Media Dinamika Global

Sabtu, 09 Mei 2026

Gaji PW di Kabupaten Bima Dibayar Bulan Ini, BPKAD Pastikan Anggaran Sudah Dialokasikan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Gaji PW di Kabupaten Bima Dibayar Bulan Ini, BPKAD Pastikan Anggaran Sudah Dialokasikan. Skema Penggajian PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bima, BPKAD Pastikan Anggaran Sudah Dialokasikan Skema Penggajian PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bima, BPKAD Pastikan Anggaran Sudah Dialokasikan

Kepala BPKAD Aries Munandar mengatakan bahwa Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bima memastikan anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu telah tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dan akan dibayar pada Bulan ini. 

Kepastian ini disampaikan menyusul keterlambatan pencairan gaji yang belakangan dikeluhkan sejumlah PPPK Paruh Waktu. BPKAD Kabupaten Bima menegaskan, kendala yang terjadi bukan disebabkan ketiadaan anggaran, melainkan proses administrasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). 

Kepala BPKAD Kabupaten Bima, Aries Munandar, menegaskan bahwa tidak ada persoalan terkait kemampuan keuangan daerah. “Bukan tidak ada uang pada APBD. Anggarannya sudah tersedia. Tidak ada istilah gagal bayar, ini hanya soal tahapan administrasi,” ujar Aries, Rabu (6/5/2026). 

Ia mengungkapkan, total anggaran yang disiapkan untuk pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu mencapai sekitar Rp63 miliar Untuk Gaji PW sebanyak 14.077 itu. 

Pencairan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pembayaran untuk dua bulan terlebih dahulu. 

Menurutnya, hambatan utama pencairan berada pada proses penyesuaian data dan dokumen di masing-masing OPD. Ditemukan adanya perbedaan antara jumlah pegawai yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan hasil rekrutmen terbaru.

“Misalnya di DPA suatu dinas tercatat 800 orang, tetapi hasil rekrutmen berbeda. Selisih itu harus diselaraskan melalui mekanisme pergeseran anggaran,” jelasnya. (Team)

Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Kab Bima Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Salah satu Tokoh Politik Mochamad Yahdi,SH.MH: Sebaiknya Setda Undur Diri, Banyak Orang Datang Hanya Saat Mereka Membutuhkan. Tidak semua hubungan lahir karena ketulusan melainkan atas segala kepentingan.

Politik semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena ada sesuatu yang bisa mereka ambil. Bisa perhatianmu, bantuanmu, koneksimu, waktumu, atau sekadar kenyamanan emosional yang kamu berikan.

Ironisnya, hubungan seperti ini sering terlihat sangat dekat di awal. Mereka sering menghubungi, sering hadir, dan membuatmu merasa dibutuhkan. Tetapi pola aslinya mulai terlihat ketika keadaan berubah. Saat kamu tidak lagi bisa memberi apa yang mereka inginkan, perlahan mereka menjauh tanpa rasa bersalah.

Ada teman yang hanya menghubungi saat butuh bantuan. Ada yang tiba tiba dekat ketika hidupnya sedang kacau, tetapi menghilang saat semuanya kembali baik. Ada juga yang terus menjadikanmu tempat bercerita, tetapi tidak pernah benar benar hadir saat kamu yang sedang jatuh.

Masalahnya, manusia punya kebutuhan untuk merasa dibutuhkan. Karena itu banyak orang bertahan dalam hubungan yang tidak seimbang hanya karena takut kehilangan kedekatan sosial. Padahal tidak semua kehadiran berarti kepedulian.

Inilah alasan kenapa banyak hubungan pertemanan sebenarnya dibangun lebih atas kebutuhan daripada ketulusan.

1. Banyak Hubungan Sosial  Politik Bersifat Transaksional Atau Balas Jasa dengan Kontribusi Kemenangan 

Ini kenyataan yang jarang diakui secara jujur. Banyak hubungan bertahan karena ada timbal balik tertentu. Selama seseorang masih memberi manfaat emosional atau praktis, hubungan terasa hangat.

Tetapi ketika manfaat itu hilang, hubungan juga perlahan memudar. Karena sebagian orang sebenarnya tidak terikat dengan dirimu, melainkan dengan apa yang bisa mereka dapatkan darimu. Dan semakin dewasa, pola ini semakin mudah terlihat.

