Media Dinamika Global

Jumat, 18 September 2026

ANGGOTA DPD RI PROVINSI NTB, MIRAH MIDADAN FAHMID


Senator Mirah Minta DTSEN Lebih Adaptif, Pastikan Perubahan Kondisi Warga NTB Tak Terlewat.

Jakarta, Media Dinamika Global.id.— Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menilai penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan bersama pemerintah merupakan langkah penting untuk memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Namun, menurutnya, kualitas DTSEN harus terus dijaga agar mampu mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berlangsung dinamis, 18 September 2026.

“DTSEN harus menjadi instrumen yang benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat. Jangan sampai data menjadi lebih lambat daripada perubahan kehidupan warga. Ketika satu sistem data digunakan sebagai rujukan berbagai program, akurasinya menjadi sangat menentukan apakah masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan akses terhadap intervensi pemerintah,” ujar Mirah.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa DTSEN kini menjadi rujukan bersama untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program pemerintah. DTSEN dibangun dari integrasi DTKS, P3KE, Regsosek, serta berbagai data administratif dan data kependudukan. Per 10 Juli 2026, DTSEN versi 3 mencakup 290,13 juta individu dan 95,98 juta keluarga. 

Mirah menekankan perhatian khusus perlu diberikan kepada NTB. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin NTB pada Maret 2026 mencapai 628,50 ribu orang atau 11,17 persen. 

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas data bukan sekadar persoalan administrasi. Bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan, perubahan pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, atau komposisi keluarga dapat berpengaruh terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, pembaruan data harus mampu menangkap perubahan tersebut secara cepat dan akurat,” katanya.

Menurut Mirah, mekanisme pemutakhiran DTSEN yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, pendamping sosial, hingga masyarakat harus diperkuat. BPS menyebut pemutakhiran dilakukan melalui data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, ground check, serta partisipasi masyarakat. 

“Jangan hanya menunggu data administratif berubah. Pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki pengetahuan paling dekat mengenai dinamika masyarakat. RT, RW, kader, pendamping sosial, dan masyarakat sendiri juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan perubahan kondisi secara mudah dan terukur,” ujar Mirah.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memahami bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif, bukan ukuran tunggal kemiskinan maupun jaminan otomatis menerima bantuan. BPS menjelaskan bahwa penentuan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama dan setiap program pemerintah memiliki kriteria penerima masing-masing. 

Karena itu, Mirah mendorong pemerintah memastikan mekanisme usul dan sanggah berjalan efektif, mudah diakses, serta memberikan kepastian proses kepada masyarakat.

“Ketika warga merasa data keluarganya tidak sesuai, harus tersedia jalur koreksi yang jelas. Masyarakat perlu tahu ke mana menyampaikan keberatan, dokumen apa yang diperlukan, dan bagaimana proses verifikasinya. Partisipasi masyarakat harus menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.

Mirah menambahkan, penguatan DTSEN perlu diarahkan pada prinsip akurasi, keterbaruan, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, data tidak berhenti sebagai basis administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat sesuai kondisi faktual di lapangan.

“Bagi NTB, DTSEN harus menjadi alat untuk memastikan tidak ada keluarga rentan yang terlewat dan tidak ada intervensi yang diberikan tanpa dasar data yang memadai. Data yang akurat pada akhirnya harus bermuara pada kebijakan yang tepat dan perlindungan yang nyata bagi masyarakat,” pungkas mirah Midadan Fahmi.(Sekjend MDG)

ANGGOTA DPD RI PROVINSI NTB, MIRAH MIDADAN FAHMID


Senator Mirah Minta DTSEN Lebih Adaptif, Pastikan Perubahan Kondisi Warga NTB Tak Terlewat.

Jakarta, Media Dinamika Global.id.— Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menilai penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan bersama pemerintah merupakan langkah penting untuk memperbaiki ketepatan sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Namun, menurutnya, kualitas DTSEN harus terus dijaga agar mampu mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berlangsung dinamis, 18 September 2026.

