Media Dinamika Global

Minggu, 04 Januari 2026

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Pedagang Diatas Trotoar Sepanjang Jalan Senopati Jatimulyo Ditertibkan.


Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.id || Pemerintah desa jatimulyo kecamatan jatiagung kabupaten lampung selatan melalui kepala dusun dan Pol PP kecamatan Jatiagung melaksanakan Himbauan atau teguran secara lisan kepada para pedagang yang berdagang diatas trotoar sepanjang jalan P. senopati desa jatimulyo untuk tidak berdagang diatas trotoar atau berdagang yang terlalu dekat dengan badan jalan yang menimbulkan kemacetan parah saat jam sibuk sore har, Senin 05 Januari 2025.

Teguran dan Himbauan yang disampaikan oleh Pol PP maupun Kepala Dusun ini berdasarkan Laporan maupun keluhan masyarakat dan penguna jalan yang mana para pedagang yang berjualan diatas trotoar atau dekat badan jalan raya mengakibatkan penyempitan jalan sehingga menambah faktor kemacetan sepanjang jalan senopati. 

Selanjutnya, teguran dan Himbauan yang dilaksanakan kepada para pedagang ini juga berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dalam Pasal 28 Ayat (2) jo. Pasal 25 ayat (1) yang menerangkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang mampu menimbulkan gangguan pada fungsi jalan adapun yang dimaksud ialah trotoar yang disediakan untuk para pejalan kaki.

Teguran dan himbauan ini sebagai langkah awal penertiban yang dilakukan agar bisa di patuhi oleh semua para pedagang agar segera mengeser atau memindahkan dagangannya untuk tidak diatas trotoar atau terlalu dekat dengan badan jalan. 

jika tidak mengindahkan teguran dan himbauan hari ini, maka kami sebagai penegakkan Perda akan melakukan tindakan tegas untuk menertibkan semua para pedagang sepanjang jalan senopati desa Jatimulyo, ujar salah satu Pol PP. 

Himbauan dan teguran yang disampaikan oleh Pol PP agar pedagang yang berdagang agar bisa berkerjasama untuk bisa mengeser dagangan mundur kebelakang agar tidak diatas trotoar atau deket badna jalan aspal hingga mengganggu penguna jalan dan menimbulkan kemacetan disebabkan ruas jalan yang menyempit.

Selain itu para pedagang disini disinyalir juga tidak memiliki izin dari desa jatimulyo, makanya kita secara persuasif dan secara humanis meminta kepada para pedagang untuk kerjasama mengikuti himbauan atau teguran kita agar bisa mengeser dagangannya demi kebaikan bersama, tutupnya. (Fs/Red) 

Sosialisasi Program Unggulan JELITA “Jemput Literasi dan Wisata Edukasi” Perpustakaan Daerah Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Salam literasi! Kota Bima adalah kota dengan potensi luar biasa, dan kunci utama untuk membuka potensi tersebut adalah pengetahuan. Namun, kami memahami bahwa terkadang kesibukan dan jarak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mengakses gudang ilmu di perpustakaan. Rabu 31 Desember 2025

Oleh karena itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menghadirkan sebuah terobosan baru, sebuah inovasi yang membawa ilmu langsung ke hadapan Anda. JELITA bukan sekadar layanan perpustakaan biasa. Ini adalah sebuah komitmen untuk menghidupkan budaya membaca dengan cara yang lebih menyenangkan, interaktif, dan inklusif.

Program ini memiliki dua pilar utama, Jemput Literasi, Kami tidak lagi menunggu pengunjung datang. Mobil Mini Bus Perpustakaan kami akan bergerak aktif menjemput bola, mendatangi sekolah-sekolah, taman baca, hingga pelosok kelurahan di Kota Bima untuk mendekatkan buku kepada anak-anak dan masyarakat. Wisata Edukasi, Kami mengubah persepsi bahwa perpustakaan itu membosankan. Melalui wisata edukasi, kami mengundang sekolah dan komunitas untuk berkunjung ke gedung perpustakaan dengan agenda yang dikemas menarik—mulai dari storytelling, Library Tour, hingga pengenalan teknologi informasi.

