Media Dinamika Global

Sabtu, 05 Juli 2025

STIPAR SOROMANDI BIMA TINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI SOSIALISASI KEBIJAKAN RPL DI LLDIKTI WILAYAH VIII


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.– Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima mengukuhkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi dengan mengirimkan perwakilan dosen pada kegiatan “Sosialisasi Implementasi Kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Praktik Baik Pelaksanaan RPL di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII”. Acara strategis ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, mencakup provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.

STIPAR Soromandi Bima diwakili secara langsung oleh dua pimpinan akademik:

Furkan, M.Pd. (Wakil Ketua I Bidang Akademik)


Najamuddin, M.M. (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan)


Kegiatan yang berlangsung pada 10 Juni 2025 di Mataram ini bertujuan memperkuat pemahaman perguruan tinggi tentang mekanisme RPL — sebuah kebijakan inovatif yang memberikan pengakuan resmi terhadap pengalaman kerja, pelatihan, atau keterampilan non-formal individu sebagai bagian dari capaian pembelajaran di pendidikan tinggi. Sosialisasi ini juga menyoroti best practices (praktik terbaik) implementasi RPL dari berbagai institusi percontohan.

Dalam keterangannya, Furkan, M.Pd. menekankan pentingnya acara ini bagi pengembangan kurikulum dan layanan mahasiswa:
“Partisipasi kami bukan hanya untuk memenuhi kewajiban regulasi, melainkan investasi pengetahuan guna menyusun skema RPL yang adaptif bagi calon mahasiswa kami, khususnya di bidang pariwisata yang banyak melibatkan tenaga profesional berpengalaman. Ini sejalan dengan visi STIPAR menjadi pusat unggulan pendidikan pariwisata di NTB.”

Sementara itu, Najamuddin, M.M. menambahkan bahwa kolaborasi dengan LLDIKTI dan perguruan tinggi lain dalam forum ini akan memperluas jaringan serta mempermudah penyusunan pedoman operasional RPL di kampus.
“Kami akan segera menginternalisasi panduan teknis dan insersi praktik baik RPL ke dalam sistem akademik STIPAR. Langkah ini memperkuat ekosistem Kampus Berdampak serta meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat Bima dan sekitarnya.”

Keikutsertaan STIPAR dalam agenda regional ini mencerminkan respons proaktif terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi serta upaya institusi dalam menjawab kebutuhan pasar kerja melalui rekognisi kompetensi riil. Hasil sosialisasi akan ditindaklanjuti dengan workshop internal dan penyusunan SOP RPL berbasis SN-DIKTI.(Sekjend MDG)

STIPAR Soromandi Bima Gelar Studi Lapangan dan Aksi Sosial di Pantai Wane


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pariwisata melalui kunjungan studi lapangan dan aksi sosial di Pantai Wane, Bima, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini diterima dengan antusias oleh pengelola Pantai Wane, sekaligus menjadi langkah awal kolaborasi untuk memajukan destinasi wisata tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (12/5/2025) ini diikuti oleh 48 mahasiswa dan 12 dosen dan staf STIPAR Soromandi. Selain melakukan observasi terkait potensi dan manajemen pengelolaan wisata, mereka juga mengadakan aksi bersih-bersih di sepanjang garis pantai. Aksi sosial ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan wisata.

Dalam studi lapangan, mahasiswa mempelajari aspek ekologis, kultural, serta strategi pemasaran Pantai Wane. Mereka juga berdialog langsung dengan pengelola untuk memahami tantangan dalam mengembangkan destinasi, mulai dari infrastruktur hingga promosi. Feriyadin, S.Pd., M.M., selaku dosen pendamping, menyatakan, “Kunjungan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.”

Sementara itu, aksi pembersihan pantai melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, dosen dan staf. Sampah plastik dan dedaunan yang mengganggu keindahan pantai berhasil dikumpulkan dan diproses sesuai kategori. “Kami ingin Pantai Wane tidak hanya dikenal dengan keindahannya, tetapi juga kebersihannya. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Muhammad Ade Wahyudin, Mahasiswa.

Manajemen Pantai Wane menyambut baik inisiatif STIPAR Soromandi. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan kontribusi nyata ini. Ke depan, kami terbuka untuk kerja sama dalam riset, pelatihan SDM, atau program pengembangan wisata berkelanjutan,” ungkap Ahmad Fauzi, perwakilan pengelola setempat.

