Media Dinamika Global

Minggu, 06 September 2026

Menu Bergizi SPPG Bima Sape Parangina Dapur Adiba untuk Senin, 7 September 2026


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 September 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina atau Dapur Adiba kembali menyiapkan menu makanan bagi penerima manfaat pada Senin (7/9/2026).

Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, sup ayam, urap, tahu goreng, dan buah salak. Sajian tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kehadiran menu makanan bergizi melalui SPPG menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan asupan makanan yang sehat dan seimbang. Kombinasi makanan pokok, lauk, sayuran, dan buah diharapkan dapat dinikmati dengan baik serta memberikan manfaat bagi kesehatan.

SPPG Bima Sape Parangina (Dapur Adiba) mengajak seluruh penerima manfaat untuk menikmati menu yang telah disediakan dengan penuh selera dan tetap menjaga pola hidup sehat.(Team.MDG.03)

Ali Akbar Siregar Bantah Keterlibatan dalam Dugaan Gudang BBM di Tenayan Raya


PEKANBARU, RIAU — Terkait beredarnya informasi yang menyebut nama Ali Akbar Siregar sebagai pihak yang memiliki atau menjalankan aktivitas gudang BBM di Jalan Hangtuah Ujung, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, ditegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Ali Akbar Siregar menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan maupun aktivitas gudang BBM yang dimaksud dalam informasi tersebut. Ia juga menegaskan tidak pernah membuka, mengelola, ataupun menjalankan usaha penampungan BBM di lokasi sebagaimana disebutkan.

Dengan demikian, penyebutan nama Ali Akbar Siregar dalam kaitannya dengan dugaan gudang BBM tersebut dinilai tidak memiliki dasar dari pihak yang bersangkutan.

Terkait adanya kendaraan tangki berlogo Pertamina yang disebut terlihat berada di sekitar lokasi, keberadaan kendaraan tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar untuk mengaitkannya dengan Ali Akbar Siregar tanpa adanya bukti maupun keterangan resmi yang menunjukkan hubungan tersebut.

Ali Akbar Siregar berharap informasi yang beredar tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak yang dapat merugikan nama baiknya.

Ia juga meminta agar setiap informasi yang menyangkut dirinya terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan sehingga pemberitaan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan akurasi.

Tidak Pernah Membuka Usaha Gudang BBM

Penegasan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang mengaitkan Ali Akbar Siregar dengan aktivitas gudang BBM di kawasan Tenayan Raya.

Ali Akbar Siregar menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki usaha gudang BBM, tidak membuka aktivitas penampungan BBM, dan tidak terlibat dalam kegiatan sebagaimana yang dituduhkan.

Apabila terdapat aktivitas BBM di lokasi tersebut, maka persoalan mengenai siapa pengelola dan bagaimana legalitas kegiatannya seharusnya diklarifikasi langsung kepada pihak yang berada di lokasi serta instansi berwenang.

Ali Akbar Siregar juga membuka ruang klarifikasi apabila ada pihak yang memiliki informasi atau bukti yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas tersebut.

Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Ta’lim Akbar Bersama Seluruh Wali Murid Insan Kamil Kota Bima


Kota Bima - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insan Kota Bima yang berada di bawah naungan Yayasan Ta’awun, bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Kota Bima, sukses menggelar kegiatan Ta’lim Akbar bersama seluruh wali murid pada Sabtu (05/09/2026) atau bertepatan dengan 22 Rabiul Awwal 1448 H.

Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Al-Muwahiddin ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan di bawah SIT Insan, mulai dari KBIT, TKIT, SDIT, hingga SMPIT. Mengangkat tema “Mendidik Generasi Qurani ala Rasulullah”, ta’lim akbar ini menghadirkan pemateri Kandidat Doktor Ust. Muhamad Syukrillah, S.Th.I, M.Ag. hafizhahullah.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Ketua JSIT Indonesia Daerah Kota Bima, Ust. Yus’iran, S.Si, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa begitu saja diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah atau guru.

