Media Dinamika Global

Senin, 08 Juni 2026

Pimpin Patroli di Wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Serma Samsurizal Dan Anggota Himbau Warga


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. BabinsaBabinsa Kelurahan Tanjung Serma Samsurizal pimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Senin, (08/06/26).

Adapun personil yang terlibat patroli sebanyak 5 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan Sasaran patroli.


1.  Kelurahan Kumbe

2.  Kelurahan Rabangodu utara

3.  Kelurahan Penaraga

4.  Kelurahan Pena toi

5.  Kelurahan Manggemaci 

6.  Kelurahan Dara


Kegitan dimulai pada Pukul 21.00 Wita, personil patroli melaksanakan apel pengecekan. Kemudian Pukul 21.10 Wita selururuh personil patroli  melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua.


Pada Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli tiba di lokasi dan menghimbau kepada masyarakat terutama anak anakmuda atau para remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan, salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


Tak hanya sekesar menghimbau, Pukul 21.35 Wita, Anggota patroli juga melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, dan tidsk digunakan kembali,  juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.


Pukul 21.45 Wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil-01  Rasanae dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Digitalisasi Aset: Kunci Menutup Kebocoran PAD dan Membangun NTB yang Lebih Transparan

Dokumen Istimewa

Opini: 
Suaeb Qury, S.Hi., M.Ag.(Komisioner Komisi Informasi NTB)

Mataram, Media Dinamika Global - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mengungkap berbagai persoalan aset daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar catatan administratif yang berakhir di meja birokrasi. Temuan tersebut sesungguhnya merupakan alarm yang mengingatkan bahwa pengelolaan aset daerah masih menyimpan celah yang berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketika aset tidak terdata dengan baik, status hukumnya tidak jelas, atau pemanfaatannya tidak terpantau secara optimal, maka daerah sesungguhnya sedang kehilangan peluang pendapatan yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di era digital, persoalan aset tidak lagi dapat diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Pemerintah daerah dituntut bertransformasi menuju tata kelola berbasis data dan teknologi. Digitalisasi aset bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui sistem informasi aset yang terintegrasi, pemerintah dapat mengetahui secara pasti jumlah, lokasi, nilai, kondisi, dan status pemanfaatan seluruh aset daerah secara cepat dan akurat.

Peter F. Drucker dalam bukunya Management: Tasks, Responsibilities, Practices menyatakan, “What gets measured gets managed” (apa yang dapat diukur akan dapat dikelola). Kutipan ini sangat relevan dengan kondisi pengelolaan aset daerah. Sulit mengharapkan aset dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD jika pemerintah sendiri belum memiliki data yang akurat mengenai aset yang dimilikinya. Pendataan yang lemah akan berujung pada pengawasan yang lemah, dan pengawasan yang lemah membuka ruang bagi inefisiensi maupun kebocoran pendapatan.

Persoalan aset sesungguhnya bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal tata kelola pemerintahan. Dalam bukunya Reinventing Government, David Osborne dan Ted Gaebler menegaskan bahwa pemerintahan modern harus berorientasi pada hasil (result-oriented government), bukan sekadar menjalankan prosedur. Dalam konteks NTB, ukuran keberhasilan pengelolaan aset tidak cukup hanya pada tertibnya dokumen, tetapi sejauh mana aset tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Digitalisasi aset menawarkan banyak keuntungan. Pertama, meningkatkan akurasi data melalui pencatatan elektronik yang terintegrasi. Kedua, memperkuat pengawasan karena setiap perubahan status aset dapat terlacak secara digital. Ketiga, mendorong transparansi sehingga DPRD, auditor, maupun masyarakat dapat mengawasi pengelolaan aset secara lebih efektif. Keempat, membuka peluang optimalisasi aset yang selama ini belum produktif menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Lebih jauh lagi, digitalisasi dapat menjadi instrumen penting dalam mencegah kebocoran PAD. Banyak daerah di Indonesia mengalami kehilangan potensi pendapatan bukan karena minimnya aset, melainkan karena lemahnya informasi dan pengawasan terhadap aset yang dimiliki. Tanah yang belum bersertifikat, bangunan yang tidak tercatat, atau aset yang digunakan pihak lain tanpa kontribusi yang jelas kepada daerah merupakan contoh nyata bagaimana PAD dapat bocor secara perlahan tanpa disadari.

Dalam perspektif ekonomi publik, pengelolaan aset yang baik merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sektor publik. Joseph E. Stiglitz dalam Economics of the Public Sector menjelaskan bahwa salah satu fungsi utama pemerintah adalah mengelola sumber daya publik secara efektif agar menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap aset daerah yang tidak termanfaatkan secara optimal sesungguhnya merupakan biaya peluang (opportunity cost) yang harus ditanggung oleh masyarakat.

