Media Dinamika Global

Minggu, 01 Februari 2026

Perkuat Literasi Akademik, FKPI Pascasarjana IAIN Ternate Gandeng Jurnal Tarogau Gelar Workshop Penulisan Artikel


mediadinamikaglobal.id|TERNATE – Forum Kajian dan Publikasi Ilmiah (FKPI) Pascasarjana IAIN Ternate resmi menjalin kerja sama strategis dengan Jurnal Tarogau: Jurnal Islamic Studies. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pendampingan intensif penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa Pascasarjana guna meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi akademik.

​Fokus pada Kompetensi Publikasi MahasiswaKerja sama ini menitikberatkan pada pelatihan penulisan artikel ilmiah yang sistematis. Pembina FKPI menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk menghidupkan suasana akademik di lingkungan kampus.

​"Kami menyadari bahwa salah satu bidang yang harus diperkuat pada mahasiswa adalah bidang publikasi. Dalam rangka membangun kemampuan mahasiswa Pascasarjana, dibutuhkan pelatihan-pelatihan penulisan artikel yang berkelanjutan," ujar Pembina FKPI saat ditemui di lokasi kegiatan.


​Pendampingan Maraton Selama Tiga PekanKetua FKPI, Mahdi Muhammad, menyatakan bahwa pelatihan ini dirancang secara mendalam agar tidak hanya menjadi teori semata, tetapi benar-benar menghasilkan produk berupa artikel siap terbit.

​"Pelatihan ini sangat membangun motivasi kami untuk menulis. Agar kegiatan ini menghasilkan artikel yang berkualitas, kami merancang rangkaian pendampingan ini dilaksanakan selama tiga pekan," ungkap Mahdi.

​Kurikulum Pelatihan yang Komprehensif Tim Pengelola Jurnal Tarogau selaku mitra kerja sama telah menyiapkan enam materi esensial untuk membekali para peserta, antara lain:

​Pengenalan Jurnal Ilmiah secara Komprehensif: Memahami ekosistem publikasi.

​Teknik Menyusun Pendahuluan: Merumuskan masalah dan gap analysis.

​Metode Penelitian: Ketepatan dalam pemilihan prosedur riset.

​Hasil dan Pembahasan: Ketajaman analisis data.Kesimpulan dan Abstrak: Teknik merangkum esensi penelitian.Pemanfaatan Aplikasi: Penggunaan perangkat lunak pendukung referensi dan penulisan.

​Antusiasme Tinggi Peserta Memasuki hari kedua pelaksanaan, suasana pelatihan tampak sangat dinamis. Para mahasiswa Pascasarjana menunjukkan antusiasme tinggi dalam membedah draf tulisan mereka.

​Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan jawaban atas kendala yang dihadapi mahasiswa terkait syarat kelulusan.

"Workshop ini sangat membantu kami, mengingat publikasi artikel pada jurnal ilmiah merupakan salah satu syarat wajib dalam penyelesaian studi di Pascasarjana," tuturnya.

​Melalui sinergi antara FKPI dan Jurnal Tarogau ini, diharapkan Pascasarjana IAIN Ternate dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga produktif dalam berkontribusi di dunia literasi ilmiah internasional maupun nasional.



Lik/////

Babinsa Desa Sangga Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Babinsa Desa Sangga, Serka Jamaluddin, bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30 WITA dan berlangsung hingga pukul 21.30 WITA.

Patroli Siskamling ini dilaksanakan dalam rangka memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.



Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya dua orang anggota Koramil, dua orang aparat desa, tujuh orang masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran lintas unsur ini bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta tempat-tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 20.00 WITA saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Sangga, Kecamatan Lambu. Pada pukul 20.15 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Selanjutnya, pada pukul 20.30 WITA, Babinsa memberikan imbauan kepada warga Desa Sangga agar menghindari kegiatan negatif, terutama yang dipicu oleh konsumsi minuman keras. Warga, khususnya para pemuda, diingatkan untuk mampu mengendalikan emosi, menjauhi narkoba serta barang-barang terlarang lainnya karena dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan keluarga. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap perkembangan cuaca hujan.

