Media Dinamika Global

Jumat, 26 Juni 2026

✨ KISAH HARU: CITA‑CITA PUTRA MPURI MENJADI NYATA, PERLINDUNGAN DESA TERWUJUD BERKAT DUKUNGAN PUSAT


MEDIA DINAMIKA GLOBAL BIMA NTB--26 juni 2026__Sebuah kisah kebangkitan dan kasih sayang pada tanah kelahiran kini terukir indah di tepian sungai Desa Mpuri. Hadirlah generasi yang mencetak sejarah, berjuang tanpa lelah demi kemakmuran dan keselamatan kampung halamannya. Di barisan paling depan berdiri sosok yang gigih, tulus, dan tak pernah lelah berjuang: Bapak Syafrudin bin H. Arsyad, yang akrab disapa oleh seluruh warga dengan sebutan Bang RUDY BEN, selaku Ketua Forum Persatuan Putra Mpuri Bima ( FPPMB )

 Selama ini, niat besar dan harapan seluruh warga desa tersimpan di hati: ingin menjaga kampung tercinta dari bahaya erosi dan arus air yang menggerus tanah. Bukan perjuangan seorang diri — Bang Rudy berjalan beriringan, didukung erat oleh rekan‑rekan seperjuangan serta segenap masyarakat Mpuri yang satu hati dan satu cita‑cita.

 Berkat ketekunan itu, doa dan usaha keras akhirnya tersambut dengan indah. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI memberikan tanggapan dan dukungan luar biasa besarnya! Anggaran pembangunan penanganan sungai senilai Rp14 Miliar akhirnya disalurkan, menjadikan niat mulia putra daerah ini kenyataan yang nyata.

 Kini, suasana gembira dan penuh harapan menyelimuti Desa Mpuri. Rombongan tenaga kerja dan pelaksana proyek telah hadir di lokasi, memulai pemasangan bangunan bronjong yang kokoh dan kuat — benteng pelindung abadi bagi tanah, ladang, serta pemukiman warga di sana.

 “Ini bukan sekadar bangunan batu dan kawat, melainkan bukti cinta kami pada kampung halaman, serta bukti bahwa suara anak daerah didengar dan dihargai oleh negara,” ujar Bang Rudy dengan mata berkaca‑kaca namun penuh senyum bahagia.

 Kini, sejarah baru telah tercatat di Desa Mpuri: bukti nyata bahwa tekad yang kuat, persatuan warga, serta dukungan pemerintah pusat akan melahirkan kemajuan, kesejahteraan, dan rasa aman yang abadi bagi generasi kini dan masa depan. by- Penanggung jawab MDG.

Daftar Lengkap Mutasi Polda Lampung, Sejumlah PJU dan Enam Kapolres Diganti.

Bandar Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Lampung. Mutasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.

Rotasi jabatan tersebut meliputi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, serta enam kapolres di wilayah hukum Polda Lampung.

Beberapa pejabat utama yang dimutasi di antaranya Karo Logistik Polda Lampung Kombes Pol Supriadi yang mendapat penugasan sebagai Auditor Kepolisian Madya TK I Itwasum Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Atot Irawan yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Banten.

Pergantian juga terjadi di Direktorat Polairud. Kombes Pol Boby Pa'ludin Tambunan mendapat penugasan dalam rangka pendidikan pengembangan, sementara jabatan Dirpolairud kini diisi Kombes Pol Arick Sartani Marbun.

Selain itu, jabatan Dirresnarkoba Polda Lampung yang sebelumnya diemban Kombes Pol Dwi Handoko Prasanto kini dipercayakan kepada Kombes Pol Dodi Suryadin. Sementara posisi Dirsamapta Polda Lampung kini dijabat AKBP Prayudha Widiatmoko menggantikan Kombes Pol Bramono Purnomo Nugroho.

