Media Dinamika Global

Sabtu, 12 September 2026

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Ratusan Penumpang Masih di Cari


Jawa, Media Dinamika Global.id.-- KM Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dilaporkan hilang kontak dan terbalik di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9) dini hari. Kapal diduga diterjang ombak besar akibat cuaca buruk.

Hingga Minggu siang, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 86 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara penumpang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (12/9) pukul 10.33 WIB. Sekitar pukul 01.00–02.00 WIB, nakhoda sempat mengirim pesan darurat bahwa kapal dihantam ombak besar hingga miring sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Laporan diterima Basarnas Banjarmasin pukul 04.10 WITA. Operasi pencarian kemudian digelar dengan melibatkan kapal SAR, TNI AL, helikopter, serta kapal tunda yang melintas di lokasi.

Sebanyak 86 korban selamat berhasil dievakuasi oleh TB Mauhao 9 dan TB TCP dari sekoci dan rakit penyelamat. Posko darurat didirikan di Pelabuhan Banjarmasin untuk pendataan dan penanganan korban. Tim SAR masih memaksimalkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.(Redaksi)

Konsultan Proyek TK Lambitu Batasi Hak Wartawan,


Bima NTB. Media Dinamika Global. Id. Pemantauan pekerjaan rehabilitasi gedung di TK Oi Malau dan TK Oi Nita, Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, pada Sabtu (12/9/2026), diwarnai perdebatan antara sejumlah wartawan dengan seorang konsultan berinisial KW.

Sejumlah wartawan dari Wartabumigora.id, Kepala Biro Sergap Bima, dan Javanews mendatangi lokasi untuk melihat langsung proses pelaksanaan pekerjaan sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pembangunan fasilitas pendidikan yang menjadi perhatian masyarakat.

Sebelum menuju lokasi, para wartawan terlebih dahulu meminta izin kepada Korwil Dikpora Lambitu, Muhamad, S.Pd. Informasi mengenai kedatangan wartawan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak konsultan berinisial KW.

Setibanya di lokasi pekerjaan, wartawan bersama korwil bertemu dengan KW bersama dua kepala TK. Dalam pertemuan tersebut, KW menyampaikan keberatan terhadap aktivitas wartawan yang melakukan pemantauan di lokasi proyek.

KW bahkan menyatakan bahwa wartawan tidak memiliki hak untuk memonitor pekerjaan tersebut. Ia juga melarang wartawan mengambil foto terhadap dirinya.

Larangan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai batas kewenangan pihak pelaksana maupun konsultan dalam menyikapi aktivitas jurnalistik di lokasi pekerjaan yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan.

Wartawan yang berada di lokasi menjelaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mengganggu jalannya pekerjaan, melainkan untuk melihat secara langsung proses pembangunan dan memperoleh informasi yang dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan.

Dalam percakapan tersebut, KW juga menyebut bahwa pekerjaan telah mendapat pengawasan dari sejumlah institusi.

“Kami sudah ada Kejaksaan, pengadilan, TNI, dan polisi,” ujar KW.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian wartawan. Pasalnya, belum dijelaskan secara rinci bentuk pengawasan yang dimaksud, termasuk siapa pihak yang melakukan pengawasan, kapasitas keterlibatan masing-masing institusi, serta dasar penugasan atau kewenangannya.

Kejelasan mengenai hal tersebut dinilai penting agar tidak muncul persepsi bahwa institusi-institusi yang disebutkan secara otomatis terlibat dalam pengawasan teknis pekerjaan.

Jika benar terdapat tim pengontrol atau pengawas dari sejumlah pihak, informasi mengenai bentuk dan dasar keterlibatan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Terlebih, pekerjaan rehabilitasi fasilitas pendidikan merupakan kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Apabila pembiayaannya bersumber dari anggaran negara maupun daerah, aspek transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan terhadap pelaksanaannya menjadi bagian penting yang patut diketahui masyarakat.

Pemantauan wartawan di lapangan pada dasarnya bertujuan memperoleh informasi faktual mengenai proses pekerjaan, kondisi hasil pembangunan, serta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Dengan demikian, keberadaan wartawan dalam melakukan pemantauan diharapkan tidak dipandang semata-mata sebagai gangguan terhadap pekerjaan, tetapi sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi publik yang dapat dipertanggungjawabkan melalui pemberitaan.