(Team.MDG.03)

Qudrotul Ikhwan Bupati Tulang Bawang Raih Penghargaan Indonesia Golden Awards 2026.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan., M.M meraih penghargaan Indonesia Golden Awards 2026. Penghargaan itu diserahkan oleh Seven Media Asia tepatnya di Platinum Hotel Jimbaran Beach Bali, Kamis 30 Januari 2026
 lalu.

Bupati Qudrotul Ikhwan sukses sabet penghargaan dengan kategori The Best Regent atas kinerja terbaik dalam membangun sinergitas, integritas, dan kolaborasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan itu diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulang Bawang Nanan Wisnaga, yang hadir mewakili Bupati Tulang Bawang.

Momen penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan kepala daerah yang dinilai berhasil mendorong perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan adanya capaian ini, tentunya menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam memperkuat sinergi lintas sektor, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif.

Bahkan Penghargaan Indonesia Golden Awards 2026 menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Mewakili Bupati, Kadis Kominfo Tulang Bawang Nanan Wisnaga mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dengan dukungan masyarakat.

"Sinergitas, integritas, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas," paparnya.

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Fs/Red) 

Tinjau SMPN 1 Karang Baru, Wapres Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan Pascabencana Banjir


Aceh, Media Dinamika Global.id.// Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau SMP Negeri 1 Karang Baru di Aceh Tamiang, Jumat (30/01/2026), untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan.

Wapres melihat langsung kondisi fisik sekolah yang mengalami kerusakan hampir di seluruh fasilitas utama, termasuk ruang kelas dan laboratorium di lantai dasar. Seiring pemulihan kondisi, Wapres menegaskan negara hadir untuk memastikan hak anak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi dengan mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabencana.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menyerap berbagai kebutuhan mendesak seperti ketersediaan meja, kursi, papan tulis, serta perangkat pendukung pembelajaran lainnya. Kepala SMPN 1 Karang Baru Edi Wahyudi menyampaikan bahwa Wapres akan memerintahkan percepatan pengadaan mebeler serta mengoordinasikan proses pemulihan bangunan sekolah secara maksimal agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung optimal.(Sekjend MDG)


Gandeng PT STM Dompu, PWI Kabupaten Bima Sukses Gelar Turnamen Olahraga Antar Wartawan

BIMA,Mediadinamikaglobal.id -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bima sukses menggelar turnamen olahraga antar wartawan se Kabupaten Bima Provinsi NTB di Lewamori Resort, Ahad 1 Februari 2026.

PT Sumbawa Timur Mining (STM) Dompu menjadi sponsor tunggal dalam kegiatan yang bertajuk "Semarak Hari Pers Nasional (HPN) 2026" yang mempertandingkan 3 cabang olahraga dan diikuti puluhan wartawan.

Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah, dalam sambutannya menegaskan pers dan dunia industri merupakan dua pilar pembangunan yang tidak bisa dipisahkan kehadiran PT. STM Dompu sebagai sponsor utama dalam kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi tersebut.

"Pers butuh keterbukaan informasi, sementara industri butuh pers untuk menyampaikan kontribusi positif kepada masyarakat. Sinergi dengan PT. STM hari ini adalah bukti dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya Bima dan Dompu," ujar Firman saat membuka acara secara resmi.

Acara yang dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen PT. STM, Adam, ini tidak hanya sekadar seremonial. Para jurnalis se-Kabupaten Bima diajak melepas penat dari tekanan tenggat waktu (deadline) melalui ajang silaturahmi dan adu ketangkasan.

"Ini pertama kalinya kami bersinergi dengan PT STM, berkolaborasi membangun daerah. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus merajut kebersamaan ke depannya," timpalnya.

Ada 3 cabang olahraga rekreatif yang dipertandingkan. Mulai dari catur yang menguji strategi, billiard untuk ketangkasan, hingga domino yang penuh dengan suasana kekeluargaan. Firman berpesan agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi sportivitas, selayaknya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam bekerja. Persaingan berlangsung sengit namun penuh tawa. 

