Media Dinamika Global

Rabu, 22 April 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” untuk Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dialogis bertajuk “kongkow-kongkow” di wilayah desa binaan masing-masing pada Rabu malam (22/4/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sekitar pukul 19.30 WITA, Babinsa Desa Sari, Serda Junaidin, melaksanakan patroli bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan, mempererat silaturahmi, serta menghindari konsumsi barang terlarang seperti narkoba dan minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.




Selanjutnya, pada pukul 20.00 WITA, Sertu Jafar yang bertugas sebagai Babinsa Desa Melayu dari Posramil Lambu juga melakukan patroli serupa. Ia memberikan pemahaman kepada warga, khususnya generasi muda, agar menjauhi narkoba dan minuman keras. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah dan mufakat, serta tidak bertindak main hakim sendiri.

Kegiatan berlanjut di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, pada pukul 20.30 WITA oleh Serka Khairuddin. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari, termasuk mencegah kebiasaan begadang, balap liar, serta penyalahgunaan narkoba dan miras. Warga juga diingatkan untuk segera melapor kepada ketua RT, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila terjadi kejadian mencurigakan di lingkungan.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Sertu Heriyanto selaku Babinsa Desa Na’e turut melaksanakan patroli kongkow-kongkow. Ia mengingatkan para pemuda agar tidak begadang hingga larut malam karena dapat mengganggu ketenangan warga serta berpotensi memicu konflik, terlebih jika disertai konsumsi minuman keras.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis, serta terhindar dari berbagai potensi gangguan kamtibmas.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Situasi Wilayah Terpantau Aman dan Kondusif


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sumi, Serka Ridwan bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Rabu (22/4/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli ini turut melibatkan unsur aparat desa dan masyarakat setempat. Tercatat, sebanyak dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta lima orang warga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.



Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan anggota Koramil menuju Desa Sumi pada pukul 20.10 WITA, kemudian tiba di lokasi pada pukul 20.20 WITA dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Dalam patroli tersebut, Serka Ridwan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia menekankan pentingnya menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran, terutama di kalangan generasi muda.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan negatif seperti perkelahian. Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk tertib berlalu lintas dan tidak ugal-ugalan saat berkendara demi keselamatan bersama.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan hingga berakhir pada pukul 21.40 WITA.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli siskamling berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Upaya ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Mission World Bank Perkuat Sinergi Program NUFReP di Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah Kota Bima menerima kunjungan tim misi dari World Bank dalam rangka koordinasi dan peninjauan pelaksanaan program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), sekaligus memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah perkotaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kota Bima.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan S.H, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Asisten II, serta jajaran kepala OPD terkait. Turut hadir tim dari World Bank, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I.

Dalam forum tersebut, tim misi menyampaikan bahwa progres pelaksanaan NUFReP di Kota Bima dinilai berjalan sesuai tahapan yang direncanakan, serta menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut.

Wali Kota Bima menegaskan bahwa persoalan banjir masih menjadi fokus utama pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari World Bank dan kementerian terkait yang telah mendampingi Kota Bima sejak tahap awal program.

“Banjir adalah tantangan nyata yang harus kita tangani bersama. Melalui NUFReP, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat sistem serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Pemerintah daerah berkomitmen penuh, baik dari sisi pembiayaan, kebijakan, maupun keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong OPD teknis untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur pengendali banjir. Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama drainase dan area resapan air, dinilai sangat penting.

Perwakilan World Bank, Evi Herniasari, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda monitoring rutin di daerah sasaran. Ia menekankan bahwa kesiapan daerah, mulai dari aspek anggaran, kebijakan, hingga kelembagaan, menjadi perhatian utama.

“Kami melihat Kota Bima menunjukkan perkembangan yang positif. Dukungan anggaran daerah, sinkronisasi kebijakan, serta kesiapan regulasi sudah berada pada jalur yang tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, Kota Bima termasuk wilayah prioritas dalam program NUFReP karena memiliki tingkat kerentanan banjir yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat.

