Media Dinamika Global

Jumat, 21 Agustus 2026

Putusan 1982 Dieksekusi 2026, Kuasa Hukum Warga Kuripan Pertanyakan Dasar Hukum Pengosongan Lahan

Kuasa hukum warga, Sahri, S.H., M.H, (Ist/Surya)

LOMBOK BARAT, Media Dinamika Global - Polemik tanah yang dikaitkan dengan Masjid Kuripan kembali memanas. Kali ini, LBH PEPADU Keadilan menyoroti satu persoalan mendasar: apakah dokumen eksekusi tahun 1982 dapat begitu saja dijadikan dasar untuk melakukan pengosongan lahan pada 2026?

Kuasa hukum warga, Sahri, S.H., M.H., menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun, menurutnya, putusan yang inkracht tidak otomatis berarti pelaksanaan eksekusi puluhan tahun kemudian dapat dilakukan tanpa memastikan kembali objek dan prosedur hukumnya.

“Yang kami pertanyakan bukan putusannya, tetapi pelaksanaan eksekusinya pada 2026. Kalau dasarnya dokumen eksekusi tahun 1982, harus jelas apakah objek yang sekarang dieksekusi benar-benar identik dengan objek yang diputus saat itu,” ujar Sahri.

Menurut LBH PEPADU, rentang waktu sekitar 44 tahun dari dokumen eksekusi 1982 hingga tindakan di lapangan pada 2026 justru harus dijelaskan secara transparan. Apakah pernah ada pelaksanaan eksekusi sebelumnya? Apakah objek dan batas tanah masih sama? Siapa pihak yang saat ini menguasai tanah? Dan atas dasar apa tindakan pengosongan dilakukan pada 2026?

LBH PEPADU juga mempertanyakan apakah tindakan di lapangan benar-benar merupakan eksekusi pengadilan, atau hanya pengosongan berdasarkan surat dari kuasa hukum pihak masjid.

“Kalau memang ini eksekusi pengadilan, tunjukkan penetapan dan tahapan eksekusinya. Jangan sampai dokumen lama dianggap sebagai kewenangan untuk mengosongkan tanah secara otomatis pada 2026,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan menjadi semakin penting karena terdapat warga yang mengaku telah menguasai dan menggarap lahan selama puluhan tahun serta memiliki tanaman di atasnya.

Karena itu, LBH PEPADU meminta agar sebelum ada tindakan lanjutan, seluruh dokumen dibuka dan dicocokkan, mulai dari amar putusan, objek dan batas tanah, dokumen eksekusi 1982, hingga dasar pelaksanaan pengosongan 2026.

“Putusan inkracht harus dihormati. Tetapi pelaksanaannya juga harus sesuai hukum. Jangan sampai putusan 1982 menjadi semacam ‘cek kosong’ untuk mengambil alih objek yang belum tentu sama pada 2026,” kata Sahri.

LBH PEPADU menegaskan pihaknya siap menghormati putusan pengadilan apabila setelah seluruh dokumen diperiksa ternyata objek yang dieksekusi memang sama dan prosedur hukumnya terpenuhi.

Namun, apabila terdapat perbedaan objek, batas, pihak yang terkena eksekusi, atau persoalan prosedur, pihaknya meminta agar tindakan terhadap warga dihentikan sampai persoalan tersebut mendapatkan kejelasan hukum.

“Kami tidak melawan hukum. Kami justru meminta hukum dijalankan secara benar dan transparan,” tegas Sahri.

Dengan demikian, pertanyaan terbesar dalam sengketa tanah Kuripan kini bukan hanya “siapa yang memiliki putusan?”, tetapi juga “apakah putusan dan eksekusi tahun 1982 benar-benar dapat menjadi dasar tindakan pengosongan terhadap objek dan warga pada 2026?” (Red)

Gubernur Lampung Mirza Ikuti Gerak Jalan Sehat Peringatan HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten Dan HUT Ke-81 RI.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengikuti Gerak Jalan Sehat dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Jumat 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, prajurit TNI, ASN TNI, serta anggota Persatuan Istri Tentara (Persit). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza turut melakukan flag off dan mengikuti gerak jalan bersama para peserta.

