Rabu, 10 Juni 2026
Babinsa Kelurahan Lampe, Pimpin Patroli Cipta Kondisi, Berikut Himbauannya!
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaiminpimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Selasa, (09/06/26).
Adapun personil yang terlibat patroli sebanyak 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan Sasaran patroli.
1. Kelurahan kumbe
2. Kelurahan Rabangodu Utara
3. Kelurahan Penaraga
4. Kelurahan Penatoi
5. Kelurahan Paruga
6. Kelurahan Dara
Kegitan dimulai pada Pukul 20.15 Wita, personil patroli melaksanakan apel pengecekan. Kemudian Pukul 20.20 Wita selururuh personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua.
Pada Pukul 20.30 Wita' Anggota patroli tiba di lokasi dan menghimbau kepada masyarakat terutama anak anakmuda atau para remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan, salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, serta menjauhi tindakan kriminal. Segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.
Tak hanya sekesar menghimbau, Pukul 21.35 Wita, Anggota patroli juga melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, dan tidsk digunakan kembali, juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.
Pukul 21.45 Wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil-01 Rasanae dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)
Wagub Jihan Nurlela Buka Musywil XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung, Dorong Generasi Muda Perkuat Intelektualitas, Karakter, Dan Kepekaan Sosial.
Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah.
Presiden Prabowo Subianto Diagendakan Hadir dalam Munas Hipmi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Gelar Malam Silaturahmi Di Mahan Agung.
Selasa, 09 Juni 2026
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Komsos di Wilayah Binaan, Tekankan Kerukunan dan Kewaspadaan Warga
Sape, 10 Juni 2026 — Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di sejumlah desa binaan pada Rabu (10/6/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan pembinaan serta imbauan kamtibmas.
Pada pukul 08.30 WITA, Sertu Wahyudin selaku Babinsa Desa Rato melaksanakan Komsos dengan warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan bertetangga, saling menghargai, serta menumbuhkan sikap saling menghormati demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Selanjutnya pada pukul 08.50 WITA, Serka Masykur Babinsa Desa Soro melaksanakan Komsos di kantor desa setempat. Ia mengingatkan warga agar terus menjalin silaturahmi dan hubungan baik antarwarga, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan. Ia menegaskan agar setiap persoalan segera dilaporkan kepada aparat terkait seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun perangkat desa agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Kemudian pada pukul 09.00 WITA, Sertu Syaifullah Babinsa Desa Sangia melaksanakan Komsos dengan warga binaan. Dalam kegiatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di musim kemarau, khususnya risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan kompor maupun gas. Ia berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.
Sementara itu pada pukul 09.30 WITA, Koptu Mahru Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, turut melaksanakan Komsos dengan warga binaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menghindari tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan agar terhindar dari perbuatan tercela.
Kegiatan Komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa Koramil 1608-03/Sape dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Relawan Pendidikan di Wilayah 3T: Menyemai Harapan di Tengah Keterbatasan
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Di tengah keterbatasan akses dan medan berat wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), para relawan pendidikan terus berjuang menjaga asa anak-anak bangsa agar tetap memiliki mimpi besar.
Salah satunya dirasakan oleh seorang pendidik sekaligus relawan dari Yayasan Tahfidz Quran Salahuddin Al Ayyubi, Salahuddin, S.Pd., SD. Ia menuturkan bahwa kebahagiaan terbesar seorang guru bukanlah sekadar mengajar, melainkan ketika disapa kembali oleh murid-muridnya setelah perpisahan di medan pengabdian.
“Rasa lelah seketika sirna ketika terdengar suara canda tawa anak-anak yang menggema dari atas bukit,” ungkapnya dalam catatan pengabdiannya di wilayah 3T.
Menurutnya, hubungan antara guru dan murid di daerah pelosok tidak sekadar sebatas peran formal di ruang kelas. Lebih dari itu, terjalin ikatan emosional yang kuat berupa saling menghargai, memahami, dan melindungi satu sama lain.
