Media Dinamika Global

Rabu, 01 Juli 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Ketertiban Lingkungan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 2 Juli 2026 – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di sejumlah desa binaan pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan yang bertugas sebagai Babinsa mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong, saling membantu antarwarga, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.




Sementara itu, di Desa Kowo, Sertu Sahfundi mengimbau warga agar lebih aktif dalam membina dan mengawasi anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas. Menurutnya, berbagai persoalan yang melibatkan kalangan pelajar, seperti perkelahian antarsekolah maupun antarkampung, perlu dicegah melalui pendidikan karakter dan penanaman akhlak yang baik sejak dini. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran.

Di Desa Kele'o, Kecamatan Lambu, Serda Sanusi melaksanakan Komsos bersama warga dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, menghindari tindakan main hakim sendiri, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar terhindar dari minuman keras, narkoba, dan obat-obatan terlarang. Menurutnya, banyak konflik sosial maupun kecelakaan lalu lintas yang berawal dari penyalahgunaan minuman keras. Babinsa juga mengingatkan warga agar segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat yang berwenang.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Rai Oi. Babinsa bersama pemerintah desa melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan suasana desa yang aman serta nyaman. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan secara rutin, Koramil 1608-03/Sape berharap sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Refleksi Hari Jadi Kabupaten Bima: Antara Warisan Budaya Suku Mbojo dan Tantangan Politik Kontemporer

Alfariji Nato, (Ist/Surya)

Opini
 

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Dana Mbojo untuk tidak hanya mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial, budaya, dan politik yang berkembang saat ini. Di tengah berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana nilai-nilai budaya Mbojo masih menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan?

Hari Jadi Kabupaten Bima yang diperingati setiap tanggal 5 Juli merupakan tonggak sejarah penting yang menandai lahirnya pemerintahan Kesultanan Bima pada tahun 1640 M, ketika La Kai dinobatkan sebagai Sultan Abdul Kahir, sultan pertama Bima yang menerapkan sistem pemerintahan Islam. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi fondasi terbentuknya identitas masyarakat Mbojo yang menjunjung tinggi nilai agama, adat istiadat, persaudaraan, dan kehormatan.

Masyarakat Bima sejak dahulu dikenal memiliki falsafah hidup "Maja Labo Dahu" yang berarti malu dan takut melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama dan adat. Selain itu, terdapat pula nilai "Nggahi Rawi Pahu", yaitu keselarasan antara perkataan dan tindakan. Kedua nilai tersebut menjadi pedoman moral yang membentuk karakter masyarakat Mbojo dalam kehidupan sosial, budaya, maupun pemerintahan.

Namun, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru. Arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta dinamika politik modern telah membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap kehidupan masyarakat Bima. Sejumlah kalangan menilai bahwa budaya Mbojo saat ini menghadapi ancaman memudarnya nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi identitas daerah.

Fenomena tersebut terlihat dari semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan adat, hingga semakin terbatasnya ruang budaya dalam kehidupan publik. Tradisi-tradisi yang dahulu menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kini cenderung hanya tampil dalam acara seremonial tertentu dan belum sepenuhnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, kontestasi politik lokal dinilai semakin mendominasi ruang sosial masyarakat. Perbedaan pilihan politik sering kali menciptakan polarisasi yang berpotensi mengganggu hubungan kekeluargaan, persahabatan, dan solidaritas sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bima. Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa kepentingan politik praktis lebih menonjol dibandingkan upaya memperkuat budaya dan identitas daerah.

Kondisi ini menjadi ironi ketika nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur Mbojo mulai tergeser oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek. Padahal, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan ekonomi dan politik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya dan nilai-nilai sosial yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Bima, masyarakat diajak untuk kembali menempatkan budaya sebagai ruh pembangunan daerah. Pelestarian bahasa Mbojo, penguatan lembaga adat, revitalisasi nilai *Maja Labo Dahu* dan *Nggahi Rawi Pahu*, serta peningkatan peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya menjadi agenda penting yang perlu mendapat perhatian bersama.