Gubernur Mirza mengapresiasi perjalanan Kodam XXI/Radin Inten selama satu tahun pertama yang dinilai telah menunjukkan berbagai perkembangan dan memberikan kontribusi bagi Provinsi Lampung.

Menurutnya, keberadaan Kodam XXI/Radin Inten tidak hanya memperkuat aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.

Salah satu bentuk sinergi tersebut, lanjutnya, terlihat dari dukungan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya melalui kolaborasi dalam menjaga produksi komoditas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain ketahanan pangan, Gubernur menilai kerja sama antara TNI dan Pemerintah Provinsi Lampung juga penting dalam menjaga stabilitas daerah, kerukunan, serta suasana kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

“Kodam XXI/Radin Inten satu tahun ini juga ikut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi menjaga stabilitas daerah, menjaga kerukunan, menjaga agar bagaimana kita tetap hidup damai dan rukun. Dan ini bagi saya suatu kontribusi yang sangat luar biasa bagi Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Mirza.

Karena itu, Gubernur berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga keberadaan Kodam XXI/Radin Inten semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Semoga di momen ini Kodam XXI/Radin Inten ke depan akan semakin baik, semakin jaya, semakin banyak berbuat dan bermanfaat bagi kemajuan Provinsi Lampung,” katanya.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Gerak Jalan Sehat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT pertama Kodam XXI/Radin Inten sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong pola hidup sehat bagi personel dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan antarlembaga serta masyarakat.

“Harapannya kita dengan kegiatan ini bisa hidup sehat. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ujar Kristomei.

Selain itu, Pangdam berharap peringatan HUT tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap Kodam XXI/Radin Inten yang memasuki usia satu tahun, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tentunya kegiatan ini untuk mempererat persaudaraan serta persahabatan, menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan kita kepada Kodam XXI/Radin Inten yang baru berusia satu tahun ini dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari sinergi dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, serta pembangunan di Provinsi Lampung. (Fs/Red) 

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Kebakaran


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kegiatan Komsos dilaksanakan oleh sejumlah Babinsa di desa binaan masing-masing dengan menyampaikan berbagai imbauan yang berkaitan dengan keamanan, kerukunan warga, pencegahan kebakaran, serta pentingnya membangun komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan.

Di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan Komsos bersama warga pada pukul 08.30 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta membangun hubungan dan komunikasi yang baik antarsesama.

Koptu Makmun juga mengingatkan warga agar menghindari berbagai perbuatan yang melanggar hukum karena dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jika terjadi persoalan di tengah masyarakat, warga diimbau tidak mengambil tindakan sendiri, tetapi segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Sementara itu, di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Serka Khairuddin melaksanakan Komsos dengan warga pada pukul 09.00 WITA. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Warga diminta selalu memastikan kondisi kompor setelah selesai memasak. Sebelum meninggalkan rumah, masyarakat diimbau memastikan api dan kompor benar-benar dalam keadaan mati guna mencegah terjadinya kebakaran.




Komsos juga dilakukan Sertu Syaifullah di Desa Sangia pada pukul 09.30 WITA. Kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi antara Babinsa dan warga sekaligus untuk memupuk kebersamaan serta rasa saling menghormati.

Dalam kesempatan itu, Sertu Syaifullah mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama tetangga. Menurutnya, hubungan yang baik antarmasyarakat merupakan salah satu modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Selanjutnya, Serma Nasruddin melaksanakan Komsos bersama perangkat desa dan warga di Desa Jia pada pukul 09.45 WITA. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat sekaligus membangun kerja sama dalam berbagai kegiatan di desa.

Serma Nasruddin juga mengajak warga untuk senantiasa hidup rukun dengan tetangga. Apabila terdapat permasalahan di lingkungan masyarakat, warga diminta segera melaporkannya kepada kepala desa, Bhabinkamtibmas, maupun Babinsa sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secara bersama-sama.

Melalui kegiatan Komsos yang dilaksanakan secara rutin tersebut, Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur


MANGGARAI TIMUR, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal bersama Tim Solidaritas KR-BNN NTB memutuskan memperpanjang agenda di Nusa Tenggara Timur selama satu hari. Kepulangan yang semula dijadwalkan pada Jumat pagi (21/8/2026) ditunda setelah melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur.

