Media Dinamika Global

Sabtu, 12 September 2026

Babinsa Koramil Sape Gelar Patroli Siskamling, Ingatkan Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id– Babinsa Desa Lambu, Serka Bambang bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Sabtu (12/9/2026) malam.


Patroli yang melibatkan dua anggota Koramil, empat aparat desa dan enam warga tersebut menyasar pemukiman serta tempat tongkrongan anak muda. Kegiatan dilakukan untuk memantau situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, menghindari perselisihan serta tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu perkelahian.

Warga, khususnya kalangan muda, juga diingatkan untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Patroli berakhir sekitar pukul 21.25 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Kongkow-Kongkow Bersama Warga, Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sejumlah Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga di sejumlah desa binaan, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

Di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Babinsa Serda Aladin melaksanakan patroli bersama tokoh pemuda dan tokoh agama. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif.




Sementara itu, Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.45 WITA. Ia mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sertu Jafar juga mengingatkan warga agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat segera dilaporkan kepada aparat terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Kegiatan serupa dilakukan Sertu Syarif Hidayat, Babinsa Desa Naru, Kecamatan Sape, sekitar pukul 21.00 WITA. Dalam patroli tersebut, ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan remaja. Babinsa mengingatkan agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif, seperti minuman keras, narkoba dan perilaku lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat dari Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, turut melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Sahlan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kamtibmas. Ia juga mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk melaksanakan pemantauan atau patroli lingkungan pada malam hari guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti penyalahgunaan narkoba dan pencurian.

Para Babinsa juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan aparat keamanan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan persoalan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara Babinsa dan masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.(Team.MDG.03)

Ratusan Peserta Pawai Semarakkan Menjelang Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id — Suasana Kecamatan Wawo tampak meriah dan penuh semangat dengan diadakannya pawai besar-besaran menjelang pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju BIMA Bermartabat". Sabtu (12/9/2026) 

Pawai dilepas dan dimulai pada pukul 15.00 Wita, berangkat dari MTsN 1 Bima dan berjalan tertib sepanjang rute hingga finis di Gedung Lengge Na'e, Kecamatan Wawo. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai unsur — instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan se-Kecamatan Wawo — berbaris dengan penuh khidmat dan semangat. Kemeriahan pawai semakin terasa diiringi penampilan drumband MTsN 1 Wawo yang memukau sepanjang perjalanan.

Sesampainya di garis finis, peserta disambut langsung oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, yang didampingi oleh Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Ketua Panitia H. Burhanudin, M. Si, Ketua PKK Kec. Wawo Ny. Samsuryati,A.Md.Keb, Pengawas Sumardin, M. Si, Abdul Haris, S. Sos Mitra Pengelola SPPG Harumi, Kupt PU Kec. Wawo, beserta seluruh anggota panitia. Kehadiran para pejabat dan panitia memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta.

Keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung dijaga ketat oleh personel Polsek Wawo, Koramil 1608-06/Wawo, serta Satpol PP Kecamatan Wawo, sehingga pawai berjalan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir.

Kegiatan ini bukan sekadar pawai semata, melainkan bentuk nyata semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap Al-Qur'an. Keikutsertaan dari berbagai instansi dan sekolah menunjukkan bahwa STQ bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur'an sejak dini kepada generasi muda.

Dengan tema yang diusung, seluruh elemen masyarakat berharap pelaksanaan STQ Ke-XXXIX tahun ini dapat melahirkan para qari dan qariah berbakat, sekaligus mewujudkan masyarakat Kecamatan Wawo yang semakin beriman, berilmu, dan bermartabat menuju Bima yang lebih baik.

Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo akan resmi dimulai di Gedung Lengge Na'e Desa Maria Kec. Wawo, dengan penuh khidmat dan antusiasme masyarakat yang luar biasa. (MDG05)  

STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Resmi Dibuka, Wakil Bupati Bima Tekankan Pentingnya Membumikan Al-Qur'an

BIMA,Mediadinamikaglobal.id— Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (12/9/2026) di Gedung Lengge Na'e, Desa Maria, Kecamatan Wawo. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy beserta rombongan turut hadir mendampingi, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, H. Kasnun Ahmad, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Drs. H. Supratman (Mantan Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Bima) periode 2013-2016, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Wawo. Hadir pula Kepala KUA Kecamatan Wawo Bunyamin, S. Ag, Kepala UPT Dinas/Instansi se-Kecamatan Wawo, Ketua MUI, PHBI, UPZ, dan Lebenae Kecamatan Wawo, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wawo, Ketua dan Anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para ofisial dan peserta dari seluruh desa, panitia pelaksana, serta hadirin dan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Foto : Laporan Ketua Panitia
H. Burhanuddin, M. Si

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana H. Burhanuddin, M. Si, mengawali dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Bupati Bima serta seluruh undangan, sekaligus memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.

Foto : Pembacaan surat keputusan dan nama-nama dewan hakim, dewan hakam
dan panitera oleh M. Algazali, S. Pd
 (Sekdes Maria) 

Laporan panitia menyebutkan kegiatan ini berlandaskan Surat LPTQ Kabupaten Bima Nomor 04/LPTQ-BM/2026 dan Surat Keputusan Camat Wawo Nomor 10 Tahun 2026. STQ ini bertujuan mencari duta-duta terbaik untuk mewakili Kecamatan Wawo ke tingkat Kabupaten, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan STQ berjenjang hingga tingkat nasional maupun internasional.

