Kamis, 26 Februari 2026
Babinsa Rasabou Koramil 1608-03/Sape Dampingi Petani Dadi Bajo Terima Pupuk NPK Tahap II
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Abdul Hafid, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Rasabou dari Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan pendampingan pemberian pupuk NPK tahap II kepada Kelompok Tani Dadi Bajo di Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Jumat (27/2/2026) pukul 10.05 WITA.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan. Pemberian pupuk NPK tahap II difokuskan untuk memperkuat akar, batang, serta meningkatkan kualitas dan hasil biji padi milik para anggota kelompok tani.
Dalam kegiatan itu, Babinsa turut mendampingi proses penyaluran pupuk sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian secara optimal. Pendampingan ini juga menjadi wujud sinergi TNI dengan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Diharapkan melalui pemberian pupuk tahap lanjutan ini, tanaman padi dapat tumbuh lebih subur dan menghasilkan panen yang maksimal sehingga mampu menunjang ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sape.
(Team.MDG.03)
Blusukan di Pasar Gerung, Gubernur NTB Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terjangkau Selama Ramadan 1447 H
Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.– Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan pasokan pangan masyarakat dalam kondisi aman. Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja dan silaturahmi dalam rangka Safari Ramadan pada 26 Februari 2026 di Kabupaten Lombok Barat.
Dalam kunjungannya ke Pasar Gerung, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal memantau langsung perkembangan harga bahan pokok serta berdialog dengan pedagang dan masyarakat. Dari hasil pemantauan, inflasi di beberapa wilayah dipicu oleh kenaikan harga cabai di tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
“Inflasi kita naik karena harga cabai meningkat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Ternyata dalam satu pasar saja bisa ada perbedaan harga. Tadi saya sudah bicara dengan enumerator agar menggunakan harga terendah di pasar sebagai acuan pencatatan,” ujar Gubernur.
Dirinya menjelaskan bahwa secara umum harga daging masih sesuai dengan harga acuan. Sementara itu, harga daging ayam mengalami kenaikan tipis karena harga ayam hidup di tingkat pemasok juga naik.
“Alhamdulillah harga daging masih sesuai harga acuan. Daging ayam memang mulai naik sedikit karena harga ayam hidupnya naik. Nanti kita minta dilakukan pengecekan ke pemasok bersama pihak terkait agar distribusinya tetap lancar,” tegasnya.
Gubernur juga memastikan bahwa harga minyak goreng, beras, dan bawang masih dalam kondisi terkendali. Namun, untuk komoditas cabai, kenaikan harga dipengaruhi faktor musim dan cuaca yang sulit diprediksi sehingga menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah.
“Cabai ini memang tidak termasuk komoditas yang bisa diintervensi langsung seperti beras, minyak, dan gula. Mekanismenya sangat dipengaruhi supply dan demand. Apalagi saat ini banyak yang gagal panen karena cuaca,” jelasnya.
Meski demikian, Pemprov NTB terus melakukan langkah stabilisasi. Pemerintah mendorong distributor dan pelaku usaha untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah serta memberikan fasilitasi subsidi biaya transportasi.
“Kita sudah dorong distributor dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk ambil pasokan dari luar. Bahkan kita tawarkan fasilitasi biaya angkut truk dari Jawa ke NTB secara gratis melalui dukungan Badan Pangan. Ini untuk menekan harga agar tetap terjangkau masyarakat,” tambah Gubernur.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB juga menggelar pasar murah sembako di sejumlah titik selama Ramadan.
“Kita ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok,” tutup Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau perkembangan harga serta mengambil langkah cepat dan terukur guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi seluruh masyarakat NTB.
Redaksi ||
Kunjungi Puskesmas Gerung, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Intervensi Stunting yang Presisi
Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.– Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai dari pendataan yang akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi istri yang juga Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, serta berdialog langsung dengan para ibu dan kader posyandu setempat, Gerung (26/2/2026).
