BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Kecamatan Wawo bersama Pemerintah Desa Kombo mengawal langsung kegiatan gotong royong pengecoran jalan penghubung lahan pertanian di Dusun Rasabou,Desa Kombo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaksanakan oleh warga setempat. Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan anggaran yang bersumber dari program unggulan Kabupaten Bima, yaitu Selasa Menyapa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti oleh puluhan warga secara sukarela. Mereka bekerja bahu-membahu menyiapkan material, meratakan adukan semen, hingga memadatkan permukaan jalan agar kuat dan awet. Kehadiran Camat Wawo dan Kepala Desa Kombo di lokasi memberikan semangat tersendiri bagi warga yang terlibat.
Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar,S.Sos, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Program Selasa Menyapa merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima yang bertujuan menjembatani komunikasi langsung antara pemerintah dan warga.
"Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan, menyerap aspirasi, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satunya untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memberikan bantuan nyata bagi pembangunan yang menjadi kebutuhan utama warga.
“Anggaran yang disalurkan digunakan untuk membeli semen, pasir, batu, dan peralatan kerja. Sementara tenaga pelaksana bersumber dari swadaya gotong royong warga. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kombo, Bunyamin,S.Pd mengapresiasi perhatian pemerintah Kabupaten Bima. Ia menyatakan bahwa jalan yang diperbaiki ini sangat vital bagi petani untuk mengangkut hasil panen dan juga merupakan akses menuju Lapangan Moni dan kuburan dusun Rasabou serta akses lokasi Pertanian ini dilalui bukan hanya warga Desa Kombo saja, akan tetapi diakses oleh warga Desa Kambilo dan warga Desa Pesa.
“Selama ini jalan sering tergenang dan rusak saat hujan, menyulitkan akses. Berkat dukungan program ini, akses pertanian menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya saat diwawancarai langsung awak media ini dilokasi, Selasa (9/6).
Kegiatan ini ditargetkan selesai dalam waktu lebih kurang 3 hari. Pemerintah desa berkomitmen untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut bersama-sama dengan seluruh warga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(MDG05)