Hari Jadi Kabupaten Bima hendaknya tidak hanya menjadi perayaan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali jati diri masyarakat Mbojo. Politik dan pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, sehingga kemajuan yang dicapai tidak menghilangkan akar sejarah dan identitas masyarakat Bima.

Sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dan peradaban yang kaya, Kabupaten Bima memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa warisan budaya leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Dengan demikian, semangat Hari Jadi Kabupaten Bima tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk membangun masa depan yang berlandaskan nilai, budaya, dan persatuan masyarakat Mbojo.

Pesan Reflektif

"Membangun Bima tidak cukup hanya dengan kekuatan politik dan pembangunan fisik. Bima membutuhkan penguatan identitas budaya, pelestarian nilai-nilai Mbojo, dan kepemimpinan yang berlandaskan Maja Labo Dahu serta Nggahi Rawi Pahu. Sebab daerah yang maju adalah daerah yang mampu menjaga sejarah, budaya, dan kehormatan masyarakatnya."

Selamat Hari Jadi Kabupaten Bima. Mari menjaga warisan budaya Mbojo sebagai jati diri Dana Mbojo untuk generasi hari ini dan masa depan.

Penulis: Alfariji Nato (Mantan Ketua IMBI Mataram)

Enam Pesan Presiden Prabowo kepada Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Hukum dengan Adil


Bogor, Media Dinamika Global - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus menjadi jati diri seorang polisi. Menurut Presiden, setiap anggota Polri harus hadir saat masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas untuk melindungi rakyat.

“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. 

Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Kepala Negara meminta seluruh personel Polri untuk berani membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah, serta tidak gentar menghadapi tekanan apa pun dalam menjalankan tugas.

“Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga mengingatkan Polri agar terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Menurut Presiden, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di masa kini maupun masa depan.

“Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh Polri seorang diri. Karena itu, sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh, serta seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat.

“Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah, bersama semua institusi pemerintah, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, bersama akademisi, bersama media, bersama pengusaha, bersama petani, nelayan, dan buruh, bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan. Presiden menegaskan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, sedangkan institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. Melalui kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, Polri diharapkan semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus pengawal utama stabilitas nasional.

Redaksi |

Pemilik Gudang Bantah Tuduhan Penimbunan BBM Subsidi, Tegaskan Lokasi Merupakan Gudang dan Bengkel Perbaikan Kendaraan


PEKANBARU – Menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya dugaan gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, pihak yang disebut dalam pemberitaan tersebut memberikan klarifikasi dan membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

UR, yang namanya disebut dalam pemberitaan, menegaskan bahwa bangunan yang dimaksud bukan merupakan gudang penimbunan BBM bersubsidi, melainkan gudang penyimpanan barang-barang loak serta tempat perbaikan kendaraan.

Menurutnya, aktivitas kendaraan yang keluar masuk lokasi merupakan hal yang wajar karena kendaraan tersebut sedang menjalani proses perbaikan maupun pengangkutan barang bekas, bukan untuk kegiatan pengisian, penimbunan, ataupun distribusi BBM bersubsidi sebagaimana yang diberitakan.

"Kami tegaskan bahwa tidak ada aktivitas penimbunan solar subsidi maupun gudang BBM di lokasi tersebut. Tempat itu adalah gudang loak dan lokasi perbaikan mobil," tegas UR.

Ia juga menyayangkan pemberitaan yang dinilai telah menggiring opini publik tanpa adanya pembuktian hukum maupun hasil pemeriksaan dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya tindak pidana.

Menurutnya, apabila terdapat dugaan pelanggaran, seharusnya hal tersebut dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat yang berwenang, bukan berdasarkan asumsi atau dugaan semata.

UR menyatakan siap bersikap kooperatif apabila aparat penegak hukum ingin melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Bahkan, ia mempersilakan pihak kepolisian maupun instansi terkait melakukan pemeriksaan agar masyarakat memperoleh informasi yang objektif.

"Kami terbuka apabila aparat ingin mengecek langsung ke lokasi. Jika memang ditemukan pelanggaran, tentu kami siap mengikuti proses hukum. Namun apabila tidak ada, kami berharap nama baik kami juga dipulihkan," ujarnya.

Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang diperoleh, belum terdapat pernyataan resmi maupun penetapan dari aparat penegak hukum yang menyatakan lokasi tersebut sebagai gudang penimbunan BBM bersubsidi ataupun menetapkan adanya pelanggaran hukum terkait tuduhan tersebut.

Pihak yang memberikan klarifikasi berharap masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum memiliki kepastian hukum serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada fakta dan putusan yang berkekuatan hukum.

Liburan Sekolah Penuh Inspirasi, Siswi SDN 1 Taliwang Jelajahi Wisata NTB hingga Bertemu Gubernur


MATARAM, Media Dinamika Global – Liburan sekolah tidak selalu identik dengan menghabiskan waktu di rumah atau bermain gawai. Bagi Felisia Zakira Nazafarin, siswi SDN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, masa liburan justru dimanfaatkan untuk belajar langsung mengenal kekayaan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada Sabtu (27/6/2026), Felisia bersama kakak-kakaknya melakukan perjalanan mengelilingi sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan tentang potensi wisata yang dimiliki daerahnya sendiri.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Lombok Wildlife Park. Di tempat ini, Felisia melihat secara langsung berbagai satwa dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Pengalaman berinteraksi dengan satwa menjadi momen yang sangat berkesan baginya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sirkuit Mandalika, salah satu ikon sport tourism Indonesia yang telah dikenal hingga tingkat internasional. 

Di kawasan tersebut, Felisia dapat menyaksikan secara langsung megahnya sirkuit yang selama ini hanya dilihat melalui televisi dan media sosial.

Tidak berhenti di sana, perjalanan edukatif tersebut juga membawanya ke Kota Mataram. Momen yang paling berkesan adalah ketika Felisia berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan dengan orang nomor satu di NTB itu menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan oleh siswi sekolah dasar tersebut.

Baginya, kesempatan bertemu pemimpin daerah merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Felisia mengaku sangat bersyukur dapat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat bersama kakak-kakaknya.

"Saya senang sekali dan bersyukur bisa keliling Lombok bersama kakak-kakak. Saya jadi tahu banyak tempat wisata yang indah di NTB. Yang paling membuat saya bahagia adalah bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur NTB. Ini menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan," ujar Felisia.

Menurutnya, perjalanan tersebut membuat dirinya semakin bangga menjadi bagian dari NTB yang memiliki banyak destinasi wisata menarik, mulai dari wisata alam, edukasi, hingga kawasan olahraga bertaraf internasional.

Sementara itu, kakak perempuan Felisia, Ferisya, mengatakan bahwa perjalanan tersebut memang sengaja dirancang sebagai liburan yang memiliki nilai edukasi.

Menurutnya, masa liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk mengajak anak-anak mengenal daerahnya sendiri agar tumbuh rasa cinta terhadap potensi yang dimiliki NTB.

"Kami ingin mengisi liburan dengan sesuatu yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga mengenalkan adik kami tentang destinasi wisata, kekayaan alam, dan berbagai ikon kebanggaan NTB. Harapannya, anak-anak semakin mencintai daerahnya dan termotivasi untuk ikut menjaga serta mempromosikan pariwisata NTB," kata Ferisya.

Ia menambahkan, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Menurutnya, mengenalkan anak pada destinasi wisata lokal merupakan bagian dari pendidikan karakter agar mereka lebih mengenal sejarah, budaya, lingkungan, dan potensi daerah sendiri.

Liburan edukatif seperti yang dilakukan Felisia menjadi contoh bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara positif. Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut juga mampu menumbuhkan rasa syukur, kecintaan terhadap daerah, serta memperluas wawasan anak-anak sejak dini.

Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki beragam destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, hingga wisata edukasi yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Dengan mengenal daerahnya secara langsung, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap identitas daerah sekaligus siap menjadi duta wisata di masa depan.

Perjalanan Felisia Zakira Nazafarin menjadi pengingat bahwa liburan sekolah bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan emas untuk belajar di luar kelas.