Rotasi juga menyasar Kapolresta Bandar Lampung. Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mendapat promosi menjadi Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri. Jabatan Kapolresta Bandar Lampung selanjutnya diemban Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar yang sebelumnya menjabat Kapolresta Magelang Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, pergantian juga terjadi di enam polres jajaran Polda Lampung. AKBP Toni Kasmiri dimutasi sebagai Wadirpamobvit Polda Jawa Timur dan digantikan AKBP Deddy Kurniawan sebagai Kapolres Lampung Selatan.

Selanjutnya, AKBP Raswidiati Anggraini ditunjuk sebagai Kapolres Lampung Utara menggantikan AKBP Deddy Kurniawan. AKBP Heti Patmawati dipercaya mengemban jabatan Wadirreskrimum Polda Lampung, sedangkan posisi Kapolres Lampung Timur kini dijabat AKBP Yuliansyah.

Di Polres Tulang Bawang, AKBP Adri Bhirawasto ditunjuk sebagai kapolres menggantikan AKBP Yuliansyah. Kemudian AKBP Sendi Antoni dimutasi sebagai Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya dan posisinya sebagai Kapolres Tulang Bawang Barat digantikan AKBP Himmawan Setiawan.

Pergantian juga terjadi di Polres Pringsewu. AKBP Mochammad Yunnus Saputra mendapat penugasan di Dittipidsiber Bareskrim Polri, sementara jabatan Kapolres Pringsewu kini diemban AKBP Dadi Perdana Putra.

Selain itu, mutasi juga mencakup sejumlah pejabat lainnya, yakni Kombes Pol Alim, AKBP Maryanto, serta AKBP Sukandar yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan adanya mutasi tersebut. Menurutnya, rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di tubuh Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

"Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengucapkan selamat kepada pejabat yang mendapat amanah baru dan terima kasih atas dedikasi pejabat lama selama bertugas di Polda Lampung," kata Yuni.

Yuni menambahkan, seluruh pejabat yang dimutasi akan mengikuti proses serah terima jabatan (sertijab) di Polda Lampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (Fs/Red) 

Gegana Satbrimob Polda Lampung Pastikan Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden Ke -7 Ir. Hi.Joko Widodo Di Provinsi Lampung.

Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Lampung dikerahkan untuk menjamin keamanan VVIP dalam kunjungan kerja Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo, di Provinsi Lampung yang berlangsung mulai Jumat, 26 hingga 28 Juni 2026. Operasi pengamanan berskala besar ini melibatkan tim-tim khusus terbaik, mulai dari Team Escape, Team Matan, Team Tirai, hingga Unit Sterilisasi.

Seluruh personel berada di bawah pimpinan langsung Danden Gegana Kompol Dr. Moch Sonep selaku Kasatgas Tindak guna memastikan seluruh rangkaian agenda nasional berjalan kondusif.

Rangkaian agenda kunjungan Presiden di Lampung selama tiga hari tersebut mencakup sejumlah lokasi strategis di berbagai kabupaten. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan Rakorda PSI di Wira Bangun, dilanjutkan dengan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Baitul Amal Kab. Mesuji, serta Rakorda PSI di Unit 2 dan menghadiri Kirab Pawai Budaya di Tulang Bawang.

Memasuki hari kedua, Presiden dijadwalkan menerima gelar adat dari lima kerajaan di Kedaton Keagungan, menghadiri Rakorda PSI di Bandar Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi di Pesawaran, serta meninjau UMKM di Maliosewu, Kabupaten Pringsewu.

Pada hari terakhir, rombongan akan menghadiri Kirab Budaya di Desa Pugung Raharjo, Lampung Timur, dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Kota Gajah. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Kodiri, Kabupaten Lampung Tengah.

Dansat Brimob Polda Lampung, KBP Yustanto Mujiharso, menginstruksikan seluruh personel untuk bekerja secara profesional dan meningkatkan kewaspadaan dalam mengawal pergerakan rombongan, terhitung sejak ketibaan di Bandara Raden Inten II hingga kembali meninggalkan Bumi Ruwa Jurai.

Danden Gegana Kompol Dr. Moch Sonep menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi Presiden beserta rombongan selama menjalankan tugas negara. 