Foto : Sesi foto bersama Wabup Bima
didampingi oleh Camat Wawo usai
 pembacaan sumpah & pelantikan
dewan hakim, dewan hakam dan panitera 

Kegiatan direncanakan berlangsung selama 5 hari, mulai 12 September hingga 17 September 2026, diikuti oleh utusan dari 9 Desa se-Kecamatan Wawo. Sebanyak 123 peserta berlaga dalam cabang Tilawatil Qur'an (72 orang), Tahfizul Qur'an (51 orang), dan Qir'at As-Sab'ah Mujawwad Dewasa.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima melalui RAK Kecamatan, BAZNAS Kabupaten Bima, UPZ Kecamatan Wawo, sumbangan Kepala Desa, ASN, TNI/Polri, serta pihak-pihak lain yang tidak mengikat. H. Burhanuddin menyampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Desa Maria dan seluruh warga yang bergotong royong hingga terselenggaranya kegiatan ini.

Sebelum pembukaan, dilakukan pembacaan nama Dewan Hakim, Dewan Hakam, dan Panitera oleh M. Algazali, S.Pd. (Sekdes Maria), serta pengambilan sumpah dan pelantikan yang dipimpin oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos.

Foto : Sambutan Wabup Bima
dr. H. Irfan Zubaidy yang didampingi
oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa STQ telah menjadi identitas keislaman masyarakat Bima, dan potensi masyarakat Bima dalam bidang keagamaan patut dibanggakan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

"Kita tidak hanya ingin menjadikan arena ini sebagai tempat melombakan bacaan Al-Qur'an saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah SWT untuk menjadi panduan hidup kita, panduan tutur kata, tingkah laku, kebijakan, pendidikan, hingga tata kelola daerah," tegasnya, menegaskan pentingnya program "Membumikan Al-Qur'an".

Ia juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru ngaji yang tanpa lelah membimbing anak-anak, meskipun seringkali tidak dikenal namanya dan tidak memiliki tunjangan. "Saya mohon kepada Camat, Kepala Desa, dan seluruh masyarakat untuk memperhatikan para guru ngaji dan TPQ kita, karena melalui jasa merekalah keberkahan di bumi Bima ini senantiasa terjaga," ucapnya.

Acara pembukaan STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo berjalan lancar dan penuh semangat, diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan nama Kecamatan Wawo di tingkat Kabupaten Bima.(MDG05) 

SMAN 2 Kota Bima Gelar IMTAQ di Pimpin Hj.Erot Sutianah M.pd


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Masjid Nurul Iman SMAN 2 Kota Bima kembali menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi warga sekolah melalui kegiatan Iman dan Taqwa (IMTAQ), Jumat pagi, 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi oleh siswa kelas XII.6 dengan didampingi wali kelas, Takjudin, S.Pd.

Sejak pagi, suasana masjid terasa berbeda. Aktivitas belajar tidak hanya berlangsung di ruang-ruang kelas, tetapi berpindah ke ruang yang mengajak seluruh warga sekolah menundukkan hati, menyegarkan iman, sekaligus memetik pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.

Rangkaian IMTAQ diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan Sholawatan. Suara lantunan ayat suci dan sholawat menjadi pembuka sebelum peserta diajak menyelami pesan moral yang lebih dalam.

Pada sesi berikutnya, Addurannafis, M.Pd, menyampaikan uraian singkat mengenai hikmah Surah Al-Baqarah ayat 9, khususnya tentang larangan berdusta dan pentingnya membedakan antara yang haq dan yang bathil.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kejujuran bukan sekadar ucapan, melainkan nilai yang harus tumbuh dalam sikap dan perilaku. Di tengah kehidupan yang penuh dengan informasi dan berbagai godaan untuk memutarbalikkan kebenaran, kemampuan membedakan yang benar dan yang salah menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Usai uraian hikmah ayat Al-Qur’an, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, menyampaikan sambutan yang menekankan tiga hal penting kepada seluruh warga sekolah.

Pertama, disiplin. Kepala sekolah mengingatkan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kebiasaan menunda-nunda, tetapi dari kemampuan menghargai waktu, menaati aturan, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas.

Kedua, kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. Sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang harus dijaga bersama. Kebersihan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Ketiga, belajar bersedekah. Para siswa diajak membangun kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama. Sebab, sedekah tidak semata-mata tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang keikhlasan hati dan kepedulian kepada orang lain.

Tiga pesan tersebut seolah menjadi benang merah dalam IMTAQ pagi itu: disiplin membentuk karakter, kebersihan mencerminkan kepedulian, sementara sedekah menumbuhkan kepekaan sosial.

Kegiatan IMTAQ kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ananda Rafli. Dengan doa, rangkaian kegiatan pagi itu berakhir, tetapi pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti di dalam masjid.

