Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima terus memperkuat komitmen dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Tingkat Kota Bima Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Bima, Senin (7/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima dan didampingi Plt. Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta Kepala BKPSDM.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bima, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan terkait pengelolaan JKN di Kota Bima. Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kota Bima telah berada di atas 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 87 persen.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Kota Bima pada tahun ini dapat memperoleh penghargaan Universal Health Coverage (UHC) pada tingkat yang lebih tinggi.
"Kami berharap tahun ini semoga Kota Bima dapat memperoleh penghargaan Universal Health Coverage, tidak hanya di tingkat madya," ujarnya.
Menurutnya, Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan menjadi wadah untuk membahas berbagai hal terkait pelaksanaan Program JKN sekaligus memperkuat kemitraan, khususnya dengan fasilitas kesehatan.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima yang selama ini telah memberikan kontribusi dan dukungan terhadap pelaksanaan Program JKN. Ia berharap peserta yang telah terdaftar dapat terus mempertahankan status kepesertaannya agar tetap aktif, dengan target keaktifan di atas 90 persen.
Sementara itu, Sekda Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus mendukung Program JKN sebagai bagian penting dalam memberikan jaminan akses pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
Sekda menilai capaian cakupan kepesertaan di atas 98 persen merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun demikian, pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah masyarakat yang terdaftar, tetapi juga memastikan peserta tetap aktif sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan ketika membutuhkan.
"Cakupan kepesertaan yang tinggi harus dibarengi dengan tingkat keaktifan yang tinggi pula. Karena tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan akses pelayanan kesehatan," ujarnya.
Sekda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dan sinergi bersama BPJS Kesehatan serta fasilitas kesehatan. Menurutnya, pengelolaan JKN membutuhkan komitmen bersama agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan.
Ia berharap melalui forum komunikasi dan kemitraan tersebut, seluruh stakeholder dapat memperkuat integrasi data, meningkatkan kepatuhan dan keaktifan peserta, serta mencegah berbagai praktik yang dapat menghambat optimalisasi Program JKN.
"Pemerintah Kota Bima akan terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan JKN. Kita berharap ke depan tingkat keaktifan peserta dapat meningkat di atas 90 persen dan Kota Bima dapat meraih capaian UHC yang lebih baik," pungkasnya.