2. Orang yang Kalah Sudah Rahasia Umum Kesepian Sering Datang Saat Hidupnya Sedang Berat

Ada orang yang tiba tiba sangat dekat saat dirinya sedang hancur. Mereka butuh tempat bercerita, butuh didengarkan, butuh ditemani.

Masalahnya, setelah hidupnya membaik, mereka perlahan pergi. Karena sebenarnya hubungan itu lebih banyak dibangun dari kebutuhan emosional sementara, bukan kepedulian yang tulus. Itulah kenapa beberapa orang hanya hadir ketika mereka membutuhkan tempat bersandar.

3. Banyak Orang Sedang Menyukai Manfaat Kehadiranmu, Bukan Dirimu Seutuhnya

Ada orang yang suka energimu karena kamu pendengar yang baik. Ada yang suka dekat denganmu karena kamu selalu membantu. Ada yang nyaman karena kamu sulit berkata tidak.

Tetapi ketika kamu mulai menjaga batas, mulai sibuk dengan hidup sendiri, atau tidak lagi selalu tersedia, sikap mereka berubah. Karena yang mereka nikmati bukan benar benar dirimu, melainkan kenyamanan yang mereka dapatkan dari keberadaanmu.

Kalau kamu suka pembahasan seperti ini tentang psikologi manusia, relasi sosial, dan sisi tersembunyi hubungan pertemanan yang jarang dibahas secara mendalam, kamu bisa ikut konten eksklusif Logika Filsuf. Banyak pembahasan yang lebih tajam dan lebih relevan dengan realitas hubungan manusia.

4. Orang yang Kerja Tulus Tetap Hadir Meski Tidak Sedang Membutuhkan Apa Apa

Perbedaan terbesar antara hubungan tulus dan hubungan penuh kepentingan terlihat saat tidak ada keuntungan yang bisa diambil.

Orang yang benar benar peduli tetap menghubungimu tanpa alasan khusus. Mereka tetap hadir meski kamu tidak sedang berguna bagi mereka. Karena hubungan yang sehat dibangun dari rasa peduli, bukan hanya kebutuhan sesaat.

5. Banyak Orang Tidak Sadar Bahwa Mereka Memanfaatkan Orang Lain

Ini yang menarik dalam psikologi sosial. Tidak semua orang sengaja menjadi manipulatif. Kadang mereka memang terbiasa menjadikan orang tertentu sebagai tempat pelarian emosional tanpa sadar bahwa hubungannya sangat sepihak.

Mereka terus datang saat butuh didengar, tetapi tidak pernah belajar hadir secara seimbang. Karena itu penting bagi seseorang untuk sadar kapan dirinya sedang membangun hubungan sehat dan kapan dirinya hanya dijadikan tempat persinggahan sementara.

6. Takut Kehilangan Pertemanan Membuat Banyak Orang Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Seimbang

Banyak orang sebenarnya sadar dirinya hanya dicari saat dibutuhkan. Tetapi mereka tetap bertahan karena takut kesepian.

Akibatnya mereka terus mengorbankan waktu, tenaga, dan emosinya demi mempertahankan hubungan yang sebenarnya menguras dirinya sendiri. Padahal hubungan yang sehat seharusnya tidak membuat satu pihak terus merasa dipakai tanpa pernah benar benar dihargai.

7. Kedewasaan Politik Membuatmu Lebih Selektif Memberi Energi pada Orang Lain

Semakin dewasa, seseorang mulai sadar bahwa energinya terbatas. Dia tidak bisa terus hadir untuk semua orang sambil mengabaikan dirinya sendiri.


Karena itu dia mulai memilih hubungan yang saling mendukung, bukan hanya hubungan yang datang saat butuh lalu menghilang saat keadaan membaik. Dan di fase ini, seseorang mulai memahami bahwa lebih baik punya sedikit hubungan yang tulus daripada banyak hubungan yang hanya aktif ketika ada kepentingan.

Banyak orang datang bukan karena benar benar peduli, tetapi karena mereka membutuhkan sesuatu dari dirimu. Dan memahami kenyataan ini bukan berarti menjadi sinis terhadap semua hubungan, tetapi supaya lebih bijak membedakan mana hubungan yang sehat dan mana yang hanya memanfaatkan kebaikanmu.

