Media Dinamika Global

Sabtu, 12 September 2026

Ratusan Peserta Pawai Semarakkan Menjelang Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id — Suasana Kecamatan Wawo tampak meriah dan penuh semangat dengan diadakannya pawai besar-besaran menjelang pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju BIMA Bermartabat". Sabtu (12/9/2026) 

Pawai dilepas dan dimulai pada pukul 15.00 Wita, berangkat dari MTsN 1 Bima dan berjalan tertib sepanjang rute hingga finis di Gedung Lengge Na'e, Kecamatan Wawo. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai unsur — instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan se-Kecamatan Wawo — berbaris dengan penuh khidmat dan semangat. Kemeriahan pawai semakin terasa diiringi penampilan drumband MTsN 1 Wawo yang memukau sepanjang perjalanan.

Sesampainya di garis finis, peserta disambut langsung oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, yang didampingi oleh Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Ketua Panitia H. Burhanudin, M. Si, Ketua PKK Kec. Wawo Ny. Samsuryati,A.Md.Keb, Pengawas Sumardin, M. Si, Abdul Haris, S. Sos Mitra Pengelola SPPG Harumi, Kupt PU Kec. Wawo, beserta seluruh anggota panitia. Kehadiran para pejabat dan panitia memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta.

Keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung dijaga ketat oleh personel Polsek Wawo, Koramil 1608-06/Wawo, serta Satpol PP Kecamatan Wawo, sehingga pawai berjalan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir.

Kegiatan ini bukan sekadar pawai semata, melainkan bentuk nyata semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap Al-Qur'an. Keikutsertaan dari berbagai instansi dan sekolah menunjukkan bahwa STQ bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur'an sejak dini kepada generasi muda.

Dengan tema yang diusung, seluruh elemen masyarakat berharap pelaksanaan STQ Ke-XXXIX tahun ini dapat melahirkan para qari dan qariah berbakat, sekaligus mewujudkan masyarakat Kecamatan Wawo yang semakin beriman, berilmu, dan bermartabat menuju Bima yang lebih baik.

Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo akan resmi dimulai di Gedung Lengge Na'e Desa Maria Kec. Wawo, dengan penuh khidmat dan antusiasme masyarakat yang luar biasa. (MDG05)  

STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Resmi Dibuka, Wakil Bupati Bima Tekankan Pentingnya Membumikan Al-Qur'an

BIMA,Mediadinamikaglobal.id— Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (12/9/2026) di Gedung Lengge Na'e, Desa Maria, Kecamatan Wawo. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy beserta rombongan turut hadir mendampingi, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, H. Kasnun Ahmad, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Drs. H. Supratman (Mantan Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Bima) periode 2013-2016, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Wawo. Hadir pula Kepala KUA Kecamatan Wawo Bunyamin, S. Ag, Kepala UPT Dinas/Instansi se-Kecamatan Wawo, Ketua MUI, PHBI, UPZ, dan Lebenae Kecamatan Wawo, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wawo, Ketua dan Anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para ofisial dan peserta dari seluruh desa, panitia pelaksana, serta hadirin dan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Foto : Laporan Ketua Panitia
H. Burhanuddin, M. Si

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana H. Burhanuddin, M. Si, mengawali dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Bupati Bima serta seluruh undangan, sekaligus memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.

Foto : Pembacaan surat keputusan dan nama-nama dewan hakim, dewan hakam
dan panitera oleh M. Algazali, S. Pd
 (Sekdes Maria) 

Laporan panitia menyebutkan kegiatan ini berlandaskan Surat LPTQ Kabupaten Bima Nomor 04/LPTQ-BM/2026 dan Surat Keputusan Camat Wawo Nomor 10 Tahun 2026. STQ ini bertujuan mencari duta-duta terbaik untuk mewakili Kecamatan Wawo ke tingkat Kabupaten, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan STQ berjenjang hingga tingkat nasional maupun internasional.