Sorotan DPRD NTB terhadap temuan BPK patut diapresiasi sebagai bentuk fungsi pengawasan yang sehat. Namun, pengawasan saja tidak cukup. Diperlukan langkah konkret berupa percepatan digitalisasi aset, pembenahan administrasi pertanahan, peningkatan kapasitas aparatur, serta komitmen politik yang kuat untuk mewujudkan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

NTB memiliki potensi besar untuk menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan aset daerah. Jika seluruh aset dapat terinventarisasi secara digital, dipetakan secara akurat, dan dimanfaatkan secara produktif, maka kebocoran PAD dapat ditekan sekaligus membuka sumber-sumber pendapatan baru yang selama ini belum tergarap.

Sebagaimana dikatakan Robert Kaplan dan David Norton dalam The Balanced Scorecard, “You can't improve what you can't measure.” Daerah tidak akan mampu mengoptimalkan asetnya jika tidak memiliki data yang lengkap dan terukur. Karena itu, digitalisasi aset harus dipandang sebagai investasi strategis, bukan sekadar proyek teknologi.

Solusi dan Rekomendasi

Agar digitalisasi aset tidak berhenti pada slogan, Pemerintah Provinsi NTB perlu mengambil langkah nyata dan terukur.

Pertama, melakukan inventarisasi ulang seluruh aset daerah melalui sensus aset berbasis digital. Setiap aset harus memiliki identitas yang jelas, titik koordinat geografis, dokumen legalitas, dan nilai ekonominya.

Kedua, mempercepat sertifikasi aset daerah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Banyak kebocoran dan sengketa aset terjadi karena lemahnya kepastian hukum atas kepemilikan aset pemerintah.

Ketiga, membangun Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah (SIMAD) yang terintegrasi dengan sistem keuangan daerah, Bapenda, Inspektorat, dan BPKAD. Integrasi data akan memudahkan pengawasan sekaligus mengidentifikasi potensi pendapatan yang belum tergarap.

Keempat, menerapkan teknologi geospasial dan QR Code pada aset-aset strategis. Dengan cara ini, keberadaan dan status pemanfaatan aset dapat dipantau secara real time sehingga meminimalkan manipulasi data maupun kehilangan aset.

Kelima, melakukan audit pemanfaatan aset secara berkala untuk memastikan seluruh aset produktif memberikan kontribusi terhadap PAD. Aset yang menganggur perlu dievaluasi untuk dikerjasamakan, disewakan, atau dioptimalkan penggunaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Keenam, membuka ruang transparansi publik melalui dashboard informasi aset tertentu yang dapat diakses masyarakat. Transparansi akan memperkuat kontrol sosial dan mempersempit peluang penyalahgunaan kewenangan.

Pada akhirnya, upaya menutup kebocoran PAD tidak selalu harus dimulai dengan mencari sumber pendapatan baru. 

Terkadang, langkah paling efektif adalah memastikan bahwa aset yang sudah dimiliki daerah dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis teknologi. Jika NTB mampu mewujudkan digitalisasi aset secara menyeluruh, maka daerah tidak hanya akan meningkatkan PAD, tetapi juga membangun fondasi pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Sebab aset daerah bukan sekadar kekayaan pemerintah, melainkan modal pembangunan yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat NTB.

Penulis: Suaeb Qury, S.Hi., M.Ag.(Komisioner Komisi Informasi NTB)


Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Imbau Pemuda Jauhi Perilaku Negatif dan Pelanggaran Hukum


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Babinsa Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Serka Ridwan, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama para pemuda di wilayah binaannya pada Selasa (9/6/2026) pukul 09.55 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Ridwan memberikan berbagai imbauan kepada para pemuda agar menghindari perbuatan dan aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya penggunaan knalpot racing, konsumsi minuman keras (miras), serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial para pemuda.

“Penggunaan knalpot racing, mengonsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, perbuatan tersebut juga termasuk pelanggaran hukum yang dapat berakibat pada sanksi hukum bagi pelakunya,” tegas Serka Ridwan.

Melalui kegiatan Komsos ini, Babinsa berharap para pemuda dapat lebih bijak dalam bergaul, menjaga ketertiban lingkungan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Desa Sumi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial yang dilakukan Babinsa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan perilaku yang bertentangan dengan hukum.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Hidirasa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Waspadai Pergaulan Bebas dan Penyalahgunaan Narkoba


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Pada Selasa (9/6/2026) pukul 10.05 Wita, Babinsa Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Abdul Hafit menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak remaja yang masih bersekolah agar tidak terpengaruh pergaulan bebas. Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai maraknya peredaran dan penggunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda.