Perwakilan Kementerian PUPR menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun, seperti jaringan drainase, normalisasi sungai, dan kolam retensi agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyoroti perlunya penguatan regulasi daerah, termasuk penataan ruang berbasis mitigasi bencana serta pengaturan kawasan sempadan sungai sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dari sisi perencanaan, Bappenas menegaskan bahwa NUFReP merupakan bagian dari agenda nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. Sinergi antara pendanaan pusat, daerah, dan World Bank dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I turut memaparkan perkembangan teknis di lapangan, mulai dari penanganan sedimentasi, penertiban bangunan di sempadan sungai, hingga penguatan sistem peringatan dini banjir.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya percepatan penyelesaian Detailed Engineering Design (DED), percepatan proses pengadaan lahan, serta penguatan kelembagaan Forum pengurangan risiko bencana.

Menutup kegiatan, Evi Herniasari menyampaikan optimisme bahwa dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Bima berpeluang menjadi contoh dalam penanganan banjir perkotaan di kawasan timur Indonesia.

Sebagai informasi, program NUFReP di Kota Bima merupakan program jangka menengah yang didukung pendanaan World Bank, mencakup pembangunan infrastruktur pengendali banjir, penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi risiko banjir.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan dalam mendorong penanganan banjir yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Bima.(Redaksi Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Tinjau Puskesmas Kolo, Pastikan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, S.E didampingi Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Kepala Puskesmas Kolo, melakukan kunjungan ke Puskesmas Kelurahan Kolo sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Bima dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Rabu (22/04/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat langsung kondisi sarana dan prasarana, ketersediaan alat kesehatan, serta fasilitas ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang masih memerlukan peningkatan. 

Secara geografis, Kelurahan Kolo berada cukup jauh dari pusat Kota Bima dan merupakan salah satu wilayah penyangga sektor pariwisata, sehingga keberadaan puskesmas ini memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil peninjauan, Puskesmas Kolo dinilai layak untuk masuk dalam skala prioritas peningkatan layanan kesehatan ke depan.

Selain itu, Wali Kota juga melakukan dialog langsung dengan tenaga kesehatan untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan. Keterbatasan fasilitas serta dukungan operasional menjadi sejumlah hal yang menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti secara bertahap dan terukur.

Pemerintah Kota Bima menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya difokuskan pada wilayah pusat kota, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau wilayah pinggiran sebagai bagian dari upaya pemerataan pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Redaksi Sekjend MDG)

Sikap Tegas Polsek Dente Teladas, Gelar Strong Point Sore, Amanah Jaga Keamanan, Situasi Wilayah Kondusif Sepenuhnya.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Dalam upaya maksimal menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memberikan rasa aman yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, Polsek Dente Teladas Polres Tulang Bawang kembali menunjukan eksistensinya. Personel gabungan secara sigap dan profesional melaksanakan kegiatan Strong Point Sore, Rabu (22/04/2026), pukul 15.00 Wib hingga 17.00 Wib.
 
Giat pengamanan strategis ini dipusatkan di titik rawan dan jalur utama lalu lintas, tepatnya di Jalan Poros Pasiran Jaya, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas. Dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab, personel yang dipimpin langsung oleh Aiptu Ismail Neri serta didampingi Briptu Zepri, turun ke lapangan untuk mengawal aktivitas masyarakat.
 
"Kami hadir bukan sekadar berjaga, namun memastikan setiap sudut wilayah aman terkendali."
 
Kapolsek Dente Teladas, Ipda Nurkholik, SH, melalui laporannya menegaskan bahwa kegiatan Strong Point ini merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
 
"Kami melaksanakan patroli dan pengamanan ini dengan tujuan utama mengantisipas segala bentuk potensi gangguan keamanan atau tindak pidana C3 (Curat, Curas, Curi). Selain itu, kami juga aktif memberikan himbauan kamtibmas kepada para pengguna jalan, baik warga lokal maupun yang transit, agar selalu waspada dan menjaga ketertiban bersama," tegas Ipda Nurkholik.
 
