Media Dinamika Global

Kamis, 17 September 2026

Wagub NTB: Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor


Mataram, Media Dinamika Global -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Kepastian tersebut tidak hanya menyangkut proses perizinan, tetapi juga legalitas usaha dan dukungan ekosistem hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan investasinya.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri saat membuka Seminar Nasional “Kupas Tuntas Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing (PT PMA)” dengan tema “Perizinan Berusaha, Kewajiban Hukum Pelaku Usaha dan Peran Strategis Notaris dalam Mendukung Kepastian Hukum Investasi di Indonesia” di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (17/9/2026).

Seminar tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI) beserta jajaran, pengurus INI NTB, notaris, konsultan hukum, praktisi, akademisi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda mengatakan, investasi tidak semata-mata berbicara tentang masuknya modal. Kehadiran investor juga membawa teknologi, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah harus memastikan investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya, mulai dari perizinan hingga aspek hukum yang melekat pada kegiatan bisnis.

“Kalau kita berbicara tentang investasi, kita harus paham satu hal, yaitu investasi bukan hanya soal modal, tetapi soal kepercayaan. Investor membutuhkan kepastian perizinan, kepastian hukum, dan kepastian bahwa pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan,” tegas Wagub.

Menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan dinamika dunia usaha yang terus berkembang. Perubahan regulasi menuntut pelaku usaha dan profesi yang mendampingi mereka untuk memahami ketentuan terbaru agar setiap keputusan dan dokumen hukum yang dibuat memberikan kepastian serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Wagub berharap Ikatan Notaris Indonesia dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang sehat. Notaris, kata dia, memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai tindakan hukum dan dokumen perusahaan disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

NTB sendiri memiliki peluang investasi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pertambangan hingga ekonomi kreatif. Pemerintah daerah terus mendorong agar potensi tersebut dapat berkembang melalui iklim usaha yang terbuka, transparan, dan memberikan kepastian.

Pesan tersebut sejalan dengan perkembangan kebijakan perizinan nasional. Pemerintah telah melakukan penyesuaian implementasi KBLI 2025 dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk meningkatkan kepastian klasifikasi usaha dan integrasi layanan antara OSS, Administrasi Hukum Umum (AHU), serta sistem terkait lainnya.

Ketua Pengurus INI NTB Lalu Mulyadi mengatakan, perubahan regulasi yang dinamis membuat pelaku usaha membutuhkan pendampingan hukum yang semakin baik. Ia mencontohkan penyesuaian KBLI 2025, kewajiban pelaporan tahunan perseroan melalui AHU, serta perkembangan kebijakan perpajakan yang berdampak langsung terhadap kegiatan usaha.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peran notaris dalam ekosistem transaksi dan tata kelola bisnis.

“Pentingnya keberadaan notaris dalam ekosistem transaksi bisnis membuat tema dan materi seminar kali ini sangat relevan, baik bagi notaris maupun kalangan dunia usaha,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum pembahasan regulasi, tetapi menghasilkan pemahaman yang lebih baik bagi notaris dan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan serta memperkuat kepastian hukum kegiatan bisnis.

Bagi Pemprov NTB, kepastian hukum menjadi bagian dari upaya membangun iklim investasi yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga memberikan ruang bagi investasi untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Hari ini kita bangun NTB bukan hanya sebagai daerah yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga daerah yang aman untuk berusaha, menarik untuk berinvestasi, dan menjanjikan di dalam membangun masa depan,” pungkas Wagub.

Dengan demikian, penguatan investasi NTB tidak berhenti pada upaya menarik modal masuk. Kepercayaan investor harus dibangun melalui kepastian perizinan, kepastian hukum, profesionalisme para pendukung dunia usaha, serta kehadiran pemerintah yang memberikan layanan secara jelas dan terukur. Di atas fondasi itulah investasi diharapkan tumbuh dan memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian serta masyarakat NTB.

Redaksi|

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Gado-Gado sebagai Menu Bergizi


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi para penerima manfaat pada Jumat (18/9/2026).

Menu yang disajikan kali ini adalah gado-gado yang dilengkapi dengan lontong, telur, sayuran, tempe goreng tepung, serta bumbu kacang. Adapun sayuran yang digunakan terdiri atas wortel, kol, dan kacang panjang.

Sebagai pelengkap asupan gizi, penerima manfaat juga mendapatkan susu plain Frisian Flag Nutribrain Omega.

Pihak SPPG Bima Sape Parangina berharap menu yang disiapkan dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi penerima manfaat sekaligus memberikan pilihan makanan yang lezat dan bermanfaat.