Foto : Sesi foto bersama Wabup Bima
didampingi oleh Camat Wawo usai
 pembacaan sumpah & pelantikan
dewan hakim, dewan hakam dan panitera 

Kegiatan direncanakan berlangsung selama 5 hari, mulai 12 September hingga 17 September 2026, diikuti oleh utusan dari 9 Desa se-Kecamatan Wawo. Sebanyak 123 peserta berlaga dalam cabang Tilawatil Qur'an (72 orang), Tahfizul Qur'an (51 orang), dan Qir'at As-Sab'ah Mujawwad Dewasa.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima melalui RAK Kecamatan, BAZNAS Kabupaten Bima, UPZ Kecamatan Wawo, sumbangan Kepala Desa, ASN, TNI/Polri, serta pihak-pihak lain yang tidak mengikat. H. Burhanuddin menyampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Desa Maria dan seluruh warga yang bergotong royong hingga terselenggaranya kegiatan ini.

Sebelum pembukaan, dilakukan pembacaan nama Dewan Hakim, Dewan Hakam, dan Panitera oleh M. Algazali, S.Pd. (Sekdes Maria), serta pengambilan sumpah dan pelantikan yang dipimpin oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos.

Foto : Sambutan Wabup Bima
dr. H. Irfan Zubaidy yang didampingi
oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa STQ telah menjadi identitas keislaman masyarakat Bima, dan potensi masyarakat Bima dalam bidang keagamaan patut dibanggakan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

"Kita tidak hanya ingin menjadikan arena ini sebagai tempat melombakan bacaan Al-Qur'an saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah SWT untuk menjadi panduan hidup kita, panduan tutur kata, tingkah laku, kebijakan, pendidikan, hingga tata kelola daerah," tegasnya, menegaskan pentingnya program "Membumikan Al-Qur'an".

Ia juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru ngaji yang tanpa lelah membimbing anak-anak, meskipun seringkali tidak dikenal namanya dan tidak memiliki tunjangan. "Saya mohon kepada Camat, Kepala Desa, dan seluruh masyarakat untuk memperhatikan para guru ngaji dan TPQ kita, karena melalui jasa merekalah keberkahan di bumi Bima ini senantiasa terjaga," ucapnya.

Acara pembukaan STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo berjalan lancar dan penuh semangat, diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan nama Kecamatan Wawo di tingkat Kabupaten Bima.(MDG05) 

SMAN 2 Kota Bima Gelar IMTAQ di Pimpin Hj.Erot Sutianah M.pd


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Masjid Nurul Iman SMAN 2 Kota Bima kembali menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi warga sekolah melalui kegiatan Iman dan Taqwa (IMTAQ), Jumat pagi, 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi oleh siswa kelas XII.6 dengan didampingi wali kelas, Takjudin, S.Pd.

Sejak pagi, suasana masjid terasa berbeda. Aktivitas belajar tidak hanya berlangsung di ruang-ruang kelas, tetapi berpindah ke ruang yang mengajak seluruh warga sekolah menundukkan hati, menyegarkan iman, sekaligus memetik pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.

Rangkaian IMTAQ diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan Sholawatan. Suara lantunan ayat suci dan sholawat menjadi pembuka sebelum peserta diajak menyelami pesan moral yang lebih dalam.

Pada sesi berikutnya, Addurannafis, M.Pd, menyampaikan uraian singkat mengenai hikmah Surah Al-Baqarah ayat 9, khususnya tentang larangan berdusta dan pentingnya membedakan antara yang haq dan yang bathil.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kejujuran bukan sekadar ucapan, melainkan nilai yang harus tumbuh dalam sikap dan perilaku. Di tengah kehidupan yang penuh dengan informasi dan berbagai godaan untuk memutarbalikkan kebenaran, kemampuan membedakan yang benar dan yang salah menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Usai uraian hikmah ayat Al-Qur’an, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, menyampaikan sambutan yang menekankan tiga hal penting kepada seluruh warga sekolah.

Pertama, disiplin. Kepala sekolah mengingatkan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kebiasaan menunda-nunda, tetapi dari kemampuan menghargai waktu, menaati aturan, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas.

Kedua, kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. Sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang harus dijaga bersama. Kebersihan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Ketiga, belajar bersedekah. Para siswa diajak membangun kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama. Sebab, sedekah tidak semata-mata tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang keikhlasan hati dan kepedulian kepada orang lain.

Tiga pesan tersebut seolah menjadi benang merah dalam IMTAQ pagi itu: disiplin membentuk karakter, kebersihan mencerminkan kepedulian, sementara sedekah menumbuhkan kepekaan sosial.

Kegiatan IMTAQ kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ananda Rafli. Dengan doa, rangkaian kegiatan pagi itu berakhir, tetapi pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti di dalam masjid.