Sementara itu, terkait pernyataan KW mengenai adanya pengawasan dari Kejaksaan, pengadilan, TNI, dan kepolisian, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan bentuk pengawasan, dasar keterlibatan, serta sejauh mana kewenangan masing-masing institusi dalam kegiatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebutkan mengenai pernyataan tersebut. (Tim MDG)

Verdiansyah S,pd Bakal Calon Kades Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima


Donggo, Media Dinamika Global.id.-- Calon Kepala Desa Doridungga, Kecamatan donggo Kabupaten bima, Verdiansyah S.pd, bertekad untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat jika nanti ia terpilih sebagai Kepala Desa Doridungga.

Selain itu, Verdiansyah juga akan berupaya untuk meningkatkan pelayanan dasar masyarakat Doridungga. Percepatan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang merata. Terkait dengan pemberdayaan masyarakat, pihaknya akan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan desa.

“Peningkatan keterlibatan kaum perempuan dan menjunjung harkat dan martabat perempuan. Mengembalikan fungsi Kelompok Tani, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan kegiatan PKK,” beber Verdiansyah i menguraikan visi dan misinya terkait pencalonan dirinya pada Pilkades serentak tahun 2026 ini.

Kandidat Kades Doridungga dengan nomor urut tunggal ini mengatakan, untuk merealisasikan visi dan misinya itu, maka ia harus bekerja secara jujur dan amanah. “Sehingga Desa Doridungga, Kecamatan donggo, Kabupaten Bima, ke depan akan semakin maju lagi,” tuturnya ketika disambangi awak media Dinamika Global, Minggu (13/9/2026).

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Keamanan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di sejumlah desa binaan, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat.




Di Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, Serda Sanusi mengajak warga menjaga hubungan dan komunikasi yang baik serta mengedepankan etika dalam bermasyarakat. Warga juga diimbau segera melaporkan setiap persoalan kepada pihak berwenang agar dapat diselesaikan secara tepat.

Sementara itu, Serma Nasruddin yang melaksanakan Komsos di Desa Jia, Kecamatan Sape, mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia mengajak masyarakat bijak dalam menghadapi setiap persoalan sehingga tidak menimbulkan masalah baru maupun berhadapan dengan hukum.

Hal senada disampaikan Sertu Syaifullah saat Komsos bersama warga Desa Sangia. Ia mengajak masyarakat terus memupuk kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan antarwarga serta tetangga.

Di Desa Sangga, Serka Jamaluddin juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan saling mengingatkan dalam hal-hal positif. Warga diminta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, para Babinsa berharap komunikasi dan hubungan antara TNI dengan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.(Team.MDG.03)

SMANSADO: SATU TEKAD, SATU PERJUANGAN! KHOMEINI SIAP UKIR PRESTASI BERSAMA PBVSI BIMA



Donggo, Media Dinamika Global.id.-- Ananda Khomeini, siswa SMAN 1 Donggo, terus mempersiapkan diri bersama tim PBVSI Kabupaten Bima dan Kota Bima dalam menghadapi pertandingan tingkat Provinsi NTB.

Latihan persiapan berlangsung penuh semangat dan didampingi langsung oleh Bapak KCD Dikpora Wilayah VI, sebagai bentuk dukungan terhadap para atlet muda yang akan membawa nama Bima di ajang voli pelajar.

Selamat berlatih, Ananda Khomeini! 

Terus jaga semangat, disiplin dan kekompakan bersama tim.

Semoga seluruh perjuangan selama latihan menjadi bekal untuk meraih hasil terbaik. Semoga Tim PBVSI Kabupaten Bima dan Kota Bima mampu membawa pulang kemenangan. Aamiin!

Salam Olahraga!

Salam Prestasi SMAN 1 Donggo!

(Gerindra) Partai Gerakan Indonesia Raya: Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru Untuk Daerah 3T


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pemerataan layanan kesehatan harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah membuka 25 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit dengan memprioritaskan putra-putri daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus memastikan lulusan kembali mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga medis di Indonesia. Hambatan regulasi yang sebelumnya memperlambat perluasan pendidikan spesialis juga didorong untuk diselesaikan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. 

