Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bima


Kota Bima - Media Dinamika global.id. Sekretariat Daerah (Sekda) Mewakili Wali Kota Bima membacakan laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Tahun 2021, pada rapat paripurna ke -7 DPRD Kota Bima masa sidang II. Jum'at (25/03/22)

Sekda Kota Bima, H. Mukhtar Landa, MH menyampaikan, LKPJ Walikota Bima ini disusun berdasarkan rencana bangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) Kita Bima tahun 2018 - 2023, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2021, Kebijakan umum anggaran, prioritas dan Plafon anggaran, serta peraturan daerah Kota Bima Nomor 12 tahun 2020 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2021 dan peraturan Walikota Bima nomor 84 tahun 2020 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Bima Tahun 2021

Berdasarkan RPJMD Kota Bima tahun 2018 - 2023, Visi Pemerintah Kota Bima adalah "Mewujudkan Kota Bima yang berkualitas dan setara menuju masyarakat maju dan mandiri". Untuk mewujudkan Visi, maka misi yang diemban adalah, mewujudkan masyarakat berkualitas yang berdaya saing, mewujudkan masyarakat sejahtera melalui pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat yang berbasis pengembangan produk unggulan.

Selanjutnya, menghadirkan penyelenggaraan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintah yang baik. Mewujudkan lingkungan yang berkualitas dan ramah melalui penyediaan infrastruktur pendukung perkotaan yang terintegritas dengan pengurangan resiko bencana. Serta mewujudkan masyarakat yang berkarakter dan agamais. 

Dengan pertimbangan keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah Kota Bima tahun 2020 serta permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2021 terutama menyangkut pembangunan sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan Kota Bima yang berkualitas, maka ditetapkan tema pembangunan Kota Bima tahun 2021.

Tema tahun tersebut memberikan sebuah gambaran bahwa pemerintah Kota Bima menginginkan arah pembangunan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan kota Bima yang berkualitas dan berdaya saing.

Terkait pengelolaan keuangan tahun 2021, untuk Pendapatan Daerah, target pendapatan daerah Kota Bima tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 745.404.518.907,00., Milyar dan terealisasi sebesar Rp. 729.687.511.750,67 atau sebesar 97,89 persen.

Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bima tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp. 58.906.077.013,00 dan terealisasi sebesar Rp. 46.993.516.746,67 Milyar atau 79,78 persen dari target. Target penerimaan daerah dari dana perimbangan bagian pemerintah Kota Bima tahun anggaran 2021 ditargetkan sebesar Rp. 590.389.610.762,00, terealisasi sebesar Rp. 594.010.197.074,00 Milyar atau sebesar 100.61 Persen.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun 2021 di targetkan sebesar Rp.17.768.000.000., terealisasi sebesar Rp.17.931.340.700,00 atau 100,92 persen. Dengan kontribusi terbesar dari komponen dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya di targetkan sebesar Rp. 48.315.688.132,00., Terealisasi sebesar Rp.40.727.314.230,00 atau sebesar 84,29 Persen.

Pengelolaan belanja daerah target belanja tahun anggaran 2021 adalah sebesar Rp. 754.078.303.532,00 dan berhasil terealisasi Rp. 716.700.153.286,42 Milyar atau sebesar 95, 04 persen. Belanja daerah terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer. Komponen belanja operasi meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial.

Sementara untuk komponen belanja modal terdiri dari belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja bangunan dan gedung, belanja jalan irigasi dan jaringan, serta belanja aset tetap lainnya. Untuk target belanja operasi sebesar Rp. 609.884.155.790,00., Mampu direalisasi sebesar Rp. 575.787.111.971,68 atau 94.41 persen 

Target belanja modal yang ditetapkan tahun 2021 sebesar Rp.140.957.764.221,45., Telah direalisasi sebesar Rp. 138.378.990.564,74 atau 98,17 persen. Adapun rincian realisasi belanja operasi adalah, belanja pegawai digunakan untuk pengeluaran honorarium atau upah dalam melaksanakan program kegiatan pemerintah daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 370.292.078.078,09 dengan realisasi Rp.357.437.167.837,55 atau sebesar 96,52 persen.

Komponen belanja menetapkan target anggaran sebesar Rp.219.942.245.712,46 dengan realisasi sebesar Rp. 200.214.962.134,13 atau sebesar 91,09 Persen. Belanja hibah pada tahun 2021dianggarkan sebesar Rp. 18.200.332.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.16.712.982..000,00 atau 91.83 persen.
Belanja bantuan sosial pada tahun 2021 sebesar Rp.1.449.500.000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.422.000.000,00 milyar Atau 98,10 persen.

Capaian kinerja pemerintah Kota Bima tahun 2021 untuk setiap indikator sasaran strategis kota Bima. Sasaran strategis meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Sasaran ini diukur dengan indikator angka harapan hidup. 

Pada tahun 2021 angka harapan hidup di Kota Bima mencapai 72,24%. Percapaian dari tahun ke tahun. Terus meningkat sebagai acuan angka hidup tahun 2016 sebesar Rp. 69,35%. Kemudian meningkat tahun 2017 sebesar Rp. 69,58 persen dan terus mengalami peningkatan di tahun 2018 sebesar Rp. 69,84 persen. Di tahun 2019 sebesar Rp. 70,20 persen dan tahun 2020 sebesar Rp. 70,88 persen.

