Jumat, 06 Maret 2026
Bupati lampung Selatan Tinjau Langsung Pengungsian dan Lokasi Banjir Di Kecamatan Jati Agung.
Aksi Heroik Sertu Doni Babinsa 421-09/Tjb, Gendong Lansia yang Terdampak Banjir Di Wilayah Binaan.
Senggolan Dua Truk, Polsek Semaka Sigap Pengaturan dan Pengamanan Lalu Lintas di Tanjakan Kalisuwong
Tanggamus -MediadinamikaGlobal.id Personel Polsek Semaka, Polres Tanggamus, melakukan patroli rutin sekaligus pengaturan dan pengamanan lalu lintas di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Jumat malam (6/3/2026).
Kegiatan tersebut sebagai langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi gangguan arus lalu lintas di wilayah hukum Polsek Semaka.
Kapolsek Semaka AKP Sutarto, S.H., mengatakan, pengamanan dilakukan setelah terjadi kemacetan total di tanjakan Kalisuwong, Jalinbar Pekon Sedayu sekitar pukul 18.30 WIB. Kemacetan dipicu dua kendaraan besar yang bersenggolan di lokasi tanjakan.
“Awalnya kendaraan tronton tidak kuat menanjak sehingga berhenti di tengah jalan. Dari arah atas kemudian ada mobil Fuso yang memaksa turun melintas sehingga bagian bak kendaraan tersangkut dan menyebabkan akses jalan tertutup,” kata AKP Sutarto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Kapolsek menjelaskan, akibat kejadian tersebut, kendaraan dari arah Bandar Lampung menuju Pesisir Barat maupun sebaliknya sempat tidak dapat melintas. Personel Polsek Semaka kemudian melakukan patroli, pengaturan lalu lintas serta mengimbau pengendara untuk sementara waktu memutar balik karena kondisi tanjakan dinilai cukup berbahaya saat terjadi kemacetan.
Dalam penanganan di lokasi, dua personel Polsek Semaka yakni Bripka Rully Agung S dan Brigpol M. Fauzi, S.H. diterjunkan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas serta membantu proses penanganan kendaraan yang mengalami kendala.
Pengamanan juga diperkuat oleh personel Polres Tanggamus yakni Aiptu Yudiwansyah (KBO Sat Intelkam), Aipda Hendra dan Aipda Rico dari Satlantas Polres Tanggamus.
Setelah dilakukan upaya penanganan, kendaraan tronton dan Fuso yang sebelumnya menghambat jalur berhasil digeser sehingga tidak lagi menutup badan jalan.
“Sekitar pukul 22.00 WIB arus lalu lintas dari arah Bandar Lampung maupun Pesisir Barat sudah kembali berangsur normal. Personel masih tetap standby di lokasi untuk melakukan pengaturan serta mengimbau pengendara agar melintas secara hati-hati,” jelasnya.
Kesempatan itu, Kapolsek mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tanjakan Kalisuwong yang dikenal cukup curam dan rawan terjadi kemacetan apabila kendaraan mengalami kendala. (Umar.MDG)
Kapolda NTB Lantik AKBP Mubiarto Banu Kristanto sebagai Kapolres Bima Kota
Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo SIK., memimpin upacara pelantikan AKBP Mubiarto Banu Kristanto SIK., sebagai Kapolres Bima Kota yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Polda NTB, Jumat (06/03/2026).
Upacara pelantikan tersebut dihadiri Wakapolda NTB, Irwasda Polda NTB, serta jajaran Pejabat Utama Polda NTB. Prosesi dimulai dengan laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, serta pembacaan surat keputusan pengangkatan Kapolres Bima Kota.
Selanjutnya, Kapolda NTB memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh pejabat yang dilantik. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan serta pemasangan tanda jabatan oleh Kapolda.
Dalam amanatnya, Kapolda NTB menyampaikan bahwa rotasi dan pergantian pejabat merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang rutin dilakukan di lingkungan Polri. Selain sebagai bentuk regenerasi, pergantian jabatan juga menjadi ajang promosi bagi personel yang dinilai memiliki kinerja dan dedikasi baik.
