekaligus menandai kebangkitan kembali organisasi wadah catur di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
![]() |
| Foto : Pelantikan Pengurus Percasi Kec. Wawo oleh Camat Wawo |
Penyelenggaraan turnamen ini dibuka dan diresmikan langsung oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar,S.Sos yang didampingi langsung oleh Korwil Dikbudpora Kec. Wawo Ismail, S. Pd, Wakapolsek Wawo Ipda Abdul Haris, Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah, Dewan Pembina Percasi Kec. Wawo H. Kasnun Ahmad, H.M.Natsir, Jarlis M. Said, Jaidun, Ketua Percasi Wawo Abdul Muzakir, S. Adm, Waketu Adiman, M. Pd, Sekretaris Edy Irfan, ST, Syahrul Fath, Bendahara Muhammad Algazali,S.Pd, dan peserta yang hadir sebanyak 32 orang.
Sambutan Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos mengungkapkan bahwa catur bukan sekadar permainan biasa. Ini adalah olahraga yang melatih kecerdasan, ketelitian, kesabaran, kedisiplinan, dan strategi berpikir. Semua nilai itu sangat dibutuhkan untuk membangun karakter generasi muda kita. Makanya, tujuan pengurus sangat jelas: ingin menghidupkan kembali dan memajukan olahraga catur di seluruh wilayah Wawo, menampung bakat-bakat yang selama ini ada namun belum tersalurkan, serta menjadikan ini sarana mempersatukan masyarakat antar desa. Ini juga bukti bahwa di Wawo, kita tidak hanya peduli pembangunan fisik, tapi juga pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter.
"Bagi saya, dalam sebuah pertandingan, hasil menang atau kalah itu urusan belakangan, itu hal biasa. Tapi yang paling utama dan harus dijaga adalah etika, sportivitas, dan persaudaraan. Saya ingatkan kepada semua peserta: Di atas papan catur kita lawan bertanding, saling mengalahkan strategi. Tapi begitu turun dari meja, kita semua adalah saudara, sesama warga Wawo yang harus saling menghormati dan menyayangi," Harapnya.
![]() |
| Foto : Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah vs Dewan Pembina Percasi H. Kasnun Ahmad hari pertama pembukaan. |
Salah satu Dewan Pembina H. Kasnun Ahmad, berharap PERCASI Kecamatan Wawo punya program berkesinambungan, terstruktur, sehingga bibit unggul yang kita temukan hari ini bisa berkembang maksimal dan kelak bisa mengharumkan nama daerah di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.
"Untuk pengurus, Pertahankan semangat ini, tetaplah kompak, rendah hati, dan teruslah belajar. Kalian adalah garda terdepan, keberhasilan organisasi ada di tangan kalian. Kami selaku pembina akan selalu ada di belakang kalian, mendukung dan membimbing," ujarnya.
![]() |
| Foto : Situasi hari kedua, pengurus sedang rekap poin para peserta |
Sementara, Ketua Abdul Muzakir, S. Adm kerap disapa Zaky menyampaikan kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai wadah untuk menyatukan hobi dan silaturahmi antar pecinta catur, khususnya mereka yang berasal dari Kecamatan Wawo. Kedua, turnamen ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali eksistensi PERCASI Kecamatan Wawo agar kembali hadir dan berfungsi secara resmi di tengah masyarakat.
![]() |
| Foto : Peserta turnamen Catur |
Persiapan turnamen ini ternyata sudah digagas sejak akhir tahun 2025, sekitar bulan November hingga Desember. Namun, pelaksanaannya baru bisa terwujud pada bulan Mei 2026 ini.
“Rencana turnamen ini sebenarnya sudah kita gagas sejak akhir tahun lalu. Namun saat itu wadah atau kepengurusan PERCASI Kecamatan Wawo belum terbentuk. Kami menginginkan turnamen ini benar-benar resmi dan berada di bawah naungan PERCASI Kabupaten Bima, bukan kegiatan eceran,” ungkap Zaky. Kamis (14/5/2025).
Kemajuan signifikan baru terjadi di awal Mei 2026, ketika perwakilan panitia melakukan sowan dan meminta izin langsung kepada Ketua Umum PERCASI Kabupaten Bima yang dijabat oleh Bapak Wakil Bupati Bima.
“Alhamdulillah, saat menghadap beliau, beliau mengizinkan turnamen ini diselenggarakan di bawah bendera PERCASI Kecamatan Wawo,"ucapnya.
Berdasarkan penjelasan panitia pelaksana, kegiatan ini telah memenuhi dua poin penting utama yang menjadi landasan digelarnya acara ini, sekaligus menjadi tonggak awal pembangunan olahraga catur yang lebih maju dan terstruktur di wilayah tersebut.