Najamuddin, M.M., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIPAR Soromandi Bima, menambahkan, “Kolaborasi dengan pengelola wisata seperti Pantai Wane adalah langkah strategis untuk menerapkan ilmu pariwisata secara konkret. Kami berharap sinergi ini dapat mendorong Pantai Wane menjadi destinasi bertaraf internasional.”

Dengan semangat “Link and Match” antara dunia pendidikan dan industri pariwisata, STIPAR Soromandi optimis bahwa Pantai Wane memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global. Kedua pihak sepakat untuk segera merancang Memorandum of Understanding (MoU) guna memperkuat kerja sama ke depannya.(Sekjend MDG)

STIPAR Soromandi Bima Gandeng BRIDA Kabupaten Bima Selamatkan Bahasa Daerah Inge Ndai Melalui Riset Sosiolinguistik


Bima
NTB, Media Dinamika Global.id.– Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima mengukuhkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bima. Kerjasama strategis ini difokuskan pada bidang linguistik, khususnya upaya perlindungan dan pelestarian Bahasa Daerah Inge Ndai yang dituturkan di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kerjasama yang berlangsung pada hari Senin ini diwakili oleh Ibu Rahmatia Ardila, M.Pd., dari STIPAR Soromandi Bima. Kolaborasi ini akan menyoroti pendekatan sosiolinguistik, suatu kajian yang meneliti hubungan timbal balik antara bahasa dengan struktur dan fungsi masyarakat penuturnya. Riset ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika penggunaan, tantangan, serta upaya pemertahanan Bahasa Inge Ndai di tengah masyarakat modern.

Tujuan utama dari sinergi akademisi dan pemerintah daerah ini adalah mewujudkan pelestarian dan pemertahanan Bahasa Inge Ndai sebagai bagian integral dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Bima. Keberlangsungan bahasa daerah dinilai krusial dalam menjaga kekayaan budaya dan jati diri daerah.

"Kedepannya, diharapkan lebih banyak lagi riset-riset yang menganalisis bahasa secara spesifik, khususnya bahasa daerah, sehingga dapat dilestarikan hingga masa mendatang," tegas Ibu Rahmatia Ardila, M.Pd. Pernyataan ini menegaskan semangat STIPAR Soromandi Bima untuk terus berkontribusi dalam penelitian kebahasaan dan upaya konkret menjaga warisan linguistik Bima agar tetap hidup dan dipahami oleh generasi penerus.

Membangun kerjasama antara STIPAR Soromandi Bima dengan BRIDA Kab. Bima ini menjadi langkah penting dalam mengangkat isu pelestarian bahasa daerah ke tingkat kebijakan dan riset terstruktur, menegaskan peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menjaga khazanah budaya bangsa.(Sekjend MDG)

Civitas Akademika STIPAR Soromandi Bima Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Desa Karombo, Kecamatan Pekat


Soromandi
, Media Dinamika Global.id.– Guna memperluas akses informasi pendidikan tinggi dan menjangkau calon mahasiswa di wilayah pelosok, Civitas Akademika Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) di Desa Karombo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu/17 Mei sebagai bagian dari upaya institusi untuk mengenalkan program studi dan peluang beasiswa kepada masyarakat setempat.

Tim sosialisasi yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa STIPAR Soromandi Bima disambut antusias oleh warga Desa Karombo. Dalam acara yang digelar di pantai, masyarakat diajak berdiskusi langsung tentang prospek studi di bidang pariwisata, manajemen, dan teknologi informasi yang menjadi unggulan kampus tersebut. Selain itu, tim juga memaparkan mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, serta program beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi atau berasal dari keluarga kurang mampu.

Ketua Tim Sosialisasi, Marwan, M.Ap., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen STIPAR Soromandi Bima dalam meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di daerah terpencil. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Desa Karombo dan sekitarnya tidak tertinggal informasi tentang kesempatan kuliah. STIPAR hadir untuk membuka pintu bagi generasi muda agar bisa berkembang melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Kepala Desa Karombo, Firman, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kampus tersebut. “Ini pertama kalinya sosialisasi penerimaan mahasiswa baru digelar di desa kami. Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak muda di sini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.

STIPAR Soromandi Bima sendiri menawarkan program studi seperti S1 Pariwisata. Kampus yang berlokasi di Soromandi Bima ini juga dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi dan kerja sama dengan industri pariwisata nasional.

Pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025 telah dibuka sejak Februari hingga Agustus. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi kampus di stiparsoromandibima.ac.id atau melalui narahubung 082340032488.

Dengan digelarnya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak pemuda di wilayah Pekat dan sekitarnya yang tertarik untuk melanjutkan studi dan mengembangkan potensi diri melalui pendidikan tinggi.(Sekjend MDG)

Bangun Kedisiplinan Mahasiswa- Mahasiswi Babinsa Koramil 1608-05/Donggo Beri Materi Wasbang di Kampus Stipar Soromandi Bima


SOROMANDI, Media Dinamika Global.id.– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-05/Donggo Serka Munir memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dengan tema “MEMBENTUK JIWA KEPEMIMPINAN MAHASISWA YANG BERKARAKTER DAN BERINTERGITAS  bertempat di aula Stipar Soromandi Bima.

Stipar Soromandi Bima  merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata yang ada di Kecamatan Soromandi bahkan di Kabupaten Bima, kehadiran Babinsa Punti dalam memberikan materi Wawasan Kebangsaan  memiliki nilai positif dalam  membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa, pada fase usia seperti ini anak-anak mahasiswa,tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan yang memadai untuk mewarrnai perjalanannya meraih cita-citanya dimasa yang akan datang.

Dalam kesempatan itu Babinsa Punti tidak hanya memberikan nilai- nilai yang terpenting dalam Wawasan Kebangsaan Wawasan Kebangsaan semata tetapi diberikan juga bagaimana cara untuk mengetahui tentang manajemen kepemimpinan, yang dimana pada masa yang akan datang adik-adik Mahasiswa- Mahasiswi akan terjun langsung di tengah – tengah masyarakt tentunya perlu diberikan pengetahuan tentang manajemen kepemimpinan.

Nilai penting dalam memberikan materi Wawasan Kebangsaan hari ini adalah pentingnya untuk membangun dan memelihara kesatuan dan persatuan bangsa, sesuai dengan terkandung dalam beberapa nilai yang di antaranya adalah Pancasia, Bhinneka Tunggal Ika,Cinta Tanah Air,Toleransi,
,Keadilan,Demokrasi,,Penghargaan terhadap Budaya, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Komitmen terhadap Pembangunan*: Komitmen untuk membangun dan memajukan bangsa. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut, kita dapat membangun bangsa yang kuat, bersatu, dan sejahtera.


Di tempat terpisah Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf Safrudin S.Sos mengapresiasi apa dilakukan oleh Babinsa Punti, ini menunjukkan kemampuan dan pengetahuan para Babinsa di wilayah teritorial,tidak hanya dalam dalam memberikan materi Wawasan Kebangsaan, tetapi dalam kegiatan lainnya para Babinsa selalu mengambil bagian dalam mengedukasi anak-anak sekolah baik tingkat SD,SMP,SMA/SMK dan juga perguruan tinggi(Kampus) ujar Danramil 05/Donggo.(Sekjend MDG)

Ironi Menuju Generasi Emas 2045, Sekolah Favorit Untuk Si Kaya, Sistem SPMB dan Zonasi Menggilas Si Miskin

/Sekolah Gratis Hanya Mimpi, Generasi Emas Akan Menjadi Mitos Indah Yang Tak Pernah Jadi Nyata


Opini Oleh: Suaeb Qury (Komisioner Komisi Informasi Provinsi NTB)

Indonesia tengah menatap masa depan penuh harapan melalui visi besar "Generasi Emas 2045" — sebuah generasi yang diharapkan unggul dalam ilmu pengetahuan, karakter, dan daya saing global.

Namun, di balik impian besar itu, ada kenyataan getir yang masih menghantui: biaya pendidikan yang diam-diam menjadi mimpi buruk bagi banyak keluarga Indonesia.

Di tengah gencarnya slogan "pendidikan gratis", "SPMB terjangkau", hingga "sekolah ramah lingkungan", realitas di lapangan berkata lain.

Banyak orang tua masih harus jungkir balik demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa sekolah.

Benarkah Pendidikan Kini Gratis?

Secara formal, pemerintah telah menggulirkan program sekolah gratis untuk jenjang dasar dan menengah lewat dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Tapi praktiknya, “biaya siluman” tetap hadir dalam wujud seragam, buku paket, uang bangunan, iuran komite, hingga sumbangan yang bersifat “sukarela tapi wajib”.

