Media Dinamika Global

Minggu, 01 Februari 2026

Gandeng PT STM Dompu, PWI Kabupaten Bima Sukses Gelar Turnamen Olahraga Antar Wartawan

BIMA,Mediadinamikaglobal.id -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bima sukses menggelar turnamen olahraga antar wartawan se Kabupaten Bima Provinsi NTB di Lewamori Resort, Ahad 1 Februari 2026.

PT Sumbawa Timur Mining (STM) Dompu menjadi sponsor tunggal dalam kegiatan yang bertajuk "Semarak Hari Pers Nasional (HPN) 2026" yang mempertandingkan 3 cabang olahraga dan diikuti puluhan wartawan.

Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah, dalam sambutannya menegaskan pers dan dunia industri merupakan dua pilar pembangunan yang tidak bisa dipisahkan kehadiran PT. STM Dompu sebagai sponsor utama dalam kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi tersebut.

"Pers butuh keterbukaan informasi, sementara industri butuh pers untuk menyampaikan kontribusi positif kepada masyarakat. Sinergi dengan PT. STM hari ini adalah bukti dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya Bima dan Dompu," ujar Firman saat membuka acara secara resmi.

Acara yang dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen PT. STM, Adam, ini tidak hanya sekadar seremonial. Para jurnalis se-Kabupaten Bima diajak melepas penat dari tekanan tenggat waktu (deadline) melalui ajang silaturahmi dan adu ketangkasan.

"Ini pertama kalinya kami bersinergi dengan PT STM, berkolaborasi membangun daerah. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus merajut kebersamaan ke depannya," timpalnya.

Ada 3 cabang olahraga rekreatif yang dipertandingkan. Mulai dari catur yang menguji strategi, billiard untuk ketangkasan, hingga domino yang penuh dengan suasana kekeluargaan. Firman berpesan agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi sportivitas, selayaknya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam bekerja. Persaingan berlangsung sengit namun penuh tawa. 

Berikut adalah daftar para juara yang berhasil membawa pulang predikat terbaik: 

Juara Lomba Domino

1. Abdul Muis (Gema NTB)

2. Sumarlin (Kabar Oposisi)

3. Baharuddin (Cakrawala NTB)

Juara Lomba Catur

1. Abdul Muis (Gema NTB)

2. H Nasir (Bimakini)

3. Sumarlin (Kabar oposisi)

Juara Lomba Billiard 

1. Agus (Talkingnews)

2. Firman (DetailNTB)

3. Oyan (Sangiang Post)

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah uang tunai dengan rincian, juara 1 sebesar Rp 750 ribu, juara 2 sebesar Rp 500 ribu dan juara 3 sebesar Rp 300 ribu.

"Nominal hadiah ini nilainya sama untuk ketiga cabang olahraga yang diperlombakan," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Syarifudin sedalam sambutannya.

Syarifuddin yang juga wartawan Akurasinewsntb.com itu menyampaikan terimakasih mendalam kepada PT STM atas dukungan sehingga suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, memperkuat ikatan kekeluargaan antar-insan pers di ujung timur Pulau Sumbawa ini.

Menandai kebersamaan, perwakilan PT STM Dompu menyerahkan plakat kepada Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah disertai foto bersama dengan pengurus dan peserta turnamen olahraga. (Mdg05) 

Aksi Heroik Gunung Rinjani Hingga Donasi Miliaran di Tangan Agam Rinjani Berbuntut Polemik


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Aksi Heroik porter Gunung Rinjani, Abdul Haris Agam atau terkenal dengan panggilan Agam Rinjani yang membantu tim relawan mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins, usai terjatuh di Gunung Rinjani, Provinsi NTB, viral.

Terutama di Media Sosial (Medsos) dan berbagai platform media massa. Hal ini pun memantik simpati warga Brasil hingga platform penggalangan dana VOAA mengumpulkan uang donasi yang begitu besar untuk diberikan kepada Agam Rinjani.

Ini sekaligus untuk membantu tim relawan yang ikut mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Namun belakangan terungkap, donasi yang dikirimkan VOAA melalui Agam Rinjani, tidak pernah dirasakan tim relawan.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, menyesalkan hal tersebut. Sebelumnya ia bersama rekan-rekan sesama forum, bahkan warga Sembalun, Lombok Timur (Lotim) bangga dan haru.

Terlebih ketika diundang di Poadcast Dedy Corbuzier dan Poadcast Denny Sumargo, Agam Rinjani mengungkapkan, donasi dari VOAA sebagiannya akan diberikan ke tim penyelamat, dimanfaatkan untuk penghijauan gunung Rinjani, serta untuk pembelian peralatan untuk rekan-rekan forum dan poter.