Namun, di balik semangat belajar anak-anak tersebut, tersimpan kisah-kisah haru yang kerap ditemui para pendidik di lapangan. Salah satunya adalah cerita seorang anak yang mengeluhkan kondisi ekonominya.
“Kenapa saya juga tidak dapat? Sepatu saya bolong,” ucap seorang anak sambil menangis, menceritakan ibunya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.
Pengalaman serupa, menurutnya, tidak hanya ditemui di Indonesia, tetapi juga dalam perjalanan pengabdian yang lebih luas hingga ke luar negeri seperti India dan Irlandia selama lebih dari 13 tahun.
Ia menggambarkan beratnya medan pengabdian yang harus dilalui, mulai dari melintasi pegunungan, sungai, hingga kondisi kesehatan yang kerap terganggu akibat kelelahan.
“Terkadang tubuh terluka hingga menggigil kedinginan… dan itu bukan terjadi sekali, melainkan berkali-kali,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, ia tetap menyaksikan lahirnya berbagai cita-cita anak-anak di pelosok negeri. Mereka bermimpi menjadi guru, dokter, bidan, perawat, polisi, tentara, menteri, presiden, ustaz, petani, ulama, hingga pilot.
Namun, ia juga mengungkapkan kegelisahan atas masa depan mimpi-mimpi tersebut. Menurutnya, masih banyak tantangan yang dapat menghambat anak-anak di daerah terpencil untuk mencapai cita-citanya.
Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Tahfidz Quran Salahuddin Al Ayyubi hadir sebagai salah satu upaya pendidikan dan pembinaan generasi Qurani di wilayah 3T.
Dalam refleksinya, ia juga terinspirasi dari konsep investasi kehidupan yang diperoleh dari pengalaman tokoh pendidikan yang dikenalnya, yakni Ir. Sholah Atiyah di Mesir, yang menekankan pentingnya keterlibatan spiritual dalam setiap upaya pemberdayaan umat.
Program pendidikan ini telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bima, di antaranya Sape, Sanggar, Parado, Donggo, dan Tambora. Di wilayah-wilayah tersebut, para relawan berupaya menghadirkan pendidikan di tengah keterbatasan sarana dan akses.
Meski tantangan terus hadir, para pendidik menegaskan bahwa semangat tidak akan padam.
“Setiap langkah, setiap luka, dan setiap air mata menjadi bahan bakar untuk terus berjalan,” demikian refleksi dari perjalanan pengabdian tersebut.
Di akhir catatannya, harapan besar disematkan agar upaya pendidikan ini dapat melahirkan generasi Qurani yang kuat dan berdaya di tanah kelahirannya.
“Ya Rabbi, mudahkanlah jalan kami dalam mewujudkan Generasi Qurani di tanah kelahiran ini. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.”(Team.MDG.03)
Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata
BULELENG, Media Dinamika Global – Pembangunan menara telekomunikasi setinggi lebih dari 60 meter di Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi sorotan publik. Hingga Rabu (10/6/2026), aktivitas proyek masih terus berlangsung. Para buruh tampak tetap bekerja melakukan pemasangan rangka dan besi tower meskipun proyek tersebut diduga belum mengantongi izin lengkap dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mengapa pembangunan tetap berjalan meski muncul keberatan warga dan dugaan belum terpenuhinya seluruh persyaratan perizinan? Siapa yang berani menjamin proyek tersebut tetap aman dari tindakan penertiban? Apakah ada pihak yang sengaja membiarkan atau bahkan menjadi "backing" di balik pembangunan tower tersebut?
Warga sekitar mengaku kecewa karena sejak awal tidak pernah dilibatkan dalam proses sosialisasi. Padahal mereka merupakan penyanding terdekat yang akan merasakan langsung dampak keberadaan tower raksasa tersebut.
Dewa Ketut Budi Mahardana, salah satu warga penyanding, mengaku tidak pernah menerima undangan maupun pemberitahuan resmi terkait pembangunan tower yang berdiri tidak jauh dari tempat tinggalnya.
"Kami sangat kaget. Tower lebih dari 60 meter dibangun dekat pemukiman, tetapi kami tidak pernah dimintai persetujuan ataupun diajak sosialisasi. Yang kami pikirkan adalah risiko dan keselamatan warga," ujarnya.