“Orang tua diharapkan lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda agar menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Selain itu, Babinsa juga mengimbau warga agar segera melaporkan kepada pihak terkait seperti RT/RW maupun Babinsa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Komsos ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan, khususnya dalam mencegah pengaruh negatif terhadap generasi muda.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat, anggota Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah binaannya, Desa Naru, Kecamatan Sape, pada Selasa (9/6/2026) pukul 08.50 WITA.

Pada kegiatan tersebut, Sertu Syarif Hidayat memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia juga mengajak warga untuk terus mempererat hubungan silaturahmi dan menjaga kerukunan antar sesama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada para remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Sertu Syarif Hidayat mengingatkan pentingnya menjauhi perilaku menyimpang seperti mengonsumsi minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, serta tindakan negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Menurutnya, peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga sangat diperlukan dalam membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Komsos ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, serta terwujud sinergi yang kuat antara aparat teritorial dan warga dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Desa Naru.(Team.MDG.03)

For-WIN Dukung Penuh Langkah Polda Lampung Polresta Bandar Lampung Lakukan Tindakan Tegas Terhadap Pelaku Curanmor.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Menanggapi adanya pro dan kontra ditengah masyarakat, berkaitan dengan sikap tegas kepolisian daerah Lampung dalam menangani pelaku begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmot) akhirnya mendapat tanggapan dari berbagai pihak pihak. Salah satu yang bersuara adalah Aminudin S.P ketua umum Forum Wartawan Independen Nusantata (For-WIN).

Menurutnya langkah tegas pihak Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, Polres dan Polsek se provinsi Lampung patut diaprisiasi dan di dukung semua lapisan masyarakat,demi terciptanya keamanan dan kenyamanan warga masyarakat. 
Mengingat berpuluh-puluh tahun masyarakat mengalami kerugian dengan kehilangan kendaraan bermotor, ratusan orang terluka bahkan kehilangam nyawa akibat aksi brutal para pelaku begal serta timbul trouma di tengah masyarakat.

"Kita mesti dukung penuh langkah Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung,Polres dan Polsek se Provinsi Lampung melakukan tindakan tegas terhadapa pelaku begal dan curanmor. Masyarakat Lampung butuh kenyamanan dan keamanan" Jelas Aminudin.

"Tindak pidana begal motor menimbulkan dampak destruktif bagi masyarakat, mulai dari teror yang mengancam keselamatan jiwa, hilangnya aset kendaraan yang berharga, hingga trauma psikologis. Kejahatan jalanan ini juga memicu kecemasan sosial yang masif, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari". Pungkasnya (Fs/Red) 

Penuhi Gizi Anak, SPPG Istiqomah Parangina Bima Sape 2 Sajikan Menu Seimbang dan Bernutrisi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia dengan menyajikan menu sehat, seimbang, dan bernutrisi pada Selasa (9/6/2026).

Program penyediaan makanan bergizi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak melalui konsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Menu yang disajikan hari ini terdiri dari nasi putih, udang krispi yang dipadukan dengan sambal tomat, kemangi, dan timun, sayur tumis, tahu balado, serta buah apel.

Menu tersebut dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi, mulai dari sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga serat. Nasi putih menjadi sumber energi utama, sementara udang krispi dan tahu balado menyediakan asupan protein yang penting bagi pertumbuhan anak. Kehadiran sayur tumis serta buah apel melengkapi kebutuhan vitamin dan serat guna menjaga kesehatan tubuh.

Selain menghadirkan cita rasa yang lezat, makanan yang disajikan juga mengutamakan kualitas dan nilai gizi agar anak-anak dapat memperoleh manfaat kesehatan yang optimal. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Pihak SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 berharap program penyediaan makanan bergizi ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat di masa depan.

Dengan semangat “Salam Sehat untuk Anak Indonesia”, SPPG Istiqomah Parangina Sape 2 berkomitmen untuk terus menghadirkan menu makanan yang sehat, aman, dan bernutrisi bagi para penerima manfaat setiap harinya.(Team.MDG.03)

Dukung Semangat Belajar, SPPG Bima Sape Naru UD Lilis Hadirkan Menu MBG Sehat dan Bergizi


Sape.Bima, NTB | Media Dinamika Global.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Bima Sape Naru UD Lilis kembali menghadirkan menu sehat dan bergizi bagi para siswa penerima manfaat pada hari ini.(09/06/2026)

Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, ayam bakar yang dilengkapi dengan selada dan timun segar, sambal, sayur tahu santan, serta buah jeruk sebagai pelengkap kebutuhan vitamin harian peserta didik.

