Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan

Dit Polairud Polda NTB Berhasil Ungkap 23 Pelaku Tindak Pidana Pengeboman Ikan di Perairan NTB


Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id.- Selama periode Januari - Mei 2024 Jajaran Direktorat Polairud Polda NTB telah berhasil mengungkap 9 Laporan Polis (LP). Dari sejumlah LP tersebut  23 tersangka diamankan dengan total Barang Bukti 251 Detonator, dimana  198 diantaranya telah dimusnahkan oleh Sat Brimob Polda NTB.

Seperti diketahui bersama bahwa penggunaan Bahan-bahan peledak di dalam laut akan berdampak kepada lingkungan biota laut, dimana lingkungan biota laut sebagai tempat hidup dan berkembangbiak segala jenis kehidupan laut salah satunya Ikan. Penggunaan Bom untuk menangkap ikan dapat berakibat merusak seluruh ekosistem laut dalam jangka waktu yang panjang.

Ungkap kasus Bom Ikan dan Detenator  (Destructive Fishing) sebagai Upaya Dit Polairud Polda NTB dan segenap jajaran dalam penegakan hukum yang dilakukan secara maksimal terhadap pelaku yang merusak Biota laut dengan melakukan penangkapan ikan menggunakan Bom (Detenator).

Prihal pengungkapan Kasus Destructive Fishing (DF) di wilayah hukum Polda NTB tersebut disampaikan dalam Konferensi pers Ungkap kasus DF yang dilakukan oleh Dit Polairud Polda NTB beserta Jajaran yang berlangsung di Hanggar Polairud Polda NTB, (22/05/2024).

Hadir pada Konferensi pers tersebut Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Rio Indra Lesmana SIK., Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Andree Ghama Putra SH., SIK., Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Hikmah Aslinasari, AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H. serta tersangka dan Barang Bukti (BB).

Dalam Keterangan Dir. Polairud Polda NTB, bahwa selama periode Januari - Mei 2024 Jajaran Polairud Polda NTB telah mengungkap 9 Laporan Polisi terkait DF yang terjadi di beberapa wilayah perairan NTB dengan jumlah tersangka 23.

“Beberapa lokasi pengungkapan tersebut diantaranya Perairan teluk Saleh Kabupaten Sumbawa, Perairan Teluk Rano Sape Kabupaten Bima serta dii perairan Teluk Seriwe Kabupaten Lombok Timur,” ucap Andre sapaan akrab Dir. Polairud Polda NTB.

Dalam pengungkapan yang dilakukan, selain para tersangka yang diamankan, sejumlah barang bukti juga ikut diamankan seperti 8 unit perahu motor, 8 buah kompresor dan dan roll selang, 9 box Sstreofoam berisikan ikan hasil DF, 251 buah Detonator, 65 buah botol Pupuk yang sudah di olah, 4 buah jerigen berisi pupuk, 20 buah kecamata selam, 10 buah sepatu katak, 24 buah serok ikan, 15 buah bola lampu, 8 roll kabel listrik, serta berbagai peralatan selam.

Atas tindakan tersebut, para tersangka dijerat pasal 85 UU nomor, 31 tahun 2004, dan atau pasal 55 KUHP dan atau pasal 1 Ayat 1 UU Darurat RI no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling tinggi 20 tahun.

“Pengungkapan Kasus DF yang kami lakukan merupakan bagian dari konsistensi Polda NTB yang akan berkelanjutan dalam melakukan penindakan terhadap siapapun pelaku DF yang masih terjadi di seluruh wilayah hukum Polda NTB. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya ekosistem laut demi generasi penerus,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melalui Sekretaris, menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan Polda NTB dan Jajarannya dalam rangka menjaga dan memelihara Sember daya ikan dan ekosistem laut.

Hal ini menurut Perempuan yang kerap disapa Hikmah tersebut tentu akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kehidupan ikan di perairan tersebut serta ekosistem di sekitarnya.

“Dampak DF ini sangat merugikan, bukan hanya saat dimana pelaku melakukan DF tetapi berakibat dalam jangka waktu yang cukup panjang. Rumah ikan seperti terumbu karang itu akan rusak jika menangkap ikan dengan bahan peledak (Denator). Dan dampak ini akan ditanggung oleh srlian kali generasi ke depan,” ucapnya.

