Media Dinamika Global

Sabtu, 13 Juni 2026

Sat Narkoba Polres Bima Kota Ringkus Pengedar Sabu, Pelaku Sempat Lawan Saat Grebek

Terduga Pelaku dan Barang Bukti, (Ist/Surya)

Kota Bima, Media Dinamika Global - Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Bima Kota. Pada Sabtu, (13/6/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, petugas berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M.,melalui Kasat Resnarkoba AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Kelurahan Jatibaru Barat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota langsung melakukan serangkaian penyelidikan secara intensif. Setelah informasi dinyatakan akurat dan memenuhi kriteria A1, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya paksa terhadap terduga pelaku.

Saat tiba di lokasi, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial AS yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Dalam proses penangkapan, terduga pelaku sempat melakukan perlawanan, namun berhasil diamankan oleh petugas.

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh warga dan perangkat lingkungan setempat, petugas melakukan penggeledahan badan dan rumah. Dari hasil penggeledahan tersebut, tim menemukan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana narkotika.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 4 bungkus plastik klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu 1 bungkus plastik klip kosong, 1 bungkus rokok merek Surya, 1 buah gunting, 2 buah korek api, 1 buah sendok pipet, 1 buah kaca, 1 buah kotak pensil, 1 alat hisap (bong), 1 unit telepon genggam merek Nokia warna hitam.

Dari hasil penimbangan, barang bukti narkotika yang diduga sabu tersebut memiliki berat bruto keseluruhan 1,98 gram.

Petugas juga melakukan pengembangan dan penggeledahan lanjutan di depan halaman rumah seorang perempuan berinisial DE di Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima. Namun, dari lokasi tersebut tidak ditemukan tambahan barang bukti yang berkaitan dengan perkara dimaksud.

Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bima Kota dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.

Saat ini terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bima Kota guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Redaksi |

Rapat Sambil Lesehan, PWI Bima Matangkan Tim Porwarda

BIMA, Mediadinamikagobal.id – Suasana akrab mewarnai rapat PWI Kabupaten Bima, Sabtu pagi. Duduk lesehan di Sekretariat Woha, pengurus bahas serius persiapan cabor untuk Porwarda 3 hari dan Porwarnas Lampung.

Rapat pemantapan digelar di Sekretariat PWI, Jalan Lintas Talabiu - Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Sabtu 13/6/2026 sekitar pukul 09.30 Wita.

Para pengurus membahas kesiapan cabor yang akan bertanding di Pekan Olahraga Wartawan Daerah, Porwarda, NTB. Kegiatan Porwarda rencananya berlangsung selama tiga hari.

Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah, menyampaikan rapat tersebut bertujuan memantapkan daftar atlet dan cabor yang akan mengikuti Porwarda. Ia menambahkan, hasil rapat ini juga menjadi penentu cabor yang akan mewakili Bima di Porwarnas Lampung.

Di atas karpet, rapat berlangsung sambil mendata cabor dan membahas strategi persiapan atlet agar kontingen Bima tampil solid.

PWI Bima menargetkan prestasi maksimal, baik di Porwarda maupun Porwarnas nanti. 

*MDG05

NTB Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis Kearifan Lokal

Wagub NTB, Hj. Umi Dinda saat buka Pertemuan PIFKI
di Hotel Merumatta Senggigi, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya membangun layanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) 2026 di Hotel Merumatta Senggigi, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) dengan tema “Transformasi Global Mutu Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital” itu dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan, jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Pakar LAFKI, Ketua Umum LAFKI dr. Benny H. Tumbelaka, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, perwakilan organisasi profesi, akademisi, serta pimpinan fasilitas kesehatan dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi nasional dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan kesiapan sumber daya manusia. Namun, kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa.

“Kesehatan digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Tantangan global, potensi daerah, dan kekayaan budaya lokal harus kita jadikan kekuatan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, NTB memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pelopor transformasi kesehatan di kawasan timur Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Transformasi tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan. Melalui inovasi dan sinergi lintas sektor, Pemprov NTB berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin inklusif, adaptif, dan merata sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia.

Wakil Gubernur Umi Dinda, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata.

“Kesehatan bukan kompetisi antarfasilitas kesehatan. Ini adalah kerja kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi kunci menghadirkan pelayanan yang bermutu,” tegasnya.

Ia juga berharap penyelenggaraan PIFKI 2026 memberikan dampak ganda, yakni mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional sekaligus menggerakkan sektor ekonomi daerah melalui aktivitas pertemuan, pariwisata, dan pelaku UMKM di NTB.