“Pergantian pejabat merupakan momentum penyegaran dalam organisasi agar mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerja serta kelancaran pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Kapolda juga berpesan kepada Kapolres Bima Kota yang baru agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tanamkan dalam hati bahwa jabatan ini adalah amanah dari pimpinan dan masyarakat yang harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Mubiarto Banu Kristanto atas amanah baru yang diemban. Kapolda berharap dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, Kapolres yang baru mampu membawa Polres Bima Kota menuju kinerja yang lebih baik.
“Fokus pada peningkatan keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat. Jaga soliditas serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Selamat bertugas,” tutup Kapolda.
Redaksi ||
Skandal “Titik Dapur MBG” Meledak: ASN Pringgasela Diduga Jual Satu Lokasi Berkali-kali, Kerugian Korban Tembus Rp600 Juta
Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Skema dugaan jual beli titik bakal lokasi dapur MBG di Lombok Timur kian berbau busuk. Ketua Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat Nusa Tenggara Barat (FKKM NTB), Pahri Rahman, secara terbuka membongkar praktik yang ia sebut sebagai “perdagangan lokasi” oleh seorang ASN berinisial IS, staf di Puskesmas Pringgasela. Dalam konferensi pers di Hotel Lombok Raya, 5 Februari 2026, Pahri memaparkan pola transaksi yang diduga mempermainkan calon investor dapur MBG dengan nilai fantastis: Rp200 juta per titik.
“Ini bukan sekadar persoalan etik, ini dugaan tindak pidana. Satu titik dijual, lalu dijual lagi ke orang lain. Uangnya tidak dikembalikan,” tegas Pahri.
Satu Titik, Dua hingga Tiga Pembeli
Menurut keterangan korban yang enggan disebutkan namanya, ia telah menyerahkan kontan dan mentransfer dana sejumlah Rp600 juta untuk tiga titik lokasi dapur MBG. Namun, setelah dana diserahkan, titik-titik tersebut diduga kembali diperjualbelikan kepada pihak lain.
Adapun titik yang disebut dalam paparan Pahri antara lain:
SPPG Danger Masbagik 005 — Dibeli Rp200 juta. Setelah pembayaran, titik tersebut diduga dijual kembali kepada pihak lain yang disebut-sebut beririsan dengan anggota DPRD. Dana tidak dikembalikan.
SPPG Wanasaba Lauk 002 — Dibeli Rp200 juta. Setelah dana diserahkan, titik itu diduga dialihkan lagi kepada anggota DPRD fraksi PAN berinisial BN. Uang tidak kembali.
SPPG Kalijaga Aikmel 001 — Dibeli Rp200 juta dari IS. Belakangan, lokasi itu diduga kembali dijual kepada anggota DPRD fraksi Gerindra berinisial MT. Dana tetap tak dikembalikan.
Pahri juga menyebut informasi yang dihimpun pihaknya mengarah pada dugaan bahwa sejumlah transaksi berlangsung di dapur milik seorang anggota DPRD fraksi Gerindra dapil 1 berinisial M.
Jika pola ini benar, maka yang terjadi bukan sekadar wanprestasi, melainkan skema sistematis: menjual harapan, memanen dana, lalu memutar kembali titik yang sama kepada pembeli berikutnya.
Bukti Audio, Chat, dan Transfer
Ketua FKKM NTB mengaku mengantongi sejumlah alat bukti, mulai dari rekaman percakapan audio, tangkapan layar percakapan digital, hingga bukti transfer dana ke rekening IS.
“Kami tidak bicara kosong. Ada jejak digital, ada bukti transfer. Ini bukan asumsi, ini fakta yang akan kami uji secara hukum,” ujarnya.
Ironisnya, ketika awak media berulang kali mencoba mengonfirmasi kepada IS di Puskesmas Pringgasela, yang bersangkutan dikabarkan jarang masuk kantor. Situasi ini menambah pertanyaan publik: bagaimana mungkin seorang aparatur sipil negara yang digaji dari pajak rakyat justru terseret dalam dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur MBG?
Dimensi Etik dan Hukum
Secara akademik, praktik ini jika terbukti mengandung beberapa unsur pelanggaran serius: dugaan penipuan, penggelapan, hingga potensi penyalahgunaan posisi sebagai ASN untuk memuluskan transaksi. Dalam perspektif tata kelola publik, ini mencerminkan rapuhnya sistem pengawasan internal dan lemahnya etika birokrasi.