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendukung setiap kebijakan yang menghadirkan keberpihakan nyata kepada rakyat. Karena Indonesia yang kuat bukan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan tenaga medis terbaik hadir hingga ke pelosok negeri.(Sekjend MDG)

Situs Wadu Pa'a Memiliki Sejarah Nilai-nilai Penting Bagi Masyarakat Kabupaten Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Situs Wadu Pa’a merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Situs ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi merupakan bagian dari jejak sejarah dan warisan budaya yang seharusnya dijaga, dirawat, dikembangkan, serta diperkenalkan kepada generasi hari ini dan generasi yang akan datang.

Namun sangat disayangkan, potensi besar tersebut hingga hari ini belum mendapatkan perhatian yang seharusnya. Kondisi destinasi yang terkesan terbengkalai, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya promosi, serta rendahnya perhatian terhadap pengelolaan kawasan membuat Wadu Pa’a semakin jauh dari harapan untuk menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di NTB.

Pertanyaannya kemudian sederhana tetapi sangat mendasar:

Di mana peran dan tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima?

Jika Wadu Pa’a memang masuk dalam perhatian dan program pemerintah melalui sektor kebudayaan dan pariwisata, maka masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana langkah nyata yang telah dilakukan. Jangan sampai situs sejarah hanya ramai dibicarakan ketika ada agenda, program, atau seremoni, tetapi setelah itu kembali dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri.

Warisan sejarah tidak cukup hanya dicatat dalam daftar. Warisan sejarah harus dirawat, dilindungi, dan dihidupkan.

Pemerintah tidak boleh berhenti pada pengakuan bahwa Wadu Pa’a memiliki potensi wisata dan nilai sejarah. Pengakuan tanpa tindakan nyata pada akhirnya hanya menjadi slogan. Sebab, potensi sebesar apa pun tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat apabila tidak dikelola secara serius, profesional, dan berkelanjutan.

Lebih ironis lagi, ketika pemerintah terus berbicara tentang pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi pada saat yang sama terdapat situs bersejarah yang justru mengalami stagnasi dan kehilangan daya tarik.

Lalu untuk siapa pembangunan pariwisata itu dilakukan?

Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji. Mereka membutuhkan fasilitas yang layak, akses yang baik, kebersihan kawasan, informasi sejarah yang jelas, promosi yang konsisten, serta strategi pengelolaan yang mampu menjadikan Wadu Pa’a sebagai destinasi yang hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya dinas yang memiliki kewenangan di bidang kebudayaan dan pariwisata, harus berani melakukan evaluasi secara terbuka.

Jangan biarkan Wadu Pa’a menjadi monumen dari kelalaian pemerintah dalam menjaga warisan sejarahnya sendiri.

Sebab ketika sebuah situs sejarah rusak dan ditinggalkan, yang hilang bukan hanya bangunan atau batu-batu peninggalan masa lalu. Yang ikut hilang adalah identitas, pengetahuan, dan memori sejarah sebuah daerah.

Kami mempertanyakan bukan untuk menjatuhkan pemerintah. Kami mempertanyakan karena ada tanggung jawab publik yang harus dijalankan.

Jika Wadu Pa’a benar-benar dianggap penting, maka tunjukkan keseriusan itu melalui tindakan nyata.

Jangan hanya memasukkannya ke dalam daftar destinasi wisata.

Jadikan ia destinasi yang benar-benar diperhatikan.

Jangan hanya berbicara tentang pelestarian budaya.

Buktikan dengan pemeliharaan dan perlindungan yang nyata.

Jangan hanya menunggu wisatawan datang.

Bangun dan promosikan destinasi tersebut agar layak untuk dikunjungi.

Dan jangan sampai masyarakat terus bertanya:

“Kalau bukan pemerintah yang menjaga warisan sejarah ini, lalu siapa?”

Wadu Pa’a adalah warisan sejarah Bima. Ia bukan milik satu kelompok, bukan milik satu generasi, dan bukan sekadar objek wisata. Ia adalah bagian dari identitas daerah yang harus dipertanggungjawabkan keberadaannya.

Pemerintah memiliki kewenangan, anggaran, dan tanggung jawab. Maka masyarakat berhak menuntut keterbukaan, keseriusan, dan kerja nyata.

Rawat sejarahnya. Hidupkan wisatanya. Libatkan masyarakatnya. Dan jangan biarkan Wadu Pa’a mati perlahan karena ketidak pedulian.(Sekjend MDG)