Media Dinamika Global

Jumat, 27 Februari 2026

Tebar Berkah Ramadan, Polres Bima Melalui Satnarkoba Bagikan Ratusan Takjil Gratis untuk Pengguna Jalan


Bima, Media Dinamika Global – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan jajaran Polres Bima. Melalui Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba), sebanyak 200 paket takjil gratis dibagikan kepada para pengguna jalan dalam kegiatan Jumat Berkah, yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, sekitar pukul 17.40 WITA, di depan Mapolres Bima Kabupaten.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh KBO Narkoba di bawah kendali Kasat Narkoba, Iptu Fardiansyah, SH. Pembagian takjil menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Sejak sore hari, petugas Satnarkoba tampak turun langsung ke tepi jalan membagikan paket takjil kepada masyarakat. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pun terasa, diiringi senyum serta ucapan terima kasih dari para pengendara yang menerima takjil.

Sebanyak kurang lebih 200 paket takjil dibagikan secara gratis. Antusiasme warga terlihat jelas, bahkan beberapa pengendara mengaku mengapresiasi langkah humanis aparat kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kasat Narkoba Polres Bima Kabupaten, Iptu Fardiansyah, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat di bulan penuh berkah.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk rasa syukur kami dan upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa selain menjalankan tugas penegakan hukum, kami juga hadir untuk berbagi dan menebarkan kebaikan,” ujarnya.

Aksi sosial ini sekaligus memperkuat citra humanis Polri, khususnya jajaran Satnarkoba Polres Bima Kabupaten, yang selama ini dikenal aktif dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya.

Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, serta semakin mempererat sinergi antara aparat kepolisian dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Bima.

Redaksi ||

Tersangka Oleh Polda NTB : Ico Rahmawati Dugaan Pungli Tunjangan Guru Terpencil di Tambora


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Penetapan Ico Rahmawati sebagai tersangka oleh Polda NTB dalam kasus dugaan pungli tunjangan guru terpencil di Kecamatan Tambora tidak boleh dibaca sebagai "oknum yang khilaf". Ini bukan cerita tentang satu orang yang tergelincir. Ini tentang sistem yang selama ini terlalu nyaman bermain di ruang gelap.

Seorang Kepala Bidang PTK di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima tidak bekerja sendirian. Ada berkas yang diproses, ada alur pencairan, ada verifikasi, ada rekomendasi, ada tanda tangan. Jika benar terjadi pungutan liar terhadap tunjangan guru terpencil, maka mustahil praktik itu berdiri tanpa jejaring__tanpa setidaknya pengetahuan atau pembiaran dari lingkar kekuasaan birokrasi.

Yang dirugikan bukan pejabat. Yang dirugikan adalah guru-guru yang bertugas di wilayah paling sunyi, paling jauh dari pusat, yang setiap hari menembus jarak dan keterbatasan demi anak-anak di lereng Tambora. Negara menjanjikan penghargaan dalam bentuk tunjangan khusus. Tetapi jika di tengah jalan hak itu "dipotong", maka itu bukan sekadar pelanggaran administratif__itu perampokan yang dilegalkan oleh jabatan.

Publik berhak curiga: sudah berapa lama pola ini berjalan? Siapa saja yang menikmati? Siapa yang tahu tapi memilih diam? Dalam praktik pungli, jarang ada pemain tunggal. Ada yang mengumpulkan, ada yang mengamankan, ada yang membagi, ada yang melindungi. Jika penyidikan hanya berhenti pada satu nama, maka pesan yang lahir adalah__sistem tetap aman, yang dikorbankan hanya pion.

Ini momentum untuk membongkar seluruh mata rantai__bukan sekadar memproses satu tersangka. Jika benar ada aliran dana, telusuri ke mana mengalir. Jika ada perintah, buka siapa yang memberi. Jika ada pembiaran, ungkap siapa yang menutup mata.

Jangan biarkan kasus ini selesai dengan konferensi pers dan satu berkas perkara. Sebab ketika hak guru terpencil dipungut secara ilegal, yang tercoreng bukan hanya satu instansi, tetapi wajah pendidikan Kabupaten Bima secara keseluruhan.

Jika kita serius ingin Bima bermartabat, maka bersih-bersih tidak boleh setengah hati. Korupsi di sektor pendidikan adalah pengkhianatan paling telanjang__karena ia mencuri dari mereka yang sedang membangun masa depan.(Sekjend MDG)

Seskab : Apakah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan? Saya Jawab Tidak


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi polemik narasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan nasional. Teddy menegaskan program MBG tidak akan mengurangi program pendidikan.

"Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru. Tentang apa? Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru," kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Teddy menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mengenai penganggarannya, sebut Teddy, telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR, termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak," kata dia.

Teddy melanjutkan pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak menyetop program-program pendidikan di era pemerintah sebelumnya. Menurutnya, program-program berorientasi peningkatan pendidikan justru ditambah.

"Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar, berjalan. Ada Program Indonesia Pintar, berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada Sekolah Rakyat. Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di Sekolah Rakyat." kata dia.

Lebih lanjut, kata Teddy, pemerintahan Presiden Prabowo juga gencar memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak. "Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi. Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16 ribu sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar Rp 17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen," lanjutnya.

Terkait gaji guru pun ditingkatkan. Teddy menyebut pemerintah pusat telah memberikan insentif untuk guru honorer di daerah. Tunjangan guru non-ASN juga dinaikkan.

"Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih. Satu, mengenai guru honorer. Saya mau sampaikan bahwa secara kewenangan guru honorer itu ada di bawah pemerintah daerah. Tapi pemerintah pusat memberi insentif. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di jaman Presiden Prabowo, menjadi Rp 400 ribu," kata Teddy.

"Kemudian yang kedua, ada tunjangan guru non-ASN. Jumlahnya berapa? Dari Rp 1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp 2 juta. Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya. Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah, jadi dulu pemberian tunjangan honor itu melalui transfer ke daerah. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan," lanjut dia.(Team)

Kartel Narkoba Koko Erwin Tamat di Tangan Bareskrim Polri


Sumatra Utara, Media Dinamika Global.id.-- Erwin Iskandar alias Koko Erwin, bandar sabu yang diduga menyetor Rp 1 miliar kepada eks Kapolres BiHendak Kabur Ke Malaysia, Bos Kartel Narkoba Koko Erwin di Tangkap Bareskim.

 Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, ditangkap aparat Bareskrim Polri. Koko Erwin diamankan saat diduga hendak melarikan diri ke Malaysia.

“Jadi yang diamankan ini DPO kasus narkoba atas nama Erwin Iskandar,” ujar Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Kevin Leleury, Jumat (27/2/2026).

Kevin menjelaskan, Koko Erwin ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Saat itu, ia diduga kuat hendak menyeberang ke Malaysia menggunakan kapal.

“Diduga akan menuju Malaysia, iya kemungkinan (hendak melarikan diri),” katanya.

Polisi belum membeberkan secara rinci pengakuan Erwin terkait keterlibatannya dalam perkara narkoba yang turut menyeret nama AKBP Didik.

“Keterkaitannya mungkin nanti akan dijelaskan pada saat pres rilis ya,” ucap Kevin.

Dalam penangkapan tersebut, Erwin tidak sendirian. Ia diamankan bersama dua orang lainnya yang diduga membantu pelariannya. Keduanya berinisial A alias Y yang ditangkap di Riau dan R alias K yang diamankan di Tanjung Balai.

“Sekarang dibawa ke Bareskrim Direktorat Narkoba,” ujarnya.

Nama Koko Erwin mencuat dalam kasus narkoba yang turut melibatkan dua pejabat Polres Bima Kota, yakni AKP Malaungi dan AKBP Didik Putra Kuncoro. Keduanya telah dicopot dari jabatannya.

Nama Erwin pertama kali muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP) AKP Malaungi yang diungkap kuasa hukumnya. Dalam pemeriksaan, Malaungi mengaku mengenal Koko Erwin sebagai bandar narkotika.

AKP Malaungi disebut menerima sabu seberat 488 gram dalam lima kantong plastik dari Koko Erwin di Hotel Marina Inn, Kota Bima, pada akhir 2025. Penyerahan sabu itu disebut sebagai bagian dari tindak lanjut pemberian uang Rp 1 miliar dari Erwin.

Uang tersebut diduga diberikan untuk membantu AKP Malaungi memenuhi keinginan atasannya memiliki mobil Alphard keluaran terbaru senilai Rp 1,8 miliar.