Di beberapa sekolah negeri, bahkan iuran bulanan dan biaya ekstrakurikuler tetap dibebankan tanpa transparansi.

Maka, jargon "pendidikan gratis" seolah hanya menjadi kosmetik—yang menutupi kenyataan bahwa sekolah berkualitas tetap sulit diakses oleh mereka yang miskin.

SPMB: Akses atau Justru Seleksi Terselubung?

Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025 mengusung empat jalur utama:

Jalur Domisili,

Jalur Prestasi,

Jalur Afirmasi (untuk siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas), dan

Jalur Mutasi.

Sementara untuk tingkat lanjut, SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) terdiri dari jalur SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri. Secara konsep, sistem ini menjanjikan inklusivitas.

Namun, faktanya, anak-anak cerdas dari keluarga miskin sering kali tereliminasi hanya karena keterbatasan biaya, bukan karena kurang layak.

Sekolah Ramah Lingkungan: Gimmick atau Gaya Hidup?

Banyak sekolah berlomba-lomba mencitrakan diri sebagai sekolah ramah lingkungan: menanam pohon, memilah sampah, membawa tumbler. Tapi benarkah semua itu jadi bagian dari kultur harian siswa?

Sayangnya, di banyak tempat, program hijau ini hanya menjadi seremonial musiman — ramai saat ada lomba atau kunjungan, sepi saat hari biasa.

Kesadaran lingkungan belum menjadi nilai hidup yang ditanamkan secara konsisten.

Sekolah Favorit: Mewah di Fasilitas, Mahal dalam Akses

Sekolah favorit tetap jadi primadona karena dianggap berkualitas dan berprestise tinggi. Tapi bisakah anak-anak miskin masuk ke sana?

Sistem zonasi yang bertujuan membuka akses justru memunculkan masalah baru: manipulasi domisili, diskriminasi budaya sekolah, hingga tekanan sosial yang berat bagi siswa kurang mampu.

Bahkan setelah lolos, perjuangan belum usai. Mereka harus bersaing dengan siswa dari keluarga berada yang punya akses bimbel mahal, laptop canggih, hingga lingkungan belajar yang kondusif.

Membangun Generasi Emas Butuh Keberpihakan Nyata

Menuju Generasi Emas 2045 tak cukup dengan program-program manis dan slogan-slogan gempita. Dibutuhkan:

Reformasi biaya pendidikan secara nyata, bukan sekadar bebas SPP.

Transparansi dalam seleksi masuk sekolah dan kampus.

Sekolah yang benar-benar ramah lingkungan dan inklusif.

Kesempatan yang setara bagi semua anak, tanpa melihat latar belakang ekonomi.

Karena generasi emas sejatinya bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi tentang siapa yang benar-benar diberi kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi negeri.

Jika pendidikan masih menjadi mimpi mahal bagi mereka yang miskin, maka Generasi Emas 2045 tak akan lebih dari sekadar mitos indah yang tak pernah jadi nyata.

Gubernur NTB Jadi Inspektur Upacara di Hari Jadi Bima ke-385


Suasana upacara peringatan Hari Jadi Bima ke-385 yang dirangkaikan dengan peluncuran Event Dana Mbojo Menyapa, dari Bima untuk Indonesia dihelat, Sabtu (5/7/2025) di halaman kantor  Bupati Bima Desa Godo Kecamatan Woha.

Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Momen upacara peringatan Hari Jadi Bima ke-385 yang dirangkaikan dengan peluncuran Event Dana Mbojo Menyapa, dari Bima untuk Indonesia dihelat pada pukul 08.30 Wita, Sabtu (5/7/2025) di halaman kantor Bupati Bima Desa Godo Kecamatan Woha.

Istimewanya pada upacara Peringatan Hari Jadi ke-385 Bima tahun ini bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Jadi Bima ke-385 tahun 2025 yakni Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si.

Sementara pembaca Naskah UUD 45 dibacakan oleh Diah Citra Pravitasari, Ketua DPRD Kabupaten Bima dan Komandan Upacara  Kumara Jaya, S.STP., MM, Sekretaris Pol PP dan Perwira Upacara Syaifullah S.Sos., ME Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula Bupati dan Wabup Bima, Ady Mahyudi-dr. H. Irfan selaku tuan rumah, para kepala daerah di NTB seperti Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E dan Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, S.H, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, unsur Forkopimda, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bima, sejumlah anggota DPRD NTB, dan tamu undangan lainnya.