Sasaran strategis meningkatnya aksesibilitas dan kualitas pendidikan yang di ukur dengan indikator indeks pendidikan melebihi target yang ditetapkan tahun 2021 yakni pada angka 10,64. Sementara realisasi pencapaian angka 12,75 atau capaian kinerja indikator diangka 119,79 persen. Meningkatnya daya beli masyarakat diukur dengan indikator pengeluaran per kapita. Tahun 2021 sama dengan di tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 1.366.747. 

Skor pola ketahanan pangan harapan kota Bima di tahun 2021 mampu melebihi target diangka 85,7 dengan capaian realisasi 85,7 atau memenuhi capaian indikator kinerja sebesar 100 persen. Pertumbuhan ekonomi berdasarkan harga konstan tahun 2016, nilai PDRB Kota Bima hingga tahun 2019 setiap tahun mengalami peningkatan, Akan tetapi tahun 2020 PDRB Kota Bima mengalami penurunan hingga mencapai - 5,31 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor, satu faktor yang sangat mempengaruhi penurunan PDRB kota Bima adanya pandemi covid 19 yang berdampak hampir di semua sektor lapangan usaha mengalami penurunan. Namun tahun 2021 PDRB secara berangsur naik menjadi 2,08 persen 

Sosial, target penanganan PMKS tahun 2021 adalah 60 persen, terealisasi sebesar 66,88 persen atau capaian indikator kinerja 111,46 persen. Target peningkatan kesempatan kerja ditahun 
2021 adalah menekan pengangguran diangka 6,25 persen dan terealisasi 3,56 persen atau indikator kinerja di angka 176 persen.
 
Nilai SAKIP kota Bima tahun 2020 mencapai 67,05 atau kategori B, lebih tinggi dari target yang ditetapkan yakni 65,58. Sementara tahun 2021 nilai SAKIP belum di rilis. Demikian pula skor LPPD Kota Bima tahun 2018 meraih nilai 3,2595 atau kategori sangat tinggi, lebih tinggi dari target yaitu 3,1939. Dalam perjalanannya sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 penilaian LPPD belum di rillis sampai dengan sekarang penyebabnya adalah seperti yang disampaikan oleh pihak kementerian dalam negeri, masih dialkukan penyempurnaan sistim informasi evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah. 
 
Sementara opini pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) sudah pada level WTP selama 6 tahun berturut - turut. Target PAD yang ditetapkan pada tahun 2021 adalah 6,1 persen dari APBD, capaian mengalami kenaikan berada pada angka 7,9 persen atau sbesar 129 persen. 

Pada tahun 2021 Kota Bima menetapkan target skor IPM sebesar 86, 00 persen. Capaian berada pada angka 83,42 Persen atau kategori A sebesar 97,00 persen. Pada akhir periode RPJMD Kita Bima tahun 2023, target indeks kesesuaian tata ruang tahun 2021 sebesar Rp. 97 persen dapat dipenuhi dengan realisasi indeks sebesar 97,75 persen atau mencapai 100,75 persen.
 
Nilai indeks kualitas lingkungan hidup sebesar 79,00 tidak mencapai target yakni sebesar 52,73 atau 66,75 persen. Tahun 2021 propesentase berkurangnya luasan kawasan pemukiman kumuh sebesar 8,35 lebih dari target pada angka 11,66 persen atau 139,64 persen. Sementara prosentase peningkatan rumah layak huni yang ditargetkan dari 0,81 persen terealisasi 0,80 persen atau 98,99 Persen.

Indikator Peningkatan infrastruktur daerah diantaranya, presentase panjang jaringan jalan dalam kondisi baik, jaringan irigasi, rumah tangga sanitasi, penggunaan air bersih, dan luas kawasan tepian air yang tertata,  

Infrastruktur daerah dan terealisasi sebesar 71,32 persen atau 140, 43 persen. Ketahanan terhadap bencana mencapai angka 74 persen, realisasi yakni pada angka 74 persen atau 100 persen. Keamanan, ketentraman dan ketertiban. penurunan angka kriminalitas sebesar -35, 00 persen, realisasi 6,25 atau capaiannya 560 persen 

Selain capaian Atas sasaran strategis, keberhasilan kota Bima juga ditunjukkan dengan capaian prestasi dan penghargaan tahun 2020 dan Tahun 2021, piagam penghargaan atas dukungan dan sosialisasi pelayanan kantor bayar bank syariah sebagai mitra PT Taspen dan pembiayaan pra pensiun BSM kota Bima, Wali Kota Bima mendapat penghargaan atas partisipasi sebagai pemateri dalam seminar, piagam penghargaan sinergitas terbaik kedua Danrem 162/ Wira bakti Mataram. 

 Selanjutnya, piagam penghargaan sebagai Kita Bima cukup peduli hak asasi manusia dari menteri hukum dan HAM. Anugerah keterbukaan informasi publik tingkat provinsi NTB 

Piagam penghargaan sebagai kota sangat inovatif, innovative goverment award oleh Mendagri RI. Penghargaan Top 99 inovasi pelayanan publik dari Kemenpan RB. Piagam penghargaan kepatuhan standar pelayanan publik dari ombudsman RI. MDG 002.
Load disqus comments

0 comments