Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Pemprov NTB Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada dasarian III Januari 2026, yakni periode 21–31 Januari.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTB, khususnya di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah daerah melakukan antisipasi sejak dini melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan mekanisme komando terpadu yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sebagai leading sector kebencanaan.

“Pemerintah Provinsi NTB tidak menunggu kejadian. Kesiapsiagaan dibangun berbasis prakiraan cuaca dan upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026). 

Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora. Wilayah tersebut merupakan kawasan strategis karena berfungsi sebagai sentra pertanian dan perkebunan, sekaligus memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah perangkat daerah telah digerakkan sesuai dengan tugas dan fungsinya. BPBD Provinsi NTB melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik kebencanaan, serta memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, serta melakukan pemantauan dan penanganan titik-titik rawan banjir dan longsor, termasuk kesiapan penanganan darurat akses jalan.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB melakukan pendampingan kepada petani untuk mengantisipasi potensi gagal panen, mendorong penyesuaian pola tanam, serta memperkuat perlindungan lahan pertanian di kawasan rawan bencana.

Sementara itu, Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, termasuk dapur umum dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak apabila diperlukan evakuasi.

Pemprov NTB juga melibatkan unsur TNI/Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan kebencanaan, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa guna memperkuat respons dan koordinasi di lapangan.

“Koordinasi ini dibangun sejak awal agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin, keselamatan masyarakat terjaga, dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan sentra pangan, dapat tetap berlangsung”, pungkas Ahsanul Khalik.

Redaksi ||

Cuaca Ekstrem Diprakirakan, Pemprov NTB Amankan Sentra Pangan Rinjani-Tambora


Mataram, Media Dinamika Global.Id - 22 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lima langkah strategis untuk meredam potensi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di kawasan sentra produksi pangan, khususnya di wilayah lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dini berbasis informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

“Lima langkah ini meliputi penguatan sistem peringatan dini, pemetaan dan pengamanan titik rawan bencana, perlindungan sektor pertanian, kesiapan evakuasi dan logistik, serta edukasi kewaspadaan kepada masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026).

Dirinya menjelaskan, penguatan peringatan dini dilakukan dengan memastikan informasi BMKG disampaikan secara cepat dan masif melalui kanal resmi pemerintah serta jejaring hingga tingkat daerah dan desa, agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak awal.

Dalam upaya mitigasi risiko, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB terus melakukan pemetaan lokasi rawan banjir bandang, longsor, luapan sungai, serta jalur-jalur vital yang berpotensi terdampak bencana, sehingga penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Pemprov NTB juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan sektor pertanian dan perkebunan, mengingat kawasan lereng Rinjani dan Tambora merupakan sentra produksi pangan strategis bagi daerah.

“Kami mendorong penyesuaian jadwal tanam, penguatan sistem pembuangan air di lahan pertanian, mitigasi risiko erosi, serta pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem”, jelas Ahsanul.

Pada aspek kesiapan evakuasi, pemerintah daerah memastikan ketersediaan logistik dasar dan skema respons cepat apabila diperlukan evakuasi warga akibat bencana hidrometeorologi. Dinas Sosial, BPBD, serta unsur terkait lainnya disiagakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemprov NTB juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, serta wilayah yang memiliki riwayat longsor dan banjir.

“Prinsip utama kami adalah kesiapsiagaan dan pencegahan. Dengan koordinasi dan kesiapan sejak dini, risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas”, pungkasnya.

Redaksi ||

Kurangi Rujukan ke Luar Daerah, NTB Mantapkan Pengampuan Layanan Jantung


Mataram, Media Dinamika Global.Id - 22 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem layanan jantung regional melalui advokasi dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengampuan layanan jantung regional. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Pendopo Wakil Gubernur NTB.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan layanan jantung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan sekaligus menjamin akses layanan jantung yang cepat, aman, dan merata bagi masyarakat di seluruh wilayah NTB.

“Pengampuan layanan jantung ini sangat strategis untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan di NTB, terutama dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, dukungan teknologi serta sumber daya manusia yang andal”, ujar Wagub Dinda.

Dirinya menegaskan, RSUD Provinsi NTB tidak hanya berperan sebagai rumah sakit rujukan utama, tetapi juga sebagai center of excellence regional yang bertanggung jawab melakukan pembinaan, transfer kompetensi, pendampingan klinis, penguatan sistem rujukan serta peningkatan mutu dan keselamatan layanan jantung di rumah sakit jejaring.