"Orang tua harus hadir dan terlibat langsung, salah satunya dengan menyatukan persepsi pola asuh bersama guru di sekolah. Buku monitoring yang dipegang siswa hendaknya tidak sekadar diisi atau dicentang, melainkan dipantau untuk melihat keberhasilan perkembangan sikap anak anak dalam aktivitas kesehariannya di rumah, sejauh mana capaian hasil pendidikan guru di sekolah maupun pendidikan orang tua di rumah," tegas Ust. Yus'iran.

Untuk menambah antusiasme para peserta, panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik. Hadiah tersebut diberikan kepada:

1. Wali murid yang datang paling awal.

2. Keterwakilan jumlah kelas terbanyak.

3. Serta wali murid yang mengajukan pertanyaan yang menginspirasi.

Penyerahan doorprize dilakukan langsung oleh Ketua Panitia, Ust. Jumratul, S.Pd.I.

Melalui kegiatan Ta'lim Akbar ini, diharapkan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua murid semakin kuat dalam mencetak generasi yang berkarakter Rabbani dan berakhlak mulia sesuai dengan teladan Rasulullah SAW. Aamiin.

1.SekolahRamahAnak

2.SDITInsanKamilSantiKotaBima

3. sekolahkarakterqurani

3. sekolahkarawimataho

4. jsitindonesia

Selamat datang di keluarga besar SDIT Insan Kamil Santi Kota Bima.

Mari kita ciptakan banyak cerita indah bersama.

SMAN 2 Kota Bima Gelar Upacara Bendahara di halaman Sekolahnya






Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Senin pagi kembali menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga SMAN 2 Kota Bima. Upacara rutin hari Senin dilaksanakan di lapangan SMAN 2 Kota Bima, dengan suasana tertib dan khidmat, senin 7/9/2026.

Upacara kali ini dipercayakan kepada siswa-siswi kelas XII.2 sebagai petugas. Dengan penuh tanggung jawab, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dengan baik hingga selesai.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakasek Humas SMAN 2 Kota Bima, Pak Muslim, S.Ag. Dalam amanatnya, ia menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kedisiplinan, tanggung jawab, ibadah, serta semangat siswa dalam mengikuti proses pendidikan.

Salah satu penekanan utama adalah disiplin waktu, baik bagi guru maupun siswa. Menurutnya, ketepatan waktu bukan sekadar persoalan hadir lebih awal atau tidak terlambat, tetapi merupakan bagian dari karakter dan bentuk penghargaan terhadap tanggung jawab.

"Waktu yang kita miliki hari ini tidak akan kembali lagi. Karena itu, mari kita biasakan menghargai waktu dengan hadir tepat waktu dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.

Menariknya, di sela-sela amanat tersebut, pembina upacara memberikan ruang kepada pengurus OSIS SMAN 2 Kota Bima yang sebelumnya mengikuti kegiatan studi tiru untuk berbagi pengalaman kepada seluruh peserta upacara.

Pembina memanggil Raihan dan M. Fajar Maulana untuk tampil di hadapan seluruh peserta dan memaparkan pengalaman mereka selama mengikuti rangkaian kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan.

Keduanya menceritakan pengalaman selama mengunjungi Universitas Mataram (UNRAM), Lembaga DORYOUKU BALI TOSHA, serta tiga sekolah di Kota Mataram. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran tersendiri bagi pengurus OSIS, terutama dalam melihat secara langsung bagaimana sekolah lain mengelola organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, budaya sekolah, serta berbagai program yang mendukung pengembangan potensi peserta didik.

Pemaparan tersebut sekaligus menjadi pesan tersirat bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, sebuah perjalanan dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan pengalaman, gagasan, budaya organisasi, dan praktik baik yang dapat dibawa pulang untuk dikembangkan di sekolah sendiri.