Menurut warga, proyek tersebut mulai berjalan sejak 2 Mei 2026. Namun hingga kini masyarakat masih mempertanyakan legalitas pembangunan karena informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pelaksana proyek hanya mengantongi rekomendasi dari Perbekel Desa Bongancina dan surat persetujuan dari PLT Camat Busungbiu saat itu.
Padahal secara administrasi pemerintahan, rekomendasi kepala desa maupun camat bukanlah izin utama yang dapat dijadikan dasar memulai pembangunan fisik menara telekomunikasi. Pembangunan infrastruktur permanen wajib memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan dokumen teknis lainnya sesuai regulasi.
Ironisnya, meski polemik terus berkembang, pembangunan justru terus berlangsung tanpa terlihat adanya tindakan penghentian dari instansi yang berwenang.
Anggota BPD Desa Bongancina, Dewa Mertayasa, bahkan secara terbuka mempertanyakan prosedur yang ditempuh pengembang. Ia menyebut proyek dilaksanakan tanpa pemberitahuan yang memadai kepada masyarakat dan berada di lokasi rawan karena berada di tikungan jalan provinsi.
Menurutnya, tumpukan material konstruksi di badan jalan telah mempersempit ruang lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Kami tidak bermaksud menghalangi investasi atau pembangunan. Tetapi prosedur harus dijalankan. Jangan sampai masyarakat baru tahu setelah bangunan berdiri. Kalau nanti terjadi sesuatu, masyarakat juga yang disalahkan," tegasnya.
Dewa Mertayasa mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada sejumlah pihak, mulai dari DPRD Buleleng, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, DPMPTSP hingga Satpol PP Kabupaten Buleleng. Namun hingga kini belum terlihat langkah tegas yang menghentikan aktivitas proyek.
Yang lebih mengejutkan, menurut pengakuannya, saat melakukan klarifikasi langsung ke Dinas Kominfo Buleleng, ia memperoleh informasi bahwa dinas tersebut tidak menerbitkan izin pembangunan tower karena seluruh proses perizinan berada pada mekanisme pelayanan terpadu melalui DPMPTSP.
Fakta tersebut semakin memperkuat pertanyaan masyarakat mengenai dasar hukum yang digunakan pengembang untuk memulai pekerjaan konstruksi sejak awal.
Dugaan Pelanggaran
Apabila benar pembangunan dilakukan sebelum seluruh izin utama diterbitkan, maka proyek tersebut berpotensi melanggar ketentuan perizinan bangunan gedung sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, apabila pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dengan menempatkan material di badan jalan provinsi, maka dapat menimbulkan konsekuensi hukum terkait gangguan terhadap keselamatan lalu lintas.
Jika ditemukan adanya penyampaian informasi yang tidak benar dalam proses administrasi, penggunaan dokumen yang tidak sesuai fakta, ataupun penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan rekomendasi, maka pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik Menunggu Sikap Tegas Pemkab Buleleng
Masyarakat kini menunggu langkah tegas Pemerintah Kabupaten Buleleng, Satpol PP, DPMPTSP, Dinas Kominfo, maupun instansi pengawas lainnya untuk memastikan apakah proyek tersebut telah memenuhi seluruh syarat hukum atau justru berjalan di tengah dugaan pelanggaran administrasi.
Sebab jika benar izin utama belum terbit namun pembangunan tetap berlangsung, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah daerah.
"Jangan sampai aturan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kalau masyarakat membangun tanpa izin pasti ditindak. Lalu kenapa proyek tower sebesar ini tetap berjalan?" ungkap salah satu warga.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Perbekel Desa Bongancina Dewa Made Sariana belum memberikan penjelasan rinci mengenai status perizinan pembangunan tower tersebut.
"Begini saja pak, biar tidak salah nanti saya menyampaikan, lebih baik bapak datang ke desa. Suksma," jawabnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang yang disebut-sebut berasal dari PT Tower Bersama, Camat Busungbiu, DPMPTSP Kabupaten Buleleng, serta Bupati Buleleng belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas pembangunan tower yang hingga kini terus berjalan.
