Sekda Dampingi Wali Kota Bima Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan dalam Penanganan Stunting - Media Dinamika Global

Minggu, 20 September 2026

Sekda Dampingi Wali Kota Bima Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan dalam Penanganan Stunting


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Kelurahan dalam Penanganan Stunting dan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima. Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Puskesmas, Camat dan Lurah se-Kota Bima, serta Kader Posyandu se-Kota Bima.

Bimtek ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan aparatur kelurahan dalam penanganan stunting sekaligus memperkuat peran lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan masyarakat, khususnya bayi dan balita, ke Posyandu sehingga pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan kebutuhan gizi dapat dilakukan secara lebih optimal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa persoalan stunting merupakan persoalan yang sistematik dan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat serta pemerintah.

Wali Kota menjelaskan, saat ini Kota Bima memiliki 175 Posyandu, 880 kader Posyandu dan 330 Tim Pendamping Keluarga. Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 990 anak yang terdata mengalami stunting secara by name by address. Namun, menurutnya, masih terdapat sekitar 2.000 bayi dan balita yang belum terdata karena belum seluruhnya aktif datang ke Posyandu.

"Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita harus mengetahui siapa yang perlu diselesaikan, mengapa belum selesai, apakah dukungan anggaran kita yang kurang atau kepedulian kita yang masih kurang," ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa masih terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian, khususnya dalam pemenuhan asupan gizi.

"Kita diundang di sini untuk menggugah kesadaran kita bersama bahwa ada anak-anak kita yang masih rendah asupan gizinya. Ini tugas mulia bapak dan ibu," tegasnya.

Wali Kota menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah, camat, lurah hingga RT dan RW, serta kader dan masyarakat.

Ia juga meminta agar upaya penanganan dilakukan dengan metode jemput bola, terutama terhadap keluarga yang memiliki bayi dan balita yang membutuhkan perhatian. Pemenuhan asupan gizi juga harus menjadi perhatian bersama, termasuk melalui pemberian makanan bergizi seperti telur dan susu secara rutin sesuai kebutuhan anak.

"Peran kita semua sangat dibutuhkan, dari camat, lurah dan ke bawahnya sampai RT dan RW. Saya berharap ini akan tuntas pada tahun 2027. Lakukan metode jemput bola, berikan telur dan susunya setiap hari. Mari kita pastikan anak-anak stunting kita bisa kita tuntaskan," pungkasnya.

Melalui kegiatan Bimtek tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap kapasitas aparatur dan lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan semakin kuat sehingga mampu melakukan deteksi, pendampingan dan penanganan secara lebih aktif, terarah dan berkelanjutan.(Sekjend MDG)

Comments