Media Dinamika Global

Jumat, 15 Mei 2026

Asisten II Hadiri Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Bima Tahun 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Semangat intelektual, kepemimpinan dan kaderisasi generasi muda mewarnai pelaksanaan Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima Periode 2025–2026 M yang berlangsung di Paruga Na’e Convention Hall, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Reaktualisasi Gerakan Intelektual Profetik: Ikhtiar HMI dalam Melahirkan Insan Ulul Albab di Era Society 5.0” tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP.

Pelaksanaan Intermediate Training atau LK II tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi lanjutan HMI dalam membentuk kader-kader intelektual yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, serta kepekaan sosial di tengah perkembangan zaman dan tantangan era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II menyampaikan apresiasi kepada HMI Cabang Bima yang terus konsisten menghadirkan ruang kaderisasi dan pengembangan intelektual bagi generasi muda.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

Ia menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan seperti HMI memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu menjadi agen perubahan dan mitra strategis pembangunan daerah.

Selain itu, Asisten II juga mengajak para kader HMI untuk terus menjaga semangat intelektual, memperkuat budaya diskusi serta mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan LK II tersebut diikuti para kader HMI dari berbagai daerah dan diharapkan mampu melahirkan insan-insan muda yang berkarakter, berintegritas serta siap menghadapi tantangan Era Society 5.0 dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.(Sekjend MDG)

Ketua Umum FOR WIN Apresiasi Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Penembakan Bripka Anumerta Arya Supena

 Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua Umum Forum Warga Indonesia (FOR WIN) menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Lampung atas keberhasilan mengungkap kasus tindak pidana penembakan yang merenggut nyawa anggota kepolisian, Bripka (Anumerta) Arya Supena, yang gugur saat menjalankan tugas melindungi masyarakat .
 
Keberhasilan pengungkapan ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar Polda Lampung, Jumat (15/5/2026). Dalam penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka utama bernama Bahroni alias Roni (23) dan Hamli alias Ham (27), yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor sekaligus penembak korban hingga gugur di lokasi kejadian pada Sabtu (9/5/2026) lalu .
 
Menurut keterangan Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, peristiwa berdarah itu bermula saat kedua tersangka beraksi mencuri sepeda motor menggunakan kunci T di kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Aksi mereka diketahui dan digagalkan oleh Bripka Arya yang saat itu baru selesai bertugas. Alih-alih menyerah, pelaku melakukan perlawanan, merebut senjata api milik korban, dan menembakkannya tepat ke arah kepala hingga mengakibatkan kematian seketika.
 
Berkat ketelitian, kerja keras, dan penyelidikan intensif yang dilakukan tim kepolisian selama beberapa hari, kedua buronan berhasil diringkus. Hamli ditangkap lebih dulu di wilayah Lampung Timur pada Senin (11/5), sedangkan Bahroni berhasil diamankan dini hari tadi di kawasan Pesawaran setelah sempat melawan petugas. Berbagai barang bukti penting, termasuk senjata api milik korban yang sempat dibawa kabur, juga berhasil disita dari tangan pelaku.
 
Merespons langkah tegas ini, Ketua Umum FOR WIN menyatakan rasa bangganya. “Kami sangat mengapresiasi kinerja jajaran Polda Lampung yang begitu cepat dan tuntas dalam mengungkap kasus yang sangat memilukan ini. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kepolisian benar-benar bekerja serius menegakkan hukum dan membayar nyawa pengabdian anggota mereka dengan keadilan,” ujarnya.
 
Ia juga menilai, langkah ini menjadi pesan tegas bagi para pelaku kejahatan bahwa tindakan kekerasan, apalagi yang berujung pada hilangnya nyawa penegak hukum, tidak akan dibiarkan dan pasti akan ditindak seberat-beratnya. “Bripka Arya gugur sebagai pahlawan karena berani menjaga keamanan kita semua. Keberhasilan mengungkap kasus ini adalah bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanannya,” tambahnya.
 
