Sejarah 3 Daerah Ketika Darah Kesatria Itu Mengalir : TORAJA-BIMA-GOWA
Media Dinamika Global.id.// Minggu 11 Januari 2026S, SuatuTakdir Allah yang luar biasa yang patut disyukuri PAhlawan Nasional dari Tana Toraja juga adalah garis kakek moyang sya dari pihak ayah saya..sudah lebih dulu ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden tahun 2002. PONGTIKU namanya. Menjadi Penguasa di Pangala menjadi pemimpinToraja dan pejuang geriliya. Meninggal ditembak mati oleh Belanda. Pongtiku pemimpin perlawanan paling lama di Sulawesi. Turun temurun nenek Pongtiku keturunan Pongtiku kalau tidak menjadi TNI pasti Polri..karena jiwa patriotisme nya yang tinggi dan mengalir dengan deras.. kisah perjuangan selalu dikisahkan secara turun temurun..sehingga jiwa perjuangan itu sangat kental..
.sayapun dan saudara2 sy sejak kecil selalu dinasehati disetiap makan malam bersama setiap hari, agar menjadi seorang kesatria berguna bagi bangsa negara.. menjadi pribadi yang baik..menjaga harkat dan martabat bangsa negara dan keluarga serta diri...klo kita di Bima istilahnya NGOAR TEI...
ayah sya pun juga bersma saudara2nya sepupu dll menjadi TNI AD dan AU..karena jiwa perjuangan yang kental mengalir dalam darah..
perjuangan dan patriotisme orang2 Toraja juga diwujudkan dengan pakaian adatnya.. melambangkan perjuangan yang bukan sja untuk laki-laki tapi juga untuk perempuan.. Adat Toraja bukan hanya laki-laki yang menggunakan Keris tapi justru perempuan pun menggunakan keris disematkan dibagian depan bukan dibelakang.. menandakan perjuangan bukan untuk kaum laki2 saja tapi kaum perempuan.pun turut berjuang memegang senjata.. dan tak gentar oleh apapun..
Karena dua darah keras mengalir dalam diri kami, Utara dan Timur, darah-darah pejuang..maka sejak SMP kamipun di sekolahkan di Yogyakarta, Kota nyaman yang berhati lembut..
ayah sya pernah mengistilahkan, "klo orang Toraja berada di pasar dan tidak sengaja kakinya di injak maka badik yang keluar.. klo orang Jawa kakinya di injak dia akan minta maaf dulu.. maaf mas kaki sya di injak.."
Disaat anak lain masih diketek ibunya.. kami sudah merantau untuk menuntut ilmu..
belasan tahun di yogya menjadikan kami orang yang bukan jagoan kandang... yogya itu tempat berkumpulnya berbagai macam suku bangsa..
Suatu kewajiban bagi sya, Amanat yang harus sya jalankan untuk memajukan budaya, mengangkat sejarah, mengangkat naskah2 Bima memperkenalkan pada masyarakat dan dunia..dan hal ini merupakan satu kebanggan kita yg tidak dimiliki oleh daerah lain..
Controler Belanda pernah mengatakan "JIKA INGIN MENGHANCURKAN BIMA MAKA HANCURKAN BUDAYANYA" dan ini sudah terjadi..
Seberapa pentingnya budaya?? Amat penting.. karena itulah identitas kita..
Berbudaya menjadikan orang BERADAT DAN BERADAB..
JADILAH ORANG BERADAB... berperilaku baik, memiliki budi pekerti, bersikap santun sopan, memiliki norma, moral, memiliki nilai luhur, mengedepankan akal sehat dan hati nurani, menghormati sesama dan lingkungan..
Jadilah orang BERADAT....
TIDAK TERIMA KOMENT BURUK..
TIDAK TERIMA KOMENT POLITIK.. KARENA SY TIDAK BERPOLITIK RIA..
GAK MAU BACA SKIP AJA...