Usai pemaparan pengalaman studi tiru, Pak Muslim kembali melanjutkan amanatnya dengan mengingatkan seluruh siswa mengenai keteraturan salat Zuhur berjamaah.

Menurutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk pribadi yang memiliki kedisiplinan spiritual. Karena itu, pelaksanaan salat Zuhur berjamaah harus menjadi bagian dari budaya positif yang dilaksanakan secara tertib dan konsisten.

Masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun ketenangan, kedisiplinan, dan kebersamaan.

Selain itu, pembina upacara memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bolos dan malas. Siswa diingatkan agar tidak membiasakan diri meninggalkan pembelajaran tanpa alasan yang jelas.

Demikian pula dengan rasa malas. Kemalasan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan menjadi kebiasaan, ia dapat perlahan menggerus semangat belajar dan menjauhkan siswa dari cita-cita yang ingin diraih.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa sekolah merupakan masa untuk membangun kebiasaan baik. **Datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran, tidak bolos, rajin belajar, tertib beribadah, serta aktif dalam kegiatan positif** merupakan bagian dari proses membangun masa depan.

Jika UNRAM, lembaga pendidikan, dan sekolah-sekolah yang dikunjungi dalam studi tiru telah memberikan pengalaman baru kepada para pengurus OSIS, maka pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai cerita perjalanan. Ia harus berubah menjadi inspirasi yang dapat diterapkan untuk membawa SMAN 2 Kota Bima menjadi sekolah yang semakin maju.

Upacara kemudian memasuki penghujung kegiatan. Seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai penutup.

Doa dipanjatkan agar seluruh warga SMAN 2 Kota Bima senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dalam menjalankan tugas dan belajar, serta keberkahan dalam setiap langkah.

Senin pagi pun berakhir. Namun, lapangan upacara meninggalkan beberapa pesan penting: hargai waktu, jangan bolos, lawan kemalasan, tertib dalam melaksanakan salat berjamaah, dan jadikan setiap pengalaman sebagai bahan untuk belajar dan berkembang.

Sebab, sekolah bukan hanya tempat mendapatkan nilai. Sekolah adalah tempat menempa kebiasaan, membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda untuk melangkah lebih jauh. Hari ini belajar dari pengalaman. Esok mengubah pengalaman itu menjadi prestasi. (Sekjend MDG)

TES GELOMBANG KE - 3 PMB UNIVERSITAS MBOJO BIMA TAHUN 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Hari ini menjadi langkah awal bagi para calon mahasiswa untuk membuka perjalanan baru menuju masa depan yang lebih cerah. 

Dengan semangat, persiapan, dan tekad yang kuat, peserta mengikuti Tes Gelombang 1 Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026.

Universitas Mbojo Bima mengucapkan selamat kepada seluruh peserta. Jadikan setiap proses sebagai pengalaman berharga dan percaya bahwa usaha terbaik hari ini adalah investasi untuk masa depan nanti.

Ayo.....Bersama Universitas Mbojo Bima, wujudkan mimpi, raih prestasi, dan tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing.(Sekjend MDG)

Rafa, Siswa SMKN 3 Kota Bima Raih Juara 2 Tambora Jungle Run 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMK Negeri 3 Kota Bima. Rafa, siswa Kelas XI Desain Grafis, berhasil meraih Juara 2 Lomba Lari 5 Kilometer pada ajang bergengsi Tambora Jungle Run 2026.

Keberhasilan Rafa menjadi bukti bahwa siswa SMKN 3 Kota Bima tidak hanya mampu menunjukkan kompetensi dan kreativitas di bidang akademik maupun kejuruan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang olahraga. Dalam ajang Tambora Jungle Run 2026, Rafa tampil penuh semangat dan mampu menyelesaikan lintasan lari sejauh 5 kilometer dengan hasil yang membanggakan.

Prestasi tersebut disambut gembira oleh keluarga besar SMK Negeri 3 Kota Bima. Keberhasilan Rafa diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki serta berani berkompetisi dalam berbagai bidang.

