Media Dinamika Global

Minggu, 09 Agustus 2026

Anggota Posramil Lambu Latih Paskibra Tingkat Kecamatan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Senin (10/8/2026).

Kegiatan latihan berlangsung mulai pukul 07.30 WITA di Lapangan Temba Romba, Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Latihan tersebut dipimpin oleh Danposramil Lambu, Pelda Binhamtoro, bersama dua orang anggota.

Latihan Paskibra merupakan bagian dari persiapan untuk membentuk kesiapan dan kedisiplinan para calon anggota Paskibra dalam menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.



Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti latihan dengan tertib dan penuh semangat. Anggota Posramil Lambu memberikan arahan serta pendampingan untuk meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, dan ketepatan gerakan peserta.

Kegiatan latihan berakhir sekitar pukul 12.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Latihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan para calon anggota Paskibra tingkat Kecamatan Lambu sehingga mampu melaksanakan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan baik.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Aktif Jalin Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Waspadai Kebakaran


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus memperkuat komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dalam kegiatan Komsos yang berlangsung di sejumlah desa binaan, para Babinsa menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, serta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim panas.



Babinsa Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit, saat melaksanakan Komsos bersama warga sekitar pukul 08.25 Wita, mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga hubungan dan komunikasi yang baik. Ia juga mengingatkan warga agar menghindari segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum karena dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Serka Abdul Hafit meminta masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menghadapi suatu persoalan. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya segera dilaporkan dan diselesaikan melalui komunikasi serta koordinasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Sementara itu, Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, melaksanakan Komsos pada pukul 09.00 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Serka Masykur juga mengingatkan warga agar segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila menemukan persoalan yang berpotensi memicu keributan. Penyelesaian secara musyawarah dinilai penting untuk mencegah persoalan meluas.

Ia turut mengajak masyarakat memberikan contoh yang baik dan bermanfaat, terutama kepada anak-anak dan lingkungan sekitar, serta menjaga tutur kata agar tercipta suasana yang sejuk dan harmonis.

Kegiatan serupa dilakukan Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, pada pukul 09.30 Wita. Komsos tersebut menjadi sarana silaturahmi antara Babinsa dan warga sekaligus untuk memupuk kebersamaan serta rasa saling menghormati antarwarga.

Sertu Syaifullah mengajak masyarakat untuk senantiasa hidup rukun dengan sesama tetangga. Menurutnya, hubungan yang harmonis di tengah masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Babinsa Desa Na'e, Sertu Heriyanto, melaksanakan Komsos bersama warga pada pukul 09.45 Wita. Selain mempererat komunikasi dengan masyarakat, ia memberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran, khususnya di tengah kondisi musim panas seperti saat ini.

Sertu Heriyanto mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan api maupun benda atau peralatan lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Masyarakat diminta tidak lengah dan memastikan sumber api benar-benar aman setelah digunakan.

Rangkaian Komsos yang dilaksanakan para Babinsa Koramil 1608-03/Sape tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat. Melalui komunikasi yang rutin, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial di tengah masyarakat dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.(Team.MDG.03)

Koramil 1608-03/Sape Latih Paskibra Tingkat Kecamatan Jelang HUT Kemerdekaan


BIMA — Anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Sape, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Semangka, Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Latihan dipimpin oleh Bati Komsos Koramil 1608-03/Sape, Peltu Indrawan, S.H., bersama dua orang anggota. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.




Latihan dimulai sekitar pukul 07.30 Wita dan berlangsung hingga pukul 12.40 Wita. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan dan latihan terkait kesiapan sebagai anggota Paskibra tingkat Kecamatan Sape.

Seluruh rangkaian latihan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta kesiapan para anggota Paskibra dalam menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.(Team.MDG.03)

Pokir DPRD Dompu Masuk Hutan Tutupan Negara? Jalan Dibuka di RTK-53 Tambora, DLHK NTB Diminta Jangan Tutup Mata

Alat sedang beraktifitas di Kawasan Hutan Tutupan Negara
dan dua orang pria, (Ist/Surya)

DOMPU, Media Dinamika Global - Pembangunan jalan menggunakan alat berat di kawasan yang diduga masuk hutan tutupan negara di wilayah Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, menuai kritikan tajam.

Bukan semata soal jalan yang dibuka. Yang kini menjadi pertanyaan publik adalah siapa yang memberikan izin, atas dasar hukum apa pekerjaan dilakukan, dan apakah uang negara melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Dompu boleh digunakan untuk membuka akses di kawasan yang diduga merupakan hutan negara.

Aktivitas tersebut dilaporkan berlangsung di sekitar KM 17 Desa Tambora, Kecamatan Pekat, RTK-53 Tambora. Informasi yang dihimpun menyebut pekerjaan itu diduga berkaitan dengan program yang bersumber dari dana Pokir salah seorang anggota DPRD Kabupaten Dompu dari Fraksi PKS Dapil V, yang meliputi Kecamatan Kempo dan Pekat.