Sebab, hakikat IMTAQ bukan hanya tentang bagaimana seseorang khusyuk mendengar nasihat, tetapi bagaimana nasihat itu dibawa keluar dan diterjemahkan menjadi perilaku nyata—jujur dalam perkataan, disiplin dalam tindakan, bersih dalam lingkungan, dan ringan tangan dalam berbagi.



Di SMAN 2 Kota Bima, Jumat pagi kembali menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati dan karakter. Ilmu memberi arah, iman menjadi cahaya, dan akhlak menjadi bukti bahwa keduanya benar-benar hidup.(Sekjend MDG)

352 Siswa Keracunan MBG di Lombok Tengah, & Satgas NTB Sebut Dapur Lalai Tanpa Stiker Kedaluwarsa


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.id.-- Temuan penting terkuak dalam penanganan kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Pringgarata dan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Fathul Gani, menemukan bahwa pengelola dapur penyedia makanan tidak mencantumkan stiker batas waktu konsumsi atau label kedaluwarsa pada tempat makanan (ompreng) yang dibagikan kepada para siswa.

Kelalaian ini ditemukan saat Satgas mengevaluasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling.

"Tadi tidak dicantumkan stiker batas konsumsi itu tadi saya tegur langsung, saya periksa ompreng tidak dicantumkan di situ, Korcam, Kepala Dapur langsung saya tegur," tegas Fathul Gani.(Sekjend MDG)

Alfian Indrawirawan Wakil Ketua I DPRD Kota Bima Pimpin Rapat Eksekutif-Legislatif Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD Kota Bima 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima bersama DPRD Kota Bima menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD dalam Rapat Paripurna Ke-9 DPRD Kota Bima, Jumat (11/9/2026), di Ruang Sidang DPRD Kota Bima.

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S.Adm., dan dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, camat, lurah serta unsur terkait lainnya.

Kesepakatan ini merupakan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bima bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terhadap rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD 2026.

Berdasarkan hasil pembahasan, target pendapatan daerah Kota Bima mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pendapatan pada APBD awal 2026 sebesar Rp716,700 miliar naik Rp83,072 miliar, sehingga dalam perubahan APBD menjadi Rp799,772 miliar.

Kenaikan tersebut berasal dari beberapa komponen, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bertambah Rp15,087 miliar, pendapatan transfer meningkat Rp59,042 miliar, serta tambahan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,942 miliar.

Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami peningkatan dari Rp790,011 miliar menjadi Rp889,748 miliar, atau bertambah sekitar Rp99,737 miliar.

Kenaikan belanja tersebut terdiri atas belanja operasi yang meningkat Rp65,858 miliar dan belanja modal sebesar Rp33,878 miliar. Sementara belanja tidak terduga tetap dialokasikan sebesar Rp2 miliar.

Pada sektor pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah meningkat dari Rp73,311 miliar menjadi Rp89,976 miliar, atau bertambah sekitar Rp16,664 miliar. Sumber penerimaan tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Sejumlah OPD Dapat Tambahan Anggaran.

Perubahan APBD juga berdampak pada sejumlah perangkat daerah dengan penyesuaian anggaran yang cukup besar.

Di antaranya Dinas Kesehatan yang mendapat peningkatan belanja sekitar Rp10,344 miliar, RSUD Kota Bima meningkat sekitar Rp25,448 miliar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertambah sekitar Rp22,182 miliar, serta Dinas Lingkungan Hidup meningkat sekitar Rp7,635 miliar.

Penyesuaian anggaran juga dilakukan terhadap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, kecamatan dan sejumlah perangkat daerah lainnya berdasarkan hasil pembahasan bersama TAPD.

Banggar menekankan bahwa setiap peningkatan maupun pengurangan anggaran harus dibarengi kemampuan perangkat daerah dalam melaksanakan program secara tepat waktu, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam laporannya, Banggar mengingatkan agar perubahan APBD tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan angka dalam dokumen keuangan daerah.

Setiap program, kegiatan dan subkegiatan yang memperoleh pembiayaan harus memberikan manfaat yang terukur serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Dari sisi pendapatan, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan potensi PAD, meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi, serta memperbaiki sistem pemungutan dan pengelolaan pendapatan.

Sementara dari sisi belanja, DPRD menekankan pentingnya efisiensi, efektivitas, ketepatan sasaran dan keterukuran hasil, khususnya untuk pelayanan dasar, infrastruktur, penguatan perekonomian daerah serta program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Banggar juga menekankan perlunya percepatan program prioritas, penguatan pengawasan serta peningkatan akuntabilitas dalam pelaksanaan perubahan APBD 2026.

Sempat Diwarnai Dinamika Internal DPRD.

Pembahasan perubahan KUA dan PPAS tersebut juga tidak sepenuhnya berlangsung tanpa dinamika.

Banggar menyampaikan adanya sikap salah satu fraksi yang memilih tidak melanjutkan keikutsertaan dalam pembahasan atau melakukan walkout.

Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari dinamika politik di internal DPRD. Banggar menyatakan tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan hak fraksi dalam lembaga legislatif.

Meski demikian, pembahasan tetap dilanjutkan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kepentingan daerah dan masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian pembahasan dilakukan, Banggar pada prinsipnya menyatakan dapat menerima rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD Kota Bima 2026 untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan menegaskan pentingnya seluruh tahapan pembahasan hingga pelaksanaan anggaran berjalan sesuai mekanisme.