Kepala SMK Negeri 3 Kota Bima, Jainuddin, S.Pd, MM, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Rafa.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Rafa. Ini merupakan bukti bahwa dengan semangat, kerja keras, disiplin, dan ketekunan, siswa mampu meraih prestasi di berbagai bidang. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan membawa nama baik sekolah. Selamat untuk siswa dan pembina hebat SMK Negeri 3 Kota Bima atas prestasi yang diraih,” ujar Jainuddin.

Menurutnya, sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, serta kompetensinya, baik dalam bidang akademik, keterampilan, seni, maupun olahraga.

Prestasi Rafa semakin memperkuat semangat Sakola Karawi Matupa, yang terus mendorong lahirnya generasi siswa yang Kreatif, Religius, Adaptif, Wirausaha, Mandiri, Terampil, Unggul, dan Berprestasi.

Dengan torehan Juara 2 pada kategori lari 5 kilometer di Tambora Jungle Run 2026, Rafa telah membuktikan bahwa semangat pantang menyerah dan kerja keras dapat mengantarkan generasi muda menuju prestasi.

Selamat dan sukses untuk Rafa! Terus berlari, raih mimpi, dan ukir prestasi untuk SMKN 3 Kota Bima.(Sekjend MDG)

Taruna SMANDU Diperkuat: Sekolah, Kodim 1608 Bima, Komite, dan Wali Murid Sepakat Kawal Calon Pemimpin Masa Depan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Aula SMAN 2 Kota Bima menjadi ruang bertemunya gagasan, harapan, sekaligus komitmen bersama dalam sebuah rapat penting yang mempertemukan Pimpinan sekolah, Komite Sekolah, Jajaran Kodim 1608 Bima, dan Wali Murid. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan dan Pembiayaan Ekstrakurikuler TARUNA SMANDU, sebuah program pembinaan yang dirancang untuk membentuk karakter, mental, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.

Rapat diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Addarunnafis, M.Pd, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Sri Nurnaningsih, S.Pd. Suasana pun berubah khidmat ketika seluruh peserta berdiri, seakan mengingatkan bahwa pembinaan generasi muda pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menyiapkan anak-anak bangsa untuk masa depan Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, Sambutan Komite Sekolah, Penyampaian dari jajaran Kodim 1608 Bima, serta sesi diskusi yang memberikan ruang kepada wali murid untuk menyampaikan pertanyaan, usul, dan saran.

BUKAN SEKADAR SERAGAM, TETAPI PEMBENTUKAN KARAKTER

Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd menjelaskan bahwa TARUNA SMANDU bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler yang menonjolkan penampilan, seragam, atau baris-berbaris. Lebih dari itu, program tersebut merupakan ikhtiar sekolah untuk membentuk mental dan karakter peserta didik sejak dini.

Umi Kepala menjelaskan, dari 177 peserta yang mengikuti tes kesehatan, Samapta sebanyak 95 orang dinyatakan melanjutkan ke tahapan seleksi Baris Berbaris. Setelah melalui proses seleksi, termasuk tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB), akan dibentuk dua peleton dengan total 62 peserta, terdiri atas 31 TARUNA PUTRA dan 31 TARUNA PUTRI.

Proses seleksi yang ketat tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar siap mengikuti proses pembinaan.

“Sejak awal mereka kita siapkan mental dan karakternya. Mereka harus siap menjadi pemimpin masa depan,” demikian garis besar pesan Umi Kepala dalam menjelaskan arah pembinaan Taruna SMANDU.

Nama TARUNA SMANDU sendiri bukan sekadar label. Nama tersebut mengandung harapan agar peserta didik yang tergabung di dalamnya kelak benar-benar mampu mewujudkan cita-cita menjadi TARUNA sesungguhnya, khususnya bagi mereka yang memiliki minat melanjutkan pengabdian melalui jalur TNI maupun POLRI. Namun, sekolah juga menegaskan bahwa cita-cita tersebut harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak. TARUNA SMANDU diharapkan menjadi teladan bagi teman-temannya, baik dalam penampilan, tutur kata maupun tindakan.

