Media Dinamika Global

Jumat, 18 September 2026

BPJS Nonaktif Hambat Kontrol Pasien Psikiatri, Kepala Dinkes Lobar Pastikan Kepesertaan Kembali Diaktifkan

Kepala Dikes Lombar, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM, dengan latar kantor, 
 dan Ilustrasi Kartu BJPS Dinonaktifkan, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global - Persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan nonaktif kembali menjadi perhatian setelah seorang pasien psikiatri asal Dusun Aik Ampat, Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, dilaporkan mengalami kendala saat hendak menjalani kontrol rutin di RSUD Patut Patuh Patju.

Pasien yang tercatat sebagai peserta PBI-JKN tersebut diketahui menjalani perawatan terkait Gangguan Cemas Menyeluruh atau Generalized Anxiety Disorder (F41.1). Berdasarkan laporan yang diterima NTB CARE, pasien dijadwalkan menjalani kontrol di Poli Psikiatri RSUD Patut Patuh Patju pada 9 September 2026.

Namun, saat hendak memperoleh pelayanan, sistem BPJS menyatakan rujukan tidak berlaku karena status kepesertaan pasien tercatat nonaktif.

Kondisi tersebut kemudian membuat keluarga pasien berupaya mengurus kembali status kepesertaan. Dalam prosesnya, keluarga disebut harus mendatangi sejumlah instansi, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Kesehatan.

NTB CARE kemudian menyoroti persoalan tersebut karena menyangkut akses layanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan kontrol secara rutin.

Yuni Bourhany menilai persoalan administrasi kepesertaan tidak seharusnya menjadi hambatan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Ini bukti nyata. Dokumen RSUD-nya ada, KTP Lobar-nya ada, rujukannya ada. Tapi negara tidak hadir. Rakyat bayar pajak tepat waktu, tapi saat butuh layanan dasar, negara tidak pernah on time,” ujarnya. Kamis (17/9/26).

Ia juga meminta pemerintah daerah memastikan masyarakat tidak harus berpindah-pindah instansi ketika menghadapi persoalan kepesertaan BPJS.

“Saya mendesak Pemprov NTB memastikan layanan dasar bisa diakses kapan saja, di mana saja, tanpa harus menunggu kematian menyempurnakan kesusahan rakyat,” tegasnya.

NTB CARE mendorong adanya sinkronisasi data DTKS, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPJS secara lebih cepat serta layanan terpadu agar masyarakat tidak menjadi korban persoalan administrasi antarinstansi.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Beri Penjelasan

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki mekanisme untuk mengaktifkan kembali kepesertaan warga yang dinonaktifkan, termasuk peserta PBI-JK dan peserta mandiri kelas III.

Menurutnya, apabila warga berada dalam kondisi membutuhkan pelayanan kesehatan segera, mekanisme pengaktifan dapat dilakukan melalui Dinas Kesehatan dengan menunjukkan dokumen pelayanan atau surat kontrol dari rumah sakit.

“Kami memiliki mekanisme pengaktifan kembali peserta yang dinonaktifkan, baik oleh pusat maupun peserta mandiri kelas III,” jelas Erni saat wawancara Media Dinamika Global.

Ia menambahkan, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan segera, seperti kontrol rumah sakit, rawat inap maupun kondisi lainnya, pasien dapat menunjukkan surat kontrol sehingga kepesertaannya dapat segera diproses dan pembiayaannya dialihkan melalui pemerintah daerah. Jika dalam kondisi pasien butuh pelayanan segera, dalam hal ini harus kontrol ke RS, rawat inap dan lain-lain, maka cukup dengan menunjukkan surat kontrol dan langsung bisa diaktifkan serta dialihkan pembiayaannya ke Pemda.

"Reaktivasi ini diperlukan agar pasien dapat tetap dipertahankan sebagai peserta PBI JK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. meskipun secara teknis dapat langsung dilakukan oleh pemda namun reaktivasi harus dilakukan," ujarnya.

Terkait adanya keluhan warga yang merasa dipingpong antarinstansi, Erni menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak terlepas dari banyaknya peserta PBI-JK yang mengalami penonaktifan.

Ia menyebut, di Kabupaten Lombok Barat terdapat sekitar 109 ribu peserta yang mengalami penonaktifan sehingga ketika ditemukan adanya warga yang membutuhkan layanan, proses reaktivasi harus dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kalau kewenangannya, jika peserta PBI-JK maka kewenangan ada pada Dinsos dan desa untuk bisa diaktifkan kembali. Tetapi jika urgen, maka dapat dilakukan kapan pun melalui Dikes,” katanya.

