Media Dinamika Global

Kamis, 01 Oktober 2026

SPPG Bima Sape Naru Siapkan Menu Bergizi Ada Ayam Goreng Daun Jeruk dan Jeruk Siem Madu


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru kembali menyiapkan menu makanan bagi penerima manfaat pada Jumat, 2 Oktober 2026. Menu tersebut disiapkan melalui Dapur UD. Lilis dengan sejumlah hidangan yang terdiri atas makanan pokok, lauk, sayuran, sambal, dan buah.

Menu yang disajikan kali ini meliputi nasi putih sebagai makanan pokok, ayam goreng daun jeruk sebagai lauk utama, sambal teriyaki, serta cah wortel tahu sebagai hidangan sayuran. Sebagai pelengkap, penerima manfaat juga mendapatkan buah jeruk siem madu.

Penyediaan menu tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan makanan yang diharapkan dapat dinikmati dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi tubuh para penerima manfaat.

Melalui penyajian menu yang beragam, SPPG Bima Sape Naru berharap makanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan selera makan penerima manfaat.(Team.MDG.03)

Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Sehat dan Bergizi


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Menu makanan dengan kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah disiapkan Dapur Istiqomah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina, bagi penerima manfaat pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, ayam serundeng, sayur sop berisi wortel, buncis dan labu siam, orak tempe, serta buah kelengkeng.

Penyajian menu tersebut mencakup beberapa kelompok bahan pangan, mulai dari sumber karbohidrat melalui nasi putih, protein dari ayam serundeng dan tempe, hingga sayuran serta buah.

Pihak Dapur Istiqomah berharap menu yang disiapkan dapat dinikmati oleh penerima manfaat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan asupan gizi dan energi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyediaan menu harian ini merupakan bagian dari pelayanan pemenuhan gizi yang dilaksanakan melalui SPPG Bima Sape Parangina.(Team.MDG.03)

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bakar dan Buah Semangka


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 1 melalui Dapur Adiba kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi penerima manfaat pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih, ayam bakar, sayur asam, perkedel tahu, serta buah semangka.

Kombinasi menu tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyediaan menu makanan bergizi menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memiliki nilai gizi dan dapat dinikmati dengan baik.

Dengan menu yang beragam, SPPG Bima Sape Parangina 1 melalui Dapur Adiba berharap makanan yang disajikan pada hari ini dapat diterima dan dinikmati dengan penuh selera.(Team.MDG.03)

Mahasiswa-mahasiswi STIT Sunan Giri Bima Gelar Kegiatan English Speech Competition di Museum Asi Mbojo


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--STIT SUNAN GIRI BIMA mengadakan kegiatan English Speech Competition. Sampai hari ini kampus hijau yang terletak di Kota Bima terus menampakan pesona nya yang indah. STIT telah melangkah sejauh ini dengan membuahkan hasil yang keren. Kegiatan-kegiatan yang diadakan di kampus STIT semakin luar biasa, mahasiswa/mahasiswi nya juga keren. 

Belajar bahasa Inggris tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan buku dan papan tulis. Ada kalanya sebuah pembelajaran justru terasa lebih hidup ketika mahasiswa diberi kesempatan untuk tampil, berbicara, dan menunjukkan kemampuan mereka secara langsung. Suasana seperti itulah yang hadir dalam kegiatan "English Speech Competition" yang menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris STIT Sunan Giri Bima.

Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Asi Mbojo, salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Bima. Pemilihan lokasi tersebut memberikan suasana yang berbeda. Mereka bukan datang untuk mengikuti sebuah perlombaan, tetapi mereka telah berada di ruang yang mengingatkan mereka pada kekayaan sejarah dan budaya daerah sendiri.

English Speech Competition menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, terutama dalam keberanian berbicara di depan orang lain. Bagi sebagian orang, berbicara menggunakan bahasa asing di hadapan banyak orang bukanlah sesuatu yang mudah. Ada rasa gugup, takut salah dalam pengucapan, maupun rasa kurang percaya diri. Namun justru melalui proses seperti inilah keberanian itu dibangun.

Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris dengan kemampuan yang mereka miliki. Setiap dari mereka membawa cara penyampaian masing-masing. Ada yang tampil dengan penuh percaya diri, ada yang masih terlihat tegang, dan ada pula yang perlahan mampu menguasai suasana setelah mulai berbicara. Perbedaan tersebut menjadi bagian menarik dari kegiatan ini karena setiap dari diri mereka memiliki proses belajar yang tidak sama.

Bukan hanya soal siapa yang mampu berbicara paling lancar, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk belajar bagaimana menyampaikan gagasan dengan baik. Mereka belajar mengatur intonasi, pelafalan, ekspresi, keberanian, serta bagaimana membuat pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh orang lain. Seseorang yang awalnya merasa belum mampu, kemudian berani berdiri di depan dan mencoba berbicara, sebenarnya sudah memenangkan satu bagian penting dalam dirinya sendiri: keberanian untuk keluar dari rasa takut.

Kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris di STIT Sunan Giri Bima berharap dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang mungkin tidak semuanya diperoleh melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Bahasa Inggris bukan hanya sebuah mata pelajaran, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan untuk membuka wawasan, berkomunikasi, mencari informasi, dan mengenal dunia yang lebih luas.