Melalui eksplorasi pariwisata NTB, setiap perjalanan dapat menjadi pengalaman berharga yang menginspirasi, menumbuhkan rasa cinta tanah kelahiran, serta memotivasi anak-anak untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red).

Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati SBD Sampaikan Amanat Presiden: POLRI Harus Responsif dan Berorientasi pada Masyarakat


TAMBOLAKA, Media Dinamika Global.id. – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat di lapangan Markas Komando (Mako) Polres SBD pada Selasa (1/7/2026).

Peringatan HUT POLRI tahun 2026 ini mengusung tema besar "80 Tahun Mengabdi, POLRI untuk Masyarakat". Tema ini menegaskan kembali komitmen institusi kepolisian untuk menempatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai muara dari seluruh roda pengabdiannya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati, Dominikus Alphawan R. Kaka, SP., Kapolres SBD beserta seluruh jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para purnawirawan POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Bupati Ratu Ngadu B. Wulla,ST menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 mengandung arti mendalam mengenai jati diri POLRI. Seluruh perjalanan pengabdian kepolisian harus bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Fokus utama pelayanan POLRI saat ini dan ke depan adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Bupati Ratu Wulla saat membacakan amanat Presiden.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan bahwa tantangan tugas POLRI ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensi, POLRI juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh sebagai wujud nyata pelayanan publik, terlebih dengan telah disahkannya Undang-Undang POLRI yang baru.

Menghadapi tantangan yang kian dinamis, Presiden melalui Bupati menekankan lima poin penting yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran POLRI dalam mempersiapkan diri ke depan:

1. Perkuat reformasi kelembagaan POLRI.

2. Tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

3. Perkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kompleksitas ancaman.

4. Tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis dan dinamis.

5. Penguatan legitimasi institusi POLRI di mata publik.

Mengakhiri amanatnya, Bupati Ratu Wulla mengingatkan bahwa tugas pokok POLRI bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, melainkan juga menjaga kepercayaan publik.

POLRI diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif, dengan selalu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri yang utama.(Sekjend MDG)


Pelayanan Tertib dan Ramah, Panitia Pasar Malam Bintang Andalas di Desa Sumi Tuai Apresiasi Pengunjung


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global id– Pelayanan panitia penyelenggara Pasar Malam Bintang Andalas yang berlangsung di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, mendapat apresiasi dari para pengunjung. Mereka menilai pelayanan yang diberikan panitia berjalan tertib, ramah, dan mampu menciptakan suasana yang aman serta nyaman selama kegiatan berlangsung.(Rabu.01 Juli 2026)

Sejak memasuki kawasan pasar malam, pengunjung disambut dengan sistem pelayanan yang tertata. Panitia melakukan pengaturan di pintu masuk, area parkir kendaraan, hingga proses pembelian dan pemeriksaan karcis secara teratur. Pengelolaan tersebut dinilai mampu memperlancar arus keluar-masuk pengunjung sehingga aktivitas di dalam area pasar malam berlangsung dengan tertib.





Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, panitia juga secara aktif mengimbau pengunjung agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Masyarakat diingatkan untuk tidak membawa senjata tajam maupun minuman beralkohol ke dalam kawasan pasar malam guna menjaga situasi tetap kondusif.

Upaya pengamanan juga diperkuat melalui sinergi berbagai unsur. Personel dari Polsek Lambu, Koramil 1608-03/Sape, Satpol PP, serta Pemerintah Desa Sumi tampak berjaga di pintu masuk utama dan sejumlah titik strategis untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pengunjung serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kolaborasi antara panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan Pemerintah Desa Sumi dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pasar malam yang aman, tertib, dan kondusif. Sejumlah pengunjung berharap kualitas pelayanan serta sistem pengamanan yang telah diterapkan dapat terus dipertahankan hingga berakhirnya penyelenggaraan Pasar Malam Bintang Andalas.(Team.MDG.03)

Malam Kelima, Pasar Malam Bintang Andalas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Diserbu Ribuan Pengunjung


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id
– Memasuki malam kelima penyelenggaraan, Pasar Malam Bintang Andalas yang berlokasi di Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dipadati ribuan pengunjung, Rabu (1/7/2026) malam.