Untuk itu Pihaknya mendukung langkah yang dilakukan Polda NTB untuk menangkap semua pelaku DF di wilayah perairan NTB demi kelestarian lingkungan laut. 

(Surya Ghempar).

Continue reading...

Kerap Edarkan Shabu-shabu Hu'u, Pria Gondrong Diringkus Polisi


Dompu-NTB, Media Dinamika Global.Id._ Seorang Pria Berambut gondrong Berinisial AS (38), Warga Desa Daha, Kecamatan Hu'u Berhasil Diringkus oleh tim opsnal Sat Resnarkoba Polres Dompu. Sabtu,(18/05/2024) Sekitar Pukul 13:15 WITA.

AS ditangkap karena diduga menguasai, Memiliki dan mengedarkan Narkotika jenis Shabu-shabu.

Kasat Resnarkoba Polres Dompu Iptu Muh. Syofian Hidayat, S.Sos melalui Kasubsi Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah menyebutkan, Penangkapan AS ini berawal dari informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa Ia kerap menyalahgunakan Narkotika.

"Tindak Lanjuti itu, Kasat Narkoba Pada Jum'at(17/05/2024) Lalu langsung menginstruksikan Kepala Tim Opsnal Aipda Muhammad Syarifuddin, SH Untuk mengintai terduga," tulis Hujaifah dalam rilisannya yang titerima media ini, Selasa (21/05/2024) Pagi.

Dijelaskan Hujaifah, Tim Kemudian Berangkat Ke Kecamatan Hu'u guna melakukan penelusuran dan Menyisir serta mengintai Rumah AS yang Berada Ditengah perkampungan.

"Namun Pada Hari Jum'at, Terduga Tidak berada di Kediamannya Hingga Malam Hari. Menurut Keterangan Masyarakat setempat, AS Memang sering keluar rumah berhari-hari," katanya.

Kasat Narkoba Tak Putus Asa, Sambung Hujaifah, Ia kemudian meminta anggotanya Agar stand by di Sekitar kecamatan hu,u hingga Terduga kembali ke rumahnya.

"Keesokan Harinya, Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa AS Telah Kembali ke rumahnya," ucapnya.

Tim Lalu bergerak dan merengsek Masuk Ke Rumah AS. Menurut keterangan Hujaifah, Saat Tim melakukan penggerebekan, AS ditemukan Sedang Mmngonsumsi narkotika dan tak melakukan perlawanan.

"Saat tim melakukan Penggerebekan, Saat itu AS sedang Asyik Menikmati Narkotika," beber Hujaifah.

Lanjut Kasubsi Humas, Penggeledahan Kemudian Dilakukan dengan Disaksikan oleh masyarakat setempat. Dalam penguasaan AS Tim menemukan Sejumlah Plastik Klip Transparan Berisi Kristal bening yang diduga Narkotika Jenis Shabu-shabu.

"Berat Bruto Barang Bukti Sabu-sabu 9.07 dan Berat Netto 2,97 Gram. Tim juga mengamankan Sebuah Bong dan Dua buah korek api yang sudah di modifikasi," terangnya.

Lebih Jauh Hujaifah Menjelaskan, Dari Hasil interogasi Awal, AS Mengaku Mendapat berang itu dari seorang Pria Berinisial AW yang Juga merupakan Warga Desa Daha. Ia Diperintah Oleh AW Untuk menjual Barang tersebut.

"Dia mengaku barang yang ia kuasai didapat dari AW. Ia diminta untuk menjual BB itu," sebut Hujaifah.

Hujaifah menambahkan, Tim lalu mendatangi Rumah AW yang berlokasi tidak jauh dari TKP sebelumya. Rupanya AW Tak berada dirumahnya saat itu, Tim Opsnal kemudian melakukan penggeledahan di Kediamannya dan tidak menemukan Barang bukti yang berkaitan dengan Penyalahgunaan Narkotika.

