Media Dinamika Global

Rabu, 09 September 2026

Babinsa Koramil Sape Rangkul Warga Lewat Kongkow, Perkuat Kamtibmas di Desa Binaan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id — Sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga di desa binaan masing-masing, Rabu (9/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi langsung antara Babinsa dan masyarakat sekaligus untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).



Kegiatan yang berlangsung di sejumlah desa di Kecamatan Lambu dan Kecamatan Sape itu diisi dengan dialog santai serta penyampaian imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, menghindari pelanggaran hukum dan membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dengan aparat.

Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit selaku Babinsa melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 19.30 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk menjaga hubungan dan komunikasi yang baik serta menghindari berbagai perbuatan yang dapat melanggar hukum.

Serka Abdul Hafit juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi persoalan di lingkungan masyarakat. Setiap permasalahan diharapkan segera dilaporkan kepada aparat terkait sehingga dapat diselesaikan secara cepat dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sementara itu, sekitar pukul 20.00 WITA, Serka Masykur selaku Babinsa Desa Soro, Kecamatan Lambu, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga binaan. Ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga komunikasi serta hubungan yang harmonis di lingkungan tempat tinggal.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap pergaulan anak-anak dan remaja. Para orang tua diimbau untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak, termasuk mengetahui dengan siapa mereka bergaul, agar tidak terjerumus pada pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Di Desa Sangia, Sertu Syaifullah juga melaksanakan kegiatan serupa sekitar pukul 20.30 WITA. Dalam dialog bersama warga, Babinsa mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat berkendara, khususnya pada malam hari.

Selain keselamatan berkendara, Sertu Syaifullah menekankan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Warga diminta segera melaporkan kepada Babinsa maupun aparat desa apabila menemukan kejadian mencurigakan atau hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kegiatan kongkow-kongkow juga dilaksanakan Serma Nasruddin, Babinsa Desa Jia, Kecamatan Sape, sekitar pukul 20.45 WITA. Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Serma Nasruddin mengingatkan para remaja agar tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum serta menjauhi minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan dan merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan. Masyarakat diminta melaporkan setiap persoalan kepada pihak berwenang atau pemerintah desa agar dapat ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Pendekatan secara langsung dan persuasif diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan serta mencegah munculnya berbagai potensi gangguan Kamtibmas.

Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape dan Warga Gelar Patroli Siskamling, Jaga Keamanan Wilayah Desa Kale’o


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Koramil 1608-03/Sape bersama aparat Desa Kale’o dan masyarakat melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Rabu (9/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dipimpin Babinsa Desa Kale’o, Serda Sanusi, bersama satu orang anggota Koramil. Patroli dimulai sekitar pukul 20.05 WITA dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama pemukiman warga dan tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak dua anggota Koramil, empat aparat desa dan enam warga turut terlibat. Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus memantau perkembangan situasi di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Setibanya di Desa Kale’o, Kecamatan Lambu, sekitar pukul 20.15 WITA, personel Koramil langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Selanjutnya, pada pukul 20.20 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Warga juga diingatkan untuk menghindari perselisihan yang dapat berujung pada pertengkaran maupun perkelahian. Khusus kepada kalangan anak muda, petugas mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi serta menjauhi konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu terjadinya tindakan kekerasan.

Selain itu, masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor diminta tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.


Setelah memberikan imbauan, personel Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan hingga sekitar pukul 21.10 WITA. Seluruh rangkaian patroli Siskamling kemudian berakhir pada pukul 21.15 WITA.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. Patroli tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.(Team.MDG.03)

Aksi Unjuk Rasa dari Lembaga Studi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LesHAm) NTB Cabang Bima di Polres Bima Kota


Media Dinamika Global.id.

II. FAKTA-FAKTA.

A. Pada hari Rabu tanggal 09 September 2026, pukul 10.20 Wita s.d. selesai, bertempat di Polres Bima Kota, telah dilaksanakan kegiatan aksi unjuk rasa dari Lembaga Studi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LesHAm) NTB Cabang Bima yang dipimpin oleh Korlap Sdr. Arif Rahman, dengan jumlah massa aksi sekitar 30 orang, Aksi tersebut berkaitan dengan telah ditetapkannya Sdr. Ismail sebagai tersangka dalam suatu perkara.

C. Tuntutan Massa Aksi

1. Segera lakukan penahanan terhadap tersangka Kepala Desa Laju apabila seluruh persyaratan hukum untuk penahanan telah terpenuhi.

2. Kami meminta aparat penegak hukum melakukan proses penyidikan dan penanganan perkara secara profesional, transparan, objektif dan tidak tebang pilih.