Menurutnya, perubahan APBD tidak hanya harus memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026, Pemerintah Kota Bima dan DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan pengelolaan perubahan APBD sesuai ketentuan yang berlaku.


Bagi DPRD, perubahan APBD tidak berhenti pada persetujuan angka-angka anggaran, tetapi menjadi komitmen bersama agar setiap rupiah uang daerah dikelola secara efektif, efisien, ekonomis, transparan, akuntabel dan tepat sasaran. (Sekjend MDG)

Lawata Fashion Week 2026, Wali Kota Bima Dorong Kreativitas dan Promosi Tenunan Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata Kota Bima menyelenggarakan Lawata Fashion Week 2026, sebuah ajang peragaan busana yang mengangkat kekayaan kerajinan lokal melalui karya-karya busana berbahan dasar tenunan khas Bima. Kegiatan ini dilaksanakan di area wisata Lawata Kota Bima. Sabtu, (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat promosi sektor pariwisata dan kebudayaan, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Bima kepada masyarakat luas. Melalui kreativitas di bidang fesyen, tenunan Bima tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan daya saing.

Lawata Fashion Week turut dihadiri oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Kominfotik, para Camat dan Lurah, Ketua TP PKK Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, Ketua IWP Kota Bima, para perancang busana, serta para peserta fashion show.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Bima atas terselenggaranya Lawata Fashion Week. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang yang sangat positif untuk menunjukkan potensi sumber daya manusia Kota Bima, khususnya generasi muda yang memiliki kreativitas dan kemampuan dalam bidang perancangan busana.

Wali Kota mengaku bangga karena Kota Bima memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, kreatif, dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan, termasuk dalam industri fesyen.

“Ini merupakan panggung kreativitas, panggung budaya, dan panggung seni bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya,” ungkap Wali Kota.

Ia berharap, karya-karya busana berbahan tenunan Bima yang dirancang oleh para desainer asli Kota Bima dapat terus berkembang dan mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Wali Kota juga berharap para perancang busana dan generasi muda yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya, sehingga ke depan mampu berkiprah serta menorehkan prestasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di panggung nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Soekarno selaku penyelenggara menyampaikan bahwa Lawata Fashion Week diikuti oleh sebanyak 112 peserta yang merupakan siswa-siswi LKP Kota Bima. Para peserta menampilkan beragam kreasi busana dengan menggunakan tenunan khas Bima sebagai bahan dasar.

Dari keseluruhan peserta tersebut, sebanyak 57 peserta merupakan tingkat sekolah dasar, 42 peserta wanita dewasa, dan 13 peserta pria dewasa.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran sejumlah peserta Sail to Indonesia, termasuk para tamu mancanegara dari berbagai negara, di antaranya Swedia, Inggris, New Zealand, dan negara lainnya. Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Kota Bima kepada dunia internasional.

Menutup sambutannya, Wali Kota Bima mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat, menjaga, dan mengembangkan berbagai destinasi wisata serta kekayaan budaya yang dimiliki Kota Bima.

Menurutnya, keberadaan potensi wisata dan budaya merupakan aset penting yang harus dirawat bersama agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan dan kemajuan Kota Bima.(Sekjend MDG)

Wali Kota Didampingi Sekda Serta Seluruh Jajaran Prokopimda Tegaskan Informasi Keliru Dapat Merugikan Orang Lain


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima, H. A. Rahman mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan informasi di media sosial. Informasi yang keliru dan tidak terverifikasi dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain, keluarga, maupun instansi.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Literasi Digital bertema Bijak Berkonektivitas yang digelar Pemerintah Kota Bima bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Nusantara TV, bertempat di Kantor Kecamatan Rasanae Barat, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan itu dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, camat, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi perempuan seperti PKK dan GOW, serta para pelajar di Kota Bima.

Narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya dari Direktur Pemasaran Nusantara TV yang juga selaku Wakil Ketua II Bidang Penyiaran PWI Pusat, serta Faisal Arman dari Bhakti Kementerian Digital (Komdigi).

Wali Kota mengatakan perkembangan teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Teknologi kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, komunikasi hingga mendukung pemasaran produk UMKM.

Namun, menurut Wali Kota, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi di media sosial. Setiap orang dapat dengan mudah membuat, membagikan, dan menyebarluaskan sebuah informasi hanya dalam hitungan detik.

"Masalahnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang benar", ungkap Wali Kota.

Karena itu, Wali Kota mengajak masyarakat membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sikap kritis diperlukan agar masyarakat tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika ketika berkomunikasi di ruang digital. Komentar, unggahan, maupun informasi yang dibagikan merupakan bagian dari jejak digital yang dapat berdampak terhadap orang lain.

“Bijak menggunakan teknologi bukan hanya soal mampu menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memilah informasi, menjaga etika dan bertanggung jawab atas apa yang kita sebarkan,” pesan Wali Kota.

Pemkot Bima, kata dia, ingin transformasi digital dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Bagi generasi muda, teknologi dapat menjadi sarana belajar dan berkarya. Bagi pelaku UMKM, teknologi dapat membuka akses pasar yang lebih luas.

