Media Dinamika Global

Minggu, 14 Juni 2026

DORO MPURI TERANCAM DIGERUS, WARGA MURKA! Diduga Galian C Ilegal Beroperasi Diam-Diam

Eskavator beroperasi pada malam hari dan Doro Mpuri Institut, (Ist/Surya).

BIMA, Media Dinamika Global – Aroma dugaan penambangan galian C ilegal kembali mencuat di Kabupaten Bima. Kali ini, sorotan tajam datang dari kawasan selatan Doro Mpuri, Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima, setelah sebuah alat berat jenis eskavator diduga masuk dan mulai melakukan aktivitas penggalian tanpa sepengetahuan pemerintah desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kehadiran alat berat pada Kamis (12/6/2026) memantik kemarahan warga dan aktivis lingkungan. Doro Mpuri Institut bahkan menyatakan penolakan keras terhadap aktivitas tersebut karena dianggap mengancam kelestarian kawasan yang selama ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Desa Mpuri.

Ketua Doro Mpuri Institut, Eka Tri Rahmansya, menegaskan bahwa aktivitas yang diduga sebagai operasi galian C itu berlangsung tanpa transparansi dan tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada pemerintah desa dan BPD.

"Bagaimana mungkin alat berat bisa masuk dan beroperasi sementara Pemdes dan BPD tidak mengetahuinya?. Ini menimbulkan pertanyaan besar. Jangan sampai ada pihak-pihak yang bermain di balik layar demi keuntungan pribadi atau sekelompok orang dengan mengorbankan lingkungan dan masa depan Desa Mpuri," tegas Eka.

Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang tidak pernah berhenti pada satu generasi. Dampaknya bisa berlangsung puluhan tahun, mulai dari rusaknya bentang alam, ancaman longsor, berkurangnya daya serap air, hingga hilangnya identitas kawasan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.

Dugaan Jual Beli Material Murah, Negara Berpotensi Dirugikan

Temuan lain yang memicu kecurigaan adalah adanya informasi dari pemilik lahan terkait penawaran batu hasil galian dengan harga sekitar Rp5.000 per truk. Praktik tersebut dinilai janggal dan memunculkan dugaan adanya aktivitas perdagangan material yang tidak melalui mekanisme perizinan yang sah.

Jika dugaan tersebut benar, maka bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan daerah dan pajak sektor pertambangan.

"Kami tidak akan tinggal diam. Jika pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten Bima memilih bungkam, maka kami akan membawa persoalan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH), baik ke Polres Bima dan Kejaksaan Negeri Raba Bima," kata Eka.

Pemerintah Desa dan Aparat Penegak Hukum Diminta Tidak Tutup Mata atas dugaan Galian C Ilegal

Doro Mpuri Institut mendesak Pemerintah Desa Mpuri, BPD, Camat Madapangga, Dinas ESDM, hingga APH untuk segera turun ke lokasi melakukan pengecekan dan investigasi langsung.

Masyarakat mempertanyakan, apakah aktivitas tersebut telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Minerba, atau justru beroperasi secara ilegal tanpa dokumen resmi.

Jika benar tidak memiliki izin, maka aktivitas tersebut dapat berpotensi melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba yang mengatur ancaman pidana bagi pelaku usaha pertambangan tanpa izin.

Selain itu, aktivitas yang mengakibatkan kerusakan lingkungan juga dapat dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jangan Biarkan Doro Mpuri Menjadi Korban Kepentingan Segelintir Orang

Doro Mpuri bukan semata-mata hamparan tanah dan batu. Kawasan tersebut merupakan bagian dari identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Desa Mpuri. Karena itu, warga berharap pemerintah tidak menunggu kerusakan terjadi sebelum bertindak.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Desa Mpuri dan pihak-pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi.

Media ini terus melakukan upaya konfigurasi atas pernyataan di atas.

Redaksi |

Polda Lampung Berhasil Mengamankan Pasutri Terduga Penggelapan 19 Ton Kopi Senilai 1,3 Miliar.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menangkap pasangan suami istri (Pasutri) diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan biji kopi seberat sekitar 19 ton dengan nilai kerugian mencapai 1,3 miliar rupiah. 

