Media Dinamika Global

Jumat, 30 Januari 2026

Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Donggo Gelar Pertemuan Rutin


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Dharma Wanita Persatuan (DWP) adalah organisasi yang dibentuk untuk mendukung kesejahteraan keluarga PNS, terutama para istri PNS. Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup istri-istri Pegawai Negeri Sipil (PNS). DWP memiliki serangkaian tugas utama yang menjadi fokus kegiatannya, antara lain: membina dan memperkuat persatuan di antara anggota, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, serta menjalin kerjasama sosial yang bermanfaat.

DWP SMA Negeri 1 donggo rutin menggelar pertemuan setiap sebulan sekali dengan tujuan untuk melakukan kegiatan sosial, budaya, keagamaan, keorganisasian untuk membentuk karakter anggota yang berbudi pekerti luhur.

Pada hari Sabtu 24 Januari 2026, DWP SMA Negeri 1 donggo menggelar pertemuan guna mempererat tali silaturahmi antar anggota juga melakukan kegiatan keorganisasian lainnya seperti arisan, pembagian doorprize, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Ibu Sri,S.Pd. selaku Plh Kepala SMAN 1 Donggo mengungkapkan “Kegiatan pertemuan Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Donggo ini harus rutin dilakukan di lingkungan SMAN 1 Donggo, karena dengan kegiatan ini akan berdampak pada karakter anggota istri Pegawai Negeri Sipil yang berbudi pekerti luhur dan juga diharapkan memberikan keterampilan bahkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan dan Negera”


Ibu-ibu DWP SMANSADO bukan sekadar berkegiatan, tapi sedang menanam kebaikan lewat kebersamaan Tetap semangat, tetap kompak, karena dari Ibu-ibu lahir kekuatan untuk sekolah dan keluarga.(Sekjend MDG)

Polwan Polres Tulang Bawang Tebar Kebaikan, Bakti Sosial Di Pondok Pesantren Sunan Bonang Perkuat Polri Presisi Yang Humanis.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Kepedulian dan empati kembali ditunjukkan oleh Polisi Wanita (Polwan) Polres Tulang Bawang. Pada Jumat, 30 Januari 2026, jajaran Polwan Polres Tulang Bawang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Pondok Pesantren Sunan Bonang yang berlokasi di Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Bakti sosial ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Bonang, Ustad Abdullah, menyambut langsung kehadiran para Polwan dengan penuh rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian yang diberikan.

Senior Polwan Polres Tulang Bawang, AIPDA Deni Purnama Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polwan untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Polwan hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan semua pihak.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat citra Polri yang humanis, presisi, dan selalu dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau kondusif dan penuh kekeluargaan. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan kegiatan. (Fs/Red) 

Sekolah Rakyat Dibangun Diatas Lahan Sengketa, Ahli Waris Menangis Tak Dapat Kompensasi


Medan. Media Dinamika Global.id. Sebuah kasus yang menyayat hati melanda ahli waris Teridah br Barus. Lahan yang mereka klaim sebagai milik sah dengan dasar Surat Keputusan Bupati (SKT) No: 1632/A/I/15 kini akan dijadikan lokasi pembangunan proyek "Sekolah Rakyat", padahal tanah tersebut masih dalam status perkara dengan Nomor: 32/Pdt.G/PN Medan yang telah menggelar sidang pertama pada 27 Januari 2026. (Jum'at 30/01/26)

Ahli waris mengaku telah memiliki lahan tersebut secara sah dan telah menguasainya dalam waktu yang tidak sebentar. Namun, mereka mengklaim Walikota Medan seolah-olah menutup mata terhadap kenyataan ini dan tidak memberikan sepeserpun kompensasi ganti rugi kepada mereka yang berstatus masyarakat lemah dan tidak mampu.

"Apa salah kami? Kami hanya ingin mempertahankan hak milik orang tua kami yang diperoleh dengan susah payah. Mengapa pemerintah kota harus berlaku otoriter dan seperti diktator terhadap kami yang sudah terlampau lemah?" ujar salah satu ahli waris dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Pemerintah Kota Medan diduga sengaja mengabaikan status tanah yang masih bersengketa dan tengah dalam proses pengadilan untuk tetap melanjutkan pembangunan proyek tersebut. Padahal, proyek yang seharusnya membawa manfaat bagi rakyat justru kini membuat sebagian rakyatnya merasakan penderitaan yang mendalam.

