HMI Bima Gelar Dialog Publik, Bahas Krisis Sosial Generasi Muda dan Bahaya Narkoba - Media Dinamika Global

Rabu, 23 September 2026

HMI Bima Gelar Dialog Publik, Bahas Krisis Sosial Generasi Muda dan Bahaya Narkoba

BIMA, Mediadinamikaglobal.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar dialog publik bertajuk “Menakar Krisis Sosial Generasi Muda Bima: Antara Disrupsi Digital, Kekerasan Seksual dan Penyalahgunaan Narkoba”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG), Jalan Lintas Bima-Sape, Desa Kombo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (21/9/2026).

Dialog yang berlangsung sekitar pukul 09.40 hingga 12.10 Wita itu melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga perlindungan anak, pegiat digital, aktivis, tenaga pendidik, masyarakat, serta pelajar tingkat SD, SMP, MTs hingga SMA se-Kecamatan Wawo. 

Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Camat Wawo Syarifudin Basyar, S.Sos., Korwil Dikbudpira Kec. Wawo Ismail, S. Pd, Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah, Kapolsek Wawo IPTU Eka Farman, S.H., M.H., Kasat Resnarkoba Polres Kota Bima IPTU Muhamad Fikri Dava Alfares, S.Tr.K., serta perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Bima Ikang Fawzinihak, S.IP.

Hadir pula Wakil Ketua LPA Kabupaten Bima Dr. Zuhra, S.H., M.H., Koordinator Markoding Digital Hub Bima Khaerul Anas, S.I.Kom., Ketua Umum HMI Harianto, Uswatun Hasanah, M.H. dari Badai NTB, Ketua TP PKK Kecamatan Wawo Samsuriyati, A.Md.Keb., para kepala desa, Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Wawo, guru, tokoh masyarakat dan para pelajar.

Ketua Umum HMI Harianto dalam sambutannya menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga dapat berdampak terhadap masa depan generasi muda, keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. HMI, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk turut memberikan edukasi serta membangun kesadaran generasi muda melalui pendidikan, kegiatan positif, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Kader HMI harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan pendidikan, kegiatan positif dan kepedulian sosial,” ujar Harianto dalam sambutannya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk tidak hanya menjauhi narkoba, tetapi ikut menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Pemerintah Kecamatan Wawo Dorong Peran Keluarga dan Masyarakat, Camat Wawo Syarifudin Basyar, S. Sos dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kecamatan Wawo.

Ia menegaskan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan dan masa depan generasi muda sekaligus memicu berbagai persoalan sosial serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, pengawasan dan perhatian kepada generasi muda.

Foto : Pemberian Piagam Penghargaan
Kepada Pemateri

Pemerintah Kecamatan Wawo juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba serta mengajak masyarakat melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika.

Literasi Digital Jadi Bagian Penting Pencegahan Krisis Sosial. Memasuki sesi dialog, perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Bima Ikang Fawzinihak, S.IP., membahas tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, internet dan media sosial telah memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi, pendidikan, pelayanan publik maupun kegiatan ekonomi. Namun, perkembangan tersebut juga membawa risiko, antara lain penyebaran hoaks, penipuan daring, perjudian online, perundungan di media sosial dan penyalahgunaan data pribadi.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menggunakan media digital, termasuk memastikan kebenaran serta sumber informasi sebelum membagikannya.

Orang tua juga diharapkan memberikan pendampingan kepada anak dalam menggunakan internet dan media sosial.

“Generasi muda harus diarahkan agar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, seperti belajar, mengembangkan kreativitas, memperoleh informasi yang bermanfaat dan meningkatkan keterampilan,” ujarnya.

Masyarakat Diingatkan Tidak Terlibat Peredaran Narkoba, Aktivit Narkoba, Uswatun Hasanah, M.H.,kerap dikenal Badai NTB, turut menyampaikan materi mengenai peredaran narkoba di Bima dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima ajakan atau tawaran yang berkaitan dengan narkoba, termasuk tidak terlibat dalam penyimpanan, pengiriman maupun peredarannya.

Menurutnya, keluarga memiliki posisi penting dalam melakukan pencegahan melalui komunikasi, perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak.

Generasi muda juga didorong untuk berani menolak narkoba dan memilih kegiatan yang positif serta bermanfaat.

Apabila masyarakat mengetahui dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.

Aparat Ingatkan Bahaya Narkoba terhadap Masa Depan Generasi Muda, Kasat Resnarkoba Polres Kota Bima IPTU Muhamad Fikri Dava Alfares, S.Tr.K., dalam pemaparannya menjelaskan dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga hingga masa depan seseorang.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mencoba narkoba meskipun hanya sekali serta waspada terhadap ajakan dari lingkungan sekitar.

Fikri juga mengajak orang tua meningkatkan komunikasi dan perhatian kepada anak-anak. Guru dan masyarakat diharapkan turut menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Jika menemukan dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri, tetapi menyampaikannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Dialog publik kemudian membahas persoalan krisis sosial generasi muda Bima, khususnya yang berkaitan dengan disrupsi digital dan kekerasan seksual.

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan pertukaran pandangan antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga perlindungan anak, aktivis, tenaga pendidik, masyarakat dan pelajar.

HMI berharap kegiatan dialog serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Edukasi dan komunikasi antara pemerintah, aparat, keluarga, sekolah serta masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan semakin memahami risiko penyalahgunaan narkotika, bijak menggunakan teknologi digital serta berani mengambil langkah yang tepat ketika menemukan persoalan di lingkungan sekitarnya.

(MDG05) 

Comments