“DTSEN harus menjadi instrumen yang benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat. Jangan sampai data menjadi lebih lambat daripada perubahan kehidupan warga. Ketika satu sistem data digunakan sebagai rujukan berbagai program, akurasinya menjadi sangat menentukan apakah masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan akses terhadap intervensi pemerintah,” ujar Mirah.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa DTSEN kini menjadi rujukan bersama untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program pemerintah. DTSEN dibangun dari integrasi DTKS, P3KE, Regsosek, serta berbagai data administratif dan data kependudukan. Per 10 Juli 2026, DTSEN versi 3 mencakup 290,13 juta individu dan 95,98 juta keluarga. 

Mirah menekankan perhatian khusus perlu diberikan kepada NTB. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin NTB pada Maret 2026 mencapai 628,50 ribu orang atau 11,17 persen. 

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas data bukan sekadar persoalan administrasi. Bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan, perubahan pekerjaan, pendapatan, tempat tinggal, atau komposisi keluarga dapat berpengaruh terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, pembaruan data harus mampu menangkap perubahan tersebut secara cepat dan akurat,” katanya.

Menurut Mirah, mekanisme pemutakhiran DTSEN yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, pendamping sosial, hingga masyarakat harus diperkuat. BPS menyebut pemutakhiran dilakukan melalui data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, ground check, serta partisipasi masyarakat. 

“Jangan hanya menunggu data administratif berubah. Pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki pengetahuan paling dekat mengenai dinamika masyarakat. RT, RW, kader, pendamping sosial, dan masyarakat sendiri juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan perubahan kondisi secara mudah dan terukur,” ujar Mirah.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memahami bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif, bukan ukuran tunggal kemiskinan maupun jaminan otomatis menerima bantuan. BPS menjelaskan bahwa penentuan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama dan setiap program pemerintah memiliki kriteria penerima masing-masing. 

Karena itu, Mirah mendorong pemerintah memastikan mekanisme usul dan sanggah berjalan efektif, mudah diakses, serta memberikan kepastian proses kepada masyarakat.

“Ketika warga merasa data keluarganya tidak sesuai, harus tersedia jalur koreksi yang jelas. Masyarakat perlu tahu ke mana menyampaikan keberatan, dokumen apa yang diperlukan, dan bagaimana proses verifikasinya. Partisipasi masyarakat harus menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.



Mirah menambahkan, penguatan DTSEN perlu diarahkan pada prinsip akurasi, keterbaruan, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, data tidak berhenti sebagai basis administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat sesuai kondisi faktual di lapangan.

“Bagi NTB, DTSEN harus menjadi alat untuk memastikan tidak ada keluarga rentan yang terlewat dan tidak ada intervensi yang diberikan tanpa dasar data yang memadai. Data yang akurat pada akhirnya harus bermuara pada kebijakan yang tepat dan perlindungan yang nyata bagi masyarakat,” pungkas mirah Midadan Fahmi.(Sekjend MDG)

Perkuat Deteksi Dini, Rutan Pekanbaru Gelar Razia Gabungan Bersama Kanwil Ditjenpas Riau dan APH


Pekanbaru — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pelaksanaan razia gabungan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau dan Aparat Penegak Hukum (APH), Jumat (18/9). Kegiatan ini menjadi langkah preventif sekaligus bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.


Razia gabungan tersebut dihadiri oleh Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman, serta Kabid Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang. Kegiatan turut melibatkan personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, Brimob, Polsek Kulim, dan Koramil Tenayan Raya. Dari jajaran Rutan Pekanbaru, kegiatan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Boni Hasiholan Manullang, bersama jajaran petugas pengamanan.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada sejumlah kamar hunian dan area yang menjadi sasaran razia. Pemeriksaan dilakukan dengan teliti untuk memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seluruh proses dilaksanakan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Ka.KPR Boni Hasiholan Manullang menyampaikan bahwa razia gabungan merupakan salah satu langkah konkret dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini di lingkungan Rutan. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur APH menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.


“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Rutan Pekanbaru. Sinergi bersama Kanwil Ditjenpas Riau dan APH menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam Rutan,” ungkap Boni.


Melalui pelaksanaan razia secara berkala dan sinergi lintas instansi, Rutan Kelas I Pekanbaru terus berupaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam menciptakan kondisi yang mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.