Lebih jauh, keterlibatan nama-nama yang disebut beririsan dengan anggota legislatif, meski masih sebatas dugaan, membuka ruang krisis kepercayaan publik terhadap integritas proses penentuan lokasi dapur MBG. Transparansi dan akuntabilitas menjadi taruhan.
Akan Dilaporkan Resmi
Pahri Rahman memastikan akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Lombok Timur dan Kejaksaan Negeri Lombok Timur dalam waktu dekat.
“Masak terima gaji dari pajak rakyat, tapi diduga menjual titik proyek yang bukan haknya? Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin ASN. Ini dugaan tindak pidana yang harus diuji di meja hukum,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Lombok Timur: apakah berani membongkar hingga ke akar, atau membiarkannya menguap di antara sunyi birokrasi.
Redaksi ||
Pangdam XXI/Radin Inten Sambut Kunker Reses Komisi I DPR RI Ke Kodam XXI/Radin Inten.
Derita Nelayan di Pesisir Ampenan: Jaring Rusak, Laut Tercemar, CSR Pertamina Tak Ada
Mataram. Media Dinamika Global.Id.– Aktivitas kapal tanker di sekitar depot PT Pertamina (Persero) di wilayah pesisir Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, menuai keluhan dari masyarakat nelayan setempat. Para nelayan mengaku mengalami berbagai kerugian yang diduga dipicu oleh lalu lalang kapal di sekitar kawasan depot tersebut.
Keluhan yang disampaikan nelayan tidak hanya soal kerusakan alat tangkap, tetapi juga menyangkut dugaan kerusakan ekosistem laut hingga tidak adanya manfaat nyata dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat pesisir.
Seorang nelayan yang ditemui di pesisir Ampenan, Jumat (6/3), menuturkan bahwa aktivitas kapal tanker yang keluar masuk depot kerap terjadi tanpa pola yang jelas. Kondisi ini, sering kali mengganggu aktivitas melaut para nelayan yang memasang jaring di perairan sekitar.
Ia mengaku pernah mengalami kerugian ketika jaring miliknya diduga tertabrak kapal yang keluar dari kawasan depot.
“Kalau kapal sudah selesai bongkar muat, mereka bebas keluar masuk. Kadang tidak ada pemberitahuan. Pernah jaring nelayan ditabrak kapal yang keluar dari depot,” ujarnya sembari meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut dia, persoalan tersebut sebenarnya pernah disampaikan kepada pihak perusahaan. Namun hingga kini, nelayan mengaku belum mendapat kejelasan terkait mekanisme ganti rugi maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Waktu itu kami menanyakan ke pihak Pertamina. Katanya tergantung keputusan kapten kapal apakah ada ganti rugi atau tidak. Sampai sekarang juga tidak ada kejelasan,” katanya.
Tidak hanya itu, nelayan juga menyoroti dugaan kerusakan terumbu karang di sekitar lokasi penambatan kapal tanker. Aktivitas penurunan jangkar kapal dinilai berpotensi merusak ekosistem laut yang selama ini menjadi habitat ikan tangkapan nelayan.
Kerusakan terumbu karang tersebut, menurut nelayan, tidak hanya berdampak pada menurunnya hasil tangkapan ikan, tetapi juga memicu perubahan kondisi gelombang laut di kawasan pesisir.
“Kalau terumbu karang rusak, gelombang jadi langsung ke pantai. Itu yang kami rasakan sekarang,” ujarnya.
Selain itu, nelayan juga mengaku beberapa kali melihat adanya lapisan minyak tipis di permukaan laut saat kapal tanker beroperasi di kawasan tersebut. Fenomena itu terlihat seperti warna pelangi di permukaan air.
“Kadang terlihat seperti pelangi di permukaan air, seperti ada minyaknya. Kami tidak tahu pasti dari kapal yang mana, tapi sering terlihat di sekitar jalur kapal,” ungkapnya.
Di tengah berbagai dampak yang mereka rasakan, nelayan juga menilai keberadaan depot Pertamina di kawasan tersebut belum memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.
Mereka mengaku hingga saat ini belum pernah menerima program bantuan yang berkaitan dengan kesejahteraan nelayan, baik berupa bantuan alat tangkap, perahu, maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Sampai sekarang kami belum pernah dengar ada bantuan untuk nelayan di sini. Baik untuk perahu, alat tangkap, ataupun program pendidikan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pertamina (Persero) maupun otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan para nelayan tersebut.
