Media Dinamika Global

Jumat, 15 Mei 2026

Dodo Rinti di Pusaran 164 Ribu Rakyat Sumbawa Miskin Ekstrem


Mataram, Media Dinamika Global – Rencana ekspansi operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ke wilayah tambang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, mulai menuai gelombang kritik keras. Di tengah berakhirnya operasi tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sejumlah kalangan menilai perpindahan aktivitas pertambangan tersebut berpotensi memindahkan persoalan lama ke tanah Samawa jika tidak disertai pembenahan total terhadap tata kelola perusahaan.

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (EW LMND NTB), Afdhol Ilhamsyah, melontarkan peringatan dini terhadap PT AMNT agar tidak mengulangi berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga ketenagakerjaan yang selama ini menjadi catatan hitam operasi tambang di Batu Hijau.

“Dodo Rinti jangan sampai menjadi korban eksploitasi berikutnya. Jangan sampai kekayaan alam Sumbawa hanya dikeruk habis-habisan sementara masyarakat lokal tetap hidup dalam kemiskinan,” tegas Afdhol dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, masuknya investasi tambang skala besar harus mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun fakta sosial di Kabupaten Sumbawa justru memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan konsolidasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akhir tahun 2025, tercatat lebih dari 164 ribu jiwa masyarakat Sumbawa masih berada dalam kategori miskin ekstrem, sementara sekitar 41 ribu jiwa lainnya masuk kategori rentan miskin.

“Ini alarm keras. Jangan sampai emas dan tembaga di Dodo Rinti menjadi simbol kemewahan korporasi di atas penderitaan rakyat,” ujarnya.

LMND NTB menilai kondisi tersebut menjadi ironi besar di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Sumbawa. Afdhol bahkan menyinggung pengalaman di KSB, di mana keberadaan industri tambang raksasa belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Selain menyoroti persoalan kemiskinan, LMND NTB juga mengkritik tajam pola penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AMNT yang dinilai hanya bersifat karitatif dan jangka pendek.

“Kami menolak CSR yang hanya dijadikan alat meredam gejolak sosial. Bantuan sesaat tanpa pemberdayaan hanya akan melanggengkan ketergantungan masyarakat,” kata Afdhol.

LMND NTB mendesak agar dana CSR dan PPM diarahkan untuk membangun ekonomi kolektif masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, kelompok usaha bersama sektor pertanian, peternakan, hingga maritim lokal. Menurut mereka, perusahaan harus menjadi mitra strategis sekaligus penyerap hasil produksi masyarakat agar ekonomi lokal dapat tumbuh secara mandiri bahkan setelah tambang berhenti beroperasi.

Di sektor ketenagakerjaan, kritik keras juga diarahkan terhadap sistem perekrutan tenaga kerja yang selama ini dianggap sarat persoalan. Praktik blacklisting terhadap buruh lokal yang kritis, lemahnya perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga dominasi pekerja luar daerah dalam posisi strategis menjadi sorotan tajam.

“Buruh lokal jangan hanya dijadikan penonton dan pekerja kasar di tanah sendiri. Sistem rekrutmen melalui subkontraktor yang tidak transparan harus dihentikan,” tegasnya.

LMND NTB meminta agar perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui satu pintu resmi yang diawasi langsung oleh pemerintah daerah demi menjamin hak masyarakat lokal memperoleh pekerjaan yang layak.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Aktivitas pembuangan limbah tailing melalui metode Submarine Tailings Disposal (STD) di perairan Teluk Benete selama ini dinilai menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran terhadap dampak ekologis jangka panjang.

“Sistem pembuangan limbah laut yang memicu polemik di KSB tidak boleh kembali terjadi di Dodo Rinti. PT AMNT wajib menerapkan teknologi pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Afdhol.

LMND NTB juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan terbaru, termasuk kewajiban reklamasi dan pascatambang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025.

Atas berbagai persoalan tersebut, LMND NTB mendesak pemerintah pusat dan manajemen PT AMNT segera mengambil langkah konkret sebelum aktivitas tambang dimulai secara penuh di Dodo Rinti. Mereka meminta adanya pakta integritas publik, alokasi minimal 40 persen dana CSR untuk ekonomi kolektif masyarakat, prioritas 70 persen tenaga kerja lokal Sumbawa, hingga audit investigatif independen terhadap dokumen lingkungan perusahaan.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Jangan sampai luka ekologis, diskriminasi ketenagakerjaan, dan kemiskinan struktural yang terjadi di Batu Hijau dipindahkan begitu saja ke Dodo Rinti,” tutup Afdhol Ilhamsyah.