"Kami harus memastikan bahwa VVIP yang kita amankan sampai di lokasi tujuan dan kembali dengan keadaan aman serta lancar. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi segala potensi gangguan yang tidak diinginkan selama rentetan acara berlangsung," ujar Kompol Sonep saat memberikan atensi khusus kepada personel di lapangan.

Melalui kesiapsiagaan personel dan penerapan standar pengamanan yang ketat, Satbrimob Polda Lampung berkomitmen penuh untuk menyukseskan kunjungan kerja pejabat negara ini di daerah.

Upaya sterilisasi lokasi dan pengawalan melekat yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kelancaran bagi Presiden dalam berinteraksi dengan masyarakat serta meninjau berbagai fasilitas publik maupun sektor ekonomi di Provinsi Lampung. (Fs/Red) 

KISAH HARU: PUTRA DAERAH WUJUDKAN HARAPAN BESAR, PERKUAT PENYELAMATAN TEBING ALIRAN SUNGAI SONDOSIA DI WILAYAH ( MPURI ) DAN KINI SUDAH MENJADI PROGRAM STRATEGIS PEMERINTAH UNTUK PENGENDALIAN BANJIR DI KABUPATEN BIMA KINI MENJADI BAGIAN DARI INPRES NO 2 THN 2025


MEDIA DINAMIKA GLOBAL 26 Juni 2026 - MPURI, KECAMATAN MADAPANGGA — Sebuah kabar gembira sekaligus menyentuh hati kini bergema di seantero Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Niat suci dan perjuangan panjang seorang putra asli daerah akhirnya berbuah nyata, berkat keteguhan hati, dukungan masyarakat, serta perhatian besar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

 Dialah Bapak Syafrudin bin H. Arsyad, sosok yang kini menjadi kebanggaan warga setempat — generasi penerus yang tak pernah lupa pada tanah kelahirannya, yang berjuang dengan gigih demi kemakmuran dan keselamatan kampung halaman. Beliau adalah bukti nyata hadirnya generasi baru pencatat sejarah: mereka yang rela berjuang tanpa lelah hanya demi melihat desanya aman, sejahtera, dan terlindungi.

 Perjuangan beliau bukanlah jalan sepi. Di setiap langkahnya, berdiri kokoh dukungan kawan‑kawan seperjuangan serta segenap warga Desa Mpuri yang berharap hal yang sama demi masa depan anak cucunya. Berkat kerja keras dan doa bersama, harapan yang semula hanya ada dalam angan‑angan kini berubah menjadi kenyataan yang mengagumkan: tanggapan cepat dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat lewat Kementerian PU RI mewujudkan niat mulia ini menjadi proyek nyata yang bernilai besar.

 Kini, di pinggiran aliran sungai yang selama ini menjadi kekhawatiran warga, telah hadir para tenaga kerja dan pelaksana pembangunan. Segera akan dipasang bangunan pelindung berupa susunan bronjong yang kokoh, membentang sepanjang satu kilometer penuh, menjaga tebing dan pemukiman warga dari bahaya gerusan air serta banjir yang kerap datang.

 Bagi warga Desa Mpuri, kehadiran proyek ini bukan sekadar bangunan batu dan kawat belaka. Ini adalah bukti bahwa suara putra daerah didengar, cita‑cita kampung kecil di ujung Nusa Tenggara Barat dihargai, dan harapan akan kehidupan yang lebih aman dan makin makmur kini semakin dekat digenggam.

Kini warga tersenyum lega sekaligus berbangga: Desa Mpuri kini memiliki pelindung kokoh, sekaligus memiliki putra daerah yang berhati besar dan berjuang tulus demi tanah kelahirannya. Semoga pembangunan ini berjalan lancar, bermanfaat abadi, dan menjadi awal lahirnya lebih banyak lagi generasi penerus yang cinta dan berbakti sepenuh hati pada kampung halaman tercinta. By. Tim MDG

 (E H)

APBD Sumbawa Barat Tembus Rp2,29 Triliun, Birokrasi Kenyang, Rakyat Masih Gigit Jari?