"Ternyata itu tidak dilakukan, itu yang bikin kita marah lagi. Sehingga orang-orang yang di Sembalun yang awalnya mendukung Agam akhirnya berbalik. Agam ini anggota forum saya, sehingga kita saling tahu dan saling faham masing-masing kualitasnya," kesalnya.

Dilansir dari ebrita.com edisi Juni lalu, donasi warga Brasil yang berhasil dikumpulkan oleh VOAA dan Komunitas Sosial Razoe sebesar Rp1,5 miliar, cair tanpa potongan pajak. 

Uang tersebut, menurut Royal, bukan keseluruhan untuk Agam Rinjani. Sebab semula, jumlah donasi yang terkumpul untuk Agam Rinjani hanya Rp500 juta. 

"Nilainya bisa naik karena Agam meminta 'bisa ditambah nggak, soalnya untuk teman-teman tim, penghijauan, dan untuk peralatan'," beber Royal, mengulas permintaan Agam Rinjani.

"Dan kita singkronkan dengan postingan orang Brasil di paltform itu. Kalau ditranslate ke bahasa Indonesia ya begitu. Tolong ditambah karena Agam mau berbagi untuk temannya, beli peralatan, dan penghijauan," sambungnya.

Ia tidak memungkiri, ada sejumlah peralatan plus motor Trail Second yang sudah dibeli oleh Agam Rinjani. Tapi jika diestimasikan harganya, tidak sampai Rp80 juta. 

Ironisnya, hingga saat ini tim relawan yang menjadi garda pertama melakukan evakuasi Jenazah Juliana Marins belum mendapatkan haknya, begitu pula dengan aksi penghijauan, hanya sekedar janji manis.

Ia menilai, janji Agam Rinjani di meja poadcast hanya sebatas pencitraan untuk meraih simpati demi donasi, sehingga rela membohongi publik secara luas. Hal itu tidak hanya dilakukan sekali. 

Di beberapa peristiwa seperti penyelamatan WNA asal Israel, dan pendaki Jakarta, Agam Rinjani diguga kerap meminta donasi. Sehingga terkesan memanfaatkan situasi dan aksi kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.

"Kami merasa Agam ini tidak bermoral dan tidak beretika, karena telah melakukan pembohongan publik, khususnya para donatur. Kami sangat kecewa. Saya sendiri nggak ada kepentingan. Saya hanya menyuarakan apa yang menjadi hak-hak tim relawan," tandasnya.

Tak Pernah Diinfokan Soal Donasi

Hal senada disampaikan salah satu tim Relawan Unit SAR Lotim, Samsul Fadli. Ia mengungkapkan, dirinya bersama pihak-pihak yang juga terlibat melakukan evakuasi, terkejut dengan adanya donasi warga Brazil kepada Agam Rinjani.

Begitu juga sebaliknya, Agam Rinjani tidak pernah menyampaikan atau mengajak komunikasi membahas  adanya uang hasil penggalangan donasi VOAA. Ia baru mengetahuinya setelah mencuat dan menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

"Dari ketua tim relawan juga sudah mengeluarkan edaran bahwa tidak ada keterlibatan relawan dengan donasi itu. Edaran itu disebar juga lewat Instagram dan facebook unit SAR Lotim setelah muncul ribut-ribut donasi itu," terangnya.

Fadli merupakan salah satu dari tim relawan yang pertama kali sampai dan turun ke lokasi jatuhnya Juliana Marine. Dirinya juga yang menjadi orang pertama yang bertugas untuk turun ke titik lokasi di mana pendaki WNA tersebut, terlihat terakhir kali. 

Malah kehadiran Agam Rinjani di hari keempat pencarian, langsung viral hingga menjadi figur publik.

Bantah minta Donasi, Agam Rinjani Tantang Pembuktian

Terpisah, Agam Rinjani membantah meminta donasi kepada Platform VOAA. Ia minta dibuktikan, jika ada yang menuduh dirinya yang meminta duluan donasi ke warga Brasil. Nominal yang ia terima pun tidak sesuai yang diberitakan. Sebab total keseluruhan di rekeningnya Rp 1,3 miliar, artinya sudah di potong pajak.

"Nggak pernah saya minta donasi. Kalau ada yang bilang saya minta, coba buktikan mana saya minta," bantahnya.

Semula, ia tidak pernah mengetahui donasi yang dimaksud, telah masuk ke rekening pribadinya pasca tiga pekan melakukan evakuasi Juliana Marins.