Sementara bagi pemerintah, digitalisasi diharapkan mampu mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.


Melalui edukasi literasi digital tersebut, Pemkot Bima berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas, kritis, santun, dan bertanggung jawab di ruang digital.(Sekjend MDG)

Jumat, 11 September 2026

Senator Mirah DPD RI Desak Evaluasi Menyeluruh Program MBG Buntut Keracunan Meluas


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.id.--Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Mirah Midadan Fahmid menyerukan evaluasi menyeluruh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagaimana tidak, kasus dugaan keracunan MBG makin hari meluas di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB.

Senator Mirah menilai banyaknya kasus keracunan, sudah terlalu besar untuk dipandang sebagai kejadian kecil atau sekadar kesalahan pada satu dapur penyedia makanan.

Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026, tercatat 50.059 orang terdampak dalam 560 kejadian yang tersebar di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.

“Kalau kasusnya hanya terjadi satu atau dua kali, tentu kita bisa melihatnya sebagai persoalan teknis di satu tempat. Tetapi ketika kejadian berulang dan korbannya sudah mencapai puluhan ribu orang di berbagai daerah, maka ini harus dilihat sebagai persoalan yang lebih besar. MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh,” tegas dia, Jumat (11/9).

Menurutnya, kasus yang kembali muncul di Lombok Tengah menjadi pengingat bahwa aspek keamanan pangan tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan sekunder dalam pelaksanaan MBG.

Program yang menyasar anak-anak dan kelompok masyarakat lainnya, kata dia, justru harus memiliki standar keamanan pangan yang sangat ketat.

Mirah juga menyoroti kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam evaluasi yang disampaikan pemerintah, sebagian besar kejadian yang telah ditelaah dikaitkan dengan persoalan keamanan pangan dan ketidakpatuhan terhadap prosedur, termasuk pada tahapan penyimpanan, pengendalian suhu, pengolahan, hingga batas waktu konsumsi.

“SOP jangan hanya bagus di atas kertas. Setiap SPPG harus benar-benar menjalankan seluruh SOP tersebut. Mulai dari bahan diterima, disimpan, diolah, dikemas, diangkut, sampai makanan diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak. Setiap tahapan harus memiliki kontrol dan penanggung jawab yang jelas,” ujarnya.(Sekjend MDG)

Bakti Kesehatan HUT ke-81 TNI, Puluhan Warga Sape Dapat Pelayanan Medis Gratis


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Rumah Sakit Tingkat IV Sultan Abdul Kahir II Bima menggelar kegiatan bakti kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Sape, Kabupaten Bima, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita tersebut turut didampingi Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape, Serka Khairuddin. Bakti kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Kegiatan tersebut dihadiri Karumkit Tingkat IV Sultan Abdul Kahir II Bima, Mayor CKM Dr. Arnov Lahira Eriskan, S.PM, Kapten CKM Dr. Al Dila, Letda CKM Subakri, S.Farm, Lettu CKM Drg. Dwita, serta jajaran tenaga kesehatan dan rombongan Rumah Sakit Tingkat IV Sultan Abdul Kahir II Bima.

Dari pihak Puskesmas Sape hadir Herman, SKM, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Puskesmas Sape. Sejumlah Babinsa juga turut hadir, termasuk Babinsa Desa Lanta dan Babinsa Desa Bajo Pulau.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari pihak Puskesmas Sape dan Karumkit Tingkat IV Sultan Abdul Kahir II Bima. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian cenderamata kepada pihak Puskesmas Sape dan foto bersama sebelum pelayanan kesehatan dimulai.

Memasuki kegiatan inti, pelayanan pertama diberikan kepada pasien katarak. Sebanyak 42 pasien katarak mengikuti pemeriksaan yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan rabun jauh dan rabun dekat, pemeriksaan dokter hingga pemberian obat.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 16 pasien katarak dinyatakan dapat diarahkan untuk menjalani operasi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Setelah pelayanan pasien katarak selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil. Sebanyak 42 ibu hamil mendapatkan pelayanan yang meliputi pendaftaran, screening dan anamnesis, pemeriksaan fisik antenatal care (ANC), pemeriksaan penunjang laboratorium, pemeriksaan ultrasonografi (USG) oleh dokter, evaluasi hasil pemeriksaan hingga pemberian obat.

Kegiatan bakti kesehatan tersebut berakhir sekitar pukul 12.20 Wita dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.




Bakti kesehatan dalam rangka HUT ke-81 TNI tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan akses pelayanan medis kepada masyarakat, khususnya pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Selain membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran prajurit TNI bersama tenaga kesehatan di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan harmonis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga memperoleh edukasi dan pemeriksaan awal terhadap berbagai risiko penyakit. Peringatan HUT TNI ke-81 pun diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus menggencarkan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaan masing-masing. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam kegiatan Komsos yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, sejumlah Babinsa memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat.




Babinsa Desa Lanta Barat, Serka Sahlan, yang merupakan anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan Komsos pada pukul 08.30 Wita. Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas serta meningkatkan kerja sama dan sikap saling membantu antarwarga.