Penguatan layanan jantung regional ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Kesehatan RI terkait jejaring pengampuan pelayanan kanker, jantung, dan pembuluh darah. Kebijakan tersebut diperkuat melalui penetapan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit pengampu regional dengan strata layanan utama.

Dengan kondisi geografis NTB yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Pemerintah Provinsi menilai penguatan sistem rujukan menjadi krusial untuk memastikan pasien dari wilayah terpencil tetap mendapatkan layanan jantung secara cepat dan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa kegiatan advokasi dan MoU ini merupakan bagian dari upaya koordinasi berkelanjutan dalam pemerataan layanan kardiovaskular di NTB. Menurutnya, penyakit kardiovaskular menjadi salah satu tantangan utama sistem kesehatan karena termasuk penyakit tidak menular dengan angka kematian dan pembiayaan yang tinggi.

“Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dan di Indonesia berada di urutan kedua setelah stroke. Dari sisi pembiayaan JKN, penyakit ini menyumbang hampir 50 persen dari total pembiayaan penyakit katastropik”, jelasnya.

Dirinya menambahkan, RSUD Provinsi NTB saat ini mengampu sembilan kabupaten/kota dengan kompetensi layanan rata-rata strata madya, sementara RSUD Provinsi berada pada strata utama. Peran tersebut tidak hanya sebagai pusat rujukan, tetapi juga sebagai penggerak jejaring layanan dan pembina teknis bagi rumah sakit di kabupaten dan kota.

Hamzi juga mengungkapkan bahwa penguatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia terus dilakukan. Saat ini, layanan bedah jantung di RSUD Provinsi NTB telah berjalan secara berkelanjutan, sehingga kasus-kasus bedah jantung tidak lagi banyak dirujuk ke luar daerah seperti ke Bali.

“Kami berharap dukungan penuh pemerintah kabupaten/kota, baik dari sisi SDM, kebijakan, maupun anggaran agar pemerataan dan peningkatan mutu layanan kardiovaskular dapat benar-benar terwujud”, ujarnya.

Melalui pengampuan layanan jantung regional ini, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan peningkatan kapasitas SDM kesehatan, standarisasi layanan jantung di seluruh wilayah, sistem rujukan yang lebih efektif dan efisien serta penurunan angka rujukan pasien ke luar daerah.

Pemerintah Provinsi NTB berharap kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan, sekaligus awal terbangunnya ekosistem layanan jantung regional yang terintegrasi, profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Redaksi ||

LELANG RAKYAT BIMA JANUARI 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pada hari ini Senin, tanggal sembilan belas Januari tahun dua ribu dua puluh enam, bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bima, telah dilaksanakan kegiatan “Lelang Rakyat Bima” yang terbuka untuk umum di lingkungan Kejaksaan Negeri Bima. 19 Januari 2026

Kegiatan lelang tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengelolaan barang rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), dengan kondisi barang apa adanya, sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun objek lelang yang diperdagangkan dalam kegiatan tersebut berjumlah 36 (tiga puluh enam) objek lelang, yang keseluruhannya merupakan barang rampasan negara dari 27 (dua puluh tujuh) perkara.

Pelaksanaan kegiatan lelang diikuti oleh kurang lebih 76 (tujuh puluh enam) orang peserta. Berdasarkan hasil pelaksanaan Lelang Rakyat Bima tersebut, seluruh objek lelang dinyatakan laku terjual, dengan total pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp11.805.860,00 "sebelas juta delapan ratus lima ribu delapan ratus enam puluh rupiah".



Pada Hari Selasa Tanggal 20 Januari 2026, bertempat di Aula Baharuddin Lopa Kejaksaan Negeri Bima. .


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Kepala Kejaksaan Negeri Bima Heru Kamarullah, S.H., M.H bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima Joko Widodo., S.E., M.H. beserta jajarannya melaksanakan Pendantanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara 

Semoga dengan terjalinnya kesepahaman antara Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima dengan Kejaksaan Negeri Bima dapat memberikan perubahan yang membawa dampak positif dan dapat bersinergi lebih baik lagi.(Sekjend MDG)

Tiga Kepada Daerah NTB Memastikan TPA Regional Kebon Kongok Tetap Mampu Melayani Sekaligus Menyiapkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.// Ada satu persoalan yang setiap hari dihadapi, tetapi sering baru terasa genting ketika gunungannya mulai terlihat: sampah. Di NTB, persoalan ini tidak lagi bisa disikapi dengan cara biasa. Ia harus ditangani dengan langkah yang terukur, lintas daerah, dan berpikir jauh ke depan.