Dalam kesempatan nya kuasa hukum dari ahli waris Terida br Barus Henry R Pakpahan,S.H dan Yudi Karo Karo menyampaikan agar Walikota kota Medan bapak Rico Waas menghentikan pekerjaan diatas tanah yang masih bersengketa dan masih dalam gugatan di Pengadilan Negeri Medan .

 " Bapak Presiden Prabowo tidak akan mungkin membangun proyek pemerintah diatas lahan yang masih bersengketa , saya yakin pak Prabowo seorang Spartan , seorang pejuang, pasti beliau akan memperhatikan nasib masyarakat kecil .Tolong pak Prabowo segera perintahkan walikota Medan untuk hentikan dahulu pekerjaan diatas lahan yang masih dalam status perkara di Pengadilan Negeri Medan . " Hardik Henry Pakpahan,S.H .

Dengan pelanggaran ini Pemerintah Kota Medan diduga dapat dikenakan 

Pasal 502 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tindak pidana penipuan hak atas tanah, bangunan, atau tanaman secara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri/orang lain. Ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun .

Selain itu, Pemerintah Kota Medan juga dapat diacu pada Pasal 1365 KUHPerdata yang mewajibkan pelaku perbuatan melawan hukum untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan, baik secara materil maupun immateril.

Kami berharap Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Jangan biarkan proyek pembangunan negara dibangun di atas derita dan tanah yang masih menjadi sengketa milik masyarakat kecil yang lemah. Semoga keadilan dapat segera diterima oleh ahli waris Teridah br Barus dan hak mereka sebagai pemilik tanah sah dapat dihormati dan segera di selesaikan oleh pemerintah Kota Medan. (Tim)

Bentuk Generasi Berjiwa NKRI, Dpp. Sertu Heri Isnaini Berikan Materi Wasbang, dan PBB di Pompes Ulul Al-BaB


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Anggota Koramil 1608-01 Rasanae Dpp Sertu Heri Isnaini bersama 1 orang Anggota Posramil Raba Koptu Muhtar Babinsa Rabangodu Selatan memberikan materi Wasbang dan PBB kepada Siswa Pompes Ulul Al-BaB. Sabtu, (31/01/26) Pukul 07.30 WITA, 

Kegiatan ini dalam rangka "pengenalan kehidupan Pompes Ulul Al-BaB Tahun 2026 bertempat di Lapangan Ulul Al-BAB Jln. Jendral Sudirman No.11 Kel. Rabangodu Selatan Kec. Raba Kota Bima. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Ponpes Ulul Al-Bab Ustadz Islamuddin, S.Ag, Sertu Heri selaku pemberi materi, Babinsa Rabangodu Selatan Koptu Muhtar, beserta Pengurus ponpes.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan itu, Pukul 08.00 WITA Perkenalan singkat Sertu Heri Isnaini kepada Santriwan maupun Santriwati Ponpes Ulul Al-Bab. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi wawasan kebangsaan kepada anak Ponpes Ulul Al-BaB atau Santriwan maupun Santriwati.

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, Wawasan kebangsaan di Pompes Ulul Al-BAB menekankan perpaduan kuat antara nilai keislaman dan kecintaan terhadap NKRI, ujar Sertu Heri

Lebih lanjut dijelaskannya, Cinta Tanah Air (Hubbul Wathan) Santri dididik mencintai Indonesia sebagai bagian dari iman, menjaga persatuan, dan menghormati keberagaman.

Bhinneka Tunggal Ika, Santri diajak menghargai perbedaan suku, budaya, dan pandangan, tanpa kehilangan identitas keislaman.

Ketaatan pada Konstitusi dan NKRI itu harus di tegakkan, maka Pesantren wajib menegaskan bahwa NKRI dan UUD 1945 adalah kesepakatan Nasional yang wajib dijaga bersama.


Usai memberikan Materi Wawasan kebangsaan, dilanjutkan dengan pemberian materi PBB yang di mulai dengan.

- Hadap kanan hadap kiri 

- Balik kanan 

- Hadap serong kanan/kiri.

