Media Dinamika Global

Kamis, 10 September 2026

Kemensetneg Ajak Siswa Kenali Istana Kepresidenan Jakarta melalui Program Istana untuk Anak Sekolah


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 341 peserta yang terdiri atas 141 siswa SMA Dharma Putra Advent Bekasi, 100 siswa SMA Negeri 99 Jakarta, 100 siswa SMA Binus School Simprug Jakarta melalui program Istana untuk Anak Sekolah. Kegiatan berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/09/2026).

Program ini memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar mengenai sejarah, fungsi, serta peran Istana Kepresidenan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan Indonesia dan mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan paparan di Aula Hoegeng, Kemensetneg, namun juga diajak mengunjungi Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, serta Ruang Konferensi Pers.



Istana untuk Anak Sekolah diharapkan dapat memperluas wawasan para siswa mengenai lembaga kepresidenan dan pemerintahan Indonesia, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkontribusi dalam membangun Indonesia di masa depan.

Brimob Riau Turun Langsung Tangani Karhutla, Formula X-Fire Polri Dikerahkan

Pelalawan - Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat langkah nyata dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Asisten Logistik Kapolri (Aslog Polri) Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., ke wilayah Kabupaten Pelalawan. Jumat (11/09/2026)


Dalam kegiatan tersebut, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Wibawa, S.I.K., turut mendampingi langsung rangkaian pengecekan sekaligus pelaksanaan pemadaman Karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.


Sebanyak 35 personel BKO Satbrimob Polda Riau diterjunkan untuk mendukung pengamanan dan operasional penanganan Karhutla bersama personel Polres Pelalawan, Polsek rayonisasi, TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.


Puncak kegiatan dilaksanakan dengan pemadaman lahan yang terdampak Karhutla menggunakan Formula X-Fire Polri, yang dipimpin langsung oleh Aslog Kapolri. Formula tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan operasional Polri dalam memperkuat efektivitas penanganan kebakaran, khususnya pada lahan gambut.


Sebagai bagian dari penguatan penanganan Karhutla di Riau, Aslog Polri juga menyalurkan 300 jerigen Formula X-Fire berukuran 20 liter untuk mendukung kegiatan pemadaman di wilayah Kabupaten Pelalawan.


Formula X-Fire Polri menggunakan bahan dasar minyak CPO dan tepung tapioka serta diaplikasikan dengan metode penyemprotan secara spiral. Formula tersebut ditujukan untuk membantu proses pemadaman hingga menembus lapisan lahan gambut sehingga penanganan api dapat dilakukan secara lebih optimal.


Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Wibawa, S.I.K., menegaskan bahwa keterlibatan personel Brimob merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan Karhutla.


“Brimob Polda Riau siap mendukung setiap langkah penanganan Karhutla melalui pengerahan personel, sarana, dan kemampuan yang dimiliki. Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur agar api dapat dikendalikan dengan cepat dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.


Kehadiran Brimob Polda Riau bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan stakeholder terkait menunjukkan komitmen kuat dalam membangun penanganan Karhutla yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat Riau dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Desa Margodadi Noven Fahri Bersama Camat Jatiagung Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Jalan Di Desa Margodadi.


Jatiagung, Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.Id ||  Pemerintah Desa Margodadi kecamatan jatiagung, kabupaten lampung selatan laksanakan pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan paving block di empat titik dusun desa margodadi, jumat 11 September 2026.

Kepala desa margodadi Noven Fahri mendampingi camat jatiagung, bersama Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta perangkat desa laksanakan monitoring atau pemantauan pelaksanaan pengerjaan jalan paving block di masing masing titik seperti di gang. Dewi sartika dusun satu yang sedang dikerjakan dengan ukuran panjang 150 meter, lebar 2,8 meter dengan mengunakan anggaran desa tahun 2026 dengan nilai 53,508.000 juta

Sebelumnya, dititik pertama peninjauan dilakukan di gang lapangan dua balai desa pengerjaan paving block, dengan nilai 34.355.000 juta. 

Saat diwawancarai, kepala desa margodadi Noven Fahri menjelaskan, hari ini saya mendampingi camat jatiagung bapak rizwan effendi Meninjau atau memantau pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan paving block di empat dusun dari dusun satu sampai dusun empat. 

Pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan ini perlu diketahui di tiga titik pengerjaan jalan ini mengunakan anggaran desa dan satu dengan anggaran Dana Bagi Hasil ( DBH). 

Dalam kesempatan ini, saya juga kepala desa margodadi ingin menyampaikan terimakasih kepada bapak bupati lampung selatan bahwa anggaran dana desa sudah kami laksanakan di tiga titik dan satu titik dengan dana bagi hasil. 