Kedua tersangka HS dan istrinya HA ditangkap tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, pengungkapan perkara tersebut bermula dari transaksi jual beli kopi antara korban, Joni Hartono dengan tersangka pada Desember 2025.

Saat itu, tersangka HS meminta korban mengirimkan kopi dalam jumlah besar, yakni sekitar 19 ton. Permintaan tersebut disetujui korban yang kemudian membeli kopi dari para petani dan pengepul untuk memenuhi pesanan.

"Korban kemudian mengirimkan kopi menggunakan tiga kendaraan, terdiri dari dua unit colt diesel dan satu unit truk dengan total muatan sekitar 20,3 ton kopi," ungkapnya. 

Setelah kopi diterima, tersangka mengaku komoditas tersebut telah dimasukkan ke gudang pembeli. Namun hingga empat hari setelah pengiriman, pembayaran yang dijanjikan tidak kunjung dilakukan.

Menurut polisi, tersangka kemudian mengakui uang hasil penjualan kopi tersebut telah digunakan untuk kepentingan lain.

"Korban berupaya menemui tersangka untuk meminta pertanggungjawaban, tapi selalu mendapat berbagai alasan dan tidak pernah berhasil bertemu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar 20.390 kilogram kopi atau senilai Rp1,3 miliar," terang Yuni. 

Alhasil, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan polisi LP/B/942/XII/2025/SPKT/Polda Lampung.

Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua tersangka yang berada di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung dipimpin Kompol Jonnifer Yolandra kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan keduanya di sebuah rumah kos di Gang Wonorejo, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu.

Setelah ditangkap, kedua tersangka dibawa ke Mapolda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi menjerat keduanya dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHP yang berlaku.

"Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut," tandas Kabid Humas. ( Fs/Red) 

Pasca pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Amahami, Minggu pagi


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima melakukan pembersihan sampah yang ditinggalkan pengunjung guna mengembalikan kebersihan dan kenyamanan ruang publik.

 DLH mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

 Mari jadikan CFD tidak hanya sebagai ajang hidup sehat, tetapi juga momentum membangun budaya peduli lingkungan demi mewujudkan Kota Bima yang bersih, indah, dan nyaman.(MDG 2.1)



Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Kongkow-Kongkow, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id,Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sejumlah Babinsa dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli dan kegiatan komunikasi sosial (komsos) melalui program "Kongkow-Kongkow" bersama warga di desa binaan masing-masing pada Minggu (14/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga situasi kamtibmas, menjauhi perbuatan yang melanggar hukum, serta tidak mudah terpancing untuk bertindak main hakim sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan.

Pada pukul 19.20 WITA, Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, Serka Sahrul melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga binaannya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk selalu menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat berwenang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, pada pukul 19.45 WITA, Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Serda Ikhsan menggelar patroli serupa. Ia secara khusus mengimbau para remaja untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum maupun mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.




Pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Serka Ridwan turut melaksanakan patroli kongkow-kongkow di wilayah binaannya. Ia menekankan pentingnya menjaga kamtibmas serta menjauhi minuman keras, narkoba, dan barang-barang terlarang lainnya yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan warga agar menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak yang berwenang.

Sementara itu, pada pukul 20.25 WITA, Babinsa Desa Sangga yang juga anggota Posramil Lambu, Serka Jamaluddin, melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga desa binaannya. Dalam arahannya, ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dalam hal-hal positif serta menghindari berbagai pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang lainnya yang dapat berdampak buruk bagi diri sendiri maupun keluarga.

Melalui kegiatan patroli kongkow-kongkow ini, para Babinsa berharap terjalin komunikasi yang baik antara aparat teritorial dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.(Team.MDG.03)

Januari Sampai Bulan Juni 2026 Tak Terima Gaji, PPPK PW Bima Menjerit BPKAD, BKD, dan Sekda Jangan Bungkam


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Kegalauan menyelimuti ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) di Kabupaten Bima. Selama enam bulan, sejak menerima Surat Keputusan (SK) pada Desember 2025 hingga  bulan juni 2026, mereka tetap menjalankan tugas seperti biasa tanpa menerima gaji.

Meski terus hadir dan mengabdi, hak dasar berupa upah tak kunjung diberikan. Kondisi ini memicu keresahan yang kini mulai mencuat ke ruang publik.