Gubernur NTB dalam sambutannya mengungkapkan makna penting peringatan Hari Jadi Bima.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengenang sejarah perjuangan para pendahulu, yang telah meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Bima.

“Kita semua patut berbangga atas capaian pembangunan di berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur yang terus kita upayakan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tema peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima tahun ini lanjut Gubernur adalah “Bima Bermartabat, Rakyat Berdaulat”. Tema ini, kata dia, menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, bersinergi, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai Maja Labo Dahu – malu dan takut akan perbuatan tercela.

“Karenanya, sangatlah tepat di momen hari ini kita bersama-sama meningkatkan komitmen dan semangat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan dan meningkatkan kontribusi positif bagi kemajuan daerah yang kita cintai ini” imbuh Gubernur Iqbal.

Pantauan langsung wartawan, upacara peringatan HUT Bima ke 385 berakhir pada pukul 10.30 Wita, dengan suasana tertib dan khidmat.

Mengusung tema “Bima Bermartabat, Rakyat Berdaulat”, berbagai rangkaian kegiatan pada peringatan Hari Jadi Bima ke-385 turut mewarnai dan menambah semarak perayaan Hari Jadi Bima tahun 2025 ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Rimpu serentak 18 kecamatan se Kabupaten Bima dan Do’a Dana serentak pada masing-masing kecamatan.

Pada kesempatan itu, Walikota Bima, H. A. Rahman, menyampaikan atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Bima mengucapkan selamat Hari Jadi Bima Ke-385, 5 Juli 2025.

Tentu di usia yang Ke-385 ini banyak torehan dan capaian prestasi yang telah diukir selama ini. Tidak sedikit pula tantangan yang dihadapi dalam membangun Dou Labo Dana Mbojo kedepan.

“Namun, saya yakin dan percaya, Bima yang Bermartabat, rakyat berdaulat dapat diwujudkan melalui kedua putra daerah terbaik yakni Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima saat ini,” ungkap Wali Kota.

“Sekali lagi selamat Hari Jadi Bima yang ke-385, semoga sukses mewujudkan Bima Bermartabat,” imbuhnya. (Sekjend MDG)

Jumat, 04 Juli 2025

Dicibir Gegara Ganti Nama Rumah Sakit Al Ihsan, Dedi Mulyadi Sindir Balik Pengkritiknya


Potret Dedi Mulyadi.

Jabar, Media Dinamika Global.id.--Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ini kembali menjadi sorotan publik setelah mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih.

Sebagaimana diketahui, perubahan nama rumah sakit tersebut resmi tertuang dalam Peraturan Gubernur yang ditandatangani pada 19 Juni 2025.

Menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut, keputusan penggantian nama ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengangkat kearifan lokal, khususnya budaya Sunda, dalam institusi layanan publik.

Namun, rupanya terdapat pihak yang mempertanyakan motif di balik perubahan nama ini. Kritik tersebut datang dari warganet di dunia maya yang menuding Dedi Mulyadi melakukan tindakan yang mencerminkan islamophobia alias anti-Islam, atau setidaknya menjauhkan simbol-simbol keislaman dari ruang publik.

Mendapat kritik seperti itu, Dedi Mulyadi kemudian angkat bicara melalui video pendek yang diunggahnya di akun TikTok @dedimulyadiofficial.

Mulanya, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa para pengkritik tersebut mayoritas bukanlah warga Jawa Barat, melainkan berdomisili Jakarta. Ia pun menyinggung agar para pengkritik pindah menjadi warga Jawa Barat.

"Banyak sekali para pengamat, aktivis, nggak tau influencer, nggak tau buzzer, pokoknya mereka rata-rata memberikan kritik terhadap seluruh kebijakan yang diambil oleh Pemprov Jabar dan mereka itu rata-rata domisilinya di Jakarta. Artinya bahwa banyak sekali para pengamat, aktivis, nggak tau influencer, nggak tahu buzzer, mereka yang domisili di Jakarta begitu mencintai Jawa Barat. Mungkin mereka ingin pindah juga ke Jawa Barat agar bisa menjadi warganya," ucap Dedi Mulyadi.

Lelaki yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi tersebut kemudian menyinggung kritikan yang baru-baru ini diterimanya tentang penggantian nama Rumah Sakit Al Ihsan. Ia pun tahu jika dirinya dituding sebagai orang yang anti-Islam.