Dalam BAP itu pula, AKBP Didik Putra Kuncoro selaku Kapolres Bima Kota disebut menyambut baik rencana tersebut dan mengatur skema bersama bawahannya agar bisnis sabu Koko Erwin berjalan lancar di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Berdasarkan keterangan AKP Malaungi di hadapan penyidik, Koko Erwin dan AKBP Didik kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (Sekjend MDG)

Satu Lagi Tahanan Polres Way Kanan yang Melarikan Diri Berhasil Ditangkap


Lampung .MediadinamikaGlobal.id Aparat Kepolisian dari Polda Lampung dan Polres Way Kanan kembali berhasil mengamankan satu dari delapan tahanan Polres Way Kanan yang sebelumnya melarikan diri dari rumah tahanan. Tahanan berinsial DR (29), tersangka kasus pencurian, ditangkap pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kepala Kepolisian Resor Way Kanan, AKBP Didik Kurnianto S.I.K, membenarkan penangkapan tersebut. DR (Darno) diamankan Tim gabungan Resmob Polres Way Kanan Polsek, serta Jatanras Polda Lampung di wilayah Dusun Talang Kemis, Kampung Karya Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan.

Dengan tertangkapnya DR, hingga saat ini aparat Kepolisian telah berhasil mengamankan empat dari delapan tahanan yang melarikan diri.

Saat ini, jajaran Kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap empat tahanan lainnya yang masih buron serta memperketat pengamanan ruang tahanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,”ujar Kapolres.

*Termasuk satu hal yang paling penting, AKBP Didik mengucapkan terima kasih sampai hari ke 5 dalam proses upaya untuk menangkapkan kembali para tahanan ini, masyarakat masih berperan aktif memberikan informasi dan kontribusi dalam setiap penangkapan kepada kami (Kepolisian), sangat luar biasa,”ungkap Kapolres.(Umar.MDG)

‎Memasuki Panen Raya, Kabupaten Bima Siap Optimalkan Distribusi Jagung dan Ternak ‎


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Distribusi Jagung dan Ternak dalam rangka menghadapi puncak Panen Raya Jagung serta momentum Lebaran Idul Adha Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk penguatan tata niaga jagung, kesiapan armada distribusi, pengendalian harga ternak, serta antisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.

‎Rakor yang berlangsung di ruang rapat forkopimda Kantor Bupati Bima pada Jum'at (27/02/26) tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi dan didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Para Assisten Lingkup Setda, dan para Kabag lingkup Setda Kabupaten Bima. 

‎Rakor juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Kepala Dinas dinas Perindag Kabupaten Bima, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima Serta perwakilan Bulog, pelaku usaha, asosiasi peternak, distributor, serta unsur TNI/Polri. 

‎Memasuki masa panen raya jagung tahun 2026, produksi di Kabupaten Bima diperkirakan mencapai lebih dari setengah juta ton, dengan realisasi hingga Juli 2026 mendekati 489.227 ton. Capaian ini menegaskan posisi Kabupaten Bima sebagai salah satu penyumbang signifikan kebutuhan jagung nasional.

‎Besarnya produksi tersebut memerlukan pengelolaan serius, mulai dari aspek kualitas, kepastian harga, penyerapan, hingga distribusi dan pemasaran. Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan petani jagung dan komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

‎ Adel Linggi Ardi dalam arahannya menegaskan bahwa Kabupaten Bima merupakan salah satu sentra produksi jagung dan ternak sapi di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar hasil panen raya dapat terserap optimal oleh pasar dan tidak merugikan petani akibat anjloknya harga saat produksi melimpah.

‎“Kita ingin memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani serta peternak tetap terjaga. Momentum panen raya dan Idul Adha harus menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

‎Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung berdasarkan Perbadan Nomor 381 Tahun 2025 sebesar Rp5.500/kg pada kadar air 18–20 persen. Sementara itu, harga penyerapan ke gudang Perum Bulog ditetapkan Rp6.400/kg (kemas) dan Rp6.250/kg (curah), menjadi acuan bagi BUMN pangan, pelaku usaha, dan offtaker.

‎Selain jagung, sektor peternakan khususnya sapi dan kerbau juga menjadi komoditas unggulan daerah, terutama menjelang Idul adha. 