Sementara itu, Ketua Umum LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka, Sp.OT., M.H.Kes., Sp.KP., MARS., FIHFAA, menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi, tetapi harus dibangun di atas budaya mutu, keselamatan pasien, dan integritas profesi.

Menurutnya, selama enam tahun terakhir LAFKI secara konsisten mendampingi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia melalui akreditasi, pembinaan, dan penguatan budaya mutu agar mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan mengusung moto “Tatas, Tuhu, Trasna” yang bermakna tulus, benar, dan penuh kasih sayang, LAFKI mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan profesionalisme, integritas, dan empati sebagai landasan dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang semakin berkualitas.

Melalui PIFKI 2026, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa transformasi kesehatan bukan sekadar soal adopsi teknologi digital, tetapi tentang menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih aman, lebih manusiawi, dan lebih berkeadilan. Dengan memadukan inovasi dan kearifan lokal, NTB optimistis mampu menjadi salah satu penggerak transformasi kesehatan di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. 

Redaksi |

RLMS Lombok Utara Gelar Wisuda Unik, Siswa Tampilkan Kreativitas dan Keberanian

RLMS saat saat wisuda, (Ist/Surya)

Lombok Utara, Media Dinamika Global – Wisuda sering kali identik dengan toga, jubah, dan prosesi seremonial. Namun, Rumah Lombok Multicultural School (RLMS) di bawah naungan Yayasan Chili Community House memilih cara berbeda untuk merayakan kelulusan para siswanya. Tahun ini, wisuda justru menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri yang mereka bangun selama menempuh pendidikan.

Sebanyak 50 siswa, terdiri dari 12 anak asal Gili Trawangan dan 38 anak dari Teluk Dalam, mengikuti wisuda yang berlangsung penuh keceriaan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya RLMS menghadirkan panggung pertunjukan bagi para siswa. Meski sederhana, panggung tersebut menjadi simbol penting atas perjalanan panjang yang telah mereka lalui.

Di hadapan orang tua, guru, dan masyarakat, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan bakat serta perkembangan karakter mereka. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bukti bahwa pendidikan juga tentang membangun keberanian untuk tampil, berekspresi, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

Pendiri Yayasan Chili Community House, Noor Ain Husein, menegaskan bahwa makna wisuda yang diusung yayasan jauh melampaui seremoni kelulusan.

"Yang kami rayakan bukan toga atau jubahnya. Yang kami rayakan adalah perjalanan mereka, keberanian mereka untuk terus belajar, dan kesiapan mereka melangkah ke tahap berikutnya dalam hidup," ujarnya,Sabtu 13/06/2026

Selama enam tahun terakhir, Yayasan Chili Community House konsisten membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak di Lombok Utara. Fokus pembelajaran yang diterapkan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kemandirian, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam rangkaian kegiatan wisuda yang dikemas melalui outing edukatif. Anak-anak diajak belajar di luar ruang kelas dengan mengunjungi sejumlah lokasi di Mataram dan sekitarnya.

Di Pathfinder Adventure Park, Lingsar, para siswa mengikuti kegiatan team building, permainan kolaboratif, hingga mencoba wahana Flying Fox yang melatih keberanian dan rasa percaya diri. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Pizza Hut Sriwijaya, Mataram, untuk mengenal proses pembuatan pizza sekaligus merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan bersama teman-teman.

Menagement Pizza hut Sriwijaya Imam menyampaikan kebahagiaan mereka dapat menjadi bagian dari momen spesial ini.

"Kami merasa senang dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak hebat dari Chili House. Semoga pengalaman sederhana ini menjadi kenangan yang menyenangkan bagi mereka." Ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan bermain dan berenang bersama, menciptakan momen kebersamaan yang menjadi kenangan berharga bagi para siswa. Bagi sebagian anak, ini menjadi pertemuan terakhir sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan menempuh jalan hidup yang berbeda.

Menurut  Noor Ain Husein, keberhasilan pendidikan tidak selalu diukur dari nilai rapor atau kemampuan menjawab soal ujian. Baginya, keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki empati, dan berani bermimpi.

"Kami tidak ingin hanya melahirkan anak-anak yang pintar secara akademik. Kami ingin membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, peduli kepada sesama, dan memiliki keberanian untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," katanya.

Bagi Yayasan Chili Community House, panggung sederhana yang hadir pada wisuda tahun ini mungkin terlihat kecil. Namun di atas panggung itulah, puluhan anak Lombok Utara belajar satu hal penting: bahwa setiap mimpi layak ditampilkan, setiap usaha layak dihargai, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang membawa perubahan bagi masa depan.