“Kesimpulannya adalah kalau stunting ini yang paling perlu adalah pendataan. Datanya harus betul-betul akurat. Tidak satu faktor yang membuat terjadinya stunting. Bisa jadi genetik, sanitasi buruk, rumah tidak layak huni sehingga rentan terkena TBC dan kelembapan. Tidak ada satu solusi untuk stunting ini. Yang jelas, kalau kita punya data yang baik dan akurat maka kita bisa membangun kebijakan yang lebih presisi sesuai jenis intervensi yang dibutuhkan masing-masing anak,” tegas Gubernur.
Miq Iqbal, sapaan Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menangani stunting.
“Banyak sekali kegiatan puskesmas dalam rangka menangani stunting. Saya ucapkan terima kasih atas upaya intervensi yang serius yang dilakukan Lombok Barat, termasuk pembagian susu. Kita juga akan membantu melakukan identifikasi di daerah-daerah lain, karena saya yakin kebutuhan intervensi di setiap tempat berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun angka stunting di NTB menunjukkan tren penurunan, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Alhamdulillah ada penurunan stunting, tapi ini perlu terus ditingkatkan. Ini masalah yang sangat serius karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Kita harus memberdayakan masyarakat untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi harus kita lakukan, termasuk melalui program desa berdaya di desa-desa dengan kemiskinan ekstrem yang juga memiliki angka stunting tinggi,” jelasnya.
Gubernur juga menekankan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mengentaskan stunting. Ini butuh dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri. Peran ibu-ibu sangat penting, terutama yang anaknya sudah menunjukkan kemajuan, untuk bersama-sama saling mendukung,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menyoroti persoalan pernikahan usia anak yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan, mental, dan finansial sebelum memutuskan untuk memiliki anak.
Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan rumah dalam penanganan stunting masih sangat besar. Ia menekankan pentingnya pencegahan bagi anak-anak yang berisiko menuju stunting.
“PR kita dalam penanganan stunting ini sangat berat. Ada anak-anak yang menuju stunting dan harus kita jaga agar jangan sampai benar-benar stunting. Ibu-ibu yang sudah berhasil menjaga anaknya tetap sehat agar bisa membantu ibu-ibu lain yang masih berjuang,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak menjadikan pernikahan usia anak sebagai solusi atas persoalan sosial dan ekonomi.
“Tolong dipesankan kepada anak-anak dan keluarga bahwa menikah bukan solusi, justru bisa menambah masalah jika belum siap. Perkuat peran kader dalam memberikan edukasi tentang stunting,” tegasnya.
Menutup arahannya, Sinta Agathia mengingatkan pentingnya kerja keras sejak dini demi masa depan anak.
“Lebih baik kita capek sekarang daripada menyesal ketika anak-anak kita sudah besar. Masa depan mereka bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pesannya.
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, memperbaiki kualitas data, serta memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam upaya percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah NTB.
Redaksi ||
Wagub Jihan Nurlela Buka Bazar Pasar Murah dan Salurkan Bantuan kepada Masyarakat dalam Rangkaian Safari Ramadan di Kecamatan Gisting, Tanggamu
TANGGAMUS --MediadinamikaGlobal.id Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka bazar pasar murah dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Kamis (26/02/2026).
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan.
Melalui bazar pasar murah yang dilaksanakan bersama Bulog, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam.
Komoditas yang disediakan meliputi telur ayam Rp27.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter dengan stok 600 liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram dengan stok 250 kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram, serta beras SPHP Rp57.500 per 5 kilogram dengan stok 100 sak.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan meningkatkan alokasi anggaran pembangunan jalan di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp81,76 miliar. Anggaran tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp48 miliar untuk pembangunan lima ruas jalan dan tiga jembatan.
“Tahun 2026 ini Pemerintah Provinsi Lampung menganggarkan Rp81,76 miliar dengan rekonstruksi jalan hampir sembilan kilometer yang akan diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Jihan yang sebelumnya meninjau ruas jalan di simpang umbar - putih doh menjelaskan, bahwa pembangunan jalan di wilayah Cukuh Balak menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan daerah penyangga ekonomi sekaligus penyangga destinasi wisata yang memiliki potensi besar, seperti Teluk Kiluan dan Gigi Hiu.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Lampung, namun berbagai program pembangunan di sektor lain juga terus dijalankan secara bersamaan.