Dari Posko Inti Tim NTB di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Miq Iqbal memilih melanjutkan perjalanan darat menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur. Perjalanan selama sekitar lima jam itu ditempuh untuk melakukan koordinasi langsung dengan jajaran pemerintah daerah terkait langkah penanganan lanjutan.

Setibanya di Posko Borong, rombongan Tim NTB disambut Sekretaris Daerah Manggarai Timur bersama jajaran perangkat daerah, relawan, dan masyarakat, karena Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di lapangan membersamai masyarakat terdampak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan haru.

Miq Iqbal menegaskan, kehadiran NTB merupakan wujud solidaritas kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Tim Solidaritas KR-BNN NTB yang telah berada di lapangan, kata dia, siap terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, kebersamaan adalah kekuatan yang paling penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Kami datang dari NTB sebagai saudara. Tim kami sudah berada di lapangan, dan apa yang bisa kami bantu tentu akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah,” ujar Miq Iqbal.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga berbagi pengalaman penanganan dan pemulihan pascagempa Lombok. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, dan kesabaran dalam mendampingi masyarakat melewati masa darurat hingga pemulihan.

“Kami pernah merasakan situasi yang sama. Karena itu kami memahami apa yang dirasakan saudara-saudara kami di sini. Yang terpenting adalah tetap kuat, tetap bersama, dan tidak kehilangan harapan untuk bangkit kembali,” katanya.

Keputusan memperpanjang agenda di NTT menjadi bagian dari komitmen tersebut. Bagi Miq Iqbal, solidaritas kemanusiaan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga membutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kerja bersama agar masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana sendirian.

Dari Dampe hingga Borong, perjalanan itu membawa pesan yang sama: ketika bencana datang, batas wilayah tidak boleh menjadi batas bagi persaudaraan dan solidaritas.

Redaksi |

Keluarga Besar Lurah Dara Mengucapkan hari Pejuang Polri 21 Agustus 🇮🇩


Dara Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.-Keluarga Besar Lurah Dara Mengucapkan hari Pejuang Polri 21 Agustus 🇮🇩 mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri atas pengabdian dan pengorbanan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat

Selamat Hari Pejuang Polri 21 Agustus. Mengenang jasa para Bhayangkara garda terdepan yang gugur demi menjaga kedaulatan bangsa. Pengabdianmu abadi dalam ingatan kami."

Dirgahayu Hari Pejuang Polri. Dedikasi, pengorbanan, dan semangat juang Polri menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat."

Menghormati setinggi-tingginya kepada para Pejuang Polri. Terima kasih atas darah dan keringat yang telah ditumpahkan untuk Indonesia."

Hari Pejuang Polri* diperingati tiap *21 Agustus* 🇮🇩

              Wassalamu'alaikum 

                      Lurah Dara

                            T.T.D

               Anita Khairatun, S.E

Dua Momentum dalam Satu Hari: Milad Kepala SPPG dan Satu Tahun Beroperasinya Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 12 Agustus 2026 — Suasana penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa syukur mewarnai peringatan milad Kepala SPPG Bima Sape Naru yang dirangkaikan dengan satu tahun beroperasinya Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis.

Peringatan tersebut menjadi momentum istimewa karena dua peristiwa penting dirayakan dalam satu kesempatan. Selain memperingati hari milad Kepala SPPG Bima Sape Naru, kegiatan ini sekaligus menandai genap satu tahun Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis menjalankan aktivitas operasionalnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun tersebut, seluruh karyawan dan staf SPPG Bima Sape Naru UD Lilis menggelar doa bersama. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk memanjatkan doa serta harapan bagi keberlangsungan SPPG ke depan.

Dalam doa bersama tersebut, seluruh karyawan dan staf mendoakan agar Kepala SPPG Bima Sape Naru senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Doa dan harapan juga dipanjatkan agar Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis semakin sukses, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.




Selama satu tahun beroperasi, Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis telah menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan dan pelayanan SPPG kepada masyarakat. Peringatan satu tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.

Peringatan milad dan satu tahun operasional dapur diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh karyawan dan staf, meningkatkan semangat kerja, serta mendorong peningkatan kinerja SPPG Bima Sape Naru UD Lilis.

Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur, seluruh jajaran berharap Dapur SPPG Bima Sape Naru UD Lilis dapat terus berkembang, semakin sukses dan jaya, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di masa mendatang.(Team.MDG.03)

Pelaku UMKM Soligi dan Kawasi Mengembangkan Usaha di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Pulau Obi


Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan, 22 Agustus 2026 – Perkembangan aktivitas ekonomi di Pulau Obi turut membuka kebutuhan dan peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Di Desa Soligi dan Desa Kawasi, peluang tersebut dimanfaatkan melalui usaha pengolahan pangan dan perdagangan kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dijalankan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Kelompok usaha yang dibentuk pada 2021 ini mengembangkan produksi tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di sekitar kawasan industri.

Koordinator RUTE sekaligus warga asli Desa Soligi, Rusman Baharudin, menceritakan usaha ini diawali dari keraguan akibat minimnya pengalaman warga dalam mengolah kedelai. Namun melalui pendampingan dari tim CSR Harita Nickel, warga yang tadinya selalu gagal membuat tahu dan tempe kini berhasil menguasai teknik produksi yang berkualitas.

"Produk kami tidak serta-merta diterima, selalu ada uji kualitas yangketat sebelum masuk ke dapur perusahaan. Alhamdulillah, berkat pendampingan, kualitas produk kami kini sangat baik dan selalu memenuhi Purchase Order (PO) perusahaan," jelas Rusman, yang juga seorang guru PPPK.


RUTE saat ini berproduksi 8 hingga 9 kali dalam sebulan dengan volume 300 hingga 1.000 potong tahu per sekali produksi. Menariknya, kelompok tersebut melibatkan ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga sebagai bagian dari tenaga produksinya.

Komitmen Rusman terhadap program ini ditunjukkan secara nyata dengan menghibahkan lahan warisan orang tuanya yang berlokasi jauh dari permukiman untuk dibangun Rumah RUTE, guna mengatasi kendala aroma proses pengolahan kedelai.

"Saya hibahkan lahan warisan orang tua agar memberi manfaat ekonomi dan tempat mencari nafkah bagi masyarakat. Harapan saya ini menjadi amal jariyah untuk almarhum orang tua," tuturnya.

Rusman berharap dengan keterampilan dan keahlian yang telah dimiliki oleh kelompok RUTE mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan keterampilannya saat ini, kelompok RUTE tidak hanya mampu menjaga konsistensi kualitas produk olahan kedelai untuk memenuhi kebutuhan pasokan ke perusahaan, tetapi juga siap memperluas jangkauan pasar ke masyarakat umum


Geliat ekonomi dari hadirnya kawasan industri juga dirasakan oleh Jani, wanita asal Baubau yang sudah bermukim lama di Desa Kawasi. Mengawali usahanya sebagai penjual tomat keliling dari indekos ke indekos di permukiman lama Kawasi, Jani kini sukses mengelola toko sembako di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi.

"Awalnya saya datang dari Baubau hanya coba-coba membawa tomat dan jualan keliling. Sempat juga berencana jualan gorengan, sebelum akhirnya beralih ke sembako," kenang Jani.

Perubahan besar terjadi pada Agustus 2023. Melihat geliat ekonomi yang berkembang, ia memberanikan diri menyewa ruko di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi seharga Rp 20 juta per tahun. Keputusan tersebut membuahkan hasil manis, pasokan sembako dari Bacan, Ternate, hingga Ambon selalu ludes diserap pasar. Bahkan komoditas minyak goreng di tokonya mampu terjual hingga ratusan kardus hanya dalam satu hingga dua minggu.

"Di DesaKawasi ini peluang ekonomi sangat terbuka bagi siapapun yang ingin berusaha. Pendapatan bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sehari, bahkan hingga ratusan juta per bulan. Menariknya di sini, pembeli dari warga maupun pihak perusahaan selalu membayar tunai (cash)," ungkapnya bersyukur.

Kesuksesan ini tak hanya membuat Jani mampu membeli tanah untuk investasi masa depan anak-anaknya, tetapi juga membuka lapangan kerja. Saat ini, ia mempekerjakan 8 orang karyawan dengan upah harian Rp100 ribu hingga Rp150 ribu (setara Rp3 juta – Rp4,5 juta per bulan) beserta jaminan konsumsi harian.