Redaksi |

WNA Spanyol Mengaku Diperas Rp55 Juta Agar Tak Dideportasi, Nama Pejabat Imigrasi Disebut

Kantor Imigrasi Mataram, (Google)

Lombok Tengah, Media Dinamika Global – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol bernama Dani Mallorqui Montiel mengaku menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum petugas Imigrasi Mataram, dengan nilai mencapai Rp55 juta, agar terhindar dari deportasi.

Informasi ini pertama kali disampaikan oleh salah seorang warga Kuta, Lombok Tengah. Ia mengungkapkan bahwa sahabatnya, Dani, dipanggil oleh penyidik Imigrasi Mataram pada 6 November 2025 untuk dimintai klarifikasi terkait izin tinggal.

Menurut penuturan warga yang tidak mau identitas nya dipublikasikan ini, dalam proses pemeriksaan tersebut, Dani diduga diminta menyediakan dana sebesar Rp55 juta apabila ingin “dibebaskan” dan tidak dikenakan tindakan deportasi maupun proses penegakan hukum keimigrasian.

Karena merasa tertekan dan khawatir akan nasib izin tinggalnya di Indonesia, Dani akhirnya menyiapkan dana tersebut. 

Uang senilai Rp55 juta itu kemudian ditransfer pada Jumat, 14 November 2025, pukul 08.16 WITA, ke rekening salah satu pihak yang diketahui berprofesi sebagai lawyer/pengecara, yang disebut sebagai pihak mediasi dalam kasus ini.

Tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 WITA di hari yang sama, paspor milik Dani diserahkan kembali melalui salah satu petugas Imigrasi kepada pihak yang menjadi perantara.

Namun, alih-alih merasa lega, Dani justru mengaku merasa diperas. Merasa ada kejanggalan dan dugaan penyalahgunaan wewenang, WNA asal Spanyol tersebut akhirnya mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) NTB untuk menyampaikan pengaduan resmi.

Dalam pengaduan tersebut, dugaan pemerasan mengarah pada seorang oknum Imigrasi Mataram berinisial IL. Saat kejadian berlangsung, IL diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Inteldakim). 

Kini, yang bersangkutan disebut telah menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Lombok Timur.

Diketahui, pemanggilan terhadap Dani pada 6 November 2025 merupakan klarifikasi kedua terkait dugaan penyalahgunaan izin tinggal, di mana Dani disebut melakukan kegiatan bisnis atau investasi menggunakan visa kunjungan wisata.

Sementara, Pihak melalui Kasi Humas Imigrasi Mataram, Gunawan mengatakan, lagi ditanyakan atas masalah tersebut. Selasa, (2/6/26). Hingga sampai saat ini belum ada kabar lagi.

Media ini terus berupaya mengkonfirmasi Kepala imigrasi Mataram untuk memberikan tanggapan resmi. Hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

STIT Sunan Giri Bima Kembali Adakan Pembinaan Marawis


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Di balik setiap ketukan rebana ini, ada semangat yang sedang dibangun. Di balik setiap lantunan sholawat, ada kebersamaan yang sedang dirajut. Dan di balik setiap proses latihan, ada generasi muda yang sedang belajar tentang arti perjuangan, kekompakan, dan pengabdian. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan pembinaan marawis yang kembali dilaksanakan di Kampus STIT SUNAN GIRI BIMA.


Kegiatan ini menjadi salah satu ruang positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga warisan seni yang sarat akan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Suasana pembinaan berlangsung di penuhi kebahagiaan yang terlihat di raut wajahnya. Mereka mengikuti setiap arahan dengan sungguh-sungguh, berusaha menyelaraskan setiap irama dan menjaga keharmonisan dalam setiap penampilan. Tidak jarang tawa, rasa semangat, dan kerja sama menjadi warna tersendiri yang membuat kegiatan ini semakin bermakna.

Marawis bukan hanya tentang memainkan alat musik atau menyanyikan sholawat. Lebih dari itu, marawis mengajarkan bagaimana setiap individu harus mampu menyatukan langkah, menghargai perbedaan kemampuan, serta membangun kekompakan demi menghasilkan penampilan yang indah dan berkesan. Nilai-nilai inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi setiap mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

Melalui pembinaan ini, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuannya dalam bidang seni, tetapi juga dibentuk karakternya. Kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan rasa persaudaraan tumbuh seiring dengan proses latihan yang dijalani bersama. Sebab sesungguhnya, keberhasilan sebuah kelompok tidak lahir dari kemampuan satu orang, melainkan dari kebersamaan seluruh anggotanya.