3. Usut secara tuntas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Desa Laju, termasuk temuan hasil audit dan dugaan penggunaan anggaran yang tidak sesuai ketentuan.

4. Kami meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan tidak membiarkan perkara berlarut-larut tanpa kejelasan!

D. Rangkaian Kegiatan Aksi

1. Pukul 10.20 WITA Massa Aksi tiba di Polres Bima Kota Dan langsung Menyampaikan Orasi Secara Bergantian yang intinya:

a.  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Saudara-saudaraku,

hari ini kita berdiri di sini bukan untuk mencari keributan, bukan untuk mengganggu jalannya pemerintahan, tetapi untuk menyuarakan keadilan dan mendesak aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional dan transparan!

b. Kami datang membawa aspirasi masyarakat Desa Laju!

Ada apa dengan penanganan perkara Kepala Desa Laju?

Mengapa terhadap seorang tersangka yang menurut kami telah memenuhi alasan untuk dilakukan penahanan, sampai saat ini belum juga dilakukan penahanan?

c. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas!

Siapa pun orangnya, apa pun jabatannya, ketika berhadapan dengan hukum harus diperlakukan sama!

d. Kami mempertanyakan proses penanganan perkara dugaan tindak pidana yang melibatkan Kepala Desa Laju, termasuk dugaan penghilangan atau penggelapan barang bukti serta persoalan pengelolaan keuangan Desa Laju yang menjadi perhatian masyarakat.

e. Kalau memang sudah ditetapkan sebagai tersangka,

mengapa tidak dilakukan penahanan apabila memang alasan dan syarat hukumnya telah terpenuhi?

f. Kami meminta kepada Polres Bima Kota dan Kejaksaan Negeri Raba Bima agar jangan memberikan ruang bagi munculnya dugaan bahwa hukum dapat dipengaruhi oleh jabatan, kekuasaan maupun kepentingan tertentu!

g. Kami tidak meminta perlakuan istimewa!

Kami hanya meminta KEADILAN!

Kami mendesak: Segera lakukan penahanan terhadap tersangka Kepala Desa Laju apabila seluruh persyaratan hukum untuk penahanan telah terpenuhi, Kami meminta aparat penegak hukum melakukan proses penyidikan dan penanganan perkara secara profesional, transparan, objektif dan tidak tebang pilih, Usut secara tuntas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Desa Laju, termasuk temuan hasil audit dan dugaan penggunaan anggaran yang tidak sesuai ketentuan, Kami meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan tidak membiarkan perkara berlarut-larut tanpa kejelasan!

h. Jabatan kepala desa bukanlah tameng untuk kebal terhadap hukum, Kepala desa adalah pelayan masyarakat, Anggaran desa adalah uang rakyat!


Dan hukum adalah milik seluruh rakyat!

Maka hari ini kami tegaskan Tidak ada kekebalan, Tidak ada tebang pilih, Tuntaskan Perkara dan Tegakan keadilan.(Sekjend MDG)

Selasa, 08 September 2026

SPPG Bima Sape Naru Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Goreng Daun Jeruk hingga Buah Anggur


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui Dapur UD. Lilis kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi penerima manfaat pada Rabu, 9 September 2026.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam goreng daun Jeruk sebagai sumber protein, sambal tumis, perkedel jagung, serta sayur asam. Sebagai pelengkap, penerima manfaat juga mendapatkan buah anggur hijau dan Anggur merah.

Penyediaan menu tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan makanan yang lezat sekaligus memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.

Dengan komposisi makanan yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah, menu hari ini diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi serta energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina Dapur Adiba Sajikan Menu Bergizi, Ada Udang Asam Manis hingga Buah Kelengkeng


SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Udang Asam Manis hingga Buah Kelengkeng

BIMA, 9 September 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menyiapkan menu makanan bergizi bagi penerima manfaat pada Rabu (9/9/2026).

Menu yang disajikan hari ini terdiri atas nasi putih sebagai sumber karbohidrat, udang asam manis sebagai sumber protein hewani, tahu krispi, tumis labu siam dan wortel, serta buah kelengkeng sebagai pelengkap.

Penyediaan menu tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat melalui sajian makanan yang beragam dan seimbang. Kombinasi makanan pokok, lauk, sayuran, dan buah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari.

Pengelola SPPG Bima Sape Parangina berharap menu yang disajikan dapat memberikan asupan gizi yang baik serta menambah semangat para penerima manfaat dalam menjalani aktivitas.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Warga Diimbau Waspadai Konflik, Kebakaran dan Narkoba


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus mengintensifkan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada Rabu (9/9/2026) sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi permasalahan sosial.