Calon Kepala Desa Doridungga Sudirman Yakub S.Sos, Putra Kandung dari Sang Tokoh Pejuang Peristiwa 1972 Donggo


Donggo, Media Dinamika Global.id.-- Sudirman Yakub, S.Sos., bukan sekadar nama yang lahir dari silsilah keluarga, tetapi representasi dari mata rantai sejarah perjuangan yang diwariskan dari rahim seorang tokoh pejuang 1972 Donggo, @Yakub Dode.

Ia tumbuh dalam dialektika kehidupan, ditempa oleh tradisi intelektual Universitas Mbojo Bima, dan menemukan watak perjuangannya di bawah naungan Bendera Hijau Hitam HMI—tempat gagasan diuji oleh realitas, idealisme ditempa untuk kepentingan rakyat, dan keberanian berpikir dituntut untuk berujung pada keberanian bertindak.

Pada erspektif ini, perjuangan bukanlah romantisme masa lalu; perjuangan adalah keberanian untuk mempertahankan kebenaran ketika kepentingan sedang berkuasa. Karena itu, saya MENG-UP beliau bukan semata-mata karena hubungan darah sebagai seorang Paman, tetapi karena saya melihat nilai panjang sebuah perjalanan dan Perjuangan. Konsistensi yang tidak mudah dibeli, idealisme yang tidak mudah ditundukkan, serta prinsip dalam dirinya tidak pernah dikorbankan hanya pada kepentingan sesaat. Sebab dalam hukum perubahan sosial, sejarah tidak bergerak karena pergantian nama di kursi kepemimpinan; sejarah bergerak ketika hadir manusia yang memiliki keberanian untuk berpikir, keteguhan untuk berdiri pada prinsip, dan kesediaan untuk mengabdikan dirinya bagi kepentingan bersama, dan kami yakin itu semua ada pada diri beliau.

Hari ini, akumulasi perjuangan itu menemukan medan praksisnya di Doridungga. Ia memilih menjadi Calon Kepala Desa Doridungga bukan semestinya dibaca sebatas pergantian figur administratif, tetapi sebagai momentum untuk mengembalikan politik kepada substansinya: keberpihakan kepada rakyat, rasionalitas dalam mengambil keputusan, dan keberanian membangun masa depan desa dengan nalar yang sehat.

DOU LABO DANA tidak boleh berhenti sebagai slogan yang diproduksi menjelang kontestasi; ia harus menjadi etika pemerintahan, paradigma pembangunan, dan kompas moral dalam setiap kebijakan. Kami percaya, Sudirman Yakub, S.Sos, adalah pemimpinan yang lahir dari proses panjang akan memahami bahwa desa bukan panggung untuk mempertontonkan kekuasaan, melainkan ruang untuk mengabdikan pengetahuan, tenaga, serta keberanian. Sebab sejarah selalu memberi tempat kepada mereka yang berani mengambil posisi ketika zaman menuntut perubahan.

"Bila politik adalah seni mengorganisasi harapan, maka perjuangan dirimu adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa harapan masyarakat Doridungga tidak berhenti sebagai kata-kata—tetapi menjadi kerja nyata, menjadi keberpihakan, dan menjadi masa depan yang diperjuangkan bersama.

Atas nama sang Illahi Rabbi, dengan melafazkan Basmallah "Bismillahirrahmanirrahim".

Dengan ikhtiar, Do'a, serta Dukungan dari semua pihak, bahwa KEMENANGAN akan ada pada kita bersama. (HaqqulYaqin)

"ALLAHUAKBAR"

Sudirman S.Sos, Dimata Sahabat Media Dinamika Global Bacalon Kades Doridungga Kecamatan Donggo Kab.Bima


Donggo, Media Dinamika Global.id.-- Pada akhirnya, seorang Bacalon pemimpin tidak hanya dinilai dari apa yang ia katakan, tetapi juga dari perjalanan, pengalaman, relasi sosial, gagasan, dan sejauh mana ia mampu mempertanggungjawabkan apa yang diperjuangkannya.

Sudirman S.sos memiliki perjalanan organisasi dan sosial yang cukup panjang. Dari pengalaman di Lingkar Study Doridungga, keterlibatan dalam pendamping wilayah Kecamatan donggo, pengalaman sebagai pengurus pendamping desa Doridungga periode 2024–2026 sampai sekarang, hingga keterlibatannya sebagai pendamping wilayah Desa Doridungga Kabupaten Bima.