"Awalnya donasi dikasih tapi saya tolak, tapi dia (VOAA,red) ngotot mau ngasih, ya alhamdulillah kalau ada. Saya mengatakan, rencana kalau ada, saya mau belikan alat rescue dan satu unit motor trail seken," ulasnya.

"Kalau ada sisanya, saya mau tanam pohon di Gunung Rinjani bukan penghijauan. Setelah tiga minggu, tiba-tiba masuk ke rekeningku. Itupun saya tidak tahu nominalnya berapa. Itu donasi untuk apresiasi," sambungnya.

Selain itu, ia juga membantah tentang Isu yang beredar terkait dirinya yang kerap meminta donasi pada peristiwa evakuasi sebelum Juliana Marins. Permintaan donasi hanya dilakukannya sebelum gempa Lombok 2018 silam.

Donasi itu dilakosikan untuk pengadaan pipa air, namun sengaja digoreng oleh pihak tertentu melalui medsos, "Karena memang ada yang tidak suka sama saya. Sampai ada yang minta saya keluar dari Rinjani," ungkapnya.

Agam mengklaim,  donasi warga Brasil murni diperuntukan bagi dirinya. Karena dinilai telah banyak berkorban dalam membantu mengevakuasi jenazah Juliana Marins.

Kendati demikian, donasi yang dia dapatkan sebagiannya telah disumbangkan untuk sarana prasana serta peralatan pendakian rescue rinjani. Termasuk untuk kegiatan sosial masyarakat setempat.

"Masuk gunung itu, kita potong sapi (Syukuran,red). Coba bayangkan, berapa biayanya. Itu saya biayai 100 persen. Tapi untuk apa saya posting-posting," terangnya. (*).

Donasi Rp1,5 Miliar di Tangan Agam Rinjani Berbuntut Polemik


Mataram, Media Dinamika Global.Id. - Aksi Heroik porter Gunung Rinjani, Abdul Haris Agam atau terkenal dengan panggilan Agam Rinjani yang membantu tim relawan mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins, usai terjatuh di Gunung Rinjani, Provinsi NTB, viral.

Terutama di Media Sosial (Medsos) dan berbagai platform media massa. Hal ini pun memantik simpati warga Brasil hingga platform penggalangan dana VOAA mengumpulkan uang donasi yang begitu besar untuk diberikan kepada Agam Rinjani.

Ini sekaligus untuk membantu tim relawan yang ikut mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Namun belakangan terungkap, donasi yang dikirimkan VOAA melalui Agam Rinjani, tidak pernah dirasakan tim relawan.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, menyesalkan hal tersebut. Sebelumnya ia bersama rekan-rekan sesama forum, bahkan warga Sembalun, Lombok Timur (Lotim) bangga dan haru.

Terlebih ketika diundang di Poadcast Dedy Corbuzier dan Poadcast Denny Sumargo, Agam Rinjani mengungkapkan, donasi dari VOAA sebagiannya akan diberikan ke tim penyelamat, dimanfaatkan untuk penghijauan gunung Rinjani, serta untuk pembelian peralatan untuk rekan-rekan forum dan poter.

"Ternyata itu tidak dilakukan, itu yang bikin kita marah lagi. Sehingga orang-orang yang di Sembalun yang awalnya mendukung Agam akhirnya berbalik. Agam ini anggota forum saya, sehingga kita saling tahu dan saling faham masing-masing kualitasnya," kesalnya.

Dilansir dari ebrita.com edisi Juni lalu, donasi warga Brasil yang berhasil dikumpulkan oleh VOAA dan Komunitas Sosial Razoe sebesar Rp1,5 miliar, cair tanpa potongan pajak. 

Uang tersebut, menurut Royal, bukan keseluruhan untuk Agam Rinjani. Sebab semula, jumlah donasi yang terkumpul untuk Agam Rinjani hanya Rp500 juta. 

"Nilainya bisa naik karena Agam meminta 'bisa ditambah nggak, soalnya untuk teman-teman tim, penghijauan, dan untuk peralatan'," beber Royal, mengulas permintaan Agam Rinjani.

"Dan kita singkronkan dengan postingan orang Brasil di paltform itu. Kalau ditranslate ke bahasa Indonesia ya begitu. Tolong ditambah karena Agam mau berbagi untuk temannya, beli peralatan, dan penghijauan," sambungnya.

Ia tidak memungkiri, ada sejumlah peralatan plus motor Trail Second yang sudah dibeli oleh Agam Rinjani. Tapi jika diestimasikan harganya, tidak sampai Rp80 juta. 

Ironisnya, hingga saat ini tim relawan yang menjadi garda pertama melakukan evakuasi Jenazah Juliana Marins belum mendapatkan haknya, begitu pula dengan aksi penghijauan, hanya sekedar janji manis.