Pihaknya pun berharap, penanganan kasus ini dapat dilanjutkan hingga ke meja hijau agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal dan memberikan efek jera, sekaligus menenangkan keluarga almarhum serta masyarakat luas yang turut berduka atas peristiwa tersebut. Di akhir pernyataannya, ia juga mendoakan agar almarhum Bripka Arya Supena ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa atas segala pengabdiannya.(Fs/Red) 

Diduga Oknum Lurah di Kecamatan Menggala Main Mata Proyek Galian Kabel Optik dan Dana Kompensasi Tak Jelas, Bupati Tulang Bawang Diminta Turun.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Diduga main mata oknum aparatur kelurahan di kecamatan menggala dalam proyek galian kabel optik kembali mencuat dan memantik desakan evaluasi serius. Oknum Lurah menggala kota, dan menggala tengah, serta oknum lurah ujung gunung, diduga ikut campur dalam proses proyek galian kabel optik yang berlangsung di jalan lintas timur mengarah ke lintas asia, wilayah Kelurahan menggala kota, dan kelurahan menggala tengah serta kelurahan ujung gunung, kecamatan menggala, kabupaten tulang bawang, provinsi lampung. Jum'at,. 15 Mei 2026.

Dugaan tersebut menguat setelah adanya informasi dari narasumber yang dapat dipercaya yang tak ingin namanya di sebutkan, Ia mengatakan kepada awak media, bahwa semua urusan dengan oknum oknum lurah tersebut sudah selesai semuanya dengan pihak perusaan memberikan kompensasi, dengan nominal sepuluh juta (Rp 10.000.000) persatu kelurahan, dana konpensasi tersebut di selesaikan melalui salah satu pamong kelurahan setempat selaku ketua RW yang berinisial (RJ). Dengan dalih dana kompensasi untuk izin melaku kan aktivitas proyek galian kabel optik tersebut.

Kehadiran lurah dalam agenda proyek swasta itu memunculkan tanda tanya besar terkait batas kewenangan aparatur pemerintah tingkat kelurahan. Tak hanya soal dugaan keterlibatan lurah, proyek tersebut juga disertai adanya dana kompensasi bernilai puluhan juta rupiah yang disebut diterima oleh ketua RW inisial (RJ). "Namun, hingga kini peruntukan dana tersebut dinilai tidak transparan dan tidak jelas apakah benar-benar disalurkan untuk kepentingan warga yang terdampak proyek galian kabel optik atau hanya untuk kepentingan pribadi.

Ditempat terpisah, Saat dikonfirmasi awak media melalui via telpon washaap, Ketua RW 002 Lingkungan Lingai Raya, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Mengala, Inisial (RJ).  

"Awak media, "Kami mau komfirmasi sedikit sama bapak kira kira bisa ketemu bisa ketemu menyampaikan sepatah dua patah kata. 

"Jawap (RJ) "Saya masih ada urusan.

"Awak media. "Jadi ini pak kami posisinya mau naikkan berita pak terkait proyek galian kabel optik ini, jadi kami mau ambil stetmen bapak.

"Jawab (RJ) "Ya itu mereka sudah izin numpang lewat mau masangin selang, cuma sudah kordinasi juga dengan pak lurah.

"Awak media. "Nah jadi terkait dengan nara sumber kami pak, mengatakan pihak perusaan memberikan kompensasi sebesar sepuluh juta (Rp=10.000.000) persatu kelurahan, dana tersebut melalui bapak selaku Ketua Rw 002 Lingkungan Lingai Raya Inisial (RJ) maka kami kerumah bapak karna kami mau komfirmasi terkait dengan penyampaian narasumber kami.

"Jawab (RJ). "Coba nanti saya tanya lurah nya dulu, narasuber itu gimana ceritanya.

"Awak media. "Maka kami awak media mau ketemu dengan bapak mau ambil stetmen terkait meluruskan stetmen dari narasumber kami.

"Jawab (RJ) "Nanti kita setelpon karna saya lagi ada urusan katanya, sembari menutup telpon dari awak media.

Desakan teruntuk Bupati Tulang Bawang dan Camat Menggal Turun Tangan.
Rangkaian peristiwa ini memicu desakan teruntuk bupati tulang bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M dan camat menggala Sopiyanto, SH., MH turun tangan langsung dan mengambil langkah tegas.