Lebih lanjut dijelaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat di jam-jam kritis ini bertujuan menciptakan efek gentar terhadap pelaku kejahatan, serta efek nyaman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas.
 
Hingga pelaksanaan kegiatan berakhir, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Dente Teladas terpantau AMAN, TERTIB, dan TERKENDALI. Tidak terdapat gangguan keamanan maupun insiden yang meresahkan masyarakat.
 
"Alhamdulillah, situasi kondusif. Ini adalah hasil kerja keras personel dan kerjasama yang baik dengan masyarakat. Kami akan terus memaksimalkan pengamanan demi kenyamanan bersama," pungkasnya.
(Fs/Red) 

Bongkar Akal-Akalan PPK Saiful: Skandal Tanah Kapur, Solar Subsidi, dan Jurus Cuci Tangan Paling Memalukan di Proyek Rumdis Bupati dan Wakil Bupati Bima!


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima yang mulai mengumpulkan dokumen proyek yang dikerjakan oleh CV Mutiara Karya ini menjadi sinyal bahaya. Namun, di tengah ancaman jerat hukum, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Saiful justru mempertontonkan manuver cuci tangan yang tidak hanya konyol secara teknis, tetapi juga menghina nalar publik.

PPK Saiful berupaya meredam kemarahan publik dengan dalih klasik: tunggu hasil audit BPK. Ini adalah sesat pikir birokrasi yang sangat berbahaya. Kasi Pidsus Kejari Bima, Hamka J, telah secara tegas menampar alibi ini dengan menyatakan bahwa audit reguler BPK bukanlah penghalang bagi aparat hukum untuk mengusut pidana.

Tugas utama seorang PPK adalah mencegah kerugian negara sejak awal, bukan membiarkan spesifikasi dilanggar, material ilegal masuk, lalu duduk manis menunggu BPK datang menghitung sisa rampokan. Menggunakan BPK sebagai perisai atas kegagalannya mengawasi proyek 7.482,15 meter kubik timbunan tersebut adalah bentuk lepas tanggung jawab yang sangat memalukan.

Alasan paling tidak masuk akal yang dilontarkan PPK Saiful adalah bersembunyi di balik dalih Masa Pemeliharaan hingga Juni 2026.

Mari gunakan logika konstruksi dasar: Masa pemeliharaan (retensi) dirancang untuk memperbaiki kerusakan kecil pada struktur yang dibangun dengan material yang BENAR. Fakta di lapangan menunjukkan material yang digunakan diduga kuat menyalahi spesifikasi teknis (PI < 15%, CBR > 10%). Timbunan kapur rapuh tersebut bahkan menyusut ekstrem dari ketebalan 130 cm menjadi 97 cm!

Salurkan Cadangan Pangan di Kolo, Wali Kota Bima Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menyalurkan secara simbolis bantuan cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Rabu (22/04). 

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kelurahan Kolo sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Penyaluran bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Bima, Perum Bulog, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Camat Asakota, Lurah Kolo, Kepala Puskesmas Kolo, serta Ketua DPD LPM Kota Bima.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufran, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan pangan akan terus disalurkan hingga Desember 2026. Untuk periode Februari–Maret, jumlah penerima bantuan di Kelurahan Kolo tercatat sebanyak 1.010 orang, dengan total bantuan berupa 20.200 kilogram beras dan 4.040 liter minyak goreng. Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa selain bantuan cadangan pangan, sebanyak 25 kelurahan lainnya juga akan menerima bantuan serupa sesuai dengan data yang telah ditetapkan oleh dinas terkait.