Ia menilai, janji Agam Rinjani di meja poadcast hanya sebatas pencitraan untuk meraih simpati demi donasi, sehingga rela membohongi publik secara luas. Hal itu tidak hanya dilakukan sekali. 

Di beberapa peristiwa seperti penyelamatan WNA asal Israel, dan pendaki Jakarta, Agam Rinjani diguga kerap meminta donasi. Sehingga terkesan memanfaatkan situasi dan aksi kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.

"Kami merasa Agam ini tidak bermoral dan tidak beretika, karena telah melakukan pembohongan publik, khususnya para donatur. Kami sangat kecewa. Saya sendiri nggak ada kepentingan. Saya hanya menyuarakan apa yang menjadi hak-hak tim relawan," tandasnya.

Tak Pernah Diinfokan Soal Donasi

Hal senada disampaikan salah satu tim Relawan Unit SAR Lotim, Samsul Fadli. Ia mengungkapkan, dirinya bersama pihak-pihak yang juga terlibat melakukan evakuasi, terkejut dengan adanya donasi warga Brazil kepada Agam Rinjani.

Begitu juga sebaliknya, Agam Rinjani tidak pernah menyampaikan atau mengajak komunikasi membahas adanya uang hasil penggalangan donasi VOAA. Ia baru mengetahuinya setelah mencuat dan menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

"Dari ketua tim relawan juga sudah mengeluarkan edaran bahwa tidak ada keterlibatan relawan dengan donasi itu. Edaran itu disebar juga lewat Instagram dan facebook unit SAR Lotim setelah muncul ribut-ribut donasi itu," terangnya.

Fadli merupakan salah satu dari tim relawan yang pertama kali sampai dan turun ke lokasi jatuhnya Juliana Marine. Dirinya juga yang menjadi orang pertama yang bertugas untuk turun ke titik lokasi di mana pendaki WNA tersebut, terlihat terakhir kali. 

Malah kehadiran Agam Rinjani di hari keempat pencarian, langsung viral hingga menjadi figur publik.

Bantah minta Donasi, Agam Rinjani Tantang Pembuktian

Terpisah, Agam Rinjani membantah meminta donasi kepada Platform VOAA. Ia minta dibuktikan, jika ada yang menuduh dirinya yang meminta duluan donasi ke warga Brasil. Nominal yang ia terima pun tidak sesuai yang diberitakan. Sebab total keseluruhan di rekeningnya Rp 1,3 miliar, artinya sudah di potong pajak.

"Nggak pernah saya minta donasi. Kalau ada yang bilang saya minta, coba buktikan mana saya minta," bantahnya.

Semula, ia tidak pernah mengetahui donasi yang dimaksud, telah masuk ke rekening pribadinya pasca tiga pekan melakukan evakuasi Juliana Marins.

"Awalnya donasi dikasih tapi saya tolak, tapi dia (VOAA,red) ngotot mau ngasih, ya alhamdulillah kalau ada. Saya mengatakan, rencana kalau ada, saya mau belikan alat rescue dan satu unit motor trail seken," ulasnya.

"Kalau ada sisanya, saya mau tanam pohon di Gunung Rinjani bukan penghijauan. Setelah tiga minggu, tiba-tiba masuk ke rekeningku. Itupun saya tidak tahu nominalnya berapa. Itu donasi untuk apresiasi," sambungnya.

Selain itu, ia juga membantah tentang Isu yang beredar terkait dirinya yang kerap meminta donasi pada peristiwa evakuasi sebelum Juliana Marins. Permintaan donasi hanya dilakukannya sebelum gempa Lombok 2018 silam.

Donasi itu dilakosikan untuk pengadaan pipa air, namun sengaja digoreng oleh pihak tertentu melalui medsos, "Karena memang ada yang tidak suka sama saya. Sampai ada yang minta saya keluar dari Rinjani," ungkapnya.

Agam mengklaim, donasi warga Brasil murni diperuntukan bagi dirinya. Karena dinilai telah banyak berkorban dalam membantu mengevakuasi jenazah Juliana Marins.

Kendati demikian, donasi yang dia dapatkan sebagiannya telah disumbangkan untuk sarana prasana serta peralatan pendakian rescue rinjani. Termasuk untuk kegiatan sosial masyarakat setempat.

"Masuk gunung itu, kita potong sapi (Syukuran,red). Coba bayangkan, berapa biayanya. Itu saya biayai 100 persen. Tapi untuk apa saya posting-posting," terangnya. (*).

Soal Tercecer Batu Bara di Benete, DLH Sebut Kewenangan Laut Ada di Provinsi


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id – Sorotan publik terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan batu bara di kawasan Dermaga Benete terus menguat. 