Salah satu suara pertanyaan yang menggambarkan ketidakpastian nasib para PPPK tersebut.

“Akankah P3K PW diberi amplop berisikan gaji mereka selama 6 bulan ini, ataukah akan diberikan amplop yang berisikan surat pemecatan massal?” Minggu, 14 juni 2026.

Ungkapan tersebut langsung menyita perhatian dan memantik beragam reaksi. Banyak pihak menilai, persoalan ini bukan sekadar keterlambatan administratif, melainkan menyangkut tanggung jawab pemerintah terhadap tenaga kerja yang telah diangkat secara resmi.

Sejumlah pertanyaan pun mengemuka di tengah masyarakat: ke mana alokasi anggaran untuk PPPK Paruh Waktu? Mengapa hingga enam bulan belum ada kepastian pembayaran? Dan mengapa belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima seperti BPKAD, BKD dan sekda.

Jika memang anggaran belum tersedia, publik mempertanyakan alasan di balik tetap dilaksanakannya pengangkatan PPPK tersebut. Di sisi lain, apabila terdapat kendala administratif, transparansi dinilai menjadi hal yang wajib disampaikan guna mencegah spekulasi liar.

Situasi ini menempatkan para PPPK Paruh Waktu pada posisi sulit. Di satu sisi, mereka dituntut menjalankan kewajiban sebagai aparatur, namun di sisi lain hak mereka belum terpenuhi.

Pengamat kebijakan publik menilai, kondisi ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ketidakjelasan yang berlarut-larut juga dikhawatirkan berdampak pada kinerja para tenaga PPPK di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima terkait keterlambatan pembayaran gaji PPPK PW tersebut.

Publik kini menanti kejelasan. Para PPPK PW menunggu kepastian. Sebab pengabdian seharusnya tidak dibalas dengan ketidakpastian.(MDG 2.1)

SMKN 1 Kota Bima Mengucapkan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selamat dan sukses kepada:

Ananda Shuhul Ummi (X AK 3);

Ananda Zahra Kasyafani (XI TKJ 1);

Dan ananda Nasywa Azhar (XI PS)

Teruslah menginspirasi, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah. Semoga sukses pada tahapan-tahapan selanjutnya..

SMK Negeri 1 Kota Bima tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidang keahlian, tetapi juga generasi yang literat, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.


TK IT Az-Zauti Di Sape Bima Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id TK Islam Terpadu (TK IT) Az-Zauti menggelar kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Sape, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tersebut berlangsung meriah dan penuh haru.

Mengusung tema “Mengukir Prestasi dengan Berakhlak Mulia”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi capaian peserta didik sekaligus melepas siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.

Pada tahun ajaran 2025/2026, TK IT Az-Zauti memiliki total 72 siswa. Sebanyak 42 siswa dinyatakan lulus dan ditamatkan, terdiri atas 25 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Para lulusan tersebut telah menyelesaikan program unggulan sekolah berupa hafalan 23 surat pendek, 20 hadis pendek, dan 24 doa harian.

Acara ini dihadiri oleh Pengawas TK/SD Kecamatan Sape, pembina Yayasan Az-Zauti, Ketua Lembaga Dakwah Nurul Siraj Kecamatan Sape, Ketua PHBI Kecamatan Sape, para tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, wali murid, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Kepala TK IT Az-Zauti, Maryati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga TK IT Az-Zauti dapat terus eksis dan memberikan manfaat di bidang pendidikan maupun keagamaan. Semoga ikhtiar yang dilakukan bersama ini menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Maryati juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada TK IT Az-Zauti serta mendukung berbagai program sekolah.

Selain prosesi pelepasan, kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari mengaji, hafalan Al-Qur’an, menjadi pembawa acara, drama, menyanyi, menari, membaca puisi, hingga beragam pertunjukan kreatif lainnya. Seluruh rangkaian acara didesain berbasis digital dan menampilkan potensi serta bakat peserta didik.

TK IT Az-Zauti yang mengusung motto “Berakhlak, Cerdas, dan Inovatif” terus berkomitmen menjalankan pendidikan yang terintegrasi antara program Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia dan kurikulum nasional. Pembelajaran dikembangkan melalui pendekatan yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan dengan memperhatikan aspek perkembangan agama, karakter, bahasa, serta pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).