Poin penting pertama yang menjadi tujuan mutlak kegiatan ini adalah sebagai wadah silaturahmi. Hal ini sejalan dengan moto dan semangat yang diusung, bahwa di atas papan catur kita bertanding, namun di luar itu kita adalah saudara.
"Poin pentingnya jelas. Yang pertama, kita ingin menjadikan ini wadah silaturahmi. Sesuai slogan kita: Kita ini adalah saudara. Pertandingan boleh ada, tapi persaudaraan dan kebersamaan antar pecinta catur harus tetap terjaga dan dipererat," tegasnya.
Poin penting kedua adalah adanya orientasi ke masa depan, yaitu peningkatan kualitas dan pembinaan berkelanjutan. Turnamen ini digagas dengan keinginan kuat agar ke depannya ada langkah nyata dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh para anggota dan peserta, sehingga bakat-bakat catur di Kecamatan Wawo tidak hanya muncul, tetapi terasah dan berkembang maksimal.
"Keinginan kita jelas, ke depan harus ada peningkatan, harus ada pembinaan. Kami ingin terus berupaya mengembangkan potensi-potensi anggota kita untuk waktu yang akan datang. Jadi kegiatan ini bukan titik akhir, melainkan langkah awal dari proses panjang pembinaan atlet," tambahnya.
Menariknya, pelaksanaan turnamen kali ini dijadikan oleh kepengurusan baru PERCASI Wawo sebagai ajang pembelajaran dan uji coba kemampuan organisasi. Sebab, turnamen ini digagas sebagai bentuk latihan dan tahapan belajar bagi struktur kepengurusan kecamatan, mulai dari penyusunan konsep hingga pelaksanaan teknis kepanitiaan.
Oleh karena itu, keberhasilan kegiatan ini menjadi tolak ukur utama rencana kerja ke depan. Panitia menegaskan, jika gelaran perdana ini berjalan sukses, mereka sudah berkomitmen penuh dan bersiap diri untuk menggelar acara yang jauh lebih besar skalanya.
"Kita sangat berpatokan pada hasil turnamen awal ini. Kita belajar menjadi panitia, belajar mengatur organisasi. Sekiranya ini sukses, kami sudah pasti akan menggelar event yang lebih besar lagi. Bahkan kami berencana mengadakannya setiap tahun, tentu saja dengan menyesuaikan jadwal agar tidak berbenturan dengan kegiatan rekan-rekan di kecamatan lain yang juga ingin menggagas hal serupa," Jelasnya.
Antusiasme masyarakat menjadi pendorong utama keberanian panitia untuk merencanakan skala yang lebih luas. Padahal pada awalnya, turnamen ini hanya ditujukan untuk peserta dari tiga wilayah saja: Kecamatan Wawo, Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Namun ternyata, permintaan masuk dari berbagai daerah lain, mulai dari Kota Bima, Ambalawi, hingga wilayah Bagian Barat, meminta agar kegiatan ini dibuka secara lebih luas hingga tingkat Kabupaten/Kota.
"Animo masyarakat pencinta catur sebenarnya cukup tinggi. Buktinya, meski awalnya kita batasi, banyak rekan-rekan dari luar wilayah yang meminta ikut. Namun kita kembali ke niat awal: kita belajar dulu, kita bangun kekuatan internal dulu. Nanti jika sudah mantap, skala lebih luas pasti akan kita buka," Imbuhnya.
Di akhir penjelasannya, panitia menyampaikan pesan dan harapan terbesar dari terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran para peserta diharapkan tidak sekadar mengikuti lomba, melainkan mampu menampilkan kemampuan terbaik sehingga masuk ke dalam daftar pemantauan atau perhatian PERCASI Kabupaten Bima. Tujuannya adalah agar atlet-atlet Wawo nantinya bisa dipanggil untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan pada level yang lebih tinggi.
"Harapan kami sederhana tapi besar: Semoga teman-teman yang mengikuti turnamen ini bisa masuk ke daftar yang dilirik oleh pengurus PERCASI Kabupaten Bima. Sehingga nanti mereka bisa dikirim dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, kami berharap lahirnya bibit-bibit unggul baru, mulai dari kategori pelajar hingga umum, yang kelak bisa mengharumkan nama daerah," pungkasnya.
Di sisi lain sekretaris, Edy Irfan, ST kegiatan turnament ini disponsori penuh oleh Yayasan Uma Lengge Nggusu Waru, PT. Roci Karawi Sama, Toko Harumi (HRM), Asrarudin tax consultant, dan YLPR. Sekaligus pelantikan pengurus Percasi Kecamatan Wawo dan penyelenggaraan turnamen catur Kecamatan Wawo.
Dengan bekal semangat persaudaraan, niat belajar, dan antusiasme masyarakat yang tinggi, PERCASI Kecamatan Wawo optimis akan terus tumbuh menjadi kekuatan baru yang disegani dalam kancah olahraga catur di Kabupaten Bima.(MDG05)