Jika benar lokasi tersebut berada dalam kawasan hutan negara, maka persoalannya tidak bisa berhenti pada pertanyaan mengenai pembangunan infrastruktur semata.

Legalitas penggunaan kawasan hutan harus menjadi titik terang pertama.

Lembaga Integritas Transformasi Kebijakan NTB melalui Kabid Humas, Syaokin, mengungkapkan adanya pekerjaan pembukaan jalan di kawasan tersebut.

“Jalan tersebut berada di KM 17 Desa Tambora, Kecamatan Pekat, RTK-53 Tambora,” ujarnya.

Namun, Syaokin menegaskan bahwa keberadaan pekerjaan tersebut perlu segera diverifikasi oleh instansi berwenang, terutama terkait status kawasan, perizinan, sumber anggaran, serta dasar pelaksanaan pekerjaan.

Jangan Sampai Uang Negara Membuka Jalan di Kawasan yang Status Hukumnya Tak Jelas

Perwakilan masyarakat mempertanyakan apakah kegiatan pembukaan jalan tersebut telah mengantongi dokumen dan izin yang dipersyaratkan apabila benar berada di dalam kawasan hutan negara.

“Apakah pekerjaan tersebut sudah memiliki izin dan legalitas yang jelas? Jangan sampai pembangunan yang menggunakan uang negara justru dilakukan di kawasan hutan negara tanpa prosedur yang sah,” tegasnya.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pembangunan infrastruktur di kawasan hutan tidak semata-mata menyangkut kepentingan masyarakat atau akses transportasi. Ada aturan mengenai status kawasan, fungsi hutan, penggunaan kawasan, hingga kewenangan pemberian persetujuan.

Karena itu, label Pokir tidak boleh menjadi karpet merah untuk membuka kawasan yang status hukumnya belum terang.

Uang negara harus dipertanggungjawabkan. Begitu pula setiap jengkal kawasan hutan negara harus diperlakukan berdasarkan aturan.

Jika seluruh prosedur telah ditempuh, pemerintah tentu memiliki ruang untuk menjelaskan dan menunjukkan dokumen legalitasnya kepada publik.

Sebaliknya, jika ditemukan aktivitas tanpa dasar hukum yang jelas, maka aparat berwenang tidak boleh sekadar datang, melihat, kemudian pergi.

DLHK NTB dan BKPH Wilayah VI Didesak Turun, Bukan Sekadar Menunggu Laporan

Masyarakat dan kelompok pemerhati lingkungan mendesak Kepala BKPH Wilayah VI dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB segera melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Desakan tersebut bukan untuk menghentikan pembangunan yang memang legal, melainkan memastikan bahwa seluruh aktivitas di kawasan tersebut berjalan sesuai ketentuan.

“DLHK NTB dan BKPH Wilayah VI harus segera turun mengecek langsung. Jangan sampai aktivitas pembukaan kawasan hutan dibiarkan tanpa kejelasan legalitas,” tegasnya.

Sorotan publik kini tertuju pada pemerintah daerah dan instansi kehutanan.

Sementara itu, Kabid Penegakan Hukum (Gakkum) DLHK NTB menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan Karest Pekat bersama tim, dengan dukungan gabungan Karest Tambora BKPH Wilayah VI, untuk segera melakukan kegiatan terukur di lokasi.

"Tim akan melakukan verifikasi lapangan, mengambil titik-titik koordinat, menyusun laporan kejadian dan peta tempat kejadian perkara (TKP), kemudian melaporkannya secara berjenjang untuk proses penanganan lebih lanjut," ucapnya singkatnya saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAppnya.

Anggota DPRD Dompu Dapil V belum bisa dikonfirmasi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Kegiatan Silang Layan (Si Yan) Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bima bersama Mahasiswa KKN UNSWA Posko Jatibaru di SDN 59 Rasalewi


Kegiatan Silang Layan (Si Yan) di SDN 59 Rasalewi Kota Bima.

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima kembali melaksanakan kegiatan Silang Layan (Si Yan) sebagai upaya memperluas akses layanan perpustakaan dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Mahasiswa KKN Universitas Nggusu Waru (UNSWA) Bima Posko Jatibaru di SDN 59 Rasalewi Kota Bima, pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 08.00–12.00 WITA.

Program Silang Layan (Si Yan) merupakan inovasi layanan perpustakaan yang bertujuan untuk memperkaya koleksi bahan bacaan di sekolah melalui peminjaman dan pertukaran koleksi buku antar perpustakaan. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru memperoleh akses terhadap berbagai jenis buku bacaan yang edukatif, informatif, dan menarik sehingga dapat mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan minat baca.