- Balikanan maju 

- Langkah tegap ke langkah biasa

- Langkah biasa ke langkah tegap dan

- Penghormatan.

Yang bikin suasana lebih hidup lagi adalah, dimana Sertu Heri memberikan materi yiel - yiel kepada Santriwan maupun Santriwati.

Dan Pukul 09.50 WITA, setelah pemberian materi Wasbang, PBB dan yiel - yiel kegiatan pun selesai, dan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Si Kuning Bukan Sekedar Sabun Cuci Piring Melainkan Simbol dari Rasa Semangat Untuk Berkarya


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Perjalanan kecil yang penuh dengan cerita, dimulai sejak kemarin sore, ketika langkah kaki berangkat dari rumah menuju Kota Bima. Tujuannya sederhana namun penuh semangat: menjemput "Si Kuning", sebutan hangat untuk sabun cuci piring berbahan jeruk nipis hasil karya mahasiswa STIT SUNAN GIRI BIMA. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mampir bersilaturahmi ke rumah keluarga dari Bapak sebelum kembali pulang membawa produk yang dinanti.

Kini, "Si Kuning" sudah ada di rumah mama. Untuk masyarakat wilayah Tente, Tenga, dan sekitarnya, sudah bisa langsung mencoba sabun cuci piring ini sebagai pilihan kebutuhan dapur sehari-hari. 

Setibanya di rumah, "Si Kuning" langsung ditata rapi di dalam etalase. Kebetulan, di rumah juga ada jualan milik orang tua, sehingga sabun cuci piring ini langsung menjadi salah satu produk yang dipajang. Bukan hanya itu, sebagian "Si Kuning" juga dititipkan di toko milik kakak sepupu, dan sebagian lainnya diletakkan di tempat Ibu. 

Semuanya dilakukan dengan niat sederhana. Tak disangka, sejak hari pertama, "Si Kuning" langsung mendapatkan respon yang baik dari masyarakat sini. Aroma wangi yang segar dan tampilan warna kuning yang cerah menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para ibu-ibu. Tidak heran jika banyak yang penasaran dan mulai tertarik untuk mencoba.

Hasilnya pun cukup membanggakan. Dari pagi hingga sore hari ini, sebanyak empat botol sabun cuci piring "Si Kuning" berhasil terjual. Baru satu hari, namun sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Sebuah awal kecil yang memberi harapan besar.

Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang pelanggan datang membeli kebutuhan dapur nya. Pandangannya tertuju pada "Si Kuning", lalu beliau berkata: 

"Ini sabun cuci piringnya harum sekali ya, warnanya juga kuning."

Dengan senyum sederhana, dijawab.

"Iyata hehe, itu dibuat sama mahasiswa di kampus ta."

Pelanggan tersebut pun merespon dengan kagum.

"Oh iya, pintar ya bisa buat sabun."

Mendengar itu, hanya bisa menjawab pelan.

"Hehe iyata, alhamdulillah." (Dengan wajah malu-malu namun penuh rasa bangga).

Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwasannya karya mahasiswa memiliki peluang besar untuk diterima di tengah masyarakat. Dari tangan-tangan kreatif lahir produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bernilai ekonomi.

"Si Kuning" bukan sekadar sabun cuci piring, melainkan simbol dari rasa semangat untuk berkarya, kemandirian, dan keberanian untuk memulai. Langkah kecil hari ini, semoga menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberkahan. (Sekjend MDG)



Patroli Cipikon, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Ajak Warga Sama-sama Jaga Keamanan.


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Penaraga Serma Rizaludin pimpin kegiatan apel pengecekan Personil dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Jum'at, (30/01/26)

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Koramil 1608-01/Rasanae sebanyak 6 orang

Kegiatan ini, selain memberikan rasa aman terhadap warga masyarakat Kota Bima, juga dilakukan agar setiap tindakan kriminal, seperti pencurian, tindakan seksual, hingga kekerasan seperti perkelahian dan lain-lainnya bisa terdeteksi.

Sasaran Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae kali ini dilaksanakan di beberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan kumbe 

2. Rabadompu Timur 

3. Kelurahan Rabangodu Utara 

4. Kelurahan Penaraga

5. Kelurahan Paruga

6. Kelurahan Penatoi 

7. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan Patroli Pukul 20.30 Wita Personil patroli melaksanakan Apel pengecekan. Hingga Pukul 20.55 Wita personil patroli melaksanakan Patroli keliling Star dari Kel. Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan Roda dua.