Sementara itu, Ketua Yayasan Az-Zauti, Zainal Muthi’i, S.H.I., menyampaikan bahwa keberadaan TK IT Az-Zauti telah mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat, tidak hanya di Kecamatan Sape tetapi juga Kecamatan Lambu.



“Alhamdulillah, tahun ini TK IT Az-Zauti genap berusia 10 tahun. Berbagai inovasi terus kami hadirkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, di antaranya program Pramuka Cilik, Ngobras, Parents Teaching, Happy Camp, dan Go Clean Happy Kids,” katanya.

Pengawas TK/SD Kecamatan Sape, Sudirman, S.Pd., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para tenaga pendidik terus meningkatkan dedikasi dalam mendidik dan membina peserta didik.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Semoga para pendidik senantiasa diberikan kesabaran dan ketelatenan dalam membimbing anak-anak sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK IT Az-Zauti Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung penuh kegembiraan dan haru. Berbagai penampilan siswa berhasil memukau para tamu undangan dan orang tua yang hadir, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam membina karakter, kreativitas, dan kecerdasan peserta didik sejak usia dini.(Team.MDG.03)

Menjadikan Serambi Al-Qur'an sebagai Haluan Peradaban dan Kebudayaan NTB

Foto: Ihwan (Kadis Kabudayaan), (Istimewa)

Opini

Mataram, Menyambung Jejak Para Tuan Guru, Qari Dunia, dan Peradaban Sasambo. Jika berbicara tentang gagasan NTB sebagai Serambi Al-Qur'an, sesungguhnya kita tidak sedang membangun identitas baru. Kita hanya sedang menemukan kembali jati diri yang sudah lama hidup dalam sejarah masyarakat NTB.

Sebelum istilah Serambi Al-Qur'an digaungkan hari ini oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo telah hidup berdampingan dengan nilai-nilai Al-Qur'an selama berabad-abad.

Islam datang ke NTB bukan melalui pedang, tetapi melalui dakwah, pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan. Dari kampung-kampung adat di Bayan, masjid-masjid kuno di Lombok, Kesultanan Bima, Kesultanan Dompu, hingga Kesultanan Sumbawa, Al-Qur'an menjadi sumber nilai yang membentuk cara berpikir masyarakat, tata pemerintahan, hukum adat, hingga seni dan tradisi.

Di Lombok lahir generasi tuan guru yang menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat. Di Sumbawa berkembang falsafah Adat Barenti Ko Syara', Syara' Barenti Kitabullah. Di Bima tumbuh falsafah Maja Labo Dahu yang sesungguhnya merupakan pengejawantahan nilai-nilai Qurani tentang rasa malu, tanggung jawab moral, dan ketakwaan kepada Allah.

Karena itu, Serambi Al-Qur'an bukan sekadar program keagamaan. Ia adalah upaya mengonsolidasikan kembali fondasi peradaban NTB.

NTB dan Tradisi Al-Qur'an yang Tidak Pernah Putus, banyak daerah memiliki tradisi Islam yang kuat. Namun tidak banyak daerah yang secara konsisten melahirkan qari dan qariah bertaraf dunia seperti NTB.

Dalam dua dekade terakhir, NTB menjadi salah satu lumbung tilawah Al-Qur'an Indonesia. Nama yang paling dikenal tentu adalah Syamsuri Firdaus. Qari muda asal Bima ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan Al-Qur'an di NTB setelah menjuarai berbagai MTQ internasional, termasuk di Turki dan Kuwait. Pada MTQ Internasional di Istanbul, Turki, ia meraih juara pertama dan menerima penghargaan langsung dari Presiden Turki. Prestasi tersebut kemudian disusul kemenangan pada MTQ Internasional Kuwait yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu qari terbaik dunia. 

Bahkan hingga tahun 2026, Syamsuri masih terus menorehkan prestasi di berbagai ajang internasional dan menjadi ikon tilawah Indonesia di dunia Islam. 