“Penampilan taruna harus menarik, tetapi yang lebih penting adalah akhlaknya. Kita kawal akhlaknya,” menjadi salah satu penekanan dalam arah pembinaan. TARUNA SMANDU nantinya tidak hanya dibentuk melalui latihan kedisiplinan dan PBB. Berbagai kegiatan akan menjadi bagian dari proses pembinaan, antara lain olahraga, bela diri, tinju, panahan, drumband, serta kegiatan lain yang mendukung pembentukan fisik, mental, keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah pembinaan selama tiga hari di barak. Setelah menjalani proses tersebut, peserta akan mengikuti tahapan yang menjadi bagian dari pembentukan mental, termasuk prosesi memperoleh baret melalui jalan juang. Semua itu, kata Umi Kepala, tetap membutuhkan dukungan dan komitmen orang tua.

“Pada akhirnya kembali kepada Bapak dan Ibu,” menjadi pesan penting bahwa keberhasilan program tidak hanya berada di tangan sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, pembina, peserta didik, dan keluarga.

KODIM: PROGRAM HARUS BERKELANJUTAN

Dari jajaran Kodim 1608 Bima, Serka Adhar dan Sertu Heri menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 2 Kota Bima yang telah membuka ruang kemitraan dalam pembinaan peserta didik.

Serka Adhar mengungkapkan kerinduannya untuk dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan pihak sekolah dan wali murid dalam suasana seperti itu. Menurutnya, program Taruna SMANDU tidak seharusnya berhenti pada kegiatan kali ini saja, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan kami juga siap melaksanakan pembinaan karena KODIM dengan SMAN 2 Kota Bima sudah menandatangani MoU pembinaan TARUNA SMANDU 

Program tersebut dinilai sangat positif karena dapat menjadi wadah untuk mengakomodasi dan mengarahkan minat peserta didik yang bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri.

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di luar sana mengenai kebutuhan anggaran yang besar untuk lolos tes TNI. Menurut pengalaman dirinya sebagai bagian dari TNI yang diperlukan hanya anggaran transportasi dan administrasi kelengkapan bahan kita saja karena selama saya tes dan lolos TNI tidak ada anggaran suap, sogok maupun slogan kalau tidak ada duit gak bisa jadi tentara. Semua itu anggapan yang keliru yang diperlukan sekarang adalah semangat, disiplin, kuat fisik dan mental serta kemauan belajar menjadi modal utama peserta didik.

KOMITE: PROGRAM BAGUS HARUS DIDUKUNG BERSAMA.

Ketua Komite Sekolah, Pak Repta Warman, S.Sos menyambut positif lahirnya TARUNA SMANDU. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah brilian dalam melakukan pembinaan sejak dini terhadap anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri. Namun, ia mengingatkan pada wali murid bahwa sebaik apa pun sebuah rancangan kegiatan, program tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan Bapak dan Ibu.

Ia bahkan menceritakan pengalaman pribadi bahwa anaknya sendiri tidak lolos dalam seleksi CALON TARUNA SMANDU. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa proses seleksi dilakukan secara serius dan tidak sekadar formalitas. Karena itu, ia mengajak para wali murid untuk berbangga karena putra-putri mereka merupakan bagian dari peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi. Komite juga akan menjadi jembatan komunikasi dan transparansi terkait pembiayaan program antara sekolah, komite dan wali murid agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipahami dan disepakati bersama.

SMA/SMK DI NTB BELUM ADA PROGRAM INI HANYA SMAN 2 KOTA BIMA YANG SUDAH MEMULAINYA

Sesi diskusi, usul, dan saran kemudian dipandu oleh pengurus Komite Sekolah, Ibu Muslimah, S.Pd.