Pukul 21.15 Wita Anggota patroli memberikan himbauan kepada masyarakat.

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, pada malam hari kita melaksanakan patroli keliling guna menciptakan rasa aman dan kondusif disekitar wilayah Teritorial, maka di harapkan kepada warga untuk sama-sama menjaga kemanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Yang lebih penting lagi, jangan Konsumsi minuman keras dan narkoba apalagi Narkoba yang bisa merusak masa depan kalian dan fatalnya lagi akan merusak nama baik keluarga.

Kami juga berharap, apabila terjadi permasalahan segera melaporkan ke pihak aparat terkait yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan RT/RW.

Pukul 21.40 Wita, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot jangan di gunakan Knalpot tersebut sehingga bisa meresahkan dan menganggu warga yang sedang istirahat tidur di malam hari dan harus mentaati aturan lalu lintas di jalan sehingga tidak terjadi kecelakaan di jalan Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Koramil 1608-01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah melaksanakan Patroli keliling Pukul 21.50 wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasana'e, dan Pukul 22.00 Wita' kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Mengetuk Kesadaran Lingkungan: Mahasiswa Politeknik Muhammad Dahlan Revitalisasi Semangat Gotong Royong di Nggarolo


KOTA BIMA. Media dinamika global_id.– Masalah lingkungan seringkali dianggap selesai dengan diskusi, namun mahasiswa KKN Politeknik Muhammad Dahlan memilih cara yang lebih progresif. Memasuki wilayah Kampung Nggarolo, tepatnya di RT 09 dan RT 10, para mahasiswa jurusan Kebidanan ini menjadikan aksi gotong royong sebagai "senjata" utama dalam program kerja (proker) perdana mereka.

Aksi ini bukan gerakan kecil. Dengan melibatkan 6 posko di mana setiap pos beranggotakan 10 hingga 11 mahasiswa mereka menyisir setiap sudut kampung. Fokus utamanya sangat krusial: pembersihan dua aliran sungai yang selama ini menjadi elemen vital bagi kenyamanan warga Nggarolo.

Kebersihan: Antara Iman dan Aksi Nyata

Hajrah, salah satu mahasiswi yang terjun langsung, menyoroti bahwa kesehatan masyarakat (khususnya dari perspektif kebidanan dan sanitasi) berakar pada kebersihan lingkungan. Ia melihat bahwa teori di bangku kuliah harus berpadu dengan realita di lapangan.

"Kami merasa sangat bahagia bisa berkunjung dan diterima sebagai bagian dari keluarga Kampung Nggarolo. Harapan kami sederhana namun mendalam: masyarakat terus sadar bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami ingin semangat ini tetap hidup meski nantinya kami sudah tidak di sini," ungkap Hajrah dengan antusias.

Mematahkan Stigma "Mahasiswa Menara Gading"


Ketua RT 09, Pak Jaharuddin, memberikan testimoni yang cukup kritis sekaligus menyentuh. Baginya, Nggarolo sudah sering menjadi saksi bisu datang dan perginya mahasiswa KKN dari berbagai kampus, namun kelompok dari Politeknik Muhammad Dahlan ini memberikan kesan yang berbeda.

Pak Jaharuddin memuji sikap mahasiswa yang dianggap sangat rendah hati. Ia menekankan pentingnya sifat sosialisasi tinggi; mahasiswa tidak boleh "judes" atau sombong saat berhadapan dengan warga.

 Kekompakan: Mahasiswa terlihat melebur tanpa sekat saat membersihkan sungai.

 * Motivasi: Pak RT berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan kampung yang bersih secara fisik, tapi juga meninggalkan mentalitas yang peduli pada kenyamanan jangka panjang.

Sinergi untuk Kenyamanan Bersama


Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat seharusnya menjadi katalisator perubahan. Kekompakan dalam membersihkan sungai adalah simbol bahwa masalah lingkungan hanya bisa diatasi jika kaum intelektual dan warga bergerak dalam satu irama.