"Meski demikian, Tim telah memberi pemahaman kepada Keluarga AW agar Menyerahkan diri baik-baik. Selain itu Penyidik Sat Resnarkoba Juga akan melayangkan Surat panggilan Kepada AW untuk digali sejauh mana keterlibatannya dalam kasus Tersebut. Sementara AS Kini tengah menjalani pemeriksaan Lebih lanjut dan diamankan Di Mako Polres Dompu," tutup Aiptu Hujaifah.

(Surya Ghempar).

Continue reading...

Kasus Pengerusakan dan Penganiayaan di Meninting, Dua Pelaku Masuk Bui


Lombok Barat-NTB, Media Dinamika Global.Id._ Kepolisian Resor Lombok Barat (Polres Lobar) telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengerusakan dan penganiayaan yang terjadi di Montong Buwuh Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, pada Jumat (10/5/2024).

Kedua tersangka berinisial RM (21) dan LYIM (19), yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lobar.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, dalam keterangan resminya di  Mapolres Lombok Barat, sabtu (18/5/2024) mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan, olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-Saksi yang jumlah mencapai 29 orang saksi.

Polres Lobar telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, olah TKP, dan penyitaan barang bukti. 

“Berdasarkan hasil penyidikan, penyidik menyimpulkan bahwa telah ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk status RM dan LYIM, yang semula sebagai saksi menjadi tersangka,” ungkap Kapolres Lombok Barat.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain flashdisk berisi rekaman video kejadian, sarung kris, dump truck, sepeda motor Nmax, dan gerobak jualan yang rusak.

Kedua tersangka disangkakan dengan pasal yang berbeda. RM disangka dengan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun. Sedangkan LYIM disangka dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun.

Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Rutan Polres Lombok Barat, sedangkan kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Lobar.

Apakah akan ada tersangka lain, Kapolres menambahkan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain, karena Polisi terus melakukan pendalaman. "Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,"jelasnya.

“Saya selaku Kapolres Lombok Barat menerangkan bahwa kita serius menangani kejadian ini dan kita akan tangani secara professional. Jangan lagi ada berita hoax, jangan lagi ada lagi provokasi-provikasi di media sosial maupun di dunia nyata. Percayakan kepada kami Aparat Penegak Hukum, percayakan kepada kami Polres Lombok Barat untuk menyidik perkara ini dengan tuntas, hingga terang benderang sehingga kondusifitas di Lombok Barat tetap terjaga,” tutupnya.

(Surya Ghempar).

Continue reading...

Sejumlah Aktivis HMI di Tahan, HMI BADKO BALI NUSRA ; Polda NTB Segera Evaluasi Kapolres Dompu

Foto : Ketua HMI BADKO BALI-NUSRA dan 5 orang aktivis HMI.

Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id._ Beberapa bulan lalu tepatnya pada tanggal  22 April 2024, sejumlah masyarakat dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Umat dDan Bangsa (Uba Institute) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Dompu meminta kepada Bupati Dompu untuk menaikan harga jagung hingga berakhir diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Dompu. Hal ini disampaikan Ketua HMI BADKO BALI-NUSRA, Arif Rahmat.

Kata dia, Ini merupakan bentuk Kriminalisasi Demokrasi di Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa dan aktivis ditahan lantaran menyampaikan pendapat dimuka umum, ucap Ketua HMI BADKO BALI-NUSRA. Rabu, 15/5.

Lanjut Rahmat sapaannya, Polres Dompu setelah melakukan BAP terhadap 5 (Lima) orang Mahasiswa diantaranya; IQBAL SAPUTRA (Sekretaris umu HMI Cabang Dompu), ARDIANSYAH, ALAN NURARI, M. HABIB, SAHWAN yang juga merupakan Kader HMI Cabang Dompu langsung ditetapkan sebagai tersangka atas laporan dari Pemerintah Daerah Dompu melalui Sekda Dompu karena dianggap merusak fasilitas umum (Pintu Pagar) padahal pintu pagar tersebut sampai sekarang masih di pakai.