Namun keberhasilan NTB tidak berhenti pada Syamsuri. Awal tahun 2026, Indonesia kembali dibuat bangga oleh seorang qari cilik asal Kota Bima bernama Muhammad Zian Fahrezi. Pada usia yang sangat muda, ia berhasil meraih Juara I MTQ Internasional Al-Ameed di Karbala, Irak. Prestasi tersebut mendapat perhatian nasional hingga memperoleh apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia berupa dukungan pendidikan sampai perguruan tinggi. 

Di tahun yang sama, qari muda NTB lainnya, Imranul Karim, juga berhasil meraih juara pertama MTQ Internasional di Rusia. Prestasi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan NTB bukanlah kebetulan yang lahir dari satu generasi, tetapi hasil dari tradisi pembinaan Al-Qur'an yang panjang dan berkelanjutan. 

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa NTB sesungguhnya telah memiliki modal sosial dan modal budaya yang sangat kuat untuk menjadi Serambi Al-Qur'an Indonesia.

Serambi Al-Qur'an Bukan Sekadar Banyaknya Hafiz dan Qari, namun kita juga harus jujur. Serambi Al-Qur'an tidak boleh hanya diukur dari jumlah MTQ, jumlah hafiz, atau banyaknya piala yang diraih. Sebab Al-Qur'an diturunkan bukan untuk diperlombakan semata. Al-Qur'an diturunkan untuk membentuk manusia.

Di sinilah tantangan besar NTB ke depan. Bagaimana menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bagaimana nilai kejujuran menjadi budaya birokrasi, bagaimana nilai amanah menjadi budaya kepemimpinan, bagaimana nilai membaca menjadi budaya masyarakat, bagaimana nilai kebersihan menjadi budaya lingkungan, bagaimana nilai musyawarah menjadi budaya politik, dan bagaimana nilai kasih sayang menjadi budaya keluarga. Jika ini berhasil dilakukan, maka Serambi Al-Qur'an tidak lagi menjadi slogan, tetapi menjadi karakter masyarakat NTB.

Kebudayaan NTB Harus Bertumpu pada Nilai-Nilai Qurani

Dalam penyusunan Haluan Kebudayaan NTB 2026–2045, gagasan Serambi Al-Qur'an seharusnya ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan kebudayaan. Bukan untuk menghilangkan budaya lokal. Tetapi justru untuk memperkuatnya, karena kebudayaan NTB yang tumbuh selama ratusan tahun pada hakikatnya lahir dari perjumpaan antara adat dan Islam.

Tarian boleh berkembang, musik boleh berinovasi, festival boleh bertambah, teknologi boleh berubah. Tetapi nilai dasarnya harus tetap sama: akhlak, adab, ilmu, dan kemanusiaan. Karena itu, pengembangan 12 Objek Pemajuan Kebudayaan NTB harus diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Qurani tersebut.

Tradisi lisan menjadi media pendidikan karakter.

Manuskrip kuno menjadi sumber literasi Islam Nusantara, adat istiadat menjadi sarana membangun harmoni sosial, bahasa daerah menjadi media penyebaran nilai-nilai kebajikan.

Permainan rakyat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Seni menjadi instrumen dakwah kebudayaan, cagar budaya menjadi ruang pembelajaran sejarah peradaban Islam NTB, Implementasi Serambi Al-Qur'an dalam Kebijakan Kebudayaan NTB. Jika gagasan Serambi Al-Qur'an ingin diwujudkan secara nyata, maka perlu diterjemahkan menjadi program kebudayaan yang konkret.

Pertama, pendirian Museum Tuan Guru, Ulama, dan Perkembangan Islam NTB sebagai pusat narasi sejarah Islam di NTB. Kedua, digitalisasi manuskrip Islam NTB yang tersimpan di pesantren, keluarga bangsawan, dan masyarakat adat. Ketiga, pengembangan Jalur Peradaban Islam NTB yang menghubungkan Bayan, Pejanggik, Ampenan, Bima, Dompu, dan Sumbawa sebagai destinasi wisata sejarah dan religi. Keempat, integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam muatan lokal budaya NTB di sekolah. Kelima, pembentukan Duta Budaya Qurani Desa Berdaya yang menggabungkan literasi budaya dan literasi Al-Qur'an. Keenam, Festival Serambi Al-Qur'an NTB yang menggabungkan seni, budaya, manuskrip, kaligrafi, ekonomi kreatif, dan tradisi Islam lokal. Ketujuh, pembangunan Pusat Kajian Peradaban Islam NTB yang melibatkan perguruan tinggi, pesantren, budayawan, dan pemerintah daerah.