Pasien Disebut Pernah ke Luar Negeri

Erni juga memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien yang menjadi sorotan tersebut. Menurutnya, berdasarkan data yang diterima, pasien pernah berada di luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa dalam ketentuan yang berlaku, kepesertaan tertentu dapat dinonaktifkan sementara ketika peserta berada di luar negeri. Hal tersebut, kata dia, berkaitan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah dan kerja sama pembiayaan dengan BPJS Kesehatan.

“Kondisi pasien sekarang sudah kembali dan memiliki penyakit katastropik dan lain-lain, maka bisa diaktifkan kembali dengan kemudahan UHC. Namun memang harus diprioritaskan kepada yang membutuhkan saja karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Erni memastikan persoalan pasien tersebut telah ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.

“Sudah kami tindak lanjuti dan mengaktifkan kembali pasien tersebut,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim NTB CARE yang telah menyampaikan informasi terkait kendala pelayanan tersebut.

“Terima kasih kami sampaikan kepada tim NTB CARE atas masukan dan informasinya. Kami menyadari karena keterbatasan anggaran dan tingginya penonaktifan dari pusat, kondisi ini kadang harus menjadi perhatian seluruh pihak,” pungkasnya.

Redaksi |

Kamis, 17 September 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape, Kodim 1608/Bima, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di sejumlah desa binaan, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam kegiatan Komsos yang berlangsung di beberapa wilayah binaan, para Babinsa menyampaikan sejumlah imbauan, mulai dari pentingnya menjaga kerukunan, menghindari konflik, tertib berlalu lintas hingga mengawasi pergaulan anak-anak dan remaja.

Babinsa Buncu, Serka Khaeruddin, pada pukul 09.00 WITA melaksanakan Komsos bersama warga binaannya. Ia mengimbau masyarakat agar senantiasa hidup rukun dengan mengedepankan sikap sopan santun serta melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan secara baik dan tidak dengan tindakan main hakim sendiri. Apabila terjadi permasalahan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat yang berwenang.


Sementara itu, pada pukul 09.20 WITA, Serda Sanusi selaku Babinsa Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, juga melaksanakan Komsos bersama warga, khususnya para pemuda. Ia mengajak generasi muda untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Sanusi juga mengingatkan para pemuda agar mematuhi peraturan lalu lintas, seperti menggunakan helm, membawa kelengkapan berkendara dan mengutamakan keselamatan di jalan. Ia turut mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan knalpot racing atau knalpot yang tidak sesuai standar karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan warga serta bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.


Kegiatan serupa dilakukan Serda Abdul Hafid, Babinsa Rasabou, pada pukul 09.30 WITA. Dalam Komsos tersebut, ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu persoalan di lingkungan masyarakat.

Serda Abdul Hafid juga mengingatkan warga agar tidak menyelesaikan permasalahan dengan cara main hakim sendiri. Setiap persoalan yang terjadi diharapkan dapat diselesaikan secara baik dan, apabila diperlukan, dilaporkan kepada aparat yang berwenang.

Selanjutnya, pada pukul 09.45 WITA, Serka Jamaluddin, Babinsa Desa Sangga, Kecamatan Lambu, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan Komsos bersama warga desa binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Jamaluddin mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam hal pergaulan. Menurutnya, pengawasan keluarga diperlukan untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam pergaulan yang dapat menimbulkan berbagai persoalan dan merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Melalui kegiatan Komsos yang dilakukan secara rutin tersebut, Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin baik dengan masyarakat. Selain itu, warga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan kondusivitas wilayah.

Kegiatan Komsos tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk mendekatkan diri dengan masyarakat serta membangun kepedulian bersama terhadap berbagai persoalan sosial dan keamanan di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Kapolsek Menggala Buka Suara, "Berawal dari Informasi Masyarakat, Kami Langsung Bergerak ” Bukti Sabu Ditemukan di Saku Celana.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglonal.Id || Berawal dari informasi masyarakat, jajaran Polsek Menggala, Polres Tulang Bawang langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial JY (22) di ruas Jalan Blok D, Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Menggala IPTU Yusrizal, S.H., mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel Unit Reskrim Polsek Menggala.

