Bupati dan Dikpora Kabupaten Bima : Minat Baca Siswa SDN Doridungga Kecamatan Donggo Menurun Akibat Perpustakaan Rusak Bertahun-tahun
Mahyudin, menunjukkan kerusakan bangunan perpustakaan di sekolah yang dipimpinnya di Desa doridungga, Kecamatan Donggo.
Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Senin (16/3/2026). Panduan & Petunjuk Perjalanan Bertahun-tahun rusak dan tak beratap, bangunan perpustakaan SDN Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima tak kunjung tersentuh perbaikan. Kondisi itu berdampak buruk terhadap minat baca siswa. Pantauan "Awak Media Dinamika Global" pada Senin 16 Maret 2026 mendapati kondisi memilukan bangunan perpustakaan itu. Bangunan tersebut tak memiliki atap serta kaca jendela. Bagian dalam ruangan tampak kotor dan ditumbuhi sejumlah tanaman. Kepala SDN doridungga Mahyudin mengungkapkan, kondisi bangunan telah rusak parah di sekolah itu pada sejak dari tahun 2004 lalu hingga 2026 sekarang. Edisi cetak "Kondisina tos repot, tos ancur Kondisi bangunan sudah sangat rusak dan hancur," kata Mahyudin kepada "Awak Media Dinamika Global" yang menyambangi sekolah tersebut pada Senin pagi.
Dari informasi yang diperolehnya, bangunan perpustakaan sudah tak bisa dipakai sejak 2020. Imbas keadaan itu, membuat buku-buku perpustakaan disimpan di ruangan/kantor guru. Untuk mengatasi persoalan tak adanya perpustakaan, sekolah pun menggelar kegiatan pojok baca di kelas-kelas. Kegiatan itu dilaksanakan dengan membawa buku-buku perpustakaan ke kelas-kelas agar para murid bisa membaca. " buku, ke kantor Jadi para siswa membawa buku untuk dibaca di kelas, lalu mengembalikan lagi ke kantor guru," tuturnya.
Meski begitu, kegiatan itu berlangsung tak maksimal. Soalnya, murid yang membaca di kelas masih terganggu oleh aktivitas siswa lainnya. Menurut Mahyudin, keberadaan ruangan khusus untuk perpustakaan tetap penting agar siswa dan guru nyaman saat membaca buku.
Dampak tak adanya perpustakaan pun membuat minat baca siswa berkurang. Pasalnya, siswa juga tak memiliki motivasi untuk membaca buku kala sekolah SDN Doridungga tak memiliki perpustakaan. " Kalau tak ada fasilitasnya, mau bagaimana lagi," tuturnya.
Mahyudin mengaku sudah dua kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan perpustakaan kepada Dinas Pendidikan KBM secara verbal. Namun, dari keterangan yang diperolehnya, alokasi anggaran untuk bangunan perpustakaan belum tersedia. Ia berharap, pemerintah bisa segera memperbaiki kerusakan tersebut. "Saya berharap bangunan perpustakaan yang rusak bisa direhabilitasi," ucapnya. (Sekjend MDG)

