Kemudian di bidang pendidikan, Pemprov Lampung melanjutkan program pembebasan uang komite bagi siswa SMA Negeri serta mendorong pembangunan Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, di bidang ekonomi desa, Pemprov Lampung melanjutkan program Desa KUMaju yang berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi desa melalui hilirisasi produk pertanian dan dukungan sarana produksi pertanian.
Selain itu, Pemprov Lampung juga memperkuat pembangunan di bidang keagamaan melalui bantuan hibah untuk masjid dan musala, insentif guru ngaji, serta dukungan terhadap program tahfiz Al-Qur’an.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyalurkan sejumlah bantuan, antara lain dana hibah sebesar Rp30 juta untuk masjid serta santunan kepada 50 anak yatim piatu masing-masing sebesar Rp250 ribu yang diserahkan secara simbolis.
Bupati Tanggamus Moh. Asnawi Saleh mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus.
Ia berharap kehadiran Wakil Gubernur Lampung dapat mendorong peningkatan program pembangunan di Kabupaten Tanggamus.
“Kiranya jalinan silaturahmi dan dukungan yang baik ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang,” ujarnya. (Umar.MDG)
Babinsa Desa Poja Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Dampak Cuaca Ekstrem
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Poja, Serka Sudirman bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling pada Kamis (26/2/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.50 Wita tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Patroli ini melibatkan dua personel Koramil, satu aparat desa, lima orang masyarakat, serta turut dihadiri tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kebersamaan antara TNI dan unsur masyarakat tersebut menunjukkan sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat tongkrongan anak muda pada malam hari.
Sekitar pukul 21.00 Wita, anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Lima belas menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pemantauan situasi wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Warga diingatkan agar menghindari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindakan emosional di kalangan anak muda. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi narkoba dan berbagai bentuk barang terlarang lainnya yang dapat merusak masa depan diri sendiri maupun keluarga.
Tidak hanya itu, aparat juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diimbau waspada terhadap potensi pohon tumbang. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan juga diminta siaga terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan turun pada malam hari.
Pada pukul 21.45 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan lainnya. Seluruh rangkaian patroli siskamling berakhir pada pukul 22.30 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas dan bencana alam.
(Team.MDG.03)
Polisi Sahabat Anak, Polda NTB Tanamkan Kesadaran Kamtibmas Sejak Dini di SDN 2 Gunungsari
Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak-anak sekolah dasar tentang pentingnya menjaga ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal masing-masing.
Dengan pendekatan humanis dan bahasa yang mudah dipahami, petugas mengajak para siswa untuk melakukan aktivitas positif serta menjauhi perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan.
Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi masyarakat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
“Ini bagian dari edukasi sejak dini agar anak-anak memahami pentingnya menjaga ketertiban. Kami mengajak mereka untuk selalu tertib, terutama saat menjalankan ibadah di bulan puasa, seperti salat tarawih dan tadarus, serta tidak bermain-main di tempat ibadah,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga mengingatkan para siswa untuk tidak bermain petasan karena berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Pesan tersebut disampaikan dengan cara interaktif agar mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polda NTB berharap kesadaran tentang keamanan dan ketertiban dapat tumbuh sejak dini, sehingga kelak generasi muda mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis di tengah masyarakat.
Redaksi ||
Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape Hadiri Safari Ramadhan di Masjid Nurul Iman
Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Lanta, Serka Khairuddin, menghadiri kegiatan Safari Ramadhan tingkat Desa Lanta yang digelar di Masjid Nurul Iman, Kecamatan Lambu, Kamis (26/2/2026) malam.
Serka Khairuddin merupakan anggota Posramil Lambu, Koramil 1608-03/Sape. Ia hadir mewakili Danposramil Lambu dalam kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut.