Aktivitas Perempuan Yuni Bourhany dengan berground
Kantor Gubernur NTB, (Ist/Surya)

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Tahun 2026 menembus angka fantastis Rp2,29 triliun. Namun, di balik besarnya anggaran tersebut, muncul pertanyaan yang semakin keras dari publik. Benarkah uang rakyat itu kembali kepada rakyat, atau justru lebih banyak habis untuk menghidupi birokrasi?

Aktivis perempuan NTB, Yuni Bourhany, menilai postur APBD KSB menunjukkan ironi. Di saat anggaran meningkat ratusan miliar rupiah, manfaat yang dirasakan masyarakat dinilai belum sebanding dengan besarnya dana yang dikelola pemerintah daerah.

"Kalau APBD terus membengkak tetapi rakyat masih bertanya di mana lapangan kerja, di mana peningkatan kesejahteraan, maka pemerintah wajib menjawab dengan data, bukan sekadar slogan," tegas Yuni.

Berdasarkan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah meningkat menjadi Rp2,14 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp2,28 triliun. Namun, dari total belanja tersebut, Rp1,33 triliun atau sekitar 58,3 persen dialokasikan untuk belanja operasi. Sebaliknya, belanja modal yang diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi hanya sebesar Rp668,8 miliar atau sekitar 29,3 persen.

Menurut Yuni, komposisi tersebut menimbulkan kesan bahwa APBD masih lebih banyak digunakan untuk membiayai mesin pemerintahan dibanding mempercepat kesejahteraan masyarakat.

"Kalau lebih dari separuh APBD habis untuk belanja operasional, sementara angka 4,7 persen atau sekitar 3.200 tenaga kerja. Hingga akhir 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 3,15 persen atau sekitar 2.600 tenaga kerja dikutip di Lombok Post, publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas penggunaan uang daerah," ujarnya.

Ia mempertanyakan apakah tambahan belanja operasi hingga Rp270 miliar benar-benar menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik atau justru hanya memperbesar biaya birokrasi.

"Rakyat tidak bisa hidup dari angka APBD yang besar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pekerjaan, pendapatan, dan kesempatan usaha," katanya.

Yuni juga menyoroti klaim pemerintah mengenai diversifikasi ekonomi pascatambang. Menurutnya, berbagai program di sektor pangan, energi, kelautan, dan pariwisata semestinya dapat menghasilkan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

"Kalau hasil akhirnya pengangguran hanya turun puluhan orang, masyarakat berhak bertanya apakah program itu benar-benar efektif atau hanya bagus di atas kertas," kritiknya.

Sorotan juga diarahkan pada kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) KSB Tahun 2026 menjadi Rp3.136.468. Meski secara nominal naik sekitar 11,1 persen dibanding tahun sebelumnya, pelemahan nilai tukar rupiah membuat kenaikan tersebut dinilai tidak sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Jika dihitung menggunakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, UMK KSB hanya naik dari sekitar USD173 menjadi sekitar USD175 atau hanya sekitar satu persen. Artinya, sebagian besar kenaikan upah lebih banyak mengimbangi pelemahan nilai rupiah dibanding benar-benar meningkatkan daya beli masyarakat.

"Jangan sampai pemerintah bangga dengan kenaikan angka nominal, sementara masyarakat tetap kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena harga barang ikut naik," kata Yuni.

Ia menegaskan ukuran keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari besarnya APBD maupun tingginya serapan anggaran.

"APBD bukan sekadar dokumen keuangan pemerintah. Itu uang rakyat. Kalau anggarannya terus naik tetapi kesejahteraan masyarakat berjalan di tempat, maka kritik bukan hanya wajar, melainkan sebuah kewajiban dalam demokrasi," tegasnya.

Karena itu, Yuni mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama DPRD membuka secara transparan rincian penggunaan belanja operasi Rp1,33 triliun, termasuk belanja pegawai, perjalanan dinas, kegiatan seremonial, program pemberdayaan UMKM, padat karya, hingga jumlah tenaga kerja lokal yang benar-benar memperoleh manfaat dari proyek-proyek APBD.