Menurutmu, apa tanda paling jelas bahwa seseorang hanya datang saat membutuhkan kita? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan share tulisan ini ke orang yang terlalu sering hadir untuk semua orang, tetapi jarang benar benar dihargai saat dirinya yang membutuhkan bantuan.

@sorotan

Tekan Pentingnya Keamanan Wilayah, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Gelar Patroli Cipkon


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sabtu, (09/05/26)

Maka dalam hal ini, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Babinsa Kelurahan Jati Baru Serma Mustamin memimpin apel pengecekan personil dengan dihadiri oleh 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran kegiatan patroli adalah, 

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Babinsa Kelurahan Jati Baru Serma Mustamin bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 21.20 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.30 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,48 wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG).

Dari Bima ke Kupang, Pratu Farhan Sabet Mendali Emas di Muaythai NTT Fight 2026

Pratu Farhan, sukses meraih medali emas di ajang bergengsi
Muaythai NTT Fight 2026, (Ist/Surya Ghempar)

Kupang, Media Dinamika Global – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga bela diri. Seorang anggota TNI Angkatan Darat asal Bima, Pratu Farhan, sukses meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai atlet terbaik putra dalam ajang bergengsi Muaythai NTT Fight 2026 yang digelar di Gelanggang Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Event bergengsi yang mengusung semangat “Kupang Muaythai Camp” tersebut menjadi panggung bagi atlet-atlet Muaythai resmi di bawah naungan Muaythai NTT. Kompetisi ini menjadi sorotan publik karena menghadirkan pertarungan sengit dari para petarung terbaik di wilayah NTT dan sekitarnya.

Pratu Farhan tampil luar biasa setelah berhasil menumbangkan lawannya, Alfred Lomirihi, dalam duel final yang berlangsung penuh tensi tinggi. Kemenangan tersebut mengantarkan dirinya meraih medali emas sekaligus penghargaan prestisius sebagai atlet terbaik putra tahun 2026.

Prestasi gemilang itu sontak membuat keluarga besar Farhan di Bima dipenuhi rasa haru dan bangga.

Orang tua Farhan, Junaid Caputra, mengaku sangat terharu melihat putranya mampu mengharumkan nama keluarga dan daerah melalui dunia olahraga bela diri.

“Penghargaan itu adalah hasil kerja keras, disiplin, dan kemampuan yang selama ini ia tekuni di bidang olahraga. Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga,” ujarnya usai menyaksikan pertandingan secara langsung melalui live streaming akun TikTok "naks_soe", Sabtu (9/5/2026).

Senada dengan itu, paman Farhan, Subagio, juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar para pelatih dan dukungan institusi tempat Farhan bertugas.

“Prestasi ini diraih berkat dukungan dari para pelatih yang terus membimbing Farhan, serta dukungan penuh dari jajaran satuan tempat ia bertugas. Kami sekeluarga sangat bangga,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh kepada Farhan, khususnya kepada Dandim Yonarhanud 9/AJW beserta jajaran.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Dandim Yonarhanud 9/AJW beserta jajaran, para pelatih, sahabat, teman dekat, dan semua pihak yang telah mendukung ananda Farhan hingga meraih prestasi ini,” tuturnya penuh haru.

Keberhasilan Pratu Farhan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Bima dan Nusa Tenggara, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi, prestasi besar bisa diraih, bahkan di tengah tugas sebagai abdi negara.

Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi institusi TNI AD, keluarga, dan masyarakat Bima secara keseluruhan.

Redaksi | Surya Ghempar.

Kades Sambik Elen Klarifikasi Soal Sengketa Lahan: “Surat Garap Berdasarkan Kesepakatan Warga, Bukan Milik Pribadi”

Kades dan Warga di lokasi lahan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Katur akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan praktik mafia tanah yang menyeret nama pemerintah desa dalam persoalan sengketa lahan yang kini ramai diperbincangkan publik.

Menanggapi berbagai tudingan yang berkembang, Kades menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah secara sepihak menguasai, memperjualbelikan, maupun menggadaikan lahan milik warga.