Berikut adalah daftar para juara yang berhasil membawa pulang predikat terbaik: 

Juara Lomba Domino

1. Abdul Muis (Gema NTB)

2. Sumarlin (Kabar Oposisi)

3. Baharuddin (Cakrawala NTB)

Juara Lomba Catur

1. Abdul Muis (Gema NTB)

2. H Nasir (Bimakini)

3. Sumarlin (Kabar oposisi)

Juara Lomba Billiard 

1. Agus (Talkingnews)

2. Firman (DetailNTB)

3. Oyan (Sangiang Post)

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah uang tunai dengan rincian, juara 1 sebesar Rp 750 ribu, juara 2 sebesar Rp 500 ribu dan juara 3 sebesar Rp 300 ribu.

"Nominal hadiah ini nilainya sama untuk ketiga cabang olahraga yang diperlombakan," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Syarifudin sedalam sambutannya.

Syarifuddin yang juga wartawan Akurasinewsntb.com itu menyampaikan terimakasih mendalam kepada PT STM atas dukungan sehingga suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, memperkuat ikatan kekeluargaan antar-insan pers di ujung timur Pulau Sumbawa ini.

Menandai kebersamaan, perwakilan PT STM Dompu menyerahkan plakat kepada Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah disertai foto bersama dengan pengurus dan peserta turnamen olahraga. (Mdg05) 

Aksi Heroik Gunung Rinjani Hingga Donasi Miliaran di Tangan Agam Rinjani Berbuntut Polemik


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Aksi Heroik porter Gunung Rinjani, Abdul Haris Agam atau terkenal dengan panggilan Agam Rinjani yang membantu tim relawan mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins, usai terjatuh di Gunung Rinjani, Provinsi NTB, viral.

Terutama di Media Sosial (Medsos) dan berbagai platform media massa. Hal ini pun memantik simpati warga Brasil hingga platform penggalangan dana VOAA mengumpulkan uang donasi yang begitu besar untuk diberikan kepada Agam Rinjani.

Ini sekaligus untuk membantu tim relawan yang ikut mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Namun belakangan terungkap, donasi yang dikirimkan VOAA melalui Agam Rinjani, tidak pernah dirasakan tim relawan.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, menyesalkan hal tersebut. Sebelumnya ia bersama rekan-rekan sesama forum, bahkan warga Sembalun, Lombok Timur (Lotim) bangga dan haru.

Terlebih ketika diundang di Poadcast Dedy Corbuzier dan Poadcast Denny Sumargo, Agam Rinjani mengungkapkan, donasi dari VOAA sebagiannya akan diberikan ke tim penyelamat, dimanfaatkan untuk penghijauan gunung Rinjani, serta untuk pembelian peralatan untuk rekan-rekan forum dan poter.

"Ternyata itu tidak dilakukan, itu yang bikin kita marah lagi. Sehingga orang-orang yang di Sembalun yang awalnya mendukung Agam akhirnya berbalik. Agam ini anggota forum saya, sehingga kita saling tahu dan saling faham masing-masing kualitasnya," kesalnya.

Dilansir dari ebrita.com edisi Juni lalu, donasi warga Brasil yang berhasil dikumpulkan oleh VOAA dan Komunitas Sosial Razoe sebesar Rp1,5 miliar, cair tanpa potongan pajak. 

Uang tersebut, menurut Royal, bukan keseluruhan untuk Agam Rinjani. Sebab semula, jumlah donasi yang terkumpul untuk Agam Rinjani hanya Rp500 juta. 

"Nilainya bisa naik karena Agam meminta 'bisa ditambah nggak, soalnya untuk teman-teman tim, penghijauan, dan untuk peralatan'," beber Royal, mengulas permintaan Agam Rinjani.

"Dan kita singkronkan dengan postingan orang Brasil di paltform itu. Kalau ditranslate ke bahasa Indonesia ya begitu. Tolong ditambah karena Agam mau berbagi untuk temannya, beli peralatan, dan penghijauan," sambungnya.

Ia tidak memungkiri, ada sejumlah peralatan plus motor Trail Second yang sudah dibeli oleh Agam Rinjani. Tapi jika diestimasikan harganya, tidak sampai Rp80 juta. 

Ironisnya, hingga saat ini tim relawan yang menjadi garda pertama melakukan evakuasi Jenazah Juliana Marins belum mendapatkan haknya, begitu pula dengan aksi penghijauan, hanya sekedar janji manis.