"Rakyat tidak membutuhkan pidato tentang keberhasilan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa setiap rupiah APBD benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya mempertebal biaya birokrasi," pungkasnya.

Pihak Pemda Kabupaten Sumbawa Barat belum bisa dikonfirmasi sehingga, berita diterbitkan. Media Dinamika Global terus berupaya meminta konfirmasi demi perimbangan berita.

Redaksi |

Akan Hadir Pertama Di Bima NTB, Organisasi Himpunan Advokat Indonesia(HAI)


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Akan Hadir Pertama Di Bima NTB, selain itu akan Mendirikan Organisasi Himpunan Advokat Indonesia(HAI). Insyaallah dalam waktu dekat, akan segera diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang Berdomisili di Kota Bima. Ini dilakukan karena mengingat banyaknya Alumni Hukum yang ada di Wilayah Kota/Kab Bima.

Selain itu, didukung oleh Beberapa Kampus ternama seperti Banyaknya angka Penyelesaian Study baik Strata Satu dan Pasca Sarjana yang berafiliasi dengan Hukum.

Rencana Pendirian OA ini tentunya sudah memikirkan secara akademik maupun secara literasi bahwa Organisasi Advokat atau Pengacara di Bima sangat layak sekali, dilihat dari berbagai Kultur dan lainnya.

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Organisasi Advokat adalah satu-satunya wadah profesi advokat yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Pendirian sebuah Organisasi Advokat di Indonesia harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan dengan syarat utama sebagai berikut:

1. Syarat Pembentukan Organisasi Advokat

Didirikan oleh Advokat: Organisasi harus dibentuk oleh para advokat yang sah dan memiliki izin beracara.

Berbadan Hukum: Sesuai dengan peraturan perundang-undangan (seperti UU Ormas/Perkumpulan), organisasi harus berbadan hukum yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Kelengkapan Organisasi: Memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta susunan kepengurusan yang jelas.

2. Kewenangan Organisasi Advokat
Menurut Undang-Undang Advokat, hanya Organisasi Advokat yang memenuhi kriteria yang berwenang untuk:

1. Melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

2. Menyelenggarakan Ujian Profesi Advokat (UPA).

3. Melakukan pengangkatan advokat dan menyumpah advokat baru.

4. Menjalankan fungsi pengawasan dan membentuk kode etik profesi.

Pertama Di Bima NTB akan Mendirikan Organisasi Himpunan Advokat Indonesia(HAI)


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Pertama Di Bima NTB akan Mendirikan Organisasi Himpunan Advokat Indonesia ( HAI). Insyaallah dalam waktu dekat, akan segera diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang Berdomisili di Kota Bima.

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Organisasi Advokat adalah satu-satunya wadah profesi advokat yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Pendirian sebuah Organisasi Advokat di Indonesia harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan dengan syarat utama sebagai berikut:

1. Syarat Pembentukan Organisasi Advokat

Didirikan oleh Advokat: Organisasi harus dibentuk oleh para advokat yang sah dan memiliki izin beracara.

Berbadan Hukum: Sesuai dengan peraturan perundang-undangan (seperti UU Ormas/Perkumpulan), organisasi harus berbadan hukum yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Kelengkapan Organisasi: Memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta susunan kepengurusan yang jelas.

2. Kewenangan Organisasi Advokat
Menurut Undang-Undang Advokat, hanya Organisasi Advokat yang memenuhi kriteria yang berwenang untuk:

1. Melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

2. Menyelenggarakan Ujian Profesi Advokat (UPA).

3. Melakukan pengangkatan advokat dan menyumpah advokat baru.

4. Menjalankan fungsi pengawasan dan membentuk kode etik profesi.

Lawan Narkoba, Polda NTB Ungkap 442 Kasus dan Sita Ribuan Barang Bukti

Kapolda NTB saat konferensi pers pemusnahan
Barang Bukti, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Polda NTB bersama Polres/ta jajaran berhasil mengungkap 442 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan mengamankan 574 tersangka, terdiri dari 507 pria dan 67 perempuan.