Melalui penyediaan menu yang beragam, program pemenuhan gizi diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat penerima layanan.(Team.MDG.03)

Gubernur Iqbal: NTB Satu Data Diperkuat, Dashboard Eksekutif Jadi Ruang Kendali Pembangunan


Mataram, Media Dinamika Global - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal mendorong NTB Satu Data dan Dashboard Eksekutif dikembangkan sebagai instrumen utama untuk membaca kondisi daerah, memantau kinerja pembangunan, dan menentukan intervensi secara lebih cepat dan tepat. Data yang tersedia tidak boleh berhenti sebagai angka atau laporan perangkat daerah, tetapi harus mampu memberikan gambaran nyata tentang kondisi NTB hingga tingkat yang lebih rinci.

Hal itu disampaikan Gubernur saat melihat presentasi pengembangan NTB Satu Data dan Dashboard Eksekutif di Gema Coffee Mataram, Kamis (17/9/2026). Hadir Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Lead SKALA Pusat, Lead SKALA NTB, Asisten III Setda NTB, jajaran Bappeda, Tenaga Ahli Gubernur, Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, serta Tim NTB Satu Data Dinas Kominfotik NTB.

Menurut Gubernur, persoalan dalam membangun satu data bukan sekadar bagaimana mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan data tersebut detail, berkualitas, saling terhubung, aman, mutakhir, dan benar-benar menggambarkan kondisi lapangan.

“Satu data itu jargon, tapi ketika masuk ke detail, isinya devil semua. Karena itu, kita membutuhkan orang yang tidak sekadar mampu, tetapi siap untuk detailing,” ujar Gubernur.

Ia menilai masih terdapat jarak antara kondisi yang terjadi di lapangan dengan informasi yang diterima pimpinan. Karena itu, arsitektur data harus memungkinkan informasi dibaca dari gambaran makro hingga kondisi yang lebih rinci, tanpa kehilangan keterhubungan antarlevel pemerintahan.

“Jangan kita mulai dari mikro kemudian masuk ke makro. Mestinya dari makro dulu, baru kita ke mikro. Ketika ditambah, sudah pasti nyatu karena sudah satu arsitektur,” jelasnya.

Bagi Miq Iqbal, yang diperlukan bukan sekadar data tentang aktivitas pemerintah, melainkan data yang mampu menjelaskan kondisi masyarakat. Ia mencontohkan sektor kesehatan.

“Ketika kita meminta data kesehatan NTB, yang kita butuhkan bukan hanya data kegiatan Dinas Kesehatan, tetapi kondisi kesehatan NTB secara keseluruhan,” katanya.

Karena itu, NTB Satu Data perlu menghubungkan data sektoral perangkat daerah dengan data kabupaten/kota, desa, Posyandu, BPS, dan sumber data relevan lainnya. Setiap data juga perlu memiliki sumber, periode, cakupan, definisi dan metadata yang jelas agar pimpinan memahami konteks serta keterbatasan informasi yang digunakan.

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menegaskan bahwa kualitas data menjadi prasyarat penting dalam perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, pengendalian, dan evaluasi. Data yang digunakan pemerintah harus relevan, akurat, mutakhir, konsisten, dapat diakses, serta dapat dibandingkan dan diintegrasikan dengan sumber data lainnya.

“Bukan hanya how much, tetapi juga so what,” ujar Wahyudin.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup mengetahui besaran suatu persoalan. Data harus mampu memberikan konteks dan makna sehingga dapat membantu menjawab persoalan pembangunan dan menentukan tindakan yang diperlukan.

Dalam kerangka tersebut, Dashboard Eksekutif diarahkan menjadi ruang kendali bagi pimpinan, bukan sekadar tampilan kumpulan indikator. Sistem ini dikembangkan untuk membantu melihat capaian indikator kinerja utama perangkat daerah, realisasi anggaran, program prioritas, APBD, SPM, pengaduan masyarakat, serta indikator pembangunan lainnya dalam satu kerangka informasi yang terintegrasi.

Dashboard juga diarahkan memiliki fungsi early warning system. Ketika suatu indikator mengalami deviasi atau menunjukkan kondisi yang membutuhkan perhatian, informasi tersebut diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah korektif dapat segera dipertimbangkan.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Halik menyampaikan, penguatan NTB Satu Data telah berjalan sejak 2025 dan terus dikonsolidasikan pada 2026. Saat ini setelah dilakukan verifikasi, pengecekan ulang dan dikonsolidasikan ada 731 dataset dari 43 OPD di NTB Satu Data.

Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa penguatan satu data bukan sekadar memperbanyak dataset, melainkan memastikan kesesuaian antara judul, substansi, sumber, kualitas, dan pemutakhiran data. Tantangan yang masih dihadapi antara lain kedisiplinan produsen data dalam melakukan pemutakhiran.

Gubernur mengapresiasi kerja Tim Dinas Kominfotik NTB yang terus membangun dan mengembangkan NTB Satu Data di tengah keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, keterbatasan sumber daya justru menuntut pemerintah semakin cermat dalam menentukan prioritas dan memastikan anggaran digunakan berdasarkan kebutuhan yang terukur.