‎"Pada 2025, distribusi ternak melalui Pelabuhan Bima tercatat 9.099 ekor dari total 16.337 ekor sapi dan kerbau, sementara sisanya didistribusikan melalui jalur darat dan Pelabuhan Sape, Momentum panen raya jagung yang bertepatan dengan meningkatnya permintaan ternak menjelang Idul adha menjadi periode krusial." Ungkap Sekda

‎Melimpahnya produksi jagung berpotensi menekan harga di tingkat petani, sementara lonjakan pengiriman ternak menuntut kesiapan armada dan kapasitas pelabuhan. Tanpa manajemen terpadu, dikhawatirkan terjadi persaingan jadwal pengiriman, keterbatasan armada, hingga ketidakseimbangan harga.

‎Karena itu, diperlukan pengaturan distribusi yang terintegrasi dan terkoordinasi antar pemangku kepentingan. Rapat koordinasi yang menghadirkan Asisten Deputi Distribusi Pangan Kemenko Pangan RI Mawardi serta Kapolres Bima menjadi langkah strategis dalam menyusun kebijakan optimalisasi distribusi jagung dan ternak selama puncak panen raya dan menjelang Idul adha 2026

‎Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Kabupaten Bima diharapkan mampu menjadi contoh tata kelola distribusi pangan yang efisien, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan petani dan peternak. (Tim)

Gubernur NTB Ambil Langkah Cepat, Pastikan Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUP


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal mengambil langkah cepat untuk membantu seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa yang sempat tertahan di rumah sakit akibat kendala biaya dan administrasi.

Pasien tersebut telah menjalani perawatan selama lima hari di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan pertimbangan medis, pasien membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun proses rujukan terkendala tunggakan administrasi serta biaya operasional rujukan yang tidak mampu dipenuhi keluarga.

Selain itu, BPJS Kesehatan pasien tidak dapat digunakan karena persoalan regulasi yang berkaitan dengan kronologi kejadian, sehingga klaim penjaminan tidak dapat diproses secara normal.

Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur NTB segera menginstruksikan jajarannya untuk memastikan penanganan pasien tidak terhambat. Pemerintah Provinsi NTB membantu menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, serta menanggung biaya ambulans medis.

Tidak hanya itu, keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah di Mataram selama masa perawatan agar tidak terbebani biaya tambahan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” demikian arahan Gubernur Miq Iqbal dalam proses koordinasi penanganan. Jum'at (27/2/26).

Saat ini pasien telah tiba di RSUP NTB dan mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit diminta memberikan pelayanan optimal sesuai standar medis yang berlaku.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk hadir dan responsif dalam situasi darurat, khususnya ketika menyangkut keselamatan warga.

Redaksi ||

Remaja Manggenae Desa Doridungga Adakan Gelar Berbagai Macam Kegiatan Ramadhan di Masjid Attaqwa Kec, Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pemuda manggenae desa Doridungga kecamatan donggo, Adakan/ melaksanakan kegiatan Ramadhan Ceria tahfiz atau penghafal Al Quran.

Program Ramadhan Ceria dalam rangka memeriahkan bulan suci puasa dipusatkan di Masjid Attaqwa, Manggenae kecamatan donggo Kabupaten bima, Kamis malam 26 Februari 2026.

"Ramadhan Ceria ini digelar dalam rangka memeriahkan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini lancar dan kondusif penuh khidmat di mesjid attaqwa Manggenae kecamatan donggo.

Ia mengatakan peserta Ramadhan Ceria ini diikuti anak laki-laki dan perempuan yang duduk di bangku RA/ MIS hingga MTS pondok pesantren Al -Ikhlas donggo.

Selai memeriahkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah , kata dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi anak-anak dalam menghafal Al Quran dan kemampuan mereka dalam berdakwah.

"Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi muda cinta Al Quran serta berguna bagi bangsa. Peserta terbaik nantinya dipilih dan masuk program pembinaan, baik dai maupun tahfiz," kata firman.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di Masjid Al-Taqwa Menggenae dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan. Adik" berkumpul mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keimanan, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan bakat dan keberanian generasi muda.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum membangun karakter, mempererat ukhuwah, serta menanamkan kecintaan kepada masjid sejak dini. Dengan semangat kebersamaan, Masjid Al-Taqwa Menggenae terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak.

Melalui tema. "Bersama ramadan perkuat iman dan tumbuhkan bakat generasi. Penitia berubaya menghadirkan kegiatan yang edukatif dan inspiratif. Berbagai agenda seperti pembinaan keagaan. Latihan ceram. Hafalan ayat pendek. Hingga kegiatan krearif islami menjadi ruang bagi adik untuk mengasah kemampuan mereka. Disinilah generasi di bentuk bukan hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga kokoh dalam akhlak dan spiritualitas.

