Media Dinamika Global

Sabtu, 15 Agustus 2026

GAKADA BIDOM Apresiasi Polres Bima Tangkap DPO Kasus Pengeroyokan Saat Blokiran Jalan di Desa Tangga

Tersangka Ditangkap Polisi, (Ist/Surya)

KABUPATEN BIMA, Media Dinamika Global - Gerakan Keluarga Daerah Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok mengapresiasi langkah Polres Bima yang berhasil menangkap salah satu tersangka yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang warga asal Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Tersangka ditangkap berinisial HS, (30 tahun) laki-laki asal Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, diamankan setelah sebelumnya dicari oleh aparat kepolisian Polres Bima dalam perkara dugaan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban Adnan (pengguna).

Ketua Umum GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, S.Pd., S.H., menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., beserta jajaran Satreskrim Polres Bima atas keberhasilan menangkap salah satu tersangka berinisial HS.

"Apresiasi dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kapolres Bima beserta jajaran Satreskrim yang telah berhasil menangkap salah satu tersangka yang sebelumnya berstatus DPO," ujar Arif saat diwawancarai, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Arif, perkara tersebut bermula pada 4 Maret 2026, ketika terjadi pemblokiran jalan di Desa Tangga. Saat itu, korban bersama istrinya melintas menggunakan mobil menuju Desa Simpasai.

Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami tindakan kekerasan, penganiayaan, dan pengeroyokan secara bersama-sama. Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan perkara tersebut kepada Polres Bima untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Setelah laporan diterima, Polres Bima melakukan pencarian terhadap para tersangka hingga akhirnya menerbitkan DPO. Kami mengapresiasi karena salah satu yang masuk dalam pencarian tersebut akhirnya berhasil diamankan," jelasnya.

Arif mengatakan, GAKADA BIDOM sebelumnya juga telah menyuarakan persoalan tersebut melalui aksi demonstrasi di depan Mapolda NTB. Aksi tersebut, kata dia, salah satunya mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap para tersangka yang masih berstatus DPO.

"Kami pernah melakukan aksi besar-besaran di depan Mapolda NTB untuk mendesak agar para tersangka yang masih DPO segera ditangkap dan diproses sesuai hukum," katanya.

Meski demikian, GAKADA BIDOM meminta aparat kepolisian tidak berhenti pada penangkapan satu orang tersangka saja. Pihaknya mendorong Polres Bima terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya yang masih dalam pencarian.

"Alhamdulillah, satu tersangka sudah berhasil ditangkap. Namun, masih ada satu tersangka lainnya yang informasinya masih diburu. Kami berharap segera ditangkap juga agar perkara ini dapat diproses secara tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi korban," tegas Arif.

GAKADA BIDOM juga berharap proses hukum terhadap perkara tersebut berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

"Kami akan terus mengawal perkara ini. Yang terpenting adalah proses hukum berjalan secara adil dan seluruh pihak mendapatkan kepastian hukum," pungkasnya.

Redaksi |

Babinsa Desa Melayu Koramil 1608-03/Sape Turun Malam, Pantau Keamanan dan Ketertiban Warga


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Desa Melayu, Sertu M. Jafar bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam patroli tersebut, personel Koramil melibatkan tiga aparat desa dan enam orang masyarakat. Pemukiman warga serta lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda menjadi sasaran utama pemantauan.

Sekitar pukul 20.10 WITA, personel Koramil 1608-03/Sape tiba di Desa Melayu, Kecamatan Lambu. Petugas kemudian melakukan pemantauan situasi di sejumlah lokasi dan berinteraksi dengan warga.

Lima menit kemudian, petugas menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Warga juga diminta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian.

Khusus kepada kalangan anak muda, petugas mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi serta menjauhi konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu terjadinya tindakan kekerasan dan gangguan kamtibmas.



Selain itu, warga pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya. Sikap tertib dalam berlalu lintas dinilai penting demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Usai memberikan imbauan, anggota Koramil 1608-03/Sape melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan. Patroli berlangsung hingga sekitar pukul 21.25 WITA.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan Siskamling tersebut, aparat berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.(Team.MDG.03)

Upacara Pengukuhan: Camat Wawo Resmi Lantik 74 Siswa-Siswi Paskibra Se-Kecamatan

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Wawo di Gedung Serba Guna Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (15/8/2026) Pukul 21.40 Wita. 