Pemerintah kabupaten tulang bawang dan kecamatan menggala diminta melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terkait dugaan main mata oknum lurah di kecamatan menggala beserta oknum aparatur kelurahan dalam proyek swasta maupun soal kejelasan dana kompensasi yang melibatkan aparatur di tingkat kelurahan.

Secara aturan, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan melarang pejabat pemerintahan menyalahgunakan wewenang dan mewajibkan transparansi serta akuntabilitas dalam setiap tindakan. Aparatur kelurahan juga dilarang terlibat dalam urusan proyek pihak ketiga di luar tugas pokok dan fungsinya.

Jika dugaan ini terbukti, oknum Lurah serta oknum aparatur kelurahan berpotensi menghadapi sanksi administratif. "Karena itu, publik mendesak Bupati Tulang Bawang dan Camat Menggala untuk tidak berhenti pada klarifikasi semata, melainkan menindak tegas demi menjaga integritas birokrasi dan kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M dan Camat Menggala, Sopiyanto, SH., MH serta Oknum Oknum Lurah dan pihak yang terkait belum memberikan pernyataan resmi. Juga belum memberikan keterangan terkait dugaan dana kompensasi maupun keterlibatan aparatur kelurahan dalam proyek tersebut.
(Fs/Red) 

Kamis, 14 Mei 2026

Jumat Berkah, Dapur UD Lilis SPPG Bima Sape Naru Gelar Doa Syukuran

Sape, Bima, NTB – Media Dinamika Global.id Dapur UD Lilis SPPG Bima Sape Naru menggelar kegiatan doa syukuran pada Jumat (15/5/2026) sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama demi kelancaran pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut diawali dengan dzikir bersama serta doa syukur dan doa keselamatan untuk seluruh aktivitas dapur MBG agar senantiasa berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh warga di sekitar dapur, Kepala Dapur, serta para relawan SPPG yang selama ini aktif mendukung jalannya program pelayanan makanan bergizi gratis.



Kebersamaan antara warga dan para relawan dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Bima Sape Naru.

Melalui doa syukuran ini, diharapkan program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Keharmonisan Lingkungan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di wilayah desa binaan masing-masing pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial di lingkungan warga.

Pada pukul 09.00 Wita, Serda Asnaidin selaku Babinsa Desa Boke, Kecamatan Sape, melaksanakan Komsos bersama warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antarwarga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan maupun pertengkaran yang berpotensi merusak keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, warga diminta segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat atau pemerintah setempat agar dapat diselesaikan dengan baik.

Selanjutnya pada pukul 09.40 Wita, Koptu Makmun selaku Babinsa Desa Mangge, Kecamatan Lambu, melaksanakan kegiatan Komsos di desa binaannya. Dalam arahannya kepada masyarakat, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjauhi barang-barang terlarang seperti minuman keras, narkoba, dan sejenisnya. Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak main hakim sendiri apabila terjadi persoalan, melainkan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

Sementara itu, pada pukul 10.10 Wita, Serda Aladin, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, melaksanakan Komsos bersama kepala dusun dan tokoh pemuda. Pertemuan tersebut membahas upaya pencegahan timbulnya permasalahan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Aladin menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam menyelesaikan persoalan demi menjaga stabilitas wilayah yang aman dan damai.

Kemudian pada pukul 10.40 Wita, Serka Khairuddin selaku Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, juga melaksanakan Komsos bersama warga binaannya. Ia mengimbau masyarakat untuk terus membantu dan bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Selain itu, warga diminta untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai, dan memaafkan. Masyarakat juga diingatkan agar segera melaporkan setiap permasalahan yang terjadi sehingga dapat cepat ditangani oleh pemerintah desa.

Kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan para Babinsa tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan dengan warga dalam menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape, Serka Khairuddin bersama satu orang anggota melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Kamis malam, 14 Mei 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli turut melibatkan dua orang aparat desa dan lima orang masyarakat setempat. Sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat tongkrongan anak muda.



Sekitar pukul 20.15 WITA, anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Lanta, Kecamatan Lambu. Lima menit kemudian, personel tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun perkelahian.

