Media Dinamika Global

Minggu, 27 September 2026

Menu MBG SPPG Bima Sape Dapur Sangia Ambarata Sajikan Ayam Krispi dan Sayur


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape, Dapur Sangia Ambarata, kembali menyediakan menu makanan bergizi bagi penerima manfaat pada Senin, 28 September 2026.

Menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam krispi sebagai sumber protein hewani, tahu goreng sebagai sumber protein nabati, serta sambal tomat dan tumis sayur sebagai pelengkap.

Selain itu, penerima manfaat juga mendapatkan buah anggur hijau sebagai bagian dari menu makanan. Penyusunan menu tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyelenggara berharap menu MBG yang disajikan dapat dinikmati dengan baik dan memberikan manfaat bagi kesehatan serta mendukung aktivitas penerima manfaat.(TeamDG03)

Dandim 1608/Bima: Menanam Pohon Hari Ini Adalah Menanam Harapan untuk Masa Depan


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.— Kodim 1608/Bima menggelar aksi penghijauan dan penanaman pohon secara serentak di kawasan Asrama Kodim 1608/Bima, Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima, Rabu (23/9/2026). Kegiatan pelestarian lingkungan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI sekaligus pengabdian Bakti Persada 34 Tahun.

Dandim 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, menegaskan bahwa aksi penanaman pohon ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.

”Menanam pohon hari ini berarti kita sedang menanam harapan dan kehidupan untuk masa esok. Pohon keras memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan alam, seperti mencegah banjir dan tanah longsor, menjaga cadangan air tanah, serta mengurangi polusi udara,” ujar Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa tantangan terbesar dari gerakan penghijauan ini terletak pada komitmen untuk merawat dan memelihara pohon-pohon yang telah ditanam. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen instansi pemerintah, prajurit TNI, serta masyarakat luas untuk bergotong royong memelihara bibit-bibit tersebut. “TNI khususnya Kodim 1608/Bima berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam mengatasi kesulitan dan menjaga ketahanan wilayah, termasuk ketahanan lingkungan,” tegasnya.

Pada aksi penghijauan kali ini, sebanyak 379 pohon produktif ditanam di lokasi, yang terdiri dari jenis pohon alpukat, nangka, rambutan, hingga durian kakapi. Penanaman ini merupakan bagian dari gerakan penanaman 10.000 pohon serentak secara nasional guna memperkuat ekosistem lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 40 jajaran pejabat dan tokoh daerah. Di antaranya Wakil Walikota Bima Feri Sofian, S.H., Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto, S.I.K., M.M., Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, S.H., perwakilan Danyon Brimob C Pelopor AKP Aswadin, Kadis Pertanian Kota Bima Abdul Najir, S.Pt., M.M., perwakilan Dinas DLH Hj. Nurmala, S.Sos., Kepala Rutan Kelas IIB Bima Tajudinur, S.H., Kasat Pol PP Erwin Rahadi, S.Sos., Camat Raba Faruq Irfan, serta jajaran Perwira Kodim 1608/Bima.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Wakil Walikota Bima, Feri Sofian, S.H. Ia menyatakan bahwa program penanaman pohon ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bima dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup agar dapat dinikmati oleh generasi penerus. Kegiatan ini ditutup dengan aksi penanaman bersama secara simbolis dan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.(Sekjend MDG)

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina 1 Kembali Sajikan Menu Beragam dan Bergizi


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menghadirkan menu makanan yang beragam dan bergizi bagi penerima manfaat pada Senin, 28 September 2026.

Menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih, ayam kecap, tahu balado, urap, serta buah anggur. Sajian tersebut mengombinasikan sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah dalam satu paket menu.

Nasi putih menjadi sumber karbohidrat, sementara ayam kecap dan tahu balado melengkapi kebutuhan protein. Urap disajikan sebagai pelengkap sayuran, sedangkan buah anggur menjadi pilihan buah dalam menu kali ini.

Penyediaan menu dengan komposisi yang beragam tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi sekaligus mendukung ketersediaan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

SPPG Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba terus menghadirkan variasi menu dengan memperhatikan keberagaman bahan makanan. Menu yang disajikan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga dapat dinikmati oleh para penerima manfaat.

Menu SPPG Bima Sape Parangina, Senin (28/9/2026):

Nasi putih

Ayam kecap

Tahu balado

Urap

Buah anggur

Dengan menu yang beragam tersebut, Dapur Adiba diharapkan terus memberikan sajian yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Sumber: Sorotan Publik Info Bima – SPPG Sape Bima.