Serka Sahlan juga mengingatkan masyarakat agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan dapat diselesaikan secara baik melalui musyawarah dan mufakat, sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Sementara itu, Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Sertu Jafar, melaksanakan Komsos bersama warga pada pukul 09.00 Wita. Ia mengajak masyarakat menjaga hubungan dan komunikasi yang baik serta menghindari berbagai tindakan yang dapat melanggar hukum.

Menurutnya, apabila terjadi permasalahan di tengah masyarakat, warga diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri. Persoalan tersebut sebaiknya segera dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dan diselesaikan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan persoalan lanjutan.

Kegiatan serupa juga dilakukan Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, Serda Aladin. Dalam Komsos yang berlangsung pukul 09.30 Wita, ia bersama warga membahas situasi dan kondisi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Serda Aladin mengimbau masyarakat agar tetap menjaga stabilitas Kamtibmas selama tahapan pemilihan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga meskipun terdapat perbedaan pilihan dalam menentukan calon kepala desa.

“Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting, persatuan dan hubungan baik antarwarga tetap dijaga demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pemilihan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Di wilayah Desa Naru, Kecamatan Sape, Babinsa Sertu Syarif Hidayat juga melaksanakan Komsos bersama masyarakat pada pukul 08.50 Wita. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta terus membangun hubungan yang harmonis antarwarga.

Selain persoalan Kamtibmas, Sertu Syarif Hidayat memberikan perhatian khusus terhadap kalangan remaja. Ia mengingatkan para orang tua dan masyarakat agar turut mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, seperti konsumsi minuman keras, narkoba, dan berbagai bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan.

Rangkaian Komsos yang dilakukan para Babinsa tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat. Melalui komunikasi langsung, berbagai persoalan di lingkungan diharapkan dapat diketahui dan diselesaikan sejak dini.

Babinsa juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, terlebih menjelang pelaksanaan Pilkades di sejumlah wilayah.

Dengan terjaganya komunikasi dan kerja sama antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu tetap aman serta kondusif.(Team.MDG.03)

Pemkot Bima Didampingi Kadis Koperindag Gelar Pasar Murah, Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Daerah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima kembali menghadirkan pasar murah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kamis (10/09/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Bima dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pasar murah dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, Camat Mpunda, Lurah Panggi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh anggota TPID Kota Bima.

Sejumlah komoditas pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, meliputi beras SPHP sebanyak 1.500 kilogram, beras premium 50 kilogram, gula pasir 100 kilogram, minyak goreng sebanyak 480 liter, serta telur sebanyak 90 krak atau 51 ikat.

Kehadiran pasar murah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah Kota Bima melalui TPID terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah. Pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama TPID dan seluruh pihak terkait dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terjaganya kestabilan harga kebutuhan pokok, ketersediaan pangan, serta daya beli masyarakat Kota Bima.(Sekjend MDG)

Belum Dibayar, Supplier di Lunyuk Ancam Blokir Proyek Milik Pemprov NTB


Mataram, Media Dinamika Global - Persoalan tunggakan pembayaran supplier dalam proyek Long Segmen Lunyuk-Lenangguar kembali memanas. Sejumlah supplier asal Kecamatan Lunyuk yang mengaku telah ikut menopang kelancaran proyek kini mempertanyakan komitmen PT Amar Jaya Perkasa (AJP) dan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran mereka.

Ironisnya, ketika proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut telah dikerjakan, para supplier yang mengaku memasok kebutuhan material dan operasional justru masih harus menunggu hak mereka.

Para supplier bahkan menilai PT AJP terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan iktikad yang mereka harapkan untuk menyelesaikan tunggakan.

Proyek Long Segmen Lunyuk–Lenangguar diketahui memiliki nilai kontrak Rp19 miliar lebih yang bersumber dari APBD Provinsi NTB. Dalam perjalanannya, proyek tersebut sempat mengalami persoalan, bahkan disebut mengalami tiga kali adendum.

Kini, persoalan baru justru muncul di belakang proyek, siapa yang bertanggung jawab atas tunggakan kepada supplier?

Salah seorang supplier asal Kecamatan Lunyuk, Aditia, mengaku sudah kehilangan kesabaran. Ia mengatakan dirinya bersama supplier lainnya telah mengeluarkan modal untuk membantu memenuhi kebutuhan proyek, namun pembayaran yang menjadi hak mereka hingga kini belum kunjung diselesaikan.

“Kami sangat kecewa. Kami dipingpong ke sana kemari, tetapi tidak ada penyelesaian sama sekali. Kami tuntut hak kami untuk segera dibayarkan,” ujar Aditia kepada media, Sabtu 12 September 2026.

Menurutnya, para supplier selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Namun setelah pekerjaan berjalan, mereka justru merasa ditinggalkan.

Aditia juga menyoroti adanya janji pekerjaan Pekerjaan Langsung (PL) yang disebut-sebut pernah ditawarkan sebagai jalan keluar persoalan tunggakan. Namun, menurut dia, pekerjaan PL tersebut hingga kini tidak jelas realisasinya.

“Kami sudah berusaha menjadi mitra atau supplier yang membantu mereka di lokasi proyek. Tetapi kami merasa dipermainkan. Kami mengeluarkan modal, membantu pekerjaan, tetapi pembayaran tidak jelas,” katanya.