“Berawal dari informasi masyarakat, kami langsung bergerak melakukan penyelidikan. Informasi tersebut kami tindak lanjuti secara serius hingga akhirnya anggota berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,”ujar IPTU Yusrizal.

Menurut Kapolsek, terlapor diamankan saat sedang melintas memasuki ruas jalan menuju pemukiman warga dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi.

Petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan badan maupun pakaian terhadap terlapor. Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menemukan satu plastik klip berukuran kecil yang diduga berisikan narkotika jenis sabu di dalam saku celana sebelah kiri.

Selain diduga sabu, petugas turut mengamankan uang tunai sebesar Rp36.000 dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa nomor polisi.

Terlapor bersama seluruh barang bukti selanjutnya dibawa dan diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Tulang Bawang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

IPTU Yusrizal menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,”tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Atas dugaan perkara tersebut, terlapor diproses lebih lanjut oleh Satres Narkoba Polres Tulang Bawang. (Fs/Red) 

Wagub NTB: Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor


Mataram, Media Dinamika Global -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Kepastian tersebut tidak hanya menyangkut proses perizinan, tetapi juga legalitas usaha dan dukungan ekosistem hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan investasinya.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri saat membuka Seminar Nasional “Kupas Tuntas Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing (PT PMA)” dengan tema “Perizinan Berusaha, Kewajiban Hukum Pelaku Usaha dan Peran Strategis Notaris dalam Mendukung Kepastian Hukum Investasi di Indonesia” di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (17/9/2026).

Seminar tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI) beserta jajaran, pengurus INI NTB, notaris, konsultan hukum, praktisi, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda mengatakan, investasi tidak semata-mata berbicara tentang masuknya modal. Kehadiran investor juga membawa teknologi, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah harus memastikan investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya, mulai dari perizinan hingga aspek hukum yang melekat pada kegiatan bisnis.

“Kalau kita berbicara tentang investasi, kita harus paham satu hal, yaitu investasi bukan hanya soal modal, tetapi soal kepercayaan. Investor membutuhkan kepastian perizinan, kepastian hukum, dan kepastian bahwa pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan,” tegas Wagub.

Menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan dinamika dunia usaha yang terus berkembang. Perubahan regulasi menuntut pelaku usaha dan profesi yang mendampingi mereka untuk memahami ketentuan terbaru agar setiap keputusan dan dokumen hukum yang dibuat memberikan kepastian serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Wagub berharap Ikatan Notaris Indonesia dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang sehat. Notaris, kata dia, memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai tindakan hukum dan dokumen perusahaan disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

NTB sendiri memiliki peluang investasi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pertambangan hingga ekonomi kreatif. Pemerintah daerah terus mendorong agar potensi tersebut dapat berkembang melalui iklim usaha yang terbuka, transparan, dan memberikan kepastian.

Pesan tersebut sejalan dengan perkembangan kebijakan perizinan nasional. Pemerintah telah melakukan penyesuaian implementasi KBLI 2025 dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk meningkatkan kepastian klasifikasi usaha dan integrasi layanan antara OSS, Administrasi Hukum Umum (AHU), serta sistem terkait lainnya.

Ketua Pengurus INI NTB Lalu Mulyadi mengatakan, perubahan regulasi yang dinamis membuat pelaku usaha membutuhkan pendampingan hukum yang semakin baik. Ia mencontohkan penyesuaian KBLI 2025, kewajiban pelaporan tahunan perseroan melalui AHU, serta perkembangan kebijakan perpajakan yang berdampak langsung terhadap kegiatan usaha.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peran notaris dalam ekosistem transaksi dan tata kelola bisnis.

“Pentingnya keberadaan notaris dalam ekosistem transaksi bisnis membuat tema dan materi seminar kali ini sangat relevan, baik bagi notaris maupun kalangan dunia usaha,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum pembahasan regulasi, tetapi menghasilkan pemahaman yang lebih baik bagi notaris dan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan serta memperkuat kepastian hukum kegiatan bisnis.

Bagi Pemprov NTB, kepastian hukum menjadi bagian dari upaya membangun iklim investasi yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga memberikan ruang bagi investasi untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Hari ini kita bangun NTB bukan hanya sebagai daerah yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga daerah yang aman untuk berusaha, menarik untuk berinvestasi, dan menjanjikan di dalam membangun masa depan,” pungkas Wagub.