Di tengah masyarakat Desa Doridungga ia juga dikenal aktif membangun komunikasi dan terlibat dalam berbagai persoalan sosial.

Pengalaman advokasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sejumlah program yang dikaitkan dengan Desa Doridungga mulai dari irigasi, bedah rumah, talut, sanitasi, BPJS, KTP, KIP hingga pelayanan masyarakat tentu akan semakin kuat nilainya apabila dapat dibuktikan dengan data, tahun pelaksanaan, sumber anggaran, OPD, lokasi, dan dokumen resmi.

Sebab bagi kami, dukungan bukan berarti menutup ruang kritik.Justru sebaliknya.

Dukungan yang sehat adalah dukungan yang berani mengatakan ! 

“Kami mendukung gagasan yang baik, tetapi kami juga meminta pembuktian melalui kerja nyata.”

Desa Doridungga kecamatan donggo membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu berbicara tentang pembangunan, tetapi mampu membangun komunikasi, mengorganisir potensi masyarakat, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas.

Gagasan tentang kemandirian ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi, penguatan sumber daya manusia, pendidikan generasi muda, Magrib Mengaji dan belajar, serta pembangunan berbasis potensi lokal merupakan gagasan yang perlu diuji melalui kerja nyata dan keterbukaan kepada masyarakat.Karena itu, prinsip yang kami tangkap dari gagasan Sudirman S.Sos, sederhana ! POLITIK BOLEH BERBEDA,

PERSAUDARAAN JANGAN TERPECAH.

JABATAN BOLEH BERGANTI,

PENGABDIAN JANGAN BERHENTI.

JANJI BOLEH DISAMPAIKAN,

TETAPI KERJA NYATA YANG AKAN MEMBUKTIKAN.

Dari sudut pandang Sahabat Media Dinamika global, pencalonan Sudirman S.Sos bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan jabatan, tetapi tentang apakah Desa Doridungga mampu melahirkan kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik, mau mendengar masyarakat, mampu bekerja sama, dan bersedia mempertanggungjawabkan setiap gagasannya.

Untuk Desa Doridungga yang lebih mandiri.

Untuk masyarakat yang lebih berdaya.

Untuk generasi muda yang memiliki masa depan.Dan untuk persaudaraan yang tetap terjaga meskipun pilihan politik berbeda.

SELAMAT BERJUANG, Sudirman Yakub S.sos

Buktikan gagasan dengan kerja.


Buktikan keberpihakan dengan pelayanan. Buktikan kepemimpinan dengan pengabdian.

"Salam dari Sahabat Media Dinamika global".

Babinsa Desa Jia Gelar Patroli Siskamling, Warga Diimbau Jaga Keamanan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Jia, Serma Nasrudin bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Siskamling di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu, Jumat (18/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Patroli menyasar sejumlah pemukiman warga dan tempat tongkrongan anak muda. Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil bersama aparat desa dan masyarakat melakukan pemantauan situasi lingkungan.

Serma Nasrudin juga mengimbau warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian.



Warga, khususnya kalangan anak muda, diminta menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol emosi dan berujung pada tindakan yang meresahkan masyarakat. Selain itu, pengendara kendaraan bermotor diingatkan agar tidak ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Patroli dilanjutkan dengan pemantauan wilayah desa binaan dan berakhir sekitar pukul 21.15 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga di sejumlah desa binaan, Jumat (18/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat.




Dalam kegiatan itu, Babinsa mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat kebersamaan.

Babinsa Buncu Serka Khaeruddin mengingatkan para orang tua agar mengawasi aktivitas anak pada malam hari serta menjauhkan generasi muda dari judi online dan narkoba. Sementara Babinsa Desa Kale'o Serda Sanusi dan Babinsa Rasabou Serda Abdul Hafid mengajak warga menjaga lingkungan tetap aman, bersih dan kondusif.

Hal senada disampaikan Babinsa Desa Sangga Serka Jamaluddin. Ia mengimbau masyarakat menjauhi narkoba, minuman keras dan obat-obatan terlarang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Para Babinsa meminta warga segera melaporkan setiap permasalahan atau gangguan keamanan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun pihak berwenang agar dapat diselesaikan secara baik dan sesuai ketentuan.(Team.MDG.03)