Ringkas berita tanpa pengulangan

Perkuat lead dengan gaya koran

Rapikan klaim manfaat gizi

Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu MBG, Ada Sate Daging Sapi


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dapur Istiqomah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina kembali menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penerima manfaat, Senin (28/9/2026).

Menu MBG yang disajikan kali ini cukup beragam. Hidangan terdiri atas nasi putih, sate daging sapi, tempe krispi, acar yang dibuat dari wortel, timun dan bawang merah, serta buah jeruk sebagai pelengkap.

Kombinasi menu tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Selain menjadi sumber energi, menu juga dilengkapi sumber protein, sayuran, dan buah.

Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina berharap menu yang disajikan dapat dinikmati dengan baik oleh penerima manfaat serta memberikan energi untuk menunjang aktivitas mereka sepanjang hari.

Adapun menu MBG Dapur Istiqomah pada Senin, 28 September 2026, yakni nasi putih, sate daging sapi, tempe krispi, acar wortel, timun dan bawang merah, serta buah jeruk.

Penyediaan menu tersebut menjadi bagian dari kegiatan pelayanan pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis di wilayah Sape, Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Mujahiddin Polsek Soromandi Pimpin Upacara Bendera SMAN 1 Soromandi Kab, Bima


Soromandi, Media Dinamika Global.id.— Mujahiddin, Polsek soromandi bima bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Soromandi kabupaten Bima, Senin (28/9/2026).

Dalam amanatnya, Polsek soromandi Mujahiddin mengajak seluruh peserta didik untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan memiliki cita-cita yang tinggi. Menurutnya, semangat belajar dan kesungguhan dalam menuntut ilmu merupakan bagian penting untuk meraih kesuksesan di masa depan.

“Belajarlah dengan rajin dan milikilah cita-cita yang tinggi. Dengan kesungguhan dan kerja keras, insyaallah kelak kalian dapat menjadi orang yang sukses,” pesannya kepada para peserta didik.

Selain memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMAN 1 Soromandi, Kapolsek Soromandi Mujahiddin juga mengingatkan para guru dan tenaga kependidikan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Guru diharapkan tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mendidik, membimbing, dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.

“Guru harus benar-benar menjadi pendidik bagi siswa dan dapat menjadi orang tua kedua bagi mereka di sekolah,” pesannya.

Kehadiran Kapolsek Soromandi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMAN 1 soromandi, Rifial Akbar SE. Ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Mujahiddin hadir dan menjadi pembina upacara di sekolah yang dipimpinnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek Soromandi yang telah hadir dan memberikan motivasi kepada seluruh warga sekolah, khususnya kepada peserta didik dan guru,” ujar Rifial Akbar.

Pada kesempatan tersebut, pihak SMAN 1 soromandi juga memperkenalkan salah satu produk hasil kreativitas dan keterampilan peserta didik berupa ikan keumamah yang diproduksi oleh siswa-siswi sekolah tersebut.

Produk tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala Polsek soromandi sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan keterampilan peserta didik SMAN 1 soromandi.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan menjadi momentum bagi warga SMAN 1 soromandi bima untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, karakter, kreativitas, serta keterampilan peserta didik.(Sekjend MDG) 

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus meningkatkan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah desa binaan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.

Pada Senin (28/9/2026), sejumlah Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan Komsos di beberapa desa binaan di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.


Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, dalam kegiatan Komsos yang berlangsung sekitar pukul 08.30 Wita, mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Warga juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila menemukan persoalan yang berpotensi menimbulkan keributan.

Menurutnya, setiap permasalahan di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Ia juga mengajak masyarakat memberikan contoh positif dan bermanfaat bagi anak-anak maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Babinsa Desa Sumi, Serka Ridwan, melaksanakan Komsos bersama warga sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang menonjol atau mencurigakan kepada pemerintah desa maupun aparat keamanan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih jauh.

Serka Ridwan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.


Kegiatan serupa dilakukan Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, sekitar pukul 09.30 Wita. Ia melaksanakan Komsos bersama warga dan tokoh masyarakat dengan membahas upaya penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Serda Aladin mengajak tokoh masyarakat dan kepala dusun untuk meningkatkan sinergitas dalam membantu menyelesaikan setiap permasalahan warga secara bersama-sama, sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif.

Sedangkan Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat, melaksanakan Komsos sekitar pukul 09.45 Wita. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta terus menjalin hubungan yang baik antarwarga.


