Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Jumat kembali menjadi hari yang istimewa di SMAN 2 Kota Bima. Di hari yang penuh berkah itu, denyut kehidupan keagamaan sekolah berlangsung serentak. Siswa menunaikan Shalat Jumat di Masjid Nurul Iman SMANDU, sementara Siswi mengikuti Kajian Islam di Aula SMAN 2 Kota Bima, Jum'at 11 September 2026.
Dua tempat, dua aktivitas, namun satu tujuan: menumbuhkan iman, memperkuat ketakwaan, dan menjadikan agama bukan sekadar pengetahuan, melainkan cahaya yang menuntun langkah dalam kehidupan.
SISWA MENUNAIKAN IBADAH SHOLAT JUM'AT BERJAM'AH
Di Masjid Nurul Iman, suasana Jumat terasa khidmat. Siswa dan guru laki-laki SMAN 2 Kota Bima berkumpul menunaikan kewajiban Salat Jumat secara berjamaah. Rangkaian pelaksanaan Sholat Jumat dipercayakan kepada sejumlah petugas. Muadzin I adalah siswa M. Deni, sedangkan Muadzin II dipercayakan kepada Pak Syahril, S.Pd.I. Bertindak sebagai Imam, Pak Afrudin, M.Pd, sementara Pak Idhar, S.Pd dipercaya menyampaikan khutbah Jumat. Dalam khutbahnya, Idhar, S.Pd mengangkat tema tentang “Muslim dengan Cobaan Hidupnya.”
Khutbah mengajak jamaah untuk memahami bahwa perjalanan seorang Muslim tidak selalu berada di jalan yang datar. Ada kalanya kehidupan menghadirkan ujian, kesulitan, kegagalan, maupun berbagai persoalan yang menguji kesabaran dan keteguhan hati. Cobaan bukan semata-mata pertanda bahwa seseorang sedang berada dalam kesulitan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses untuk menguatkan keimanan dan mendewasakan diri. Karena itu, seorang Muslim dituntut untuk menghadapi setiap ujian dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tetap berserah diri kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian selalu ada pelajaran. Di balik kesulitan terdapat ruang untuk bertumbuh, sementara di balik kesabaran tersimpan nilai ketakwaan.
SISWI MENIMBA HIKMAH DI AULA
Sementara itu, di tempat yang berbeda, kaum Hawa SMAN 2 Kota Bima tidak kalah khidmat mengikuti kegiatan keagamaan. Para siswi berkumpul di Aula SMAN 2 Kota Bima untuk mengikuti Kajian Islam.
Kegiatan tersebut dibina oleh Pembina Keagamaan SMAN 2 Kota Bima. Kajian menjadi ruang bagi para siswi untuk menambah wawasan keislaman, memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai agama, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan sehari-hari.
Suasana kajian berlangsung sebagai ruang belajar yang tidak hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga mengajak para siswi untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam sikap dan perilaku.
Dengan demikian, Jumat di SMAN 2 Kota Bima bukan sekadar pergantian hari dalam kalender sekolah. Ia menjelma menjadi ruang pembinaan karakter—ketika siswa menundukkan kepala dalam khusyuknya Sholat Jumat, sementara siswi membuka hati dan pikiran melalui kajian Islam.
SATU JUM'AT, SATU SEMANGAT KEBAIKAN
Pelaksanaan kegiatan keagamaan secara serentak tersebut menunjukkan komitmen SMAN 2 Kota Bima dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik. Sebab, sekolah bukan hanya tempat untuk menajamkan akal, tetapi juga tempat untuk melembutkan hati.
Dari Masjid Nurul Iman hingga Aula sekolah, dari lantunan azan hingga untaian hikmah kajian, Jumat di SMAN 2 Kota Bima kembali mengajarkan satu hal sederhana: ILMU MEMBERI ARAH, IMAN MEMBERI CAHAYA, dan AKHLAK MENJADI BUKTI DARI KEDUANYA. (Sekjend MDG)



