![]() |
| Foto : Para juri FLS3N bersama peserta Tingkat SMA/SMK se-Kota/Kabupaten Bima |
Bima,Mediadinamikaglobal.id – Ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026 tingkat SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi wadah bagi para pelajar untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI dan dibagi dalam 2 hari, yakni : hari pertama di SMAN 1 Kota Bima dan hati kedua di Kantor Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI (Panda).
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta mencapai 281 orang terdiri dari 133 peserta berasal dari Kota Bima dan 147 peserta berasal Kabupaten Bima. Adapun cabang lomba yang diadakan oleh panitia terdiri dari baca puisi, cipta lagu, fotografi hingga film pendek yang menjadi salah satu kategori yang paling diminati para peserta. Untuk kategori film pendek peserta tampil dalam format kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Dari sekolah yang berasal dari Kota Bima tercatat 7 kelompok dan sebaliknya sekolah yang berasal dari Kabupaten Bima sebanyak 4 kelompok.
Hasil Lomba Film Pendek
Tingkat Kota Bima:
Terbaik I: SMK 3 Kota Bima (SMK 3 N KOBI)
Terbaik II: MAN 2 Kota Bima (MAN 2 KOBI)
Terbaik III: SMAN 1 Kota Bima (SMANSAKOBI)
Tingkat Kabupaten Bima:
Terbaik I: SMAN 1 Sape
(Emba Najmustasaqib, M. Ilman Naafiah, Muhammad Rafah Ardiansyah)
Terbaik II: SMAN 1 Woha
(Zema Rodhiatul Azizah, Ayatul Husna, Salamatul Insan)
Terbaik III: SMAN 1 Madapangga
(Nurul Afrah, Ana Affatunisa, Tiara)
Penilaian lomba dilakukan oleh juri film, One Irawan, yang menilai adanya peningkatan signifikan pada kualitas karya peserta tahun ini.
![]() |
| Foto : Salah satu FLS3N One Irawan |
Dalam kesempatan ini, salah satu juri yang bertugas, One Irawan, memberikan perhatian khusus terhadap potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda. Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap perkembangan industri kreatif di kalangan pelajar.
Menurut One Irawan, bakat dan minat seni serta kreativitas yang ditunjukkan oleh para peserta selama lomba berlangsung sangat luar biasa. Namun, potensi emas ini perlu didukung dengan kebijakan dan fasilitas yang memadai agar tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi bisa berkembang menjadi nilai ekonomi dan budaya yang bermanfaat di masa depan.
"Melalui FLS3N ini, kita bisa melihat betapa besarnya potensi dan talenta yang dimiliki oleh anak-anak muda di Bima. Mereka kreatif, inovatif, dan penuh ide segar. Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Daerah dapat lebih fokus dan memberikan perhatian khusus dalam mengembangkan industri kreatif pelajar," ujar One Irawan usai bertindak sebagai juri, Jumat (01/05/2026).
Lebih lanjut, One Irawan menjelaskan bahwa industri kreatif bukan hanya soal seni, tetapi juga menyangkut pengembangan karakter, keterampilan, hingga peluang usaha. Dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana yang layak, pembinaan yang berkelanjutan, hingga peluang untuk memamerkan hasil karya mereka ke ruang yang lebih luas.
"Jika potensi ini digarap dengan baik dan didukung penuh oleh Pemda, bukan tidak mungkin kelak akan lahir seniman-seniman hebat maupun pelaku-pelaku ekonomi kreatif muda yang mampu mengharumkan nama daerah. Investasi di bidang kreativitas pelajar adalah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan," tambahnya.
Pernyataan ini disambut baik oleh para guru dan pembina yang hadir. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan oleh para praktisi dan juri seperti One Irawan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan, sehingga pembinaan bakat siswa di Kabupaten Bima ke depannya semakin maksimal dan terarah. (MDG05)