Dalam kegiatan Komsos tersebut, sejumlah Babinsa menyampaikan berbagai imbauan kepada warga, mulai dari pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau, hingga pencegahan pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Babinsa Desa Soro, Serka Masykur, saat melaksanakan Komsos bersama warga sekitar pukul 08.30 Wita, mengajak masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi serta hubungan baik dengan sesama dan antar tetangga.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri ketika menghadapi persoalan. Setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat diharapkan segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun aparat desa.

Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat segera ditangani, dicarikan solusi, dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sementara itu, Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, dalam Komsos yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga, khususnya kompor dan gas, baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar rumah.

“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat perlu ditingkatkan agar lingkungan tetap aman dan nyaman,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Babinsa Serka Abdul Hafit juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, khususnya yang masih berstatus pelajar.

Dalam Komsos yang dilaksanakan sekitar pukul 09.30 Wita itu, ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.

Babinsa mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba sehingga kelak dapat menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada RT/RW maupun Babinsa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Babinsa Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serma Nasruddin, dalam Komsos sekitar pukul 09.45 Wita, kembali mengingatkan warga agar menghindari tindakan main hakim sendiri.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan masalah baru, tetapi juga dapat berujung pada pelanggaran hukum. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk selalu bijak dalam menyikapi setiap persoalan dan mengedepankan penyelesaian secara baik serta melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi dan hubungan yang semakin erat dengan masyarakat. Selain sebagai sarana menyampaikan imbauan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah binaan.

(Team.MDG.03)

TPPRB Provinsi Lampung Gelar Pertemuan Tahunan 2026. Evaluasi Capaian dan Susun Langkah Keberlanjutan.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Tim Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (TPPRB) Provinsi Lampung didukung oleh Environmental Defense Fund (EDF) dan mitra lainnya, menggelar Pertemuan TPPRB Tahun 2026. Rabu 09 September 2026.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Emersia Lampung ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan mitra LSM untuk melihat perkembangan pengelolaan rajungan di Lampung, membahas tantangan yang dihadapi, serta menyepakat langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan rajungan ke depan.

Dalam sambutannya, Asisten Il Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya rajungan sebagai bagian dari penghidupan masyarakat pesisir sekaligus sebagai komoditas strategis bagi perekonomian daerah.Pada tahun 2025, Lampung mencatat ekspor rajungan sebanyak 1.441 ton dengan nilai mencapai Rp518 miliar, serta berkontribusi sekitar 10-12 persen terhadap ekspor rajungan nasional.

Menurut Mulyadi, besarnya kontribusi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang berkelanjutan. “Pemerintah Provinsi Larmpung didukung oleh EDF dan mitra lainnya terus mendorong pengeloaan perikanan rajungan yang kolaboratif dan partisipatif, penguatan kelembagaan nelayan termasuk kelompok perempuan nelayan, pengembangan kawasan konservasi, serta pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang terkoordinasi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mulyadi menyerahkan secara simbolis dana komunitas senilai lebih dari 1 miliar kepada tujuh kelompok masyarakat di tiga kabupaten di Provinsi Lampung. Dana ini merupakan program TPPRB yang didukung EDF dan Blue Action Fund untuk mendukung inisiatif masyarakat dalam pengelolaan perikanan dan sumber daya pesisir, sekaligus memperkuat kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pengelolaan perikanan rajungan di Lampung dirintis secara kolaboratif sejak 2018 dan diperkuat melalui Peraturan Gubernur Lampung Nomor 47 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Aksi Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan di Perairan Pesisir Timur Lampung.

Berbagai capaian juga telah dicatat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, kolaborasi ini telah melahirkan jejaring kelembagaan nelayan yang cukup luas: 42 Kelompok Usaha Bersama (KUB), 9 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), 11 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), serta 1 Forum Nelayan Rajungan tingkat provinsi. Upaya ini juga membuahkan hasil di alam. Tingkat pemijahan rajungan indikator kemampuan rajungan untuk bertelur- naik dari 17 persen pada 2021 menjadi 22 persen pada 2024, dan mencapai 30 persen pada 2026.

Meski demikian, pengelolaan rajungan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya perubahan iklim, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,serta meningkatkan kebutuhan pasar dan ekspor. Karena itu, pertemuan TPPRB 2026 dirancang tidak hanya sebaga forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Hasil pertemuan akan menjadi bahan rekomendasi untuk pembaruan Rencana Aksi Pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan provinsi lampung guna menjaga kesehatan stok dan ekosistem rajungan sekaligus manfaat ekonominya tetap dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (Fs/Red)