Redaksi |

PRIMA NTB Apresiasi Sikap Politik Gubernur Tolak Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani


Mataram, Media Dinamika Global – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) NTB memberikan apresiasi terhadap sikap politik Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, yang menolak rencana pembangunan proyek kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. Sikap tersebut dinilai bukan sekadar keputusan administratif pemerintahan, melainkan bentuk keberpihakan terhadap perlindungan sosial, budaya, ekologis, dan ekonomi masyarakat lokal.

Wakil Ketua DPW PRIMA NTB, Fikrin, S.Sos, menegaskan bahwa penolakan proyek kereta gantung merupakan langkah strategis untuk menjaga arah pembangunan NTB agar tidak semata-mata berorientasi pada investasi dan industrialisasi pariwisata.

“Keputusan Gubernur NTB menolak pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani menunjukkan keberanian politik dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta budaya masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurut Fikrin, proyek kereta gantung yang selama ini dipromosikan sebagai simbol modernisasi pariwisata justru menyimpan potensi persoalan serius jika tidak dikaji secara menyeluruh. Dari sisi sosial, ia menilai proyek tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi di sektor pariwisata karena keuntungan besar lebih banyak dinikmati investor dan pemilik modal eksternal, sementara masyarakat lokal hanya menjadi pelengkap industri wisata.

“Masyarakat sekitar Rinjani selama ini hidup dengan relasi yang kuat terhadap kawasan pegunungan sebagai sumber air, ruang pertanian, ruang spiritual, dan sumber penghidupan tradisional. Jika pembangunan dilakukan secara industrialistik, masyarakat bisa kehilangan kontrol atas ruang hidup mereka sendiri,” katanya.

Selain itu, PRIMA NTB juga menyoroti aspek budaya yang melekat pada kawasan Gunung Rinjani. Bagi masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang sakral yang memiliki nilai spiritual, historis, dan kosmologis.

“Pembangunan kereta gantung berpotensi mengubah hubungan masyarakat dengan gunung dari relasi penghormatan menjadi relasi konsumtif. Gunung akan dipandang hanya sebagai komoditas wisata demi kepentingan pasar,” jelasnya.

Dari perspektif ekologis, PRIMA NTB menilai kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan ekosistem pegunungan yang sangat rentan. Kehadiran proyek infrastruktur besar dikhawatirkan memicu pembukaan lahan, fragmentasi hutan, kerusakan habitat satwa, hingga peningkatan tekanan terhadap sumber air dan daya dukung lingkungan.

“Persoalannya bukan hanya lintasan kabel atau stasiun kereta gantung, tetapi efek domino yang ditimbulkan seperti pembangunan hotel, kawasan komersial, jalan akses, hingga lonjakan wisata massal,” tegas Fikrin.

Ia mengingatkan bahwa Gunung Rinjani saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti persoalan sampah pendakian, erosi jalur, kebakaran hutan, dan tekanan wisata yang terus meningkat. Karena itu, penolakan terhadap proyek tersebut dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan ekologis jangka panjang.

Sementara dari sisi ekonomi, PRIMA NTB menilai pembangunan wisata berbasis investasi besar tidak selalu berdampak langsung terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata skala besar dinilai berpotensi menciptakan ketergantungan ekonomi, kebocoran keuntungan keluar daerah, serta melemahkan ekonomi lokal berbasis komunitas.

“Jika Rinjani diarahkan menjadi wisata massal premium, petani, porter, pemandu lokal, pelaku UMKM, dan masyarakat adat berpotensi tersingkir oleh industri wisata korporatif,” ujarnya.

PRIMA NTB menilai sikap politik Gubernur NTB tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap perlindungan local wisdom atau kearifan lokal yang mencakup aspek sosial, budaya, ekonomi, hingga ekologi di tengah derasnya godaan investasi besar.

“Penolakan pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani adalah sikap politik yang berpihak pada keberlanjutan dan perlindungan ruang hidup masyarakat,” tutup Fikrin.

Redaksi |

Babinsa Desa Parangina Sape Imbau Warga Awasi Pergaulan Anak Muda


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serda Aladin melaksanakan kegiatan patroli kongkow-kongkow bersama warga desa binaan pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Aladin memberikan imbauan kepada warga agar lebih peduli dalam menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anak muda di lingkungan masing-masing.

Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan masyarakat terhadap generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan maupun tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Pergaulan yang baik akan membawa dampak positif bagi masa depan generasi muda serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis,” ujar Serda Aladin.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendorong peningkatan taraf hidup yang lebih baik di wilayah Desa Parangina.(Team.MDG).

Babinsa Desa Boke Sape Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian terhadap Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id  Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serda Asnaidin yang merupakan anggota Koramil 03/Sape melaksanakan patroli dan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendekatan dan komunikasi sosial dengan masyarakat guna mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan warga binaan. Dalam kesempatan itu, Serda Asnaidin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum dan dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kepedulian orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak sangat penting agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, Babinsa meminta warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi permasalahan atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Kegiatan patroli dan kongkow-kongkow tersebut berlangsung aman dan penuh keakraban sebagai upaya menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kecamatan Sape.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Awasi Aktivitas Anak pada Malam Hari


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Serka Khairuddin melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga pada Jumat malam (15/5/2026) pukul 20.50 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Khairuddin memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak bergadang hingga larut malam serta menghindari perilaku negatif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melakukan aksi balap liar saat mengendarai sepeda motor di jalan raya. Serka Khairuddin turut menekankan pentingnya menjauhi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kami berharap para orang tua dapat lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi permasalahan atau kejadian menonjol di wilayah kepada Ketua RT, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas agar dapat segera ditangani dengan baik.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban sebagai bentuk upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Mangge Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Musyawarah


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan kegiatan kongkow bersama warga binaan pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membahas situasi Kamtibmas di lingkungan Desa Mangge. Dalam kesempatan itu, Koptu Makmun mengimbau warga agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari tindakan main hakim sendiri karena dapat memicu permasalahan yang lebih besar dan berkepanjangan. Menurutnya, penyelesaian masalah secara kekeluargaan akan membantu menjaga hubungan harmonis antar warga.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui musyawarah agar hubungan kekeluargaan tetap terjaga,” ujar Koptu Makmun di hadapan warga.

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat terus terjalin demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Lambu.(Team.MDG.03)

Suasana Penutupan Turnamen Catur PERCASI Wawo Berlangsung Sangat Seru, Pengurus Janji Gelar Event Lebih Besar di Masa Depan

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Rangkaian Turnamen Catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kecamatan Wawo resmi berakhir. Suasana penutupan berlangsung sangat seru dan penuh emosi menyusul pertarungan sengit di babak akhir yang menentukan para juara. Antusiasme peserta dan penonton memecah kebisingan ruangan, menandai keberhasilan gelaran perdana ini.

Foto : Dewan Pembina bersama pengurus Percasi Kecamatan Wawo.

Penutupan turnamen Catur Percasi Kecamatan Wawo dihadiri oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah, Ketua pengurus dan Dewan Pembina Percasi Kec. Wawo serta peserta yang terdiri dari 3 wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Wawo, Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Foto : Peserta turnamen catur

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos mengungkapkan apresiasi dan rasa bangga yang sangat besar. Sungguh, apa yang telah dilakukan oleh pengurus PERCASI, dan seluruh peserta ini luar biasa. Mulai dari pembukaan, proses pertandingan yang berjalan tertib, hingga penutupan yang sangat seru dan penuh semangat seperti tadi, semuanya berjalan jauh di luar ekspektasi saya.

"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah maju tersebut. Keberhasilan turnamen perdana ini adalah bukti kemampuan pengurus PERCASI Wawo. Kalau tahap awal saja sudah sebaik ini, saya yakin untuk skala yang lebih besar pun mereka sanggup," ucapnya. Jum'at (15/5/2026). 

Foto : Penyerahan hadiah & Piala Kepada
 para pemenang turnamen catur 

Ia juga berharap kepada para pemenang yang telah tampil gemilang tadi, saya ucapkan selamat. Tetaplah rendah hati, teruslah berlatih, dan jadikan kemenangan ini sebagai semangat untuk mengukir prestasi lebih tinggi lagi. Saya berharap nama-nama hebat yang muncul dari turnamen ini bisa dilirik oleh PERCASI Kabupaten Bima untuk dibina lebih lanjut dan dikirim mewakili daerah kita ke kejuaraan-kejuaraan yang lebih bergengsi. Kepada yang belum menang, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini pelajaran berharga.

"Penilaian saya, kegiatan ini sangat sukses dan berhasil. Bukan hanya sukses secara teknis pelaksanaan, tapi sukses dari sisi tujuan utamanya berkualitas menyatukan masyarakat, menghidupkan kembali organisasi, dan membuktikan bahwa Kecamatan Wawo punya banyak potensi atlet catur berkualitas,"harapnya.

