Polres Bima Gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Rinjani 2021


Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Polres Bima menggelar kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Rinjani 2021, Kamis (23/12/21) pagi tadi Pukul 08.00 Wita di Lapangan Apel Mako Polres setempat.

Nampak hadir dalam kegiatan, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, S.I.K., Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Waka Polres Bima Kompol Yusuf, Dandim diwakili oleh Kasdim 1608/Bima, Mayor Inf. Wira Bhakti, Kepala Pengadilan Bima, Kepala Kejari Bima, Kepala Basarnas Bima, Kadis Perhubungan Pemkab Bima, Wadan Yon C Pelopor Bima, AKP Sudirman, SH, Kabid PAM, Sahrudin, Sos, beserta para PJU Polres Bima. 

Sementara pesertanya, sebagaimana dirinci Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka, terdiri dari, Peleton Gabungan Perwira, Peleton TNI, Peleton Brimob, Peleton Samapta Polres Bima, Peleton Lantas Polres Bima, Peleton Staf Polres Bima, Peleton Sat Reskrim/Intelkam/Narkoba Polres Bima, dan Peleton Senkom mitra Polres Bima.

Dari Pihak Pemkab Bima, lanjut Adib, diikuti oleh Peleton Dishub, Peleton Tenaga Medis Dikes, Peleton Dispenda, Peleton Pol PP Kabupaten Bima, Peleton Pos SAR, dan Peleton BPBD.

Dalam amanatnya, Kapolri, Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang dibacakan Pimpinan Apel, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer, bahwa apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin-2021” dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra kamtibmas lainnya.

Operasi Lilin-2021 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan ini akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

“Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman.” Papar Wakil Bupati, masih mengutip amanat Kapolri.

Lanjutnya, Dalam pelaksanaan pengamanan Nataru ini, Polri telah mempersiapkan 83.917 personelnya, dan 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan, agar pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan pihak yang terlibat cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, diharapkan kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru tidak sampai menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

Menukil amanat Kapolri ini, Wakil Bupati, menyampaikan, berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi. Antara lain, ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Untuk itu, kata Wakil Bupati, Kapolri berharap seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah.(MDG.001).

Load disqus comments

0 komentar