Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Masjid Nurul Iman SMAN 2 Kota Bima kembali menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi warga sekolah melalui kegiatan Iman dan Taqwa (IMTAQ), Jumat pagi, 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi oleh siswa kelas XII.6 dengan didampingi wali kelas, Takjudin, S.Pd.
Sejak pagi, suasana masjid terasa berbeda. Aktivitas belajar tidak hanya berlangsung di ruang-ruang kelas, tetapi berpindah ke ruang yang mengajak seluruh warga sekolah menundukkan hati, menyegarkan iman, sekaligus memetik pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.
Rangkaian IMTAQ diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan dengan Sholawatan. Suara lantunan ayat suci dan sholawat menjadi pembuka sebelum peserta diajak menyelami pesan moral yang lebih dalam.
Pada sesi berikutnya, Addurannafis, M.Pd, menyampaikan uraian singkat mengenai hikmah Surah Al-Baqarah ayat 9, khususnya tentang larangan berdusta dan pentingnya membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kejujuran bukan sekadar ucapan, melainkan nilai yang harus tumbuh dalam sikap dan perilaku. Di tengah kehidupan yang penuh dengan informasi dan berbagai godaan untuk memutarbalikkan kebenaran, kemampuan membedakan yang benar dan yang salah menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Usai uraian hikmah ayat Al-Qur’an, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, menyampaikan sambutan yang menekankan tiga hal penting kepada seluruh warga sekolah.
Pertama, disiplin. Kepala sekolah mengingatkan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kebiasaan menunda-nunda, tetapi dari kemampuan menghargai waktu, menaati aturan, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas.
Kedua, kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. Sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang harus dijaga bersama. Kebersihan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Ketiga, belajar bersedekah. Para siswa diajak membangun kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama. Sebab, sedekah tidak semata-mata tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang keikhlasan hati dan kepedulian kepada orang lain.
Tiga pesan tersebut seolah menjadi benang merah dalam IMTAQ pagi itu: disiplin membentuk karakter, kebersihan mencerminkan kepedulian, sementara sedekah menumbuhkan kepekaan sosial.
Kegiatan IMTAQ kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ananda Rafli. Dengan doa, rangkaian kegiatan pagi itu berakhir, tetapi pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti di dalam masjid.
Sebab, hakikat IMTAQ bukan hanya tentang bagaimana seseorang khusyuk mendengar nasihat, tetapi bagaimana nasihat itu dibawa keluar dan diterjemahkan menjadi perilaku nyata—jujur dalam perkataan, disiplin dalam tindakan, bersih dalam lingkungan, dan ringan tangan dalam berbagi.
Di SMAN 2 Kota Bima, Jumat pagi kembali menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati dan karakter. Ilmu memberi arah, iman menjadi cahaya, dan akhlak menjadi bukti bahwa keduanya benar-benar hidup.(Sekjend MDG)