Keberhasilan tersebut disampaikan langsung Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus sekaligus pemusnahan barang bukti hasil operasi Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan Satresnarkoba Polres/ta jajaran di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jumat (26/06/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Korem 162/Wira Bhakti, Kejaksaan Tinggi NTB, BNN Provinsi NTB, BPOM, Bea Cukai Mataram, MUI NTB, Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kabid Humas Polda NTB, para Kasat Resnarkoba jajaran, serta sejumlah stakeholder terkait.

Selain mengamankan ratusan tersangka, aparat juga menyita berbagai barang bukti, di antaranya sabu, ganja, 647 butir ekstasi, 36.995 butir tramadol, 6.370 botol minuman keras ilegal, serta berbagai jenis narkotika dan barang berbahaya lainnya.

Kapolda NTB menegaskan bahwa pengungkapan dan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bukti nyata komitmen Polda NTB dalam memberantas peredaran narkotika, obat-obatan berbahaya, dan minuman keras ilegal di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Kami tegaskan bahwa Polda NTB tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Semangat kami jelas, Search, Seek, Destroy, War On Drugs, dengan niat tulus mengabdi kepada masyarakat," tegas Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.

Meski demikian, Kapolda menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, media massa, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menyelamatkan NTB dari ancaman narkotika.

"Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Ini adalah tanggung jawab bersama demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol. Marzuki, S.I.K., dan Ketua MUI NTB Dr. TGH. Badrun menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Polda NTB dalam memerangi narkoba.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pencegahan, Ketua MUI NTB mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan naskah khutbah Jumat bertema bahaya narkoba yang akan disampaikan di sekitar 4.250 masjid di seluruh kabupaten dan kota di NTB melalui jaringan MUI dan Kantor Kementerian Agama.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, tempat ibadah, hingga komunitas masyarakat.

Melalui pengungkapan ratusan kasus ini, Polda NTB menegaskan akan terus meningkatkan upaya penindakan sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar Nusa Tenggara Barat terbebas dari ancaman narkotika dan berbagai bentuk kejahatan yang merusak masa depan generasi bangsa. 

Redaksi |

Kamis, 25 Juni 2026

Rapat Kenaikan Kelas, Pembagian Tugas Serta Pembahasan Program Kerja dan Pisah Kenang Penuh Haru SDN 28 Melayu Kota Bima tahun 2026/2027


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sdn Duadelapan Melayu Kota bima 

Rapat Kenaikan kelas, Pembagian Tugas serta Pembahasan Program Kerja 2026-2027.

Pisah Kenang penuh haru di Sdn Duadelapan Melayu Kotabima, Jum'at 26 Juni 2026. 

Penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Kalisom,S.Pd atas pengabdian hingga purna tugas, dan Ibu Nur Fatuh S.Pd.SD atas dedikasi serta motivasinya selama ini sebagai Kepala SDN 28 Melayu, turut hadir Kepala Bidang Dikdas Bapak Ahmad Yani, S.Pd., M.Pd mewakili Dinas Dikpora Kota Bima beserta Koorwas  Pendidikan Bapak H. Abdul Salam, S.Pd., M.P


Rapat Kenaikan Kelas, Pembagian Tugas, dan Program Kerja SDN 28 Melayu Kota Bima adalah agenda penutup dan pembuka tahun ajaran yang krusial. Agenda ini memastikan evaluasi hasil belajar yang objektif, pemerataan beban kerja tenaga pendidik, dan penyusunan arah strategis sekolah yang lebih terarah untuk satu tahun ke depan .Pelajari detail pedoman dan implementasi ketiga agenda utama tersebut melalui uraian ringkas berikut:

1. Rapat Kenaikan Kelas Fokus utama adalah evaluasi dan pengambilan keputusan objektif terkait kelulusan siswa.Kriteria Penilaian: Mencakup pencapaian kompetensi akademik, pengembangan sikap (karakter), dan keterampilan murid selama satu tahun ajaran .Tindak Lanjut: Merumuskan catatan, rapor, serta rekomendasi bimbingan untuk siswa yang memerlukan perbaikan di kelas berikutnya .