Museum Asi Mbojo menjadi saksi dari satu kegiatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa, bahasa, keberanian, dan budaya dalam satu ruang. Dari tempat yang menyimpan cerita masa lalu, lahir pula cerita baru dari generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Karena belajar bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi juga tentang seberapa berani kita mencoba, berbicara, dan menunjukkan apa yang telah kita pelajari. English Speech Competition menjadi salah satu langkah kecil itu, sebuah pengalaman yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, terampil, dan siap membawa kemampuan mereka ke ruang yang lebih luas.(Sekjend MDG)

Perpusipda Kota Bima Literasi Ceria Hadir di Lapangan Posyandu Kelurahan Sadia Kota Bima


Literasi Ceria, Bersama Menumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Anak.

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima berkolaborasi dengan Salimah Kota Bima dan Rumah Baca Uswatun dalam kegiatan Literasi Ceria yang dilaksanakan di Lapangan Posyandu, Kelurahan Sadia, Kota Bima.

Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh ibu-ibu dan anak-anak. Suasana semakin meriah melalui berbagai aktivitas literasi, membaca bersama, serta kegiatan edukatif dan menyenangkan yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku.

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi yang positif bagi orang tua dan anak dalam menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan budaya literasi di lingkungan masyarakat.

Turut langsung dalam kegiatan tersebut Bapak Edi Soetrisno, S.E., Kepala Bidang Pengembangan dan pembudayaan kegemaran membaca, serta Bapak Affan, S.E., Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan. Kehadiran jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menunjukkan komitmen dalam mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Literasi Ceria, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan inklusif bagi anak-anak dan keluarga.

Kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Salimah Kota Bima, dan Rumah Baca Uswatun menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang dan kreativitas anak.

 




Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membuka jendela pengetahuan dan membangun masa depan.

Mari bersama membangun generasi Kota Bima yang gemar membaca, kreatif, dan berwawasan.(Sekjend MDG)

Gerindra Ingatkan Loyalitas Terhadap NKRI, Jangan Jadi Tentara Bayaran


Riau, Media Dinamika Global.id.-- Masyarakat wajib menjaga loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk, dengan tidak menerima tawaran pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas tentara bayaran.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra sekaligus Ketua MPR Ahmad Muzani mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran menjadi tentara bayaran di luar negeri. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang diduga terlibat dalam konflik bersenjata di negara lain.

“Iming-iming atau tawaran terhadap pekerjaan, apalagi berkonotasi dengan tentara bayaran, saya rasa tidak dibenarkan,” ujar Muzani di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, menjaga loyalitas terhadap negara bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat. Pemerintah dan berbagai pihak juga perlu memberikan dukungan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan pekerjaan sebagai tentara bayaran.

“Salah satunya dengan memastikan tersedianya lapangan pekerjaan dan kelayakan hidup yang lebih baik supaya hal seperti itu tidak terulang,” tegasnya.

Muzani mengatakan, MPR akan terus mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna.

“Pembangunan Natuna tidak boleh hanya dilihat dari perspektif keamanan dan pertahanan. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Bupati Natuna, Muzani menerima sejumlah aspirasi mengenai persoalan yang masih dihadapi daerah perbatasan tersebut. Beberapa di antaranya terkait pelayanan kesehatan serta ketersediaan energi bersubsidi.

“Persoalan yang cukup penting adalah bahwa Natuna, meskipun menghasilkan gas yang cukup besar dalam skala nasional, ternyata di Kabupaten Natuna ini kuota gas subsidi belum didapatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono mengatakan Komisi I DPR masih menunggu hasil penyelidikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait kebenaran laporan delapan WNI yang disebut-sebut menjadi tentara bayaran Rusia.

“Dari sebelum-sebelumnya sih biasanya karena alasan ekonomi ya. Kita harus mengingatkan bahwa ketika orang ingin mencari pekerjaan di negara lain, kita harap melalui jalur resmi,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu meminta masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar, termasuk pekerjaan yang berisiko seperti menjadi tentara bayaran. Dia mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri menggunakan jalur resmi yang disediakan Pemerintah.

“Selalu gunakan saja jalur resmi dan jangan cepat terbuai dengan janji-janji yang sesaat tapi kemudian menyusahkan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan dugaan modus perekrutan delapan WNI tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan informasi intelijen Indonesia, para WNI itu direkrut melalui negara pihak ketiga dengan modus lowongan pekerjaan sebagai petugas keamanan atau tenaga administrasi.

“Seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan (satpam) ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi gaji yang besar,” katanya.

Informasi mengenai delapan WNI yang disebut-sebut menjadi tentara bayaran pertama kali dirilis Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) atau Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina. Dalam rilis tersebut, FISU membeberkan identitas delapan WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia.

Kedelapan WNI itu adalah Yuda Putra Pratama (lahir 9 Agustus 1997), Haryanto Dwi Kencana (14 Juli 1983), Erwanda (5 Agustus 1988), Ngangun Hudri Fadli (17 September 1978), Muhammad Syaripudin (3 Agustus 1994), M Hadi Maulana (7 April 1987), Wahyu Oktavian Iskandar (22 Oktober 1985), dan Helmi Nuraha Hakim (27 Januari 1983).(Sekjend MDG)