"Sebenarnya masalah ini sempat ada titik temu antara Pemerintah Daerah dan HMI untuk menandatangani surat perjanjian perdamaian namun, dari pihak Polres Dompu menekan kepada Sekda Dompu bahwa kalau misalkan menandatangani perjanjian perdamaian maka pihak Polres Dompu tidak akan menjamin adanya pengamanan keamanan di wilayah Dompu," ujar Rahmat.

Sambung Rahmat, kejadian ini juga telah mengengkang kebebasan berpendapat dan kritik terhadap kekuasan yang merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), inilah yang meruntuhkannya nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

 "Saya Ketua HMI BADKO BALI-NUSRA menginstruksikan kepada seluruh Cabang dibawah naungan BADKO BALI-NUSRA untuk sama-sama menyuarakan keadilan dan mempertahankan hak demokrasi di Nusa Tenggara Barat," pungkas Ketua BADKO.

Kapolda NTB melalui Kabid Humas Polda NTB dan Kapolres Dompu saat dikonfirmasi awak Media Dinamika Global.Id, melalui Via WhatsAppnya pada Rabu, 15/5/24 belum memberikan komentar atau tanggapan atas pernyataan diatas, sehingga berita dipublikasikan.

(Surya Ghempar).


Continue reading...

Polda NTB Dukung Polres Lobar Tangani Kasus Montong


Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id.- Peristiwa penyerangan yang menimpa warga Montong Buwuh Desa Meninting Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu menjadi atensi Polda NTB dan Polres jajaran. Tindakan cepat pun segera dilakukan untuk melakukan penegakan hukum dan menjaga situasi tetap kondusif.

Berbagai upaya penyelesaian dengan kehati-hatian terus dilakukan, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali. Terlebih beberapa bulan ke depan, Indonesia termasuk NTB akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

Kapolda NTB Irjen Pol Drs Umar Faruq melalui Kabid Humas Kombes Pol. Rio Indra Lesmana, S.H., S.I.K., di sela Rapat Pimpinan lingkup Polda NTB, Rabu (15/5/2024), menegaskan terkait beredarnya informasi di masyarakat jika kasus Montong dipindahkan penanganannya ke Polda NTB.

"Kami ingin menjelaskan bahwa tidak ada pemindahan kasus ke Polda NTB. Namun begitu, kami tetap memberikan dukungan dan memback-up Polres Lombok Barat dalam penanganan kasus ini," tegasnya.

Kombes Pol Rio juga menambahkan, "Kami akan tetap mengikuti proses hukum dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu yang beredar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,".

Selain itu, Kombes Pol Rio mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia juga menegaskan jika tindakan penutupan jalan atau perilaku anarkis tidak akan ditoleransi.

"Kami sangat menentang penutupan jalan raya karena hal itu mengganggu aktivitas masyarakat lain," tandasnya.

Karena itu, pihaknya sangat mengharap kerjasama antara masyarakat dan kepolisian, untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

(Surya Ghempar).

Continue reading...

Ketua Bawaslu Dompu Dilaporkan Ke DKPP Bawaslu RI, Dahyar Teta Minta Bawaslu NTB Segera Konfirmasi dan Terbuka

Foto : Dahyar Aktivis NTB. (Surya Ghempar).

Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id._ Salah satu aktivis di NTB, Dahyar Teta menyoroti terkait dengan kasus dugaan kecurangan Penyelembungan suara di Pemilu Umum Legislatif serentak tahun 2024 di kabupaten Dompu beberapa bulan lalu yang sudah kita lalui bersama.

Kata Dahyar Teta, beberapa bulan lalu Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu dilaporkan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Bawaslu Republik Indonesia (RI) terkait dengan kasus dugaan kecurangan pemilu yakni penyelembungan suara yang dilaporkan oleh salah satu calon DPRD provinsi NTB berinisial MT sekaligus politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) melalui kuasa hukumnya.

"Sampai saat ini belum ada tindaklanjuti serta komunikasi lanjutan dari DKPP Bawaslu RI untuk memanggil ketua Bawaslu Kabupaten Dompu dan sudah sejauh mana proses pemeriksaannya," ucap Dahyar sapaan akrabnya saat diwawancara di salah kedai kopi di kota Mataram. Rabu, 15/5 (malam).

