Lombok, Media Dinamika Global.id.--- Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menambah alokasi anggaran Program Subsidi Bunga Pinjaman pada tahun anggaran mendatang.
Dorongan ini disampaikan menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pembiayaan produktif tersebut. Penyerapan anggaran yang konsisten mencapai 100 persen dinilai menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan dengan bunga terjangkau masih cukup tinggi.
Berdasarkan data program, pagu subsidi bunga di Lombok Utara mengalami perubahan sejak 2022. Pada 2022, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp750 juta, kemudian meningkat menjadi Rp1 miliar pada 2023 dan mencapai Rp1,5 miliar pada 2024.
Pada 2025 dan 2026, pagu kembali berada di angka Rp1 miliar. Meski mengalami penyesuaian, anggaran subsidi bunga tersebut disebut terus terserap penuh setiap tahun.
Senator Mirah menilai capaian penyerapan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat sebagai keberhasilan administratif. Lebih jauh, program tersebut harus mampu mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat, khususnya petani, peternak, serta pelaku usaha produktif lainnya.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar pinjaman tersalurkan 100 persen. Yang lebih penting adalah bagaimana pembiayaan itu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Petani dan peternak harus menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Mirah melalui keterangan tertulis Jum’at (11/9