Ia menilai, janji Agam Rinjani di meja poadcast hanya sebatas pencitraan untuk meraih simpati demi donasi, sehingga rela membohongi publik secara luas. Hal itu tidak hanya dilakukan sekali. 

Di beberapa peristiwa seperti penyelamatan WNA asal Israel, dan pendaki Jakarta, Agam Rinjani diguga kerap meminta donasi. Sehingga terkesan memanfaatkan situasi dan aksi kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.

"Kami merasa Agam ini tidak bermoral dan tidak beretika, karena telah melakukan pembohongan publik, khususnya para donatur. Kami sangat kecewa. Saya sendiri nggak ada kepentingan. Saya hanya menyuarakan apa yang menjadi hak-hak tim relawan," tandasnya.

Tak Pernah Diinfokan Soal Donasi

Hal senada disampaikan salah satu tim Relawan Unit SAR Lotim, Samsul Fadli. Ia mengungkapkan, dirinya bersama pihak-pihak yang juga terlibat melakukan evakuasi, terkejut dengan adanya donasi warga Brazil kepada Agam Rinjani.

Begitu juga sebaliknya, Agam Rinjani tidak pernah menyampaikan atau mengajak komunikasi membahas  adanya uang hasil penggalangan donasi VOAA. Ia baru mengetahuinya setelah mencuat dan menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

"Dari ketua tim relawan juga sudah mengeluarkan edaran bahwa tidak ada keterlibatan relawan dengan donasi itu. Edaran itu disebar juga lewat Instagram dan facebook unit SAR Lotim setelah muncul ribut-ribut donasi itu," terangnya.

Fadli merupakan salah satu dari tim relawan yang pertama kali sampai dan turun ke lokasi jatuhnya Juliana Marine. Dirinya juga yang menjadi orang pertama yang bertugas untuk turun ke titik lokasi di mana pendaki WNA tersebut, terlihat terakhir kali. 

Malah kehadiran Agam Rinjani di hari keempat pencarian, langsung viral hingga menjadi figur publik.

Bantah minta Donasi, Agam Rinjani Tantang Pembuktian

Terpisah, Agam Rinjani membantah meminta donasi kepada Platform VOAA. Ia minta dibuktikan, jika ada yang menuduh dirinya yang meminta duluan donasi ke warga Brasil. Nominal yang ia terima pun tidak sesuai yang diberitakan. Sebab total keseluruhan di rekeningnya Rp 1,3 miliar, artinya sudah di potong pajak.

"Nggak pernah saya minta donasi. Kalau ada yang bilang saya minta, coba buktikan mana saya minta," bantahnya.

Semula, ia tidak pernah mengetahui donasi yang dimaksud, telah masuk ke rekening pribadinya pasca tiga pekan melakukan evakuasi Juliana Marins.

"Awalnya donasi dikasih tapi saya tolak, tapi dia (VOAA,red) ngotot mau ngasih, ya alhamdulillah kalau ada. Saya mengatakan, rencana kalau ada, saya mau belikan alat rescue dan satu unit motor trail seken," ulasnya.

"Kalau ada sisanya, saya mau tanam pohon di Gunung Rinjani bukan penghijauan. Setelah tiga minggu, tiba-tiba masuk ke rekeningku. Itupun saya tidak tahu nominalnya berapa. Itu donasi untuk apresiasi," sambungnya.

Selain itu, ia juga membantah tentang Isu yang beredar terkait dirinya yang kerap meminta donasi pada peristiwa evakuasi sebelum Juliana Marins. Permintaan donasi hanya dilakukannya sebelum gempa Lombok 2018 silam.

Donasi itu dilakosikan untuk pengadaan pipa air, namun sengaja digoreng oleh pihak tertentu melalui medsos, "Karena memang ada yang tidak suka sama saya. Sampai ada yang minta saya keluar dari Rinjani," ungkapnya.

Agam mengklaim,  donasi warga Brasil murni diperuntukan bagi dirinya. Karena dinilai telah banyak berkorban dalam membantu mengevakuasi jenazah Juliana Marins.

Kendati demikian, donasi yang dia dapatkan sebagiannya telah disumbangkan untuk sarana prasana serta peralatan pendakian rescue rinjani. Termasuk untuk kegiatan sosial masyarakat setempat.