Literasi adalah jembatan menuju kesejahteraan. Mari kita dukung dan manfaatkan program JELITA ini, Kita jadikan Kota Bima sebagai kota Literat yang cerdas dan berkarakter.(Sekjend MDG)

Larang Ngajar Guru Honorer Picu Krisis Pendidikan, Imam Sofian: Negara Ciptakan Pengangguran Terdidik


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Dapartemen Pengembangan Organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (DPO LMND) menilai kebijakan pelarangan guru honorer mengajar di sekolah negeri serta praktik perumahan guru honorer merupakan kebijakan keliru, tidak adil, dan mencerminkan kegagalan negara dalam mengelola sektor pendidikan dan ketenagakerjaan secara berkeadilan.

DPO LMND, Imam Sofian mengatakan, Guru honorer bukan masalah tetapi korban sistem. Guru honorer selama ini menjadi tulang punggung pendidikan, khususnya di daerah terpencil dan sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Justru mereka mendapatkan larangan mengajar tanpa solusi yang jelas berarti.

"Hak guru atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, mengancam keberlangsungan proses belajar siswa, melepaskan tanggung jawab negara dalam pemenuhan layanan pendidikan," ucapnya.

Lanjut Imam Sofian, negara seolah mencuci tangan atas persoalan yang justru diciptakan oleh kebijakan rekrutmen dan perencanaan pendidikan yang tidak matang.

"Ironi pendidikan: cetak sarjana, tapi hilangkan lapangan kerja," tuturnya.

Setiap tahun, sambung imam Sofian, ribuan sarjana pendidikan dan non-pendidikan dicetak, namun negara gagal menyediakan lapangan kerja yang memadai, menyusun peta kebutuhan tenaga pendidik jangka panjang, mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kebutuhan sosial.

"Dampak dari itu semua, lahirlah pengangguran terdidik, sebuah ironi di tengah jargon peningkatan kualitas SDM dan Negara gagal mengelola transisi kebijakan," terangnya.

LMND menilai beberapa poin kebijakan pemerintah:

1. Bersifat elitis dan administratif, tidak berpijak pada realitas lapangan

2. Tidak disertai skema transisi yang adil bagi guru honorer

3. Mengabaikan prinsip keadilan sosial dan hak atas pekerjaan

4. Reformasi pendidikan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan guru dan lulusan muda.

Tuntutan LMND:

1. Hentikan larangan mengajar dan perumahan guru honorer tanpa solusi yang adil

2. Angkat guru honorer secara bertahap menjadi ASN/PPPK dengan mekanisme transparan dan manusiawi

3. Susun peta kebutuhan tenaga pendidik nasional berbasis daerah dan jangka panjang

4. Buka lapangan kerja pendidikan dan non-pendidikan bagi lulusan sarjana

5. Jadikan pendidikan sebagai hak publik, bukan sekadar objek regulasi birokratis

DPO LMND, Imam Sofian  menegaskan bahwa pendidikan tidak akan maju dengan meminggirkan guru, dan negara tidak boleh terus memproduksi sarjana tanpa menjamin masa depan mereka. Jika kebijakan ini terus dipaksakan, maka negara sedang membangun krisis sosial baru: pengangguran terdidik dan rusaknya sistem pendidikan publik.

"Kami akan terus bersama guru honorer dan kaum muda terdidik dalam memperjuangkan pendidikan yang adil, demokratis, dan berpihak pada rakyat," tegasnya.

Redaksi ||

JELITA Menjemput Siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Layanan Jelita Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bima menmeput siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima, dalam layanan ini siswa yang hadir berjumlah 50 orang dan di temani 5 orang guru yang di koordnir oleh ibu Ica Haryati S.Pd, dalam hal ini di terima langsug oleh kabid Layanan Perpustakaan Kota bima. Kamis 4 Desember 2025.

Pada Kesempatan ini para siswa mendapatkan layanan jelita, Layanan Bus Perpustakaan adalah program perpustakaan bergerak yang dirancang untuk:

Menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

Mendekatkan akses buku dan literasi bagi anak-anak, pelajar, dan umum.

Memberikan layanan perpustakaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan utama.Dengan Bis Jelita ini para siswa merasa nyaman, menyenangkan dan bergembira(Sekjend MDG)

15 Warga Wera - Ambalawi Terdampak Banjir, Terima Bantuan Huntara


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Pasca bencana banjir yang terjadi di kecamatan Wera dan Ambalawi awal Februari tahun 2025 lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, pemukiman warga dan kerugian pada sejumlah sektor. Berdasarkan hasil asesment Tim BPBD, terdapat 15 rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi yang perlu mendapatkan penanganan khusus.