Mudah mudahan, pelaksanaan pengerjaan bisa berjalan lancar dan segera dapat dipergunakan oleh warga masyarakat desa margodadi, tutup Noven Fahri kepala desa margodadi.  (Fs/Red) 

IKA PMII Desak Bupati Bima Perbaiki Jalan Rusak di Madapangga


Bima, Media Dinamika Global - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kecamatan Madapangga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui momentum program Selasa Menyapa yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima. IKA PMII Madapangga meminta Bupati Bima bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya melihat kondisi masyarakat secara langsung, tetapi juga menindaklanjutinya melalui kebijakan dan penganggaran yang nyata.

Sedikitnya terdapat dua ruas jalan strategis yang menjadi perhatian, yakni jalur lintas Desa Bolo menuju Desa Campa serta jalur lintas Desa Ncandi menuju Desa Monggo.

Wakil Ketua PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga, Saiful, S.Pd, menegaskan bahwa program Selasa Menyapa seharusnya menjadi momentum untuk menyerap dan menjawab persoalan masyarakat, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.

“Program Selasa Menyapa adalah momentum tepat bagi Pemda Bima untuk melihat langsung realita di lapangan. Kami dari IKA PMII Madapangga sangat berharap Pemda Bima jangan tutup mata melihat kondisi jalan di Kecamatan Madapangga saat ini,” tegas Saiful.

Menurutnya, ruas jalan Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi jalur penghubung untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga mobilitas warga sehari-hari.

“Jalan lintas Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo adalah urat nadi perekonomian, pendidikan, dan mobilitas warga. Pemda harus segera mengalokasikan anggaran perbaikan untuk dua poros jalan ini,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Pertama, sektor ekonomi pertanian ikut terdampak. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil panen keluar wilayah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik serta berpengaruh terhadap pendapatan petani.

Kedua, risiko kecelakaan meningkat. Jalan yang berlubang dan rusak dinilai membahayakan pengguna kendaraan. Saat musim kemarau, kondisi jalan juga dipenuhi debu, sementara ketika musim hujan, sejumlah titik menjadi licin dan berlumpur.

Ketiga, akses pelayanan dasar masyarakat ikut terganggu. Kondisi jalan yang tidak layak dapat menyulitkan warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Akses anak-anak menuju sekolah juga menjadi tidak optimal.

Atas kondisi tersebut, PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga meminta Pemkab Bima menjadikan perbaikan dua ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

IKA PMII Madapangga juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga terdapat respons konkret dari Pemkab Bima, terutama terkait perbaikan dan pengaspalan jalur Bolo-Campa serta Ncandi-Monggo.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Harapan masyarakat sederhana, yakni jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan sehari-hari,” pungkas Saiful.

Redaksi |

PUKAD NTB "Sentil Keras" Polda NTB: Jangan Alergi Audit, Uang Rakyat Wajib Transparan!


Mataram, Media Dinamika Global - Pusat Kajian Dekorasi (PUKAD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan di lingkungan Polda NTB.

Desakan tersebut disampaikan Direktur PUKAD NTB, Firmansyah, SH, sebagai bentuk kontrol publik terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola anggaran di institusi kepolisian.

Menurut Firmansyah, penggunaan anggaran negara oleh institusi penegak hukum tidak boleh berada di ruang gelap. Setiap rupiah yang bersumber dari keuangan negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami mendesak Itwasum Polri, BPK RI dan KPK RI segera turun melakukan audit. Ini bukan persoalan mencari-cari kesalahan, tetapi memastikan uang negara benar-benar dikelola secara transparan dan akuntabel. Jangan sampai publik hanya disuguhi laporan administratif, sementara substansi penggunaan anggarannya tidak pernah dibuka secara serius,” tegas Firmansyah.

Ia menilai, audit independen dan menyeluruh penting dilakukan apabila terdapat informasi, laporan masyarakat, maupun indikasi yang menimbulkan pertanyaan terkait pengelolaan anggaran di tubuh Polda NTB.

PUKAD, kata Firmansyah, tidak ingin isu mengenai keuangan institusi kepolisian berhenti sebatas perdebatan di ruang publik. Jika memang seluruh pengelolaan anggaran telah berjalan sesuai aturan, maka pemeriksaan justru menjadi momentum untuk membuktikannya secara objektif.

“Kalau semuanya bersih dan sesuai aturan, apa yang harus ditakutkan dari audit? Justru audit akan menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran Polda NTB benar-benar sehat. Tetapi kalau ada temuan, maka harus dibuka dan ditindaklanjuti sesuai hukum,” ujarnya.

Firmansyah menegaskan, PUKAD NTB tidak sedang menghakimi ataupun menyimpulkan adanya tindak pidana. Namun, sebagai bagian dari masyarakat sipil, pihaknya memiliki hak untuk mempertanyakan penggunaan anggaran publik, terlebih ketika muncul persoalan atau informasi yang membutuhkan klarifikasi.