Maka dari itu, dengan hadirnya pembinaan marawis di STIT Sunan Giri Bima menjadi bukti bahwasannya kampus tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, dan pelestarian nilai-nilai budaya Islam yang telah diwariskan oleh para pendahulu.


Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan potensi terbaik yang mereka miliki. Dari ruang latihan sederhana inilah lahirnya semangat, pengalaman, dan kebersamaan yang kelak akan menjadi kenangan berharga dalam perjalanan mereka sebagai mahasiswa. Karena terkadang, sebuah ketukan rebana tidak hanya menghasilkan irama yang indah. Ia juga melahirkan persaudaraan, membangun karakter, dan mengajarkan arti kebersamaan yang sesungguhnya.(Sekjend MDG)

Fenomena Gas LPG 3 Kg Langkah di tahun 2026 Masih Menjadi Persoalan di Kota Bima dan Kabupaten Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- di berbagai daerah termasuk kota bima dan kabupaten bima, meski pemerintah dan Pertamina telah menambah kuota LPG 3 kg hingga puluhan ribu tabung per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

Namun, kondisi di lapangan justru belum sepenuhnya membaik, terutama saat momen besar, seperti Imlek dan Ramadan.

Situasi ini membuat warga harus berkeliling mencari stok yang belum tentu tersedia, sekaligus menambah beban pengeluaran rumah tangga dan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Lantas, apa sebenarnya penyebab kelangkaan gas LPG 3 kg, apa dampaknya, dan bagaimana solusinya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut.

Mengapa LPG Langka di 2026?

Kondisi LPG langka di 2026 tidak lepas dari situasi energi nasional yang sedang mengalami tekanan, baik dari faktor kebijakan dalam negeri maupun dinamika global.

Di satu sisi, pemerintah kota Bima H. Arahman dan pemerintah Kabupaten Bima Ady Mahyudi menetapkan kuota LPG 3 kg yang lebih rendah dibandingkan dengan realisasi sebelumnya sebagai upaya menyeimbangkan subsidi.

Namun, pembatasan ini justru membuat pasokan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama rumah tangga dan UMKM yang sangat bergantung pada gas untuk memasak.

Masalah ini semakin kompleks karena distribusi yang belum sepenuhnya merata. Kebijakan pembatasan penjualan di pengecer tidak resmi sempat membuat akses masyarakat menjadi lebih terbatas.

Sementara itu, di lapangan masih ditemukan keterlambatan pasokan yang menyebabkan kekosongan stok selama beberapa hari.

Di waktu yang sama, selisih harga antara gas LPG subsidi dan nonsubsidi juga mendorong konsumen mampu beralih ke gas 3 kg sehingga permintaan makin tinggi dan tidak tepat sasaran.

Tekanan juga datang dari faktor eksternal dan perilaku pasar. Ketegangan global ikut memengaruhi sektor energi.

Sementara itu, fenomena panic buying dan meningkatnya kebutuhan saat momen tertentu, seperti hajatan atau perayaan, membuat permintaan melonjak tiba-tiba. Akibatnya, distribusi yang sudah terbatas menjadi semakin tertekan.

Jika kondisi ini terus terjadi, LPG langkah bukan hanya terkait energi, tetapi juga bisa berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow”, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Pergaulan Negatif


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Sejumlah Babinsa jajaran Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program “Kongkow-Kongkow” di desa binaan masing-masing pada Sabtu (13/6) malam. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pada pukul 19.30 Wita, Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat yang bertugas di Posramil Lambu, melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow bersama warga desa binaannya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan patroli malam guna mencegah berbagai aktivitas negatif, seperti konsumsi minuman keras dan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban. Ia juga mengingatkan warga agar segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang.

Selanjutnya, pada pukul 19.45 Wita, Serda Aladin, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, menggelar patroli bersama masyarakat setempat. Ia mengajak warga untuk tidak mengadakan pesta minuman keras maupun melakukan tindakan mabuk-mabukan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk melindungi generasi muda dari pergaulan yang dapat merusak masa depan serta tatanan kehidupan bermasyarakat.



Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Serda Sanusi, Babinsa Desa Kele'o, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada pukul 20.00 Wita. Dalam dialog bersama warga, ia mengimbau para orang tua agar terus mengawasi dan mengingatkan anak-anak mereka untuk menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti penggunaan knalpot racing, konsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga bertentangan dengan hukum yang berlaku. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan permasalahan di lingkungan sekitar.

Sementara itu, pada pukul 20.30 Wita, Serda Asnaidin, Babinsa Desa Boke, Kecamatan Sape, melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum dan berpotensi merusak masa depan mereka. Apabila terjadi permasalahan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak yang berwenang.

Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow tersebut, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, serta terbangun kesadaran masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran hukum dan perilaku negatif di wilayah binaan masing-masing.(Team.MDG.03)

Rapimnas IPPNU 2026, Pemprov Lampung Dorong Lahirnya Generasi Muda Adaptif, Berkarakter, Dan Memiliki Kepedulian Sosial.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || emerintah Provinsi Lampung mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial tinggi sebagai modal utama menghadapi Indonesia Emas 2045.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam Rapat Pimpinan Nasional Pimpinan (Rapimnas) Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tahun 2026 bertema "Simply Great, Sustainably Brave" di Balai Keratun, Komplek Dinas Kantor Gubernur, Sabtu 13 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung sebagai tuan rumah pelaksanaan RAPIMNAS IPPNU, forum strategis yang mempertemukan kader-kader pelajar putri Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia.

"Kami senang menjadi host RAPIMNAS sebagai acara yang paling bergengsi di tingkat PP IPPNU. Semoga rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan berbagai rekomendasi pemikiran serta gagasan yang bermanfaat, baik bagi organisasi maupun pembangunan daerah," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya dimana arus informasi yang sangat cepat dan tanpa batas menuntut pelajar memiliki kemampuan adaptasi yang kuat agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Wagub Jihan menekankan bahwa terdapat tiga hal utama yang harus dimiliki seorang pelajar, yakni kapasitas intelektual, kematangan karakter, dan sensitivitas sosial.

"Kapasitas intelektual menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan. Di tengah banjir informasi, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat," katanya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter melalui organisasi pelajar seperti IPPNU. 

Menurutnya, kecerdasan tanpa didukung akhlak dan karakter yang baik tidak akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya sensitivitas sosial agar generasi muda tidak hanya berfokus pada dirinya sendiri, tetapi turut memahami dan memperjuangkan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan turut menyoroti sejumlah isu yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti kesehatan mental, perundungan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan.

Menurutnya, isu-isu tersebut perlu menjadi perhatian dan bahan diskusi strategis dalam RAPIMNAS sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Menjadi hebat hari ini bukan tentang siapa yang paling terkenal atau paling kaya, tetapi siapa yang mampu terus bergerak, terus mengabdi, dan konsisten memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Melalui RAPIMNAS IPPNU 2026, Wagub Jihan berharap lahir berbagai rekomendasi dan gagasan konstruktif dari para kader pelajar putri Nahdlatul Ulama yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional serta memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua PWNU Provinsi Lampung Puji Raharjo menyampaikan bahwa Lampung merasa terhormat menjadi tuan rumah RAPIMNAS IPPNU. 

Ia menilai kader-kader IPPNU merupakan calon pemimpin bangsa yang akan berperan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurut Puji, tema "Simply Great, Sustainably Brave" sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini yang dituntut mampu menjadi pribadi unggul tanpa kehilangan kesederhanaan serta memiliki keberanian untuk terus beradaptasi di tengah perubahan global yang kompleks.

Ia juga mendorong kader IPPNU untuk memperkuat literasi keagamaan, literasi digital, dan literasi sosial sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Di sisi lain, Ketua PP IPPNU Whasfi Velasufah menjelaskan bahwa RAPIMNAS 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Kongres IPPNU.

Selain sebagai forum silaturahmi dan konsolidasi nasional, RAPIMNAS juga diharapkan melahirkan berbagai gagasan strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Whasfi turut menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi pelajar, khususnya maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. 

Untuk menjawab persoalan tersebut, IPPNU meluncurkan Gerakan Teman Sebaya sebagai upaya membangun sistem deteksi dini dan pendampingan bagi korban kekerasan di kalangan pelajar. ( Fs/Red) 

Sat Lantas Polres Bima Kota Edukasi Penggunaan Helm SNI dan Safety Belt Demi Keselamatan Berkendara


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan himbauan keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan, Kamis (11/6/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Perempatan Lampu Merah Gunung Dua, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima tersebut menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di lokasi.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa personel Unit Kamsel Sat Lantas Polres Bima Kota memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan helm berstandar SNI yang diklik dengan benar bagi pengendara sepeda motor serta penggunaan safety belt atau sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas, khususnya terkait penggunaan perlengkapan keselamatan saat berkendara.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya melengkapi kendaraan dengan perlengkapan yang sesuai standar, serta mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Sat Lantas secara humanis menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta mengedepankan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, semakin memahami pentingnya penggunaan helm SNI dan safety belt sebagai perlindungan utama dalam mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

Polres Bima Kota terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.(Sekjend MDG)