Terkait hal tersebut agar warga terdampak mendapatkan hunian yang layak, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memperjuangkan realisasi bantuan bagi warga tersebut pada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) oleh BNPB bagi korban terdampak bencana banjir di kecamatan Wera dan Ambalawi sangat penting karena menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi korban yang rumahnya tidak dapat dihuni lagi.

Bantuan Huntara membantu korban bencana memiliki tempat tinggal yang stabil, sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan dan rehabilitasi dan mendorong percepatan memulihan kegiatan ekonomi warga terdampak". ungkap Bupati Bima.

Terima kasih kepada BNPB RI yang telah menyalurkan dana pembangunan Huntara dan juga jajaran BPBD yang turut memperjuangkan realisasi dana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD kabupaten Bima yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Muhammad Nurul Huda, ST memaparkan, sebanyak 15 unit hunian sementera (Huntara) Type 36 m² dengan total nilai Rp. 532,8 juta yang bersumber dari bantuan Dana Siap Pakai BNPB Tahun Anggaran 2025 untuk warga korban Bencana Hidrometeorologi (Banjir Bandang, Angin Kencang dan Tanah Longsor) yang terjadi di Kecamatan Wera dan Ambalawi pada Tanggal 2 dan 3 Februari 2025 lalu sudah selesai dibangun oleh BNPB".

BPBD kabupaten Bima telah melakukan pengecekan fisik 100% sekaligus penyerahan kunci kepada semua korban bencana". Demikian ungkap Nurul Huda. Sabtu (03/01/26) 

Dijelaskan Nurul Huda, 9 unit lokasi Huntara tersebar di Desa Nangawera Kecamatan Wera dan 2 unit diDesa Mandala Wera.

Demikian halnya di kecamatan Ambalawi, 1 unit Huntara tersebar di desa Mawu, 2 unit di desa Talapiti dan 1 unit di desa Kole Ambalawi.

BPBD Kabupaten Bima menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Hj. Mahdalena, S.S, anggota DPR RI yang telah mendukung dan memfasilitasi pembangunan Huntara di kedua kecamatan tersebut. (Tim)

SDN 56 Tolobali melakukan Kunjungan Edukasi di Perpustakaan Daerah Kota bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Layanan Jelita Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Bima menmeput siswa SDN 56 Tolobali Kota Bima, dalam layanan ini siswa yang hadir berjumlah 50 orang dan di temani 5 orang guru yang di koordnir oleh ibu Ica Haryati S.Pd, dalam hal ini di terima langsug oleh kabid Layanan Perpustakaan Kota bima. Kamis, 4 Desember 2025.

Tujuan Kunjungan mereka adalah dalam rangka meningkatkan Literasi dan Numerasi siswa di Perpustakaan, dalam Kunjungan ini para siswa di arahkan untuk membaca sebuah buku dan merangkum buku tersebut menjadi sebuah jurnal dan akan di presentasikan sebagai hasil refleksi dalam kunjungannya.

Pada Kesempatan ini para siswa mendapatkan layanan jelita, Layanan Bus Perpustakaan adalah program perpustakaan bergerak yang dirancang untuk:

Menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

Mendekatkan akses buku dan literasi bagi anak-anak, pelajar, dan umum.

Memberikan layanan perpustakaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan utama.Dengan Bis Jelita ini para siswa merasa nyaman, menyenangkan dan bergembira.(Sekjend MDG)

Peduli Kesehatan, Rutan Raba Fasilitasi Layanan Medis Gratis dan Senam Warga Binaan


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raba melaksanakan pelayanan kesehatan gratis yang dirangkaikan dengan kegiatan senam bersama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan Rutan. (05/01/26).

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Rutan Kelas IIB Raba dan diikuti oleh puluhan WBP dengan antusias. Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan berat badan, konsultasi kesehatan, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur, A.Md.IP., S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal di tahun 2026 dalam membangun budaya hidup sehat bagi Warga Binaan.

“Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani pembinaan. Melalui pelayanan kesehatan gratis dan senam bersama ini, kami berharap Warga Binaan semakin peduli terhadap kondisi tubuhnya dan termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Tajudinur.