Wali Kota juga memaparkan kondisi keuangan Pemerintah Kota Bima yang saat ini terdampak efisiensi akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Anggaran untuk gaji bilal, imam, marbot, guru ngaji, serta kegiatan MTQ tetap tersedia dan akan terus dilaksanakan." Tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menginformasikan bahwa Kota Bima saat ini tengah membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan klasifikasi tipe C yang modern. RSUD tersebut dirancang untuk memperkuat layanan KJSU (kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi) serta KIA (kesehatan ibu dan anak), dengan kapasitas 100 tempat tidur rawat inap dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Selain itu, Pemerintah Kota Bima juga akan menyediakan layanan ambulans gratis, pemulangan pasien rujukan bagi masyarakat kurang mampu.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Kolo untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di lingkungan masing-masing.

Tak lupa, ia juga mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan Pawai Rimpu Mantika sebagai bagian dari agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Mari kita sukseskan Pawai Rimpu Mantika yang akan dilaksanakan pada hari sabtu 25 April, mendatang. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Kota Bima mampu dan siap dalam menyukseskan festival kelas nasional ini". Tutup Wali Kota.(Sekjend MDG)

Petugas KPLP Diduga Tidak Humanis, Warga Bima Protes Sikap Arogan dan Kurang Bijak


Kota Bima.Media Dinamika Global.Id.- Bima 22 april 2026 – Sikap pelayanan salah satu petugas Pengamanan Luar Kompleks Pelabuhan (PLKP) yang bertugas di pintu masuk penumpang menuai kritik keras dari masyarakat. Seorang petugas bernama RIDWAN diduga bersikap terlalu arogan, kaku, dan tidak memiliki rasa toleransi serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.

Insiden tersebut terjadi ketika seorang warga yang merupakan pengantar penumpang, ingin sekadar bertemu dan berpamitan dengan anaknya yang akan berangkat. Meskipun sudah dijelaskan dengan baik maksud dan tujuannya, petugas tersebut tetap bersikap keras dan tidak mau mengerti.

Tidak hanya itu, saat pihak awak media yang kebetulan berada di lokasi mencoba memediasi dan menunjukkan identitas melalui gawai (HP) karena lupa membawa kartu pers fisik, petugas tersebut tetap tidak memberikan kelonggaran. Hal ini memicu ketegangan hingga terjadi perdebatan sengit antara petugas dengan masyarakat.

"Kami sudah jelaskan baik-baik, ini hanya ingin bertemu anak sebentar, tapi tidak ada kebijakan sama sekali. Padahal kami juga sudah tunjukkan identitas sebagai media, namun tetap tidak digubris. Sangat disayangkan, petugas seperti ini yang justru mencoreng nama baik instansi," ini adalah ungkap disampaikan langsung oleh pak ketua lembaga KPK Dan Yang akan menjadi ketua LPK RI sendiri. yang juga Sebagai penanggung jawab di salah satu media nasional, Senin (22/04).

Masyarakat Bima yang merasa geram menilai bahwa petugas tersebut menjalankan tugas tanpa rasa kemanusiaan. Aturan memang harus ditegakkan, namun kebijakan dan toleransi tetap harus ada, terutama dalam situasi yang mendesak atau bersifat kemanusiaan.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap agar pimpinan atau Kepala yang membidangi dapat segera menindaklanjuti hal ini. Diharapkan adanya pembinaan, teguran keras, hingga evaluasi kinerja terhadap oknum petugas yang dinilai tidak profesional dan kurang memiliki etika pelayanan publik.

"Kami sebagai warga Bima sangat tidak membutuhkan petugas yang hanya tahu peraturan tapi mati rasa. Harapannya, yang bersangkutan segera dibina agar ke depannya bisa lebih bijak dan humanis dalam melayani masyarakat," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait terkait keluhan dan laporan masyarakat tersebut.

