SOROTAN PEDAS BIMA DAE CA’A: MUTASI DI KABUPATEN BIMA DINILAI TAK UBAHNYA POLA LAMA
Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.id.– Kebijakan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima kembali menuai sorotan publik. Kali ini, kritik keras datang dari akun media sosial Bima Dae Ca’a yang menilai rotasi jabatan tersebut jauh dari semangat perubahan yang dulu dijanjikan.
Dalam pernyataannya, Bima Dae Ca’a mengaku pernah berada di barisan pendukung perubahan, bahkan ikut menggalang kekuatan untuk melawan praktik kekuasaan lama yang dianggap sarat kepentingan jabatan.
Namun kini, ia justru melihat pola yang sama kembali terulang.
“Dulu kita lawan karena rakus jabatan dan kekuasaan. Sekarang tidak jauh beda,” tulisnya di Facebook, Sabtu, 19 April 2026.
Ia juga menyoroti proses pelantikan pejabat yang disebut dilakukan pada malam hari, walau sah secara aturan, tapi menjadi sesuatu yang dinilainya janggal dan menimbulkan tanda tanya publik terkait transparansi serta urgensinya.
Tak berhenti di situ, kritik diarahkan langsung kepada pasangan kepala daerah Ady–Irfan. Ia mempertanyakan arah “perubahan” yang selama ini digaungkan.
“Perubahan untuk siapa? Untuk rakyat atau hanya lingkaran sendiri?” sindirnya.
Lebih tajam lagi, ia menyinggung nasib para pendukung yang sebelumnya berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan materi untuk memenangkan pasangan tersebut, namun kini merasa ditinggalkan.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi. Sebagian publik menganggap kritik itu sebagai bentuk kekecewaan yang wajar, sementara lainnya menilai mutasi merupakan hak prerogatif kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bima terkait kritik yang beredar luas di media sosial.
#Catatan Metromini: Mutasi jabatan seharusnya menjadi instrumen pembenahan birokrasi, bukan sekadar rotasi kekuasaan. Jika pola lama tetap dipertahankan, maka “perubahan” hanya akan menjadi slogan tanpa makna. (Redaksi Sekjend MDG)




