“Jangan alergi terhadap kritik. Institusi negara yang menggunakan uang rakyat harus siap diawasi rakyat. Transparansi bukan hadiah dari aparat kepada masyarakat, tetapi kewajiban dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” katanya.

Menurutnya, pengawasan internal oleh institusi kepolisian harus diperkuat dengan pemeriksaan lembaga eksternal yang memiliki kewenangan sesuai peraturan. Karena itu, Itwasum Polri, BPK RI dan KPK RI dinilai perlu mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing apabila terdapat dasar dan informasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

PUKAD juga meminta agar proses pemeriksaan, apabila dilakukan, tidak sebatas pemeriksaan administratif di atas kertas. Audit harus mampu menelusuri perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban keuangan.

“Publik membutuhkan kepastian, bukan sekadar narasi. Kalau tidak ada masalah, sampaikan hasil pemeriksaannya. Kalau ditemukan persoalan, jangan ditutup-tutupi. Hukum harus bekerja tanpa pandang bulu,” tegas Firmansyah.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sangat bergantung pada integritas dan transparansi dalam setiap aspek penyelenggaraan tugas, termasuk pengelolaan anggaran.

Karena itu, PUKAD NTB mendesak Itwasum Polri, BPK RI, dan KPK RI segera memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan melakukan langkah pemeriksaan sesuai kewenangan apabila terdapat indikasi atau laporan yang memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.

“Jangan tunggu isu ini menjadi bola liar. Lebih baik diperiksa sekarang daripada kemudian muncul persoalan yang lebih besar. Uang negara adalah uang rakyat dan setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan,” pungkas Firmansyah.

Pihak-pihak terkait masih diupayakan konfirmasi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Gatur Pagi Satlantas Polres Bima Kota, Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Berkeselamatan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kota terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan pengaturan lalu lintas pada pagi hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 06.15 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara S.P., S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan Gatur Pagi merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam sibuk ketika aktivitas masyarakat dan anak-anak sekolah mulai meningkat.

Selain melakukan pengaturan, personel juga memberikan teguran simpatik kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus lalu lintas, maupun berboncengan lebih dari dua orang.

Personel Satlantas turut membantu menyeberangkan pejalan kaki, anak-anak sekolah serta pengguna jalan lainnya. Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Kegiatan Gatur Pagi akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib, aman dan lancar.




Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, diharapkan tercipta Kamseltibcarlantas yang lancar, aman dan berkeselamatan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pagi dengan nyaman.(Sekjend MDG)

Baznas Kota Bima Tanamkan Nilai Zakat dan Sedekah ke Siswa SD-SMP Lewat Program GENZIS


Petugas Baznas Kota Bima menyampaikan materi sosialisasi Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah (GENZIS) kepada peserta didik di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bima.

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Baznas Kota Bima menggelar sosialisasi Gerakan Zakat, Infak dan Sedekah (GENZIS) di seluruh SDN dan SMPN se-Kota Bima sebagai langkah strategis menanamkan budaya berbagi kepada generasi muda sejak bangku sekolah.

Membangun Kebiasaan Berbagi Sejak Dini

Program GENZIS dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai upaya jangka panjang membangun karakter peduli sosial di kalangan pelajar. Kepala Pelaksana Baznas Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, yang mewakili Ketua Baznas H. A. Latif S.Pd.I, menegaskan bahwa program ini diharapkan mampu mengakar kuat dalam keseharian peserta didik.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Kota Bima, Ust. Mahfud, menekankan bahwa edukasi zakat, infak dan sedekah melampaui kewajiban ritual semata karena mengandung dimensi sosial yang luas.

"GENZIS ini kami dorong agar menjadi gerakan bersama di lingkungan sekolah. Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan dengan nilai berbagi, peduli dan membantu sesama," ujar Ust. Mahfud.

Sekolah sebagai Garda Terdepan Edukasi Zakat.

Ust. Mahfud menjelaskan, lingkungan pendidikan memegang peran strategis dalam pembentukan karakter peserta didik, sehingga keterlibatan aktif sekolah menjadi kunci keberhasilan program ini. Baznas Kota Bima mendorong sinergi menyeluruh antara pihak sekolah, guru, orang tua dan peserta didik agar GENZIS tidak berhenti pada tataran sosialisasi, melainkan benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan Baznas NTB untuk Perluasan Edukasi Zakat

Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi inovasi yang dijalankan Baznas Kota Bima. Menurutnya, GENZIS merupakan bagian dari ikhtiar memperluas edukasi zakat sekaligus membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya kepedulian sosial.

"Harapan kami, gerakan ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus tumbuh dan terbawa sampai mereka dewasa," katanya, demikian Dr. Lalu Muhamad Iqbal.

Melalui program ini, Baznas Kota Bima berharap culture of giving atau budaya zakat dan sedekah dapat tumbuh berkelanjutan di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan sekolah sebagai titik awalnya.(Sekjend MDG)