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rahmadin, akhirnya angkat bicara dan menegaskan batas kewenangan pemerintah daerah dalam menangani dugaan pencemaran di perairan laut.

Dalam rilis resminya, Minggu (1/2/2026), Rahmadin menjelaskan bahwa aktivitas bongkar muat batu bara di Dermaga Benete merupakan kegiatan usaha yang dilakukan di bawah persetujuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Benete, selaku pemilik sekaligus penyelenggara Pelabuhan Umum Benete.

Menurutnya, secara ketentuan, seluruh aktivitas bongkar muat di pelabuhan wajib tercantum dalam dokumen lingkungan, baik dokumen lingkungan pelabuhan, persetujuan lingkungan, maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) kepelabuhanan yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan di kawasan tersebut.

“Setiap aktivitas bongkar muat pasti sudah tertuang dalam dokumen lingkungan dan SOP kepelabuhanan. Itu menjadi dasar dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh penyelenggara pelabuhan,” ujar Rahmadin.

Namun, Rahmadin menegaskan bahwa DLH KSB tidak memiliki kewenangan langsung untuk menindaklanjuti aduan atau kasus dugaan pencemaran di perairan laut. Hal tersebut, kata dia, berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi NTB, mengingat wilayah laut hingga 12 mil merupakan ranah provinsi.

Meski demikian, DLH KSB tidak tinggal diam. Rahmadin memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB terkait dugaan pencemaran air laut di sekitar Dermaga Benete.

Selain itu, DLH KSB juga akan segera berkoordinasi dengan KUPP Kelas II Benete sebagai penyelenggara dan pemilik pelabuhan. 

Hal ini penting karena secara tata ruang, Pelabuhan Benete telah memiliki Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) yang dilengkapi dengan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Seluruh kewajiban yang tercantum dalam PKKPRL itu harus dijalankan oleh KUPP, termasuk kewajiban menindaklanjuti aduan masyarakat terkait aktivitas di wilayah perairan laut Pelabuhan Benete,” tegasnya.

Sebelumnya, Aliansi For Justice Save KSB tak hanya menyoroti ancaman keselamatan lalu lintas akibat batu bara yang tercecer di jalan, tetapi juga secara serius menyoroti potensi pencemaran lingkungan laut di kawasan dermaga.

Ketua Aliansi, Abbas Kurniawan, mendesak DLH KSB agar segera melakukan uji sampel air laut di sekitar Dermaga Benete, menyusul laporan warga yang menyebutkan banyaknya batu bara yang jatuh ke laut saat proses bongkar muat.

“Ini bukan asumsi. Batu bara itu jelas jatuh ke laut saat proses bongkar muat. DLH wajib turun, ambil sampel, dan buka hasilnya ke publik,” tegas Abbas.

Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan pencemaran laut bukan hanya mengancam ekosistem, tetapi juga keberlangsungan hidup nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan ekonomi mereka dari laut.

Di sisi lain, ancaman keselamatan di jalur darat juga kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Benete, Kamis (29/1/2026), yang menimpa seorang warga asal Kecamatan Maluk. 

Korban diduga terpeleset akibat material batu bara yang tercecer dari dump truck pengangkut batu bara menuju Taliwang.

Meski korban hanya mengalami luka ringan dan telah menerima ganti rugi dari pihak perusahaan, warga menilai kejadian tersebut bukan insiden tunggal, melainkan persoalan lama yang terus berulang tanpa penyelesaian serius.

Abbas Kurniawan menyebut kecelakaan ini sebagai bukti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan batu bara di KSB.

“Ini bukan kecelakaan biasa, tapi kelalaian yang berulang. Batu bara tercecer, warga celaka, lalu selesai dengan ganti rugi. Pola ini tidak boleh terus dibiarkan,” katanya.

Aliansi menilai perusahaan bongkar muat yang beroperasi saat ini lalai menjalankan standar keselamatan, baik di jalur darat maupun di kawasan dermaga.

Sebagai bentuk tekanan, Aliansi For Justice Save KSB memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu mendatang di dua titik strategis, yakni Dinas Perhubungan KSB dan PLTU Kertasari.

Redaksi |

Akibat Tercecer Batu Bara di Jalan Menelan Korban, Aliansi Akan Demo Dishub dan LHK KSB


Sumbawa Barat, Media Dinamika.Id  — Akibat tercecer matrial Batu Bara dari Subkon PT Elang dan BSA di ruas Jalan Benete, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini menelan korban kecelakaan lalu lintas. Atas peristiwa tersebut disorot keras dari Aliansi For Justice Save KSB yang menilai persoalan ini sudah masuk kategori pembiaran sistemik.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Kamis (29/1/2026), menimpa seorang warga asal Kecamatan Maluk. Korban diduga terpeleset akibat material batu yang jatuh dari dump truck pengangkut batu bara yang melintas dari arah Benete menuju Taliwang.