Menurutnya, surat garap yang diterbitkan desa merupakan hasil kesepakatan antara masyarakat Desa Sambik Elen sendiri dan bukan atas dasar klaim hak milik pribadi pihak tertentu, termasuk bukan atas nama Baiq Farihin sebagaimana isu yang beredar.

“Surat garap diterbitkan oleh Kades sesuai kesepakatan pemilik warga Desa Sambik Elen sendiri, bukan atas hak milik Baiq Farihin,” jelas Kepala Desa saat memberikan klarifikasi kepada Media Dinamika Global. Sabtu, (9/5/6).

Ia juga menjelaskan bahwa surat garap tersebut ditandatangani langsung olehnya sebagai kepala desa, namun hal itu dilakukan atas dasar permintaan masyarakat dan bukan sebagai bentuk penguasaan desa atas lahan tersebut.

“Surat garap ditandatangani oleh saya sendiri atas permintaan dari masyarakat,” tegasnya.

Terkait dugaan adanya pembayaran dari warga sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta sebagai biaya awal untuk menguasai lahan, Kepala Desa mengaku tidak mengetahui adanya praktik tersebut.

“Saya tidak mengetahui praktik tersebut,” ujarnya singkat.

Begitu pula soal isu adanya praktik gadai maupun penyewaan lahan dengan nilai fantastis mencapai Rp30 juta hingga Rp60 juta, Kades Sambik Elen menegaskan dirinya belum pernah mendengar adanya transaksi seperti itu.

“Saya belum pernah dengar soal itu,” katanya.

Mengenai dugaan adanya oknum pemerintah desa yang mengarahkan warga untuk masuk, menduduki, dan menggarap lahan yang disengketakan, ia membantah tudingan tersebut. Menurutnya, warga menggarap lahan atas dasar kesepakatan langsung antara pemilik lahan dan penggarap.

“Warga menggarap atas dasar kesepakatan antara pemilik lahan dan penggarap,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya praktik jual beli, gadai, maupun penyewaan lahan milik orang lain melalui jalur desa.

“Saya tidak mengetahui hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pertanyaan bagaimana sebagian lahan yang awalnya hanya berbekal surat garap dan surat gadai bisa berubah menjadi sertifikat resmi, Kepala Desa meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pemilik lahan yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) maupun dokumen resmi lainnya.

“Hal tersebut silakan tanyakan langsung ke pemilik lahan sesuai SHM atau surat-surat yang mereka miliki. Terima kasih,” pungkasnya.

Redaksi |

Kemanunggalan TNI-Rakyat Nyata, Dandim 1607 Apresiasi Semangat Pembangunan Jembatan Garuda


Alas Barat, Sumbawa. Media Dinamika Global.id. Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terus ditunjukkan Anggota Kodim 1607/Sumbawa bersama prajurit Yonif TP 835/SYB, personel Subdenzibang, serta warga Desa Gontar dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Gontar, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Sabtu, (09/05/26)

Kekompakan TNI dan masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan gotong royong pengecoran pondasi tepi jauh jembatan gantung yang hingga saat ini progres pengerjaannya telah mencapai 40 persen. Dengan penuh semangat, para personel bersama warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan demi mempercepat terwujudnya akses penghubung yang aman dan layak bagi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., mengapresiasi semangat para personel dan warga yang tidak surut. Mereka terus bekerja dengan penuh dedikasi, mulai dari pengangkutan material, penyusunan rangka, hingga proses pengecoran pondasi yang menjadi bagian penting dalam konstruksi jembatan.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membantu percepatan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga."ujarnya".

Masyarakat Desa Gontar menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena nantinya akan mempermudah aktivitas warga, memperlancar akses transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas. (Tim MDG/Pendim Sumbawa).

Diduga Bekingi Bandar dan Terima Setoran, Kapolres Bima Didesak Segera Copot Kanit Narkoba

Ilustrasi, (AI)

Mataram, Media Dinamika Global – Institusi Polres Bima kembali diterpa sorotan tajam publik setelah mencuat dugaan serius terhadap seorang oknum anggota polisi yang kini menjabat sebagai Kanit Narkoba berinisial U. Oknum tersebut diduga tidak hanya membekingi peredaran narkoba, tetapi juga menerima setoran rutin dari salah satu bandar besar di wilayah Kabupaten Bima.