Sebanyak 74 siswa-siswi pilihan yang berasal dari jenjang SMA se-Kecamatan Wawo, yakni perwakilan siswa-siswi dari SMAN 1 Wawo, SMAN 2 Wawo dan MA Al-Mubarak, secara resmi ditetapkan siap mengemban amanah mulia.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S.Sos, didampingi oleh unsur pimpinan wilayah: Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo, Ismail, S.Pd, Danramil 1608-06/Wawo, Kapten Inf. Armansyah, serta Kapolsek Wawo, Iptu Iksan, SH, Kasi Trantib Satpol. PP Kec.Wawo Ahmad,S.Sos. Turut hadir para pendamping dan pelatih yang menyaksikan sakralnya momen tersebut. Kehadiran para pendamping dan pelatih yang telah menempa fisik dan mental pasukan selama 21 hari dengan latihan rutin pagi dan sore menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan kegiatan ini.

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar,S.Sos, dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya pasukan ini. Ia menegaskan bahwa ke-74 siswa-siswi tersebut adalah putra-putri terbaik yang membawa nama baik dunia pendidikan di wilayah Wawo.

"Kami berharap Paskibra ini mampu menjaga kedisiplinan, menampilkan performa terbaik, serta menjadi teladan nyata cinta tanah air bagi generasi muda lainnya," ujar Camat Wawo.

Sementara itu, Korwil Dikbudpora Kec. Wawo Ismail, S. Pd, menekankan pentingnya amanah dan kehormatan mengemban tugas mengibarkan bendera negara. 

Kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh semangat kebangsaan sebagai persiapan matang menjelang upacara puncak peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. (MDG05)  

Jelang HUT ke-81 RI, Babinsa Koramil 1608-03/Sape Dampingi Pengukuhan Paskibra Kecamatan Sape


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, resmi dikukuhkan dalam upacara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Camat Sape, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.15 Wita tersebut turut didampingi personel Koramil 03/Sape, yakni Peltu Indrawan, S.H., bersama dua orang pelatih Paskibra.

Pengukuhan dihadiri Camat Sape H. Anwar, S.Sos., Kapolsek Sape AKP Sirajuddin, Danramil 03/Sape yang diwakili Bati Komsos Peltu Indrawan, S.H., Danki Brimob Pelopor Kompi C Sape Iptu Ahyar, S.H., serta seluruh anggota Paskibra Kecamatan Sape.

Rangkaian upacara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, bendera Merah Putih ditempatkan dalam prosesi upacara, kemudian dilanjutkan dengan amanat pembina upacara.





Suasana semakin khidmat saat dilaksanakan penyematan tanda pangkat kepada anggota Paskibra oleh pembina upacara. Para anggota kemudian mengikuti prosesi penghayatan terhadap bendera Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian pengukuhan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bendera Merah Putih meninggalkan tempat upacara, pembacaan doa, laporan, hingga pembina upacara meninggalkan tempat kegiatan.

Kegiatan pengukuhan berakhir pada pukul 22.30 Wita dalam keadaan tertib, lancar, dan aman.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibra Kecamatan Sape sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain sebagai bentuk kesiapan menjalankan tugas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.(Team.MDG.03)

H. Mori Hanafi Mengikuti Agenda Sidang Tahunan MPR RI Bersama DPR dan DPD RI


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kesempatan berharga untuk bersilaturahmi dengan para tokoh serta pimpinan bangsa, sekaligus menyimak dengan seksama pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto Subianto.

Momen ini memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menjadi pengingat bahwa di setiap mandat tersimpan tanggung jawab besar untuk terus berbuat dan memberikan pengabdian terbaik bagi rakyat Indonesia.

Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB Gerak Cepat Cek Dampak Gempa di Bima


BIMA.NTB.Media Dinamika Global id— Jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman sekitar 10–15 kilometer. Guncangan tersebut turut dirasakan hingga wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima, NTB.




Getaran yang berlangsung sekitar 3–5 detik sempat membuat warga panik, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB bersama personel kepolisian melakukan pemantauan di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak gempa terhadap rumah warga, fasilitas umum, maupun bangunan pemerintahan.

Hasil pendataan awal menunjukkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terdampak, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.

Di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima, rumah milik Suhardin, 40 tahun, mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur berukuran sekitar 3 x 3 meter. Dinding yang belum diplester dan menggunakan tiang tengah berbahan kayu tersebut ambruk hingga menimpa rak piring. Kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta.

Kerusakan cukup parah juga terjadi di Dusun Moti, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Rumah milik M. Saleh, 57 tahun, dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta. Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak ditempati pemiliknya.