Meski korban hanya mengalami luka ringan dan telah mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan, warga menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari masalah lama yang terus berulang tanpa penyelesaian serius.

Ketua Aliansi For Justice Save KSB, Abbas Kurniawan, menilai kecelakaan tersebut sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan batu bara di KSB. 

Menurutnya, keselamatan warga terus dikorbankan demi kelancaran distribusi material industri.

“Ini bukan soal kecelakaan biasa, tapi kelalaian yang berulang. Batu bara tercecer di jalan, warga celaka, lalu selesai dengan ganti rugi. Pola ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Abbas.

Aliansi menilai perusahaan bongkar muat yang saat ini beroperasi tidak becus dalam menjalankan standar keselamatan, baik di jalur darat maupun di kawasan dermaga.

Sebagai bentuk protes, Aliansi For Justice Save KSB memastikan akan menggelar aksi pada Rabu mendatang di dua titik strategis, yakni Dinas Perhubungan KSB dan PLTU Kertasari.

Dalam aksinya, aliansi akan mendesak Pergantian perusahaan bongkar muat batu bara yang dinilai lalai dan membahayakan publik. 

Penerapan sistem tracking pengangkutan material agar muatan dapat terpantau dan tidak melanggar SOP, dan Pengaktifan kembali sistem pengamanan lalu lintas (stop and go) di titik-titik rawan kecelakaan.

“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keselamatan warga, maka harus diganti. Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak,” kata Abbas.

Tak hanya soal keselamatan jalan, Aliansi For Justice Save KSB juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan batu bara di kawasan dermaga.

Abbas mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB untuk segera melakukan uji sampel air laut di sekitar area dermaga, menyusul laporan warga terkait banyaknya batu bara yang tumpah ke laut.

“Ini bukan asumsi. Batu bara itu jelas jatuh ke laut saat proses bongkar muat. DLH wajib turun, ambil sampel, dan buka hasilnya ke publik,” ujarnya.

Menurutnya, pembiaran pencemaran laut tidak hanya merugikan ekosistem, tetapi juga mengancam nelayan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.

Warga Keluhkan Hilangnya Pengawasan Lalu Lintas

Warga menyebut sistem pengamanan lalu lintas di jalur angkutan berat kini semakin longgar. Sejumlah titik rawan yang sebelumnya dijaga dengan sistem stop and go sudah tidak lagi difungsikan.

“Dari Jereweh sampai Labuhan Lalar sekarang sudah tidak ada stop and go. Di Benete dan Taliwang juga dikurangi. Padahal itu jalur padat,” keluh warga.

Beberapa titik rawan kecelakaan yang kerap disebut masyarakat antara lain Tanjakan Benete, Labuhan Lalar, hingga jalur menuju dermaga bongkar muat.

Kondisi ini diperparah dengan kendaraan yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, serta muatan yang tidak tertutup dan mudah tumpah ke jalan.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat sempat melakukan penertiban dan memberikan teguran kepada perusahaan pengangkut agar mematuhi aturan keselamatan dan tidak membahayakan publik. 

Namun, warga menilai langkah tersebut tidak konsisten dan cenderung bersifat sementara.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perhubungan KSB belum memberikan tanggapan resmi terkait kecelakaan di Jalan Benete maupun tuntutan yang disampaikan Aliansi For Justice Save KSB.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu korban lebih banyak sebelum mengambil tindakan tegas.

“Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari. Jangan sampai nyawa warga kalah penting dari kepentingan industri,” tutup salah satu warga Benete.

Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

Jurnal Pengabdian Masyarakat STIKES Yahya Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Jurnal Pengabdian Masyarakat STIKES Yahya adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi kesehatan. Melalui jurnal ini, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat melalui intervensi dan program kesehatan yang inovatif dan berbasis bukti.