Babinsa juga menyoroti maraknya perilaku anak muda yang sulit mengendalikan emosi akibat pengaruh minuman keras, sehingga sering memicu terjadinya keributan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan kepada masyarakat, anggota Koramil melanjutkan pemantauan di desa binaan hingga kegiatan patroli berakhir pada pukul 21.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Penebangan Pohon Taman Daelakosa, Kabid DLH : Penebangan Secara Selektif, Pohon Pengganti Disiapkan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Kota Bima angkat bicara terkait polemik penebangan pohon di kawasan Taman Daelakosa. Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Kurnyaddin, ST., menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pekerjaan teknis proyek pembangunan kolam retensi untuk pengendalian banjir — dan tidak bisa dipandang semata-mata sebagai tindakan yang merusak lingkungan. Kamis, (14/05/26)

"Pembangunan kolam retensi ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi risiko banjir dan genangan yang selama ini kerap berdampak pada permukiman serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut." ujar Kurnyaddin di ruang kerjanya, Sabtu.

Penebangan Selektif, Pohon Pengganti Disiapkan

Kurnyaddin menjelaskan, pohon-pohon yang ditebang maupun dipangkas adalah yang berada tepat pada titik pekerjaan konstruksi bukan penebangan massal tanpa pertimbangan. Proses identifikasi lapangan telah dilakukan sebelum penanganan teknis dilaksanakan.

Pemerintah juga berkomitmen melakukan penanaman pohon pengganti dan penataan kembali kawasan hijau guna menjaga keseimbangan lingkungan dan estetika kawasan pascaproyek selesai.

Taman Daelakosa Dirancang Jadi Ruang Publik Modern

Ke depan, kawasan Taman Daelakosa tidak hanya difungsikan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga akan menjadi ruang terbuka hijau yang lebih tertata dan representatif. Area ini dirancang dengan konsep multipurpose — dilengkapi taman, jogging track, serta ruang bagi pelaku UMKM.

"Jika di bagian barat ada Taman Amahami, di bagian timur ada Taman Kodo, maka di bagian tengah akan ada kawasan Taman Daelakosa. Ke depan, tiga titik ini menjadi lokasi strategis yang ditata dan dikembangkan sebagai ruang kreasi publik yang representatif." ujarnya.

Kritik Masyarakat Diapresiasi sebagai Masukan Pembangunan

Pemerintah Kota Bima turut mengapresiasi perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan ruang terbuka hijau. Kritik dan masukan yang bergulir di media sosial dinilai sebagai bagian penting untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Melalui proyek kolam retensi ini, pemerintah berharap manfaat jangka panjang dapat dirasakan masyarakat tidak hanya dari sisi infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dari hadirnya kawasan yang lebih tertata, aman, nyaman, hijau, serta memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi seluruh warga Kota Bima.

Nasib malang Dialami Seekor Owa Siamang Betina Bernama Rinja. Di dalam Tubuhnya Ditemukan empat Butir Peluru Senapan Angin Yang Bersarang.



Bandar Lampung, MeDiadinamikaGlobal.id Mei 2026 - Diceritakan sebelumnya pada 4 hingga 6 Mei 2026, tim 

Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

 melakukan evakuasi terhadap siamang tersebut. Proses penyelamatan turut didampingi Koramil dan Polsek Wonosobo serta dibantu aparat Pekon Way Panas beserta masyarakat.

Evakuasi dilakukan setelah masyarakat melaporkan bahwa siamang tersebut dianggap meresahkan karena beberapa kali menyerang warga hingga menyebabkan korban terluka akibat gigitan. Siamang kemudian

 diamankan dari kawasan permukiman Dusun 4 Beringin Jaya, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Wilayah tersebut berada di kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang dikelola UPTD KPH Kotaagung Utara, Dinas Kehutanan Provinsi

 Lampung. Selanjutnya satwa tersebut menjalani rehabilitasi dan pengawasan ketat oleh tim medis di Yayasan Jaringan Satwa Indonesia melalui fasilitas Sumatra Wildlife Center di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan keterangan masyarakat, kemunculan kelompok siamang di sekitar permukiman telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Warga menyebutkan ada tiga ekor siamang yang terlihat, namun hanya satu ekor yang terbiasa diberi makan oleh masyarakat. 