Di dusun yang sama, rumah panggung milik Fujiah, 36 tahun, juga mengalami kerusakan sedang setelah ambruk akibat guncangan gempa. Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta.

Sementara itu, rumah milik Suhardin, 58 tahun, warga Dusun Jamangko, Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang dapur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Selain rumah warga, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Gudang Bulog Bima, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Bagian pintu depan, dinding belakang, dan dinding samping kanan mengalami kerusakan. Sejumlah karung beras di dalam gudang juga dilaporkan berjatuhan.

Kerusakan gudang diduga terjadi akibat dorongan timbunan beras terhadap dinding bangunan. Tingkat kerusakan bangunan serta kondisi dan jumlah beras yang terdampak masih dalam tahap pendataan dan verifikasi lebih lanjut. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp15 juta.

Kerusakan pada bagian atap juga dilaporkan terjadi di SMP PGRI 2 Belo yang berada di Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.





Di sejumlah kawasan pesisir, kepanikan warga sempat terjadi. Beberapa wilayah yang terdampak kepanikan antara lain Desa Bugis, Kecamatan Sape; Desa Sangiang, Kecamatan Wera; serta Desa Nipa, Desa Mawu, dan Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi.

Di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, warga di sekitar pesisir melaporkan sempat melihat air laut mengalami pasang surut sebanyak lima kali setelah gempa. Namun, kondisi air laut kemudian kembali normal.

Sementara warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, melaporkan air laut sempat mengalami pasang sekitar pukul 07.20 WITA. Kendati demikian, situasi wilayah Kecamatan Wera secara umum masih aman dan terkendali. Hingga saat itu belum ditemukan kejadian menonjol yang berkaitan langsung dengan gempa.

Pasca-kejadian, personel Polsek jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, terus melakukan patroli dialogis di wilayah pesisir. Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Personel kepolisian juga melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah desa dan kelurahan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus melakukan pendataan apabila ditemukan kerusakan tambahan.

Secara umum, kondisi di wilayah hukum Polres Bima Kota pascagempa dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berangsur kembali normal, meskipun warga masih diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gerak cepat jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa di wilayah Bima.

(Team.MDG.03)

Gempa M7,7 Guncang NTT, BNPB Mencatat Sekitar 2000 Pengungsi 14 Orang Meninggal dan 13 yang Terluka


Maumere, NTT, Media Dinamika Global.id.-- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), menyebabkan 14 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan data tersebut merupakan pemutakhiran hingga pukul 12.30 WIB.

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan,” kata Berton di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). 

Korban meninggal sementara tercatat enam orang di Kabupaten Manggarai, lima orang di Manggarai Timur, dan tiga orang di Sikka. Sementara korban luka berada di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. 

Sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan. 

BNPB juga mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Kerusakan turut terjadi pada fasilitas kesehatan, pendidikan, ibadah, gudang Bulog, serta kantor pemerintahan.

Data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan, verifikasi, serta validasi yang terus dilakukan petugas di lapangan.(Sekjend MDG)

Barisan Rakyat Pulau Sumbawa Dukung Penuh Mori Hanafi Jadi Ketua KONI NTB, Lalu Muhamad Iqbal Segera Tarik Diri Jadi Ketua KONI


MATARAM, Media Dinamika Global - Barisan Rakyat Pulau Sumbawa (BARA) menyatakan dukungan penuh kepada Mori Hanafi untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Barisan Rakyat Pulau Sumbawa, Aba To'i mengatakan telah sepakat bersama BARISAN RAKYAT PULAU SUMBAWA memberikan pernyataan sikap yang sepakati secara bersama, bahwa dalam tempo sesingkat-singkatnya akan memberikan dukungan penuh pada Pak Mori Hanafi sebagai Ketua KONI NTB Periode yang akan mendatang.

"Pak Mori Hanafi yang layak menjadi Ketua KONI NTB kerena beliau pernah menjadi Ketua KONI dan memiliki pengalaman untuk masa depan KONI yang lebih baik lagi," ucap Aba To'i, saat diwawancara Media Dinamika Global di Caffee kota Mataram. Sabtu (15/8/2026).

Tak hanya itu, Barisan Rakyat Pulau Sumbawa juga menyampaikan pesan secara terbuka kepada Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal agar fokus menjalankan tugas, janji-janji politik dan amanah rakyat serta menjalankan program-program untuk sejahterakan rakyat. Biarkan amanah KONI NTB diberikan pada orang yang punya kompetensi dan pernah menjadi Ketua KONI.