"Masuk gunung itu, kita potong sapi (Syukuran,red). Coba bayangkan, berapa biayanya. Itu saya biayai 100 persen. Tapi untuk apa saya posting-posting," terangnya. (*).

Donasi Rp1,5 Miliar di Tangan Agam Rinjani Berbuntut Polemik


Mataram, Media Dinamika Global.Id. - Aksi Heroik porter Gunung Rinjani, Abdul Haris Agam atau terkenal dengan panggilan Agam Rinjani yang membantu tim relawan mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins, usai terjatuh di Gunung Rinjani, Provinsi NTB, viral.

Terutama di Media Sosial (Medsos) dan berbagai platform media massa. Hal ini pun memantik simpati warga Brasil hingga platform penggalangan dana VOAA mengumpulkan uang donasi yang begitu besar untuk diberikan kepada Agam Rinjani.

Ini sekaligus untuk membantu tim relawan yang ikut mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Namun belakangan terungkap, donasi yang dikirimkan VOAA melalui Agam Rinjani, tidak pernah dirasakan tim relawan.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, menyesalkan hal tersebut. Sebelumnya ia bersama rekan-rekan sesama forum, bahkan warga Sembalun, Lombok Timur (Lotim) bangga dan haru.

Terlebih ketika diundang di Poadcast Dedy Corbuzier dan Poadcast Denny Sumargo, Agam Rinjani mengungkapkan, donasi dari VOAA sebagiannya akan diberikan ke tim penyelamat, dimanfaatkan untuk penghijauan gunung Rinjani, serta untuk pembelian peralatan untuk rekan-rekan forum dan poter.

"Ternyata itu tidak dilakukan, itu yang bikin kita marah lagi. Sehingga orang-orang yang di Sembalun yang awalnya mendukung Agam akhirnya berbalik. Agam ini anggota forum saya, sehingga kita saling tahu dan saling faham masing-masing kualitasnya," kesalnya.

Dilansir dari ebrita.com edisi Juni lalu, donasi warga Brasil yang berhasil dikumpulkan oleh VOAA dan Komunitas Sosial Razoe sebesar Rp1,5 miliar, cair tanpa potongan pajak. 

Uang tersebut, menurut Royal, bukan keseluruhan untuk Agam Rinjani. Sebab semula, jumlah donasi yang terkumpul untuk Agam Rinjani hanya Rp500 juta. 

"Nilainya bisa naik karena Agam meminta 'bisa ditambah nggak, soalnya untuk teman-teman tim, penghijauan, dan untuk peralatan'," beber Royal, mengulas permintaan Agam Rinjani.

"Dan kita singkronkan dengan postingan orang Brasil di paltform itu. Kalau ditranslate ke bahasa Indonesia ya begitu. Tolong ditambah karena Agam mau berbagi untuk temannya, beli peralatan, dan penghijauan," sambungnya.

Ia tidak memungkiri, ada sejumlah peralatan plus motor Trail Second yang sudah dibeli oleh Agam Rinjani. Tapi jika diestimasikan harganya, tidak sampai Rp80 juta. 

Ironisnya, hingga saat ini tim relawan yang menjadi garda pertama melakukan evakuasi Jenazah Juliana Marins belum mendapatkan haknya, begitu pula dengan aksi penghijauan, hanya sekedar janji manis.

Ia menilai, janji Agam Rinjani di meja poadcast hanya sebatas pencitraan untuk meraih simpati demi donasi, sehingga rela membohongi publik secara luas. Hal itu tidak hanya dilakukan sekali. 

Di beberapa peristiwa seperti penyelamatan WNA asal Israel, dan pendaki Jakarta, Agam Rinjani diguga kerap meminta donasi. Sehingga terkesan memanfaatkan situasi dan aksi kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.

"Kami merasa Agam ini tidak bermoral dan tidak beretika, karena telah melakukan pembohongan publik, khususnya para donatur. Kami sangat kecewa. Saya sendiri nggak ada kepentingan. Saya hanya menyuarakan apa yang menjadi hak-hak tim relawan," tandasnya.

Tak Pernah Diinfokan Soal Donasi

Hal senada disampaikan salah satu tim Relawan Unit SAR Lotim, Samsul Fadli. Ia mengungkapkan, dirinya bersama pihak-pihak yang juga terlibat melakukan evakuasi, terkejut dengan adanya donasi warga Brazil kepada Agam Rinjani.