Dugaan ini memantik reaksi keras dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum PKC PMII Bali Nusra, Sahrul Ramdan, S.H. Ia menilai kondisi tersebut sebagai tamparan keras bagi institusi kepolisian, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika yang selama ini terus digaungkan.

“Ironis sekali jika orang yang seharusnya menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba justru diduga bermain mata dengan bandar. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tetapi pengkhianatan terhadap tugas dan kepercayaan masyarakat,” tegas Sahrul saat diwawancarai awak media di salah satu kedai di Kota Mataram, Jumat (8/5/26).

Menurutnya, sekitar tahun 2020–2021, oknum Kanit tersebut sebelumnya pernah diperiksa oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan bahkan dimutasi karena diduga bermasalah.

“Kalau benar, ini sangat memalukan dan mencederai marwah institusi,” ujarnya.

Sahrul menegaskan, sosok dengan rekam jejak seperti itu tidak layak menduduki jabatan strategis sebagai Kanit Narkoba yang baru. Ia menyebut, pemberantasan narkoba tidak akan pernah maksimal jika orang yang memimpin justru diduga menjadi bagian dari lingkaran peredaran narkoba.

“Bagaimana mungkin perang terhadap narkoba bisa dimenangkan kalau komandannya sendiri diduga bermain di belakang layar? Ini sama saja menyerahkan benteng pertahanan kepada musuh,” katanya tajam.

Ia pun mendesak Kapolres Bima agar tidak bersikap pasif dan segera mengambil langkah tegas dengan mencopot oknum tersebut dari jabatannya, sekaligus membuka proses pemeriksaan secara transparan.

“Kapolres harus berani bersih-bersih internal. Jangan sampai institusi kepolisian dijadikan tameng oleh oknum yang justru menikmati hasil dari bisnis haram narkoba. Ini soal integritas, ini soal marwah institusi,” lanjutnya.

Menurut Sahrul, jabatan Kanit Narkoba baru ini seharusnya diisi oleh figur yang bersih, profesional, dan benar-benar memiliki komitmen dalam memerangi narkotika, bukan oleh mereka yang justru dibayangi dugaan gelap.

Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak ada tindakan nyata dari pimpinan, maka kepercayaan publik terhadap Polres Bima akan semakin runtuh. Dugaan semacam ini, kata dia, bisa menjadi bom waktu yang merusak legitimasi penegakan hukum di tengah masyarakat.

“Kami menunggu keberanian Kapolres Bima. Jika dibiarkan, masyarakat akan menilai bahwa ada pembiaran. Transparansi dan ketegasan adalah ujian sesungguhnya dalam perang melawan narkoba,” pungkasnya.

Kapolres Kabupaten Bima belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui via WhatsAppnya. Sabtu, (9/5/26). Hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Wakapolda Sumbar Tinjau Langsung Uji CAT Akademik Taruna Akpol 2026, Biro SDM Pastikan Seleksi Transparan dan Profesional

 


Padang – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Sumatera Barat kembali melaksanakan tahapan seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 secara transparan dan profesional.

Pada Sabtu (9/5/2026), pelaksanaan Uji Computer Assisted Test (CAT) Akademik hari kedua dengan mata ujian Penalaran Numerik dan Bahasa Indonesia digelar di Gedung Microteaching Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Padang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar selaku Wakil Ketua Panda, didampingi jajaran Biro SDM Polda Sumatera Barat sebagai panitia pelaksana penerimaan terpadu Taruna/i Akpol T.A. 2026.

Kabiro SDM Polda Sumbar selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai prosedur dan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Pelaksanaan ujian berbasis CAT juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjamin objektivitas serta transparansi penilaian terhadap seluruh peserta.

“Seluruh proses berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Sistem CAT yang digunakan memastikan proses seleksi berlangsung objektif dan profesional,” ujar pihak panitia pelaksana.

Dalam pelaksanaannya, para peserta terlebih dahulu mengikuti proses registrasi, pemeriksaan badan menggunakan metal detector, pengundian nomor kursi, hingga pengarahan dari panitia pusat melalui zoom meeting sebelum memasuki ruang ujian.