Perhatian khusus juga disampaikan kepada kalangan remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif, seperti konsumsi minuman keras, narkoba, dan perilaku lain yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.

Kegiatan Komsos yang dilakukan para Babinsa tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Sape.

Dengan komunikasi dan sinergitas yang baik antara aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga, berbagai potensi permasalahan diharapkan dapat diketahui dan diselesaikan sejak dini melalui musyawarah dan koordinasi bersama.(Team.MDG.03)

Sastra Sasak Tak Boleh Mati, Lombok Utara Dorong Generasi Muda Jadi Pewaris Budaya


LOMBOK UTARA, Media Dinamika Global - Sastra Sasak menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman dan pergeseran minat generasi muda. Di tengah kondisi itu, upaya menghidupkan kembali sastra lokal terus dilakukan dengan memberi ruang kepada anak muda untuk tidak sekadar mengenal, tetapi juga membaca, menulis dan menciptakan karya dalam Bahasa Sasak.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Malam Apresiasi Sastra Lombok Utara 2026, yang digelar di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Minggu, 27/9/2026 malam.

Kegiatan yang merupakan puncak Pekan Apresiasi Sastra Kabupaten Lombok Utara 2026, itu diselenggarakan Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Bukan sekadar malam penghargaan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan sastra Sasak dengan generasi yang akan menentukan keberlanjutan bahasa dan budaya daerah di masa depan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Utara, H. Muhammad, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan bahasa dan sastra daerah perlu terus diberikan ruang agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai pelestarian sastra tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan lembaga kebudayaan, dunia pendidikan, komunitas, pegiat sastra hingga masyarakat untuk menjaga agar bahasa dan sastra daerah tetap hidup.

Apalagi, generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan sastra Sasak. Karena itu, ruang-ruang kreativitas seperti lomba, lokakarya, diskusi dan kegiatan kepenulisan dinilai penting untuk memperkenalkan sastra daerah dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak muda.

Pekan Apresiasi Sastra Lombok Utara 2026 sendiri mengusung tema “Menghidupkan Kembali Sastra Lokal sebagai Energi Kultural dalam Membangun Generasi Berbudaya, Kritis, dan Berdaya Saing.”

Tema tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya penulisan puisi hingga Seminar Sastra Suku Sasak.

Yang menarik, penyelenggara juga menghadirkan empat kategori lomba yang secara langsung menggunakan dan mengangkat Bahasa Sasak. Yakni, Storytelling Bahasa Sasak, Baca Puisi Bahasa Sasak, Cipta Puisi Berbahasa Sasak, serta Penulisan Cerpen dengan tema “Mempolong Merenten”.

Dari panggung lomba itulah bahasa daerah tidak hanya menjadi objek yang dibicarakan, tetapi digunakan langsung oleh peserta untuk menyampaikan gagasan, perasaan dan kreativitas mereka.

Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, Sandi Justitia Putra, S.I.Kom., M.A., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keberlangsungan sastra Suku Sasak di Lombok Utara.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bersama pemerintah untuk melestarikan sastra Suku Sasak di Lombok Utara. Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal sastra sebagai warisan, tetapi juga ikut membaca, menulis, menciptakan, dan mengembangkannya,” ujarnya.

Menurut Sandi, menjaga sastra daerah tidak cukup hanya dengan menyimpan karya-karya masa lalu. Sastra harus terus diberi ruang untuk tumbuh dan beradaptasi melalui kreativitas generasi baru.

Karena itu, keterlibatan anak muda menjadi penting. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai penerima warisan budaya, tetapi juga sebagai pencipta karya yang dapat membawa sastra Sasak ke ruang yang lebih luas.

Malam Apresiasi Sastra Lombok Utara 2026 kemudian menjadi titik akhir dari rangkaian kegiatan sekaligus ruang untuk memberikan penghargaan kepada peserta yang telah menuangkan kreativitasnya melalui bahasa dan sastra Sasak.

Lebih dari sekadar menentukan siapa yang menjadi pemenang, rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa sastra lokal masih memiliki ruang untuk berkembang ketika generasi muda diberikan kesempatan untuk berkarya.

Tantangannya kini adalah menjaga agar ruang tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Sastra Sasak membutuhkan keberlanjutan, baik melalui sekolah, komunitas, ruang kebudayaan maupun karya-karya baru dari generasi muda.

Dengan cara itu, sastra Sasak tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bahasa kreativitas, ekspresi dan identitas masyarakat Lombok Utara.

Redaksi |