Dengan demikian, penguatan investasi NTB tidak berhenti pada upaya menarik modal masuk. Kepercayaan investor harus dibangun melalui kepastian perizinan, kepastian hukum, profesionalisme para pendukung dunia usaha, serta kehadiran pemerintah yang memberikan layanan secara jelas dan terukur. Di atas fondasi itulah investasi diharapkan tumbuh dan memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian serta masyarakat NTB.

Redaksi|

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Gado-Gado sebagai Menu Bergizi


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi para penerima manfaat pada Jumat (18/9/2026).

Menu yang disajikan kali ini adalah gado-gado yang dilengkapi dengan lontong, telur, sayuran, tempe goreng tepung, serta bumbu kacang. Adapun sayuran yang digunakan terdiri atas wortel, kol, dan kacang panjang.

Sebagai pelengkap asupan gizi, penerima manfaat juga mendapatkan susu plain Frisian Flag Nutribrain Omega.

Pihak SPPG Bima Sape Parangina berharap menu yang disiapkan dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi penerima manfaat sekaligus memberikan pilihan makanan yang lezat dan bermanfaat.

Melalui penyediaan menu yang beragam, program pemenuhan gizi diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat penerima layanan.(Team.MDG.03)

Gubernur Iqbal: NTB Satu Data Diperkuat, Dashboard Eksekutif Jadi Ruang Kendali Pembangunan


Mataram, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal mendorong NTB Satu Data dan Dashboard Eksekutif dikembangkan sebagai instrumen utama untuk membaca kondisi daerah, memantau kinerja pembangunan, dan menentukan intervensi secara lebih cepat dan tepat. Data yang tersedia tidak boleh berhenti sebagai angka atau laporan perangkat daerah, tetapi harus mampu memberikan gambaran nyata tentang kondisi NTB hingga tingkat yang lebih rinci.

Hal itu disampaikan Gubernur saat melihat presentasi pengembangan NTB Satu Data dan Dashboard Eksekutif di Gema Coffee Mataram, Kamis (17/9/2026). Hadir Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Lead SKALA Pusat, Lead SKALA NTB, Asisten III Setda NTB, jajaran Bappeda, Tenaga Ahli Gubernur, Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, serta Tim NTB Satu Data Dinas Kominfotik NTB.

Menurut Gubernur, persoalan dalam membangun satu data bukan sekadar bagaimana mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan data tersebut detail, berkualitas, saling terhubung, aman, mutakhir, dan benar-benar menggambarkan kondisi lapangan.

“Satu data itu jargon, tapi ketika masuk ke detail, isinya devil semua. Karena itu, kita membutuhkan orang yang tidak sekadar mampu, tetapi siap untuk detailing,” ujar Gubernur.

Ia menilai masih terdapat jarak antara kondisi yang terjadi di lapangan dengan informasi yang diterima pimpinan. Karena itu, arsitektur data harus memungkinkan informasi dibaca dari gambaran makro hingga kondisi yang lebih rinci, tanpa kehilangan keterhubungan antarlevel pemerintahan.

“Jangan kita mulai dari mikro kemudian masuk ke makro. Mestinya dari makro dulu, baru kita ke mikro. Ketika ditambah, sudah pasti nyatu karena sudah satu arsitektur,” jelasnya.

Bagi Miq Iqbal, yang diperlukan bukan sekadar data tentang aktivitas pemerintah, melainkan data yang mampu menjelaskan kondisi masyarakat. Ia mencontohkan sektor kesehatan.

“Ketika kita meminta data kesehatan NTB, yang kita butuhkan bukan hanya data kegiatan Dinas Kesehatan, tetapi kondisi kesehatan NTB secara keseluruhan,” katanya.

Karena itu, NTB Satu Data perlu menghubungkan data sektoral perangkat daerah dengan data kabupaten/kota, desa, Posyandu, BPS, dan sumber data relevan lainnya. Setiap data juga perlu memiliki sumber, periode, cakupan, definisi dan metadata yang jelas agar pimpinan memahami konteks serta keterbatasan informasi yang digunakan.

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menegaskan bahwa kualitas data menjadi prasyarat penting dalam perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, pengendalian, dan evaluasi. Data yang digunakan pemerintah harus relevan, akurat, mutakhir, konsisten, dapat diakses, serta dapat dibandingkan dan diintegrasikan dengan sumber data lainnya.

“Bukan hanya how much, tetapi juga so what,” ujar Wahyudin.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup mengetahui besaran suatu persoalan. Data harus mampu memberikan konteks dan makna sehingga dapat membantu menjawab persoalan pembangunan dan menentukan tindakan yang diperlukan.