“Tidak cukup hanya membangun sistem. Kita harus memastikan ada regulasi, kelembagaan, program, SDM, dan anggaran,” tegasnya.

Penguatan tersebut juga diarahkan melalui penyempurnaan regulasi NTB Satu Data. Rancangan perubahan Pergub yang saat ini berproses di Biro Hukum akan memperkuat tata kelola data, pembagian tanggung jawab, pemanfaatan data sektoral dalam perencanaan, keamanan, serta mekanisme pemutakhiran dan pengelolaan data.

Sementara itu, pengembangan ke depan diarahkan secara bertahap dari pengumpulan, pemutakhiran dan pemeliharaan, integrasi, analisis data science, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dengan tetap memperhatikan interoperabilitas, perlindungan data pribadi, keamanan dan keberlanjutan sistem.

Dengan arah tersebut, NTB Satu Data diposisikan sebagai fondasi informasi pemerintahan, sedangkan Dashboard Eksekutif menjadi instrumen untuk menerjemahkan informasi tersebut ke dalam pemantauan dan pengambilan keputusan.

Tujuan akhirnya bukan memiliki lebih banyak data, melainkan memiliki data yang lebih dapat dipercaya untuk melihat persoalan lebih dini, menentukan prioritas dengan lebih tepat, mengendalikan pelaksanaan pembangunan, dan memastikan sumber daya daerah yang terbatas benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Redaksi |

Dapur Istiqomah Siapkan Santapan Bergizi untuk Penerima Manfaat


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyiapkan santapan bergizi bagi para penerima manfaat, Jumat (18/9/2026).

Menu yang disajikan pada Jumat kali ini terdiri atas nasi putih, ayam kecap, tempe crispy, tumis sayuran berupa labu siam, buncis dan wortel, serta buah anggur sebagai pelengkap.

Beragam menu tersebut disusun dengan memperhatikan unsur makanan yang dibutuhkan tubuh, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran hingga buah. Sajian tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dapur Istiqomah sebagai bagian dari layanan SPPG Bima Sape Parangina 2 terus menghadirkan menu makanan yang beragam. Selain memperhatikan nilai gizi, variasi menu juga menjadi salah satu upaya agar makanan yang diberikan dapat dinikmati dengan baik oleh para penerima manfaat.

Penyediaan makanan bergizi dan seimbang diharapkan turut mendukung kesehatan serta menjaga energi dan semangat penerima manfaat dalam menjalani berbagai aktivitas.

Dengan menu yang terdiri dari makanan pokok, lauk, sayuran dan buah, sajian Jumat ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan makanan yang sehat, bergizi dan beragam bagi penerima manfaat.

Hapus pengulangan gagasan tentang gizi

Ringkas paragraf penutup yang berulang

Tambahkan subjudul berita yang menarik

Penutupan STQ Ke-39 Kecamatan Wawo, Desa Kambilo Raih Juara Umum

BIMA, Mediadinamikaglobal.id — Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis (17/9/2026) malam. Desa Kambilo berhasil meraih Juara Umum STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo yang berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 September 2026.

Kegiatan penutupan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Lengge Na’e Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pukul 20.30 Wita.

Foto : Penyerahan hadiah kepada
Peserta.

Acara berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri  Kabag Kesra Kabupaten Bima H. Ahyani, S.Ag., M.M, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos, Kapolsek Wawo Iptu Eka Farman, S.H., M.H, Danramil 1608-06/Wawo Kapten Inf. Armansyah, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S.Pd, Mantan Sekretaris Dewan DPRD Kab. Bima Periode 2013–2016 Drs. H. Supratman, Ketua TP PKK Kecamatan Wawo Ny. Samsuriyati, A. Md. Keb, Ketua DWP Korwil Alfisah K, S. Pd, Kepala KUA Kecamatan Wawo Bunyamin, S.Ag, Kepala UPT/Instansi, Ketua MUI, PHBI, UPZ, dan Lebenae Kecamatan Wawo, Para Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua TP PKK Desa, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Dewan Hakim, peserta, serta masyarakat luas. 

Foto : Laporan Ketua panitia
H. Burhanudin,S.Pd.,M.Pd

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua LPTQ Kecamatan Wawo, H. Burhanudin, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan STQ ke-39 berjalan dengan baik dan penuh keberkahan.

Foto : Paduan suara

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim dan Dewan Musafah yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalitas, dan kejujuran.

H. Burhanudin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kecamatan Wawo, ASN, TNI dan Polri, para kepala desa, kepala sekolah, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. 

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Pemerintah Desa Maria beserta seluruh jajaran dan masyarakat Desa Maria yang telah memberikan kontribusi besar sebagai tuan rumah pelaksanaan STQ ke-39.