Di Ruang Kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal duduk bersama Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Pembicaraan mengerucut pada satu titik: bagaimana memastikan TPA Regional Kebon Kongok tetap mampu melayani, sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Untuk jangka pendek, pilihan yang paling realistis adalah memperluas landfill. Bukan keputusan yang ideal, tetapi perlu agar layanan persampahan tidak kembali berada di ambang krisis. Perluasan ini dirancang bertahap, memanfaatkan lahan yang secara teknis sudah siap, sehingga daya tampung bisa bertahan sekitar dua tahun ke depan.

Namun persoalan sampah tidak bisa berhenti di urusan menambah ruang buang. Karena itu, pembicaraan juga diarahkan ke langkah jangka panjang: penerapan teknologi waste to energy. Sejumlah proposal dari perusahaan telah masuk, dan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian PUPR terus dilakukan, mengingat Kebon Kongok melayani dua wilayah sekaligus—Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pertemuan itu, disepakati pula pembagian peran dan tanggung jawab. Skema pendanaan jangka pendek ditata bersama: 40 persen oleh Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemerintah Kota Mataram, dan 20 persen oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pembebasan lahan pendukung juga dipastikan masuk dalam agenda percepatan.

Arah yang ingin dituju jelas: persoalan sampah tidak lagi ditangani dengan langkah darurat, tetapi dengan perencanaan yang rapi, kolaborasi yang kuat, dan pandangan jangka panjang. Agar ke depan, isu kebersihan dan lingkungan tidak selalu muncul sebagai krisis, melainkan sebagai bagian dari sistem yang tertata dan berkelanjutan.(Sekjend MDG)

AP4K4H INI AKHIR DARI PENGABDIAN SAYA PAK PRABOWO"


Kepada Yth. Bapak Presiden Prabowo Subianto,

Jambi, Media Dinamika Global.id.//Bapak Prabowo Subianto presiden RI, saya adalah seorang guru honorer. Upah saya tidak seberapa, namun rasa bangga saya melihat anak didik disiplin adalah segalanya. Hari ini, kebanggaan itu berubah menjadi ketakutan yang luar biasa.

Saya ditetapkan sebagai TERS4NGKA. Hanya karena saya memotong rambut siswa yang panjang dan pirang demi menegakkan aturan sekolah. Saya tidak berniat jahat, saya hanya ingin mendidik agar mereka tahu arti kerapihan dan kepatuhan.

Pak Prabowo, jika mendisiplinkan siswa dianggap kriminal, siapa lagi yang berani mengajar dengan jujur di negeri ini. Saya mohon perlindungan Bapak. Jangan biarkan seragam guru saya berganti menjadi baju tahanan hanya karena saya menjalankan tugas, Mohon keadilan untuk saya, pak. Saya hanya ingin kembali ke kelas, bukan ke penjara.(Tim MDG)

Relawan Muhammadiyah NTB Hadir Pulihkan Hunian dan Trauma Warga Banjir Aceh Timur

Relawan MDMC NTB Saat Pendampingan psikososial bagi
anak-anak di Desa Blang Seunong, (Ist/Surya)

Aceh Timur, Media Dinamika Global.Id – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen kuat dalam proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Pada Kamis (22/02/2026), relawan MDMC kembali memusatkan aktivitas kemanusiaan di wilayah terdampak, khususnya Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.

Fokus utama kegiatan relawan meliputi penguatan fungsi hunian warga, pendampingan psikososial bagi anak-anak, serta assessment lanjutan terhadap dampak kerusakan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pascabanjir.

Di tengah keterbatasan dan kerusakan yang masih tampak nyata, relawan MDMC hadir tidak sekadar sebagai tim pendata, tetapi juga sebagai pendamping yang bekerja langsung bersama warga. Bahkan, sebagian relawan memilih tinggal di tengah masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sejak pagi hari, relawan bahu-membahu bersama warga membangun kembali rumah-rumah yang rusak maupun hanyut terseret banjir. Proses pemulihan hunian dimulai dari mengumpulkan sisa material yang masih bisa dimanfaatkan, memperkuat rangka bangunan, hingga pemasangan atap agar rumah kembali layak dan aman untuk ditempati.