Menatap NTB 2045

Ketika Gubernur NTB menggaungkan Serambi Al-Qur'an, sesungguhnya beliau sedang menawarkan arah pembangunan yang lebih besar daripada sekadar program keagamaan. Gubernur sedang menawarkan arah peradaban, peradaban yang menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber nilai, Peradaban yang memuliakan ilmu pengetahuan, peradaban yang menghormati adat dan budaya, peradaban yang menjaga lingkungan dan peradaban yang membangun kesejahteraan.

Peradaban yang melahirkan generasi seperti Syamsuri Firdaus, Muhammad Zian Fahrezi, Imranul Karim, dan ribuan anak NTB lainnya yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu menerjemahkan Al-Qur'an dalam kehidupan. Karena pada akhirnya, Serambi Al-Qur'an bukanlah tentang banyaknya ayat yang dibaca. Melainkan tentang seberapa jauh nilai-nilai Al-Qur'an hidup dalam kebudayaan masyarakat. Tatkala Harapan ini berhasil diwujudkan, maka Serambi Al-Qur'an tidak hanya menjadi identitas NTB. tetapi bisa menjadi jalan Provinsi menuju peradaban yang makmur, berbudaya, dan mendunia.

Penulis: Ihwan (Kadis Kabudayaan).


Sabtu, 13 Juni 2026

Koalisi LSM Merah Putih Nusantara Berencana Laporkan BKD Kabupaten Bima


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Koalisi LSM Merah Putih Nusantara Kembali Lakukan Audiensi dan berencana akan melaporkan Kepala BKD Kabupaten Bima. Rencananya hari Rabu, 17 Juni 2026 sekitar Pukul 10.30 Wita berlangsung di Aula Kantor BKD Kabupaten Bima dalam rangka mempertanyakan tahapan, proses Pemberian Gaji/intensif Ribuan Pegawai PPPK Paruh Waktu Tahap 1 dan 2 serta Tahapan lainnya yang selama ini diduga di lakukan Pembiaraan alias tidak diurus dan/ atau Sikap Apatis.

Sikap Apatis seseorang pejabat ini membuat Para Pegawai merasa Keberatan sekali, ditambah lagi dengan adanya Disinformasi sehingga patut diduga bahwa Kepala BKD Kabupaten beserta Jajarannya telah melakukan perbuatan yang melanggar Hukum dan berencana akan melaporkan secara resmi.

Pelanggaran Hukum tersebut bermula adanya Dugaan Apatisme terhadap Nasib seseorang yang berdampak pada adanya Perbuatan Korupsi sehingga besar kemungkinan akan melaporkan hal ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Hal ini, disampaikan secara langsung Ketua Koalisi LSM Merah Putih Nusantara Bima NTB pada Media ini, dijelaskan bahwa dalam Tindakan atau Perbuatan Korupsi itu tidak hanya meraib sejumlah Uang tetapi juga ada kaitannya dengan Sikap Pembiaraan/Apatismenya Pemerintah dalam melayani Pegawainya.

Olehnya Demikian, kami tidak sembarangan untuk mengeluarkan Surat Audiensi jika tidak ada dasar Hukum yang jelas, terutama Data, dokumen Pendukung sehingga apapun argumentasi tersebut tidak bisa di bohongi oleh Pemerintah.

Selain itu, Pemerintah Daerah Bima melalui Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bima telah mencanangkan berbagai program akselerasi/percepatan pembangunan terutama SDM dan lainnya. Namun oleh Para Pembantu justru tidak mencerminkan Instruksi, harapan dari Bupati Bima sehingga Program tersebut tidaklah maksimal.

Konsep inilah, membuat kami tidak bisa diam melihat keterpurukan terhadap Pelayanan Publik ini, bahkan semua Program Bupati Bima tidak dijalankan sesuai Prosedur yang jelas. Maka kami melakukan cek and ricek, cek and balanced serta investigasi terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Pemerintah terutama Kepala BKD Kabupaten Bima bersama Jajarannya.