Bagi RUTE di Soligi dan Jani di Kawasi, perubahan aktivitas ekonomi di Pulau Obi menjadi ruang untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan pasar yang mereka temui. Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa peluang ekonomi di sekitar kawasan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal melalui peningkatan kapasitas, penyesuaian usaha, dan akses terhadap pasar.

Lek////

Babinsa Jia Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Keamanan



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Jia, Serma Nasrudin bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Siskamling di wilayah Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu. Patroli menyasar permukiman warga serta sejumlah tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.


Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil bersama aparat desa dan masyarakat menyampaikan imbauan agar warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga juga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu perkelahian.

Khusus kepada kalangan muda, Babinsa mengingatkan agar menjauhi minuman keras yang dapat memicu tindakan emosional dan perkelahian. Warga juga diminta tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Patroli Siskamling selesai sekitar pukul 21.20 Wita dalam kondisi aman dan kondusif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Seminar Anti Narkoba Digelar di Desa Lamere, Dorong Peran Keluarga Cegah Penyalahgunaan Narkoba



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima menggelar Seminar Anti Narkoba di halaman belakang Kantor Desa Lamere, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Jumat (21/8/2026) malam.

Seminar mengusung tema “Kesadaran Individu, Kelompok dan Orang Tua dalam Bahayanya Narkoba”. Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh wanita, serta mahasiswa KKN.





Danramil 1608-03/Sape diwakili Peltu Indrawan, SH, turut hadir sekaligus menjadi pemateri terkait aspek keamanan dan ketahanan. Sementara aspek keagamaan dan moral disampaikan Ustad Dr. Abdul Munir, M.Pd.I., sedangkan aspek hukum dan pembinaan masyarakat disampaikan Aiptu Haryanto, S.Sos.

Dalam seminar tersebut, peserta diajak meningkatkan kesadaran bersama mengenai bahaya narkoba serta memperkuat peran individu, keluarga dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar hingga selesai. Para peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan usul dan saran terkait upaya pencegahan narkoba di lingkungan masyarakat.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Kongkow Bersama Warga, Ajak Generasi Muda Jaga Kamtibmas



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam upaya mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga di sejumlah desa binaan, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung secara humanis tersebut menjadi sarana bagi para Babinsa untuk menyampaikan berbagai imbauan kepada masyarakat, khususnya para pemuda dan remaja, agar mengisi waktu dengan kegiatan positif serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat memicu gangguan keamanan.

Di Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Serka Bambang selaku Babinsa melaksanakan kongkow bersama para pemuda sekitar pukul 19.20 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak generasi muda untuk membiasakan diri melakukan kegiatan positif, antara lain menghormati dan mendengarkan nasihat orang tua serta membantu orang tua dalam kegiatan di sawah.




Menurutnya, kebiasaan melakukan hal-hal positif sejak dini dapat membentuk pribadi yang lebih baik sekaligus mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi persoalan, melainkan segera melaporkannya kepada aparat yang berwenang.

Sementara itu, Serda Abdul Hafid, Babinsa Desa Rasabou, melaksanakan patroli dan kongkow bersama warga binaan sekitar pukul 19.45 Wita. Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

Imbauan serupa disampaikan Sertu Wahyudin, Babinsa Desa Rato, saat melaksanakan kongkow sekitar pukul 20.00 Wita. Ia secara khusus mengajak para remaja untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, para remaja juga diingatkan untuk menjauhi penggunaan barang-barang terlarang yang dapat merusak masa depan, diri sendiri maupun keluarga.

Kemudian, sekitar pukul 20.30 Wita, Serka Khaeruddin, Babinsa Desa Buncu, melaksanakan kongkow bersama warga binaannya. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak membiasakan perilaku hidup yang baik serta memanfaatkan waktu malam untuk kegiatan keagamaan, seperti beribadah dan membaca Al-Qur'an.

Serka Khaeruddin juga mengingatkan warga untuk menjauhi minuman keras, narkoba, perjudian serta berbagai barang terlarang lainnya. Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik dan gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Para Babinsa menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat hendaknya diselesaikan melalui jalur yang benar. Warga diminta tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat yang berwenang agar dapat diselesaikan dengan aman dan baik.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape terus mendorong terbangunnya komunikasi yang erat antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Pendekatan langsung kepada warga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.(Team.MDG.03)