 (Tim Redaksi)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Hindari Perilaku Negatif


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) secara serentak di desa binaan masing-masing pada Rabu (22/4). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu yang merupakan anggota Posramil Lambu, melaksanakan komsos pada pukul 08.30 WITA. Dalam kegiatannya, ia mengajak warga untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak dengan memberikan nasihat agar menjauhi perbuatan negatif, seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan konsumsi minuman keras. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.




Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, Sertu Buyung yang bertugas sebagai Babinsa Desa Buncu, Kecamatan Sape, menggelar komsos bersama warga binaannya. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mempererat silaturahmi antarwarga. Ia juga mengimbau agar setiap permasalahan yang terjadi segera dilaporkan kepada aparat terkait guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Serda Junaidin, Babinsa Desa Sari, Kecamatan Sape, pada pukul 09.30 WITA. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyelesaikan masalah. Menurutnya, pelaporan kepada pihak berwenang merupakan langkah yang tepat demi menghindari dampak buruk bagi diri sendiri maupun keluarga.

Sementara itu, Serka Khairuddin, Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, melaksanakan komsos pada pukul 09.45 WITA. Ia mengajak masyarakat untuk aktif bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban lingkungan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antarwarga dengan saling menghormati, menghargai, dan memaafkan. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan setiap permasalahan agar dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah desa.

Melalui kegiatan komsos ini, para Babinsa berharap terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis di wilayah binaan masing-masing.(Team.MDG.03)

Selasa, 21 April 2026

Didampingi Ratusan Kader PP, Arsadianto Rachman Saksikan Sidang Abdul Wahid, Musliadi: Ini Tambahan Energi Positif



PEKANBARU - Kehadiran tokoh masyarakat Riau, , dalam persidangan menjadi sorotan tersendiri dan turut memantik meningkatnya animo publik di ruang sidang.

Datang bersama ratusan kader Pemuda Pancasila, kehadiran Ketua MPW PP Riau itu dinilai bukan sekadar simbolik, melainkan cerminan besarnya perhatian masyarakat terhadap jalannya proses hukum yang tengah berlangsung.

Ketua DPC PKB Kuansing, atau yang akrab disapa Cak Mus, menyebut momen tersebut sebagai energi positif bagi pihaknya maupun bagi Abdul Wahid.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau, termasuk Pemuda Pancasila yang dihadiri langsung Pak Arsadianto Rachman. Ini menjadi energi positif bagi kami dan bagi Pak Gubernur untuk lebih bersemangat mengikuti persidangan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat seperti Arsadianto Rachman memperlihatkan bahwa perhatian publik terhadap kasus ini sangat besar dan muncul secara alami, bukan karena mobilisasi.

“Ini menarik. Biasanya sidang dugaan korupsi itu sepi. Tapi kali ini ramai. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang murni, tidak ada bayaran seperti yang dituduhkan. Semua hadir lillahita’ala,” tegasnya.

Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat tidak lepas dari rasa ingin tahu terhadap fakta-fakta persidangan yang terus bergulir. Apalagi, dari keterangan saksi yang telah disampaikan, menurutnya belum terlihat adanya perbuatan sebagaimana yang didakwakan.

“Persidangan ini seperti magnet. Masyarakat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari keterangan saksi, tidak terlihat Pak Wahid melakukan hal yang dituduhkan. Itu yang membuat masyarakat semakin penasaran sekaligus memberi dukungan,” jelasnya.

Meski begitu, Cak Mus menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum dan tidak berniat mengintervensi jalannya persidangan.

“Kita tidak mengintervensi pengadilan. Kita percaya hakim akan memutuskan perkara ini secara adil. Kita tetap menjunjung tinggi norma dan proses hukum,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat serta media untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi perkara ini.

“Kami mengimbau masyarakat dan media agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tutupnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap agar Abdul Wahid dapat melalui proses hukum ini dengan baik dan mendapatkan keadilan.

“Semoga ke depan, Pak Wahid bisa lepas dari dugaan dan dakwaan JPU, serta kembali memimpin Riau,” pungkasnya.