Yang membuat para supplier semakin kecewa, kata Aditia, sebagian dari mereka harus menggunakan modal pribadi untuk memenuhi kebutuhan proyek.

Bahkan, ia mengaku ada supplier yang sampai harus menggadaikan aset demi memastikan kebutuhan pekerjaan tetap berjalan.

“Kami ini bukan pekerja rodi yang diperas dan hanya dibutuhkan tenaganya tanpa dibayar. Kami menggunakan modal sendiri. Bahkan ada yang harus menggadaikan aset untuk modal kerja demi membantu proyek ini sukses,” tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Provinsi NTB tidak sekadar menjadi penonton dalam persoalan tersebut.

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan APBD sehingga pemerintah harus memastikan persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya tidak berujung pada kerugian masyarakat kecil.

“Jangan setelah proyek selesai, kami masyarakat kecil justru ditinggalkan. Kami juga punya hak. Kami sudah mengeluarkan modal dan mempertaruhkan semuanya untuk membantu proyek ini,” katanya.

Keluhan lebih keras disampaikan Herman, salah seorang supplier yang memasok BBM untuk kebutuhan proyek.

Herman mengaku berada dalam posisi tertekan karena pihak tempat ia mengambil BBM terus menagih pembayaran.

“Saya sudah beberapa kali didatangi dan dihubungi oleh orang tempat saya ambil BBM. Saya merasa malu dan tertekan,” ungkapnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut bukan karena dirinya tidak mau membayar, tetapi karena pembayaran dari PT AJP yang menjadi sumber pelunasan belum diterimanya.

“Saya minta tanggung jawab PT AJP untuk selesaikan pembayaran kami. Jangan sampai kami dituding menggelapkan atau membawa lari uang, sementara kami belum dibayarkan oleh PT AJP,” tegas Herman.

Para supplier sebelumnya telah mendatangi Inspektorat Provinsi NTB untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Inspektur Inspektorat NTB Dr. Budi Herman, S.H., M.H., disebut menyampaikan akan membantu mencari penyelesaian atas tunggakan yang dialami supplier dari Kecamatan Lunyuk.

Namun, para supplier mengaku hingga saat ini belum melihat penyelesaian konkret.

Mereka mempertanyakan tindak lanjut dari pertemuan tersebut dan meminta pemerintah tidak berhenti pada sebatas pertemuan dan janji. Bagi para supplier, yang dibutuhkan sekarang bukan lagi janji, melainkan pembayaran.

Sementara itu, pihak PT AJP yang diwakili Direktur Cabang Hendra Dinata, menurut para supplier, hingga kini belum memberikan solusi penyelesaian tunggakan yang dianggap konkret.

Para supplier menilai PT AJP harus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai persoalan pembayaran tersebut, termasuk kapan dan bagaimana kewajiban kepada para supplier akan diselesaikan.

Mereka tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut hingga masyarakat kecil menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

Kesabaran para supplier kini berada di ujung tanduk. Jika tidak ada penyelesaian, mereka mengancam akan melakukan aksi dan blokade di lokasi proyek Long Segmen Lunyuk-Lenangguar.

Ancaman tersebut menjadi sinyal keras bahwa persoalan tunggakan supplier tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan kecil.

“Kami sudah cukup bersabar. Ini bentuk penghianatan dan penghinaan terhadap kami masyarakat kecil yang hanya mempermainkan kami dengan cara menipu dan menguras tenaga kami. Kami akan lawan dan berjuang sampai hak kami diselesaikan,” pungkas Aditia.

Redaksi |

Sekda Kota Bima Hadiri Perkuat Sinergi Wujudkan RSUD Berkualitas Lewat Rakor Quick Win


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Quick Win/PHTC Peningkatan RSUD Kota Bima di Aula Parenta Kantor Wali Kota Bima. kamis(10/9/26). 

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan terhubung melalui Zoom bersama Kementerian Kesehatan RI.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., serta dihadiri Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Kemenko PMK, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, BKPSDM, DLH, Kadis Kominfotik, Dinas Tenaga Kerja, Direktur RSUD Kota Bima, Kabag Organisasi, dan sejumlah OPD terkait.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk mendukung penuh operasional RSUD baru sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan atas dukungan pembangunan RSUD Kota Bima.

“Kami berkomitmen menyiapkan SDM yang kompeten, peralatan medis, dan seluruh kebutuhan pendukung agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus dirujuk ke luar daerah", tegas Sekda.

Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko PMK mengapresiasi progres pembangunan RSUD Kota Bima dan dukungan pemerintah daerah dalam mempersiapkan operasional rumah sakit.Rapat juga membahas pemenuhan fasilitas sesuai standar PHTC serta kesiapan sarana pelayanan.

Perwakilan Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penyusunan formasi tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, yang akan dipenuhi melalui mekanisme rekrutmen sesuai ketentuan. Selain itu, kebutuhan alat kesehatan dan sarana penunjang akan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai regulasi.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Bima dan pemerintah pusat memperkuat sinergi untuk memastikan RSUD Kota Bima siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.(Sekjend MDG)

Tim BRIDA: Empat Putra-Putri Kota Bima Terima Beasiswa Merdeka Bhakti di IIK Bhakti Wiyata Kediri


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Empat putra-putri asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, resmi menerima Beasiswa Merdeka Bhakti dari Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri untuk tahun angkatan 2026. Serah terima mahasiswa penerima beasiswa berlangsung di Kampus IIK Bhakti Wiyata Kediri, Rabu, 9 September 2026.