Masyarakat berharap seluruh pihak terkait segera membuka dokumen perizinan secara transparan agar polemik tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan dugaan adanya pembiaran maupun perlakuan khusus terhadap proyek yang sedang menjadi sorotan publik tersebut.
Redaksi |
Dukung Generasi Sehat dan Berprestasi, SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Hadirkan Menu Bergizi
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id,Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui UD. Lilis kembali menghadirkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat pada Rabu (10/6/2026). Program ini menjadi salah satu upaya mendukung generasi sehat, aktif, dan berprestasi melalui pemenuhan gizi seimbang.
Menu yang disajikan pada hari ini terdiri dari nasi putih, telur crispy saus katsu, tumis sayur kol, sambal goreng tempe hati, serta buah anggur. Susunan menu tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral yang dibutuhkan tubuh.
Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber energi bagi peserta didik dalam menjalankan aktivitas belajar sehari-hari serta meningkatkan semangat meraih prestasi.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis berkomitmen untuk terus menyediakan makanan sehat, bergizi, dan lezat secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas generasi masa depan. (Team.MDG.03)
Gubernur NTB: Marwah MTQ Ada di Tangan Dewan Hakim
Praya, Media Dinamika Global — Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kredibilitas dan marwah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) berada di tangan dewan hakim. Karena itu, objektivitas, kejujuran, dan integritas dalam penilaian menjadi kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap MTQ yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat mengukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Praya, Selasa (9/6/26). Turut hadir Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Kapolres Lombok Tengah dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, serta unsur panitia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ).
Dalam arahannya, Gubernur Miq Iqbal menyampaikan bahwa keberlangsungan MTQ hingga lebih dari enam dekade menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, dalam prinsip survival of the fittest, sesuatu yang tidak lagi relevan akan ditinggalkan oleh zaman. Namun MTQ justru terus bertahan dan mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat.
“MTQ tetap eksis karena masyarakat percaya pada proses dan hasilnya. Kepercayaan itu lahir dari integritas para dewan hakim yang menjalankan tugas secara objektif dan profesional,” ujar Miq Iqbal.
Ia menilai salah satu kekuatan MTQ adalah tingginya penghormatan masyarakat terhadap keputusan dewan hakim. Berbeda dengan berbagai kompetisi lain yang sering memunculkan polemik, hasil MTQ diterima dengan baik karena proses penilaiannya dipercaya berlangsung secara jujur dan adil.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Miq Iqbal juga menyampaikan tekadnya untuk mengembalikan kejayaan NTB sebagai salah satu kekuatan utama Tilawatil Qur'an di tingkat nasional. Ia mengenang masa ketika NTB hampir selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dalam setiap perhelatan MTQ Nasional dan mampu menempatkan qari maupun qariahnya di jajaran terbaik Indonesia.
“Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, tidak berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur'an di Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, kebangkitan prestasi MTQ NTB harus dimulai dari penguatan kelembagaan LPTQ, pembinaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh kabupaten dan kota dalam semangat yang sama.
Karena itu, ia meminta kepengurusan LPTQ Provinsi NTB menjadi rumah bersama yang mampu mengakomodasi seluruh daerah serta membangun rasa memiliki terhadap gerakan pembinaan Al-Qur'an di NTB.
Gubernur juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah MTQ XXXI yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan MTQ, meskipun di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai persaudaraan, solidaritas sosial, dan kerukunan antarumat beragama yang menjadi kekuatan masyarakat NTB.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengukuhkan dewan hakim yang akan bertugas pada delapan cabang perlombaan, meliputi Tilawah Al-Qur'an, Qira'at Sab'ah, Hifzil Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Khath Al-Qur'an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an yang akan dilaksanakan di sejumlah arena lomba di Kabupaten Lombok Tengah.
Gubernur berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga independensi, serta menjadikan MTQ sebagai sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.
“Semoga seluruh dewan hakim diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjaga marwah MTQ sebagai wadah syiar dan pembinaan Al-Qur'an di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.
Redaksi |