Dalam pelaksanaannya, tim Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima bersama Mahasiswa KKN UNSWA Posko Jatibaru melakukan penyerahan koleksi buku, sosialisasi pemanfaatan layanan perpustakaan, serta pendampingan literasi kepada para siswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, terlihat dari tingginya minat siswa dalam membaca dan memilih buku yang tersedia.

Kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima dengan Mahasiswa KKN UNSWA Posko Jatibaru merupakan wujud sinergi dalam mendukung penguatan literasi dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bima. Kehadiran program Si Yan diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan perpustakaan, memperkaya sumber belajar di sekolah, serta menumbuhkan budaya gemar membaca di kalangan peserta didik.

Melalui inovasi Silang Layan (Si Yan), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima terus berkomitmen menghadirkan layanan perpustakaan yang inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bima yang literat, cerdas, dan berdaya saing.(Sekjend MDG)

2 Tahun Lebih Mengendap!, Korban Desak Polres Dompu Amankan Kades Mbuju 1X24 Jam

Saat Kades ambil bibit dan surat pernyataan ditandangi oleh Kades, (Ist/MDG)

DOMPU, Media Dinamika Global - Laporan dugaan tunggakan pembayaran 74 dus bibit jagung senilai Rp155,4 juta yang menyeret Kepala Desa Mbuju, Sulaiman, kembali memanas. Dua tahun lebih berjalan, pelapor Taajudin mempertanyakan kepastian hukum perkara tersebut.

Taajudin menyebut, dalam proses mediasi sebelumnya, pihak terlapor disebut telah mengakui menerima bibit dan menyatakan kesediaan menyelesaikan pembayaran. Namun, dari total nilai yang dipersoalkan, baru sekitar Rp27 juta yang disebut telah dikembalikan.

Sementara sisa kewajiban dijanjikan lunas paling lambat Maret 2026. Kini sudah Agustus, tetapi menurut Taajudin, penyelesaian tersebut belum juga terealisasi.

“Kalau bukti sudah ada dan proses hampir dua tahun, apa lagi yang ditunggu,” tegas Taajudin kepada wartawan, Senin (10/8/2026). Ia meminta polisi tidak membiarkan laporan masyarakat menggantung tanpa kepastian.

Tak hanya soal pembayaran, Taajudin juga mengaku mendapat dugaan ancaman ketika berupaya menghadirkan sejumlah petani yang disebut mengetahui perkara tersebut sebagai saksi. Ia meminta kepolisian turun tangan dan memastikan proses pemeriksaan saksi berjalan sesuai prosedur.

Kini desakan diarahkan langsung kepada Polres Dompu. Taajudin meminta dalam 1×24 jam ada langkah konkret terhadap perkara tersebut - memeriksa pihak-pihak terkait, mendalami keterangan saksi dan menentukan arah proses hukum berdasarkan alat bukti.

“Kalau memang cukup bukti, proses. Kalau belum, lakukan pendalaman. Jangan diam. Masyarakat membutuhkan kepastian,” pungkasnya.

Polres Dompu belum memberikan tanggapan resmi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Sebanyak 53 Paskibraka Kabupaten Bima Masuk Karantina di Terima Oleh Kesbangpol di SMAN 1 Bolo


BIMA, Media Dinamika Global.id.— Sebanyak 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima resmi memasuki masa karantina atau pemusatan latihan, Minggu (9/8/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangka mematangkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kekompakan para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Masa karantina tidak sekadar menjadi tahapan administratif menjelang pelaksanaan upacara, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan kesiapan para putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang dipercaya mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Kedatangan dan penerimaan 53 anggota Paskibraka berlangsung di Aula SMAN 1 Belo. Para peserta diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bima, Zainudin, S.S., yang hadir mewakili Bupati Bima.

Dalam arahannya, Zainudin menegaskan bahwa masa karantina merupakan awal dari rangkaian pelatihan terpusat yang akan dijalani para anggota Paskibraka sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, tugas sebagai Paskibraka bukan hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris dan ketepatan gerakan, tetapi juga menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta jiwa nasionalisme yang tinggi.

Mulai Senin (10/8/2026), seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bima dijadwalkan melanjutkan latihan secara terpusat di halaman Kantor Bupati Bima. Latihan tersebut menjadi bagian dari pemantapan teknis dan pembentukan kekompakan tim sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

Kepada jajaran pelatih, Zainudin menyampaikan harapan agar seluruh proses pembinaan dapat diberikan secara maksimal sehingga para peserta mampu menjalankan tugas dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.

Sementara kepada para anggota Paskibraka, ia memberikan motivasi agar mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh.

