Bima NTB, Media Dinamika Global.id.– Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Selasa (03/03/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Ibadillah (3), warga RT 10/RW 05, Dusun Kampung Sigi, Desa Rato. Berdasarkan laporan yang diterima, korban diduga terbawa arus sungai.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WITA diawali dengan apel dan briefing kesiapan personel yang dipimpin oleh Koordinator Pos SAR Bima. Tim kemudian dibagi ke beberapa sektor untuk memaksimalkan penyisiran.
Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari:
Sat Polairud Polres Bima
Pos SAR Bima
TNI
BPBD Kabupaten Bima
TAGANA
Potensi SAR
Masyarakat dan relawan setempat
Penyisiran difokuskan dari lokasi kejadian awal (LKP) di aliran Sungai Desa Rato hingga Sungai Rasa Nggaro, Desa Bontokape, dengan jarak tempuh sekitar 2,2 kilometer. Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran manual di sepanjang bantaran sungai serta pemantauan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Sekitar pukul 11.00 WITA, tim tiba di titik akhir penyisiran dan melakukan evaluasi sementara sebelum melanjutkan pencarian ulang pada pukul 13.30 WITA guna memastikan tidak ada area yang terlewat. Hingga pukul 16.00 WITA, hasil pencarian masih nihil dan operasi dihentikan sementara karena faktor waktu yang menjelang malam hari.
Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya banyaknya material sisa banjir seperti ranting, kayu, dan tumpukan sampah alami yang menutupi aliran sungai. Selain itu, kondisi dasar sungai yang dipenuhi bebatuan terjal turut menyulitkan pergerakan personel saat melakukan penyisiran secara manual di dalam air.
Rencananya, operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya dengan memperluas radius pencarian dan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat.
Tim SAR Gabungan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai, khususnya saat kondisi arus deras, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak untuk mencegah kejadian serupa.(Team)