Kampung Nggarolo hari ini bukan sekadar lebih bersih, tapi juga lebih bersemangat berkat sentuhan kepedulian dari para calon tenaga kesehatan Politeknik Muhammad Dahlan. Pungkasnya.

(Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin wartawati MDG)

Mahasiswa Politeknik Muhammad Dahlan Revitalisasi Semangat Gotong Royong di Kelurahan Nggarolo


KOTA BIMA. Media Dinamika Global.Id.– Masalah lingkungan seringkali dianggap selesai dengan diskusi, namun mahasiswa KKN Politeknik Muhammad Dahlan memilih cara yang lebih progresif. Memasuki wilayah Kampung Nggarolo, tepatnya di RT 09 dan RT 10, para mahasiswa jurusan Kebidanan ini menjadikan aksi gotong royong sebagai "senjata" utama dalam program kerja (proker) perdana mereka.

Aksi ini bukan gerakan kecil. Dengan melibatkan 6 posko di mana setiap pos beranggotakan 10 hingga 11 mahasiswa mereka menyisir setiap sudut kampung. Fokus utamanya sangat krusial: pembersihan dua aliran sungai yang selama ini menjadi elemen vital bagi kenyamanan warga Nggarolo.

Kebersihan: Antara Iman dan Aksi Nyata

Hajrah, salah satu mahasiswi yang terjun langsung, menyoroti bahwa kesehatan masyarakat (khususnya dari perspektif kebidanan dan sanitasi) berakar pada kebersihan lingkungan. Ia melihat bahwa teori di bangku kuliah harus berpadu dengan realita di lapangan.


"Kami merasa sangat bahagia bisa berkunjung dan diterima sebagai bagian dari keluarga Kampung Nggarolo. Harapan kami sederhana namun mendalam: masyarakat terus sadar bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami ingin semangat ini tetap hidup meski nantinya kami sudah tidak di sini," ungkap Hajrah dengan antusias.

Mematahkan Stigma "Mahasiswa Menara Gading"

Ketua RT 09, Pak Jaharuddin, memberikan testimoni yang cukup kritis sekaligus menyentuh. Baginya, Nggarolo sudah sering menjadi saksi bisu datang dan perginya mahasiswa KKN dari berbagai kampus, namun kelompok dari Politeknik Muhammad Dahlan ini memberikan kesan yang berbeda.

Pak Jaharuddin memuji sikap mahasiswa yang dianggap sangat rendah hati. Ia menekankan pentingnya sifat sosialisasi tinggi; mahasiswa tidak boleh "judes" atau sombong saat berhadapan dengan warga.


Kekompakan: Mahasiswa terlihat melebur tanpa sekat saat membersihkan sungai.

Motivasi: Pak RT berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan kampung yang bersih secara fisik, tapi juga meninggalkan mentalitas yang peduli pada kenyamanan jangka panjang.

Sinergi untuk Kenyamanan Bersama


Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat seharusnya menjadi katalisator perubahan. Kekompakan dalam membersihkan sungai adalah simbol bahwa masalah lingkungan hanya bisa diatasi jika kaum intelektual dan warga bergerak dalam satu irama.


Kampung Nggarolo hari ini bukan sekadar lebih bersih, tapi juga lebih bersemangat berkat sentuhan kepedulian dari para calon tenaga kesehatan Politeknik Muhammad Dahlan.

-Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin wartawati MDG

Sinergi di Nggarolo: Saat Mahasiswa Kebidanan UAD Menanam Kesadaran Melalui Gotong Royong


KOTA BIMA. Media Dinamika Global.Id– Kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan estetika, melainkan pondasi utama kesehatan masyarakat. Pesan krusial inilah yang dibawa oleh mahasiswa KKN Kebidanan Politeknik Muhammad Dahlan (UAD) saat mengawali program kerja perdana mereka di Kampung Nggarolo, Kota Bima. Melalui aksi gotong royong di RT 09 dan RT 10, para calon tenaga kesehatan ini mencoba mengembalikan budaya kolektif yang mulai luntur.

Kegiatan ini melibatkan puluhan mahasiswa yang tersebar di 6 posko, dengan komposisi 10 hingga 11 personel per tim. Fokus mereka cukup menantang: normalisasi dua aliran sungai yang menjadi urat nadi kebersihan di kampung tersebut.