Kebiasaan tersebut diduga memengaruhi perubahan perilaku satwa hingga menjadi bergantung pada manusia.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc. mengatakan, interaksi langsung masyarakat dengan satwa liar, termasuk memberi makan, dapat memicu perubahan perilaku  Yang di alami satwa

dan meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Menurutnya, satwa yang terbiasa memperoleh makanan dari manusia akan kehilangan sifat alaminya dan menjadi bergantung terhadap keberadaan manusia.

“Satwa liar yang terbiasa diberi makan oleh manusia akan mengalami perubahan perilaku alami.

 Ketergantungan terhadap manusia dapat memicu konflik yang membahayakan masyarakat maupun satwa itu sendiri. 

Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberi makan, menangkap, ataupun melukai satwa liar yang masuk ke wilayah permukiman, melainkan segera melaporkannya kepada petugas,” ujar Itno.

Kabar mengejutkan datang pada 13 Mei 2026. Tim dokter hewan dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia melaporkan hasil pemeriksaan medis dan foto rontgen (x-ray) terhadap siamang bernama Rinja. 

Dari hasil pemeriksaan ditemukan empat butir peluru senapan angin di dalam tubuhnya. 

Tiga butir berhasil diangkat dari bagian kepala, leher, dan punggung, sementara satu butir lainnya yang berada di bagian pinggul belum dapat diambil karena posisinya terlalu dalam dan berisiko jika dilakukan tindakan operasi.

Selain penanganan luka akibat proyektil peluru, tim medis juga melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan 

lanjutan. Pemeriksaan tes tuberkulosis (TB) tahap pertama telah dilakukan guna mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis, baik dalam kondisi infeksi laten maupun aktif. 

Saat ini, Rinja masih dalam masa observasi selama tiga hari sebelum dilakukan pemeriksaan tahap kedua dan ketiga. Apabila seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif, 

satwa tersebut dapat keluar dari kandang karantina atau kandang isolasi. Tim medis juga melakukan pengambilan serum darah untuk dibawa ke laboratorium 

guna memastikan ada atau tidaknya paparan virus rabies, mengingat informasi terakhir menyebutkan bahwa siamang tersebut sempat menggigit warga.

 Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) dan kimia darah sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatan satwa.

Kepala Balai KSDA Bengkulu-Lampung Agung Nugroho, S.Si., M.A. mengaku prihatin atas kondisi yang dialami Rinja. 

Ia menegaskan bahwa tindakan melukai satwa liar yang dilindungi merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena mengancam kelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem.

“Kondisi ini menunjukkan masih adanya ancaman serius terhadap kelestarian satwa liar di habitat alaminya.

Siamang merupakan satwa dilindungi dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. 

Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap konservasi satwa liar dan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap satwa,”

 kata Agung.

Siamang merupakan satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. 

Selain itu, siamang juga berstatus Endangered (Terancam Punah) dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature akibat hilangnya habitat dan ancaman perburuan.

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

 Siamang muda yang telah disapih induknya umumnya akan menjelajah untuk mencari wilayah dan pasangan baru.

 Dalam masa penjelajahan tersebut, satwa sangat rentan mengalami interaksi negatif dengan manusia.

Memberikan makanan kepada satwa liar dapat menyebabkan perubahan perilaku dan membuat satwa menjadi bergantung pada manusia. 

Meski terlihat jinak, naluri liarnya tetap ada dan sewaktu-waktu dapat muncul, terutama ketika satwa merasa terganggu, terancam

atau sedang memasuki masa birahi. Karena itu, menjaga jarak dan tidak memberi makan satwa liar merupakan langkah penting untuk keselamatan manusia maupun kelestarian satwa itu sendiri.

Perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melukai satwa liar menggunakan senapan angin tidak hanya menyebabkan penderitaan, luka, bahkan kematian bagi satwa, 

tetapi juga menunjukkan hilangnya rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap makhluk hidup. Satwa liar merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama

 keberadaannya agar keseimbangan alam tetap terpelihara untuk generasi mendatang.

Bandar Lampung, ${tanggal_naskah}

Kepala Balai,

${ttd.pengirim.

Agung Nugroho, S.Si., M.A.