Kegiatan ini juga melibatkan petugas kesehatan Rutan serta bersinergi dengan pihak Puskesmas setempat guna memastikan pemeriksaan berjalan optimal dan sesuai standar layanan kesehatan.

Selain meningkatkan kebugaran fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara petugas dengan Warga Binaan dalam suasana yang humanis dan penuh kekeluargaan.

Rutan Kelas IIB Raba berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bagian dari pembinaan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial Warga Binaan Pemasyarakatan.

Redaksi ||

Arsiparis DPAD Jadi Narasumber Sosialisasi Kearsipan di KPU Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima menghadirkan arsiparis sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi kearsipan yang digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan arsip yang tertib, aman, dan sesuai standar.10 Desember 2025.

Dalam paparannya, arsiparis DPAD menekankan pentingnya penataan arsip yang sistematis, mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan hingga penyusutan arsip. Peserta sosialisasi yang merupakan jajaran sekretariat KPU Kota Bima tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, KPU Kota Bima diharapkan mampu mewujudkan tata kelola kearsipan yang akuntabel dan mendukung transparansi penyelenggaraan pemilu di daerah.(Sekjend MDG)

Isi Libur Sekolah, Orang Tua Ajak Anak Berwisata Literasi di Perpustakaan Daerah Kota Bima


Kota Bima NTB, Media Dinamika Global.id. - Mengisi waktu libur sekolah tidak selamanya harus identik dengan mengunjungi pusat perbelanjaan atau objek wisata alam. Di Perpustakaan Daerah Kota Bima, Orang tua justru memilih memboyong anak-anak mereka untuk menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia literasi.

1

Bagi para orang tua, membawa anak ke perpustakaan menjadi solusi cerdas untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai (gadget) selama liburan.

"Kalau di rumah terus, anak-anak pasti main HP atau nonton TV. Di sini mereka bisa pilih buku yang mereka suka, suasananya tenang, dan yang terpenting ini gratis namun sangat bermanfaat,"

2

Tren positif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak dini di kalangan generasi muda. Dengan menjadikan perpustakaan sebagai tujuan "wisata", literasi diharapkan tidak lagi menjadi beban pelajaran, melainkan sebuah gaya hidup yang menyenangkan bagi anak-anak.

Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan fasilitas yang tepat, perpustakaan mampu menjadi ruang publik pilihan masyarakat untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak melalui aktivitas yang mencerdaskan.(Sekjend MDG)

Mahasiswa Politeknis Muhammad Dahlan Bima Kunjungi Perpustakaan Daerah untuk Tingkatkan Literasi dan Riset


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Kebidanan Politeknik Muhammad Dahlan Bima melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Daerah Kota Bimapada dalam rangka meningkatkan literasi informasi dan memperluas wawasan akademik mereka. Jumat, 10 Oktober 2025

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada sumber-sumber referensi ilmiah dan fasilitas informasi yang tersedia di perpustakaan umum, khususnya yang relevan dengan bidang kesehatan.

Para mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan Daerah Kota Bima, yang memberikan penjelasan mengenai layanan, koleksi, dan fasilitas yang tersedia. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Kami sangat terbuka untuk kunjungan akademik seperti ini, terutama dari kalangan mahasiswa. Perpustakaan daerah bukan hanya tempat membaca, tapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan.”

Selama kunjungan, para mahasiswa diberikan tur keliling perpustakaan, diperkenalkan pada koleksi buku dan jurnal kesehatan, serta diberikan pelatihan singkat mengenai cara mengakses jurnal ilmiah digital melalui e-library yang telah disediakan oleh perpustakaan.

Salah satu mahasiswa, mengaku sangat terbantu dengan kunjungan ini. “Kami jadi tahu bahwa banyak sumber referensi yang bisa diakses secara gratis di sini. Ini sangat bermanfaat untuk tugas kuliah dan penelitian kami,” ujarnya.

Dosen pendamping, berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin. “Mahasiswa perlu dibiasakan untuk mencari informasi dari sumber terpercaya, dan perpustakaan daerah adalah tempat yang sangat tepat untuk itu,” katanya.

Kunjungan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan mengenai pentingnya literasi informasi di bidang kesehatan, terutama dalam era digital saat ini.(Sekjend MDG)