Prosesi tersebut dilakukan Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri, Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin, bersama perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Asryadin, S.St., SKM., M.Si. dan Jumratul Nurhidayah, S.Kep., Ns., M.Kep.

Keempat mahasiswa itu adalah Syafinna Anugrah Nabila yang menempuh S1 Psikologi, Nur Widya Sahna Latifa pada program S1 Administrasi Rumah Sakit, Mariza Salsabilla pada D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, serta Inas Mutinafisa pada S1 Keperawatan.

Pemberian beasiswa tersebut menjadi bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kota Bima dan IIK Bhakti Wiyata Kediri di bidang pendidikan. Kolaborasi itu juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Kota Bima, program tersebut membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda untuk mendalami bidang kesehatan dan ilmu sosial terapan. Pemerintah daerah berharap keahlian yang diperoleh para penerima beasiswa nantinya dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan daerah.

Wali Kota Bima melalui tim BRIDA menyampaikan apresiasi kepada Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri Kota Bima.



Pemerintah Kota Bima juga meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mereka diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membawa kompetensi yang diperoleh untuk berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Bima.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Kami berharap para mahasiswa nantinya kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bima, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” demikian pesan Wali Kota Bima melalui tim BRIDA.(Sekjend MDG)

Cegah Api Meluas, Brimob Riau Sigap Tangani Karhutla di Siak


Siak - Satuan Brimob Polda Riau menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Siak. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam merespons potensi Karhutla sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sabtu (12/09/2026)

Kegiatan penanganan Karhutla di Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Pemadaman tersebut dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Adi Wibawa, S.I.K. Kehadiran pimpinan bersama personel di lapangan menjadi bentuk keseriusan Brimob Polda Riau dalam memastikan setiap potensi Karhutla dapat ditangani secara cepat dan terukur.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Adi Wibawa, S.I.K., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, respons cepat di lapangan merupakan bagian penting dalam mencegah potensi kebakaran berkembang dan berdampak lebih luas.

“Kesiapsiagaan dan respons cepat menjadi hal utama dalam penanganan Karhutla. Kami memastikan personel siap melaksanakan tugas di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai situasi,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.

Kesiapsiagaan Brimob Polda Riau dalam penanganan Karhutla menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di lapangan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta turut menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Riau.

Realisasi (PAD) Sektor Pariwisata Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Bima hingga pertengahan 2026 baru mencapai 28 persen dari target Rp1,269 miliar. Capaian ini berasal dari lima jenis retribusi yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, dengan kontribusi yang belum merata antarpos penerimaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Sukarno, S.H., menyebut kondisi tersebut masih tergolong wajar karena tahun anggaran baru berjalan setengah periode. Namun ia menegaskan, performa tiap komponen retribusi menunjukkan capaian yang berbeda-beda.

“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,269 miliar. Realisasi saat ini masih sekitar 28 persen. Tetapi dari 28 persen ini ada elemen komponen lima ini yang kita capai sudah ada yang 45 persen dan 40 persen,” paparnya pada Sabtu (12/9/2026).

Dari rincian yang ada, retribusi tempat penginapan, villa, dan pesanggrahan dengan target Rp502,45 juta baru terealisasi Rp62,05 juta atau 12,35 persen. Retribusi tempat kegiatan usaha dari target Rp69 juta sudah mencapai Rp21,45 juta atau 31,09 persen. Retribusi penyediaan tempat parkir di luar badan jalan tercatat Rp58,032 juta dari target Rp141,6 juta atau 40,98 persen.

Retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga menjadi salah satu yang tertinggi dengan capaian Rp220,548 juta dari target Rp489,1 juta atau 45,09 persen. Sementara retribusi pemanfaatan aset daerah masih sangat rendah, baru Rp500 ribu dari target Rp67,82 juta atau 0,74 persen.

Sukarno menegaskan masih ada waktu untuk mengejar target hingga akhir tahun anggaran. “Ini rendah karena sekarang baru masuk periode hampir semester pertama, masih ada sisa waktu, dan akan kita genjot disisa waktu sampai akhir tahun,” katanya.

Meski belum optimal, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terdapat tren peningkatan PAD sektor pariwisata. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal perbaikan kinerja, meski beberapa pos retribusi masih perlu penguatan.

Di sisi lain, Pantai Lawata sebagai destinasi utama mencatat kenaikan kunjungan signifikan. Data Januari hingga Mei 2026 menunjukkan seluruh kategori pengunjung mengalami peningkatan. Wisatawan dewasa naik dari 38.317 menjadi 52.320 orang, anak-anak dari 7.244 menjadi 11.885 orang. Kendaraan roda dua meningkat dari 14.574 menjadi 20.269 unit, sedangkan roda empat dari 2.673 menjadi 3.302 unit.

Kenaikan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan retribusi kunjungan. Namun dampaknya terhadap PAD secara keseluruhan masih belum maksimal. (Sekjend MDG)