NIP. 19750824 200112 1 003 

Penaggung jawab Siaran Pers:

1. Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc. (Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu)

2. Irhamuddin, S.P. (Penulis Narasi Sippers/Humas)

Kontak Media Call Center: 08117997070.

(Umar.MDG)

Gubernur: INKINDO NTB Harus Adaptif dan Mampu Bersaing Global

Gubernur saat menyampaikan sambutan di Musyawarah Provinsi
INKINDO NTB, (Ist/Surya) 

Mataram, Media Dinamika Global — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa dunia konsultansi daerah tidak lagi dapat bertahan dengan pola kerja lama. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, konsultan dituntut naik kelas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing hingga tingkat global guna menghadirkan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Kamis (14/5/26). Kegiatan tersebut digelar sebagai forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru.

Musprov dibuka oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) INKINDO serta jajaran pengurus INKINDO dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Miq Iqbal menekankan bahwa peran konsultan tidak lagi terbatas pada penyusunan dokumen atau pekerjaan teknis semata, melainkan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas perencanaan akan berpengaruh langsung terhadap hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan permukiman, hingga pelayanan publik yang lebih efektif.

“Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB juga telah menginisiasi penguatan jejaring internasional, termasuk mendorong kerja sama antara INKINDO Indonesia dengan Turki sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan perluasan wawasan para konsultan Indonesia.

Menurut Gubernur, kemampuan membaca karakter wilayah menjadi faktor penting dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini masih menghadapi tantangan berupa kerusakan badan jalan maupun longsor akibat pendekatan teknis yang belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi geografis daerah.

“Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya.

Ia menjelaskan, biaya pembangunan jalan di NTB saat ini dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per kilometer. Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru yang lebih tepat guna agar anggaran pembangunan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

“Kita membutuhkan pendekatan baru, baik pada pembangunan infrastruktur maupun jasa konsultansi, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal uga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus mendorong pertumbuhan konsultan lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang kuat di daerah sendiri maupun di tingkat yang lebih luas.

“Ayo kita tumbuh bersama melalui kolaborasi dan sinergi agar pembangunan daerah semakin kuat dan NTB mampu melangkah menuju visi Makmur Mendunia,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menilai dunia konsultansi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Menurutnya, konsultan tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan proyek, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.

“Semua kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujarnya.

Ketua DPP INKINDO NTB, Lalu Karman Lutfi, dalam kesempatan tersebut juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi konsultan lokal, khususnya kelompok menengah dan kecil, yang dinilai masih memerlukan dukungan agar memiliki ruang yang lebih luas dalam pembangunan daerah.

Melalui Musprov XI tersebut, INKINDO NTB diharapkan semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inovatif, adaptif, serta berdaya saing di tengah perubahan global yang terus berkembang.

Redaksi |

NTB Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, Teluk Saleh Jadi Penyangga Konservasi

Gubernur NTB, saat Presentasikan pengajuan Geopark Tambora
di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu penguatan penting dilakukan melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga utama ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5/26).

Dalam presentasi itu, Gubernur Miq Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

Di hadapan panelis UNESCO, Gubernur menegaskan bahwa NTB tidak memulai pengelolaan geopark dari titik nol. Pengalaman mengelola Rinjani UNESCO Global Geopark menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

“We don’t start from the scratch. Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Menurutnya, Tambora merupakan forgotten gem yang selama ini belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal memiliki kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas yang sangat besar.

Berbeda dengan Rinjani yang dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan dunia, Tambora menyimpan jejak salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia. Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memengaruhi iklim dunia dan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Selain nilai sejarah dan budaya, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis Wallace (Wallace Line), yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies flora dan fauna endemik.

Miq Iqbal mengungkapkan, sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.

“Karena itu konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” jelasnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan konservasi Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus (whale shark) serta kawasan penting ekosistem laut di Pulau Sumbawa.

Menurut Gubernur, perlindungan Teluk Saleh menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan kawasan geopark tetap berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Makdis Sari, menegaskan bahwa Tambora memiliki nilai universal yang sangat kuat sebagai warisan geologi dunia.

“Tambora bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” ujarnya.

Menurut Makdis, jejak letusan Tambora tahun 1815 hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dunia.

Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi, geopark dunia, dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di Indonesia timur.

Redaksi |