Setiap artikel yang dipublikasikan di jurnal ini telah melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan relevansi kontennya. Topik-topik yang diangkat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dan dapat diakses oleh praktisi kesehatan, akademisi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan perkembangan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.(Sekjend MDG)

Pemdes Keli Gelar Pengajian dan Isra Mi’raj, Kades Sampaikan Terimakasih Ke Warganya


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Ratusan Masyarakat memadati Masjid Baiturrahim Desa Keli Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dalam rangka memperingati rangkaian kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1417 Hijriah 2026 Masehi. Rabu, (28/01/26)

Dalam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kali ini Dengan mengusung tema "Melalui Isra Mi’raj Sholat 5 Waktu Sebagai Kunci Sukses Dan Harapan Dunia Dan Akhirat”, kegiatan ini dihadiri para Ustadz, Ustadzah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Pendidikan serta masyarakat setempat yang ikut meramaikan kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Acara semakin meriah dengan kehadiran penceramah Kondang, Ustadz Najamuddin, S.Pdi, dengan judul ceramahnya "tentang Sholat 5 kali sehari semalam" serta penampilan Qori terbaik Desa Keli yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang begitu indah dan menggetarkan hati para jemaah juga menambah khidmat suasana malam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Namun yang sangat luar dalam kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, selain dihadiri oleh Ustadz dan Qori terbaik Desa Keli, juga masyarakat berbondong-bondong hingga memenuhi Masjid, ini menandakan bahwa masyarakat Desa Keli sangat antusias mendatangi Majelis Ilmu.

Juga yang tak kalah hebatnya lagi, antusiasme masyarakat yang bahu membahu menyiapkan konsumsi seperti, kue, dan minuman untuk acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ini menandakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam menyumbang untuk kegiatan Isra Mi’raj merupakan bentuk gotong royong atau kepedulian sosial yang begitu kental terhadap masyarakat Desa Keli.

Kepala Desa Keli Ramlin Ibrahim melalui Media ini menjelaskan bahwa dirinya merasa terharu atas antusiasme masyarakat yang begitu semangat menjujung tinggi nilai gotong royong, sehingga mereka bahu membahu menyiapkan konsumsi kegiatan Isra Mi’raj yang kita laksanakan malam ini.

Disisi lain saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Warga masyarakat Desa Keli yang telah memberikan dukungan baik berupa materi maupun tenaga sehingga kegiatan berjalan lancar dan suksaes.

Saya berharap momentum Isra Mi’raj ini, dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mempererat silaturahmi antar masyarakat, ujarnya.

Karena sesungguhnya Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebagai peristiwa luar biasa yang mengajarkan umat Islam untuk terus memperbaiki diri, menjaga kerendahan hati, dan memperkuat hubungan dengan Allah

Dan hari ini sudah sangat luar biasa pelaksanaan kegiatan Isra dan Mi’raj di Desa Keli ini, mudah-mudahan di tahun akan datang kegiatan seperti ini bisa lebih semarak lagi dari tahun ini, tutupnya. (Rayon MDG)

Serka Manan, Pimpin Patroli Cipikon Di Tujuh Kelurahan Di Wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Penaraga Serka Manan pimpin kegiatan apel pengecekan Personil dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Selasa, (29/01/26)

Selain Babinsa Kelurahan Penaraga Serka Manan kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Anggota Koramil 1608-01/Rasanae sebanyak 6 orang  

Kegiatan ini, selain memberikan rasa aman terhadap warga masyarakat Kota Bima, juga dilakukan agar setiap tindakan kriminal, seperti pencurian, tindakan seksual, hingga kekerasan seperti perkelahian dan lain-lainnya bisa terdeteksi.

Sasaran Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae kali ini dilaksanakan di beberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe 

2. Rabadompu Timur 

3. Kelurahan Rabangodu Utara 

4. Kelurahan Penaraga

5. Kelurahan Paruga

6. Kelurahan Penatoi 

7. Kelurahan Dara

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kegiatan dimulai pada Pukul 20.30 Wita, personil patroli melaksanakan Apel pengecekan, dan tepat pada Pukul 20.55 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling, Star dari Kelurahan Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan Roda dua"

Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli memberikan imbauan kepada masyarakat, dalam himbauanya dijelaskan bahwa masyarakat agar selalu menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Pukul 21.15 Wita Anggota patroli memberikan himbauan kepada masyarakat.

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, pada malam hari kita melaksanakan patroli keliling guna menciptakan rasa aman dan kondusif disekitar wilayah Teritorial, maka di harapkan kepada warga untuk sama-sama menjaga kemanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Yang lebih penting lagi, jangan Konsumsi minuman keras dan narkoba apalagi Narkoba yang bisa merusak masa depan kalian dan fatalnya lagi akan merusak nama baik keluarga.

Kami juga berharap, apabila terjadi permasalahan segera melaporkan ke pihak aparat terkait yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan RT/RW.