Penyediaan menu bergizi tersebut merupakan bagian dari komitmen program MBG dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan siswa. Selain itu, asupan makanan yang sehat diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar serta menumbuhkan semangat siswa dalam mengikuti proses pendidikan di sekolah.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

“Selamat menikmati menu MBG hari ini. Semoga bermanfaat, menyehatkan, dan menambah semangat dalam belajar serta meraih cita-cita,” ujar pihak penyelenggara dalam keterangannya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi, para siswa diharapkan dapat belajar lebih optimal, menjaga kesehatan, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki daya saing di masa depan.

Melalui menu yang disiapkan setiap hari, SPPG Bima Sape Naru UD Lilis terus berupaya memastikan para penerima manfaat memperoleh makanan yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah.

(Team MDG.03)

Sekdaprov Marindo Kurniawan Bersama BI, OJK dan Kanwil DJPb Provinsi Lampung Bahas Implementasi Pembiayaan Kreatif Dukung Pembangunan Lampung.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memimpin Rapat Pembahasan Implementasi Creative Financing di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kantor Gubernur Lampung, Senin 08 Juni 2026.

Rapat tersebut diikuti jajaran perangkat daerah terkait, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam membangun skema pembiayaan kreatif (creative financing) guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta mewujudkan visi Bersama Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam rapat tersebut dipaparkan kerangka Creative Financing yang dirancang untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Skema ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan pembiayaan (financing gap) antara kebutuhan pembangunan yang terus meningkat dengan kemampuan pembiayaan yang bersumber dari APBD.

Berbagai sektor strategis menjadi fokus pembahasan, ketahanan pangan, program desaku maju, konektivitas dan logistik, energi, hilirisasi industri dan kawasan investasi, lingkungan hidup dan ketahanan iklim, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar target pembangunan tetap dapat diwujudkan di tengah keterbatasan fiskal.

"Artinya, Provinsi Lampung dalam upaya membangun daerahnya tidak sendirian. Kehadiran Bank Indonesia, OJK, dan DJPb memberikan penguatan yang sangat berarti untuk menjembatani keterbatasan fiskal yang kita hadapi," ujar Marindo.

Menurutnya, Creative Financing menjadi salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan tanpa hanya bergantung pada sumber pembiayaan konvensional.

"Creative Financing ini merupakan salah satu solusi untuk memastikan pembangunan tetap berjalan. Skema pembiayaan kolaboratif yang dikembangkan diharapkan mampu mendukung pencapaian visi dan target pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung," katanya.

Marindo menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan daerah akan terus meningkat dari waktu ke waktu, sementara kapasitas fiskal pemerintah memiliki keterbatasan yang perlu diantisipasi melalui berbagai inovasi pembiayaan.

"Kebutuhan pembangunan terus bertambah, sementara kemampuan pembiayaan memiliki keterbatasan. Karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif untuk mempersempit kesenjangan pembiayaan sehingga program pembangunan tetap dapat berjalan secara optimal," tegasnya.

Melalui skema Creative Financing, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pemanfaatan berbagai sumber pendanaan alternatif, antara lain melalui investasi swasta, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pembiayaan dari lembaga pembangunan, instrumen pasar keuangan, hingga pembiayaan berkelanjutan yang berbasis lingkungan.

Skema tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan realisasi berbagai proyek strategis di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, energi baru terbarukan, kehutanan, konektivitas dan logistik, kawasan industri dan hilirisasi, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui implementasi Creative Financing, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(Fa/Red) 

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow”, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Hindari Perilaku Negatif


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 8 Juni 2026 – Dalam upaya mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program “Kongkow-Kongkow” di desa binaan masing-masing pada Senin (8/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dengan fokus memberikan edukasi serta imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan dan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum.

Pada pukul 19.30 Wita, Babinsa Desa Bugis, Serda Irfan, melaksanakan patroli dan berdialog bersama warga setempat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi permasalahan. Warga diminta segera melaporkan setiap persoalan kepada aparat yang berwenang.



Sementara itu, pada pukul 20.00 Wita, Babinsa Desa Kele'o, Serda Sanusi, menggelar kegiatan serupa dengan masyarakat di wilayah binaannya. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar terhindar dari aktivitas negatif seperti penggunaan knalpot racing, konsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengganggu ketertiban umum dan melanggar hukum.

Selanjutnya, pada pukul 20.17 Wita, Babinsa Desa Rasabou, Serda Abdul Hafid, melaksanakan patroli dan komunikasi sosial bersama warga. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan serta mengedepankan jalur hukum dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi.

Di lokasi berbeda, Babinsa Desa Sangga dari Posramil Lambu, Serka Jamaluddin, melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow pada pukul 20.45 Wita. Dalam arahannya kepada warga, ia menekankan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan dan merugikan diri sendiri. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga etika dalam berkomunikasi, menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, serta membangun lingkungan yang aman, tertib, dan damai.

Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)