Apresiasi juga diberikan kepada Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., yang senantiasa memantau dan memberikan arahan selama kegiatan berlangsung.

“Kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, dan masyarakat, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan. Semoga segala kebaikan dan kontribusi kita dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT, dan segala kekurangan semoga Allah mengampuni,” ujar H. Burhanudin. 

Pada STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026, Desa Kambilo ditetapkan sebagai Juara Umum. Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri bagi kafilah Desa Kambilo setelah mengikuti berbagai cabang yang diperlombakan selama pelaksanaan STQ.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi ajang MTQ pada tingkat yang lebih tinggi.

Kabag Kesra Kabupaten Bima, H. Ahyani, S.Ag., M.M., secara resmi menutup STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo serta penyerahan bantuan berupa Al-Qur'an dari Pemerintah Kabupaten Bima Kepada Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos. 

Foto : Kabag Kesra Kab. Bima
H. Ahyani, S. Ag., MM

Dalam sambutannya, H. Ahyani menyampaikan sejumlah hal terkait kebijakan pelaksanaan MTQ/STQ ke depan sekaligus mengingatkan pentingnya persiapan kafilah Kecamatan Wawo menghadapi MTQ Tingkat Kabupaten Bima.

“STQ ke-39 ini merupakan STQ Kecamatan Wawo yang ke-10, artinya masih tersisa 8 kecamatan lagi yang akan melaksanakan STQ. Selanjutnya, MTQ Tingkat Kabupaten Bima direncanakan dilaksanakan pada 30 Oktober 2026 di Kecamatan Belo, sehingga masih ada waktu sekitar satu bulan untuk persiapan kafilah Kecamatan Wawo,” ungkapnya.

Foto : Penampilan peserta Qori terbaik
Saat melantunkan ayat suci Al-Qur'an

Ia juga menyampaikan perubahan kebijakan berdasarkan Surat Menteri Agama RI Nomor 739/Mei/2026. Menurutnya, mulai tahun ini penyebutan kegiatan tidak lagi menggunakan istilah STQ, melainkan menggunakan nama MTQ secara penuh.

Pemerintah Kabupaten Bima, lanjutnya, telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui penyesuaian dan penambahan anggaran untuk mendukung pelaksanaan MTQ.

H. Ahyani juga mengingatkan Dewan Hakim agar memberikan penilaian secara objektif dan jujur.

“Kepada Dewan Hakim, berikanlah nilai berdasarkan kebenaran dan kejujuran, bukan karena kepentingan pribadi, golongan, atau kedekatan,” tegasnya.

Selain itu, Kabag Kesra menginformasikan bahwa ke depan akan diterbitkan surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Bima terkait pemilihan Dewan Hakim/Hakam tingkat Kabupaten dengan melibatkan LPTQ dari masing-masing kecamatan.

Setelah menyampaikan sambutannya, H. Ahyani secara resmi menutup kegiatan STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026.

"Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin, saya tutup kegiatan STQ ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026,” ucapnya.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Dengan berakhirnya STQ ke-39, kafilah Kecamatan Wawo selanjutnya akan mempersiapkan diri menghadapi MTQ Tingkat Kabupaten Bima yang direncanakan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Kecamatan Belo.

Diharapkan prestasi yang diraih Desa Kambilo sebagai Juara Umum dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta dan desa lainnya untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mengembangkan potensi generasi Qur’ani di Kecamatan Wawo.

(MDG05) 

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling di Desa Parangina


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, bersama seorang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Kamis (17/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.05 Wita tersebut melibatkan dua anggota Koramil, empat aparat desa, serta enam warga. Patroli menyasar kawasan permukiman dan tempat berkumpulnya anak muda guna memantau situasi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.


Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Warga, khususnya kalangan muda, juga diminta menghindari perselisihan dan tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu perkelahian.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Patroli dilanjutkan dengan pemantauan wilayah desa binaan hingga sekitar pukul 21.10 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial (kongkow-kongkow) bersama warga di sejumlah desa binaan, Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan berlangsung di Desa Lanta Barat, Desa Melayu, Desa Rai Oi, dan Desa Naru Barat. Dalam kesempatan tersebut, para Babinsa mengimbau warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengaktifkan kembali ronda malam dan melakukan patroli di sekitar permukiman.




Selain mengantisipasi pencurian dan tindak kriminal lainnya, warga juga diingatkan untuk mewaspadai peredaran narkoba, minuman beralkohol, serta aktivitas generasi muda yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Para Babinsa juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarwarga. Setiap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan diharapkan segera dilaporkan kepada aparat terkait agar dapat ditangani sejak dini.

Kegiatan komunikasi sosial tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini sekaligus menjaga situasi wilayah binaan agar tetap aman dan kondusif.(Team.MDG.03)