Dalam kerangka tersebut, Dashboard Eksekutif diarahkan menjadi ruang kendali bagi pimpinan, bukan sekadar tampilan kumpulan indikator. Sistem ini dikembangkan untuk membantu melihat capaian indikator kinerja utama perangkat daerah, realisasi anggaran, program prioritas, APBD, SPM, pengaduan masyarakat, serta indikator pembangunan lainnya dalam satu kerangka informasi yang terintegrasi.

Dashboard juga diarahkan memiliki fungsi early warning system. Ketika suatu indikator mengalami deviasi atau menunjukkan kondisi yang membutuhkan perhatian, informasi tersebut diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah korektif dapat segera dipertimbangkan.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Halik menyampaikan, penguatan NTB Satu Data telah berjalan sejak 2025 dan terus dikonsolidasikan pada 2026. Saat ini setelah dilakukan verifikasi, pengecekan ulang dan dikonsolidasikan ada 731 dataset dari 43 OPD di NTB Satu Data.

Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa penguatan satu data bukan sekadar memperbanyak dataset, melainkan memastikan kesesuaian antara judul, substansi, sumber, kualitas, dan pemutakhiran data. Tantangan yang masih dihadapi antara lain kedisiplinan produsen data dalam melakukan pemutakhiran.

Gubernur mengapresiasi kerja Tim Dinas Kominfotik NTB yang terus membangun dan mengembangkan NTB Satu Data di tengah keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, keterbatasan sumber daya justru menuntut pemerintah semakin cermat dalam menentukan prioritas dan memastikan anggaran digunakan berdasarkan kebutuhan yang terukur.

“Tidak cukup hanya membangun sistem. Kita harus memastikan ada regulasi, kelembagaan, program, SDM, dan anggaran,” tegasnya.

Penguatan tersebut juga diarahkan melalui penyempurnaan regulasi NTB Satu Data. Rancangan perubahan Pergub yang saat ini berproses di Biro Hukum akan memperkuat tata kelola data, pembagian tanggung jawab, pemanfaatan data sektoral dalam perencanaan, keamanan, serta mekanisme pemutakhiran dan pengelolaan data.

Sementara itu, pengembangan ke depan diarahkan secara bertahap dari pengumpulan, pemutakhiran dan pemeliharaan, integrasi, analisis data science, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dengan tetap memperhatikan interoperabilitas, perlindungan data pribadi, keamanan dan keberlanjutan sistem.

Dengan arah tersebut, NTB Satu Data diposisikan sebagai fondasi informasi pemerintahan, sedangkan Dashboard Eksekutif menjadi instrumen untuk menerjemahkan informasi tersebut ke dalam pemantauan dan pengambilan keputusan.

Tujuan akhirnya bukan memiliki lebih banyak data, melainkan memiliki data yang lebih dapat dipercaya untuk melihat persoalan lebih dini, menentukan prioritas dengan lebih tepat, mengendalikan pelaksanaan pembangunan, dan memastikan sumber daya daerah yang terbatas benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Redaksi |

Dapur Istiqomah Siapkan Santapan Bergizi untuk Penerima Manfaat


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyiapkan santapan bergizi bagi para penerima manfaat, Jumat (18/9/2026).

Menu yang disajikan pada Jumat kali ini terdiri atas nasi putih, ayam kecap, tempe crispy, tumis sayuran berupa labu siam, buncis dan wortel, serta buah anggur sebagai pelengkap.

Beragam menu tersebut disusun dengan memperhatikan unsur makanan yang dibutuhkan tubuh, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran hingga buah. Sajian tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dapur Istiqomah sebagai bagian dari layanan SPPG Bima Sape Parangina 2 terus menghadirkan menu makanan yang beragam. Selain memperhatikan nilai gizi, variasi menu juga menjadi salah satu upaya agar makanan yang diberikan dapat dinikmati dengan baik oleh para penerima manfaat.

Penyediaan makanan bergizi dan seimbang diharapkan turut mendukung kesehatan serta menjaga energi dan semangat penerima manfaat dalam menjalani berbagai aktivitas.

Dengan menu yang terdiri dari makanan pokok, lauk, sayuran dan buah, sajian Jumat ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan makanan yang sehat, bergizi dan beragam bagi penerima manfaat.

Hapus pengulangan gagasan tentang gizi

Ringkas paragraf penutup yang berulang

Tambahkan subjudul berita yang menarik