Kegiatan Safari Ramadhan yang dimulai pukul 19.30 Wita itu menghadirkan Ustaz Al Hariansyah, SH sebagai imam, serta Ustaz Muhammad Najib, S.Pd.I., M.Ag sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan pentingnya meningkatkan keimanan dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Lambu, Kepala KUA Kecamatan Lambu, Kepala UPT Puskesmas Lambu, KUPT Pertanian, Ketua MUI, Ketua PHBI, Kepala Desa Lanta beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD Desa Lanta, Imam Masjid Nurul Iman, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama seluruh jamaah Masjid Nurul Iman.
Kehadiran aparat TNI melalui Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan upaya mempererat sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Safari Ramadhan berakhir pada pukul 21.10 Wita dalam keadaan aman, lancar, dan tertib.
(Team.MDG.03)
Monitoring Ketat, Polres Tulang Bawang Sterilkan Mako Dari Potensi Pelarian Tahanan.
Anggota Komisi Informasi Provinsi NTB Periode 2026 - 2030 Dilantik, Gubernur Miq Iqbal Ingatkan Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Gubenur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melantik Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026 a 2030, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat keterbukaan informasi publik serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, Kamis (26/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat kepada para komisioner yang baru dilantik serta berharap agar amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
“Kami berharap Komisi Informasi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi publik di Provinsi NTB,” ujarnya.
Adapun lima anggota Komisi Informasi Provinsi NTB yang ditetapkan oleh Komisi I DPRD NTB yakni Sansuri, Armansyah Putra, Husna Fatayati, Suaeb Qury, dan Sahnam.
Gubernur menegaskan, bahwa hasil survei dan evaluasi pada periode sebelumnya menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam tata kelola keterbukaan informasi publik. Karena itu, sinergi antara Komisi Informasi dan seluruh badan publik diharapkan mampu memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komisioner Komisi Informasi periode sebelumnya yang telah meletakkan fondasi penting bagi penguatan keterbukaan informasi di NTB.
“Komisi Informasi yang baru tidak memulai dari nol. Banyak pijakan yang telah dibangun sebelumnya. Yang sudah baik kita perkuat, yang belum kita inovasikan dan yang kurang kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Tim Panitia Seleksi yang telah menjalankan proses penjaringan secara panjang hingga menghasilkan 15 nama calon yang diajukan kepada DPRD Provinsi NTB.
Mengacu pada amanat Komisi Informasi Republik Indonesia serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib membuka akses informasi kepada masyarakat kecuali informasi yang dikecualikan. Dalam konteks tersebut, Komisi Informasi memiliki peran strategis sebagai penjaga keseimbangan antara hak publik untuk mengetahui dan kewajiban negara dalam melindungi informasi tertentu.
Di era digital dan transformasi birokrasi saat ini, masyarakat menuntut pelayanan informasi yang cepat, jelas, dan transparan. Tantangan keterbukaan informasi tidak hanya sebatas membuka akses, tetapi juga memastikan informasi yang disampaikan akurat, utuh, dan tidak menyesatkan.
Gubernur menekankan bahwa Komisi Informasi tidak hanya menjalankan fungsi ajudikasi dan mediasi sengketa informasi, tetapi juga menjadi motor penggerak budaya transparansi di seluruh badan publik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, Komisi Informasi diharapkan mampu menjadi lembaga yang tegas namun adil, independen dalam mengambil keputusan, serta aktif membangun literasi keterbukaan informasi di tengah masyarakat.
“Kritik yang konstruktif, rekomendasi yang solutif, serta pengawasan yang objektif akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kepercayaan publik adalah modal sosial terbesar dalam pembangunan,” jelasnya.
Gubernur juga berpesan agar para komisioner menjadikan jabatan tersebut sebagai ruang pengabdian dan ibadah, serta terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Dengan keterbukaan, partisipasi akan tumbuh, dan dengan transparansi, akuntabilitas akan menguat,” pungkasnya.
Redaksi ||














