Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- “Masalah yang dinilai sangat ramai diperbincangkan itu (“LGBT”), tentu urusan “dia dengan dia”. Lagi pula yang viral kan “dia dengan dia”, bukan saya yang memviralkanya,” papar Melati.
Lepas dari itu, Crew Media visioner.com kembali melanjutkan upaya investigasi soal EM. Hasil investigasi tersebut pun mengungkap sesuatu yang dinilai sangat menarik pula. Yakni EM disebut-sebut bukan saja penggemar olah raga volley ball.
Tetapi sejumlah orang dari beberapa Komunitas Zumba Bima mengungkap, EM tercatat sebagai sosok yang “lumayan intens” mengikuti kegiatan senam bersama ibu-ibu dari beberapa Komunitas Zumba Bima tersebut.
“Ia sering mengikuti kegiatan senam dengan kami juga. Semula yang kami kenal bahwa EM itu orangnya sangat familiar. Namun kekagetan kami yang sangat luar biasa adalah setelah melihat video “nganu nya EM dengan sesama jenis” viral di beranda maya. Sungguh kami tidak menyangka, Astaghfirullah,” tukas ibu-ibu dari sejumlah Komunitas Zumba Bima kepada Media ini,” Kamis sore (21/6/2026).
Ibu-ibu dari sejumlah Komunitas Zumba Bima ini mengungkap, EM merupakan salah stu sosok yang dinilai sangat eksis di beranda maya. Lebih jelasnya, EM kerap kali memposting berbagai aktivitasnya dalam bentuk video di pelataran Medsos.
“Namun pasca masalah itu viral, kami tak bisa lagi melihat EM dengan segala aktivitasnya di beranda maya. Kemungkinan besar EM sudah menutup Akun Medsosnya,” duganya.
Lagi-lagi hasil Investigasi Crew Media ini melaporkan, dugaan ibu-ibu dari sejumlah Komunitas Zuma Bima itu “hampir mendekati kebenaranya”. Kuat dugaan bahwa EM telah menutup akun Medsosnya pasca “peran berbeda” itu viral di beranda maya.
“Ia sudah tidak terlihat l;agi di beranda maya. Diduga kuat ia telah menutup akun Medsosnya. Dan dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukanya dalam kaitan itu pun berhasil memicu reaksi keras Lembaga Ada Waro Kese. Lembaga Adat tersebut sempat mengundang EM agar menghadap Pengurus Lembaga Adat itu pula. Namun EM justeru mangkir dari panggilan klarifikasi pihak Lembaga Adat Waro Kese,” ungkap sejumlah warga asal Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima, Jum’at (22/5/2026).
Hingga berita ini dipublikasi, kasus dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukan oleh EM tersebut sampai saat ini belum dilaporkan secara resmi kepada Satreskrim Polres Bima. Namun Polisi mengaku sudah mengantungi akat bukti berupa rekaman video berdurasi 0,38 detik itu. Dan Polisi juga mengaku telah mengantungi identitas lengkapnya EM.
Kepala Inspektorat Kabupaten Bima melalui Irbandus setempat Sirajudin, SH memastikan bahwa pihaknya telah mengetahui hal itu. Oleh sebab itu, Sirajudin meminta kepada semua pihak agar memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk bekerja.
“Masalah EM akan tetap kami tangani. Pun demikian halnya terkait dengan kasus ipar EM yakni UD (Koordinator Laboratorium pada PKM Donggo). Sekali lagi, mohon bersabar dan Insya Allah dua kasus ini sedang kami pelajari,” sahutnya kepada Media ini, Jum’at (22/5/2026).