Begitu juga sebaliknya, Agam Rinjani tidak pernah menyampaikan atau mengajak komunikasi membahas adanya uang hasil penggalangan donasi VOAA. Ia baru mengetahuinya setelah mencuat dan menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

"Dari ketua tim relawan juga sudah mengeluarkan edaran bahwa tidak ada keterlibatan relawan dengan donasi itu. Edaran itu disebar juga lewat Instagram dan facebook unit SAR Lotim setelah muncul ribut-ribut donasi itu," terangnya.

Fadli merupakan salah satu dari tim relawan yang pertama kali sampai dan turun ke lokasi jatuhnya Juliana Marine. Dirinya juga yang menjadi orang pertama yang bertugas untuk turun ke titik lokasi di mana pendaki WNA tersebut, terlihat terakhir kali. 

Malah kehadiran Agam Rinjani di hari keempat pencarian, langsung viral hingga menjadi figur publik.

Bantah minta Donasi, Agam Rinjani Tantang Pembuktian

Terpisah, Agam Rinjani membantah meminta donasi kepada Platform VOAA. Ia minta dibuktikan, jika ada yang menuduh dirinya yang meminta duluan donasi ke warga Brasil. Nominal yang ia terima pun tidak sesuai yang diberitakan. Sebab total keseluruhan di rekeningnya Rp 1,3 miliar, artinya sudah di potong pajak.

"Nggak pernah saya minta donasi. Kalau ada yang bilang saya minta, coba buktikan mana saya minta," bantahnya.

Semula, ia tidak pernah mengetahui donasi yang dimaksud, telah masuk ke rekening pribadinya pasca tiga pekan melakukan evakuasi Juliana Marins.

"Awalnya donasi dikasih tapi saya tolak, tapi dia (VOAA,red) ngotot mau ngasih, ya alhamdulillah kalau ada. Saya mengatakan, rencana kalau ada, saya mau belikan alat rescue dan satu unit motor trail seken," ulasnya.

"Kalau ada sisanya, saya mau tanam pohon di Gunung Rinjani bukan penghijauan. Setelah tiga minggu, tiba-tiba masuk ke rekeningku. Itupun saya tidak tahu nominalnya berapa. Itu donasi untuk apresiasi," sambungnya.

Selain itu, ia juga membantah tentang Isu yang beredar terkait dirinya yang kerap meminta donasi pada peristiwa evakuasi sebelum Juliana Marins. Permintaan donasi hanya dilakukannya sebelum gempa Lombok 2018 silam.

Donasi itu dilakosikan untuk pengadaan pipa air, namun sengaja digoreng oleh pihak tertentu melalui medsos, "Karena memang ada yang tidak suka sama saya. Sampai ada yang minta saya keluar dari Rinjani," ungkapnya.

Agam mengklaim, donasi warga Brasil murni diperuntukan bagi dirinya. Karena dinilai telah banyak berkorban dalam membantu mengevakuasi jenazah Juliana Marins.

Kendati demikian, donasi yang dia dapatkan sebagiannya telah disumbangkan untuk sarana prasana serta peralatan pendakian rescue rinjani. Termasuk untuk kegiatan sosial masyarakat setempat.

"Masuk gunung itu, kita potong sapi (Syukuran,red). Coba bayangkan, berapa biayanya. Itu saya biayai 100 persen. Tapi untuk apa saya posting-posting," terangnya. (*).

Soal Tercecer Batu Bara di Benete, DLH Sebut Kewenangan Laut Ada di Provinsi


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id – Sorotan publik terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan batu bara di kawasan Dermaga Benete terus menguat. 

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rahmadin, akhirnya angkat bicara dan menegaskan batas kewenangan pemerintah daerah dalam menangani dugaan pencemaran di perairan laut.

Dalam rilis resminya, Minggu (1/2/2026), Rahmadin menjelaskan bahwa aktivitas bongkar muat batu bara di Dermaga Benete merupakan kegiatan usaha yang dilakukan di bawah persetujuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Benete, selaku pemilik sekaligus penyelenggara Pelabuhan Umum Benete.