Kedati demikian, Lanjut Dahyar meminta Bawaslu provinsi NTB segera melakukan komunikasi ke DKPP Bawaslu RI terkait dengan laporan tersebut. Hal ini ditunggu-tunggu oleh publik,  pasalnya laporan tersebut secara resmi.

"Ia, artinya Pileg kemarin itu tidak sehat dan Bawaslu sebagai pengawas penyelenggara harus menunjukkan netralitasnya, tidak boleh pilih buluh sehingga merugikan hak orang lain," ujarnya.

Menurut Dahyar, apabila Bawaslu provinsi NTB tidak menindaklanjuti persoalan tersebut, maka kuat dugaan bahwa Bawaslu provinsi NTB melakukan kongkalikong atas laporan tersebut.

"Bawaslu provinsi NTB juga harus memberikan informasi secara terbuka atas persoalan tersebut untuk menunjukkan netralitasnya agar Pileg selanjutnya berjalan sesuai diharapkan secara bersama," kata Dahyar.

Sambung Dahyar, Hal-hal seperti ini jangan sampai terulang kembali di Pilkada serentak 2024 beberapa bulan lagi, tepatnya di bulan November 2024 dan Pileg dan berikutnya.

"Kalaupun itu terjadi kembali, tidak bisa percaya lagi Bawaslu NTB dan Bawaslu kabupaten Dompu menunjukkan netralitasnya sebagai penyelenggara," tuturnya.

Diakhiri disampaikan Dahyat, kami berharap Bawaslu provinsi NTB dan kabupaten Dompu agar menunjukkan netralitas dan transparan serta mengedepankan memberikan informasi secara terbuka terhadap publik.

"Catatan penting untuk Bawaslu provinsi NTB, jikalau belum juga memberikan informasi, maka akan hadir gelombang gerak unjuk rasa di kantor Bawaslu provinsi NTB," pungkasnya.

Ketua Bawaslu kabupaten, Bawaslu provinsi NTB, dan DKPP Bawaslu RI belum bisa konfirmasi dan awak Media Dinamika Global.Id terus berupaya konfirmasi, hingga berita dipublikasikan.

(Surya Ghempar).
Continue reading...

Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus 2 Pria Dengan Ratusan Gram Sabu di Empang


Sumbawa Besar-NTB, Media Dinamika Global.Id._ Polres Sumbawa melalui Sat Resnarkoba kembali berhasil mengungkap tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.

Dalam pengungkapan tersebut, Dua orang pria berinisial MS (39) warga desa Empang Bawah dan CO (30) warga Desa Empang Bawah berhasil di ringkus tim Opsnal Satres narkoba Polres Sumbawa di Desa Empang Bawa, kecamatan Empang, Selasa 14 Mei 2024 pukul 20.00 WITA.

Kapolres Sumbawa AKBP Heru Muslimin S.I.K, M.I.P, melalui Kasat Narkoba AKP Tamrin S.Sos., membenarkan hal tersebut, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat,bahwa di rumah terduga pelaku di wilayah Empang kerap dijadikan lokasi untuk transaksi narkotika jenis sabu.

"Berdasarkan informasi tersebut, kami kembali melakukan penyelidikan mendalam sehingga berhasil melakukan pengungkapan dan menangkap para pelaku beserta barang bukti," ungkap Kasat.

Lanjut Kasat, Bahwa dalam penangkapan tersebut, Pihaknya berhasil mengamankan 20 poket kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto total 108,40 gram.

Selain itu barang bukti terkait sabu juga turut diamankan berupa 3 bendel klip obat kosong, 1 buah skop plastik,2 buah korek gas,2 unit HP android,1 lembar kantong plastik hitam dan uang tunai Rp. 1.125.000.

Berdasarkan keterangan salah satu  terduga pelaku MS bahwa sabu tersebut di dapatnya dari seseorang berinisial R yang beralamat di kecamatan Lape yang di pesan melalui telepon dan di antarkan ke rumah  terduga pelaku MS.

Selanjutnya, Kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti di bawa dan diamankan ke Mapolres Sumbawa guna proses hukum lebih lanjut. 

(Surya Ghempar).

Continue reading...