Ketua pengurus Percasi Kec. Wawo, Abdul Muzakir, S. Adm, kerap disapa Zaky mengungkapkan rasa lega dan bangga melihat jalannya kompetisi yang berjalan lancar dan penuh sportivitas. Ia menyebutkan bahwa gelaran ini bukan hanya ajang mencari juara, melainkan bukti nyata kebangkitan PERCASI Kecamatan Wawo di mata masyarakat dan pengurus Kabupaten.

“Saya sangat puas melihat suasana hari ini. Mulai dari pertandingan yang sangat seru hingga kebersamaan yang terjalin di antara para pecinta catur. Ini adalah momen bersejarah bagi kami dan masyarakat Wawo. Pertandingan yang seru di akhir ini membuktikan bahwa kualitas pemain kita sangat kompetitif dan siap bersaing,” ujar Zaky. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan turnamen perdana ini menjadi modal utama untuk langkah selanjutnya. Pihaknya sudah berkomitmen penuh dan siap mental untuk menggelar acara yang jauh lebih besar skalanya di masa mendatang.

“Kami jadikan turnamen awal ini sebagai titik tolak. Jika gelaran perdana ini berjalan sukses dan Alhamdulillah hari ini sukses besar maka kami sudah berkomitmen penuh dan bersiap diri untuk menggelar acara yang jauh lebih besar skalanya. Ini baru permulaan, gairah catur di Wawo sudah menyala,” tegasnya.

Zaky mengakui bahwa animo masyarakat yang sangat tinggi, termasuk permintaan peserta dari luar wilayah Kecamatan Wawo yang sempat harus dibatasi, menjadi indikator kuat bahwa turnamen berikutnya layak untuk dibuka secara lebih luas, bahkan hingga level Kabupaten atau Provinsi.

Selain rencana ekspansi acara, panitia juga menekankan fokus utama ke depan adalah pembinaan jangka panjang. Mereka berharap para juara yang lahir dari turnamen seru ini bisa menjadi representasi Kecamatan Wawo dalam kejuaraan yang lebih tinggi.

“Harapan kami, bibit-bibit unggul yang hari ini tampil memukau bisa dilirik oleh pengurus PERCASI Kabupaten Bima untuk ditarik ke tim pelatihan. Kami ingin memastikan bahwa ke depannya, catur di Wawo tidak hanya aktif saat turnamen saja, tapi memiliki atlet-atlet yang terus berkembang dan mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

Sementara, saat diwawancarai langsung oleh awak media ini kepada pemenang juara 1 yang meruapakan salah satu warga Desa Simpasai Kec. Lambu, Anang Fajrin dalam penilaiannya, menyebutkan bahwa secara keseluruhan, kinerja kepanitiaan sudah sangat memuaskan. Kerja sama antaranggota panitia terlihat sangat solid, sigap menangani situasi, dan pelayanan kepada peserta berjalan baik. Hal ini menjadi modal kekuatan besar bagi PERCASI Kecamatan Wawo untuk kembali menggelar kegiatan yang lebih besar lagi nanti.

“Sangat solid, sangat bagus. Saya sangat apresiasi kerja keras teman-teman panitia. Keberhasilan turnamen perdana ini bukti bahwa kalian mampu bekerja sama dengan baik dan bisa dipercaya,"imbuhnya.

Meski begitu, sebagai bentuk penyempurnaan ke depannya, ia juga menyampaikan masukan dan catatan kekurangan yang harus diperhatikan dan diperbaiki pada pelaksanaan selanjutnya. Poin utama yang disorot adalah terkait sistem perhitungan selisih poin atau klasemen akhir yang masih dilakukan dengan cara tulis tangan atau hitung manual.

“Ya, kekurangannya cuman satu hal pokoknya, dan ini untuk ke depannya harus sangat diperhatikan lagi. Masalahnya ada di sistem perhitungan selisih poin. Usahakan nanti sudah menggunakan aplikasi, jangan lagi dihitung manual seperti yang terjadi hari ini. Karena dirasakan sangat memakan waktu,”tuturnya.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan piala kepada para pemenang. Meskipun persaingan di papan catur berlangsung ketat dan seru, suasana penutupan tetap hangat dan penuh kekeluargaan, sejalan dengan moto PERCASI Wawo bahwa “di atas papan kita lawan, di bawah papan kita saudara”.