"Dan hari ini yang paling ramai dibicarakan mereka dan dikritisi, bahkan saya dianggap sebagai orang yang anti islam, ini menarik banget, itu adalah tentang perubahan nama rumah sakit dari Rumah Sakit Al Ihsan menjadi Rumah Sakit Welas Asih," tambah Dedi Mulyadi.

Padahal, menurut Dedi Mulyadi, kedua nama tersebut sama-sama melambangkan kebaikan.

"Al Ihsan kalau di bahasa kita kan artinya kebaikan. Welas Asih kalau di bahasa Arabkan, Ar Rahman, Ar Rahim," jelas Dedi Mulyadi.

Ia tak hanya ingin mengubah nama rumah sakit tersebut tanpa adanya perubahan dari dalam. Dedi Mulyadi pun menyinggung jika fasilitas kesehatan itu harus memberikan pelayanan yang baik.

"Nah tentunya auto kritik ini baik dan yang paling utama dari jajaran manajemen rumah sakit adalah meningkatkan layanannya menggunakan nama-nama yang indah, harus seiring dengan kualitas layanan yang lebih baik, apalagi menggunakan nama-nama yang sakral dan spiritual," imbuh Dedi Mulyadi lagi.

Dedi Mulyadi lantas menyebut bahwa dahulu Rumah Sakit Al Ihsan merupakan barang bukti yang dikembalikan dalam kasus korupsi yang dilakukan oleh Yayasan Al Ihsan.

"Kualitas layanannya harus mencerminkan kesakralan dan kespiritualitasannya, tetapi ada yang lebih penting yang perlu saya sampaikan bahwa rumah sakit itu merupakan barang bukti yang dikembalikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung tahun 2023. Barang bukti itu merupakan sitaan pengadilan atas kasus korupsi Yayasan Al Ihsan," jelas Dedi Mulyadi.(Sekjend MDG)

Fakultas Hukum UMMat Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT


Media Dinamika Global.Id ||
Mataram, - Prodi S1- Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) berhasil meraih Predikat Akreditasi "UNGGUL" satu - satunya untuk PTS di NTB dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Dekan Fakultas Hukum, Assoc. Prof. Dr. Hilman Syahrial Haq, SH., LLM mengatakan, predikat ini berkat kerja keras seluruh civitas akademika Fakultas Hukum.  Alhamdulillah dalam 4 (empat) tahun ke belakang banyak capaian yang diraih dibidang Catur Darma terutama kegiatan skala Internasional, Nasional juga Lokal. Tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang segala aktifitas, juga kemudahan berbagai akses dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pemantapan dibidang Al-islam dan Kemuhammadiyahan," ucapnya. Satu (5/7/25).

Dengan akreditasi unggul, Fakultas Hukum UMMat semakin diakui kualitasnya di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini juga membuka peluang lebih besar bagi lulusannya untuk bersaing di dunia kerja serta melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

"Prestasi ini menjadi motivasi bagi Fakultas Hukum UMMat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sehingga mampu mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing global," pungkasnya.

Sementara, Wakil Dekan Anies Prima Dewi, SH., MH memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Fakultas Hukum UMMat meraih predikat "Akreditasi Unggul" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menurut dia, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum UMMat.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi ini. Akreditasi Unggul adalah bentuk pengakuan atas kualitas serta komitmen Fakultas Hukum UMMat dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat," ujar Anies Prima Dewi.

Redaksi _ Surya Ghempar.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Cabut Peraturan Beban Kerja Guru yang Lama, Simak Aturan Terbarunya


Ilustrasi Mendikdasmen Abdul Mu’ti menetapkan aturan beban kerja guru yang baru. KEMENDIKDASMEN

KLIK Pendidikan, Media Dinamika Global.id.-- Mendikdasmen Abdul Mu'ti kini telah menetapkan aturan terbaru tentang beban kerja guru.

Aturan beban kerja guru ini dituangkan oleh Mendikdasmen dalam Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025


Dengan ditetapkannya aturan beban kerja guru yang baru ini, Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 resmi dicabut.
Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 hadir dengan tujuan untuk:

Mengmbangkan bakat minat murid

- Memberikan kepastian hukum dalam pemenuhan beban kerja guru


- meningkatkan mutu atau kualitas pembelajaran
- meningkatkan pendidikan karakter
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025, guru adalah pendidik profesional.

Tugas utama guru adalah:

- Mendidik.(Sekjend MDG)