Sebelum membuka diskusi, Ibu Muslimah menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas lahirnya ekstrakurikuler TARUNA SMANDU. Ia menyebut program tersebut sebagai sesuatu yang istimewa karena, sejauh yang ia ketahui, belum ada ekstrakurikuler serupa di NTB selain di SMAN 2 Kota Bima.

Kebanggaan itu semakin terasa karena cucunya sendiri mengikuti program tersebut dengan cita-cita menjadi anggota TNI.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar Program TARUNA SMANDU dapat tumbuh dan berkembang.

WALI MURID: “KAMI DUKUNG PENUH”.

Antusiasme wali murid terlihat dalam sesi diskusi. Pak Muhtar Kasipahu, wali murid dari Mutiara, kelas X.2, menyambut penuh semangat program TARUNA SMANDU. Ia memiliki putra yang merupakan alumni SMAN 2 Kota Bima Tahun 2025 yaitu Indra, kini telah menjadi anggota TNI.

Menurutnya, pengalaman putranya menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia percaya bahwa pembinaan dari sekolah memiliki peran penting dalam perjalanan anak-anak meraih cita-cita.

Kini, putrinya mengikuti Program TARUNA SMANDU. Ia berharap kehadiran program tersebut semakin membuka jalan bagi putrinya untuk meraih cita-cita. Namun, ia menitipkan satu harapan penting: kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya dan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat berlangsung secara seimbang. Untuk pembiayaan program, ia menyatakan dukungan penuh.

Dukungan serupa disampaikan Ibu Suharti. Ia mengaku sangat antusias mendukung TARUNA SMANDU, baik dari sisi pembinaan maupun pembiayaan. Saking antusiasnya, ia bahkan bertanya apakah anak atau cucunya yang bersekolah di sekolah lain dapat mengikuti Program TARUNA SMANDU.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Umi Kepala dengan nada kelakar yang mengundang tawa peserta rapat.

“Bisa, asal cucunya pindah dulu ke SMAN 2 Kota Bima, jadi Bu Program ini hanya diperuntukkan bagi murid SMAN 2 Kota Bima,” demikian jawaban bercanda yang mencairkan suasana rapat.

PAK H. EDY SALKAM: LANGKAH CERDAS MENGAKOMODASI MINAT MURID.

Apresiasi juga datang dari Ayahanda H. Edy Salkam, S.Pd., M.M.Inov, mantan Kepala SMAN 2 Kota Bima yang hadir dalam kapasitas sebagai wali murid Rahmad, kelas X.

Beliau mengungkapkan bahwa ketika dirinya masih memimpin SMAN 2 Kota Bima, sebagian besar peserta didik memang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri. Namun, pada saat itu belum terpikirkan untuk membentuk sebuah wadah khusus bernama TARUNA SMANDU. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Umi Kepala yang dinilainya telah mengambil langkah cerdas dengan mengakomodasi minat dan bakat peserta didik melalui program tersebut. Beliau juga memberikan masukan agar pembinaan lebih diprioritaskan bagi peserta didik kelas XII yang akan menghadapi proses seleksi masuk TNI maupun Polri. Terkait pembiayaan, ia menyarankan agar dapat dilakukan sharing anggaran dengan dana BOS sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.




Umi Kepala kemudian menjelaskan bahwa sekolah akan memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana, sedangkan kebutuhan perlengkapan Performance, kegiatan diklat dasar, dan kegiatan rutin TARUNA SMANDU akan didukung melalui kesepakatan bersama wali murid.

SATU MEJA, SATU KESEPAKATAN.

Rapat bersama tersebut akhirnya menemukan titik temu. Para wali murid menyatakan SEPAKAT DAN MENDUKUNG PROGRAM TARUNA SMANDU, termasuk dukungan terhadap pembiayaan kegiatan mulai dari Perlengkapan Performance, Kegiatan Dik

latsar dan Kegiatan Rutin sesuai hasil kesepakatan bersama.(Sekjend MDG)