Diakhir penutupan turnamen Catur, beberapa peserta yang telah berhasil menduduki juara dengan total hadiah yang diperoleh Rp 5.000.000, yakni antara lain : 

Juara 1 Anang Fajrin (Desa Simpasai, Kec. Lambu)

Juara 2 Abdul Jalil (Desa Maruta, Kec. Wawo) 

Juara 3 Muslim (Desa Maruta, Kec. Wawo)

Juara 4 Muhammad Algazali, (Desa Maria, Kec. Wawo)

Juara 5 Edi Saputra (Kec.Sape) 

Juara 6 Muhtar (Kec.Lambu)

Dengan keberhasilan turnamen perdana ini, peserta kini menanti janji panitia untuk menghadirkan turnamen skala besar yang akan semakin menghidupkan dunia olahraga catur di wilayah Kecamatan Wawo. (MDG05) 

Kajian Inspiratif Bersama Bunda Hj. Dewi Yull Akan Digelar di SMAN 1 Sape


Sape, Bima, NTB – Media Dinamika Global.id — Kaum ibu di Kecamatan Sape dan Lambu diajak menghadiri kajian inspiratif bertema “Doa Ibu Menembus Langit” yang akan disampaikan oleh Bunda Hj. Dewi Yull.

Kegiatan religius tersebut dijadwalkan berlangsung di SMAN 1 Sape pada Sabtu, 16 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WITA.

Kajian ini menjadi momentum penting bagi para ibu dan muslimah di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama. Kehadiran Bunda Hj. Dewi Yull diharapkan mampu memberikan motivasi serta inspirasi spiritual bagi para peserta melalui tausiyah yang menyejukkan hati.

Selain dikenal sebagai artis senior Indonesia, Dewi Yull juga aktif berdakwah dan menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan gaya yang lembut, santun, dan penuh makna. Tema “Doa Ibu Menembus Langit” dipilih untuk mengingatkan pentingnya kekuatan doa seorang ibu dalam kehidupan keluarga dan masa depan anak-anak.

Panitia pelaksana mengajak seluruh ibu-ibu sholehah untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut sebagai sarana meningkatkan keimanan serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.(Team.MDG.03)

Hj.Dewi Yull Akan Hadir di SMAN 1 Sape dalam Safari Dakwah “Doa Ibu Menembus Langit


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Hj. Dewi Yull, artis senior sekaligus inspirator kebaikan, dijadwalkan hadir dalam kegiatan Safari Dakwah bertajuk Kajian Dhuha dengan tema “Doa Ibu Menembus Langit” yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kegiatan tersebut akan berlangsung di halaman SMAN 1 Sape mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dan terbuka untuk umum.

Dalam acara ini, Dewi Yull akan menyampaikan tausiyah serta motivasi spiritual kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya doa seorang ibu dalam kehidupan keluarga dan anak-anak. Tema yang diangkat diharapkan mampu memberikan inspirasi dan menyentuh hati para jamaah yang hadir.

Panitia mengundang seluruh masyarakat Sape dan Lambu, terutama kaum muslimah, para ibu, remaja, dan keluarga muslim untuk bersama-sama menghadiri majelis ilmu tersebut guna memperkuat iman, menambah wawasan keislaman, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Selain mengikuti kajian, masyarakat juga diajak untuk membawa infaq atau sedekah terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap syiar dakwah dan kegiatan sosial keagamaan.

Panitia berharap Safari Dakwah ini dapat menjadi momentum penuh keberkahan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga di wilayah Sape dan Lambu.(Team.MDG.03)

MBG Jangan di Ganggu Amran Sebut Program MBG jadi Senjata Stabilkan Harga Pangan


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diganggu karena dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi desa dan penopang bagi jutaan petani Indonesia.

Dalam pernyataannya di Surabaya, Amran menyebut program MBG saat ini berpotensi menyerap hasil produksi sekitar 160 juta petani di seluruh Indonesia. Ia juga menilai program tersebut bisa menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk saat harga telur di tingkat peternak mengalami penurunan akibat kelebihan pasokan.

Pemerintah bahkan berencana meningkatkan penggunaan telur dalam menu MBG menjadi dua kali dalam sepekan agar serapan hasil peternak meningkat dan harga kembali stabil.

Amran menegaskan jika ada persoalan dalam pelaksanaan program, maka harus diperbaiki tanpa menghentikan programnya. Ia juga memastikan tindakan tegas akan diberikan jika ditemukan praktik korupsi.(Sekjend MDG)