Antusiasme masyarakat yang datang dari Kecamatan Lambu, Kecamatan Sape, hingga sejumlah wilayah lainnya terlihat semakin tinggi sejak pasar malam tersebut resmi dibuka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 orang. Keramaian tampak memenuhi area wahana permainan, stan kuliner, hingga panggung hiburan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Koordinator Umum Area Parkir Pasar Malam Bintang Andalas, Askardin, S.Pd,Saat di Wawancarai oleh awak media ini"mengatakan tingginya jumlah pengunjung setiap malam menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap hiburan rakyat yang digelar di Desa Sumi.

"Alhamdulillah, setiap malam pengunjung terus bertambah. Malam ini diperkirakan lebih dari lima ribu orang hadir menikmati berbagai wahana dan hiburan yang tersedia," ujarnya kepada awak media.

Menurut Askardin, Pasar Malam Bintang Andalas dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Selama pelaksanaannya, masyarakat dapat menikmati berbagai wahana permainan, aneka kuliner, serta hiburan musik yang menampilkan penyanyi-penyanyi terbaik dari Kabupaten Bima dan Kota Bima.





Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, pasar malam ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Ramainya pengunjung membuat aktivitas para pedagang dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi mengalami peningkatan.

Dengan tingginya minat masyarakat yang terus berdatangan setiap malam, Pasar Malam Bintang Andalas diharapkan mampu menjadi salah satu agenda hiburan rakyat yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat kebersamaan warga di Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Polres Bima Kota Borong Prestasi di Polda NTB, Raih Juara 1 Ketahanan Pangan hingga Juara Lomba Siskamling


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- Polres Bima Kota kembali menorehkan prestasi membanggakan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Dalam ajang perlombaan tingkat Polda NTB, Polres Bima Kota berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi yang diserahkan pada Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WITA di Lapangan Baradaksa Polda NTB.

Penerimaan piagam penghargaan tersebut dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Bima Kota IPTU Agus Supriyanto, Kanit Binkamsa AIPTU Mulyadin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rabangodu Utara AIPDA Muslim, S.H., bersama Ketua Satkamling Desa Pesa, Kecamatan Wawo, yang menerima penghargaan mewakili Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Polres Bima Kota, Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa Polres Bima Kota berhasil meraih tiga penghargaan pada lomba yang diselenggarakan Polda NTB dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80.

Polres Bima Kota berhasil meraih Juara 1 Lomba Ketahanan Pangan kategori lahan luas produktivitas jagung, Juara 2 Lomba Siskamling, serta Juara 3 Lomba Tiga Pilar tingkat Polda NTB. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Bima Kota dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, mengoptimalkan pemberdayaan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), serta memperkuat sinergitas Tiga Pilar yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah kelurahan/desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keberhasilan meraih Juara 1 pada kategori Ketahanan Pangan menunjukkan komitmen Polres Bima Kota dalam mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya jagung yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, prestasi pada Lomba Siskamling dan Lomba Tiga Pilar menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Bima Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, Bhabinkamtibmas, Satkamling, serta masyarakat yang telah berkontribusi sehingga Polres Bima Kota mampu mengharumkan nama institusi di tingkat Polda NTB.(Sekjend MDG)

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 1 Juli 2026 – Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Rabu (1/7/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 Wita ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan kondisi di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, serta lima orang warga masyarakat. Sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga dan lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan personel Koramil menuju Desa Naru pada pukul 20.10 Wita. Lima menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap kondusif.



Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, terutama yang dipicu oleh konsumsi minuman keras dan ketidakmampuan mengendalikan emosi.

Selain itu, masyarakat, khususnya kalangan pemuda, diingatkan untuk tidak melakukan aksi ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan, personel Koramil melanjutkan pemantauan di desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan patroli berakhir pada pukul 21.15 Wita.

Secara keseluruhan, kegiatan Patroli Siskamling berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan terus terjalin demi menciptakan situasi wilayah yang aman dan nyaman.(Team.MDG.03)