Bukan Sekadar Seremonial

Di tengah skeptisisme publik terhadap efektivitas program KKN, mahasiswa UAD hadir dengan pendekatan yang berbeda. Hajrah, salah satu mahasiswi di lokasi, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formalitas.

"Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan itu harus diwujudkan dalam aksi nyata. Kami sangat bahagia bisa diterima di Nggarolo, namun kebahagiaan sejati kami adalah melihat masyarakat kembali sadar akan pentingnya menjaga alam," tegas Hajrah.

Ketua RT 09, Pak Jaharuddin, memberikan catatan penting. Baginya, Kampung Nggarolo memang kerap menjadi langganan lokasi KKN, namun ia menyoroti kualitas sosial mahasiswa tahun ini. Ia memuji sikap mahasiswa yang jauh dari kesan "judes" atau sombong sebuah kritik halus bagi kaum intelektual agar tetap membumi saat berada di tengah masyarakat.

"Mahasiswa kali ini punya sifat sosialisasi yang tinggi. Mereka tidak berjarak dengan warga," ungkap Pak Jaharuddin. Beliau menekankan bahwa yang dibutuhkan warga bukan sekadar pembersihan fisik sesaat, melainkan transfer motivasi. Beliau berharap kehadiran mahasiswa mampu memicu warga untuk menjaga kenyamanan lingkungan secara mandiri dan permanen, bukan hanya saat ada program KKN saja.

Kekompakan yang terlihat saat pembersihan sungai di Nggarolo menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Keberhasilan proker pertama mahasiswa Kebidanan UAD ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa kenyamanan sebuah tempat tinggal adalah hasil dari kerja sama yang harmonis antara kesadaran warga dan kepedulian para kaum terpelajar.


Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin- Wartawati MDG

Warga Simpasai Tolak Jalan Tani So Oi Mada, Khawatir Picu Erosi dan Banjir


Monta,NTB, Media Dinamika Global.id.// Masyarakat Desa Simpasai, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Sori Uma, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembukaan jalan tani di kawasan So Oi Mada. Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran serius terhadap potensi kerusakan lingkungan dan terganggunya keseimbangan ekosistem setempat.

Warga menilai pembukaan jalan tani di kawasan tersebut berisiko tinggi menyebabkan erosi tanah dan meningkatkan potensi banjir. Kondisi geografis So Oi Mada yang berada di wilayah perbukitan dan hulu sungai dinilai sangat rentan terhadap perubahan bentang alam akibat aktivitas pembukaan jalan tanpa kajian lingkungan yang matang.

“Kami tidak ingin melihat kerusakan lingkungan yang lebih parah terjadi di wilayah kami. Dampaknya bukan hanya hari ini, tapi akan dirasakan oleh generasi berikutnya,” tegas perwakilan masyarakat Simpasai.

Lebih lanjut, masyarakat menyatakan komitmennya untuk melindungi gunung dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari ruang hidup bersama. Menurut warga, keindahan alam dan keseimbangan ekosistem jauh lebih bernilai dibandingkan pembangunan jalan tani yang manfaatnya dinilai tidak sebanding dengan risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Warga juga menyoroti bahwa pembukaan jalan tani di So Oi Mada dilakukan tanpa kejelasan prosedur dan diduga tidak memiliki dasar perizinan yang sah. Oleh karena itu, masyarakat meminta pihak-pihak terkait, khususnya oknum yang terlibat, untuk segera menghentikan proyek tersebut.

“Kami menolak jalan tani ini dan meminta agar proyek ilegal tersebut segera diberhentikan. Jangan mengorbankan lingkungan demi kepentingan sesaat,” lanjut pernyataan warga.

Masyarakat Desa Simpasai menegaskan keinginannya untuk menjaga kawasan gunung sebagai ruang terbuka hijau sekaligus habitat keanekaragaman hayati. Penolakan ini menjadi bentuk perlawanan warga terhadap praktik pembangunan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan dan keselamatan lingkungan.

Dengan sikap ini, masyarakat Simpasai secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap pembukaan jalan tani di So Oi Mada, Desa Simpasai, Kecamatan Monta, dan mendesak pemerintah serta aparat terkait untuk turun tangan melindungi lingkungan dari kerusakan yang lebih luas.(Tim MDG)