Pukul 21.40 Wita, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot jangan di gunakan Knalpot tersebut sehingga bisa meresahkan dan menganggu warga yang sedang istirahat tidur di malam hari dan harus mentaati aturan lalu lintas di jalan sehingga tidak terjadi kecelakaan di jalan Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Koramil 1608-01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah melaksanakan Patroli keliling Pukul 21.50 wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasana'e, dan Pukul 22.00 Wita' kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Danramil 01/Rasanae Pimpin Kegiatan Safari Mobil Maung Karya Anak Bangsa


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Danramil 01/Rasanae Kapten Inf. Babang Irawan pimpin kegiatan Safari Mobil Maung, bertempat di Taman Amahami Jalan Lintas Bima. Sumbawa Kel. Dara Kec. Rasanae Barat Kota Bima. (Minggu, 01/02/26) Pukul 06.30 Wita.

Kegiatan ini di selenggarakan oleh Kodim 1608/Bima, yang dihadiri oleh Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf Bambang Irawan, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, juga diramaikan oleh sekitar 100 Warga Masyarakat pengunjung Taman Amahami.

Sekitar Pukul 06.30 Wita, Mobil Maung tiba di Taman Amahami dan disambut meriah oleh ratusan Masyarakat yang sempat hadir di Taman Amahami.

Pada kesempatan itu, masyarakat terlihat begitu antusias menyambut kedatangan Mobil Maung tersebut, kegiatan ini selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk membuktikan bahwa TNI sangat dekat dengan masyarakat.

Namun yang paling penting dalam kegiatan Safari Mobil maung yang diselenggarakan langsung oleh Kodim 1608/Bima ini adalah, dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Bima. bahwa mobil maung tersebut adalah hasil karya/Buatan Anak Bangsa Indonesia yang diberikan oleh TNI-AD kepada Kodim 1608/Bima.


Dan ini menjadi catatan penting bagi masyarakat bahwa anak-anak bangsa memiliki kemampuan untuk berkarya dengan lebih baik, semoga kedepannya mereka menjadi motor inovasi yang kreatif sehingga dapat berkontribusi banyak bagi Negara ini, dan bisa mengharumkan nama Bangsa Indonesia ke tingkat Internasional.

Setelah Mobil Maung tiba, kegiatan Safari Mobil maung dilanjutkan dengan seksi Foto-foto dengan masyarakat pengunjung Taman Amahami

Dan sekitar Pukul 08.00 Wita, Kegiatan Safari Mobil maung selesai karna kendala cuaca yang sedikit tidak bersahabat atau hujan di sekitar wilayah Taman Amahami, namun pelaksanaan telah berlangsung dalam keadaan aman dan tertib. (Koramil-01/Tim MDG)

Semangat Tak Padam di Balik Mendung Amahami: Kisah Tangguh Pejuang UMKM Kota Bima


KOTA BIMA. Media Dinamika Global.Id.– Meskipun langit diselimuti mendung dan guyuran hujan, suasana di kawasan Amahami, Kota Bima, tetap terlihat ramai dan semarak pada Minggu (1/2/2026). Cuaca yang kurang bersahabat rupanya tidak sedikit pun menyurutkan semangat para pejuang UMKM untuk mengadu nasib. Lokasi ini tetap menjadi destinasi favorit masyarakat yang ingin berburu kuliner, mulai dari jajanan modern hingga makanan tradisional yang sarat akan budaya.


Kehangatan tradisi terasa kental dengan hadirnya para ibu lansia yang menjajakan Jame, makanan khas Bima yang tetap digemari meski di tengah gempuran kuliner kekinian. Di sisi lain, energi muda juga tampak menonjol melalui kegigihan Dion dari Nggarolo dan Hilda dari Penana’e. Dua pemuda asal Kelurahan Penana’e ini kompak mengais rezeki dengan menawarkan produk unggulan mereka; Dion dengan mochi lembutnya, sementara Hilda menyajikan brownies serta pentol pedas yang ekonomis namun tetap berkualitas.


Dedikasi mereka patut diacungi jempol, karena mereka telah bersiap sejak pukul 06.00 pagi hingga menjelang dini hari. Tak jarang, jika stok jualan masih tersisa, mereka berinisiatif membuka layanan open delivery untuk mengantar pesanan langsung ke rumah pelanggan guna memastikan dagangan habis terjual. Menariknya, di tengah perjuangan mencari nafkah, mereka tetap menyisihkan sebagian hasil jualan untuk disedekahkan, sebuah bentuk rasa syukur yang luar biasa.


Pemandangan hari itu ditutup dengan raut wajah penuh syukur dari para pedagang. Meskipun hujan membasahi bumi, jualan mereka tetap laris manis diburu pembeli. Bagi para pelaku UMKM di Amahami, tetesan hujan bukanlah penghalang, melainkan berkah yang mengiringi usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan finansial keluarga dengan penuh kemandirian dan semangat yang membara.

- Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin wartawati MDG