"Kami menyarankan dengan hormat kepada bapak Gubernur NTB Iqbal agar memusatkan sepenuhnya perhatian, tenaga, dan waktu untuk merealisasikan tugas-tugas pokok sebagai Kepala Daerah provinsi NTB dalam membangun kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di seluruh penjuru NTB," terang Aba To'i.

"Kami memohon dengan hormat kepada Pak Lalu Iqbal selaku Gubernur NTB untuk menarik berkas dan membatalkan diri menjadi Ketua KONI," tuturnya.

Diakhir disampaikan Aba To'i, Amanah rakyat itu besar dan membutuhkan waktu dan kefokusan penuh. "Urusan organisasi olahraga sebaiknya dipisahkan dari jabatan pemerintahan agar masing-masing berjalan maksimal dan tidak saling mengganggu," pungkasnya.

Redaksi |

Babinsa Desa Rato Monitoring Gerak Jalan Indah Ibu-Ibu di Kecamatan Lambu


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, melaksanakan monitoring kegiatan gerak jalan indah yang diikuti ibu-ibu perwakilan desa se-Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 Wita tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 yang diselenggarakan panitia tingkat Kecamatan Lambu.

Peserta gerak jalan terdiri dari perwakilan masing-masing desa dengan dua regu setiap desa. Seluruh peserta berkumpul di halaman Kantor Camat Lambu sebagai titik start.

Pada pukul 14.10 Wita, peserta dilepas oleh jajaran Muspika Kecamatan Lambu bersama panitia HUT ke-81 RI. Para peserta kemudian menempuh rute yang melewati Desa Lanta Sumi dan berakhir di Lapangan Temba Romba, Desa Rato.

Peserta pertama tiba di garis finis sekitar pukul 15.00 Wita dan disambut jajaran Muspika Kecamatan Lambu serta panitia penyelenggara. Seluruh peserta kemudian secara bertahap menyelesaikan rute hingga seluruhnya memasuki garis finis pada pukul 17.00 Wita.





Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lambu, Danpos Ramil Lambu, Kapolsek Lambu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lambu, Korwil Kecamatan Lambu, ketua panitia penyelenggara, para kepala UPT se-Kecamatan Lambu, kepala desa se-Kecamatan Lambu, serta para kepala sekolah se-Kecamatan Lambu.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya monitoring sekaligus mendukung kelancaran rangkaian kegiatan masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan gerak jalan indah ibu-ibu resmi berakhir pada pukul 17.20 Wita. Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Amankan Rute Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape bersama dua anggota melaksanakan pengamanan rute lomba gerak jalan tingkat SMP, MTs, dan Madrasah Tsanawiyah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Sabtu (15/8/2026).

Pengamanan tersebut dipimpin Serka Khaerudin dengan menempatkan personel di sepanjang rute yang dilalui peserta. Kehadiran Babinsa bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sebanyak 44 regu pelajar ambil bagian dalam lomba gerak jalan indah tersebut. Para peserta mulai berkumpul di Lapangan Putih, Desa Sangia, sekitar pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, pada pukul 14.00 Wita, peserta diberangkatkan dari titik start menuju garis finis di depan Kantor Camat Sape.




Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Sape H. Anwar, S.Sos., Kapolsek Sape AKP Sirajuddin, Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil Sape-Lambu Syarifuddin, perwakilan Danramil Sape Serka Khaerudin, Kepala UPTD Kecamatan Sape Drs. Arifin, Kepala Puskesmas Sape, Kepala Perhubungan Kecamatan Sape, Kepala Desa Rasabou, para guru, orang tua siswa, serta masyarakat Kecamatan Sape.

Kemeriahan semakin terasa ketika peserta memasuki kawasan finis dengan diiringi penampilan drum band dari MAN 2 Sape. Setiap regu kemudian memasuki Pos 5 atau garis finis dan memberikan penghormatan kepada jajaran Muspika Kecamatan Sape yang berada di tribun.

Rangkaian kegiatan berlangsung hingga sore hari. Pada pukul 17.40 Wita, peserta yang telah menyelesaikan rute langsung kembali dan diserahkan kepada guru masing-masing. Seluruh regu tercatat telah melewati garis finis pada pukul 18.25 Wita.

Kegiatan lomba gerak jalan secara resmi berakhir pada pukul 18.30 Wita. Selama pelaksanaan, pengamanan berjalan dengan baik dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, aman, dan kondusif.

Lomba gerak jalan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)