Selain diawasi internal dari Itwasda dan Bidpropam, pelaksanaan seleksi juga melibatkan pengawas eksternal dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk pengawasan independen guna menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri.

Sebanyak 86 peserta calon Taruna/i Akpol mengikuti tahapan ujian CAT akademik hari kedua tersebut. Hasil ujian nantinya akan menjadi salah satu dasar penentuan kelulusan peserta menuju tahapan seleksi berikutnya yang telah ditetapkan oleh panitia pusat.

Melalui pelaksanaan seleksi yang terbuka dan profesional ini, Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan era digital menuju Society 5.0. (Why)

Tingkatkan Respons Cepat di Lapangan, Brimob Riau Gelar Latihan Khusus Hewan Berbisa

 


Pekanbaru – Satuan Brimob Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel melalui kegiatan SAR Pengendalian Hewan Berbisa yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Satuan Brimob Polda Riau, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Riau, I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., serta turut dihadiri Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Rivana Wahdi, S.H., 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menghadirkan pelatih profesional dari luar yang memiliki pengalaman dan keahlian khusus dalam penanganan hewan berbisa.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel Brimob dalam menangani hewan berbisa yang berpotensi membahayakan masyarakat. Personel dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali jenis hewan berbisa, teknik penanganan yang aman, hingga prosedur evakuasi secara cepat dan tepat di lapangan.

Dengan pendampingan pelatih profesional, personel mendapatkan pemahaman serta praktik langsung terkait teknik pengendalian hewan berbisa yang aman dan efektif, sehingga kemampuan personel semakin terasah dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan personel Brimob Riau dalam menghadapi berbagai situasi darurat serta mendukung tugas-tugas kemanusiaan di wilayah hukum Polda Riau.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Ketut menyampaikan bahwa kemampuan pengendalian hewan berbisa sangat penting dimiliki personel, terutama saat memberikan bantuan kepada masyarakat di situasi tertentu.

“Melalui latihan ini, diharapkan seluruh personel semakin sigap, profesional, dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Dengan adanya latihan rutin seperti ini, Satuan Brimob Polda Riau terus berupaya menjaga kesiapan personel agar selalu responsif, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

Sekretaris PPP NTB Ajak Kader Tetap Solid dan Jaga Situasi Yang Kondusif di Tengah Dinamika Internal Partai

Sekretaris PPP NTB Siti Ari, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Menyikapi dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sekretaris PPP Provinsi Nusa Tenggara Barat Siti Ari, mengajak seluruh kader PPP di NTB untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta kekompakan, tidak menyampaikan statemen yang kontra produktif dan provokatif yang dapat merugikan partai.

Menurutnya, dinamika tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kader di daerah untuk terpecah ataupun saling berseberangan. Justru, seluruh elemen partai harus menunjukkan kedewasaan politik dengan tetap fokus menjaga stabilitas organisasi demi kondusivitas daerah.

“Saat ini kami DPW PPP NTB Sedang fokus menyelesaikan Muscab di tingkat Kabupaten/ Kota, untuk itu seluruh Kader PPP di NTB harus tetap solid, adapun dinamika dalam pelaksanaan muscab di beberapa kabupaten / kota merupakan bagian dari demokrasi yang harus di hormati, Kita harus tetap menjaga kebersamaan dan mengedepankan kepentingan masyarakat demi pengembangan partai ” ujar Siti Ari di Mataram pada awak media ini. Jum'at, (8/5/26).

Ia juga menegaskan pentingnya seluruh kader menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di tengah berbagai isu politik yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kader PPP harus menjadi contoh dalam menjaga suasana yang damai, sejuk, dan penuh rasa persaudaraan. Perbedaan pandangan dalam politik merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi, kata dia, namun hal. tersebut harus disikapi secara bijak tanpa memperbesar  konflik yang dapat merugikan partai. 

“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjaga Kamtibmas. Politik harus menjadi sarana membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.

Ia berharap seluruh kader di NTB tetap fokus menjalankan kegiatan positif  yang bertujuan untuk pengembangan partai, memperkuat konsolidasi internal, dan hadir di tengah masyarakat dengan solusi, bukan polemik.

Redaksi |