“Saya yakin para pelatih akan memberikan pelatihan terbaik untuk anak-anakku semua. Kepada para siswa, saya titip pesan agar serius menyerap apa yang diajarkan, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Tanamkan dalam diri bahwa tugas ini adalah kebanggaan dan kehormatan untuk bangsa dan daerah kita tercinta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga sikap, disiplin, kesehatan, serta nama baik daerah selama menjalani masa pemusatan latihan.

Dengan persiapan yang matang, dukungan para pelatih, serta semangat dan kedisiplinan yang tinggi, 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Bima, 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut nantinya bukan hanya menjadi prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud nyata semangat nasionalisme generasi muda Kabupaten Bima.(Sekjend MDG)

Lezat dan Bergizi, Dapur Sangia Ambarata Sajikan Menu Sehat untuk anak Indonesia


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id, 10 Agustus 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape melalui Dapur Sangia Ambarata kembali menghadirkan menu makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak pada Senin (10/8/2026).

Menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam kecap sebagai lauk, sayur sop yang berisi wortel, kol dan kentang, tempe krispi, serta buah kelengkeng sebagai pelengkap.

Kombinasi menu tersebut dihadirkan dengan memperhatikan keberagaman makanan, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran hingga buah. Penyajian menu yang beragam diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan pengalaman makan yang lezat dan menyenangkan.

Dapur Sangia Ambarata SPPG Bima Sape terus berupaya menghadirkan makanan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memperhatikan unsur gizi dalam setiap sajian. Menu yang diberikan diharapkan dapat mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak serta menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Pada Senin (10/8/2026), menu yang disajikan meliputi nasi putih, ayam kecap, sayur sop wortel, kol dan kentang, tempe krispi, serta buah kelengkeng.

Melalui penyediaan makanan yang sehat, beragam dan bergizi, SPPG Bima Sape turut mendorong pentingnya pemenuhan gizi bagi anak sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi penerus.(Team.MDG.03)

10 Tahun Mengabdi di Pelosok Wera dr. Fety Rahmawati Raih Juara II Dokter Teladan NTB tahun 2026


Sukses & sehat selalu dr. Vetty Rahmawati Rusdi.

Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selama satu dekade, dr. Fety Rahmawati memilih mengabdikan dirinya di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah keterbatasan akses pelayanan kesehatan, ia bersama tim Puskesmas Wera terus berupaya memastikan masyarakat di pelosok tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bagi dr. Fety, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Bersama tim Puskesmas Wera, ia melakukan gerakan jemput bola dengan turun langsung ke desa-desa, mendatangi rumah pasien hingga menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Salah satu fokus pengabdian tersebut adalah pelayanan kesehatan jiwa.

Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian melalui kunjungan langsung, pemantauan pengobatan, edukasi keluarga hingga pendampingan agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.

Pengabdian panjang selama 10 tahun itu akhirnya mendapat apresiasi di tingkat Provinsi NTB.

Dr. Fety Rahmawati meraih Juara II Tenaga Medis Dokter Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.

Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nomor 800.1.2/819/SDK/VII/2026 tentang Pemberian Penghargaan bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.(Sekjend MDG)

Babinsa Boke Koramil 1608-03/Sape Hadiri Pembukaan MTQ, Dorong Generasi Qur’ani dan Berakhlak


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, anggota Koramil 1608-03/Sape, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Desa Boke ke-59 Tahun 2026, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Qur’ani yang Partisipatif, Bermartabat dan Merdeka dari Kontaminasi Budaya Non-Islam.”

Pembukaan MTQ yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA itu turut dihadiri Camat Sape, perwakilan Kapolsek Sape, perwakilan Danramil 1608-03/Sape yang diwakili Bati Komsos Peltu Indrawan, S.H., perwakilan Danki Brimob, Kepala Desa Boke, Kepala KUA Kecamatan Sape, Ketua LPTQ Kecamatan Sape, Forum Kepala Desa se-Kecamatan Sape, perangkat Desa Boke, panitia MTQ, BPD beserta anggota, para ketua RT/RW dan kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta masyarakat Desa Boke.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

Serda Asnaidin turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembukaan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, laporan ketua panitia, pembacaan susunan Dewan Hakam dan Dewan Juri, serta pelantikan Dewan Hakam dan Dewan Juri.





Sejumlah sambutan juga disampaikan oleh Kepala Desa Boke, Kepala KUA Kecamatan Sape, Ketua Panitia MTQ Desa Boke, dan Camat Sape. Dalam kesempatan tersebut, Camat Sape secara resmi membuka pelaksanaan MTQ Tingkat Desa Boke ke-59 Tahun 2026.

Pelaksanaan MTQ diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, partisipatif, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Boke diharapkan terus memperkuat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian pembukaan MTQ Tingkat Desa Boke ke-59 selesai sekitar pukul 23.15 WITA. Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan tertib.(Team.MDG.03)