Sebab, hakikat IMTAQ bukan hanya tentang bagaimana seseorang khusyuk mendengar nasihat, tetapi bagaimana nasihat itu dibawa keluar dan diterjemahkan menjadi perilaku nyata—jujur dalam perkataan, disiplin dalam tindakan, bersih dalam lingkungan, dan ringan tangan dalam berbagi.



Di SMAN 2 Kota Bima, Jumat pagi kembali menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati dan karakter. Ilmu memberi arah, iman menjadi cahaya, dan akhlak menjadi bukti bahwa keduanya benar-benar hidup.(Sekjend MDG)

352 Siswa Keracunan MBG di Lombok Tengah, & Satgas NTB Sebut Dapur Lalai Tanpa Stiker Kedaluwarsa


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.id.-- Temuan penting terkuak dalam penanganan kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Pringgarata dan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Fathul Gani, menemukan bahwa pengelola dapur penyedia makanan tidak mencantumkan stiker batas waktu konsumsi atau label kedaluwarsa pada tempat makanan (ompreng) yang dibagikan kepada para siswa.

Kelalaian ini ditemukan saat Satgas mengevaluasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling.

"Tadi tidak dicantumkan stiker batas konsumsi itu tadi saya tegur langsung, saya periksa ompreng tidak dicantumkan di situ, Korcam, Kepala Dapur langsung saya tegur," tegas Fathul Gani.(Sekjend MDG)

Alfian Indrawirawan Wakil Ketua I DPRD Kota Bima Pimpin Rapat Eksekutif-Legislatif Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD Kota Bima 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima bersama DPRD Kota Bima menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD dalam Rapat Paripurna Ke-9 DPRD Kota Bima, Jumat (11/9/2026), di Ruang Sidang DPRD Kota Bima.

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S.Adm., dan dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, camat, lurah serta unsur terkait lainnya.

Kesepakatan ini merupakan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bima bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terhadap rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD 2026.

Berdasarkan hasil pembahasan, target pendapatan daerah Kota Bima mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pendapatan pada APBD awal 2026 sebesar Rp716,700 miliar naik Rp83,072 miliar, sehingga dalam perubahan APBD menjadi Rp799,772 miliar.

Kenaikan tersebut berasal dari beberapa komponen, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertambah Rp15,087 miliar, pendapatan transfer meningkat Rp59,042 miliar, serta tambahan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,942 miliar.

Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami peningkatan dari Rp790,011 miliar menjadi Rp889,748 miliar, atau bertambah sekitar Rp99,737 miliar.

Kenaikan belanja tersebut terdiri atas belanja operasi yang meningkat Rp65,858 miliar dan belanja modal sebesar Rp33,878 miliar. Sementara belanja tidak terduga tetap dialokasikan sebesar Rp2 miliar.

Pada sektor pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah meningkat dari Rp73,311 miliar menjadi Rp89,976 miliar, atau bertambah sekitar Rp16,664 miliar. Sumber penerimaan tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Sejumlah OPD Dapat Tambahan Anggaran.

Perubahan APBD juga berdampak pada sejumlah perangkat daerah dengan penyesuaian anggaran yang cukup besar.

Di antaranya Dinas Kesehatan yang mendapat peningkatan belanja sekitar Rp10,344 miliar, RSUD Kota Bima meningkat sekitar Rp25,448 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertambah sekitar Rp22,182 miliar, serta Dinas Lingkungan Hidup meningkat sekitar Rp7,635 miliar.

Penyesuaian anggaran juga dilakukan terhadap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, kecamatan dan sejumlah perangkat daerah lainnya berdasarkan hasil pembahasan bersama TAPD.

Banggar menekankan bahwa setiap peningkatan maupun pengurangan anggaran harus dibarengi kemampuan perangkat daerah dalam melaksanakan program secara tepat waktu, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam laporannya, Banggar mengingatkan agar perubahan APBD tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan angka dalam dokumen keuangan daerah.

Setiap program, kegiatan dan subkegiatan yang memperoleh pembiayaan harus memberikan manfaat yang terukur serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Dari sisi pendapatan, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan potensi PAD, meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi, serta memperbaiki sistem pemungutan dan pengelolaan pendapatan.