“Fungsi relawan di fase ini adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kami ikut bekerja, mendampingi, dan memastikan hunian kembali aman untuk ditinggali,” ujar Koordinator Relawan MDMC NTB, Yudi Lestanata.

Salah satu penerima manfaat adalah Bapak Yusuf, warga Desa Blang Seunong, yang rumahnya hanyut tersapu banjir. Dengan pendampingan relawan, proses pembangunan rumahnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pendirian tiang hingga pemasangan atap agar keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Kalau tidak dibantu, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Relawan datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga tenaga dan semangat,” ungkap Bapak Yusuf dengan haru.

Selain pemulihan hunian, relawan MDMC NTB juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan mengalami trauma akibat bencana. Melalui kegiatan bermain, bercerita, serta edukasi sederhana, relawan berupaya mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan kepercayaan diri anak-anak.

Sebanyak 146 anak tercatat sebagai penerima manfaat layanan psikososial yang dilaksanakan di lokasi terdampak. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membantu mereka kembali siap menjalani aktivitas sehari-hari.

“Psikososial bukan sekadar hiburan, tetapi bagian penting dari pemulihan mental anak-anak agar mereka siap kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasa,” jelas Naufal, Koordinator Kegiatan Psikososial Tim Relawan Muhammadiyah NTB.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, MDMC NTB juga menyalurkan bantuan school kit kepada anak-anak terdampak banjir. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 240 siswa menerima perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis.

“Banyak perlengkapan sekolah yang rusak atau hanyut akibat banjir. Dengan school kit ini, kami berharap anak-anak dapat kembali belajar tanpa beban,” tambahnya.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui LazisMu Kabupaten Bima membuka open donasi guna mendukung perbaikan hunian dan pemulihan anak pascabencana. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain:

Kebutuhan Pemulihan Hunian:

- Paku berbagai ukuran

- Seng atap

- Kayu dan papan

- Alat pertukangan (palu, gergaji, tang, obeng, dan lainnya)

Kebutuhan Pendidikan:

- Tas sekolah

- Buku tulis

- Alat tulis lengkap

- Seragam sekolah

Donasi dapat disalurkan melalui LazisMu Kabupaten Bima, yang selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan relawan MDMC serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

“Relawan hadir bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan warga. Dukungan masyarakat luas menjadi kekuatan utama agar pemulihan ini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Yudi Lestanata.

Redaksi: Surya Gempar

𝗦𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗨𝗞𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗣𝗔𝗞 𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗥𝗘𝗣𝗨𝗕𝗟𝗜𝗞 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔, 𝗕𝗔𝗣𝗔𝗞 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢 𝗦𝗨𝗕𝗜𝗔𝗡𝗧𝗢


Perihal: Mohon Keadilan untuk Ibu Tri Wulansari, Guru Honorer yang Menjadi Tersangka Hanya Karena Menegakkan Disiplin

​Kepada Yth,

Bapak Presiden Prabowo Subianto

Di Jakarta

​Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera bagi kita semua,

​Bapak Presiden yang kami hormati,

Muaro Jambi, Media Dinamika Global.id.// ​Kami menulis surat ini dengan hati yang tersayat melihat kenyataan pahit yang menimpa dunia pendidikan kita saat ini. Di tengah semangat Bapak untuk membangun karakter bangsa dan memperkuat jati diri nasional, salah satu "prajurit" terdepan kita di medan pendidikan, seorang guru honorer bernama Ibu Tri Wulansari dari Muaro Jambi, kini tengah terpuruk mencari keadilan.

​Hanya gara-gara menggunting rambut siswa yang pirang, Ibu Tri Wulansari kini harus menyandang status sebagai tersangka.

​Bapak Presiden, perlu kami sampaikan bahwa tindakan Ibu Tri bukanlah tindakan kesewenang-wenangan. Beliau telah berulang kali mengingatkan siswanya agar mengembalikan warna rambut menjadi hitam sesuai aturan sekolah. 

