BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Laporan Realisasi Anggaran (LRA) APBD Kabupaten Bima TA. 2026 periode 1 Januari hingga 9 Mei 2026 hasil konsolidasi dengan Pemerintah Provinsi NTB mencatat tren positif realisasi pendapatan dan belanja daerah selama jangka waktu kurang lebih 4 bulan. Dalam dokumen LRA tersebut, komponen belanja sebanyak Rp 1,986 triliun dengan realisasi sebanyak Rp 486,42 milyar. Artinya hingga 9 Mei 2026, serapan APBD Tahun anggaran 2026 mencapai 24,48 persen.
Belanja tersebut dibagi ke dalam empat komponen yaitu realisasi belanja pegawai yang mencakup Rp 377.339 milyar dari target Rp 1.197 triliun atau 31,52 persen, Belanja Tidak Terduga RP 3,5 milyar terealisasi Rp 1,92 milyar atau 54,94 persen, belanja transfer dengan target Rp 265,92 milyar terealisasi Rp 55,68 milyar atau 20,93 persen, belanja barang dan jasa yang ditargetkan Rp 442,18 milyar direalisasikan Rp 48,99 milyar atau 111,07 persen, belanja hibah yang ditargetkan Rp 13,38 milyar teralisasi Rp 1,25 milyar atau 9,35 persen, dan belanja modal yang ditergetkan Rp 64,51 milyar terealisasi Rp 1,24 milyar atau 1,9 persen,
Demikian halnya belanja barang dan jasa menyumbang Rp 49,04 milyar atau 11,05 persen dari Rp 443,7 total belanja. Sementara, belanja hibah Rp 1,252 milyar atau 9,12 persen dari Rp 13,72 milyar belanja. Serapan ini akan terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya belanja aparartur seperti pembayaran gaji ASN, dan realisasi proyek infrastruktur di sejumlah kecamatan.
Lalu bagaimana dengan komponen pendapatan?
Komponen pendapatan dalam APBD Kabupaten Bima TA. 2026 menunjukkan tren yang baik dimana dari total target pendapatan daerah Rp 1,886 triliun, sudah teralisasi Rp 630.99 milyar atau 33,44 persen.
Angka ini diperoleh dari komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pajak Daerah yang ditargetkan Rp 42,55 milyar teralisasi Rp 7,9 milyar atau 18,65 persen, PAD-Retribusi Daerah yang ditargetkan Rp 155,63 miltar direalisasikan Rp 32,73 milyar atau 21,03 persen, lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp 15,53 milyar dengan realisasi 431,3 juta atau 2,75 persen dan Pendapatan Transfer yang ditargetkan Rp 1,63 triliun terealiasi Rp 589,88 milyar atau 36,12 persen.
Dengan demikian, dalam empat bulan pertama ini, secara umum realisasi pendapatan lebih tinggi dari realisasi belanja.
Pemerintah daerah terus berkomitmen melakjkan percepatan penyerapan anggaran dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Ini sejalan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Rapat Terbatas penyerapan anggaran Tahun 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Arahan ini menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, akuntabilitas serta optimalisasi alokasi untuk program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat. (MDG05)