Sementara dari sisi belanja, DPRD menekankan pentingnya efisiensi, efektivitas, ketepatan sasaran dan keterukuran hasil, khususnya untuk pelayanan dasar, infrastruktur, penguatan perekonomian daerah serta program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Banggar juga menekankan perlunya percepatan program prioritas, penguatan pengawasan serta peningkatan akuntabilitas dalam pelaksanaan perubahan APBD 2026.

Sempat Diwarnai Dinamika Internal DPRD.

Pembahasan perubahan KUA dan PPAS tersebut juga tidak sepenuhnya berlangsung tanpa dinamika.

Banggar menyampaikan adanya sikap salah satu fraksi yang memilih tidak melanjutkan keikutsertaan dalam pembahasan atau melakukan walkout.

Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari dinamika politik di internal DPRD. Banggar menyatakan tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan hak fraksi dalam lembaga legislatif.

Meski demikian, pembahasan tetap dilanjutkan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kepentingan daerah dan masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian pembahasan dilakukan, Banggar pada prinsipnya menyatakan dapat menerima rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD Kota Bima 2026 untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan menegaskan pentingnya seluruh tahapan pembahasan hingga pelaksanaan anggaran berjalan sesuai mekanisme.

Menurutnya, perubahan APBD tidak hanya harus memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026, Pemerintah Kota Bima dan DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan pengelolaan perubahan APBD sesuai ketentuan yang berlaku.


Bagi DPRD, perubahan APBD tidak berhenti pada persetujuan angka-angka anggaran, tetapi menjadi komitmen bersama agar setiap rupiah uang daerah dikelola secara efektif, efisien, ekonomis, transparan, akuntabel dan tepat sasaran. (Sekjend MDG)

Lawata Fashion Week 2026, Wali Kota Bima Dorong Kreativitas dan Promosi Tenunan Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata Kota Bima menyelenggarakan Lawata Fashion Week 2026, sebuah ajang peragaan busana yang mengangkat kekayaan kerajinan lokal melalui karya-karya busana berbahan dasar tenunan khas Bima. Kegiatan ini dilaksanakan di area wisata Lawata Kota Bima. Sabtu, (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat promosi sektor pariwisata dan kebudayaan, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Bima kepada masyarakat luas. Melalui kreativitas di bidang fesyen, tenunan Bima tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan daya saing.

Lawata Fashion Week turut dihadiri oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Kominfotik, para Camat dan Lurah, Ketua TP PKK Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, Ketua IWP Kota Bima, para perancang busana, serta para peserta fashion show.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Bima atas terselenggaranya Lawata Fashion Week. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang yang sangat positif untuk menunjukkan potensi sumber daya manusia Kota Bima, khususnya generasi muda yang memiliki kreativitas dan kemampuan dalam bidang perancangan busana.

Wali Kota mengaku bangga karena Kota Bima memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, kreatif, dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan, termasuk dalam industri fesyen.

“Ini merupakan panggung kreativitas, panggung budaya, dan panggung seni bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya,” ungkap Wali Kota.

Ia berharap, karya-karya busana berbahan tenunan Bima yang dirancang oleh para desainer asli Kota Bima dapat terus berkembang dan mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Wali Kota juga berharap para perancang busana dan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya, sehingga ke depan mampu berkiprah serta menorehkan prestasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di panggung nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Soekarno selaku penyelenggara menyampaikan bahwa Lawata Fashion Week diikuti oleh sebanyak 112 peserta yang merupakan siswa-siswi LKP Kota Bima. Para peserta menampilkan beragam kreasi busana dengan menggunakan tenunan khas Bima sebagai bahan dasar.

Dari keseluruhan peserta tersebut, sebanyak 57 peserta merupakan tingkat sekolah dasar, 42 peserta wanita dewasa, dan 13 peserta pria dewasa.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran sejumlah peserta Sail to Indonesia, termasuk para tamu mancanegara dari berbagai negara, di antaranya Swedia, Inggris, New Zealand, dan negara lainnya. Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Kota Bima kepada dunia internasional.

Menutup sambutannya, Wali Kota Bima mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat, menjaga, dan mengembangkan berbagai destinasi wisata serta kekayaan budaya yang dimiliki Kota Bima.

Menurutnya, keberadaan potensi wisata dan budaya merupakan aset penting yang harus dirawat bersama agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan dan kemajuan Kota Bima.(Sekjend MDG)