Redaksi ||
Koramil 1608-06/Wawo dan Persit KCK Ranting 7 Berbagi di Bulan Ramadan, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Koramil 1608-06/Wawo beserta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 melaksanakan kegiatan berbagi di bulan Ramadhan kepada masyarakat pada Jum'at (6/32026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada dua titik wilayah yakni Kecamatan Lambitu (terdiri dari Desa Teta, Desa Londu, Desa Kuta, Desa Sambori dan Desa Kaowa) dan Kecamatan Wawo (terdiri dari Desa Ntori, Desa Maria dan Desa Pesa) Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar.
![]() |
| Kegiatan Berbagi Ramadhan Berkah Koramil 1608-06/Wawo bersama Persit KCK Ranting 7 di Kecamatan Lambitu Kab. Bima |
Pembagian paket Ramadhan ini merupakan bagian dari kegiatan sosial Koramil 1608-06/Wawo dalam memeriahkan bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan ini, anggota TNI bersama Persit juga hadir Ketua PKK Kecamatan Wawo ingin menumbuhkan semangat berbagi serta mempererat hubungan dengan masyarakat.
![]() |
| Kegiatan lokasi kedua di Kecamatan Wawo Kab. Bima |
Puluhan paket ini dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, lansia dan disabilitas. Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat saat anggota Koramil, Persit KCK Ranting 7 serta Ketua PKK Kecamatan Wawo secara langsung menyapa serta memberikan paket Ramadhan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Danramil 1608-06/Wawo, Kapten Inf. Armansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI dengan masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah juga kegiatan terakhirnya pada Kecamatan Wawo.
“Melalui kegiatan berbagi paket ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan saling berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, hingga diakhiri acara bukber di Kantor Koramil 1608-06/Wawo serta mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya pembagian paket tersebut. Koramil 1608-06/Wawo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. (MDG05)
Sertifikat Tanah IAIN Bima Resmi Terbit: Perjuangan Panjang Rakyat Mulai Menemukan Titik Terang
Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Pada hari Jumat, 6 Maret 2026 menjadi salah satu hari penting dalam perjalanan panjang perjuangan menghadirkan perguruan tinggi keagamaan negeri di tanah Dana Mbojo. Ketua Komite Pendirian IAIN Kabupaten Bima, Profesor Muhammad, didampingi bagian Sarana dan Prasarana Ruma Rengge, secara resmi menerima sertifikat tanah yang akan digunakan untuk pembangunan kampus IAIN Bima yang di serahkan langsung oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bima Lalu Makhyaril S.ST.MH di ruang kerja nya pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2026, jam 13.40 wita. Seperti dikutip dari Media Bimantika.net
Sertifikat tersebut merupakan lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dengan luas lahan 9, 6 hektar .
Dengan terbitnya sertifikat ini bukan sekadar urusan administrasi pertanahan, tetapi merupakan tonggak penting dari perjuangan panjang masyarakat Bima yang di prakarsai oleh Prof .Muhammad yang sejak lama menginginkan hadirnya perguruan tinggi keagamaan negeri di daerah ini.
Selama bertahun-tahun, gagasan menghadirkan IAIN di Bima juga diperjuangkan oleh banyak elemen masyarakat—akademisi, tokoh agama, aktivis, dan masyarakat luas. Karena itu, terbitnya sertifikat tanah ini menjadi sinyal kuat bahwa mimpi besar tersebut tidak lagi berhenti pada wacana, tetapi mulai memasuki fase nyata pembangunan.
Ketua Komite Pendirian IAIN Bima Profesor Muhammad "menyatakan" bahwa langkah ini harus menjadi momentum percepatan bagi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar proses pembangunan kampus segera diwujudkan.
Lanjutnya" IAIN Bima diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi intelektual, ulama, dan pemimpin masa depan yang akan membawa kemajuan bagi Bima,kota Bima ,Pulau Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya.
Perjuangan ini belum selesai, tetapi hari ini Bima telah menancapkan satu tonggak sejarah penting: tanah untuk IAIN telah sah, legal, dan siap menjadi pondasi bagi lahirnya peradaban pendidikan baru di Dana Mbojo pungkas nya.
( RRS//Ruma Rengge Sape//007)