2. Pembagian Tugas Pendidik dan Tenaga KependidikanPenetapan peran ini dilakukan untuk memastikan operasional sekolah berjalan optimal di tahun ajaran baru.Tugas Pokok, Pembagian beban jam mengajar dan penetapan wali kelas untuk setiap rombongan belajar. Tugas Tambahan Penunjukan wakil kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, koordinator bimbingan konseling (BK), dan panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).


3. Pembahasan Program KerjaPerencanaan strategis untuk meningkatkan mutu layanan dan kualitas pendidikan SDN 28 Melayu Kota Bima, Evaluasi Program Lama Mengkaji capaian dan kendala dari program kerja tahun sebelumnya. Penyusunan Rencana Baru, Mengembangkan inovasi kegiatan pembelajaran, kalender akademik, perbaikan sarana prasarana, hingga program literasi sekolah SDN 28 Melayu Kota Bima.(Sekjend MDG)

Walikota Bima, Dikpora, Hadiri Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning Komunitas Belajar"KAGAPEKU" di SDN 50 Penaraga Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tim Dikpora kota bima berhasil menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada "KAGAPEKU" di SDN 50 Penaraga kota bima. Kegiatan berlangsung tepatnya pada 25 tahun 2026, dengan tema “Pelatihan Guru SD dalam Mendesain Pembelajaran Bermakna Berbasis Deep Learning pada Kurikulum Merdeka”.

Dipimpin oleh walikota Bima bersama Dikpora pendamping, Kehadiran tim disambut hangat oleh kepala sekolah SDN 50 Penaraga kota bima, beserta seluruh jajaran guru dan staf.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan H. Mahfud M.pd, guru dan Fasilitator Pendidikan dari walikota Bima, Kepala dinas Dikpora kota bima Kontribusinya sebagai pemateri memberikan perspektif nyata dari praktik pembelajaran di tingkat sekolah dasar, sekaligus memperkuat sinergi antara teori akademik dan konteks lapangan.

Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna—tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi menumbuhkan deep learning sesuai semangat Kurikulum Merdeka. Bentuk kegiatan meliputi pelatihan intensif dan diskusi interaktif, serta pendampingan teknis dalam menyusun strategi pembelajaran yang memacu keterlibatan aktif siswa.

Walikota Bima menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi dunia akademik dalam pendidikan dasar. Kami hadir tidak hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk mendengar dan memahami tantangan yang dihadapi guru di lapangan, agar bisa bersama-sama mencari solusi yang tepat dan kontekstual.” jelasnya.

Ia menambahkan, Pembelajaran yang bermakna harus menggugah rasa ingin tahu siswa, memberi ruang eksplorasi, dan membangun koneksi antara materi ajar dengan kehidupan nyata. Inilah esensi dari deep learning dalam Kurikulum Merdeka.

Acara dibuka secara resmi oleh walikota Bima, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tim Dikpora dan pihak keluarga Besar SDN 50 Penaraga kota bima. Dalam sambutannya, beliau menyebutkan, “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Kolaborasi antara Dikpora, siswa, dan guru SDN 50 Penaraga kota bima, sangat penting dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung kepada siswa.” Ia berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Materi pelatihan meliputi:

Hakikat pembelajaran bermakna

Penyusunan perangkat ajar, modul ajar, dan lembar aktivitas peserta didik

Penyusunan modul ajar berbasis deep learning.

Pelaksanaan acara berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para guru. Mereka aktif terlibat dalam diskusi, simulasi pembelajaran, dan praktik penyusunan modul ajar yang kontekstual.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Program ini juga menjadi bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Dikpora kota bima oleh SDN 50 Penaraga kota bima, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia khususnya kota bima.(Sekjend MDG)