Menurutnya, secara ketentuan, seluruh aktivitas bongkar muat di pelabuhan wajib tercantum dalam dokumen lingkungan, baik dokumen lingkungan pelabuhan, persetujuan lingkungan, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) kepelabuhanan yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan di kawasan tersebut.

“Setiap aktivitas bongkar muat pasti sudah tertuang dalam dokumen lingkungan dan SOP kepelabuhanan. Itu menjadi dasar dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh penyelenggara pelabuhan,” ujar Rahmadin.

Namun, Rahmadin menegaskan bahwa DLH KSB tidak memiliki kewenangan langsung untuk menindaklanjuti aduan atau kasus dugaan pencemaran di perairan laut. Hal tersebut, kata dia, berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi NTB, mengingat wilayah laut hingga 12 mil merupakan ranah provinsi.

Meski demikian, DLH KSB tidak tinggal diam. Rahmadin memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB terkait dugaan pencemaran air laut di sekitar Dermaga Benete.

Selain itu, DLH KSB juga akan segera berkoordinasi dengan KUPP Kelas II Benete sebagai penyelenggara dan pemilik pelabuhan. 

Hal ini penting karena secara tata ruang, Pelabuhan Benete telah memiliki Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) yang dilengkapi dengan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Seluruh kewajiban yang tercantum dalam PKKPRL itu harus dijalankan oleh KUPP, termasuk kewajiban menindaklanjuti aduan masyarakat terkait aktivitas di wilayah perairan laut Pelabuhan Benete,” tegasnya.

Sebelumnya, Aliansi For Justice Save KSB tak hanya menyoroti ancaman keselamatan lalu lintas akibat batu bara yang tercecer di jalan, tetapi juga secara serius menyoroti potensi pencemaran lingkungan laut di kawasan dermaga.

Ketua Aliansi, Abbas Kurniawan, mendesak DLH KSB agar segera melakukan uji sampel air laut di sekitar Dermaga Benete, menyusul laporan warga yang menyebutkan banyaknya batu bara yang jatuh ke laut saat proses bongkar muat.

“Ini bukan asumsi. Batu bara itu jelas jatuh ke laut saat proses bongkar muat. DLH wajib turun, ambil sampel, dan buka hasilnya ke publik,” tegas Abbas.

Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan pencemaran laut bukan hanya mengancam ekosistem, tetapi juga keberlangsungan hidup nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan ekonomi mereka dari laut.

Di sisi lain, ancaman keselamatan di jalur darat juga kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Benete, Kamis (29/1/2026), yang menimpa seorang warga asal Kecamatan Maluk. 

Korban diduga terpeleset akibat material batu bara yang tercecer dari dump truck pengangkut batu bara menuju Taliwang.

Meski korban hanya mengalami luka ringan dan telah menerima ganti rugi dari pihak perusahaan, warga menilai kejadian tersebut bukan insiden tunggal, melainkan persoalan lama yang terus berulang tanpa penyelesaian serius.

Abbas Kurniawan menyebut kecelakaan ini sebagai bukti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan batu bara di KSB.

“Ini bukan kecelakaan biasa, tapi kelalaian yang berulang. Batu bara tercecer, warga celaka, lalu selesai dengan ganti rugi. Pola ini tidak boleh terus dibiarkan,” katanya.

Aliansi menilai perusahaan bongkar muat yang beroperasi saat ini lalai menjalankan standar keselamatan, baik di jalur darat maupun di kawasan dermaga.

Sebagai bentuk tekanan, Aliansi For Justice Save KSB memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu mendatang di dua titik strategis, yakni Dinas Perhubungan KSB dan PLTU Kertasari.

Redaksi |

Akibat Tercecer Batu Bara di Jalan Menelan Korban, Aliansi Akan Demo Dishub dan LHK KSB


Sumbawa Barat, Media Dinamika.Id  — Akibat tercecer matrial Batu Bara dari Subkon PT Elang dan BSA di ruas Jalan Benete, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini menelan korban kecelakaan lalu lintas. Atas peristiwa tersebut disorot keras dari Aliansi For Justice Save KSB yang menilai persoalan ini sudah masuk kategori pembiaran sistemik.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Kamis (29/1/2026), menimpa seorang warga asal Kecamatan Maluk. Korban diduga terpeleset akibat material batu yang jatuh dari dump truck pengangkut batu bara yang melintas dari arah Benete menuju Taliwang.