Jika, tidak ada keterangan yang jelas dan/atau Penjelasan tidak sesuai dengan SpEK maka kami akan Melaporkan hal ini ke Aparat Penegak Hukum tentunya. Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Bima Drs Syahrul melalui Via Wasshapnya dan telepon seluler tidak mengangkatnya sama sekali, demi berimbangnya berita ini hingga berita ini diturunkan.(MDG001).

Mahasiswa Papua dan Akademisi Diskusikan Film “Pesta Babi”, Tekankan Pentingnya Literasi Media


Yogyakarta, Media Dinamika Global – SHG Advokat mengundang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Raja Ampat (IPMARAM) dalam menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi publik bertajuk “Film Pesta Babi: Antara Realita dan Agenda Pembangunan” yang dirangkaikan dengan pentas seni budaya Papua, Rabu (10/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Goebog Resto, Kompleks Ruko Tandan Raya, Jalan Wonosari KM 1, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.

Acara diawali dengan makan malam bersama, dilanjutkan pembukaan oleh panitia dan sambutan dari Setyo Hadi Gunawan selaku penyelenggara sekaligus pendiri SHG Advokat. Sebelum pemutaran film, peserta disuguhkan penampilan Tarian Pangkur Sagu yang dibawakan oleh anggota IPMARAM sebagai bentuk pelestarian budaya Papua.

Film dokumenter Pesta Babi kemudian diputar selama kurang lebih satu jam sebelum dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Dosen Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Pius Rino Pungkiawan, S.Sn., M.Sn., Dekan Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Dr. Ir. Yunianta, M.P., serta tokoh agama asal Papua, Pdt. Beni Dimara. Diskusi dipandu oleh Charlien Tania, S.Psi., mahasiswa Profesi Psikologi Universitas Gadjah Mada sekaligus Miss Papua Barat 2013.

Dalam pengantarnya, Charlien Tania menyampaikan pentingnya literasi media di era digital, terutama kemampuan membedakan antara fakta, dugaan, dan pendapat. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu memiliki sikap kritis dalam menerima informasi dengan melakukan verifikasi sumber, membandingkan informasi dari berbagai referensi, serta memanfaatkan platform pengecekan fakta agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Pdt. Beni Dimara mengajak peserta untuk melihat suatu informasi dari berbagai sudut pandang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, mahasiswa Papua perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui ruang-ruang diskusi yang konstruktif agar mampu memahami berbagai persoalan secara lebih komprehensif.

“Mahasiswa Papua harus terus belajar, memperluas wawasan, dan mengasah ketajaman berpikir. Diskusi seperti ini menjadi sarana untuk memahami berbagai perspektif yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Ir. Yunianta menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai pembangunan pertanian, termasuk program pengembangan kawasan pangan berskala besar, perlu didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan petani, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.

Menurutnya, setiap program pembangunan harus memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Adapun Pius Rino Pungkiawan menyoroti film dokumenter sebagai medium yang tidak hanya merekam fakta, tetapi juga menyampaikan sudut pandang dan pengalaman pembuat film. Ia menjelaskan bahwa dokumenter memiliki pendekatan berbeda dengan karya jurnalistik karena mengandung unsur interpretasi dan konstruksi naratif yang bertujuan membangun pemahaman tertentu bagi penontonnya.

“Film dokumenter bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan perspektif subjektif pembuatnya melalui cara bercerita yang dirancang secara sinematik,” jelasnya.

Dari hasil diskusi, peserta menyimpulkan bahwa pembangunan di Papua perlu terus dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun harus dilakukan secara inklusif, partisipatif, dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Selain itu, pembangunan juga perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan guna mencegah munculnya konflik sosial.

Peserta juga menekankan pentingnya generasi muda Papua untuk terus menempuh pendidikan, memperluas jaringan pergaulan dengan berbagai kelompok masyarakat, serta meningkatkan kapasitas diri agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Tarian Yospan (Yosim Pancar) dan pertunjukan vokal dari anggota IPMARAM yang menampilkan kekayaan budaya Papua di hadapan para peserta.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam nuansa akademis, kebudayaan, dan diskusi publik yang menitikberatkan pada pertukaran gagasan mengenai pembangunan, literasi informasi, dan masa depan Papua.

Redaksi |