Namun, ketika peringatan itu diabaikan, Ibu Tri memilih untuk tidak membiarkan siswanya terlihat seperti berandal yang tidak tahu aturan di dalam lingkungan sekolah. Beliau memilih untuk tetap mendidik dan menjaga martabat institusi pendidikan.

​Namun, niat mulia untuk menegakkan disiplin itu justru berujung pada laporan polisi. Kini, seorang guru yang hidupnya sudah sulit dengan upah honorer yang tak seberapa, harus menjalani wajib lapor dan terancam hukuman penjara. Kami merasa dunia pendidikan kita sedang dalam bahaya besar jika setiap guru yang mencoba mendisiplinkan muridnya justru dikriminalisasi.

​Jika hal ini dibiarkan, kami sangat khawatir para guru di seluruh Indonesia akan memilih untuk "masa bodoh" dan membiarkan moral anak bangsa hancur karena takut dipidana. Sekolah akan berubah menjadi tempat yang tanpa aturan, dan guru tidak lagi memiliki wibawa di depan muridnya.

​Bapak Presiden Prabowo yang kami banggakan,

​Kami memohon campur tangan Bapak. Kami memohon keadilan agar status tersangka Ibu Tri Wulansari segera dicabut. Jangan biarkan pengabdian tulus beliau berakhir di balik jeruji besi hanya karena sebuah gunting yang ia gunakan untuk meluruskan akhlak anak didik.

​Besar harapan kami agar Bapak Presiden dapat memberikan perlindungan hukum yang nyata bagi para guru, agar mereka bisa mengajar dengan tenang tanpa rasa takut akan bayang-bayang kriminalisasi yang tidak masuk akal.

​Terima kasih atas perhatian dan perlindungan yang Bapak berikan kepada rakyat kecil seperti kami, Edisi meneruskan (copas) suara masyarakat yang peduli nasib guru

​Hormat kami, ​Masyarakat yang Peduli Nasib Guru dan Masa Depan Bangsa.(Tim MDG)

Dituduh Menipu Rp. 354 Juta, Akhirnya BS Berikan Klarifikasi dan Beberkan Fakta Sebenarnya

Pekanbaru - Terkait banyaknya pemberitaan yang telah beredar luas di media sosial maupun media online beberapa hari terakhir ini, maka Bobi S (Aipda BS) angkat suara.


Kepada awak media, BS yang menyebutkan bahwa pemberitaan-pemberitaan tersebut dianggapnya tidak berimbang dan tendensius. Kamis (22/1/2026)


"Semua yang dikatakan oleh MD yang mengaku korban penipuan senilai Rp.354 Juta, itu tidak benar, dan saya membantah seluruh peryataan dia di beberapa media online", ujar BS


Semua itu berawal sewaktu MD meminta tolong kepada Saya untuk mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor.


Kemudian, MD sering kali menghubungi saya (curhat) tentang hubungan rumah tangganya, akan tetapi saya tidak merespon curhatan MD, karena saya memiliki istri.


"Karena komunikasi kami baik, maka pada waktu itu saya meminjam uang kepada MD, singkatnya, uang yang saya pinjam tersebut telah saya kembalikan dengan cara diangsur".


Jadi, apa yang dikatakan oleh MD, di beberapa media sosial maupun media online itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, imbuh BS 


Untuk itu, saya meminta kepada rekan-rekan media online yang telah menerbitkan pemberitaan tentang diri saya, agar sebelum menerbitkan pemberitaan supaya melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Agar pemberitaan yang terbit lebih berimbang dan tidak memojokkan saya, pungkas BS.


Karna dampak dari pemberitaan pemberitaan yang telah beredar luas di masyarakat, membuat nama baik saya dan keluarga besar saya malu, dan tentunya akan berdampak juga bagi psikologis anak dan istri terganggu, kata BS


Dengan adanya Klarifikasi ini, maka Saya meminta kepada rekan-rekan media ataupun masyarakat untuk dapat memahami cerita yang sebenar-benarnya terjadi. Klarifikasi ini saya buat agar masyarakat jangan mudah percaya dengan isu isu yang tidak bertanggung jawab.


Kita menyakini bahwa negara kita negara hukum, dan bagi yang merasa dirugikan oleh saya, silahkan saja mengambil langkah langkah hukum, dan saya siap koperatif memberikan klarifikasi, tutup BS



(Tim)