Meski korban hanya mengalami luka ringan dan telah mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan, warga menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari masalah lama yang terus berulang tanpa penyelesaian serius.

Ketua Aliansi For Justice Save KSB, Abbas Kurniawan, menilai kecelakaan tersebut sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan batu bara di KSB. 

Menurutnya, keselamatan warga terus dikorbankan demi kelancaran distribusi material industri.

“Ini bukan soal kecelakaan biasa, tapi kelalaian yang berulang. Batu bara tercecer di jalan, warga celaka, lalu selesai dengan ganti rugi. Pola ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Abbas.

Aliansi menilai perusahaan bongkar muat yang saat ini beroperasi tidak becus dalam menjalankan standar keselamatan, baik di jalur darat maupun di kawasan dermaga.

Sebagai bentuk protes, Aliansi For Justice Save KSB memastikan akan menggelar aksi pada Rabu mendatang di dua titik strategis, yakni Dinas Perhubungan KSB dan PLTU Kertasari.

Dalam aksinya, aliansi akan mendesak Pergantian perusahaan bongkar muat batu bara yang dinilai lalai dan membahayakan publik. 

Penerapan sistem tracking pengangkutan material agar muatan dapat terpantau dan tidak melanggar SOP, dan Pengaktifan kembali sistem pengamanan lalu lintas (stop and go) di titik-titik rawan kecelakaan.

“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keselamatan warga, maka harus diganti. Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak,” kata Abbas.

Tak hanya soal keselamatan jalan, Aliansi For Justice Save KSB juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan batu bara di kawasan dermaga.

Abbas mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB untuk segera melakukan uji sampel air laut di sekitar area dermaga, menyusul laporan warga terkait banyaknya batu bara yang tumpah ke laut.

“Ini bukan asumsi. Batu bara itu jelas jatuh ke laut saat proses bongkar muat. DLH wajib turun, ambil sampel, dan buka hasilnya ke publik,” ujarnya.

Menurutnya, pembiaran pencemaran laut tidak hanya merugikan ekosistem, tetapi juga mengancam nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.

Warga Keluhkan Hilangnya Pengawasan Lalu Lintas

Warga menyebut sistem pengamanan lalu lintas di jalur angkutan berat kini semakin longgar. Sejumlah titik rawan yang sebelumnya dijaga dengan sistem stop and go sudah tidak lagi difungsikan.

“Dari Jereweh sampai Labuhan Lalar sekarang sudah tidak ada stop and go. Di Benete dan Taliwang juga dikurangi. Padahal itu jalur padat,” keluh warga.

Beberapa titik rawan kecelakaan yang kerap disebut masyarakat antara lain Tanjakan Benete, Labuhan Lalar, hingga jalur menuju dermaga bongkar muat.

Kondisi ini diperparah dengan kendaraan yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, serta muatan yang tidak tertutup dan mudah tumpah ke jalan.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat sempat melakukan penertiban dan memberikan teguran kepada perusahaan pengangkut agar mematuhi aturan keselamatan dan tidak membahayakan publik. 

Namun, warga menilai langkah tersebut tidak konsisten dan cenderung bersifat sementara.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perhubungan KSB belum memberikan tanggapan resmi terkait kecelakaan di Jalan Benete maupun tuntutan yang disampaikan Aliansi For Justice Save KSB.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu korban lebih banyak sebelum mengambil tindakan tegas.

“Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari. Jangan sampai nyawa warga kalah penting dari kepentingan industri,” tutup salah satu warga Benete.

Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

Jurnal Pengabdian Masyarakat STIKES Yahya Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Jurnal Pengabdian Masyarakat STIKES Yahya adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi kesehatan. Melalui jurnal ini, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat melalui intervensi dan program kesehatan yang inovatif dan berbasis bukti.

Setiap artikel yang dipublikasikan di jurnal ini telah melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan relevansi kontennya. Topik-topik yang diangkat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dan dapat diakses oleh praktisi kesehatan, akademisi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan perkembangan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.(Sekjend MDG)