Semoga Ramadan kali ini menjadi titik awal lahirnya generasi yang lebih kuat imannya, lebih luas ilmunya, dan lebih besar kontribusinya bagi agama, bangsa, dan daerah.


Sementara itu, ketua panitia pelaksana Firmansyah mengharapkan dari kegiatan Ramadhan Ceria tersebut lahir anak-anak yang cerdas dan islami serta menjadi generasi yang akan memajukan dusun manggenae desa Doridungga di masa mendatang.

"Kami juga berpesan kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak dari bahaya perkembangan zaman. Sebab, banyak generasi muda sekarang di berbagai daerah melakukan kegiatan melanggar aturan dan syariat Islam," kata Firmansyah.(Sekjend MDG)

Camat Langgudu Silaturahmi Di Desa Wadu Ruka, Temukan Kantor Sudah Segel Mahasiswa


Langgudu. Media Dinamika Global.Id.- tepatnya pada Hari Jum,at 27 feb 2026. Camat Langgudu Silaturahmi Desa Wadu Ruka, Temukan Kantor Sudah Segel Mahasiswa dan Anggaran Desa Tidak Diketahui Keberadaannya.

Camat Langgudu melaksanakan silaturahmi ke Kantor Desa Waduh Ruka sekalian Jum'at bersama masyarakat, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Dalam kunjungan tersebut, Camat mendapati kondisi kantor desa dalam keadaan segel tanpa aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain tidak adanya aparatur yang bertugas di lokasi, sejumlah barang milik desa yang seharusnya berada di kantor juga tidak bisa di gunakan di tempat. Kondisi tersebut menimbulkan perhatian serius terkait tata kelola administrasi dan pengamanan aset desa.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Camat Langgudu segera memanggil perangkat desa untuk memberikan klarifikasi terkait keberadaan barang milik desa yang dilaporkan tidak bisa dibuka. 

Camat menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur desa dalam menjalankan tugas pelayanan publik serta pengelolaan aset desa yang transparan dan akuntabel.

Dan apabila tidak ada tanggapan camat Langgudu dan Bupati Bima, maka mahasiswa akan melakukan audensi secara terbuka di aula kantor Desa Waduruka.

Pemerintah Kecamatan Langgudu berkomitmen untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal serta meminta agar seluruh perangkat desa meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan amanah.(Ihs MDG)

Viral di Medsos, Kabid PTK Dikpora Kabupaten Bima di Kerangkeng. Ini Penjelasan Polda NTB!!



Mataram. Media Dinamika Global.Id.- Polda NTB Tetapkan IR Tersangka Pungli Tunjangan Guru Daerah Terpencil Bima. Kasus Pungli Tunjangan Khusus Guru Tambora, Penyidik Polda NTB Kantongi 24 Saksi. Penyidik Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB menetapkan satu tersangka, dalam dugaan korupsi pemerasan dan pungli terhadap pendidik penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT), di Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. FX. Endriadi, S.IK. menyampaikan, Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan minimal 2 alat bukti yang sah dan dilakukan melalui mekanisme gelar perkara.

“Saudari IR kami tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dan pungli, terhadap guru SD penerima Tunjangan Khusus Daerah Terpencil di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Peristiwa ini berlangsung pada 2019 sampai 2025,” ungkap Kombes Endriadi.

Penyidik memeriksa 24 saksi serta mengamankan sejumlah dokumen. Dari hasil pendalaman, ditemukan penyerahan uang dari para guru penerima tunjangan, untuk disetorkan kepada IR selaku Kepala Bidang PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

Kombes Endriadi menegaskan, para guru mengaku menyerahkan uang karena merasa tertekan. Mereka khawatir tunjangan tahap berikut tidak cair jika permintaan tak dipenuhi.

“Para guru merasa terpaksa menyerahkan sejumlah uang, karena ada kekhawatiran tidak menerima tunjangan khusus pada tahap selanjutnya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB AKBP Muhaemin, S.H., M.IK., mengungkap temuan lain dari hasil pemeriksaan saksi.

“Saudari IR menyiapkan dua rekening khusus, untuk menerima setoran dari guru penerima tunjangan daerah terpencil,” kata Muhaemin.

Penyidik masih terus mendalami aliran dana, serta membuka peluang adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara ini.

Redaksi ||