Kepala SDN Inpres Sarae Me, e Rela Mengajar Gantikan Guru Yang Berhalangan, Demi Siswa Tak Kehilangan Jam Belajar - Media Dinamika Global

Selasa, 15 September 2026

Kepala SDN Inpres Sarae Me, e Rela Mengajar Gantikan Guru Yang Berhalangan, Demi Siswa Tak Kehilangan Jam Belajar


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Sosok kepala sekolah yang tidak hanya duduk di balik meja kantor, ditunjukkan oleh Kepala SDN Inpres Sarae Me,e "Yunus, S.Pd. Dedikasi dan totalitasnya dalam dunia pendidikan menuai pujian dan apresiasi dari dewan guru dan wali murid.

Bukan hanya sekali, aktivitas mulia tersebut rutin ia lakukan. Setiap kali ada guru yang tidak hadir dan kelas kosong tanpa pengajar, tanpa menunggu lama dan tanpa banyak bertanya, Yunus, S.Pd. langsung mengambil alih dan masuk ke kelas untuk mengisi kekosongan jam pelajaran tersebut.

Hal ini dilakukan semata-mata agar para siswa tidak kehilangan hak belajarnya dan jam pelajaran tidak terbuang sia-sia.

Salah seorang guru yang melihat langsung aktivitas Kepala SDN Inpres Sarae Me,e mengungkapkan, keteladanan kepala sekolah itu menjadi motivasi tersendiri bagi dewan guru lainnya.

"Masya Allah pemanasan di jam PJOK Kelas 6, Bapak Kepala Sekolah yang ambil alih. Contoh pemimpin yang begitu peduli terhadap anak bangsa. Kami atas nama guru SD inpres Sarae Me'e bangga mempunyai pemimpin seperti Pak Yunus, S.Pd", ungkapnya penuh bangga. Selasa, (15/09/26)

"Beliau adalah contoh pemimpin yang luar biasa. Tidak gengsi untuk masuk kelas maupun dilapangan dan mengajar. Begitu tahu ada kelas kosong atau Siswa duduk dilapangan karena gurunya berhalangan, beliau langsung ambil dan langsung mengajar. Ini bukan pencitraan, tapi sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari," ujar salah seorang Warga sekaligus wali murid.

Saat dikonfirmasi terkait aksinya tersebut, Kepala SDN Inpres Sarae Me,e, Yunus, S.Pd. memberikan pernyataan yang menyentuh.

"Bagi saya, tidak boleh ada satu jam pun siswa dibiarkan tanpa belajar di kelas maupun dilapangan bagi yang yang berolahraga. Ketika guru berhalangan hadir, itu tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah untuk memastikan proses belajar tetap berjalan," tegas Yunus, S.Pd.

"Saya tidak menunggu laporan, saya langsung isi. Kenapa? Karena saya tidak mau anak-anak kehilangan waktu, kehilangan ilmu, hanya karena gurunya tidak hadir. Ini bukan soal menggantikan sekali dua kali, tapi ini soal komitmen. Setiap kali ada kekosongan, saya wajib hadir. Itu sudah menjadi tugas dan panggilan hati saya sebagai pendidik," tambahnya.

Menurutnya, disiplin dan kehadiran guru adalah kunci, namun jika ada kendala, kepala sekolah harus menjadi garda terdepan sebagai solusi, bukan membiarkan kelas kosong.

Aksi nyata yang dilakukan Yunus, S.Pd. ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kepala sekolah lainnya. Bahwa jabatan kepala sekolah bukan hanya soal manajerial, tetapi juga soal keteladanan, pengabdian, dan memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal dalam pelajaran. (Tim MDG)

Comments